cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
Hubungan Antara Pengetahuan, Pendidikan Dan Persepsi Suami Tentang Keluarga Berencana Dengan Partisipasi Suami Menjadi Akseptor Keluarga Berencana Di Indonesia Adhitya Mardhika Saputra
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.135 KB)

Abstract

Peningkatan pemberdayaan pria dalam kesertaan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi sangat diperlukan, salah satu caranya dengan memperdalam pemahaman faktor-faktor yang mendorong keikutsertaan suami menjadi akseptor keluarga berencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendidikan dan persepsi suami tentang keluarga berencana dengan partisipasi suami menjadi akseptor keluarga berencana di Indonesia.
Identifikasi Zat Pewarna Pada Makanan Jajanan, Frekuensi Jajan, Pengetahuan Gizi Dan Hubungannya Dengan Status Kesehatan Dan Status Gizi Murid Sekolah Dasar Di Wilayah Kelurahan Sukajaya Palembang Tahun Yulianto Yulianto; Nyimas Nur Khotimah; M Yusuf
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.494 KB)

Abstract

Kebiasaan jajan merupakan bagian dari keseharian hampir semua kelompok usia dan kelas sosial, termasuk anak usia sekolah dan golongan remaja. Hampir semua anak usia sekolah suka jajan (95%). Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) di Palembang pada tahun 2009 terhadap makanan jajanan anak sekolah menunjukkan sebesar 26,67% positif mengandung pewarna tekstil Rhodamin B dan siklamat yang berlebihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zat pewarna pada produk makanan jajanan, Frekuensi jajan, pengetahuan Gizi dan hubungannya dengan stastus Gkesehatan dan status Gizi Murid Sekolah Dasar di wilayah Kelurahan Sukajaya Palembang Tahun 2013. Subyek penelitian untuk jenis makanan dan minuman adalah sosis, nugget, saos, es cendol, agar – agar, es dawet dan es serut yang dibeli pada Sekolah Dasar di Kelurahan Sukajaya Palembang dan sebagai sampel adalah murid Sekolah DasarKelas IV dan kelas V. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan uji kualitatif zat pewarna pada produk makanan jajanan yang dijual pada Sekolah Dasar Kelurahan Sukajaya Palembang, selanjutnya peneliti menentukan ada atau tidaknya pewarna sintetis makanan dan pewarna sintetis tekstil pada makanan jajanan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makanan dan Minuman jajanan yang di jual di sekitar lokasi penelitian tidak ditemukan mengandung zat pewarna Tekstil. Terdapat hubungan yang bermakna antara frekuensi jajan dengan status kesehatan Murid, terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan gizi dan Kesehatan dengan status Kesehatan murid, terdapat hubungan yang bermakna antara status kesehatan dengan status gizi murid Sekolah Dasar di wilayah Kelurahan Sukajaya Palembang tahun 2013. Kepada petugas Gizi Puskesmas dan Guru UKS di Sekolah setempat disarankan untuk meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang makanan jajanan kepada murid dan guru di lingkungan Sekolah Dasar Negeri di wilayah Kelurahan Sukajaya Palembang.
Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Nesi Novita; Neneng Sukaisih; Neneng Awalia
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.75 KB)

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan masalah karena mencerminkan nilai kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat dan berpengaruh sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Anemia pada ibu hamil disebut ” potencial danger for mother of child ” (potensial membahayakan bagi ibu dan anak) karena itulah anemia memerlukan perhatian serius dari pihak yang terkait dalam pelayanan kesehatan pada lini terdepan. Data dari Puskesmas Babat Toman dari 723 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya terdeteksi 70 orang ibu yang mengalami anemia dan pada tahun 2010 dari 756 ibu hamil yang datang memeriksakan kehamilannya terdeteksi 75 orang mengalami anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Babat Toman. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian adalah semua ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin pada saat penelitian berlangsung sebanyak 30 orang. Hasil penelitian tidak ada hubungan pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil (P value = 0,671 > Į= 0,05), tidak ada hubungan antara pendapatan keluarga dengan kejadian anemia (P value = 0,102 > Į= 0,05), ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia (P value = 0,001 < Į = 0,005). Bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang anemia dan komplikasi yang terjadi akibat anemia sehingga ibu hamil dapat mencegah anemia.
Kinerja Dosen Jurusan Keperawatan Ditinjau Dari Usia, Lama Kerja, Status Sosial, Supervise, Motivasi, Kelengkapan Alat Gunadi Pome; Jhon Feri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.551 KB)

Abstract

Kinerja adalah setiap gerakan, perbuatan, pelaksanaan, kegiatan atau tindakan sadar yang diarahan untuk mencapai suatu tujuan atau target tertentu, Dosen haruslah memiliki kualifikasi yang cukup untuk melaksanakan tugasnya, termasuk mengajar bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya sehingga pencapaian tujuan pendidikan akan dapat di raih(9) Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja dosen jurusan keperawatan di lingkungan Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2012. Metode penelitian ini adalah penelitian survei dengan pendekatan Cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi semua dosen baik yang berstatus dosen bersertifikasi maupun dosen yang belum bersertifikasi berjumlah 64 orang, diambil dengan tehnik Random Sampling berjumlah sample 55 orang. Hasil penelitian ditemukan bahwa factor usia, lama kerja, sertifikasi,supervise, kelengkapan tidak berhubungan secara statistic dengan kinerja. Sedangkan factor motivasi ada hubungan yang bermakna dengan kinerja dosen. Kesimpulan ada hubungan yang signifikan secara statistic antara motivasi dan kinerja dosen jurusan keperawatan di Lingkungan Politeknik Kesehatan Palembang tahun 2012, dengan demikian diharapkan bagi seluruh dosen harus memiliki motivasi yang tinggi guna meningkatkan kinerja yang baik agar apat menghasilkan lulusan mahasiswa yang professional dibidang keperawatan.
Lama Lepas Tali Pusat Berdasarkan Metode Perawatan Tali Pusat Pada Bayi Eprila Eprila; Hasbiah Muhayan; Dian Lestari
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.295 KB)

Abstract

Perawatan tali pusat yang benar akan menimbulkan dampak positif yaitu tali pusat akan lepaslebih cepat dan tanpa komplikasi, sedangkan dampak negatif perawatan tali pusat yang tidak benar adalah bayi akan mengalami Tetanus neonatorum. Metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan quasi eksperimen, alat ukur yang dipakai adalah lembar observasi, sampel dibagi dalam 2 kelompok masing–masing 15 responden. Analisis data dalam penelitian ini adalah univariat dan analisis bivariat menggunakan uji T test independen. Hasil penelitian ini rata-rata lama lepasnya tali pusat menggunakan kasa steril lebih cepat dibandingkan menggunakan povidon iodine 10%. Hasil uji statistik adalah ada perbedaan yang signifikan rata – rata lama lepasnya tali pusat yang dirawat menggunakan kassa steril dan povidon iodine 10%. Perawatan dengan menggunakan antiseptik povidon iodine 10% dapat menghilangkan flora disekitar umbilikus dan menurunkan jumlah leukosit yang akan melepaskan tali pusat sehingga dapat memperlama pelepasan talipusat pada bayi baru lahir. Saran : Bidan dalam melakukan perawatan tali pusat sebaiknya menggunakan perawatan dengan kassa steril tanpa diberi anti septik baik alkohol ataupun povidon iodine 10%
Menyikat Gigi Dengan Metode Horisontal Terhadap Penurunan Skor Plak SUKARMAN SUKARMAN
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.802 KB)

Abstract

The accumulation of plaque that wasn’t cleaned, could form colony and ferment the carbohidrat to be acid that will cause caries. One of the early preventive measure to control the plaque was by brushing teeth regularly. horizontal method was very accepted and easy to do brushing method. The research was conducted to assess the effect of tooth brushing with horizontal method to reduction of dental plaque score. The method was experimental study with pre-post test group design. The sample of this research was 90 respondents. Each group consists of 30 respondents Were divided into 3 groups. Group A as the control group that was brushing without horizontal method, group B that was brushing with horizontal method for ½ minute, and group C that was brushing with horizontal method for 1 minute. Data were taken from the dental plaque score before and after brushing. Data were analyzed by using statistical parametric One Way ANOVA. The results showed that there were the effect of tooth brushing with horizontal method appeared significant statistically ( p<0,05). It could be concluded that toothbrushing with horizontal method had an effect on reduction of dental plaque scores.
Pengaruh Jenis Air Yang Digunakan Terhadap Kadar Klorin Pada Air Seduhan Kertas Pembungkus Teh Celup Nurhayati Ramli; Diah Navianti; Witi Karwiti
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.656 KB)

Abstract

Saat ini masyarakat lebih suka menyeduh teh celup karena praktis. Namun, tidak semua mengetahui dampak buruk dari klorin yang terdapat dalam kertas pembungkus teh celup tersebut. Penelitian ini bersifat pra eksperimental. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis air dan perlakuan suhu terhadap kadar klorin pada air seduhan teh celup. Sampel penelitian diambil dari semua jenis air (air PDAM, air sumur, air minum kemasan bermerk patent, dan isi ulang) yang digunakan oleh masyarakat di Jalan Sukabangun I Km. 6,5 Palembang untuk menyeduh teh celup. Dalam penelitian ini, teh celup direndam dalam jenis air yang berbeda selama 3 menit pada suhu yang berbeda yaitu suhu 660C dan 1000C. Kadar klorin dalam sampel diperiksa menggunakan spektrofotometer. Uji Anova dan uji T digunakan untuk menganalisa pengaruh jenis air dan suhu terhadap kadar klorin. Berdasarkan uji statistik menggunakan Anova, diketahui ada pengaruh jenis air yang digunakan terhadap kadar klorin dalam air seduhan teh celup (p=0,008). Adapun jenis air yang berhubungan signifikan adalah antara kadar klorin pada air seduhan teh celup yang dilarutkan dengan menggunakan air minum kemasan (bermerk paten) dan air PDAM (p = 0,048), serta antara air PDAM dan air minum kemasan (isi ulang), yaitu p = 0,028. Uji T menunjukkan bahwa setelah direndam selama 3 menit pada suhu 660C, kadar klorin pada air PDAM, air sumur, air minum kemasan bermerk patent, dan isi ulang adalah 0,9940 ppm, 0,8660 ppm, 0,780 ppm, dan 0,5420 ppm. Sedangkan setelah direndam pada suhu 1000C, rata-rata kadar klorinnya adalah 0,9660 ppm, 0,9740 ppm, 0,70020 ppm, dan 0,5820 ppm. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara kedua perlakuan suhu terhadap kadar klorin pada air seduhan kertas pembungkus teh celup (p = 0,299). Walaupun secara statistik tidak ada pengaruh signifikan antara perlakuan suhu terhadap kadar klorin, tetap disarankan untuk menggunakan air bersuhu dispenser (66oC) dalam membuat seduhan teh celup, karena secara teori peristiwa osmosis yang terjadi bisa disebabkan oleh pengaruh suhu. Selain itu disarankan kepada masyarakat untuk menggunakan air minum dalam kemasan baik yang bermerk patent maupun isi ulang dalam membuat seduhan teh celup.
Pengaruh Latihan Aerobik Terhadap Jumlah Trombosit Pada Mahasiswa Program Studi Keperawatan Baturaja Tahun 2012 SUPARNO SUPARNO
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.204 KB)

Abstract

Platelets are fragments or fragments of megakaryocyte cytoplasm not cored from a size 1-4 microns and circulate in the blood circulation for 10 days. Platelets play an important role in the formation of blood clots. Physical exercises are conducted regularly to improve one's health. Aerobic exercise is considered beneficial, but the sport is sometimes causing sudden cardiac death. The study of the mechanism of the effect of aerobic exercise on arterial thrombosis is very important, not only for the prevention of cardiovascular events but also for sporting activities are safe for health. The purpose of this study was to see the effect of aerobic exercise on platelet counts in the Student Nursing Program Balfour.
Pengaruh Penyediaan Modul Keperawatan Halusinasi Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarganya Yang Mengalami Halusinasi Tahun 2013 Nilai Utami Nurhasanah; Ira Kusumawaty; Sari Wahyuni
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.318 KB)

Abstract

Hallucinations can interfere perception of the five senses which include hallucinations of hear, see, smell, touch and taste, not only pose a nuisance to the patient concerned, however, resulted in doubled burden for the family. The diversity of behaviors that appear when clients back home for family raises its own stressors. Families are required to be able to care for family members who experienced hallucinations as a sub system so that clients can live independently family to live a life and not be a burden to the family . Hallucinations nursing module can be one of the tools to enhance the ability of families to care for family members who experience hallucinations. The purpose of this study was to determine the effect of the provision of nursing module hallucinations on the ability of families to care for family members who experience hallucinations. This research applied quantitative research methods, "pre-test and post-test one group design". The research was conducted on the family members of his family suffered hallucinations and outpatients of Mental Hospital Ernaldi Bahar Palembang by purposive sampling technique. Form of intervention is to provide and explain the nursing module hallucinations, which includes aspects of psychopharmacology, psychotherapy, psychosocial and psikoreligius. Based on the Wilcoxon test with p value 0.05 was obtained research results thatthere is a significant difference in the ability of the family in caring for family members who experienced hallucinations between after the explanation and before explanation of nursing module hallucinations, in other words there is significant influence of the provision of nursingmodule hallucinations on the ability of families to care for family members experiencing hallucinations with p value 0.013. This research provides important facts family's ability to care hallucinations for the patient so that the patient can undergo hallucinations later life.
Studi Determinan Kejadian Stunted Pada Anak Balita Pengunjung Posyandu Wilayah Kerja Dinkes Kotapalembang Tahun 2013 Terati Terati; Sartono Sartono; Yunita Nazarena
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.599 KB)

Abstract

Masalah anak balita pendek merupakan cerminan dari keadaan social ekonomi masyarakat, karena diakibatkan oleh keadaan yang berlangsung lama, dan masalah gizi yang ditunjukkan oleh balita pendek adalah masalah gizi yang sifatnya kronik. Stunted adalah keadaan tinggi badan tidak sesuai menurut umur anak (TB/U atau PB/U). Stunted adalah keadaan tinggi badan yang di bawah standar pada umur tertentu. Anak yang pendek diakibatkan oleh kekurangan makan atau sakit yang terjadi dalam waktu lama. Keadaan tersebut berkaitan erat dengan kondisi yang tidak menguntungkan yang terjadi dalam waktu yang lama, seperti kemiskinan, perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang, kesehatan lingkungan dan pola asuh yang kurang baik, rendahnya tingkat pendidikan atau terkait dengan budaya (Atmarita & Fallah, 2004). Hasil Riskesdas 2010, masih terdapat banyak anak balita yang menderita masalah gizi dan masih merupakan masalah gizi masyarakat. Keadaan kurang gizi yang banyak diderita balita adalah masalah pendek dimana tinggi badan anak tidak memenuhi tinggi badan normalmenurut umurnya, prevalensi balita pendek (stunted) secara nasional adalah sebesar 35.6%, provinsi Sumsel sebesar 17.3%, dan kota Palembang sebesar 22.16%. Menurut Anugraheni (2008), Stunted dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan resiko penyakit degeneratif dan peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tk.pendidikan ibu, tk. pengetahuan gizi dan kesehatan, status sosek keluarga, riwayat usia kehamilan, panjang badan lahir anak balita dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunted pada anak balita. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan case control. Metode pengambilan sampel secara proportional stratified random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 246 sampel.Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh prevalensi anak balita yang stunted sebesar 8.58%, karakteristik responden : sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan menengah sebesar 92.7%, sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang gizi dan kesehatan sebesar 79.7%, sebagian besar memiliki status sosek keluarga ” UMR sebesar 51.6 %, sebagian besar memiliki riwayat usia kehamilan cukup bulan sebesar 92.3%, sebagian besar memiliki riwayat panjang badan lahir tidak normal sebesar 72.7%, sebagian besar memiliki latar belakang pemberian ASI eksklusif sebesar 76.0%. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara tingkat pengetahuan gizi dan kesehatan ibu, status sosek keluarga dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunted ( p=0.039, p=0.041 dan p=0.000). Disarankan perlunya kegiatan revitalisasi posyandu, latihan penyegaran dan latihan kader posyandu, serta peningkatan kegiatan penyuluhan tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif oleh Dinas Kesehatan Kota Palembang bekerjasama dengan Puskesmas.

Page 10 of 52 | Total Record : 517


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue