cover
Contact Name
Maksuk
Contact Email
maksuk@poltekkespalembang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unitlitbang@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang
ISSN : 25795325     EISSN : 26543427     DOI : -
Core Subject : Health,
JPP : Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang merupakan jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Poltekkes Kemenkes Palembang sejak tahun 2015, dengan eISSN 2654-3427 dan pISSN 2579-5325. Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article) dengan fokus dan scope meliputi Keperawatan, kebidanan, kesehatan gigi, Farmasi, Kesehatan Lingkungan, Gizi, Analis Kesehatan, dan kesehatan masyarakat. Jurnal ini juga telah bekerjasama dengan IAKMI, Persagi, HAKLI, PATELKI, PAFI, PPNI, PAEI dan PAKKI dalam hal membantu kemajuan ilmu kesehatan dan mendiseminasikan hasil penelitian.
Arjuna Subject : -
Articles 517 Documents
DETERMINAN USIA PERTAMA KALI BERHUBUNGAN SEKSUAL PADA KELOMPOK USIA 15-24 TAHUN BELUM MENIKAH Julia, Tiara Eka; Sitorus, Rico Januar; Mahriani, Retna
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i1.1266

Abstract

ABSTRAK Perilaku seksual dikalangan remaja merupakan permasalahan serius yang harus diatasi. Wujud perilaku seksual yang biasa di lakukan remaja adalah berhubungan seksual pranikah di usia remaja. Terdapat banyak faktor terkait dengan usia masa remaja, diantaranya adalah usia, tingkat pendidikan, kedudukan ataupun domisili. Maksud dari penelitian yaitu mengidentifikasi faktor risiko yang memengaruhi perilaku hubungan seksual pranikah oleh remaja Indoensia. Metode yang digunakan adalah penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Data yang dipakai yaitu data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 sub survei Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Hasil penelitian memperlihatkan korelasi usia remaja (p=0.000; PR=1,740) dan tingkat pendidikan (p=0,003; PR=1,300) dengan usia pertama kali berhubungan seksual. Sedangkan ketiga variabel lainnya, yaitu status ekonomi keluarga, status pekerjaan dan wilayah tempat tinggal remaja tidak berhubungan signifikan (p≥0,05). Berdasarkan analisis regresi logistik faktor yang paling memengaruhi terhadap usia pertama kali berhubungan seksual pranikah remaja adalah variabel tingkat pendidikan dengan OR = 4,000 (CI 95% 3,293-8,484), artinya remaja yang memiliki tingkat pendidikan rendah mempunyai peluang 4,000 kali melakukan usia pertama kali berhubungan seksual pranikah di usia berisiko (15-19 tahun) pembanding remaja yang berusia 20-24 tahun. Dapat disimpulkan bahwa usia pertama kali remaja berhubungan seksual pranikah disebabkan oleh faktor usia dan tingkat pendidikan. Kata kunci : usia pertama kali berhubungan seksual pranikah, usia remaja, tingkat pendidikan, status ekonomi keluarga ABSTRACT Sexual behavior among adolescents is a serious problem that must be addressed immediately. One form of sexual behavior that is usually done by teenagers is to have premarital sex at a young age. There are many factors related to the age of first sexual intercourse in adolescence. The purpose of this study was to identify risk factors that influence premarital sexual behavior by adolescents in Indonesia. The method used is analytical research with a cross-sectional research design. The data used is the Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2017 sub-survey on Adolescent Reproductive Health. The results showed that there was a significant relationship between adolescent age (p = 0.000; PR = 1.740) and education level (p = 0.003; PR = 1.300) with age at first sexual intercourse. While the other variables, namely family economic status, employment status, and area of ​​residence of adolescents were not significantly related to the age of first sexual intercourse (p≥0.05). Based on logistic regression analysis, it is known that the factor that most influences the age at first having premarital sexual intercourse is the education level variable with OR = 4,000 (95% CI 3,293-8,484), which means that adolescents who have a low level of education have a 4,000 chance of having sex for the first time, having premarital sex at risky ages (15-19 years) compared to adolescents aged 20-24 years. It can be concluded that the age at which adolescents first had premarital sex was caused by factors of age and level of education. Keywords: age of first premarital sexual intercourse, adolescent age, education level, family economic status
HUBUNGAN PERNIKAHAN DINI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN KEPAHIANG PROVINSI BENGKULU Purnama, Yetti; Pratiwi, Rani Indah; Dewiani, Kurnia; Maryani, Deni; Yusanti, Linda; Ramadhaniati, Fitri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1291

Abstract

ABSTRAK Kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia masih mendapat perhatian serius dari pemerintah. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik tercatat sebanyak 48,9 persen ibu hamil mengalami anemia pada tahun 2018.1 Salah satu penyebab anemia pada ibu hamil adalah usia menikah dan hamil yang terlalu muda.2 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang, provinsi Bengkulu. Desain penelitian ini adalah survei anaitik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang terdaftar di buku register KIA Puskesmas Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, dan Durian Depun dengan jumlah 117 orang. Hasil penelitian di kabupaten Kepahiang menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami pernikahan dini (72,6%). Selain itu, sebagian besar responden juga mengalami anemia (73,5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p diperoleh 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pernikahan dini dengan kejadian anemia pada ibu hamil di kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. ABSTRACT The incidence of anemia in pregnant women in Indonesia still receives serious attention from the government. Based on data from the Central Statistics Agency, it was recorded that as many as 48.9 percent of pregnant women experienced anemia in 2018.1 One of the causes of anemia in pregnant women is the age of marriage and pregnancy that is too young.2 This study aims to determine the relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang regency, Bengkulu province. The design of this study is an anaitik survey. The approach used in this study is a cross sectional approach. The samples in this study were all pregnant women who were registered in the KIA register book of the Pasar Kepahiang, Kelobak, Ujan Mas, Cugung Lalang, and Durian Depun Health Centers with a total of 117 people. The results of the study in Kepahiang district showed that most respondents experienced early marriage (72.6%). In addition, most respondents also had anemia (73.5%). The results of the bivariate analysis showed that there was a meaningful relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women with a p value of 0.000. The conclusion of this study is that there is a relationship between early marriage and the incidence of anemia in pregnant women in Kepahiang district, Bengkulu Province.
ANALISIS KUANTITAS TROMBOSIT TERHADAP PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF PADA MAHASISWA POLITEKNIK MEDICA FARMA HUSADA MATARAM Halid, Musparlin
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1294

Abstract

Platelets are one of the components of blood that have a major function in blood clotting. When the platelet level is above the normal range (> 400,000/microliter of blood) it is called thrombocytosis. When the platelet level is below the normal range (<150,000/microliter) it is called thrombocytopenia. This study aims to analyze the number of platelets against active smokers and passive smokers in students of the Polytechnic Medica Farma Husada Mataram 2021. The sample of this study was the blood of students who smoked as active and passive smokers. The method used is the direct method (Rees Ecker) with units of thousand/mm3. The results showed an increase in platelet count in active smokers to 211,500/mm3 and a decrease in platelet count in passive smokers by 130,750/mm3. Thus, there is a quantitative difference in the number of platelets in active smokers and passive smokers in college students.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA IBU HAMIL DI RS BHAYANGKARA KOTA PALEMBANG Andini, Olivia; Navianti, Diah; Garini, Ardiya
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1296

Abstract

Latar Belakang: Kelainan jumlah trombosit (trombositosis atau trombositopenia) dapat terjadi selama kehamilan. Trombositosis pada kehamilan akan menyebabkan gangguan aliran darah sehingga bisa menyebabkan keguguran atau persalinan prematur sedangkan trombositopenia menyebabkan perdarahan maupun memperpanjang masa perdarahan pasca persalinan yang menyebabkan anemia bahkan menjadi faktor predisposisi terjadinya infeksi nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jumlah trombosit pada ibu hamil di RS Bhayangkara Kota Palembang. Metode: Jenis penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pemeriksaan jumlah trombosit yang digunakan adalah metode otomatis. Besar sampel adalah 45 orang ibu hamil yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian didapatkan rata-rata jumlah trombosit ibu hamil adalah 241.467/mm3 dengan jumlah trombosit terendah 122.000/mm3 dan jumlah trombosit tertinggi 642.000/mm3. Berdasarkan umur, 33 orang ibu hamil dengan kategori umur tidak berisiko terdapat 2 orang (6.1%) trombositopenia dan 1 orang (3.0%) trombositosis sedangkan 12 orang ibu hamil dengan kategori umur berisiko terdapat 1 orang (8.3%) trombositopenia dan 1 orang (8.3%) trombositosis. Berdasarkan usia kehamilan, 6 ibu hamil trimester I tidak terdapat jumlah trombosit abnormal, 10 orang ibu hamil trimester II terdapat 1 orang (10%) trombositopenia dan 1 orang (10%) trombositosis, sedangkan 29 orang ibu hamil pada trimester III terdapat 2 orang (6.9%) trombositopenia dan 1 orang (3.4%) trombositosis. Kesimpulan: Jumlah trombosit dari 45 ibu hamil didapatkan 3 orang (6.7%) trombositopenia, 40 orang (88.9%) jumlah trombosit normal dan 2 orang (4.4%) trombositosis. Dengan demikian, kepada masyarakat terutama ibu hamil disarankan untuk melakukan pemeriksaan trombosit selama masa kehamilan untuk menjaga jumlah trombosit dalam batas normal.
KORELASI NILAI LAJU ENDAP DARAH (LED) DENGAN HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (hs-CRP) PADA PEROKOK AKTIF DI WARUNG KOPI WILAYAH SURABAYA TIMUR Ramadhany, Rieke Dwi; Woelansari, Evy Diah; Rahayuningsih, Christ Kartika; Aprilyadi, Nadi
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1297

Abstract

Background Smoking has become one of the leading causes of death worldwide. The negative impact of smoking usually occurs after a few years when a person starts actively smoking can harm the body's organs and become a major risk factor for diseases with inflammatory components. Systemic inflammatory reactions are characterized by an increase in inflammatory cytokines, blood cell counts and blood viscosity. Examination CRP and ESR are the two most frequently measured laboratory tests in assessing the response of a systemic inflammatory process. This study aims to determine and analyze the correlation between ESR values ​​and hs-CRP in active smokers at coffee shops, East Surabaya. Methods: The type of research used is correlation research with cross sectional. The sample used is 30 active smokers who meet the inclusion criteria. This research was carried out on February 21 – April 11, 2022. The examination of ESR values ​​and hs-CRP levels was carried out at Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Results: It was found that 30 respondents had been actively smoking >5 years with a percentage of 100%. as many as 8 respondents consumed 1-10 cigarettes/day with a percentage of 27%, 19 respondents consumed 10-20 cigarettes per/with a percentage of 63%, and 3 respondents consumed >20 cigarettes/day with a percentage of 10%. The average value of ESR is 8.37 mm/Hr and The The average value of the of hs-CRP 1.11 mg/L. Conclusion: Based on statistical tests, There is no correlation between the value of ESR and hs-CRP in active smokers in a coffee shop in the East Surabaya area (p value = 0.099) with a sufficient relationship and a positive direction of relationship (r = 0.307).
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING ANAK BALITA 12-59 BULAN DIDESA NAPAL MELINTANG Cahyani, Sella Putri; Witradharma, Tetes Wahyu; Okfrianti, Yenni
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1301

Abstract

Latar Belakang: Stunting yaitu kondisi tinggi badan (TB) seorang anak yang tak sesuai terhadap umurnya, dan pengukurannya dijalankan dengan memperhitungkan Z score indeks TB berdasarkan TB/U. Anak dinyatakan stunting apabila Z score indeks TB/U = < -2 SD. Kondisi stunting mengambarkan status gizi dimasa lampau tidak baik, juga menunjukkan terdapat masalah perkembangan linier kepada anak. Riset ini memiliki tujuan dalam mencari tahu Hubungan Riwayat Pemberian IMD Dan ASI Eksklusif Dengan Kejadian Stunting Anak Balita Umur 12-59 Bulan di Desa Napal Melintang Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas. Metode: Jenis pendekatan yang dipakai pada riset ini yaitu deskriptif kuantitatif yang menggunakan rancangan cross sectional, Sampelnya sebanyak 74 anak balita yang berumur 12-59 bulan. Analisis yang dipergunakan yaitu univariat dan bivariat terhadap pengujian chisquare. Hasil: Terdapat keterkaitan dalam memberikan IMD dan ASI eksklusif terhadap stunting anak balita di Desa Napal Melintang Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas dengan p -Value 0.003 dan 0.004. Kesimpulan: Tidak memberi IMD dan ASI eksklusif bisa menjadikan balita berpotensi menjadi stunting. Kata kunci : Stunting, IMD, ASI Eksklusif.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN STATUS PEKERJAAN DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Wahyuni, Endah Tri; Utami, Istri
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1307

Abstract

Latar Belakang:ASI (Air Susu Ibu) merupakan asupan yang sangat penting bagi bayi. ASI mengandung kandungan gizi yang sempurna dan bermanfaat untuk bayi. Asi Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan sampai bayi berumur 6 bulan. Salah satu faktor ketidakberhasilan ibu memberikan ASI Eksklusif adalah status ibu bekerja. Ibu menyusui yang bekerja seringkali mengalami hambatan lantaran singkatnya masa cuti hamil dan melahirkan mengakibatkan sebelum masa pemberian ASI Eksklusif berakhir mereka sudah harus kembali bekerja. Selain itu, pendidikan yang rendah juga seringkali dikaitkan dengan ketidakmampuan ibu menyusui dalam memberikan ASI secara Eksklusif. Tujuan dari penelitian ini unuk mengetahui hubungan pendidikan dan status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini dilakukan di Desa Sariharjo Ngaglik Sleman. Sampel berjumlah 40 ibu menyusui dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik denan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif adalah cross sectional. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan pendidikan dan status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif dengan hasil uji statistik diperoleh p value 0,521<alpha (0,05), OR : 1,600 (pendidikan dengan pemberian ASI eksklusif), p value 0,003 < alpha (0,05), OR 9,208 (status pekerjaan dengan pemberian ASI Eksklusif) Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan dan status pekerjaan dengan pemberian AS Eksklusif
UJI DAYA TERIMA NUGGET PANGGANG DENGAN SUBTITUSI JAMUR TIRAM, WORTEL, DAN TEPUNG JAGUNG SEBAGAI PRODUK SNACK SEHAT SUMBER SERAT Alya, Bifadhlika; Telisa, Imelda; Terati, Terati
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v18i1.1310

Abstract

Background: Indonesia has a high prevalence of obesity. One of the efforts that can be done to overcome the problem of obesity is through an innovative approach to products rich in healthy dietary fiber. The types of food that can be increased in availability are oyster mushrooms, carrots, and corn flour. Methods: This research is an experimental study using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with 3 corn flour substitution formulations F1 (50 g), F2 (60 g), F3 (70 g). Organoleptic test research subjects were 30 panelists. Results: Based on the results of organoleptic tests (color, aroma, taste, and texture) showed that the acceptance of baked nuggets with oyster mushroom, carrot and corn flour substitutions was the most preferred F1 with 159.54 kcal energy, 5.25% protein, 2.22 fat. %, 29.64% carbohydrates, and 11.59% dietary fiber in 100 grams. Fried test showed a relationship between color, aroma, taste, and texture. Conclusion: Based on the results of the research, it can be concluded that baked nuggets with the substitution of oyster mushrooms, carrots and corn flour can be used as an alternative source of fiber snacks. To supply the needs of energy, protein, fat, carbohydrates and fiber in snacks, teenagers can consume 3 pieces of baked nuggets with substitutions of oyster mushrooms, carrots and corn flour, which is 120 grams a day.
KADAR PROTEIN DAN KALSIUM PADA COOKIES HATI SAPI DAN TEPUNG KACANG MERAH Sari, Nadia Purnama; Flora, Rostika; Febry, Fatmalina
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1320

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Salah satu masalah gizi yang dihadapi di Indonesia pada saat ini adalah KEK (Kekurangan Energi Kronis). Kekurangan energi protein (KEK) dapat disebabkan karena meningkatnya kebutuhan gizi pada saat kehamilan serta adanya ketidakseimbangan asupan gizi (energi dan protein) sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukup mengakibatkan pertumbuhan tubuh baik fisik dan mental tidak sempurna. Cookies adalah makanan yang mengenyangkan, memiliki daya simpan relative panjang, dapat dicetak dalam bentuk yang disukai dan berukuran kecil. Hati sapi dan kacang merah merupakan sumber bahan pangan nabati dan hewani yang memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi sehingga dapat digunakan dalam pembuatan makanan camilan sebagai upaya penanggulangan masalah KEK pada ibu hamil. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan protein dan kalsium pada cookies hati sapi dan tepung kacang merah formula terpilihMetode: Penelitian ini adalah penelitian desain eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan penambahan tepung hati sapi dan tepung kacang merah pada pembuatan cookies. Hasil uji organoleptik oleh panelis semi terlatih sebanyak 25 orang. Uji statistik dari organoleptik menggunakan uji normalitas dan dilanjutkan uji kruskall wallis sedangkan untuk uji data laboratorium (analisis kimia) tidak dilakukan uji statistik karena hanya dipilih berdasarkan perlakuan terpilih.Hasil: Pada Perlakuan F2 adalah perlakuan terpilih dari cookies dengan penambahan hati sapi dan tepung kacang. Uji organoleptik pada perlakukan F2 diperoleh hasil dengan persentase warna sebesar 4,12%, aroma sebesar 3,95%, tekstur sebesar 3,96% dan rasa sebesar 3,72% Formulasi F2 ini memiliki kandungan protein yang tinggi sebesar 10,3% dan kalsium sebesar 143 mg/100 g .Kesimpulan: Pada uji organoleptic yang telah dilakukan formulasi yang terpilih adalah cookies dengn formulasi F2 (75% tepung terigu : 10 % tepung hati sapi dan 15% tepung kacang merah). Cookies dengan formulasi terpilih F2 memiliki kandungan protein sebesar 10,3% sedangkan kandungan kalsium pada cookies terpilih sebesar 143 mg/100 gr
SOFTWARE GAME EDUKASI “CANINUZZLE” DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI ANAK USIA 9-10 TAHUN Deynilisa, Saluna; Nurhayati, Masayu; Azizah, Melinia; Adeila, Luthfiyah Ananda
JPP JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jpp.v17i2.1325

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan media teknologi informasi dan komunikasi sekarang sangatlah pesat serta menujukan semakin banyak media komunikasi yang beredar di masyarakat. Salah satu contoh yang bisa di lihat masyarakat cenderung menggunakan gadget. Salah satu fitur pada gadget yang sering dikunjungi oleh masyarakat yaitu game. Untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi game dapat berfungsi sebagai media promosi kesehatan gigi dan mulut. Metode game dirasa lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terutama pada anak dari pada metode konvensional. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan pengetahuan setelah penggunaan game caninuzzle. Metode: Penelitian ini berupa eksperimen dengan design pre dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 40 orang yang terdiri dari siswa sekolah dasar dengan kategori umur 9-10 tahun. Instrument penelitian berupa kuesioner dan software caninuzzle. Setelah didapat, data dianalisa dengan Analisa Non Parametik yaitu uji Wilcoxon. Hasil penelitian: Jumlah nilai pretest siswa adalah 484 dengan rata-rata nilai 12,1 sedangkan pada post test setelah penggunaan game terjadi peningkatan nilai menjadi 1557 dengan rata-rata nilai 38,9. Kemudian hasil data distribusi menunjukan nilai signifikansi lebih rendah dari nilai probabilitas, yaitu 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai kesehatan gigi setelah pengunaan game caninuzzle.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20 No 1 (2025): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 2 (2024): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 19 No 1 (2024): (JPP) Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 18 No 2 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 18 No 1 (2023): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 2 (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 17 No 1 Juni (2022): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 16 No 2 Desember (2021): JPP (JURNAL KESEHATAN POLTEKKES PALEMBANG) Vol 16 No 1 (2021): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 2 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 15 No 1 (2020): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 2 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 14 No 1 (2019): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 2 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 13 No 1 (2018): JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang) Vol 12 No 2 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 12 No 1 (2017): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 11 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2015): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 14 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 13 (2014): Jurnal Kesehatan Vol 2 No 12 (2013): JPP Jurnal Kesehatan Poltekkes Palembang Vol 1 No 12 (2013): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 11 (2012): Jurnal Kesehatan Vol 1 No 10 (2012): Jurnal Kesehatan More Issue