cover
Contact Name
Dody Candra Harwanto
Contact Email
dcharwanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dcharwanto@gmail.com
Editorial Address
Jalan Diponegoro 233 Ungaran, Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja
ISSN : 25797565     EISSN : 26851253     DOI : 10.37368
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Abdiel merupakan kumpulan artikel ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja. Jurnal ini sangat terbuka untuk menjadi wadah bagi para dosen, peneliti, dan mahasiswa dalam melatih dan mengembangkan budaya akademik sesuai dengan bidang Teologi, Pendidikan Agama Kristen, dan Musik Gereja.
Arjuna Subject : -
Articles 158 Documents
Merengkuh Legasi Dimensi Kepemimpinan Yesus bagi Peradaban Digital Nimrod Faberland Pasaribu; Exson Pane; Bartolomeus Diaz Nainggolan
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.367

Abstract

Eksistensi Yesus merefleksikan kontribusi yang kaya namun di sertai juga dengan konflik-konflik. KepemimpinanNya adalah tema utama beberapa tahun terakhir ini sebagai respons terhadap transformasi dari periode konvensional ke digital yang mempengaruhi, khususnya, dimensi publik secara keseluruhan. Namun, kepemimpinan menerima atensi karena peran dan fungsinya perlu beradaptasi dengan peradaban saat ini, era digital. Itulah sebabnya, artikel ini mencoba mengeksplorasi nilai-nilai kepemimpinan Yesus yang dapat menjadi alternatif untuk kontribusi yang konstruktif di era digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitan ini mengkonstruksikan teori dan kebaharuan berdasarkan literatur-literatur seperti; buku-buku, artikel-artikel, dan sumber akademik lainnya yang saling berhubungan. Pada akhirnya, era digital telah menggeser dan mentransformasi berbagai dimensi sosial, termasuk dalam konteks berorganisasi dengan sistem hirarki dan kepemimpinannya. Model kepemimpinan di lingkungan gereja harus terus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi. Pola kepemimpinan Yesus dengan spiritualitas yang tinggi dan model kepemimpinan hamba menjadi alternatif yang kontributif bagi peradaban digital. Spiritualitas dan pelayanan hamba Yesus adalah objek diskusi yang menawarkan probabilitas bagi era digital. Tentu saja, kepemimpinan Yesus masih relevan dan signifikan untuk saat ini.
Pandemic!: COVID-19 Shakes the World oleh Slavoj Žižek Andrian, Kornelius Roma
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.381

Abstract

Etika Kebajikan Kristen di Ruang Publik Hendra Winarjo
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.426

Abstract

Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan etika kebajikan Kristen yang perlu dilakukan oleh gereja di ruang publik. Tesis saya adalah bahwa ketika umat Kristen terlibat di dalam ruang publik, mereka perlu memiliki laku kebajikan seperti keterbukaan, kejujuran, dan keberanian, sebab etika-etika kebajikan ini saling berkelindan untuk memampukan kekristenan untuk menjadi kontra-budaya di satu sisi, dan menghadirkan keadilan di sisi lain. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode kerja penelitian kepustakaan yang mengkaji beberapa sumber literatur yang membahas tentang persoalan etis umat Kristen di ruang publik, etika-etika kebajikan, khususnya keterbukaan, kejujuran, dan keberanian, serta teks-teks Kitab Suci yang mendasarinya. Hasilnya, artikel ini menawarkan keterbukaan, kejujuran, dan keberanian sebagai etika kebajikan Kristen untuk menolak perilaku umat Kristen yang fundamentalistik maupun kompromistik di ruang publik. Keterbukaan, kontras dengan ketertutupan, untuk mendengar dan memperhitungkan yang lain sebagai sesama sekalipun berbeda. Kejujuran, kontras dengan kompromi maupun manipulasi, untuk menyatakan kebenaran tanpa ditutup-tutupi. Keberanian, kontras dengan ketakutan, untuk rela melakukan apa yang seharusnya di tengah masyarakat, meskipun ditentang dan diancam oleh publik. Abstract: This article aims to discuss the Christian ethical virtues that the church needs to do in the public sphere. My thesis is that when Christians engage in the public sphere, they need to practice virtues such as openness, honesty, and courage, since these virtue ethics are interwoven to allow Christianity to be counter-cultural on the other hand, and provide justice on the other. This article is written using the library research method that examines several literature sources that discuss Christian ethical issues in the public sphere, virtues ethics, especially openness, honesty, and courage, and underlying biblical texts. As the resul, this article offers openness, honesty, and courage as Christian ethical virtues to reject fundamentalistic and compromising Christian behavior in the public sphere. Openness, in contrast to closedness, to listen and consider others as neighbors even though they are different. Honesty, in contrast to compromising, to reveal the truth without being covered up. Courage, in contrast to fear, to be willing to do what should be in society, even though it is opposed and threathned by the public.
Paradigma Teknokratis: Mengendalikan atau Dikendalikan Teknologi Natanael Febryan Longkutoy
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.431

Abstract

Manusia modern saat ini masuk pada fase krisis penggunaan teknologi yang ramah untuk bumi. Alih-alih menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, manusia dibutakan oleh kenyamanan penggunaan teknologi tanpa memperhatikan dampaknya pada sekitar. Artikel ini menawarkan sebuah pendekatan yang dapat membebaskan manusia dari pengaruh teknologi yang merusak alam. Paus Fransiskus dalam Laudato Si’ menjelaskan bahwa manusia telah masuk pada paradigma teknokratis. Paradigma teknokratis memperlihatkan keadaan teknologi yang buruk telah memasuki kehidupan manusia hingga mengendalikan gaya hidup manusia menuju kehancuran lingkungan hidup. Manusia tidak sadar akan batas-batas penggunaan teknologi, alhasil dengan segala kenyamanan teknologi secara tidak sadar manusia telah dikendalikan oleh kekuatan dari teknologi. Artikel ini menggunakan pemikiran Don Ihde untuk memperlihatkan hubungan antara manusia dengan teknologi dan ensiklik Laudato Si’ terkait gaya hidup manusia yang dikendalikan teknologi dan pemikiran paus terkait solusi untuk melepaskan diri manusia dari kendali teknologi yang buruk. Penelitian ini memperlihatkan bahwa manusia yang lepas dari paradigma teknokratis dan mengalami melek ekologi membawa pemulihan lingkungan hidup dan memberikan kehidupan yang berkelanjutan.
Dasar Esensial dan Orientasi Pengalaman Mistik Pentakostal-Karismatik Minggus Minarto Pranoto
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.437

Abstract

Gereja-gereja Pentakostal-Karismatik seringkali sulit untuk membedakan apakah pengalaman mistik mereka otentik atau palsu. Mereka butuh untuk membangun teologi mistik dan memiliki kemampuan untuk membedakan dan memverifikasi pengalaman mistik tersebut. Artikel ini menghubungkan pengalaman mistik yang dipercaya oleh gereja-gereja di atas dengan teologi mistik Gregorius dari Nyssa. Tiga cara pengalaman mistik yaitu jalan penyucian (purification/purgation atau via purgativa); jalan pencerahan (illumination atau via illuminativa); dan jalan kesatuan mistik orang percaya dengan Allah (mystical union atau via unitiva) dalam pemikiran Gregorius dari Nyssa akan disejajarkan dan dijadikan dasar esensial bagi pengalaman mistik dalam konteks gereja-gereja Pentakostal-Karismatik. Memperhatikan tiga jalan pengalaman mistik yang diteologikan oleh Gregorius dari Nyssa, teologi Pentakostal-Karismatik mungkin dapat memiliki standar teologi yang kuat untuk membedakan pengalaman mistik dengan benar. Penulis juga menambahkan bahwa hasil dari pengalaman mistik berorientasi mewartakan Injil, melakukan perbuatan baik dan kasih. Manifestasi tertinggi dari hasil pengalaman mistik terjadi dalam hidup martir untuk melakukan kehendak Tuhan dalam berbagai bidang kehidupan dan mendatangkan transformasi kehidupan.
Job's Body and the Dramatised Comedy of Moralising Sihombing, Salomo
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v6i2.454

Abstract

Signifikansi dari Pengajaran Repetitif oleh Yesus dalam Perjalanan ke Emaus: Analisis Naratif Lukas 24:13-35 Edwin Petrus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v7i1.332

Abstract

Narasi perjalanan dari dua orang murid Yesus ke Emaus merupakan salah satu dari tiga narasi kebangkitan Yesus versi Injil Lukas. Narasi yang unik bagi Injil Lukas ini menyimpan pesan pemuridan Yesus yang signifikan. Melalui pengajaran Kitab Suci yang direpetisi, Yesus memberikan pemahaman yang benar tentang nubuatan-nubuatan dari Kitab Suci yang merujuk kepada Mesias. Kleopas dan rekannya yang lamban hati itu mengalami transformasi setelah menjalani proses pembelajaran dengan Yesus di sepanjang perjalanan dari Yerusalem ke Emaus. Di dalam artikel ini, penulis mengeksegesis narasi perjalanan ke Emaus (Luk. 24:13-35) dengan menggunakan metode kritik narasi, untuk mendapatkan makna sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Lukas tentang signifikansi dari pengajaran yang direpetisi oleh Yesus. Hasil dari kritik narasi menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya ingin menampakkan diri kepada para murid pasca kebangkitan, tetapi Yesus ingin memberikan pengajaran yang intensif tentang identitas kemesiasan-Nya yang menggenapi nubuatan tentang Dia di dalam Kitab Suci.
Layanan Konseling Online dan Sikap Etis Kristen Romelus Blegur; Nico Pabayo Gading; Dinar Br. Karo; Nastiti Puspita Rini
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v7i1.455

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang layanan konseling online dalam kaitannya dengan pelayanan gereja. Tampak bahwa, sistem pelayanan konseling online kini berpengaruh luas dan gereja pun terkena pengaruhnya. Meskipun demikian kenyataan tersebut perlu disikapi dengan baik, agar para konselor Kristen tidak terjebak dan terkendali dalam arena media online yang bebas nilai, tanpa kontrol sosial, moral, dan etis. Penelitian ini menggunaka metode Content Analysis dengan menyelidiki teks-teks yang dirujuk melalui artikel jurnal online. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa layanan konseling online pada satu sisi berdampak baik, tetapi juga berdampak buruk di sisi lainnya. Berkenaan dengan itu, maka para konselor Kristen perlu menyikapinya secara proporsional menurut nilai-nilai etika Kristen, agar penggunaan media online dalam melakukan pelayanan konseling tetap dalam batas yang wajar dan terukur sesuai dengan kebenaran Kristen.
Studi Cross-Textual Reading Terhadap Kisah Padi Pulut dan Kisah Elia dan Janda di Sarfat Jefri Andri Saputra; Mordekai Mordekai
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v7i1.516

Abstract

This study aims to provide an alternative regarding the attitude that the church should have in dealing with crises. The crisis referred to here refers to an economic recession. Following up on this effort, the author examines the story "The Origin of Sticky Rice" with the Story of Elijah and the Widow in Sarfat according to the text of 1 King 16:29-17:24, using a cross-textual reading approach. Based on the analysis, the writer finds that a crisis is not a reason not to share. Instead, God perpetuates its maintenance through human faith and obedience to Him and by way of acceptance, hospitality, and sharing with others.
Teologi Kristen Menghadapi Tantangan Zaman (Spiritualitas, Usaha Berteologi, dan Praksis dalam Konteks Sinode GIA) Minggus Minarto Pranoto; Rabono Rabono; Hudiman Waruwu
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 7 No 1 (2023): Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v7i1.530

Abstract

Tulisan ini merupakan sebuah contoh bagaimana sebuah gereja atau sinode menanggapi terhadap tantangan-tantangan zaman. Konteks yang diambil adalah konteks Sinode Gereja Isa Almasih(GIA), yang adalah gereja berdenominasi Pentakostal. Bagaimana GIA melalui spiritualitas, usaha berteologi, dan praksisnya menjawab tantangan-tantangan baik secara internal maupun secara eksternal, yaitu seperti membangun identitas GIA yang kuat dan pelayanan dalam konteks pandemi, pluralitas budaya kepercayaan, dan agama serta konteks masyarakat digital. Tujuan tulisan untuk mengajukan suatu usulan berisi pandangan teologi GIA yang didasari pada spiritualitas, teologi, dan praksisnya yang relevan dan fungsional yang mungkin dapat digunakan untuk menjawab tantangan baik secara internal maupun eksternal. Metode berteologinya didasari pada sebuah perspektif teologi yang melihat dan mengenal Allah, realitas dunia, hidup dan peristiwa manusia dari perspektif Roh Kudus (tanpa terpisah dari Bapa dan Putera atau disebut pneumatologi Trinitaris); dan juga melalui memperhatikan beberapa sumber berteologi GIA. Pernyataan tesisnya adalah GIA menyatakan tahun rahmat Tuhan melalui merefleksikan dan menyatakan spiritualitas, usaha berteologi, dan praksisnya untuk menjawab tantangan-tantangan zaman.

Page 10 of 16 | Total Record : 158