cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 47 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2022)" : 47 Documents clear
Analisis Sirkumstan dalam Teks Terjemahan dengan Pendekatan Sistemic Functional Linguistics (SFL) Irawati; Gusnawaty; Tadjuddin Maknun; Muhammad Hasyim; Asriani Abbas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1771

Abstract

This research is a descriptive research. In this study, researchers analyzed the circumstantial elements contained in a children's story book entitled The 7 Habits of Happy Kids by Sean Covey and its translation. The approach used in this research is Systemic Functional Linguistic (SFL). The method used in this study is the results showed that the types of circumtances that appear in the bilingual children's story book are 7 types of circumtances consisting of: location, extension, role, matter, manner, accompaniment and cause circumtances. The seven circumstantials are formed by words, groups of words and prepositional phrases. These forms can be grouped into: (1) accompaniment circumstantial formed by prepositional phrases, (2) circumstantial ways include 4 types, namely tools, quality, comparison and degree. The method circumstantial (tool and comparison) is formed by prepositional phrases and word groups while the manner (quality and degree) circumstantial is formed by words and word groups, (3) the location circumstantial includes 3 types, namely time, place and space. Time and place circumstantials are formed by words, groups of words and prepositional phrases while space circumstantials are only formed by prepositional phrases, (4) role circumstantials are formed by prepositional phrases and word groups, (5) external circumstantials are formed by words, groups of words and prepositional phrases, (6) circumstantial matter is formed by prepositional phrases, and (7) circumstantial cause includes 3 types, namely behalf, purpose and reason. The three types of circumstantial cause are only formed by prepositional phrases. Children's stories in the books studied are dominated by circumstantial time and place locations. Keywords: transivity, circumtances, translated text
Kajian Linguistik Fungsional Sistemik: Konkretisasi Makna Ideasional dalam Pidato Cinta Laura pada Malam Peluncuran Moderasi Beragama Syamsurijal; Gusnawaty; Tadjuddin Maknun; Muhammad Hasyim; Asriani Abbas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1777

Abstract

Penelitian ini fokus pada makna Ideasional. Makna ideasional melingkupi sistem transivitas yang dipahami sebagai proses dan memahaminya berada pada level analisis klausa. Tujuan penelitian dilakukan untuk mendeskripsikan makna ideasional melingkupi sistem transivitas (proses dan sirkumtans) dalam pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama. Penelitian ini bersifat `deksriprif kualitatif dengan menerapkan pendekatan linguistik fungsional sistemik (LFS) sebagai pisau analisis dalam mengkaji pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama. Metode dalam peneltian ini menggunakan metode simak dengan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa proses yang muncul antara lain; proses material, mental, relasional, behavioral dan ekstensial. Dari beberapa proses yang muncul, unsur proses mental adalah sangat banyak muncul dengan kemunculan sebanyak 15 (51%), ini menunjukkan bahwa Cinta Laura melalui pidatonya lebih menekankan pada masyarakat agar bisa merasakan, serta sadar akan pentingya akal kritis dalam beragama guna menjadikan agama landasan membentuk akhlak manusia. Sirkumtans yang terdapat dalam pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama meliputi; tempat, cara, sebab, peran, sudut pandang/perspektif, rentang/waktu. Dari beberapa kategori sirkumtans yang muncul, sirkumtans berkategori sebab sangat sering muncul dengan kemunculan sebanyak 14 (53%), ini menunjukkan bahwa Cinta Laura lebih menekankan pada tujuan yang ingin diraih bersama dalam hal mewujudkan akhlak manusia yang sehat. Hasil penelitian transivitas dalam pidato Cinta Laura pada malam peluncuran moderasi beragama dapat diketahui bahwa Cinta Laura lebih menekankan kepada masyarakat agar sadar dan mampu berpikir kritis untuk mewujudkan akhlak manusia yang sehat.
Analisis Nilai-Nilai Sosial dalam Novel Ancika Karya Pidi Baiq (Tinjauan Sosiologi Sastra) Abdul Harun; Slamet Triyadi; Imam Muhtarom
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai sosial dalam novel karangan Pidi Baiq dengan judul Ancika. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri banyak jenis-jenisnya, dalam penelitian dengan metode kualitatif yang digunakan yaitu jenis deskriptif analisis. Metode deskriptif analitis adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data kutipan yang telah terkumpul. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik pustaka, simak dan catat. Teknik pustaka merupakan teknik yang menggunakan sumber tertulis untuk memperoleh data, sedangkan simak dan catat menunjukkan bahwa peneliti sebagai instrumen kunci melakukan penyimakkan secara cermat, terarah, dan teliti selama pengumpulan data dengan memanfaatkan pedoman analisis yang telah dirumuskan terhadap sumber data terkait. Hasil penelitian yang disajikan peneliti yakni mencakup tujuh nilai sosial berdasarkan teori Risdi, di antaranya: nilai kepribadian, kebendaan, biologis, kepatuhan hukum, pengetahuan, agama, dan keindahan.
Analisis Nilai Moral dalam Novel Iblis Menggugat Tuhan Karya Shawni Muhammad Rusdi; Muhammad Idris; Nurmi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Moral dalam Novel Iblis Menggugat Tuhan Karya Shawni dan mendeskripkan masalah nilai moral yang terdapat pada novel Iblis Menggugat Tuhan karya Shawni. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode dokumen. Data penelitian yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan novel Iblis Menggugat Tuhan karya Shawni, metode analisis isi (content analysis) untuk mengungkapkan isi pesan dalam novel Iblis Menggugat Tuhan, dan metode interpretasi penulis gunakan dalam memahami melalui isi buku dengan menangkap arti dan nuansa uraian yang disajikan. Hasil penelitian ini yaitu nilai-nilai moral dalam novel Iblis Menggugat Tuhan yaitu kebersihan, kejujuran, kesabaran, kedisiplinan, dan keikhlasan.
Tindak Tutur Ilokusi Iklan Layanan Masyarakat Terkait Covid-19 di Televisi (Kajian Pragmatik) Andre Bella; Munirah; Akram Budiman Yusuf
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi. Masalah dalam penelitian ini bagaimana wujud dan fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi. Jenis penelitian deskriptif kualitatif, yang menekankan pada penggunaan data yang diperoleh dari obyek penelitian ini yaitu tuturan ilokusi yang ada dalam iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di media televisi. Data yang diambil dalam penelitian ini adalah segala jenis kata dan kalimat berupa tindak tutur ilokusi yang ada dalam iklan layanan masyarakat terkait Covid-19 di televisi. Tehnik analisis data yang dilakukan oleh peneliti melalui beberapa tahapan yaitu ; transkipsi data, mengidentifikasi data, klasifikasi data dan tahap deskripsi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan dua temuan pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi yaitu wujud tindak tutur ilokusi dan fungsi tindak tutur ilokusi. Adapun teori yang mendasari pada penelitian ini yaitu teori searle dan dengan menggunakan kajian pragmatik. Wujud tindak tutur ilokusi dalam iklan layanan masyarakat di televisi, peneliti menemukan lima jenis tindak tutur ilokusi yaitu 1) tindak tutur representatif ; memberitahukan, menjelaskan dan menuntut, 2) tindak tutur komisif ; berjanji dan ancaman 3) tindak tutur direktif ; memesan, memerintahkan, memohon, menganjurkan dan menasihatkan, 4) tindak tutur ekspresif ; meminta maaf dan 5) tindak tutur deklaratif ; menamai. Fungsi tindak tutur ilokusi pada iklan layanan masyarakat terkait covid-19 di televisi adalah untuk memberikan inforamsi kepada masyarakat guna untuk menekan penyebaran pandemi virus Covid-19 dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat supaya masyarakat Indonesia bisa sehat dan roda perekonomian dapat kembali lancar. Kata kunci : Tindak tutur, ilokusi, iklan layanan masyarakat dan televisi
Pembelajaran Bahasa Indonesia Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Fenomenologi) Ella Sonia Putri; Fatmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1835

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sejumlah fenomena-fenomena yang terjadi dalam proses pembelajaran terutama pada kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup pada masa pandemi di SMK PGRI Pekanbaru. Fokus masalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran Bahasa Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasikan dan mengelaborasikan tentang pembelajaran Bahasa Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Wena yaitu hakikat pembelajaran, Trianto dan Kunandar tentang pelaksanaan pada kegiatan pendahuluan, Trianto dan Suryosubroto pelaksanaan pada kegiatan inti, Trianto pada kegiatan penutup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, yaitu mendeskripsikan segala bentuk tindakan dan juga fenomena yang dilakukan oleh subjek yang diteliti dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah. Teknik analisis data yang digunakan adalah teori Stevick-Cosizzi-Kenn. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring di SMK PGRI Pekanbaru belum terlaksanakan secara efektif dan belum maksimal. Pembelajaran daring memiliki kendala dalam pelaksanaannya seperti kondisi jaringan yang tidak stabil dan kesulitan peserta didik memahami materi pembelajaran. Pada kegiatan pendahuluan, guru mempersiapkan bahan ajar yang akan diajarkan ke peserta didik, menjelaskan tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran, dan menyiapkan presensi. Pada kegiatan inti, guru menerangkan materi pembelajaran, memberikan contoh-contoh terkait dengan materi yang diajarkan, menjelaskan tujuan dan kompetensi pada peserta didik. Selanjutnya. Pada kegiatan penutup, guru menyimpulkan materi di akhir pembelajaran guru menjelaskan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. Aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di masa pandemi ini yaitu: WhatsApp grup, Edmodo, Google Clasroom, Gmail, Google meet, Zoom. Materi yang sulit dipahami oleh siswa yaitu: Debat, Drama, Penyampaian gagasan diskusi, dan materi yang mudah di pahami siswa adalah surat lamaran.
Ekranisasi Crazy Rich Asians dari Novel ke Film Auliyah Ayu Fitria; Mamik Tri Wedawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1836

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Ekranisasi Crazy Rich Asians dari novel ke film yang berdasarkan struktur naratif Seymour Chatman antara lain meliputi peristiwa, karakter, latar dan narator. Tujuan dalam penelitian ini : 1) Mendeskripsikan penciutan struktur naratif dari novel Crazy Rich Asians : Kaya Tujuh Turunan ke dalam film Crazy Rich Asians, 2) Mendeskripsikan penambahan struktur naratif dari novel Crazy Rich Asians : Kaya Tujuh Turunan ke dalam film Crazy Rich Asians, 3) Mendeskripsikan perubahan bervariasi struktur naratif dari novel Crazy Rich Asians : Kaya Tujuh Turunan ke dalam film Crazy Rich Asians. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan objektif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak catat dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ditemukan proses ekranisasi yaitu, penciutan, penambahan dan perubahan bervariasi yang terjadi pada struktur naratif novel dan film Crazy Rich Asians.
Variasi Fonologi dan Leksikon Dialek Lakiung dan Dialek Konjo pada Bahasa Makassar Sulawesi Selatan Dian Astuti; Kaharuddin; Gusnawaty
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1840

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan variasi fonologi dan leksikal antara dialek Lakiung dan dialek Konjo Bahasa Makassar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument penelitian yang menyediakan 200 kosakata dasar Morish Swadesh yang dikelompokkan sesuai dengan medan maknanya, dengan cara teknik cakap dan Teknik simak. Pengambilan data dengan pemilihan empat orang informan dengan memperhatikan kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Mahsun. Kemudian mengidentifikasi dan menganalisis berdasarkan variasi fonologi dan leksikon. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan fonologi ditemukan adanya fonem vokal dan fonem konsonan. Vocal pada dialek Konjo dan dialek Lakiung adalah sama yaitu terdapat lima fonem vocal, yaitu : /a, /i/, /u/, /e/, dan /o/. Konsonan pada kedua dialek juga sama, keduanya memiliki delapan belas konsonan, yaitu: /k/, /ɡ/, /ŋ/, /p/, /b/, /m/, /ʦ/, /ʤ/, /ɲ/, /t/, /d/, /n/, /j/, /r/,/l/, /w/, /s/, dan /h/. Adapun variasi leksikal ditemukan beberapa perbedaan pada tiap medan makna. Adapun kedelapan medan makna tersebut, variasi fonologi dan variasi leksikal memiliki perbedaan yang signifikan, yaitu lebih banyak perbedaan kosakata secara variasi leksikal dibandingkan dengan variasi fonologi.
Derivasi Bahasa Korea (파생어 pasaengeo) pada Cerita Anak berjudul “벽운마을의 산신제 (Byeogunmaeure Sansinje / Mountain God Festival in Byeokwoon Village)” Ni Gusti Ayu Dhyani Widyadari; Ypsi Soeria Soemantri; Wagiati; Puspa Mirani Kadir
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1843

Abstract

Proses derivasi dapat ditemukan dalam percakapan sehari-hari maupun berbagai jenis media yang salah satunya adalah cerita anak. Dalam bahasa Korea, derivasi merupakan salah satu bagian dari kata kompleks atau 복합어 (bokhabeo). Salah satu unsur pembentuk kata derivasi dalam bahasa Korea adalah afiks. Bahasa Korea memiliki beragam jenis afiks, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis afiks derivatif apa saja yang terdapat dalam cerita anak Korea yang berjudul “벽운마을의 산신제 (Byeogunmaeure Sansinje / Mountain God Festival in Byeokwoon Village)”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi pustaka dan teknik simak catat. Teknik analisis data dilakukan dengan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan yang didapatkan dari penelitian ini berupa 12 macam afiks derivatif yang terdapat pada 25 data berupa kata berafiks yang yang didominasi oleh sufiks sebanyak 11 data dan 1 data prefiks. Jenis prefiks yang ditemukan yaitu hanya prefiks derivatif verba sedangkan untuk sufiks ditemukan semua jenisnya yaitu sufiks derivatif nomina, verba, ajektiva, dan adverbia.
Lakon Komedi Televisi “Lapor Pak!” di Trans7 (Kajian Wacana Kritis Model Teun A. Van Dijk) Hajarulhuda Dewi Anjani; Munirah; Akram Budiman Yusuf
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1846

Abstract

ABSTRAK Lakon komedi “Lapor Pak!” merupakan acara hiburan di salah satu siaran pertelevisian di Indonesia yang mengusung konsep komedi varietas. “Lapor Pak!” tidak hanya ditayangkan di Trans7, melainkan video tersebut diunggah di akun Youtube Trans7 agar dapat dinikmati dan ditonton ulang oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan analisis wacana pada lakon komedi “Lapor Pak!” yang memiliki tujuan untuk mengungkapkan wacana kritik sosial yang terdapat pada lakon tersebut menggunakan model Teun A. Van Dijk. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca markah, teknik simak, dan teknik catat, Data pada penelitian ini, yaitu transkrip potongan video lakon komedi televisi “Lapor Pak!” yang diunggah di Youtube pada tanggal 09 dan 10 Februari 2022 yang telah disegmentasi sesuai dengan kebutuhan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lakon komedi “Lapor Pak!” membahas mengenai kasus-kasus yang terjadi di tengah masyarakat yang disuguhkan dengan unsur komedi masa kini yang membuat program ini digemari oleh masyarakat. Kasus yang diangkat berasal dari peristiwa di dunia nyata baik pada berita di media televisi, surat kabar, maupun media sosial. Lapor Pak membawa rincian cerita secara langsung dengan sistematis, disisipkan segmen interogasi sebagai bentuk bincang-bincang kepada bintang tamu di luar dari kasus yang diangkat menyerupai talk show. Walaupun Lapor Pak membahas konflik yang sedang terjadi, bahasa yang digunakan dapat dimengerti oleh berbagai kalangan. Karena, lakon komedi “Lapor Pak!” menggunakan bahasa yang informal maupun formal tergantung situasinya, tidak luput dari penggunaan bahasa gaul, dan mencampuradukkan bahasa Indonesia dengan bahasa asing serta bahasa daerah pada beberapa percakapan antartokoh. Kata Kunci: Lapor Pak, Lakon Komedi, Analisis Wacana Kritis