cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 (2021)" : 40 Documents clear
Analisis Plot Novel Rebecca oleh Daphne Du Maurier, Diceritakan Ulang oleh Margaret Tarner Heni Heni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1384

Abstract

Masyarakat sebagai pembaca akan mengidentifikasikan dirinya sebagai tokoh dalam cerita. Mereka akan cenderung merasakan apa yang karakter rasakan dan melakukan apa yang karakter lakukan. Tampaknya pembaca hidup dalam cerita dan membayangkan diri mereka sebagai aktor fiksi. Meskipun sebuah fiksi adalah karya pengarang, bukan berarti cerita hanyalah seorang penulis imajinatif individu. Ini adalah produk dari suatu masyarakat. Jadi sastra dan budaya masyarakat merupakan satu kesatuan. Penelitian ini akan menganalisa plot pada novel Rebecca. Kisah pada novel Rebecca ini diatur secara menggugah di belantara Cornwall, di sebuah rumah pedesaan besar bernama Manderley. Terdapat lima tahapan plot yang terdiri atas tahap penyituasian (situation), tahap pemunculan konflik (generating circumstances), tahap peningkatan konflik (rising action), tahap klimaks (climax) serta tahap penyelesaian (denounment). Tahap penyituasian (situation), yaitu tahapan pelukisan dan pengenalan situasi latar dan tokoh-tokoh cerita. Tahap pemunculan konflik (generating circumstances), yaitu tahap munculnya masalah-masalah dan peristiwa yang menyulut terjadinya konflik. Tahap peningkatan konflik (rising action), yaitu tahap perkembangan konflik yang ada sebelumnya serta makin mencekamnya peristiwa-peristiwa yang ada. Tahap klimaks (climax), yaitu konflik dan peristiwa yang terjadi mencapai intensitas puncak. Tahap penyelesaian (denounment), yaitu penyeleisaian konflik yang terjadi, pengendoran ketegangan, serta pemberian jalan keluar dan atau pengakhiran cerita. Penelitian ini akan membahas tentang lima tahapan plot pada novel Rebecca. Dengan adanya analisis plot pada novel Rebecca, maka akan diketahui alur cerita novel tersebut dengan terperinci. Kata kunci:
Bentuk dan Makna Ritual Mappacci pada Pernikahan Bangsawan Bugis (Studi Kasus di Desa Benteng Gantarang Kabupaten Bulukumba) Kasmawati Kasmawati; Indarwati Indarwati; Haryeni Tamin; Hasan Hasan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1414

Abstract

Mapacci adalah salah satu dari sekian banyak ritual dalam pernikahan adat suku Bugis di Sulawesi Selatan. Ritual ini adalah upacara untuk membersihkan dan menyucikan diri bagi calon pengantin dari hal-hal yang tidak baik. Prosesi ini biasa dilaksanakan pada saat menjelang acara akad nikah keesokan harinya. Adat kebudayaan ini ditradisikan oleh masyarakat dan diyakini dapat membawa keberkahan dalam pernikahan hingga sampai sekarang. Penelitian ini difokuskan pada bentuk makna dalam ritual upacara adat mappacci. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bertema budaya lokal. Data dikumpulkan dengan metode observasi, dengan teknik rekam, catat, dan wawancara. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa makna ritual dalam ritual mapacci pada pernikahan bangsawan Bugis di desa Benteng Gantarang kabupaten Bulukumba, yakni: kesucian hati calon mempelai menghadapi hari esok; harapan, yang dimaknai semoga pernikahan nanti akan berlangsung dengan langgeng (selamanya); doa dan restu dari para keluarga; makna agar calon mempelai kelak di kemudian hari dapat hidup bahagia seperti mereka yang meletakkan pacci di atas tangannya.
Peningkatan Tanggung Jawab dalam Kelompok Belajar menggunakan Pendekatan Kuis Tim Darmawati Darmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab dalam kelompok belajar menggunakan pendekatan kuis tim siswa kelas 2 SIT Harith Foundation Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek pada penelitian ini, yaitu siswa kelas 2 SIT Harith Foundation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Kuis Tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Peningkatan tanggungjawab tersebut dapat diketahui dari makin aktifnya siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam kelompok, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam presentasi kelompok, semangat bersaing secara sehat dalam kelompok dan membangun kekompakan kelompok. Model pembelajaran melalui pendekatan ini mendapat respon positif dari seluruh siswa dengan idikator hasil analisa angket pada akhir sesi, dan meningkatnya penyelesaian tugas-tugas dan unjuk kerja.
Penerapan Model Pembelajaran Advokasi melalui Pengajaran Daring untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara dalam Presentasi Ilmiah Mahasiswa STKIP Pembangunan Indonesia Bungatang Bungatang; Khaerati Khaerati; Harti Oktarina
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1470

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa dengan menggunakan kata-kata efektif dalam berkomunikasi. Kemampuan verbal (berkomunikasi) manusia tidak bisa didapat secara alamiah, tetapi harus melalui proses belajar dan berlatih. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam presentasi ilmiah melalui pembelajaran daring dan model pembelajaran advokasi “belajar debat” . Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan berbicara (dari segi kebahasaan dan nonkebahasaan) mahasiswa STKIP Pembangunan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif dan desain penelitian berbentuk PTK. Penelitian dilaksanakan dengan 2 siklus dan dilaksanakan sesuai dengan model pembelajaran advokasi. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa STKIP Pembangunan Indonesia pada semester 1 Pendidikan Ekonomi, sedangkan sampel dalam penelitian ini yakni mahasiswa kelas 1B Pendidikan Ekonomi STKIP PI dengan jumlah 30 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan teknik observasi dan angket, dan data kuantitatif diperoleh melalui tes berbicara (pretes dan postest). Data kualitatif dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan analisis statistik deskriptif.
Respons Mahasiswa terhadap Media Pembelajaran Bahasa Indonesia SD Berbasis Audio Visual M Zulham
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons mahasiswa terhadap pembelajaran bahasa Indonesia SD berbasis audio visual. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester V kelas F Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tahun akademik 2020/2021. Peneliti sebagai instrumen akan mempermudah menggali informasi yang menarik meliputi informasi lain dari yang lain (temuan-temuan yang menarik), yang tidak direncanakan sebelumnya, yang tidak terduga terlebih dahulu atau yang tidak lazim terjadi. Pada penelitian ini juga digunakan instrumen pendukung lainnya yaitu angket respons. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik simpulan bahwa respons mahasiswa terhadap pelaksanaan pembelajaran menggunakan media berbasis audio visual dan respons mahasiswa terhadap media pembelajaran bahasa Indonesia SD berbasis audio visual berada pada kategori positif.
Meningkatkan Keterampilan Menulis Mahasiswa Dengan Pemanfaatan Learning Management System (LMS) STMIK Handayani di Era Pandemi Nurfaedah Nurfaedah; Nurmadina Nurmadina
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1475

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana media Learning Management System (LMS) meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa STMIK Handayani di era pandemi. Penelitian ini meupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Metode pengumpulan data adalah metode observasi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan teknik wawancara, pemberian soal serta pendokumentasian. Analisis data dlakukan dengan 5 kali pertemuan setiap siklus dengan lanjutan analisis setiap siklus kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi LMS yang digunakan sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan keterampilan menulis proposal mahasiswa STMIK Handayani di era pandemi. Dari hasil observasi yang dilakukan selama 2 siklus dengan menggunakan LMS, memberi banyak perubahan pada mahasiswa. Dalam pembelajaran menulis menggunakan LMS terbukti dapat meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari siklus I yang ketuntasan belajarnya hanya mencapai 42% dengan rata-rata 61,49 kemudian naik menjadi 94% pada siklus II dengan rata-rata 82,22.
Analisis Cerita Rakyat Toraja Massudilalong Sola Lebonna Melalui Pendekatan Struktural Sehe Madeamin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1483

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mendeskripsikan makna teks cerita rakyat Toraja Massudilalong Sola Lebonna melalui pendekatan struktural. Data penelitian ini adalah unsur atau struktur cerita rakyat Toraja, sedangkan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Toraja yang berjudul Massudilalong Sola Lebonna . Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui telaah pustaka. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengidentifikasi setiat unsure atau struktur yang membangun cerita, seperti alur yang dimulaidengan urutan peristiwa, analisis penokohan, analisis latar dan menemukan hakikat keterjalinan setiiap unsur dalam menunjang penyampaian tema dan amanat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa unsur alur, penokohan, dan latar dalan cerita rakyat Toraja Massudilalong Sola Lebonna merupakan tiga unsur yang mutlak adanya. Ketiga unsur tersebut memiliki keterkaitan yang erat sehingga dapat menunjang penyampaian tema dan amanat cerita
Analisis Struktur dan Modalitas pada Wacana Khotbah KH. Sanusi Baco L.C Husni Bt Salam; Besse Herdiana
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1497

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur dan penggunaan modalitas yang terdapat dalam wacana khotbah Sanusi Baco. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskripsi kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah keseluruhan wacana khatib pada wacana khotbah Sanusi Baco. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan menggunakan teknik rekaman, dan pencatatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Teks wacana Sanusi Baco, memiliki struktur inti pendahuluan, isi, dan penutup. Sementara untuk struktur generik wacana khutbah memiliki struktur posisi, argumen, dan simpulan. (2) Modalitas yang paling dominan kemunculanya pada wacana khotbah Sanusi Baco, adalah modulasikeharusan dengan derajat rendah. Persentase kemunculan modulasi keharusan dalam wacana khutbah Sanusi Baco, yakni sebesar 17 atau 33% pengungkap modalisasi. Modalitas yang selanjutnyaadalah modulasi kecenderungan yang digunakan oleh pembicara. Jumlah modulasi yakni 14 buah pengungkap modulasi atau sebesar 27% kata ‘mau’ ‘ingin’, dan ‘mari’. Penggunaan modulasi kecenderungan mengindikasikanbahwa pembicara terlibat dalam aktualisasi peristiwa. Selanjutnya untuk modalisasi kemungkinan terdapat 11 pengungkap modalitas atau sebesar 21% kata ‘mungkin’ dan ‘akan’ yang digunakan oleh pembicara. Kedua modalisasi tipe ini berada pada tingkatan menengah dan merupakan modalitas epistemik. Pada wacana khutbah Sanusi Baco modalisasi keseringan direpresentasikan sebesar 10 atau 19% pengungkap modalisasi. Modalisasi ini berada pada tingkatan paling rendah yakni modalisasi keharusan ‘hendaknya’ dan modulasi keharusan ‘berkewajiban’, ‘harus’, ‘yakinlah’, dan ‘tidak boleh’ berada pada derajat tinggi.
Strategi Pembelajaran Budaya dan Sistem Kepercayaan Masyarakat Bugis, Dari Mitos Ke Logos, Dan Fungsional (suatu Tinjauan Filsafat Budaya C.A. van Peursen) Sunarni Yassa; Muhammad Hasby; Edi Wahyono
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.1818

Abstract

Perkembangan budaya dan kepercayaan masyarakat Bugis, tidak terlepas dari peran dan fungsi mitologi, meskipun mitos tidak memberikan bahan informasi kepada manusia bahwa kekuatan-kekuatan ajaib itu seperti apa bentuknya, tetapi minimal dapat membantu manusia agar mampu menghayati daya-daya itu sebagai kekuatan yang mempengaruhi dan menguasai alam kehidupan. Menurut C. A. van Peursen strategi dalam memahami perkembangan budaya terbagi dalam tiga tahap, yakni; tahap mitis, tahap ontologis, dan tahap fungsional. Pada masyarakat Bugis dalam tahap mitis telah nampak di periode Galigo yang menggambarkan gejala-gejala metafisik tentang awal-mula terciptanya dunia, dan bagaimana Dewa di langit menempatkan penguasa di muka bumi. La Toge’ Langi’ (Batara Guru) yang diturunkan di Ware’ Luwu dan mempunyai kekuasaan mutlak. Masyarakat Bugis pada tahap ontologis, telah terdapat konsep-konsep Dewa tertinggi yang disebut To-Palanroe, hal ini terdapat pada kaum To-Lotang di Sidrap. Kemudian kepercayaan seperti itu juga terdapat di Kajang yang disebut kepercayaan Patuntung yang dipimpin oleh seorang pemimpin kepercayaan yang disebut Amma-toa (ayah tertua), konsep dewa tertinggi mereka disebut Turie a’ra’na (Orang yang berkehendak). Dalam prosesi penyembahan terhadap Dewata, bissu dapat memiliki posisi di luar sistem kemasyarakatan dengan berperan sebagai pendeta, dukun, serta ahli “ritual trance” (kemasukan oleh roh), dalam bahasa Bugis disebut asoloreng, ia adalah penghubung antara umat manusia dengan dunia Dewa. Kemudian ditahap fungsional, budaya masyarakat Bugis dapat dilihat dalam hal kepemimpinannya, walaupun tidak memiliki satu pemimpin (raja) yang sama, tetapi mereka membuat persahabatan yang mereka sepakati, yang dapat mempersatukannya.
Students’ Perspectives on Microteaching Impact on Their Performance In PLP II At The Sixth Semester Students of English Department of FKIP UKI Toraja Viktor Siumarlata
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v7i2.2368

Abstract

The objective of this research was to find out the students’ perspectives on Microteaching impact on their performance in PLP II program at the sixth semester students of English Education Study Program. This research used qualitative method. The informant of this research were students of English Education Study Program who had followed microteaching and PLP II Program. The writer used snowball sampling technique and stopped at 21 students to interview as informants, because the data were already saturared. The data of this research was collected by interview. The writer ued semi structure interview. The obtained data were analyzed in three major phase namely reduction, data display and conclussion. The resut of this research, is microteaching helped the students used expressions to opening and closing class, helped the students to manage time in learning process, boost their self-confidence, improved teaching skill, and as media to received upbuilding suggestions to expand their ability in teaching process. and also, microteaching as a media to apply the teaching comptence. Based on the result above, it can be concluded that microteaching helped the students of English Education Study Program of FKIP UKI Toraja, as mentioned abo

Page 4 of 4 | Total Record : 40