cover
Contact Name
Muhammad Zukhrufuz Zaman
Contact Email
m_zukhruf@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalthp_uns@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 19790309     EISSN : 26147920     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal “Teknologi Hasil Pertanian”, publishes original articles, review articles, and short communications on the fundamentals, applications and management of Agricultural Product Technology areas. The journal's aim is to offer scientist, researchers and other related professionals the opportunity to share their finding and disseminate knowledge in all the related topics of biotechnology, quality management, and technologies associated with production or product development.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
KARAKTERISTIK ROTI TAWAR DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor (L) MOENCH) TERFERMENTASI DAN TANPA FERMENTASI Ardhea Mustika Sari; LInda Kurniawati; Akhmad Mustofa
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.338 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12784

Abstract

This research was aimed to determine the appropriate concentration of fermented and unfermented sorghum flour for bread making which received by the panelists. Sorghum flour was naturally fermented and then dried with cabinet dryer at 60 °C for 8 h. Substitution of sorghum flour either fermented and unfermented performed at various concentration i.e 10%, 20%, 30% and 40%. Organoleptic test results showed that white bread accepted by panelists was subtituted with fermented and unfermented sorghum flour in concentration of 10% and 20%. White bread with fermented sorghum flour substitution of 10% and 20% have moisture content of28.702% and 34.392%, while white bread with unfermented sorghum flour has moisture content 28.660% and 31.857%. Ash content of white bread with fermented sorghum flour 10% and 20% were 0.823% and 0.638%, while white bread with unfermented sorghum flour 10% and 20% have ash content of 0.830% and 0.718%.Fiber content of white bread subtituted with 10% and 20% fermented sorghum flour was 3.375% and 4,206% respectively whereas white bread with 10% and 20% unfermented sorghum flour have fiber content 3.008% and 3.873%. Key words: fermentation, sorghum flour, white bread
PENGARUH WAKTU INKUBASI DAN KONSENTRASI SUKROSA TERHADAP KARAKTERISTIK MINUMAN PROBIOTIK DARI WHEY HASIL SAMPING KEJU Edhi Nurhartadi; Asri Nursiwi; Rohula Utami; Erina Widayani
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 11, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.383 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v11i2.29056

Abstract

lactose, proteins and minerals. This study aims to determine the effect of variations in incubation time andsucrose concentration on the probiotic drink characteristics made from whey. This study uses CompletelyRandomized Design (CRD) with two factors, variation of incubation time (24 and 36 hours) and sucroseconcentration of (8%; 10%; 12%) on the probiotic whey drink. Probiotic starter cultures used are Lactobacillusacidophillus and Bifidobacterium longum IFO ATCC 13951 15 708 with ratio of 1: 1. Analysis was performedon viscosity, lactic acid levels, pH, antioxidant activity, total lactic acid bacteria and sensory characteristics.The results showed that the selected formula based on hedonic test is probiotic whey drink with 36-hourincubation time and 12% sucrose concentration. Probiotic whey drink has characteristics namely viscosity 6.578cP, 0.453% lactic acid levels, pH 4.36, the antioxidant activity of 19.409%, and total lactic acid bacteria 7.4 x109 cells / ml.
APLIKASI EDIBLE FILM MAIZENA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE SEBAGAI ANTIOKSIDAN ALAMI PADA COATING SOSIS SAPI Godras Jati Manuhara; Kawiji Kawiji; Heny Ratri E
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.074 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12868

Abstract

Penambahan ekstrak jahe yang mengandung antioksidan alami ke dalam pembuatan edible coating sosis diharapkan mampu mengurangi kerusakan lemak pada produk sosis. Penelitian ini memiliki dua tujuan. Pertama, Mengetahui konsentrasi penambahan ekstrak jahe pada edible coating sosis yang paling disukai oleh panelis.Kedua, mengetahui pengaruh penambahan ekstrak jahe pada edible coating sosis terhadap tingkat kerusakan lemak sosis selama penyimpanan. Berdasarkan uji yang dilakukan pada aplikasi edible coating sosis, yakni uji organoleptik, uji susutberat, dan uji kerusakan oksidatif lemak, diketahui bahwa perlakuan paling baik adalah penambahan ekstrak jahe pada edible coating sosis sebesar 10%. Kata Kunci: antioksidan,edible film, maizena
PRODUKSI OLEORESIN BERBAHAN BAKU LIMBAH DESTILASI KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) Dimas Nurcahyo Adi; Lia Umi Khasanah; Baskara Katri Anandito
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.658 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12906

Abstract

PENAPISAN HEMAGGLUTININ DARI ALGA HIJAU GENUS Codium (Chlorophyceae, Codiaceae) Danar Praseptiangga
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.008 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13234

Abstract

Lektin (hemagglutinin) tersebar secara luas di alam dan memiliki potensi yang baik terkait denganprospeksinya dari alga laut. Sifat terpenting lektin adalah kemampuannya untuk mengikat karbohidrat danmengaglutinasi sel. Lektin dapat berguna sebagai alat yang mudah digunakan untuk menunjukkan perbedaanstruktur karbohidrat dan mempunyai berbagai macam aktifitas biologis terkait dengan pengikatan daninteraksinya dengan karbohidrat, sehingga terdapat ketertarikan yang besar dalam upaya untuk menemukan danmengisolasi lektin baru dari perspektif penggunaan lektin, khususnya dalam bidang glycomics dan medis. Fraksikasar lektin dari enam spesies alga hijau genus Codium disiapkan dan diuji aktifitas hemaglutinasinya denganmenggunakan trypsin-treated rabbit erythrocytes. Hasil positif pada limaspesies alga hijau genus Codium yangdiuji dalam hemagglutination assay mengindikasikan keberadaan lektin (hemagglutinin) pada spesies-spesiestersebut. Namun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pemurnian lektin dan karakterisasisifat biokimianya.
PENGARUH KULTUR INDIGENOUS LACTOBACILLUS SP. DALAM PEMBUATAN YOGURT UBI UNGU : KAJIAN TINGKAT KEASAMAN, pH DAN TOTAL PADATANNYA A.Intan Niken Tari; Catur Budi Handayani; Ahimsa Kandi Sariri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.786 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13530

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kultur indigenous Lactobacillus sp. dalam pembuatanyogurt ubi ungu terhadap tingkat keasaman,pH dan total padatannya. Rancangan percobaan yang digunakandalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola satu arah dengan 3 macam perlakuan campuran kulturbakteri Asam Laktat sebagai starter pada pembuatan yogurt ubi ungu. Perlakuan 1 campuran kulturStreptococcus thermophillus FNCC 0040 dan Lactobacillus bulgaricus FNCC0041 sebagai kontrol, perlakuan 2campuran kultur Streptococcus thermophillus FNCC 0040 dengan kultur indigenous Lactobacillus sp. Dad 13,perlakuan 3 campuran kultur Streptococcus thermophillus FNCC 0040 dan Lactobacillus sp. Mut 7. Masingmasing perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 9 perlakuan. Parameter pengamatan dilakukan terhadap sifatkimia yogurt ubi ungu yaitu tingkat keasaman (metode titrasi), derajat keasaman (pH) dan total padatan(metode gravimetri). Hasil Penelitian terpilih yogurt ubi ungu dengan campuran kultur Streptococcusthermophyllus dan kultur indigenous Lactobacillus sp. Mut 7 yang mempunyai sifat kimia berupa tingkatkeasaman 11.956 mgrek/ 100g bahan, pH 4.378 dan total padatan 13.593%.
PREDIKSI UMUR SIMPAN TEPUNG JAGUNG (Zea mays L.) INSTAN DI DALAM KEMASAN PLASTIK Bambang Sigit Amanto; Windi Atmaka; Dian Rachmawanti Affandi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.362 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13568

Abstract

Jagung mempunyai potensi besar untuk ditingkatkan dan dikembangkan, baik sebagai bahan pangan,pakan maupun bahan baku industri. Salah satu bentuk produk dari jagung adalah tepung instan,yang merupakansalah satu bahan setengah jadi untuk bahan baku industri pangan dalam pengolahan lanjut. Tepung jagung instanmenjadi alternatif pengolahan berdasarkan pertimbangan tujuanpemakaian, kemudahan dalam transportasi, dan efisiensi penyimpanan. Pembuatan tepung jagung instandimaksudkan sebagai upaya menambah keanekaragaman pangan serta diversifikasi produk olahan jagung, usahapeningkatan nilai ekonomi dan pengawetan produk jagung serta kepraktisan penggunaan. Pada prinsipnyaberbagai jenis tepung mempunyai sifat higroskopis sehingga selama penyimpanan mudah mengalami kerusakanakibat penyerapan uap air dari lingkungannya. Salah satu upaya untuk memperpanjang umur simpan tepungadalah dengan pengemasan. Bahan pengemas yang digunakan dalam penelitian ini adalah plastik polipropilendan polietilen dengan berbagai macam ketebalan. Analisis dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptifsehingga dapat menjelaskan prediksi umur simpan tepung jagung instan yang berasal berbagai variaetas jagungpada kemasan plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prediksi umur simpan yang paling baik adalah padapenggunaan pengemas plastik polipropilen dengan ketebalan 0,05. Umur simpan yang diperoleh denganpengemas polipropilen 0,05 untuk tepung jagung kuning instan sebesar 153 hari. Sedangkan untuk tepungjagung putih instan sebesar 107 hari.
DIVERSIFIKASI DAN KARAKTERISASI CITARASA BAKSO IKAN TENGGIRI (Scomberomus commerson) DENGAN PENAMBAHAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA Nur Her Riyadi Parnanto; Windi Atmaka
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.624 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13612

Abstract

Kecenderungan konsumen terhadap produk pangan bercitarasa asap semakin meningkat. Bahkan akhir-akhir inimuncul produk pangan bercitarasa asap yang dahulu tidak lazim diperdagangkan seperti nasi bakar, tahu bakardan kelapa bakar. Namun, pengasapan cara langsung memungkinkan terbentuknya senyawa karsinogenik.Penggunaan asap cair merupakan salah satu alternatif untuk memperbaiki proses tersebut sehingga dihasilkanproduk pangan bercitarasa asap yang aman bagi kesehatan. Ikan tenggiri mempunyai tingkat produksi dankandungan gizi yang cukup tinggi. Bakso ikan merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk perikanan.Bakso merupakan salah satu produk yang paling digemari. Namun, sejauh ini citarasa bakso masih standarsehingga berpotensi untuk dikembangkan. Salah satunya adalah dengan cara menambahkan citarasa asap padaproduk bakso ikan tenggiri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dan konsentrasi pemberian asap cair pada bakso ikantenggiri yang memiliki tingkat kesukaan paling tinggi, mengetahui karakter sensoris (warna, aroma asap, rasaasap, kekenyalan dan keseluruhan) serta untuk mengetahui karakter fisik (tekstur) dan karakter kimia (kadar air,lemak, protein dan fenol) terhadap bakso ikan tenggiri citarasa asap yang paling disukai. Rancangan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu variasi metodepenambahan asap cair (pencampuran, pencelupan dan penyemprotan) serta variasi konsentrasi asap cair (3%, 5%dan 7%). Analisis data secara statistik dengan ANOVA pada α=5% serta dilanjutkan dengan uji DMRT apabilaada beda nyata.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi metode serta konsentrasi pemberian asap cair pada bakso ikantenggiri tidak memberikan pengaruh beda nyata terhadap sifat sensori warna, kekenyalan serta keseluruhan tetapimemberikan pengaruh bervariasi terhadap sifat sensori aroma asap dan rasa asap. Bakso ikan tenggiri denganmetode penyemprotan asap cair 3% merupakan metode serta konsentrasi pemberian asap cair yang memilikitingkat kesukaan paling tinggi. Karakteristik kimia bakso ikan tenggiri dengan penyemprotan asap cair 3% telah sesuai dengan persyaratan SNI bakso ikan yaitu: kadar air 75,06%, kadar protein 10,16% dan kadar lemak0,86%. Mengandung fenol alami sebesar 0,07061% dan masih jauh di bawah batas maksimal kadar fenol yangdiperbolehkan dalam bahan makanan (0,02-0,1%) sehingga aman untuk dikonsumsi serta dapat diterimakonsumen dari karakter sensoris, fisik dan kimia.
INAKTIVASI PANAS SPORA BACILLUS CEREUS PADA TAHU Bara Yudhistira; Reny Mailia; Endang S. Rahayu; Yudi Pranoto; Saiful Rochdyanto
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.381 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i1.17498

Abstract

As one of perishable food, tofu is susceptible for microorganisms contamination, an effort is needed to solve the problem. Heat treatment is one of the most common methods used to reduce microorganism population. This research aimed to analyze heat treatment effects of Bacillus cereus reduction in tofu. B. cereus isolate was obtained from soy milk cooking process during tofu production in Sudagaran Yogyakarta. D value measurement as parameter analysis was conducted at 80, 90, 100, 110, 120oC. The results showed that D90 value of B. cereus in tofu product was 29.41 minutes D120 value was 1.69 minute, while Z value was 33.33oC. D and Z value obtained was then used as pasteurization reference to extend shelf life of tofu. Pasteurization temperature of 95oC was based on household conventional boiling temperature, and the process time variations were 0, 10, 30 and 34 minutes. During tofu storage at 100C, analyses conducted were Total Plate Count, spore-forming bacteria, and B. cereus enumeration. Sensory parameter was also evaluated; including flavor, color, surface appearance, mucus presence, and texture. The longest shelf life 20 days was obtained by 34 minutes pasteurization and cool storage.
PENGARUH PENGGUNAAN ASAM ASETAT DAN EDIBLE COATING EKSTRAK BAWANG PUTIH TERHADAP KUALITAS FILLET IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) SELAMA PENYIMPANAN SUHU DINGIN Muhammad Luqman Al Hakim; Rofandi Hartanto; Edhi Nurhartadi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.299 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.12850

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak bawang putih pada edible coating dan penggunaan pengawet asam asetat terhadap kualitas dan umur simpan fillet ikan nila merah selama penyimpanan suhu dingin dan mengetahui konsentrasi ekstrak bawang putih pada edible coating dan konsentrasi asam asetat yang terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu variasi konsentrasi asam asetat dan ekstrak bawang putih. Penelitian ini terbagi menjadi dua bagian yaitu penentuan konsentrasi ekstrak bawang putih yang ditambahkan pada edible coating dan pengujian kesegaran daging ikan dengan uji TPC (Total Plate Count), pH, kadar air, TBA (Thiobarbituric Acid), TVB (Total Volatile Base), dan warna (chromameter) selama 12 hari yang diuji pada hari ke-0, 4, 8, dan 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak bawang putih adalah 20% dan konsentrasi tertinggi yang masih diterima oleh panelis adalah 30%. Perendaman fillet ikan nila merah dalam asam asetat dan pelapisan edible coating ekstrak bawang putih dapat menghambat kerusakan fisik, kimia, dan mikrobiologis sampai hari ke-8 pada suhu penyimpanan 4±1ºC. Perlakuan terbaik adalah asam asetat dengan konsentrasi 1% dan ekstrak bawang putih 20%.Kata Kunci : asam asetat, edible coating, ekstrak bawang putih, nila merah, suhu rendah