cover
Contact Name
Didi Supriadi
Contact Email
didi.supriadi@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
didi.supriadi@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Manajemen Pendidikan
ISSN : 2622772X     EISSN : 26223694     DOI : -
Core Subject : Education,
Media Manajemen Pendidikan merupakan wadah publikasi ilmiah dalam bidang kependidikan dan manajemen pendidikan yang berasal dari hasil penelitian ataupun kajian teori. Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu volume (tiap tahun) yaitu Februari, Juni, dan Oktober oleh Program Studi Manajemen Pendidikan, Direktorat Pascasarjana Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Media Manajemen Pendidikan menerbitkan naskah-naskah ilmiah dalam cakupan bidang Kependidikan dan Manajemen Pendidikan yang memuat penelitian inovatif, pengembangan, dan best practice dalam manajemen pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Manajemen Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan Yenti Setiyowati
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 3 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i3.4590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui manajemen kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di SMK TI Kartika Cendekia Purworejo dengan menerapkan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, (2) mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi dalam manajemen kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian yang dilakukan menggunkan pendekatan deskriptif kualitatif.Teknik pengumpulan data dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini adalah 1) Manajemen Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran terlaksana melalui: (a) Perencanaan kepala sekolah dilakukan secara bottom up dan kebijakan dilakukan top down dengan melakukan analisis SWOT, (b) Pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas melalui surat keputusan dan tertuang dalam struktur organisasi. (c) Pelaksanaan dilakukan  melalui peningkatan kompetensi guru dan peningkatan minat dan bakat peserta didik.. (d) Pengawasan dilakukan melalui program supervisi sekolah yang dilakukan dilakukan secara rutin. 2) Faktor pendukung dalam meningkatkan mutu pembelajaran adalah tingginya animo calon peserta didik yang ingin masuk ke SMK TI Kartika Cendekia Purworejo sumber daya manusia yang sebagian besar merupakan lulusan S1, adanya dukungan komite maupun orang tua serta kerja sama DU/DI untuk tempat magang maupun PKL, Faktor penghambat adalah belum semua guru memahami kurikulum 2013.
Implementasi Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam Terpadu Tati Hartati; Supriyoko Supriyoko
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.4652

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kurikulum pendidikan Islam terpadu  sertafaktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukkan implementasi manajemen kurikulum pendidikan Islam terpadu di SDIT Ulul Albab 2 Purworejo: Perencanaan kurikulum disusun oleh waka kurikulum dan kepala sekolah dengan tetap mengacu pada visi dan misi sekolah. Pelaksanaan kurikulum dijabarkan dengan program sekolah yang rinci disertai kalender pendidikan yang disesuaikan dengan kalender Dinas Pendidikan serta kebijakan yayasan. Faktor yang menghambat: kurangnya motivasi guru untuk meningkatkan kompetensinya, menurunnya tanggung-jawab guru dalam melaksanakan tanggung-jawabnya, keberagaman karakteristik siswa, perbedaan visi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa serta meningkatkanya kebutuhan terhadap jumlah dan kualitas SDM. Solusi yang diambil meliputi: pembinaan guru dan karyawan secara rutin maupun insidental serta pembinaan ruhiyah, mengikutsertakan guru dalam kegiatan workshop, pelatihan maupun studi banding, mengadakan kegiatan KKG, menyelenggarakan program parenting setiap 6 bulan sekali, menyelenggarakan kegiatan paguyuban wali di setiap wali serta menjaring dan menyeleksi guru dan karyawan baru. 
Manajemen Kesiswaan dalam Upaya Meningkatkan Prestasi dan Membentuk Karakter Siswa Najib Subchan Alhuda
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.4655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan manajemen kesiswaan SDIT Salsabila 5 Purworejo, implementasi program kesiswaan dalam upaya meningkatkan prestasi siswa, dan implementasi program kesiswaan dalam upaya membentuk karakter siswa di SDIT Salsabila 5 Purworejo. Jenis penelitian ini adalah deskripit kualitatif. Metode pengumpulan data  menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Keabsahan data dilakukan dengan menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model alir menurut Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Manajemen kesiswaan di SDIT Salsabila 5 Purworejo dilakukan dengan merencanakan, mengorganisasi, mengaktualisasi dan pengawasan terhadap program kesiswaan bidang pembinaan siswa. 2) Implementasi program kesiswaan dalam upaya meningkatkan prestasi siswa di SDIT Salsabila 5 Purworejo dilakukan melalui pembinaan prestasi akademik oleh bidang kurikulum, pembinaan prestasi non akademik melalui kegiatan ekstrakurikuler dan bina prestasi. 3) Implementasi program kesiswaan dalam upaya membentuk karakter siswa di SDIT Salsabila 5 Purworejo dilakukan melalui pertama pembinaan kedisiplinan siswa, kedua pembinaan karakter dengan pengintegrasian nilai karakter dalam perangkat pembelajaran,  pengintegrasian nilai karakter pada mata pelajaran muatan lokal, pengembangan diri atau pembiasaan, kegiatan keteladanan, serta kegiatan nasionalisme dan patriotisme.
Implementasi Budaya Disiplin Sekolah dalam Manajemen Kesiswaan di Sekolah Menengah Kejuruan Farida Nur Aini
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 3 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i3.4660

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan implementasi budaya disiplin sekolah, faktor pendukung dan penghambat serta hasilnya dalam manajemen kesiswaan SMK Ma’arif NU 1 Bener Purworejo.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah komite sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru dan siswa. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan, dari Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian implementasi budaya disiplin dilakukan dengan empat fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Fungsi perencanaan dilakukan dengan penetapan peraturan dan tata tertib, menetapkan tujuan dan sosialisasi. Fungsi pengorganisasian dilakukan membentuk Tim Penegak Kedisiplinan di tingkat guru dan Unit Reaksi Cepat (URC) ditingkat siswa. Fungsi pelaksanaan dilakukan dengan kegiatan LDK, pembiasaan serta menerapkan tata tertib, hukuman, penghargaan dan konsistensi. Fungsi pengawasan mengevaluasi program yang dijalankan, merubah atau menambah tata tertib. Faktor pendukung disiplin sekolah yaitu kesadaran semua warga sekolah. Faktor penghambatnya sebagian input siswa yang rendah, kurangnya dukungan keluarga, pengaruh budaya. Hasil implementasi budaya disiplin yaitu siswa bersikap disiplin, bersikap ta’dzim, berpakaian tertib, cinta dan bangga pada almamaternya dan tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat. 
Manajemen Pembinaan Profesionalisme Guru Taman Kanak-Kanak/Pendidikan Anak Usia Dini Berbasis Budaya Jawa Siti Aminah
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.4662

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mendekripsikan Manajemen Pembinaan Profesionalisme Guru TK/PAUD Berbasis Budaya Jawa di Gugus PAUD VI Kecamatan Pakem tahun 2018/2019. 2) Mengkaji Faktor-faktor pendukung dan penghambat. 3) Mengetahui hasil yang dicapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskritif kualitatif dan dilakukan di Gugus PAUD VI Kecamatan Pakem Sleman, Yogyakarta. Data dikumpulkan dari narasumber yang terdiri dari ketua gugus, kepala sekolah, pengawas, guru, komite sekolah, dokumen-dokumen, serta peristiwa-peristiwa yang berkaitan  dengan proses Manajemen Pembinaan Profesionalisme Guru TK/PAUD Berbasis Budaya Jawa di Gugus PAUD VI Kecamatan Pakem. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini analisis data kualitatif dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini secara umum menyimpulkan bahwa manajemen pembinaan profesionalisme guru TK/PAUD berbasis budaya Jawa pada tingkat Gugus VI berjalan dengan melibatkan semua anggota gugus. Keberhasilan program pembinaan profesionalisme guru selanjutnya ditentukan oleh manajemen pembinaan di tingkat masing-masing TK/PAUD.
Manajemen Pembelajaran Berbasis Sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen Gunungkidul Purbadi Purbadi
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.4663

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Manajemen pembelajaran berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen Gunungkidul, meliputiperencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengwasan/ kontroling, dan evaluasi; (2) faktor-faktor yang mendukung dan menghambat serta solusinya; (3) hasil dalam manajemen pembelajaran berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Manajemen pembelajaran berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen Gunungkidul sudah cukup optimal,baik dalam perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan/kontroling, dan evaluasi; (2) faktor-faktor yang mendukung Manajemen pembelajaran berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen Gunungkidul meliputi dukungan dari kepala sekolah,guru,karyawan staf TU,komite sekolah,wali murid,siswa,dunia usaha dan dunia industri, rekomendasi dinas Dinas Pendidikan,serta dukungan dari Persyarikatan Muhammadiyah,faktor-faktor yang menghambat Manajemen pembelajaran berbasis sekolah di SMK Muhammadiyah 1 Playen meliputi kurangnya kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran,rendahnya kesadaran orang tua terhadap pendidikan anak,dan seringnya pelanggaran yang dilakukan siswaatau indisipliner; (3) Pengelolaan pembelajaran secara optimal di SMK Muhammadiyah 1 Playen Gunungkidul dapat menghasilkan lulusan yang unggul.
Manajemen Mutu Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Upaya Pengembangan Kompetensi Guru Hety Viana Purwaningrum
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.4674

Abstract

Tujuan dari penelitian ini meliputi: (1)  Untuk mendeskripsikan manajemen mutu kepemimpinan kepala madrasah di. (2) Untuk mendeskripsikan upaya pengembangan kompetensi guru (3) Untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat manajemen mutu kepemimpinan kepala madrasah dalam upaya pengembangan kompetensi guru(4) Untuk mendeskripsikan hasil dari manajemen mutu kepemimpinan kepala madrasah dalam upaya pengembangan kompetensi guru Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di MA Al-Iman Bulus, Gebang, Purworejo. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Manajemen mutu kepemimpinan kepala madrasah (2) Upaya pengembangan kompetensi guru di MA Al-Iman ditempuh dengan melakukan perencanaan, pembinaan dan penilaian. (3) Faktor pendukung manajemen mutu kepemimpinan kepala madrasah dalam upaya pengembangan kompetensi guru meliputi: kepala madrasah dan guru yang kompeten serta dukungan sarana prasarana sekolah. (4) Faktor yang menghambat: beragamnya karakteristik siswa dan kurangnya kedisiplinan dan motivasi guru dalam mengikuti pengembangan kompetensi guru.
Manajemen Sekolah Berbasis Pesantren di Madrasah Tsanawiyah Al Iman Bulus Gebang Purworejo Abdul Ghofir Muslim
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 3 (2021): Februari 2021
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i3.4912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perencanaan/rekrutmen sumber daya manusia di MTs Al Iman Bulus, 2) Pembinaan sumber daya manusia di Mts Al Iman Bulus, 3) Evaluasi sumber daya manusia pada tenaga pendidik di MTs Al Iman Bulus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yaitu dengan memberikan ulasan atau interpretasi terhadap data yang diperoleh sehingga lebih jelas dan bermakna. Hasil penelitian adalah mengevaluasi program kerja di MTs Al Iman Bulus dimaksudkan untuk menilai semua kegiatan, kemudian menemukan indikator yang menyebabkan sukses atau gagalnya suatu pencapaian tujuan, sehingga dapat dijadikan bahan kajian berikutnya dan juga untuk mengetahui kesalahan atau penyimpangan yang dilakukan oleh anggota lembaga sehingga dapat dicarikan jalan keluarnya. Aspek kelembagaan meliputi; pertama, Struktur organisasi. Dalam struktur organisasi pimpinan pondok merupakan pimpinan tertinggi sekaligus pembuat keputusan dalam setiap kebijakan yang akan diambil oleh lembaga-lembaga di bawahnya. Kedua, Lingkungan. Pondok Pesantren Al-Iman Bulus dikenal dengan lingkungan yang agamis dan religius sebab pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis agama. Ketiga, keadaan pelaku pendidikan di pondok pesantren Al-Iman Bulus. Keempat, pengelolaan dan pelaksanaan pendidikan. 
Penerapan Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah dalam Mewujudkan Sekolah Adiwiyata Yoyok Dwi Arian Zuhdi; Mulyoto Mulyoto
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.4988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana penerapan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam menyusun perencanaan program serta mengelola gurudan staf dalam mewujudkan sekolah adiwiyata, (2) Faktor penghambat dan pendukung dalam penerapan kompetensi manajerial kepala madrasah, (3) Hasil penerapan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam mewujudkan sekolah adiwiyata di MIN 2 Gunungkidul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Madrasah sebagai Key informan, guru, komite, siswa, kegiatan dan dokumen. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Kepala madrasah telah menerapkan kompetensi manajerial dalam menyusun perencanaan program dengan melakukan proses sosialisasi program, pembentukan tim adiwiyata dan memiliki dokumen program sekolah adiwiyata. (2.) Sarana prasarana dana yang minim serta mindset guru yang kurang percaya diri adalah faktor penghambat, faktor yang mendukung adalah guru dan karyawan mudah diarahkan. (3.) Hasil penerapan kompetensi manajerial kepala madrasah yang terasa adalah guru lebih percaya diri sehingga dapat memunculkan ide-ide kreatif dan inovatif agar bisa mewujudkan program sekolah adiwiyata, serta meraih penghargaan sekolah sehat dan penghargaan adiwiyata nasional.
Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kulon Progo Eko Budi Antoro
Media Manajemen Pendidikan Vol 3 No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v3i2.5042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kulon Progo. Implementasi terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, serta faktor penghambat dan faktor pendukung implementasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian Kepala dan Pendidik Satuan PAUD di Kabaupeten Kulon Progo. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara dan dokumentasi atau analisis dokumen. Teknik keabsahan dara menggunakan teknik triangulasi. Teknik triangulasi yang digunakan ialah teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Adapun teknik analisis data yang digunakan ialah teknik analisi interaktif dengan tiga tahap yakni rekduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclution drawing). Hasil penelitian Implementasi Kurikulum 2013 PAUD Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa: 1) Implementasi kurikulum 2013 sudah dilaksanakan di seluruh satuan PAUD di Kabupaten Kulon Progo. Implementasi kurikulum 2013 terdiri dari perencanaan kurikulum, pelaksanaan kurikulum, dan evaluasi kurikulum. 2) Hambatan yang terjadi dalam implementasi kurikulum 2013 antara lain: minimnya pengetahuan pendidik tentang K13, kurangnya sarana prasarana, dan banyaknya administrasi yang harus dikerjakan. 3) Faktor pendukung antara lain: adanya keinginan dan kemauan pendidik untuk terus belajar, dukungan dari dinas terkait peningkatan wawasan K13, dan dukungan dari berbagai stakeholder.