cover
Contact Name
Muhammad Zukhrufuz Zaman
Contact Email
m_zukhruf@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalthp_uns@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian
ISSN : 19790309     EISSN : 26147920     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal “Teknologi Hasil Pertanian”, publishes original articles, review articles, and short communications on the fundamentals, applications and management of Agricultural Product Technology areas. The journal's aim is to offer scientist, researchers and other related professionals the opportunity to share their finding and disseminate knowledge in all the related topics of biotechnology, quality management, and technologies associated with production or product development.
Arjuna Subject : -
Articles 221 Documents
PENGARUH PERLAKUAN PENDAHULUAN DAN VARIASI METODE DESTILASI TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU MINYAK ATSIRI DAUN KAYU MANIS (C. Burmanii) Nugraheni, Krisnawati Setyaningrum; Khasanah, Lia Umi; Utami, Rohula; Anandhito, Baskara Katri
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.04 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.17466

Abstract

This study aims to determine the effect of pretreatment (drying, drying and sun drying) and distillation method (distillation of water and vapor distillation) to the quality characteristics of cinnamon leaf oil. Characteristics of quality of essential oil of cinnamon leaves, essential oil of selected cinnamon leaves from vapor distillation with dry treatment of wind has the highest yield of 0.10161%. Specific gravity, viscosity,refractive index, and solubility in 70% ethanol range from 0.91 - 0.96 g / ml, 0.0023 N.s / m2, 1.48-1.51 and 1: 0.8 - 1: 1.5, respectively. Water vapor distillation with dry wind treatment has a solubility value in the smallest 70% alcohol. The active compounds contained in the volatile oil of leaf from the distillation of water vapor with dry treatment of wind are L-Linalool 34,40%, 1,8-Cineole 18,18%, α-Pinene 13,96% and β-Pinene 9.30%.
FERMENTASI WHEY LIMBAH KEJU UNTUK PRODUKSI KEFIRAN OLEH KEFIR GRAINS Nursiwi, Asri; Utami, Rohula; Andriani, Martina; Sari, Ayu Purnama
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.799 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12794

Abstract

Kefiran merupakan eksopolisakarida (EPS) yang bisa dihasilkan oleh bakteri asam laktat yang terdapat dalam biji kefir (kefir grains). Kefiran bisa diaplikasikan sebagai pengental, penstabil, pengemulsi, gelling agent, serta dapat pula dibuat menjadi film. Whey keju merupakan limbah produksi keju yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber karbon oleh mikrobia karena mengandung laktosa dalam jumlah yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah karakterisasi kimia whey limbah keju, enumerasi total bakteri, bakteri asam laktat (BAL) dan yeast yang ada dalam kefir grains, serta mengetahui perubahan berat biomassa, kadar asam laktat, nilai pH , kadar laktosa, dan rendemen kefiran setelah fermentasi limbah whey keju oleh kefir grains. Fermentasi dilakukakn pada suhu ruang dan suhu 37 C selama 72 jam, tiap 24 jam dilakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa whey keju mempunyai kadar air 93,42%, kadar abu 0,46%, kadar asam 0,22%, kadar protein 0,76%, kadar laktosa 5,4%, dan nilai pH 4,60. Jumlah populasi total bakteri dalam kefir grains adalah 8,6 x 10 8  CFU/g, bakteri asam laktat sebesar 1,2 x 107CFU/g, dan yeast sebesar 1,9 x 10 8 CFU/g. Selama proses fermentasi perubahan berat biomassa kefir grains tidak signifikan. Kadar asam laktat meningkat, disertai dengan penurunan pH dan penurunan kadar laktosa. Rendemen kefiran mengalami penurunan dengan semakin lamanya waktu fermentasi. Kata kunci : kefiran, eksopolisakarida, kefir grains, whey keju 
KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORI NATA DE COCOA DARI KULIT BUAH DAN PULPA COKLAT (Theobroma cocoa L) Zulfa, Fitriyah; Rismayanti, Fitriya Devi
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.748 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v10i2.29074

Abstract

The area of cocoa plantations in East Java reaches 50 thousand hectares and in Madiun reaches 4,180 Ha, with annual production reaching 406 tons on average. Cocoa production which produces a lot of agroindustrial waste in the form of fruit peel and cocoa pulp that needs to be utilized. The pulp and cocoa peel contain sugar, minerals and fiber which can be used to make nata de cocoa. This study aims to determine the chemical characteristics (carbohydrate and fiber content) and sensory analysis (color, texture, taste and overall) of nata de cocoa from the peel of cocoa and pulp. The ingredients needed are pulp, scraped cocoa peel, sugar, nitrogen sources, vinegar and acetobacter xyllinium. Tools needed for scrapers, blenders, filters (mori cloth), spatulas, scales, measuring cups, basins, boiling pans, wood stirrers, stoves, knives, snacks, fermentation containers, sterile newspapers, rubber, pH meters, thermometers. The tools used for carbohydrate and fiber testing (Luff Schrol and strong acid hydrolysis of strong bases) are reflux, hot plate, burette, clamp, stative, Erlenmeyer, glasa breaker, stirring rod, volume pipette, suction ball, drop pipette, measuring flask , glass funnel. Chemical analysis of carbohydrate content of nata de cocoa is 10.98% and fiber content reaches 13.00%. Sensory analysis of nata de cocoa including color obtained a score of 4.85 (like), 4.7 (like), flavor 4.1 (rather like). Overall appearance (overall) obtained an average score of 4.55, which means that the nata de cocoa produced by this study is preferred.
KAJIAN KARAKTER SENSORIS DAN EKONOMI PADA KERUPUK SAYUR Kawiji, Kawiji
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 2, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.379 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12878

Abstract

Kerupuk sayur adalah kerupuk dengan bahan-bahan wortel, bayam dan jagung manis, dengan demikian kerupuk sayur ini merupakan kerupuk yang mengandung berbagai zat gizi dan vitamin. Kandungan sayuran inilah yang menjadikan kerupuk sayur ini sebagai makanan camilan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuanpenelitian ini memunculkan produk olahan baru berbasis karbohidrat dan sayuran berbentuk kerupuk yang memiliki nilai tambah vitamin, protein dan kandungan zat besi. Produk baru sebagai kerupuk sayur yang dirancang praktis ini, diharapkan mampu meningkatkan diversifikasi produk sayuran sehingga menjadi produkolahan yang siap konsumsi.  Pembuatan kerupuk sayur terdiri dari beberapa tahap, yaitu sortasi, penimbangan, pemblanchingan, penghalusan bumbu-bumbu, pembuatan adonan, pengukusan, pendinginan, pencetakan, pengeringan,penggorengan dan pengemasan. Dari perbandingan t hitung dan t tabel diketahui bahwa warna, kenampakan, aroma, rasa pedas dan rasa asin dari kedua jenis kerupuk adalah sama, sedangkan tekstur dan keseluruhannya berbeda. Dari uji ranking dan skoring kerupuk sayur dengan jagung manis lebih disukai sehingga kerupuk sayur yang akan diproduksi adalah kerupuk sayur dengan penambahan jagung manis dan selanjutnya jenis kerupuk ini yang dianalisis ekonominya. Biaya produksi yang digunakan dalam pembuatan kerupuk sayur sebesar Rp Rp 296.676,1 per hari dan laba bersih yang diperoleh sebesar Rp 55.006,6 per hari dengan kapasitas produksi kerupuk sayur setiap hari adalah 17,6 kg dengan harga Rp 2.000 per 100 gram (1 bungkus). Berdasarkan perhitungan kelayaan usahadiperoleh Break Even Point (BEP) produksi sebesar 148,3 bungkus (148 bungkus), yang artinya pada tingkat produksi sebanyak 148 bungkus akan menghasilkan titik impas. Besarnya Return of Invesment (ROI) sebelum pajak yaitu 18,65 % dan ROI sesudah pajak yaitu 18,54 %. Kata Kunci: karakter sensoris, kerupuk sayur, evaluasi ekonomi
PENGARUH PENAMBAHAN OLEORESIN DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix DC) PADA EDIBLE COATING TERHADAP PENGHAMBATAN KERUSAKAN OKSIDATIF DAN MIKROBIOLOGIS DAGING SAPI YANG DISIMPAN DI SUHU RENDAH Kawiji Kawiji; Rohula Utami; Lia Umi khasanah
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.007 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.12916

Abstract

KAPASITAS ANTIOKSIDAN DAN KEMAMPUAN ANTIMIKROBIA PADA DAUN KIRINYUH (Eupatorium odoratum) SELAMA PENYIMPANAN IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) PADA SUHU DINGIN Parnanto, Nur Her Riyadi; Setyowati, Rini; Utami, Rohula
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.569 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13504

Abstract

Penelitian ini mempelajari penggunaan ekstrak daun kirinyuh pada proses pengawetan ikan tongkol(Euthynnus affinis) selama penyimpanan suhu rendah (0oC). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahuikapasitas antioksidan daun E. odoratum, mengetahui pengaruh perendaman ekstrak daun E. odoratum terhadapvariabel dependen yang diamati meliputi pH, aW, TVB, TPC, kapasitas antioksidan,dan tekstur), mengetahuikonsentrasi ekstrak E. odoratum yang terbaik dalam mempertahankan mutu ikan tongkol dan mengetahuikapasitas antioksidan dalam ikan tongkol selama penyimpanan pada suhu 0°C. Rancangan percobaanmenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbedaan konsentrasi ekstrak daunkirinyuh (E.odoratum) yaitu kontrol; 0,25%; 0,5% dan 0,75%. Dari hasil penelitian diketahui bahwa denganperendaman 0,75% ekstrak E.odoratum memberikan hasil terbaik untuk semua uji.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA DAN SUHU PENYAJIAN TERHADAP NILAI GISI MINUMAN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.) Andriani, Martina; Amanto, Bambang Sigit; Gandes, Gandes
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.263 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13542

Abstract

Teh hijau merupakan salah satu produk teh yang banyak dikonsumsi masyarakat karena banyakmengandung senyawa polifenol yang termasuk kelompok flavanoida seperti katekin (tanin). Sifat katekin teh iniberhubungan erat dengan pembentukan warna, rasa dan aroma teh yang diseduh. Seringkali masyarakatmenambahkan gula dalam mengkonsumsi teh. Jenis gula yang digunakan biasanya adalah gula pasir, gula aren,gula batu. Cara mengkonsumsi minuman teh juga berbeda-beda. Kadang-kadang teh disajikan dalam suhudingin (es teh), terkadang suhu kamar ataupun dalam kondisi panas. Akibatnya senyawa flavanoid mudahberikatan dengan molekul gula dan jumlahnya dapat bervariasi tergantung suhu dan cara ekstraksinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada nilai gisi minuman teh hijau yangdinyatakan sebagai : kadar total fenol, kadar tanin dan aktivitas antioksidan dengan penambahan gula serta suhupenyajian. Jenis gula yang digunakan adalah gula pasir, gula aren dan gula batu dengan konsentrasi 0%; 2,5%;5%; 7,5%; 10%; 12,5% dan 15% dan suhu penyajian adalah: 100C ( es teh), 280C ( suhu kamar) dan 650C (tehpanas). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa semakin banyak konsentrasi gula yang digunakan dalampembuatan minuman teh hijau maka kadar total fenol, kadar tanin dan aktivitas antioksidan semakin menurun.Penurunan kadar total fenol, kadar tanin dan aktivitas antioksidan terbesar terdapat pada minuman teh hijaudengan penambahan gula pasir, sedangkan penurunan terkecil terdapat pada minuman teh hijau yang ditambahdengan gula aren. Penurunan kadar total fenol, kadar tanin dan aktivitas antioksidan terbesar terdapat padaminuman teh hijau yang disiajikan pada suhu 650C, sedangkan penurunan terkecil terdapat pada minuman tehhijau yang disajikan pada suhu 280C. Suhu penyajian 280C tanpa penambahan gula merupakan kondisi yangoptimal untuk mempertahankan komponen polifenol teh yang terlarut.
KADAR FENOLIK DAN AKTIVITAS PENANGKAPAN RADIKAL DPPH BERBAGAI JENIS EKSTRAK JAHE (Zingiber officinale) Rauf, Rusdin; Purwani, Eni; Widiyaningsih, Endang Nur
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.952 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13580

Abstract

Jahe telah digunakan secara luas sebagai herbal yang kaya akan senyawa antioksidan. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui kadar fenolik dan aktivitas penangkapan radikal DPPH ekstrak jahe, menggunakanbeberapa metode, yaitu destilasi (air), Soxhlet (etanol), dan maserasi (etanol). Penelitian dilakukan denganmerebus jahe secara singkat dan tanpa perebusan untuk mengevaluasi efek dari proses inaktifasi enzim terhadapkadar fenolik dan aktivitas penangkapan radikal DPPH ekstrak jahe. Hasil penelitian menunjukkan bahwaminyak atsiri (ekstrak destilasi) tanpa perlakuan perebusan pendahuluan memiliki kadar fenolik tertinggi, yaitu7,54%. Aktivitas penangkapan radikal DPPH tertinggi dengan inkubasi 2,5 menit ditunjukkan oleh oleoresin(ekstrak Soxhlet) tanpa perlakuan perebusan, yaitu 77,30%.
PENGEMBANGAN METODE PENGKAYAAN UNTUK DETEKSI SEL Listeria monocytogenes RUSAK SUBLETAL Suharyono, A. S.
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.113 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v0i0.13624

Abstract

Listeria monocytogenes adalah bakteri patogen berbahaya yang dapat disebarkan melalui makanan. Kontaminasimakanan oleh Listeria monocytogenes di Indonesia belum banyak dilaporkan walaupun penelitian mengenaibakteri ini perlu diawali. Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengembangkan metode deteksi danuntuk mengobservasi kerusakan sel Listeria monocytogenes yang dihasilkan dari proses pembekuan udang.Media yang digunakan untuk pengkayaan adalah media FDA (LEB) dengan penambahan masing-masing darahkambing, susu penuh, ekstrak daging atau ekstrak udang. Kerusakan sel secara subletal dan letal dideteksidengan metode pour plate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanasan pada 60C selama 10 menitmenyebabkan kerusakan sel sebesar 98,75%, sel letal 0,5 % dan waktu penyembuhan sel rusak subletal adalah 8jam pada 37C. FDA (LEB) + 2% (b/v) susu penuh adalah media terbaik untuk penyembuhan Listeriamonocytogenes (penyembuhan 100%), FDA (LEB) + 2% (b/v) darah kambing menunjukkan pengaruh terendahpada penyembuhan 4,34% dengan waktu inkubasi 8 jam.
KADAR LEMAK DAN PROFIL ASAM LEMAK JENUH, ASAM LEMAK TAK JENUH DAGING AYAM BROILER DENGAN PEMBERIAN PAKAN MENGANDUNG TEPUNG DAUN KAYAMBANG (Salvinia molesta) T. Setiawati T. Setiawati; U. Atmomarsono U. Atmomarsono; B. Dwiloka B. Dwiloka
Jurnal Teknologi Hasil Pertanian Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.495 KB) | DOI: 10.20961/jthp.v9i2.17456

Abstract

This study was aimed to determined fat content and saturated fatty acid profile (SFA), unsaturated fattyacid profil (PUFA and MUFA) broiler chicken meat feeding with kayambang leaf flour (Salvinia molesta). Thisresearch used 100 broiler chickens at 15 days old unsex with average weight 500 ± 6,99 g. This research usedCompletely Randomized Design. Ration treatments arranged for starter and finisher periods. Ration treatmentswere T0 (ration without Salvinia molesta leaf meal); T1 (ration with Salvinia molesta leaf meal 6%); T2 (rationwith Salvinia molesta leaf meal 12%); and T3 (ration with Salvinia molesta leaf meal 18%). The fat contentdata obtained were analyzed using Analysis of Variance at significance level of 5%. The fatty acid profile datawere analyzed using descriptive quantitative analysis. The results showed that Salvinia molesta leaf mealtreatment in broiler diet didn’t affect significantly (P <0.05) of fat content of the meat. Fatty acid profile showedamount of saturated fatty acids decreased from T0 to T3 of the amount of saturated fatty acids 53.21% to24.57% and the amount of unsaturated fatty acids increased from 39.94% to 68.79% from T0 to T3. Based onthe results of the present study it was concluded that Salvinia molesta leaf meal can to reduce the content ofsaturated fatty acid and increasing the content of unsaturated fatty acid.Keywords: broiler chicken, Salvinia molesta, saturated fatty acid, unsaturated fatty acid