Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Articles
208 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 4 (2024)"
:
208 Documents
clear
Etnografi Komunikasi Ritual Brokohan Sapi di Desa Sendangwungu Kabupaten Blora
Rizki Dwi Nuradita;
Agus Subiyanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4406
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi dan makna tradisi brokohan sapi di Desa Sendangwungu Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blor. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi dan makna tuturan dalam tradisi brokohan sapi di Desa Sendangwungu Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora. Data penelitian ini merupakan data sekunder, yaitu video ritual brokohan sapi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan etnografi komunikasi, yaitu metode yang menggambarkan fenomena budaya secara sistematis dan rinci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ritual brokohan sapi di Desa Sendangwungu, Kabupaten Blora merupakan ekspresi syukur masyarakat suku Jawa atas kelahiran anak sapi yang dianggap membawa rejeki dan berkah. Dalam brokohan sapi terdapat rangkaian prosesi beserta tuturan yang dituturkan oleh pemandu ritual. Pada tuturan prosesi ritual ini, terdapat istilah 'raja kaya’ yang merujuk pada konsep kemakmuran yang ditandai dengan kepemilikan hewan ternak, seperti sapi, yang berdasarkan sejarah masyarakat Jawa dipandang sebagai aset penting dan sumber kekayaan.
Pemberontakan Tokoh Kiran terhadap Dogma Agama dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! Karya Dahlan
Nurmilah Fadilah;
Bastian Zulyeno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4427
Perasaan absurditas dalam novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! (2023) karya Muhidin M. Dahlan dialami oleh tokoh Kiran akibat kegagalannya untuk mendekatan diri kepada Tuhan dengan mengikuti organisasi Islam. Penelitian ini berfokus untuk mengungkapkan perwujudan absurditas yang dialami oleh tokoh Kiran dan pemberontakan tokoh Kiran terhadap dogma agama. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengidentifikasi pemberontakan yang dilakukan tokoh kiran untuk mendapatkan kebebasan atas batinnya yang terkurung dalam kenyataan yang tidak sesuai dengan kesempurnaan yang diidamkan. Melalui pendekatan kualitatif dengan kajian absurditas Camus, penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis dengan teknik pengumpulan data simak, baca, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perwujudan absurditas tokoh Kiran berupa perasaan kegagalan, penderitaan, keterasingan, pertentangan, kecemasan. Tokoh Kiran untuk mendapatkan kebebasan atas batinnya yang terkurung dalam kenyataan yang tidak sesuai dengan kesempurnaan yang diidamkan dengan melakukan pemberontakan metafisik dan historis. Dalam pemberontakan metafisik mengarah pada tindakan tokoh Kiran untuk menentang kondisi hidupnya dengan penolakan terhadap takdir dan pengingkaran moral. Sedangkan, pemberontakan historis mengarah pada penggantian nilai-nilai agama dengan nilai-nilai yang sesuai dengan penalarannya, sehingga tokoh Kiran melenyapkan keyakinannya terhadap Tuhan
Analysis Digital Track of Hate Speech on Instagram Using a Forensic Linguistic
Nadia Novernia Cristy Katuuk;
Isnawaty Lydia Wantasen;
Djeinnie Imbang
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4439
This research investigates the phenomenon of hate speech on social media with data obtained from comments on Instagram posts by Gibran Rakabuming Raka, a public figure and politician who is currently the elected vice president. The study employs a qualitative descriptive method with the observation method and utilizes forensic linguistic theory in investigating hate speech comments. It analyzes five examples of hate speech found in the comment section of his private Instagram account @gibran_rakabuming. The data includes five forms of hate speech on Instagram, covering (1) insulting hate speech, (2) provocative hate speech, (3) inciting hate speech, (4) spreading false news hate speech, and (5) defamation hate speech. These findings underscore the importance of awareness in commenting on social media to avoid hate speech and the need for effective prevention measures to mitigate its negative impact on social media platforms. It highlights the importance of awareness and collective efforts to create a safer and more inclusive digital environment. This research contributes to understanding the dynamics of hate speech in the realm of social media.
Analisis Hasil Penerjemahan Peribahasa Budaya Bahasa Perancis ke dalam Bahasa Indonesia Pada Situs Mondly.com
Amanda Putri Syaidina;
Dudung Gumilar;
Rika Widawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4445
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan-alasan hasil penerjemahan yang kurang berterima dari peribahasa budaya bahasa Perancis ke dalam bahasa Indonesia pada situs mondly.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian terdiri dari 20 peribahasa bahasa Perancis dalam web mondly.com sebagai bahasa sumber (Bsu) dan bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran (Bsa). Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif ditinjau dari, ideologi penerjemahan menurut Venuti, dan prosedur teknik penerjemahan modulasi menurut Vinay & Dalbernet, dan kata berkategori budaya menurut Peter Newmark. Hasil analisis menunjukan terdapat 12 kata berkategori budaya yakni 4 data ekologi, 5 data kategori budaya material, serta 3 data kategori organisasi sosial. Teknik modulasi yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan peribahasa budaya pada situs tersebut adalah modulasi eksplikatif, negasi kebalikan, abstrak, mengganti simbolik, ruang waktu, bagian untuk bagian lainnya, interval dan batasan, serta modulasi istilah yang dibalik. Ideologi yang diusung penerjemah adalah foreignisasi dan domestikasi, akan tetapi penerjemah lebih banyak menggunakan ideologi foreignisasi untuk menerjemahkan peribahasa tersebut sehingga berdasarkan analisis data diatas hasil penerjemahan peribahasa budaya bahasa Perancis ke dalam bahasa Indonesia pada situs mondly.com dikatakan tidak berterima karena penerjemah terlalu berorientasi pada bahasa sumber, sehingga makna, nuansa, dan konteks budaya tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan pemahaman pembaca dalam Bsa.
Analisis Penerjemahan Takarir Kata Kerja (Être Dan Avoir) Bahasa Perancis Ke Dalam Bahasa Indonesia pada Film Netflix “J'ai Perdu Mon Corps”
Alya Alvi Riani Sumardi;
Dadang Sunendar;
Dudung Gumilar
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4449
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan penggunaan serta penerapan teknik reduksi dalam kata kerja "être" dan "avoir"; serta (2) menganalisis tingkat keberterimaan dari hasil terjemahan dalam film tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data dengan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teori yang diadopsi adalah teori penerjemahan yang mencakup ideologi, metode, teknik, dan kualitas keberterimaan. Ideologi yang dianut dalam penelitian ini adalah foreignisasi dan domestikasi menurut Venuti (1995). Metode yang diterapkan adalah adaptasi (saduran) berdasarkan Newmark (1988). Teknik terjemahan yang digunakan, khususnya reduksi, mengacu pada Molina dan Albir (2002). Kualitas keberterimaan penerjemahan merujuk pada konsep yang diuraikan oleh Nababan (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kerja "être" sering digunakan untuk menyatakan kondisi atau identitas, dengan être principal muncul dominan dalam konteks domestikasi, sedangkan être auxiliaire juga sering diterapkan dan diterjemahkan dengan tepat. Kata kerja "avoir" digunakan untuk menunjukkan kepemilikan atau pengalaman, dengan avoir principal juga dominan dalam konteks domestikasi, sedangkan avoir auxiliaire sering diterjemahkan kurang akurat. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pemahaman mendalam tentang perbedaan antara verbe principal dan verbe auxiliaire bagi siswa bahasa Perancis untuk membangun kalimat yang lebih akurat dan nuansa dalam komunikasi
The Socratic Method of Instruction: An Experience in Vocabulary Class
Lida Holida Mahmud;
Tryana Tryana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4464
The purpose of this study was to establish an environment for critical thinking in a vocabulary course at Universitas Pamulang by implementing Socratic questioning. The use of Socratic questioning aimed to reinforce students' techniques for mastering language and enhance their vocabulary skills. The participants in this study were students enrolled in the first semester of the English Department at Universitas Pamulang. The research followed a Classroom Action research design, which included two cycles of action implementation, class observation, and result analysis. The study utilized observation lists, questionnaires, and a vocabulary test as instruments. The data underwent qualitative analysis, which revealed that the average scores in each cycle demonstrated an upward trend from the pretest to the post-test. However, in the subsequent phase, a fluctuating, steady, and declining score was observed. The students employed Socratic questioning during the vocabulary test. The findings have shown that the use of Socratic inquiry effectively enhances critical thinking among students and facilitates vocabulary learning by prompting reevaluation. Consequently, it motivates students to engage in reflective thinking and provide precise answers.
Nilai Sosial dalam Syair Karambangan Suku Pamona Ciptaan Nardi Banggai
Yunidar Yunidar;
Khairunnisa Bakari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4466
Suku Pamona adalah suku yang memiliki berbagai macam budaya dan kesenian yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur mereka. Salah satu kesenian yang masih bisa kita dapatkan hingga saat ini adalah syair karambangan yang di dalamnya memuat nilai-nilai kehidupan. Fokus permasalahan dalam penelitian ini yaitu: bagaimanakah nilai sosial yang terdapat dalam syair karambangan Suku Pamona ciptaan Nardi Banggai. Tujuan pada penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat dalam syair karambangan suku pamona ciptaan Nardi Banggai. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa syair karambangan yang diperoleh melalui narasumber langsung. Penelitian ini dilaksanakan di Pamona Selatan, Kabupaten Poso. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini metemukan bahwa syair karambangan Suku Pamona memiliki nilai-nilai sosial seperti: Nilai kasih sayang, Nilai tanggung jawab, dan Nilai keserasian hidup. Nilai kasih sayang terdiri atas Nilai pengabdian, Nilai menolong, Nilai kesetiaan, dan Nilai kepedulian. Nilai tanggung jawab terdiri atas nilai rasa memiliki, nilai disiplin, dan nilai empati. Nilai keserasian hidup terdiri atas nilai keadilan, nilai toleransi, nilai kerja sama, dan nilai demokrasi . Nilai-nilai sosial tersebut dapat kita lihat pada Suku Pamona dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
Keterbacaan Teks pada Buku Ajar Bahasa Sunda “ Wiwaha Basa” Kelas VII SMP/MTs
Nenden Aisyah;
Usep Kuswari;
Haris Santosa Nugraha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4473
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang mempengeruhi keterbacaan, serta mengetahui keterbacaan teks pada buku ajar bahasa Sunda “ Wiwaha Basa” kelas VII SMP/ MTs. Buku ajar berperan menjadi elemen krusial dalam pembelajaran, memberikan manfaat signifikan bagi siswa, kurikulum, guru, dan masyarakat, serta menunjukkan betapa pentingnya perannya dalam pendidikan. Kendala dalam memahami materi pelajaran dapat menghambat siswa memperoleh informasi dan mencapai tujuan pembelajaran, menjadikan peran materi pelajaran sangat penting dalam konteks pendidikan. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap teks wacana yang terdapat dalam buku ajar tersebut. Teknik pengambilan data menggunakan teknik studi pustaka dengan menggunakan analisis unsur langsung. Pengambilan data observasi langsung melalui studi pustaka terhadap teks wacana yang terdapat dalam buku ajar tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada enam wacana dari keseluruhan bab buku “Wiwaha Basa”, didapatkan 2 wacana memiliki keterbacaan berkategori mudah, dan 4 wacana memiliki keterbacaan berkategori sesuai. Maka dapat disimpulkan, bahwa buku ajar bahasa Sunda berjudul “Wiwaha Basa” untuk SMP kelas VII, sesuai dengan kemampuan keterbacaan peserta didik kelas VII SMP/MTs.
Aspek Motivasi dalam Cerita Sastra Anak Suku Sasak: Kajian David C Mcclelland
Marlinda Ramdhani;
Siti Rohana Hariana Intiana;
Muh. Khairussibyan;
Pipit Aprilia Susanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4480
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek motivasi yang terdapat pada cerita sastra tradisonal suku Sasak yang biasa sering dijadikan bacaan sastra anak. Sampel penelitian ini dibatasi maksimal delapan cerita sastra tradisional yang diperoleh dari observasi, wawancara, dan studi dokumen terkait cerita sastra tradisional. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang mengkaji aspek motivasi dalam cerita rakyat suku Sasak menggunakan teori psikologi sastra David C McClelland. Data penelitian ini berupa kalimat atau paragraf yang terdapat di masing-masing cerita tradisional suku Sasak yang menjadi sampel penelitian. Sumber data penelitian ini adalah pemangku dan masyarakat suku Sasak yang mengetahui benar terkait suatu cerita sastra tradisional, serta internet atau buku yang memuat cerita sastra tradisional yang sudah ditulis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga aspek motivasi dalam cerita rakyat suku Sasak, yaitu motivasi untuk berprestasi, berafiliasi, dan berkuasa. Dari ketiga jenis motivasi tersebut, aspek yang paling banyak muncul adalah motivasi untuk berafiliasi, sedangkan aspek yang paling jarang muncul adalah motivasi untuk berprestasi.
Kualitas Soal Bahasa Indonesia Kelas XI SMAN 2 Bangko Pusako: Analisis Butir Soal
Luluk Puji Rahayu;
Desi Sukenti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4481
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas butir soal ujian semester ganjil mata pelajaran bahasa Indonesia kelas XI di SMAN 2 bangko pusako tahun ajaran 2023/2024 ditinjau dari daya beda, tingkat kesukaran, dan pengecoh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal ujian semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI, kunci jawaban, dan hasil jawaban siswa. Analisis data menggunakan bantuan aplikasi Anates versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan tingkat kesukaran soal, terdapat 17 (57%) soal kategori mudah, 9 (30%) soal kategori sedang, dan 4 (13%) soal kategori sukar. Berdasarkan daya beda, terdapat 6 (20%) soal berkategori jelek, 14 (47%) soal berkategori sedang, dan 10 (33%) soal kategori baik. Berdasarkan kualitas pengecoh terdapat 67% efektif, dan 33% tidak efektif. Soal dengan kategori yang buruk akan mengalami perbaikan dan revisi agar sesuai dengan kualitas yang diharapkan, sedangkan soal dengan kategori yang baik bisa digunakan kembali sebagai soal evaluasi berikutnya.