cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 248 Documents
PERBANDINGAN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN GANGGUAN MOTORIK PADA PASIEN YANG MEMILIKI FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS, HIPERTENSI, DIABETES MELITUS & HIPERTENSI DI RSUD DR.H ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 nia permata sari; Dharmawita Dharmawita; Ni Putu sudiadnyani; Fitriyani Fitriyani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.220

Abstract

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI Skripsi, April 2020 NIA PERMATASARI PERBANDINGAN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN GANGGUAN MOTORIK PADA PASIEN YANG MEMILIKI FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS , HIPERTENSI, DIABETES MELITUS & HIPERTENSI DI RSUD DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2018 xv + 60 Halaman + 14 Tabel + 4 Gambar + Lampiran ABSTRAK Latar Belakang: Stroke di Indonesia juga mengalami peningkatan prevalensi. Di Indonesia penyakit ini menduduki posisi ketiga setelah jantung dan kanker. Pada tahun 2007, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan data 8,3 per 1000 penduduk menderita stroke Stroke juga menjadi penyebab kematian utama di hampir semua rumah sakit di Indonesia, yakni sebesar 14,5%. Tujuan Penelitian: Mengetahui bagaimana Perbandingan Gangguan Motorik Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Pasien Dengan Faktor Resiko Diabetes Melitus, Hipertensi, Diabetes Melitus & Hipertensi Di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018. Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini adalah Analitik Deskriftif dengan pendekatan secara Cross sectional. Subjek penelitian ini seluruh pasien Gangguan Motorik Pada Stroke Non Hemoragik Dengan Faktor Resiko Diabetes Melitus, Hipertensi, Diabetes Melitus dan Hipertensi di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Hasil Penelitian: Sampel penelitian ini 30 pasien. Stroke non hemoragik pada pasien hipertensi sebanyak (92,6%), stroke non hemoragik pada pasien diabetes melitus sebanyak (81,5%), Stroke non hemoragik pada pasien hipertensi dan diabetes melitus sebanyak (74,1%). Dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov Z nilai signifikannya adalah 0,280 (p=0,280>α=0,05) maka Ho diterima. Kesimpulan: Tidak ada perbandingan hipertensi pada stroke non hemoragik dengan gangguan motorik ringan dan sedang di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2018. Kata Kunci: Gangguan Motorik, Stroke Non Hemoragik, Hipertensi, Diabetes Melitus Pustaka: 19 (2007-2018)
INTERVENSI BIMBINGAN BELAJAR PADA TRYOUT INTERNA TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI MAHASISWA PRODI D – III KEBIDANAN JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES MATARAM Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti; Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.222

Abstract

Uji kompetensi merupakan metode untuk mengevaluasi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor tenaga profesi kesehatan. Tingkat kelulusan uji kompetensi suatu institusi pendidikan merupakan salah satu parameter untuk menilai tingkat efisen dan efektifitas proses belajar mengajar di institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar pada tryout interna terhadap hasil uji kompetensi mahasiswa. Desain penelitian adalah quasi eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Sampel penelitian mahasiswa Prodi D–III Kebidanan pada semester VI berjumlah 53 orang. Analisis perbedaan menggunakan Mann Whitney. Penelitian dilaksanakan pada Oktober – November 2019. Hasil penelitian menunjukkan hasil (1). Analisis mann-whitney U menunjukkan p = 0,036 < α 0,05 menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara metode pembelajaran dengan bimbingan buzz grup dengan tingkat kelulusan uji kompotensi (2). Hasil uji mann whitney diperoleh nilai U = 0,000 < α 0,05 bahwa terdapat hubungan antara belajar mandiri dengan hasil uji kompotensi. (3) IPK dengan uji kompetensi nilai mann whitney p=0,000 < α 0,005 ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara IPK dengan uji kompotensi. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara pemberian bimbingan belajar buss grup, bimbingan belajar mandiri dan IPK terhadap hasil Uji Kompetensi mahasiswa.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DPT-HB-HIB DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LUBUK BUAYA KOTA PADANG Lisa Rahmawati; Mahdalena Prihatin Ningsih
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.223

Abstract

Based on the health profile of Indonesia in 2016, the number of cases of diphtheria in 2016 CFR (Case Fatality Rate) diphtheria, namely by 5.8%. Of all cases of diphtheria, amounting to 51% of them do not get vaccinated. Known from the annual report of Padang City Health Department 2017 Immunization coverage DPT-HB-Hib lows are in Lubuk Buaya Public Health Center (70.26%) of the 95% targets. The aim of research to determine the relationship level of knowledge and attitude about AEFI with Mother Compliance in giving immunization of DPT-HB-Hib in Lubuk Buaya Public Health Center. This research method is analytical survey with cross sectional study, data collection was done on January 22-March 12, 2019 in Lubuk Buaya Public Health Center. The population was mothers with babies aged 3-9 months, using a sampling technique purposive sampling with a sample of 66 respondents. Collecting data using questionnaires. Data were analyzed using a computerized with chi-square test. Results of univariate analysis obtained 60.6% of mothers do not obey the immunization of DPT-HB-Hib, 51.5% of mothers good knowledge, 56.1% of women have a negative attitude and 87.9% of infants with AEFI DPT-HB-Hib fever. The results of the bivariate analysis contained levels of knowledge about AEFI relationship with Compliance mother in immunization of DPT-HB-Hib (p = 0.002) and there is a relationship with Compliance AEFI Attitudes about Women in Giving Immunization DPT-HB-Hib (p = 0.039). It was concluded that there is a relationship between the level of knowledge and attitudes about AEFI maternal immunization compliance in providing the DPT-HB-Hib. For that is expected to increase outreach health workers about the DPT-HB-Hib and AEFI in order to minimize the perception and poor view of the DPT-HB-Hib and AEFI. Keywords : Immunization DPT-HB-Hib, Level of Knowledge, Attitude, AEFI
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA (L.) BEAUV.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI Makhabbah Jamilatun; Aminah Aminah; Shufiyani Shufiyani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.224

Abstract

Perhatian terhadap mikroba endofit telah meningkat karena mempunyai beberapa fungsi, antara lain dapat menghasilkan berbagai senyawa fungsional metabolit sekunder. Berdasarkan penelitian sebelumnya, dua kapang endofit berhasil diisolasi dari tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.). yaitu Fusarium sp. dan Mucor sp. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kapang endofit dari tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian diawali dengan meremajakan dan fermentasi kapang endofit, kemudian pengujian aktivitas antibakteri dari fermentasi kapang endofit yang dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kapang endofit mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji. Kapang endofit Fusarium sp mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji S.aureus dan E.coli dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 16.2 mm dan 16.8 mm. Sedangkan kapang endofit Mucor sp mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji S.aureus dan E. coli dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 16.2 mm dan 15.2 mm pada isolat Mucor sp yang berasal dari tangkai, dan 21.3 mm dan 16.3 mm pada isolat Mucor sp yang berasal dari akar. Berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk maka aktivitas antibakteri kapang endofit tanaman alang-alang termasuk dalam kategori kuat, sehingga metabolit sekunder kapang endofit dari tanaman alang-alang berpotensi untuk dikembangkan serta dapat dijadikan sumber acuan dalam pencarian jenis antibiotik baru.
Determinan Hasil IVA Positif di Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Meninting Lombok Barat Mutiara Rachmawati Suseno; Rossary Dirgahayu Setia Imani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 1 (2020): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i1.226

Abstract

Skrining IVA sangat sesuai dengan kondisi negara berkembang seperti Indonesia, karena tekniknya mudah, sederhana, biaya rendah/ murah, tingkat sensitifitasnya tinggi, cepat dan akurat untuk menentukan kelainan pada tahap pra-kanker. Skrining IVA mulai diperkenalkan di Indonesia oleh Kementerian Kesehatan pada tahun 2007, dengan didahului pengembangan pada 6 lokasi pilot project, kemudian dikembangkan ke daerah lain di seluruh Indonesia. Di NTB tahun 2015 sendiri berdasarkan profil kesehatan Provinsi NTB prevalensi kanker leher rahim sejumlah 8.020 jiwa dan ditemukan IVA positif 146 kasus, pada tahun 2016 prevalensi kanker leher rahim sejumlah 14.431 jiwa dan ditemukan IVA positif 290 kasus. Berdasarkan data tahun 2014 yang didapat dari RSUP NTB , penderita kanker serviks sebesar 12,8%, meninggal 2%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apakah yang berhubungan dengan hasil IVA positif. Jenis penelitian analitik cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang datang melakukan pemeriksaan IVA di UPT BLUD Puskesmas Meninting dari Januari s/d Desember 2017 sebanyak 885 orang. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik pemilihan secara total sampling yaitu dimana semua populasi yang berjumlah 885 pengunjung dijadikan sampel penelitian. Analisa dilakukan dengan uji statistik Chi-Square. Berdasarkan analisis Chi-Square menunjukkan p value <0,05 (p value 0,000) sehingga ada hubungan yang signifikan antara IMS dengan hasil IVA positif . Terdapat hubungan antara faktor IMS, Pekerjaan sampel, dan Alat kontrasepsi pada sampel dengan hasil IVA Positif di UPT BLUD Puskesmas Meninting Tahun 2018.
MINAT KELUARGA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA KOTA KEDIRI NINING - ISTIGHOSAH
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.227

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar memahami dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Menurut pusat promosi kesehatan,tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah tercapainya rumah tangga yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat keluarga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif. Populasinya adalah semua keluarga di RT.28/RW.06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kota Kota Kediri yang berjumlah 50 KK dan menggunakan teknik Total Sampling yakni semua keluarga yang ada di RT.28/RW.06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kota Kota Kediri yang juga berjumlah 50 Responden. Pada penelitian ini hanya terdapat 1 variabel yaitu minat keluarga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data yang terkumpul diolah (editing, coding, scoring dan tabulating) dan diinterpretasikan dengan skala kualitatif berdasarkan penilaian minat. Minat keluarga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga 52% berminat tinggi dan 48% berminat sedang. Dengan demikian diperlukan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) secara tepat oleh tenaga kesehatan mengeai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga sehingga semua anggota keluarga tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di tingkat masyarakat.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD MANGUSADA Putu Widiastuti; IGAA Sherlyna Prihandhani; Ni Putu Rini Pradnyasari
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.230

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dilihat berdasarkan lima dimensi mutu, yaitu cepat tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), terjamin (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Berdasarkan hasil wawancara dan analisis dokumen di RSUD Mangusada terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap dari 64.804 pada tahun 2015 menjadi 7.307 jiwa pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji univariat dan bivariat. Uji yang digunakan pada penelitian ini Chi-square (p value <α, α=0, 05). Hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa p value 0, 000 < α=0, 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan yang terdiri dari lima dimensi mutu mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar kedepannya pihak pelayanan kesehatan mempertahankan mutu pelayanan asuhan keperawatan berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan sehingga tujuan dari institusi dalam hal kepuasan pasien mampu tercapai.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK DENGAN MOBILE APLICATION DAN PHANTOM PADA ORANG TUA DI TK TAMAN SUKARIA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA endang suartini; Kusniawati Kusniawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.231

Abstract

Tersedak merupakan kondisi gawat darurat yang harus cepat ditangani. Karena, bila dibiarkan terlalu lama tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) dan mengakibatkan kematian. Di Amerika Serikat pada tahun 2010 didapatkan data 710 kasus tersedak terjadi pada anak usia dibawah 4 tahun. Dengan persentase kejadian 11,6% terjadi pada anak usia dibawah 1 tahun, 36,2% terjadi pada anak usia 1 hingga 2 tahun dan 29,4% terjadi pada anak usia 2 hingga 4 tahun (American Academy of Pediatric; AAP, 2010). Salah satu untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan tersedak yaitu memberikan pendidikan kesehatan. Hal ini berkaitan dengan peran perawat sebagai educator atau pendidik atau memberikan penyuluhan. Tujuan mengetahui perbedaan rerata kemampuan keluarga menggunakan phantom sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penanganan tersedak pada orang tua di TK Taman Sukaria. Metode Penelitian menggunakan Pre Eksperimental dengan one group pretest posttest design. Hasil Penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pertolongan pertama tersedak yakni nilai P Value 0,323 (> α 0,05), sedangkan terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan orang tua sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pertolongan pertama tersedak yakni nilai P Value 0,000 (< α0,05). Saran Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pertolongan pertama tersedak dengan Google Form dan Phantom pada Orang tua di TK Taman Sukaria terhadap keterampilan keluarga sehingga diharapkan penelitian ini dapat dijadikan modul kompetensi untuk orang tua melakukan penanganan pertama tersedak.
PENGARUH PENYULUHAN PROGRAM ISI PIRINGKU TERHADAP PENINGKATAN SIKAP DAN PERILAKU IBU DALAM MANANGANI BALITA GIZI BURUK Nora Rahmanindar; Riska Arsita Harnawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.235

Abstract

Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai faktor yang meliputi indikator umur harapan hidup, angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan memperbaiki status gizi masyarakat terlebih pada balita. Balita termasuk kelompok paling rentan terhadap masalah gizi jika ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi, sedangkan pada masa ini mereka mengalami siklus pertumbuhan dan perkembangan yang relatif pesat. Istilah ''Isi Piringku'' dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Program Isi Piringku Terhadap Peningkatan Sikap Dan Perilaku Dalam Menangani Balita Gizi Buruk DI Puskesmas Margadana. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasy eksperimen dengan rancangan one grup pretest-post test, dan menggunakan teknik acidental sampling, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2020, sampel yang digunakan dalam penelitian ini 35 ibu yang mempunyai balita. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner untuk pengukuran sikap dan perilaku ibu dalam menangani gizi buruk. Hasil penelitian ini Analisis dengan uji Wilcoxon diperoleh P Value 0,002 < α 0,05 maka HO ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan program isi piringku terhadap peningkatan sikap ibu dalam menangani balita gizi buruk pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan program isi piringku. Analisis dengan uji Wilcoxon diperoleh P Value 0,000 < α 0,05 maka HO ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan program isi piringku terhadap peningkatan perilaku ibu dalam menangani balita gizi buruk pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan program isi piringku. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh penyuluhan program isi piringku terhadap peningkatan sikap dan perilaku ibu dalam menangani balita gizi buruk pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan program isi piringku. melakukan evaluasi terhadap program yang dilakukan dan lebih memperhatikan metode pendidikan dan media yang digunakan agar informasi yang akan disampaikan dapat diterima dengan mudah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, bahkan mengubah perilaku masyarakat.
DAMPAK PERILAKU CYBER-SEX DIKALANGAN GENERASI MILLENIAL PADA REMAJA DI MAN KOTA TEGAL evi zulfiana; Riska Arsita Harnawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v7i2.237

Abstract

Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2012 menemukan bahwa 80% responden yang disurvei merupakan penggunaan Internet. Kehadiran teknologi Internet telah membuka munculnya bentuk-bentuk perilaku seksual baru seperti Cyber-Sex. Cyber-Sex adalah dua atau lebih individu yang terlibat dalam percakapan secara simultan, real-time, berinteraksi sexual atau erotis dengan menggunakan media online (misalnya chatroom, instant messaging, dan bentuk-bentuk baru dari aplikasi berbasis ponsel). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perilaku Perilaku Cyber-sex dikalangan Generasi Millennial pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wilayah Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologis, Pengambilan data dijalankan dengan teknik indepth interview sesuai pedoman. Hasil info yang didapat lalu direkam dan dibuat catatan lahan untuk mencegah terjadinya subyektifitas. Hasil wawancara dengan responden didapatkan informasi tentang Dampak perilaku pengaruh tentang cyber sex adalah semua responden mengenal situs porno pada usia remaja putri 14 tahun remaja laki- laki 17 Tahun. Situs yang dilihat mayoritas melihat foto atau gambar gambar wanita cantik, seksi, telanjang dan ada yang sampai melihat ke yang lebih jauh yaitu hubungan seksual. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa remaja kecenderungan mengakses situs porno pada pada usia 15-17 tahun, remaja mengunjungi situs porno mengenai gambar-gambar waita cantik, seksi dan film BF, komunikasi dengan pacar melalui chating dan vidio call dengan membahasan sex, pelampiasan setelah menonton situs porno dengan pacar ciuman, berpelukan dan sampai nekcing, responden sering onani setelah menonton/ melihat situs porno, perasaan penasaran dan rasa ingin tahu yang menyebabkan responden ingin membuka situs porno, dalam seminggu responden mengakses 3-4 kali dan lamanya 1-2 jam perhari, setelah menonton situs porno responden merasa puas dan terhibur.