cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 194 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 2 (2024)" : 194 Documents clear
Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Digital dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Digital Hanifah, Dwiana Nur Rizki; Saputri, Nanda Dewi; Yulisetiani, Septi; Suwandi, Sarwiji
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3457

Abstract

Teknologi berkembang pesat dan membawa dampak pada bidang pendidikan. Pendidik perlu meningkatkan kompetensi dan penguasaan teknologi untuk merancang pembelajaran yang efektif. Pembelajaran berbasis digital diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan menyiapkan siswa yang bijaksana terhadap perkembangan teknologi. Pembelajaran berbasis digital juga diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk media belajar. Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis digital sangat diperlukan karena penguasaan bahasa Indonesia akan berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa dan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu guru, siswa, dan kepala sekolah. Dokumen yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini, yaitu berupa hasil belajar siswa, dokumentasi kegiatan sekolah, bahan ajar, dan visi misi sekolah. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode dengan melakukan wawancara bersama guru, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta dapat dilihat dari penggunaan bahan ajar, media pembelajaran, perangkat evaluasi pembelajaran, dan proses pembelajaran. Bahan ajar disajikan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui website. Materi pembelajaran juga disediakan dalam bentuk buku elektronik. Media pembelajaran yang digunakan, yaitu media audiovisual yang memuat gambar, foto, video diakses melalui smart TV, ditayangkan dengan proyektor, atau diakses melalui handphone. Proses pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya sepenuhnya memanfaatkan perangkat elektronik yang dapat mengembangkan literasi digital peserta didik. Perangkat evaluasi pembelajaran dilaku menggunakan media interaktif Quizizz yang dikemas secara menarik.
Keefektifan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Inquiry dalam Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IPA SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa Abd Kadir; Ramly Ramly; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengdeskripsikan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajra project based learning dalam keterampilan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa. untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran project based learning belajar Stray dan model belajar inquiry dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Model Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik Kelas X IPA 1 Dan X IPA 2 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Data kemudian dikumpulkan dengan teknik tes untuk mengetahui kemampuan belajar peserta didik. Adapun variabel yang diteliti pada penelitian ini ialah model pembelajaran PBL, model pembelajaran Inquiry, dan kemampuan menuliTeks Laporan Hasil Observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi peserta didik kelas X IPA 1 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretes 41,87 menjadi 79,00 pada nilai postes; Akan tetapi, model belajar Inquiry lebih efektif daripada model belajar PBL berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 2 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Hal tersebut juga didukung oleh perolehan nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttabel pada taraf 995, yakni sebesar 2,66. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung > ttabel yakni 9,66 > 2,66, sehingga H1 penelitian ini diterima.
Analisis Nilai Pendidikan Moral dalam Novel 'Si Anak Pemberani' Karya Tere Liye: Sebuah Pendekatan Richard Eyre Maya Intan; Johar Amir; Juanda, Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3466

Abstract

Peranan karya sastra selalu mengandung nilai-nilai yang dapat memberikan kesan positif. Nilai-nilai tersebut dapat dijadikan pelajaran dan pengajaran bagi manusia. Novel 'Si Anak Pemberani' banyak mengandung nilai pendidikan berupa nilai moral dari teori Linda dan Richard Eyre. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel dengan fokus pada nilai keberadaan dan nilai memberi. Metode dalam penelitian meliputi kata, frasa, klausa, kalimat, narasi dan dialog. Hasil penelitian ditemukan nilai-nilai moral yaitu keberanian, kejujuran, kedamaian, kemandirian atau potensi, kedisiplinan atau modernisasi, dan kesetiaan atau kesucian. Nilai-nilai memberi adalah kesetiaan, rasa hormat, cinta kasih, kebaikan dan keramahan, serta keadilan dan belas kasihan. Kontribusi hasil penelitian ini dapat memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan atau dukungan dalam pengajaran bahasa atau sastra dan bagi penelitian selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan teori yang lebih luas
The Analysis of Gender Position in English Language Teaching Coursebooks: Pathway to English for The Senior High School Nur Amalia, Afifah; Hidayat, Didin Nuruddin; Husna, Nida; Alek, Alek
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3468

Abstract

The gender status in ELT (English Language Teaching) textbooks for Eleventh Grade Students is examined in this study. The study goals are as follows: to determine what gender position is equal in the textbook Pathway to English and to identify what male and female roles are appropriate for their gender position in the textbook. Content analysis was employed as the study approach. The data from this study were studied in six areas of gender, and they are: Female or male graphical depiction or illustration, female and male characters who play professional/occupational roles, proper nouns, pronouns, common nouns, and titles are all stated as female or male. Female and male role models: The number of role models, female/male activities are any actions performed by a female or a man. The pattern of mentioning female/male names refers to female and male characters in the same sentence. The data shows that the numerical representation of females in this book is less than males in all aspects.
Male and Female EFL Teachers’ Mood Structure in Classroom Interaction Erlinda Kurniatillah, Ratu; Husna, Nida; Alek, Alek; Hidayat, Didin Nuruddin; Hamid, Farida
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3469

Abstract

This research study aimed to examine the talks of male and female EFL teachers. This study aims to determine how male and female EFL teachers realise mood differently and how they recognize it in their discussions and roles as teachers. The plan was to use a descriptive-qualitative research design. Observation, audio recording, and field notes were used to collect data. Mood structure analysis was used to analyze data. To provide a more detailed analysis, utterances are classified based on their description, meaning, and code. This study's findings are: (1) A male teacher found 26 statement mood utterances, 26 interrogative mood utterances, 20 declarative mood utterance variations, and 2 offer mood utterances. Meanwhile, female teachers identified 23 statement moods, 17 interrogative moods, 5 commands, and 1 offer moods (2) for using mood structures in male and female teacher discourse; statement and interrogative moods are the most often employed moods during the teaching and learning process. (3) the most widely utilized kind of mood structure is declarative. It happens because teaching is a teacher's primary responsibility.
Education Transformation: Illocutionary in Nadiem Makarim’s Speech at the Education World Forum 2023 Indah Jatiningtyas, Nurlaila; Hidayat, Didin Nuruddin; Alek, Alek; Susilo, Atiq
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3470

Abstract

People communicate with each other with some intentions. Nowadays, information can be easily accessed through social media. Unfortunately, the platforms cannot understand the semantic and pragmatic features. To achieve effective communication, speech should be performed and interpreted accordingly. This article will discuss the illocutionary acts in Nadiem's speech. The speaker's purpose can be understood comprehensively by analysing the illocutionary acts. The present study is a descriptive-qualitative analysis. The main focus of this study is the illocutionary speech acts performance. The video gathered was about Nadiem Makarim, the Minister of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, presenting the Education Transformation in Indonesia. The video was taken at the Education World Forum, London 2023. The researchers then transcribed the video, analysed the illocutionary speech acts, specified the types, and evaluated the corresponding frequently used speech acts percentages to derive the conclusions. It can be found that Nadiem Makarim has performed 107 utterances. The utterances used are categorised as assertive speech acts, which is prevalent up to 82 utterances. The other illocutionary speech acts presented are expressive, consisting of 14 utterances, ten directives utterances, and one commissive speech act. It can be concluded that the most frequently used illocutionary speech act in the speech is assertive, which takes accounts into 76.6%. There were not any declaratives illocutionary speech acts found
Pengembangan Materi Ajar Teks Pidato Berbasis Kesantunan Berbahasa di SMPN 44 Jakarta Sunia Ardiyanti; Reni Nur Eriyani; siti ansoriyah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar teks pidato berbasis kesantunan berbahasa di SMPN 44 Jakarta. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau research and development melalui model 4D (Define, Design, Develop, and Disseminate). Analisis data dilakukan dengan teknik kuantitatif dan kualitatif yang diambil melalui penyebaran angket, observasi, dan wawancara. Proses validasi dilakukan kepada ahli media dan ahli materi. Hasil validasi ahli materi yang diperoleh adalah 3,3 dengan kriteria “Cukup Layak”, sedangkan hasil validasi ahli materi sebesar 3,6 dengan kriteria “Layak”. Hasil pengembangan produk disebarluaskan kepada 15 peserta didik Fase D di SMP Negeri 44 Jakarta dan dua guru Fase D SMPN 44 Jakart. Setelah disebarluaskan, hasil tanggapan guru dan siswa terhadap materi ajar sebesar 4,23 memiliki kriteria “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa materi ajar teks pidato berbasis kesantunan berbahasa di SMPN 44 Jakarta ini sangat layak untuk digunakan.
Kumpulan Gaya Bahasa Sapardi Djoko Damono (Kajian Stilistika) Jafar, Jafar; Rosary Iriany; Nuzul Tenriana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3474

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif karena sesuai dengan objek kajian dan tujuan yang akan dicapai oleh peneliti. Objek yang dikaji dalam penelitian ini adalah puisi pada buku puisi perahu kertas Sapardi Djoko Damono. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisisi Miles Huberman, yaitu: Pengumpulan data, Klasifikasi data, Penyajian data dan Penarikan kesimpulan. Gaya bahasa pada kumpulan puisi Sapardi Djoko Damono, bertema nilai moral, nilai sosial dan nilai religi, sedangkan gaya bahasa satire, ironi, sinisme,dan sarkasme terkadang muncul untuk melakukan kritik sosial, serta mengandung gaya bahasa pertentangan. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam kumpulan puisi perahu kertas Sapardi Djoko Damono, digunakan gaya bahasa retoris yang terdiri atas gaya bahasa Aliterasi, Asonansi, Anastrof, Asindenton dan Polisindeton. Gaya bahasa yang dominan digunakan adalah gaya bahasa Asonansi
Makna Denotasi dan Konotasi Meme dalam Media Sosial Twitter: Kajian Semiotika Roland Barthes Rahmawati, Cut Dian; Hasan Busri; Moh. Badrih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3479

Abstract

Penelitian ini menggambarkan pentingnya semiotika dalam memahami makna denotasi dan konotasi dari meme yang ada di media sosial Twitter. Twitter sebagai platform media sosial telah memungkinkan berkomunikasi secara instan dengan jangkauan global, termasuk menyebarkan meme. Meme di Twitter mencerminkan aspek budaya dan sosial, termasuk humor dan satir, dan memiliki kemampuan untuk menyebar dengan cepat di internet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data diambil dari meme yang tersebar di media sosial Twitter, dan kemudian dianalisis untuk memahami makna denotasi dan konotasi yang terkandung di dalamnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa denotasi pada meme mencakup makna harfiah atau yang terlihat secara fisik, sedangkan konotasi adalah tingkatan kedua dalam proses signifikasi, yang melibatkan asosiasi, perasaan, nilai-nilai budaya, dan ideologi. Meme di Twitter bisa mengandung makna yang kompleks dan beragam bagi setiap individu karena dipengaruhi oleh pengalaman, budaya, dan latar belakang masing-masing pengguna. Beberapa contoh meme yang dianalisis mencakup tema tentang menyembunyikan perasaan, kesadaran untuk refleksi diri, tekanan sosial, perbedaan antara kehidupan di media sosial dan dunia nyata, serta kekuatan menghadapi tantangan. Penelitian semacam ini penting untuk memahami bagaimana meme dapat mempengaruhi komunikasi dan interaksi di media sosial, serta bagaimana interpretasi makna dari meme dapat beragam bagi setiap individu
Unsur Budaya dalam Puisi Gugur Karya W.S Rendra (Kajian Postkolonialisme) Maulida Laily Kusuma Wati; Teguh Supriyanto; Rustono, Rustono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3480

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap unsur budaya postkolonialisme dalam puisi Gugur karya W.S Rendra. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan kajian postkolonialisme. Postkolonialisme adalah suatu kerangka konseptual dalam kajian ilmu sosial dan humaniora yang mengeksplorasi dampak dan warisan kolonialisme di dunia pasca-kolonial. Pendekatan ini mencoba untuk memahami, mengevaluasi, dan merespon dinamika sosial, budaya, politik, dan ekonomi yang terjadi setelah periode kolonial. Data dalam penelitian ini yaitu bersumber dari larik-larik puisi Gugur karya W.S Rendra. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pembacaan semiotic tingkat pertama yaitu heuristic. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pembacaan semiotic tingkat kedua yaitu hermeneutic. Hasil dari penelitian puisi "Gugur" karya W.S. Rendra menghadirkan keindahan (1) bahasa melalui campur kode, menciptakan kedalaman makna dan kekayaan budaya. Gaya bahasa puitis dengan penggunaan metafora, simbolisme, dan dramatisasi menciptakan kesan seni yang mendalam. (2) Puisi mencerminkan pengetahuan akan nilai-nilai patriotisme, kepahlawanan, dan keterkaitan manusia dengan tanah. (3) Gambaran kekerabatan terdekat menunjukkan keteguhan hubungan dalam konteks perjuangan identitas budaya. (4) Penggunaan teknologi sebagai simbol perlawanan menciptakan dimensi perjuangan dalam sistem mata pencaharian hidup. (5) Pertempuran, usaha keras, keberanian, dan pertalian dengan tanah menciptakan citra sistem mata pencaharian hidup dalam konteks perjuangan dan identitas budaya. (6) Puisi juga mencerminkan nilai-nilai agama, seperti cinta pada tanah air dan pengorbanan, serta (7) menyajikan kesan kesenian melalui gaya bahasa puitis, ritme, dan struktur naratif. Kata Kunci: Puisi, Budaya, dan Postkolonialisme