cover
Contact Name
Didi Supriadi
Contact Email
didi.supriadi@ustjogja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
didi.supriadi@ustjogja.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Media Manajemen Pendidikan
ISSN : 2622772X     EISSN : 26223694     DOI : -
Core Subject : Education,
Media Manajemen Pendidikan merupakan wadah publikasi ilmiah dalam bidang kependidikan dan manajemen pendidikan yang berasal dari hasil penelitian ataupun kajian teori. Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu volume (tiap tahun) yaitu Februari, Juni, dan Oktober oleh Program Studi Manajemen Pendidikan, Direktorat Pascasarjana Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Media Manajemen Pendidikan menerbitkan naskah-naskah ilmiah dalam cakupan bidang Kependidikan dan Manajemen Pendidikan yang memuat penelitian inovatif, pengembangan, dan best practice dalam manajemen pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
Manajemen Praktek Kerja Industri untuk Meningkatkan Keterserapan Lulusan SMK pada Dunia Usaha dan Dunia Industri Ridho Iktiari; Agustina Sri Purnami
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.427 KB) | DOI: 10.30738/mmp.v2i2.3719

Abstract

The purpose of this study is to (1) find out about internship planning; (2) organization of the internship (3) Implementation of the internship; and (4) internship evaluation at Vocational School Kalasan. This research is qualitative research carried out at Vocational School Kalasan. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation analysis. Data analysis techniques using qualitative descriptive analysis including data collection, data reduction, data display, and data verification. The results of this study: (1) internship planning at Vocational School Kalasan has been done well as in the planning stages of the activities namely curriculum synchronization, industry map making, working group coordination, socialization, and debriefing. (2) The organization of the Internship has been carried out well and is the coordination carried out by the internship committee and the public relations working unit. (3) The implementation of the internship has been carried out well in semester 4 for 3 months. The activities in the implementation of internship are: a) searching / submitting internship, b) submitting internship, c) implementation and placement of students in industry, d) monitoring internship, e) withdrawal internship, and f) reporting and assessment internship. (4) Internship evaluation in Vocational School Kalasan has been carried out well, by collecting data and analyzing the data. The evaluation was conducted in a meeting attended by the principal, vice-principal of curriculum, vice-principal of public relations, and other vice principal, and all head of departments. Each department also evaluates different activities. 
Manajemen Bursa Kerja Khusus dalam Upaya Peningkatan Penyaluran Lulusan SMK ke Dunia Kerja Dwi Listiana
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.64 KB) | DOI: 10.30738/mmp.v2i2.3734

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas Hubin, Pengurus BKK, Ketua Program Keahlian Mesin dan Elektro Industri, siswa kelas XII dan alumni. Data penelitian dikumpulkan melalui tiga sumber pokok, yaitu: pengamatan langsung (observasi), analisis dokumen, dan wawancara secara mendalam. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Bursa Kerja Khusus (BKK) di SMK N 2 Pengasih dibentuk dan dikembangkan berdasar pada analisis masalah yang dihadapi dan analisis kebutuhan yang ada. (2) Keberadaan BKK di SMKN 2 Pengasih sangat penting dalam proses rekruitmen lulusan dan penyaluran lulusan ke dunia kerja. (3) Manajemen BKK mengacu pada fungsi-fungsi pokok manajemen secara umum, yang meliputi empat fungsi pokok, yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), evaluasi dan pengawasan (evaluating/controlling). (4) Faktor yang menghambat manajemen BKK adalah sikap siswa yang belum mandiri dan siap dalam menghadapi dunia kerja. (6) Hasil yang diperoleh menunjukan adanya peningkatan penyaluran lulusan di dunia usaha/dunia industri melalui BKK di SMK N 2 Pengasih sebesar 23,78% pada tahun ajaran 2013/2014, 29,71% pada tahun ajaran 2014/2015, 35,35% pada tahun ajaran 2015/2016 dan 50,70% pada tahun ajaran 2016/2017
Manajemen Penerimaan Peserta Didik Baru Secara Online Berbasis Zonasi, Prestasi dan Perpindahan Lambertus Pramudya Wardhana; Supriyoko Supriyoko
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.324 KB) | DOI: 10.30738/mmp.v2i2.5063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui gambaran manajemen PPDB online dengan TIK berbasis zonasi, prestasi dan perpindahan di SMP Negeri Kabupaten Magelang; 2) mengetahui gambaran faktor pendukung dan penghambat dalam PPDB berbasis zonasi, prestasi dan perpindahan di SMP Negeri Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Sedangkan analisis data melalui kegiatan reduksi data, penyajian data, verifikasi keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen PPDB online dengan TIK berbasis zonasi, prestasi dan perpindahan di SMP Negeri Kabupaten Magelang sudah terlaksana dengan baik meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi dengan melibatkan stakeholder yang terdiri dari pejabat dinas, panitia sekolah, orang tua dan calon siswa. Faktor Penghambat : 1) Regulasi yang memaksa daerah untuk mengikuti sistem zonasi.; 2) Pemahaman masyarakat yang kurang terkait regulasi zonasi; 3) Kualitas data dapodik yang masih perlu ditingkatkan; 4) Data siswa dari lulusan MI tidak langsung terintegrasi sistem sehingga harus ada input manual. Faktor Pendukung: 1) Dukungan penuh dari Kominfo terkait server, domain dan hosting; 2) Dukungan dari helpdesk yang siap mengatasi masalah; 3) Dukungan dari pengembang yang siap update sistem sesuai dengan regulasi yang ada.
Pengelolaan Gerakan Literasi Sekolah Untuk Mendukung Karya Tulis Siswa Sekolah Dasar Wahyu Wibowo
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.383 KB) | DOI: 10.30738/mmp.v2i2.5075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan GerakanLiterasiSekolah (GLS) yang meliputi: 1) perencanaan, pelaksanaan, danevaluasi; 2) faktor pendukung dan penghambat; 3) mengatasi penghambat yang mendukung karya tulis siswa di SD Negeri Sumber 1 Berbah.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SD Negeri Sumber 1 Berbah. Sumber data yang digunakan dibagi menjadi tiga macam yaitu: 1) Informan (kepala sekolah, guru, siswa); 2) Kegiatan; dan 3) Dokumentasi. Teknik pengumpulan data dari wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pengelolaan GLS sudah berjalan dengan baik hal ini meliputi: perencanaan (melibatkan komunitas kepenulisan), pelaksanaan (membaca buku 15 menit sebelum pelajaran dimulai), dan evaluasi (diterbitkan di Koran Kedaulatan Rakyat, Buletin Bocah, dan Majalah Dinding); 2) faktor pendukung adalah antusiasnya Kepala Sekolah dan Guru.Sedangkan faktor penghambat adalah sumber bacaan baru dan belum terjadwalnya pembinaan karya tulis; 3) Mengatasi penghambat GLS dengan melakukan pembinaan oleh Komunitas Rindu Bacaan Yogyakarta dan penyaluran karya tulis siswa di Kedaulatan Rakyat, Buletin Bocah, dan Majalah Dinding di sekolah.
Implementasi Trilogi Kepemimpinan (Ki Hadjar Dewantara) Di Madrasah Tsanawiyah Wenny Wijayanti
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.68 KB) | DOI: 10.30738/mmp.v2i2.4561

Abstract

The purpose of this study is to: (1) Determine the Implementation of Ki Hajar Dewantara's leadership trilogy in Madrasah Tsanawiyah Al Iman Bulus Purworejo in 2018. (2) Knowing the factors that influence the implementation of the Ki Hajar Dewantara leadership trilogy. (3) Knowing the results of the Ki Hajar Dewantara leadership trilogy implementation. This type of research is qualitative research and is carried out in Madrasah Tsanawiyah Al Iman Bulus Purworejo. Data collection methods are done by interview, documentation and observation. Data analysis uses descriptive qualitative analysis. The results of this study indicate: 1) The implementation of Ki Hajar Dewantara's leadership trilogy in Tsanawiyah Al Iman Bulus Madrasa Purworejo in 2018 has been in accordance with Ki Hadjar Dewantara's leadership principles, namely Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso and Tut Wuri Handayani. The implementation of the leadership trilogy is reflected in the principal who routinely carries out teachers in teacher meetings that are held for a month of the school, as well as school principals and teachers who have implemented and provided direct examples to students. 2) Factors that support the implementation of the leadership trilogy include: the existence of supporting school facilities and infrastructure, the development of expertise in the field of information technology, the existence of pesantren activities that develop students' character and approach with teachers as a family. 3) The results of the implementation of Ing Ngarso Sung Tuladha in the good category with a score of 94.3%. The results of the implementation of Ing Madya Mangun Karsa were in the good category with a score of 78.7%. The results of the implementation of Tut Wuri Handayani are in the good category with a score of 85%.
Strategi Manajemen Perpustakaan dalam Meningkatkan Minat Baca Melalui Analisis SWOT Gracia Kristi Maharani
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 3 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v2i3.6787

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi internal dan kondisi eksternal serta strategi manajemen perpustakaan dalam meningatkan minat baca di SD Kanisius Jomegatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman serta menggunakan analisis SWOT. Untuk pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi internal manajemen perpustakaan terdiri dari visi-misi, struktur organisasi, SDM, sarpras, faktor ekonomi layanan perpustakaan, program sekolah. Kondisi eksternal manajemen perpustakaan terdiri dari perkembangan teknologi informasi, faktor ekonomi, dan SDM. Strategi yang digunakan untuk meningkatkan minat baca adalah pengembangan program baru melibatkan SDM, memperbaiki program literasi, kerjasama seluruh elemen SDM dengan komitmen bersama.
Manajemen Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Mengembangkan Karakter Siswa Putranta Nugraha; Mundilarno Mundilarno
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 3 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v2i3.6727

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mempunyai peran dan fungsi strategis dalam pembentukan warga negara yang baik dan handal, tetapi masih ditemukan siswa SMA yang tidak taat aturan sekolah, tidak disiplin, mencontek bahkan terlambat mengumpulkan tugas. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimanakah manajemen Pendidikan PPKn, faktor pendukung dan penghambat pengembangan karakter taqwa, jujur, disiplin, dan tanggung jawab siswa SMA BOPKRI Banguntapan Bantul. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dan analisa data dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Pendidikan PPKn untuk pengembangan karakter siswa cukup baik, terlihat pada : (1) perencanaan strategi pengajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk pengembangan karakter telah disusun oleh guru bersama Kepala Sekolah, (2) RPP pengembangan karakter lengkap, (3) pelaksanaan belajar mengajar sesuai dengan RPP dan langkah pembelajaran yang disusun : awal, inti, penutup dengan cukup baik, (4) penilaian pengembangan karakter siswa belum menggunakan instrument sikap, karena penilaian lebih ditekankan pada aspek kognitif, (5) Pengawasan pelaksanaan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kurang efektif, (6) faktor pendukung pelaksanaan adalah sumber daya manusia, prasarana dan sarana (7) faktor penghambat berupa media dan waktu untuk pembelajaran karakter, (8) karakter taqwa, jujur, disiplin dan tanggung jawab siswa, cukup baik.
Supervisi Akademik Pengawas Sekolah Pada Sekolah Dasar di Daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (3T) Patrisius Sargus Modo
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 3 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v2i3.6779

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara: (1) wawancara, (2) observasi, (3) dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis bersifat induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, perencanaan program supervise akademik belum optimal, dimana masih ada kendala yg dihadapi oleh pengawas sekolah yaitu hanya mengadalkan buku pedomaan yg diberikan dari dinas pendidikan kabupaten, dengan tidak mendapat literature tambahan, selanjutnya tidak dibuatnya jadwal kegiatan sehingga supervise tidak terarah, selanjutnya kurangnya koordinasi antara pengawas sekolah dan kepalah sekolah binaan. Kedua, dalam pelaksanaan supervisi akademik secara keseluruhan berjalan dengan optimal namun dari segi frekuensi kunjungan belum berjalan maksimal karena ada beberapa sekolah yang sulit dijangkau oleh pengawas dengan alasan akses transportasi yang sangat sulit untuk dilewati serta jarak tempuh yang sangat jauh dari sekolah binaan lainnya. Ketiga, orientasi perilaku supervisi yang digunakan dalam pelaksanaan supervisi yaitu direktif. Pengawas mendatangi sekolah-sekolah binaan dan melakukan supervisi pembelajaran. Keempat, hambatatan dalam pelaksanaan supervisi akademik meliputi: (a) kondisi topografis yang menyebabkan sulitnya pengawas menjangkau sekolah-sekolah binaan. (b) kurangnya sarana transportasi yang menunjang pelaksanaan kegiatan supervise.. Berdasarkan kesimpulan, peneliti menyarankan bahwa perencanaan program supervisi akademik perlu memperhatikan faktor topografis, serta sarana penunjang pelaksanaa supervisi. Hal tersebut sangat sangat penting agar pelaksanaan supervise akademik di wilayah binaan enam Kecamatan Kota Komba, Kambupaten Manggarai Timur berjalan efektif.
Implementasi Manajemen Perubahan Menuju RSSN Dalam Perspektif TQM Tugino Tugino; Samidjo Samidjo
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 3 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v2i3.6817

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) implementasi manajemen perubahan dalam mewujudkan RSSN  di SMP Negeri 4 Sentolo; 2) faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi manajemen perubahan dalam mewujudkan RSSN  di SMP Negeri 4 Sentolo; dan 3) hasil implementasi manajemen perubahan dalam mewujudkan RSSN di SMP Negeri 4 Sentolo dalam perspektif Total Quality Management. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, urusan kesiswaan, urusan hubungan masyarakat, komite sekolah, serta warga sekitar sekolah. Objek penelitianadalah implementasi manajemen perubahan. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data adalah teknik analisis deskriptif kualitatif induktif model Miles dan Huberman melalui pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen perubahan dalam mewujudkan Rintisan Sekolah Berstandar Nasional  di SMP Negeri 4 Sentolo berjalan baik
Manajemen Sekolah Model Sistem Penjaminan Mutu Internal di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Binarsih Sukaryanti
Media Manajemen Pendidikan Vol 2 No 3 (2020): Februari 2020
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/mmp.v2i3.6739

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Mendeskripsikan manajemen dalam   pengelolaan sekolah model sistem penjaminan mutu intenal di SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil pengamatan, dokumentasi, dan wawancara dengan kepala sekolah, waka kurikulum, waka kesiswaaan, waka sarana prasarana, waka hubungan masyarakat, beberapa guru mata pelajaran, dan beberapa siswa. Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah model sistem penjaminan mutu internal (SPMI) di SMP Muhammadiyah 2  Yogyakarta disesuaikan dengan regulasi dan standar mutu pelayanan yang ditetapkan sudah tergolong baik. Dengan banyaknya program kolaboratif dalam sekolah model yang dilaksanakan, fungsi perencanaan berjalan baik dan lebih terarah, fungsi pengorganisasian dilakukan dalam upaya pembagian tugas dan wewenang dalam pengkoordinasian sudah sesuai job deskripsi dari masing-masing personel. Kepala sekolah dibantu wakil kepala sekolah melakukan penggerakan dalam struktur organisasi tersebut sehingga berjalan dengan baik. Walaupun terdapat hambatan dan kendala seperti keterbatsaan waktu dan aktifitas sekolah yang padat dan Perserta didik yang heterogen dari latar belakang belakang keluarga yang berbeda,  namun secara keseluruhan program sekolah model berjalan sesuai baik dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Selain itu sekolah juga aktif bekerjasama dengan sekolah lain, melakukan pertukaran pelajar,  menjalin hubungan dengan isnstansi pemerintah yang terkait, dan sekolah aktif melakukan kegiatan inovatif, melakukan pengembangan diri untuk  pendidik dan tenaga kependidikan dengan mengikuti bimtek, diklat, workshop, dan berbagai hal yang kompetitif. Hal tersebut berguna dalam peningkatan kemampuan sumber daya manusia sehingga pelayanan sekolah dalam program sekolah model dapat lebih meningkat disertai peningkatan prestasi siswa dan sekolah.

Page 8 of 31 | Total Record : 305