cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2025)" : 132 Documents clear
Phonology, Morphology, and Sound Symbolism in the First Pokémon Generation Budi Rahmat Setiawan; Tatang Hariri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5693

Abstract

Linguistics is unconsciously used in naming. Many human creativity in naming were done by applying linguistic theories. The study explores how Pokémon names were created based on linguistic theories. It is because more new names and terminologies have always been created following the development of technology and human civilizations. Literary works are one of human creativity that never ends. As a result, many new words are coined to be distinctive and memorable for the ‘market’. For thirty years, Pokémon has always updated their creativity in naming thousands of terminologies and Pokémon species. It makes scholars intrigued in understanding human capability in applying linguistic theories on forming their names. Phonological, graphemical as well as morphological theories were used in forming new Pokémon names. This is a descriptive-qualitative research. Data used were obtained from a webpage named Pokémon database. The data used in this research were limited to the first generation of the Pokémon game names. The research is expected to bring new horizons as the results of how Pokémon names were created. The results show that there are additional ways of naming literary characters phonologically and morphologically. The result shows consonant insertion and vowel deletion in addition to Balteiro’s (2013) theory and suffixation in addition to Mattielo’s (2013) theory used in forming Pokémon names. There is also certain sound used in order to create an archaic effect such as the ending -th.
Mapping discrimination against Black Americans in Kim Johnson's This is My America Gabrielle Mercedez Ferry; Christy Tisnawijaya
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5699

Abstract

Racial discrimination is still a conspicuous issue in literature, as in Kim Johnson's This is My America (2020). This study aims to scrutinize the racism issues in the novel. The Beaumont family experiences racial prejudice: Mr. Beaumont, the father, is incarcerated due to the accusation of killing a white couple; Tracy, the daughter, is assaulted at school due to the father's prosecution; and Jamal, the son, is convicted of killing a white girl due to the father's history. This study employs a close reading methodology (Ohrvik, 2024) to gain a comprehensive interpretation of the narrative. Moreover, this study utilizes Alport's prejudice scheme (1954) and Pincus' discrimination frame (2000) to discuss the story's conflict in-depth. The discussion shows that This is My America portrays three types of discrimination: individual, institutional, and structural. The discriminatory acts in the forms of unjust laws, social exclusion, and physical attacks are enforced by the belief in white supremacy.
Pengaruh Penggunaan Media Berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Menulis Teks Eksposisi Siswa Kelas X UPT SMA Negeri 4 Luwu Magvira Magvira; Sultan Sultan; Nensilianti Nensilianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh signifikan penggunaan media berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap (1) kemampuan berpikir kritis (2) keterampilan menulis teks eksposisi dan (3) perbedaan hasil antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada siswa kelas X UPT SMA Negeri 4 Luwu. Penelitian ini menggunakan true experimental design dengan model pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X UPT SMA Negeri 4 Luwu. Data dikumpulkan melalui tes tertulis sebelum dan setelah perlakuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis Artificial Intelligence secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil Paired Sample T Test menunjukkan = 30.668 > ​=2.013 dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 sehingga H₁ diterima. Rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 47,13 (kategori rendah) menjadi 75,96 (kategori tinggi). Media Artificial Intelligence juga berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis teks eksposisi. Hasil Paired Sample T Test menunjukkan = 8.935 > ​=2.013 dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05 sehingga H₁ diterima. Rata-rata keterampilan menulis meningkat dari 58,94 (kategori kurang) menjadi 76,38 (kategori cukup). Hasil Independent Sample T Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Untuk Kemampuan berpikir kritis, =9.636 > ​=1.989 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05. Untuk Keterampilan menulis teks eksposisi, ​=4.719 > ​=1.989 dengan nilai Sig. 0,000 < 0,05. Selisih rata-rata posttest menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki hasil lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media berbasis Artificial Intelligence (AI) terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas X UPT SMA Negeri 4 Luwu.
Tingkat Literasi Digital: Kemampuan Mahasiswa dalam Menganalisis Berita Hoaks Abdul Haliq; Abdul Hafid; Asriadi, Asriadi; Asis Nojeng
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5277

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tingkat literasi digital mahasiswa dalam menganalisis berita hoaks. Tujuan utama dari penelitian ini, yaitu untuk mengukur tingkat literasi digital mahasiswa dalam menganalisis berita hoaks di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskripstif kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik angket atau kuesioner yang diisi oleh mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital mahasiswa dalam menganalisis berita hoaks berada pada kategori menengah hingga tinggi. Mahasiswa umumnya sudah memiliki pemahaman dasar tentang literasi digital, seperti kemampuan mengenali sumber informasi yang kredibel, memahami cara verifikasi informasi, dan penggunaan media sosial dengan lebih bijak. Namun, masih terdapat sebagian mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi berita hoaks secara cepat dan tepat.
Analisis Kontrastif Infiksasi Bahasa Tombulu dan Bahasa Indonesia: Sebuah Tinjauan Morfosintaksis Imbang, Djeinnie; Korompis, Ferry Lourens Sampel; Pua, Christo; Palit, Anatje; Mogi, Amelia Cindy
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5606

Abstract

Morfosintaksis adalah salah satu cabang linguistik yang memadukan antara morfologi dan sintaksis dalam suatu struktur bahasa. Salah satu yang dipelajari adalah afiksasi yang keberadaannya dapat mengubah struktur kalimat. Dalam rangka menambah bahan pembelajaran bahasa untuk pemertahanan bahasa daerah, penelitian ini mengkaji infiksasi, salah satu jenis afiksasi pada bahasa Minahasa dialek Tombulu yang kemudian dikontraskan dengan bahasa Indonesia dari sudut pandang morfosintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbandingan infiksasi bahasa Tombulu dan infiksasi bahasa Indonesia melalui pendekatan morfosintaksis. Studi ini mengambil pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data berupa wawancara, observasi dan studi pustaka kemudian dianalisis dengan teknik Pilah. Model ini menggabungkan metode dasar, teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), dengan metode lanjutan, teknik Hubung Banding (HB) dan teknik Hubung Banding Menyamakan Hal Pokok (HBSP). Hasil yang ditemukan adalah dialek Tombulu mengalami cukup kaya akan proses infiksasi (14 kata menggunakan infiks -in-, 5 kata menggunakan infiks -um-, dan 9 kata menggunakan infiks -im-) dibandingkan bahasa Indonesia (3 kata dengan infiks -in-, 2 kata dengan infiks -el-, 3 kata dengan infiks -em-, dan 1 kata dengan infiks -er-) dan proses infiksasi memiliki pengaruh sintaksis lebih signifikan dibanding infiks dalam bahasa Indonesia.
Penerapan Literature Card Role Play dan Storytelling Card Game dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VIII SMPN 1 Pallangga Husnul Khatimah; Ramly, Ramly; Azis, Azis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5610

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan Literature Card Role Play dan Storytelling Card Game terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Pallangga. Keterampilan berbicara merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Indonesia, namun banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam menyampaikan ide secara lisan akibat rendahnya rasa percaya diri dan kurangnya metode pembelajaran yang interaktif. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Repeated Measures untuk mengukur perkembangan keterampilan berbicara siswa setelah mendapatkan perlakuan dengan kedua model pembelajaran. Sampel terdiri dari 114 siswa. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berbicara sebanyak tiga kali dan dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA Repeated Measures untuk melihat signifikansi pengaruh kedua metode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Literature Card Role Play dan Storytelling Card Game memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa (p < 0,05). Literature Card Role Play lebih efektif dalam meningkatkan struktur berbicara dan organisasi ide siswa, sedangkan Storytelling Card Game lebih efektif dalam meningkatkan kreativitas dan kelancaran berbicara. Uji perbandingan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode (p < 0,05), dengan Literature Card Role Play menunjukkan peningkatan skor keterampilan berbicara rata-rata 85,7%, sedangkan Storytelling Card Game 83,2%. Penelitian ini membuktikan bahwa metode Game-Based Learning berbasis kartu dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa secara signifikan. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan sebagai alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif.
Xenoglosofilia dalam Ragam Bahasa Tulis Generasi Z pada Komunitas Belajar Studygram: Analisis Interpretasi Fenomenologi Rohmat, Rohmat; Dadang S. Anshori; Encep Kusumah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5641

Abstract

Xenoglosofilia berkaitan erat dengan bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan bahasa asing sebagai alat komunikasi global. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, penyebab, serta implikasi xenoglosofilia dari generasi Z pada Studygram terhadap literasi bahasa. Metode yang digunakan ialah kualitatif deskriptif jenis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) melalui analisis konten dan wawancara tertulis dengan wordcloud sebagai alat pengolahan data dan Analisis Wacana Kritis Fairclough sebagai landasan teori. Hasil analisis terhadap 300 unggahan dari 10 subjek menunjukkan xenoglosofilia dalam bentuk campur kode ke luar pada tataran kata dan frasa (nomina, verba, pronomina, adverbia, preposisi, konjungsi, adjektiva, interjeksi) serta alih kode ke luar pada klausa dan kalimat (nominal, verbal, adverbial, adjektival). Pada level tekstual, bentuk ini mencerminkan nilai eksperiental, relasional, dan ekspresif. Pada level praktik diskursif, fenomena ini dipicu oleh strategi menjangkau audiens global, efisiensi istilah, tekanan komunitas, pencitraan profesional, dan optimalisasi algoritma digital. Bahasa asing juga diposisikan sebagai simbol prestise digital yang mewakili simbol kecerdasan dan modernitas, citra profesional-akademik, strategi menarik audiens, kesan eksklusif, dan adaptasi tren global. Xenoglosofilia berimplikasi terhadap peningkatan kompetensi berbahasa asing, tetapi di sisi lain mendorong pengabaian padanan kata bahasa Indonesia. Hal ini terlihat melalui dimensi situasional (diksi dipilih demi daya tarik digital), institusional (Studygram membentuk kebiasaan linguistik baru), dan sosial (globalisasi mendorong marginalisasi bahasa dan jarak antarpenutur). Penelitian ini merekomendasikan penguatan Trigatra Bangun Bahasa secara kreatif dan kolaboratif agar bahasa Indonesia tetap adaptif dan berdaya di ruang digital.
An Analysis Compound Words In Taylor Swift’s Song Lyrics Nainggolan, Erni Susianti; Ismi Adinda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5701

Abstract

The research aims to discover the types, word formations, and meanings of compound words which existed in song lyrics by Taylor Swift in 2014. The writers used descriptive qualitative method based on the McCharty theory, in which the writers applied it to determine the number of compound words are found in Taylor Swift’s song lyrics. The method described the findings of the research by describing it systematically with qualitative data analysis. In collecting the data, the writers did some steps: listening to the song lyrics of Taylor Swift, collecting the data of compound words, classifying the compound words into the types and formations, and getting the meanings of the compound words. From the data analysis, there were 17 compound words of 5 song lyrics. From the 17 compound words were classified into 11 compound noun (64,70%), 3 compound adjective (17,64%), and 9 compound verb (17,64%). The result indicated that compound word derived from compound noun was the highest.
Development of E-Module for Writing Negotiation Texts Assisted by Flipbooks for Grade XI High School Students Fijri Astuti, Tia; Chalina, Chalina; Mangatur Sinaga
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5076

Abstract

Learning to write negotiation texts is an essential skill that students must master. This research aims to develop an e-module for writing negotiation texts through flipbook media based on contextual learning and to evaluate its effectiveness on students' learning interest and outcomes in class XI of high school. The research method used is Research and Development (RnD). The sample consists of 72 students divided into two classes: an experimental class using the e-module and a control class employing conventional teaching methods. The analysis technique applied in this study refers to the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). This approach ensures that each phase of the module development is conducted systematically and planned. The results of hypothesis testing indicate that the e-module for writing negotiation texts assisted by flipbook media significantly improves students' interest and learning outcomes. The average learning outcomes of students in the experimental class show much higher scores compared to the control class. The discussion reveals that the developed e-module is not only effective in enhancing students' writing skills but also successfully boosts their learning interest. Feedback from expert validation and the practicality test results support the sustainability of using the e-module as an innovative learning aid.
Weaving Wayang Klithik into Gotanjung Village’s Sedekah Bumi through The Sacred Thread Selviawati, Evi; Syahrial, Syahrial
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5662

Abstract

Wayang klithik, a two-dimensional wooden puppetry tradition, is found in several regions in Central and East Java. In Gotanjung Village, Pati Regency, Central Java, wayang klithik is performed during sedekah bumi, a traditional ceremony that is commonly held by Javanese communities. Grounded in Lord’s (1960) theory on the origin of oral tradition, this research investigates the roots and mechanisms behind the sacrality of wayang klithik in the context of Gotanjung Village. In addition, the analysis adopts Vansina’s (1985) theoretical approach to oral tradition to explore more deeply why wayang klithik in Gotanjung Village has become an inseparable element of sedekah bumi, and how its ritual significance is manifested within the framework of community beliefs and cultural values. Using an ethnographic approach, data were collected through field observations, interviews with key informants, and focus group discussions. The data were analyzed through narrative and conversational analysis to ensure alignment with the community’s perspective. The findings indicate that the history of wayang klithik puppet-making in Gotanjung strongly influenced its sacredness. In terms of ritual significance, wayang klithik serves as an offering to honor the village's founding ancestors and reinforces the core values embedded within the series of rituals in the sedekah bumi.

Page 4 of 14 | Total Record : 132