Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
1,517 Documents
Application of the Experimental Method in Improving Science Learning About Magnetic Force In Class V
Supraptiningsih, Supraptiningsih
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.007 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68442
Berdasarkan hasil refleksi pembelajaran IPA kelas V SD Negeri 3 Kemiri pelajaran IPA materi gaya magnet menunjukkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan selama ini belum mencapai hasil yang maksimal. Batas nilai KKM IPA yang telah ditentukan sekolah adalah 70. Banyak siswa yang belum tuntas hasil belajarnya adalah sebanyak 12 siswa dari 21 siswa. Ke- 12 siswa tersebut masih memiliki nilai hasil belajar IPA dibawah nilai standar yaitu 70. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 3 Kemiri pada pelajaran IPA materi gaya magnet metode eksperimen. Pelaksanaan penelitian dilakukan dalam dua siklus perbaikan pembelajaran, dan tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil belajar siklus 1 sebesar 61 %, siklus 2 sebesar 100 %. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA tentang gaya magnet pada siswa kelas V SD Negeri 3 Kemiri.
Learning to Write Narrative Arrangement Through Story Calendar Based Education Character In Elementary School Students
Saputro, Guntur
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (535.947 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68614
Mengembangkan keterampilan siswa dalam menggunakan bahasa, baik dalam keterampilan menyimak, berbicara, membaca, maupun menulis termasuk tujuan dari pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu keterampilan keterampilan menulis yang harus dikuasai siswa di SD salah satunya adalah keterampilan dalam menulis narasi. Dalam pembelajaran menulis karangan narasi di Sekolah Dasar, media pembelajaran memegang perananan penting dalam keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, guru dituntut untuk lebih kreatif dalam mengembangkan media pembelajaran. Sesuai dengan tahap perkembangannya, siswa SD masih akan lebih mudah memahami konsep bila melalui media konkret, begitu pula dalam pembelajaran menulis karangan narasi. Dengan memanfaatkan media kalender cerita yang mana didalamnya terdapat gambar-gambar, siswa akan terpusat perhatiannya pada segala sesuatu yang ada di dalam gambar. Gambar dalam kalender cerita tersebut juga dapat menjadikan siswa lebih tertarik dalam pembelajaran sehingga minat siswa untuk menulis menjadi meningkat.
The Effectiveness Of The Jigsaw Learning Model For Elementary School Children
Fadliah, Hestu Nurul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (549.921 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68709
Guru merupakan pemegang kendali atas proses pembelajaran di sekolah. Keberhasilan seorang guru dalam mengajar ditentukan dengan bagaimana seorang guru dapat menyampaikan materi dengan baik sehingga dapat diterima dan dipahami dengan mudah oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendefinisikan model pembelajaran jigsaw; (2) mendeskripsikan langkah-langkah model pembelajaran jigsaw; (3) mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan model pembelajaran jigsaw; (4) mendeskripsikan efektifitas model pembelajaran jigsaw untuk anak SD. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) model pembelajaran jigsaw merupakan bentuk dari pembelajaran kooperatif dimana melatih para siswa agar lebih aktif dalam proses pembelajaran dengan tujuan untuk melatih kerjasama diantara siswa; (2) mengetahui langkah-langkah model pembelajaran jigsaw; (3) mengetahui kelebihan dan kekurangan model pembelajaran jigsaw; (4) model pembelajaran jigsaw tetap terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu, siswa juga terpantau lebih antusias terkait pembelajaran. Hal tersebut membuat pembelajaran lebih efektif dan memberikan pengaruh yang positif terhadap hasil belajar siswa.
Application of the Discovery Learning Model on Science Materials in Elementary Schools
Aryati, Luci Dahlia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.456 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68590
Pembelajaran menuntut peserta didik untuk aktif, kreatif, inovatif dalam menanggapi materi yang disampaikan oleh guru. Proses pembelajaran peserta didik diarahkan untuk mencari tahu (discovery), bukan diberi tahu oleh guru. Kajian ini bertujuan mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi IPA di Sekolah Dasar. Kajian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan mereview beberapa jurnal elektronik dan buku yang relevan dengan penerapan model pembelajaran Discovey Learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa discovery learning dapat memberikan pengalaman nyata pada peserta didik, memudahkan siswa dalam memahami konsep pembelajaran juga membuat siswa lebih aktif, kreatif, inovatif, disertai pembelajaran yang menyesuaikan karakteristik peserta didik khususnya pada pembelajaran IPA yang mengarahkan siswa untuk menemukan sendiri.
Implementation Learning Model Of The Project Based Leraning (PjBL) in Learning Science
Rina, Rina
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (611.684 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68415
Salah satu prinsip pembelajaran menurut kurikulum 2013 yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Hal yang dapat dikembangkan oleh guru untuk memenuhi tuntutan tersebut salah satunya dengan memilih dan menerapkan model pembelajaran yang inovatif yang menekankan pada aktifitas siswa. Selaras dengan karakteristik pembelajaran IPA di SD yang juga menekankan pada keterlibatan siswa secara aktif untuk melakukan keterampilan proses. Model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pada pembelajaran IPA di sekolah dasar dapat dijadikan alternatif untuk memenuhi prinsip pembelajaran pada kurikulum 2013. Sesuai dengan langkah-langkah pada model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dapat mengemas pembelajaran IPA menjadi menyenangkan, siswa aktif mengikuti proses pembelajaran dan akan berusaha mengembangkan segala potensi yang dimilikinya guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Increasing Mathematics Learning Outcomes Flat Building Material Through Contextual Learning Models in Class V Students of SD Negeri Kepatihan Surakarta Academic Year 2019/2020
Fatmalasari, Maya
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.062 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68603
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan kontekstual pada siswa kelas V SD Negeri Kepatihan Surakarta tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap. Tahapan setiap siklusnya adalah perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari perolehan hasil belajar siswa yang meningkat dari pra siklus (pre test), siklus I, dan siklus II. Pada pelaksanaan pra siklus (pre test) siswa yang tuntas sebesar 36%. Pada siklus I siswa yang tuntas setelah melaksanan post test sebesar 54%. Pada siklus II siswa yang tuntas setelah melaksanakan post test sebesar 90%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya mupel Matematika Kelas V di SD Negeri Kepatihan.
Increasing Ability To Solve Mathematical Problems Through The Application Of The Concrete Pictorial Abstract Approach
Suryani, Nur Endah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (431.09 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68448
Kajian literatur ini bertujuan untuk mengatasi masalah yang terdapat pada siswa khususnya siswa kelas V SD pada kemampuan pemecahan masalah matematis materi pokok penjumlahan pecahan. Masalah yang dihadapi siswa sekolah dasar yang kurang memahai cara menyelesaikan masalah dalam yang dominan dengan soal cerita dengan menerapkan proses pemebelajaran matematika ketika melalui pendekatan Concrete Pictorial Abstract. Pendekatan CPA ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dan dapat diterapkan oleh guru di kelas. Tujuan penelitian ini antara lain untuk: 1) Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar; dan 2) Peningkatan cara belajar yang mulai dari tahap konkret sampai abstrak sehingga siswa lebih mudah memahami.
Increasing Interest In Reading Through The Cooperative Script Learning Model
Maulana, Sri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (593.307 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68630
Diantara berbagai masalah pendidikan di Indonesia salah satunya adalah rendahnya minatbaca. Kebiasaan dan budaya baca dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi,sehingga minat baca berperan sebagai modal besar bagi setiap orang dalam mencapaikesuksesan pendidikan, meskipun memiliki karir dalam berbagai bidang. Minat membaca siswamasih rendah, maka perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan minat membaca perlu adanyamodel pembelajaran yang sesuai salah satunya menggunakan model pembelajarancooperative script. Minat membaca tidak hadir dengan sendirinya tetapi terdapat beberapafaktor yang mempengaruhi minat membaca antara lain faktor lingkungan keluarga, faktorkurikulum dan pendidikan sekolah yang kurang kondusif serta faktor keberadaan dankejangkauan bahan bacaan.
The Effect of Independent Attitude In Learning The Snowball Throwing Model On Mathematics Problem Solving Ability
Lestari, Dwi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (710.046 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68718
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap mandiri dalam pembelajaran model snowball throwing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika dan perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik sampling purposive, yaitu siswa kelas VA sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas VB sebagai kelompok eksperimen. Pengumpulan data dengan mengunakan teknik tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan Pre-Eksperimental Desaign yaitu Intac-Group Comparison. Analisis data menggunakan Uji Normalitas data, Uji Homogenitas, Uji Regresi dan Uji independent sample t-test. Semua penghitungan diolah menggunakan program SPSS versi 16. Simpulan yang diperoleh (1) uji Regresi yaitu Fhitung = 8,636 dengan signifikansi < 0,05; (0,008 < 0,05), dapat disimpulkan bahwa sikap mandiri dalam pembelajaran model snowball throwing berpengaruh secara positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika.
Improving The Quality Of Learning IPS Through The Two Stay Two Stray Model with Powerpoint Media at SDN Bendan Ngisor, Semarang City
Fatimah, Afrinia Nur
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (536.187 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v4i6.68391
Pelajaran IPS disusun secara sistematis, komprehensif, dan terpadu dalam proses pembelajaran menuju kehidupan di masyarakat. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil refleksi diri dalam pembelajaran IPS pada kelas VB SDN Bendan Ngisor Kota Semarang di mana perlu adanya peningkatan. PTK ini terdiri empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi menggunakan tiga siklus, dengan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian guru dan 37 siswa SDN Bendan Ngisor. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis statistik kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru pada siklus I memperoleh kategori baik, pada siklus II dan pada siklus III memperoleh kategori sangat baik. Rata-rata aktivitas siswa pada siklus I memperoleh kategori cukup, pada siklus II memperoleh kategori baik, dan pada siklus III memperoleh kategori sangat baik. Hasil belajar ranah pengetahuan siswa pada siklus I memperoleh kategori cukup, pada siklus II dan pada siklus III memperoleh kategori baik.