cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SUBTIPE GEJALA MOTORIK PENYAKIT PARKINSON Attiya Istarini; Yuliarni Syafrita; Restu Susanti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.649

Abstract

Background: Parkinson's disease (PD) is a chronic neurodegenerative disease that manifests as movement disorders. Based on motor symptoms, PD is classified into subtypes of tremor and postural instability gait disorders (PIGD). The motor symptoms subtype is a predictor of disease progression, therapeutic response, and quality of life for Parkinson's patients. The purpose of this study is to identify some  factors that influence motor symptoms in Parkinson's disease.Methods: This research use cross sectional design. Samples were selected by consecutive sampling method that met the inclusion and exclusion criteria. Research subjects were 58 people. Statistical analysis using SPSS. p values <0.05 were considered statistically significant.Results: This research include 58 patients, 55.2% were men with range of age 63.5 ± 8.5 years old. The mean age at onset was 57.9 ± 9.5 years and duration of disease 6.1 ± 4.6 years. Motor symptoms 53.4% dominant tremor. There was a significant relationship between disease stage and motor symptom subtypes (p <0.001). There is no relationship between the patient's age, age at onset and duration of the disease with motor symptom subtypes.Conclusions: There is a relationship between disease stage and motor symptom. The patient's age, age at onset and duration of the disease are not related to the motor symptoms of Parkinson's patients.
ASPERGILLUS SP. PADA ULKUS KORNEA Hesty Rhauda Ashan; Ellyza Nasrul; Abdul Aziz Djamal
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.737

Abstract

Aspergillosis is a disease caused by Aspergillus sp., especially Aspergillus fumigatus which induce granulomatosis inflammation in mucous membranes, eyes, bronchi, ears. Aspergillus sp. microscopically characterized as septate and branched hyphae. Fungal corneal ulcers are more common in tropical climates. Aspergillus sp. is the most common fungi causes corneal ulcer. Risk factors include the use of antibiotics, long-term corticosteroids, trauma, contact lenses, and corneal surgery. 50-year-old female with main complaint: increased redness and pain of the right eye after trauma from twig. Palpebral edema, conjunctival injection, ciliary injection, corneal ulcers, maceration, and impending were found from physical examination of the right eye. Fungal culture on sabouraud dextrose agar (SDA) culture media found growth of fungi Aspergillus sp. which macroscopically has fertile hyphae on the surface and vegetative hyphae below the surface, and microscopically characterized as septate and branching hyphae. Corneal ulcers in the tropics are mostly caused by fungi. Aspergillus sp. and Fusarium sp. is most commonly found in tropical climates, while Candida is more commonly found in cold climates. Diagnosis of corneal ulcer ec Aspergillus sp. is obtained based on history, clinical manifestation and found Aspergillus sp. from fungal culture.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN TINGKAT KECEMASAN PADA KEHAMILAN PRIMIGRAVIDA DENGAN FUNGSI SEKSUAL DI KOTA BUKITTINGGI Detty Afriyanti; Ulfa Oktaviani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.641

Abstract

Masyarakat di Indonesia menganggap seksualitas merupakan masalah pribadi dan malu diungkapkan. Sebanyak 40-50% dari populasi wanita mengalami disfungsi seksual pada masa hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Kecemasan pada Kehamilan Primigravida dengan Fungsi Seksual Ibu Hamil Trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2019.Desain penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif analitik. Sampel sebanyak 41 ibu hamil primigravida trimester I. Sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan alat bantu berupa kuesioner. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan Maret-Juni 2019. Pengolahan data dengan komputerisasi dan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil penelitian menunjukkan terdapat Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan fungsi seksual pada kehamilan primigravida ibu hamil trimester I  dan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dengan fungsi seksual pada Kehamilan Primigravida Trimester I di Puskesmas Kota Bukittinggi Tahun 2019.Diharapkan kepada Ibu hamil untuk memahami cara pengendalian tingkat kecemasan pada masa kehamilan, sehingga tidak berpengaruhi kepada psikologis selama menajlani masa kehamilan.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN STRES KERJA PERAWAT RUANGAN ICU DAN IGD Isna Aglusi Badri
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.730

Abstract

Stres kerja adalah suatu bentuk tanggapan seseorang, baik fisik maupun mental terhadap suatu perubahan di lingkungannya yang dirasakan mengganggu dan mengakibatkan dirinya terancam. Stres kerja perawat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kelebihan beban kerja, organisasi dan individu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan beban kerja dan lingkungan kerja dengan stres kerja perawat ICU dan IGD di Rumah Sakit Harapan Bunda dan Rumah Sakit Camatha Sahidya Kota Batam. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 47 perawat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah secara total sampling Hasil penelitian adalah perawat yang memiliki beban kerja berat sebanyak 55,3%, perawat memiliki lingkungan yang baik 53,2% dan perawat yang mengalami stres kerja berat sebanyak 53,2%. Setelah dilakukan uji statistik didapatkan hubungan bermakna antara beban kerja dan lingkungan kerja dengan stres kerja perawat (p<0.05). Manajemen Rumah Sakit Harapan Bunda dan Rumah Sakit Camatha Sahidya diharapkan untuk lebih meningkatkan lingkungan kerja yang kondusif, optimalkan sarana dan prasarana dan meningkatkan hubungan interpersonal yang baik dengan perawat.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN STANDAR PELAYANAN FISIOTERAPI BERDASARKAN PERMENKES NOMOR 65 TAHUN 2015 DI PUSKESMAS WILAYAH KERJA DINAS KESEHATAN KOTA PADANG PANJANG Rindu Febriyeni Utami; Nursal Asbiran; Siti Khadijah
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.799

Abstract

Permasalahan kesehatan masyarakat masih banyak yang belum terselesaikan, ditandai dengan meningkatnya penyakit tidak menular. Upaya pencegahan penyakit tersebut dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dalam Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 fisioterapi terlibat dalam pelayanan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang implementasi kebijakan Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 di Puskesmas Kota Padang Panjang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang dilakukan pada bulan April sampai Juli 2019, pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, observasi, dan studi dokumen melalui wawancara mendalam dengan kepala dinas, kasi pelayanan kesehatan, ketua IFI dan seluruh kepala Puskesmas Kota Padang Panjang. Hasil penelitian diketahui input seperti kebijakan tentang Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 belum pernah disosialisasikan, tenaga fisioterapi belum ada, ketersediaan dana, sarana prasarana belum memadai. Proses implementasi kebijakan pelayanan fisioterapi di Puskesmas, belum ada tenaga fisioterapi yang terlibat dalam program Puskesmas. Dan Output yang diperoleh, Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 belum pernah disosialisasikan oleh Pemerintah sehingga belum ada perencanaan dan penerapan tenaga, dana, sarana dan prasarana untuk melakukan pelayanan Fisioterapi di Puskesmas. Kesimpulan penelitian ini adalah seluruh Puskesmas di Kota Padang Panjang belum pernah mendapatkan sosialisasi kebijakan tentang Permenkes Nomor 65 Tahun 2015 sehingga belum ada implementasi pelayanan fisioterapi di Puskesmas.
GANGGUAN ENDOKRIN PADA PASIEN THALASSEMIA Β MAYOR DI RSUP M DJAMIL PADANG Shinta Ayudhia; Eka Agustia Rini
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.708

Abstract

Latar belakang. Gangguan endokrin merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien thalassemia β mayor yang berefek pada kualitas hidupnya. Komplikasi ini terjadi karena penumpukan besi di dalam tubuh dan melibatkan organ seperti kelenjar endokrin sehingga pasien dapat mengalami hipotiroid, pubertas terlambat, perawakan pendek, gangguan insulin, usia tulang terlambat dan osteoporosis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian endokrinopati pada pasien thalassemia β mayor di RSUP M Djamil Padang. Metode. Penelitian prospektif observasional terhadap pasien thalassemia β mayor yang di RSUP DR M Djamil pada bulan Januari – April 2018. Dilakukan pengumpulan data kadar feritin serum, tinggi badan, gula darah sewaktu, fungsi tiroid, status pubertas dan bone age. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square untuk mencari hubungan antara kadar feritin dengan perawakan pendek, status pubertas, usia tulang dan osteoporosis, dikatakan berhubungan apabila p value < 0,05. Data dianalisis dengan menggunakan program SPSS. Hasil. Didapatkan 39 pasien thalassemia β Mayor, 3 orang  menolak pemeriksaan, usia rata-rata 9,7 ± 3,9 tahun, 14 laki–laki (38,9%), 22 perempuan (61,1%), lama menderita thalasemia 5,6 ± 4,0 tahun. Perawakan pendek ditemukan pada 28 pasien (77,8%), tidak ada pasien yang menderita hiperglikemia. Dua orang (5,6%) mengalami hipotiroid, 4 dari 6 orang usia pubertas (66,67%) mengalami pubertas terlambat. Usia tulang retarded ditemukan pada 16 orang (44,4%) dan 3 orang (8,3%) mengalami osteoporosis. Tidak terdapat hubungan antara kadar feritin dengan perawakan pendek,status pubertas, usia tulang dan osteoporosis (p= 0,434 , p= 0,601 , p = 0,839 , p= 1.000). Kesimpulan. Gangguan endokrin terbanyak pada penelitian ini adalah perawakan pendek yaitu 28 pasien (77,8%). Tidak terdapat hubungan antara kadar feritin dengan perawakan pendek, status pubertas, usia tulang dan osteoporosis
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP PROSES KEPUTUSAN PELANGGAN DALAM MEMILIH RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT ISLAM IBNU SINA PADANG TAHUN 2012 Sry Rachmawaty; Rima Semiarty; Ratni Prima Lita
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.622

Abstract

Proses keputusan untuk memilih rawat inap bagi pelanggan bukanlah hal yang mudah. Banyak faktor yang harus dipertimbangkan untuk rawat inap di suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pelanggan (pasien) dalam memilih rawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina Padang tahun 2012.Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode field survey. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina pada bulan Januari dan Februari 2012. Data primer dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuisioner yang kemudian diolah dengan regresi linier berganda dalam metode enter, dimana hasil yang tidak signifikan dikeluarkan satu-persatu sampai mendapatkan variabel yang paling signifikan mempengaruhi keputusan untuk memilih dirawat inap di Rumah Sakit Ibnu Sina.Pada penelitian ini didapatkan bahwa semua variable bauran pemasaran mempengaruhi keputusan memilih sebesar 80,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh sebab lain yang tidak ikut diteliti. Namun dari ketujuh variabel pemasaran yang diuji, ada 3 (tiga) variabel yang sangat mempengaruhi pelanggan dalam memilih. variabel tersebut, yaitu: price, people, dan physical evidence. Diharapkan kepada Rumah Sakit  Ibnu Sina Padang untuk menurunkan biaya layanan bagi pasien sesuai dengan staus sosial ekonomi masyarakat disekitar wilayah Rumah Sakit dan meningkatkan kualitas bukti fisik layanan kesehatan seperti peralatan yang representatif, interior bangunan yang asri, eksterior bangunan, fasilitas parkir, kantin, bank, dan jaminan keamanan.
HYPERTHYROIDISM IN ADOLESCENT WITH TYPE 1 DIABETES MELLITUS Luthfi Suhaimi; Eka Agustia Rini
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.682

Abstract

hyroid disorders and diabetes mellitus are the two most common endocrine cases in clinical practice. Autoimmune thyroid disease (AITD) being more prevalent in people with type 1 diabetes mellitus (T1DM), and the occurrence of both in the same patient is defined as autoimmune polyglandular syndrome type 3 variant (APS3v). We are presenting a 12-years-old girl with hyperthyroid and T1DM occured as diabetic ketoacidosis (DKA). Diagnosed by symptoms, physical examinations, and confirmed by laboratory results. Patient was treated with insulin injection and oral anti-thyroid drug, and had clinical improvement.
HUBUNGAN KONSUMSI ZAT GIZI MIKRO DAN POLA MAKAN DENGAN JEJADIAN OBESITAS vina novela
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.549

Abstract

Berdasarkan hasil Riskesdas Sumatera Barat, pada kelompok umur> 18 Tahun 2013 Prevalensi obesitas 13,5%. Kota Padang Panjang menjadi posisi pertama obesitas dengan persentase 25,7%. Obesitas adalah suatu bentuk obesitas yang memiliki hubungan terkuat dengan sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gizi makro, dan pola makan dengan kejadian obesitas di kesatuan organisasi karyawan  Padang Panjang Barat di Padang Panjang. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Padang Panjang Barat. Jumlah responden penelitian adalah 72 responden. Responden yang mengalami obesitas adalah 51,4%. Asupan nutrisi makro untuk asupan karbohidrat (63,9%), asupan protein (63,9%), asupan lemak (79,2%), dan pola makan tidak baik (59,7%). Ada hubungan yang signifikan antara asupan karbohidrat dan obesitas (nilai p = 0,017) OR = 3,838, protein dengan obesitas (nilai p = 0,001) OR = 5,100, lemak dengan obesitas (nilai p = 0,002) OR = 6,889, pola makan dengan obesitas (nilai p = 0,027) OR = 3,399. Berdasarkan hasil penelitian variabel yang paling berisiko adalah asupan lemak untuk itu disarankan responden unutk mencapai BMI sesuai standar dengan mengonsumsi asupan sesuai kebutuhan dan mengendalikan diet dengan mengurangi konsumsi makanan manis dan gorengan serta meningkatkan aktivitas fisik.
RISK FACTORS OF CARDIOVASCULAR DISEASE IN ELDERLY IN GUGUAK KABUPATEN 50 KOTA, WEST SUMATERA, INDONESIA Debie Anggraini; prima adelin
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.650

Abstract

Introduction: Cardiovascular disease (CVD) is a major cause of death and disability worldwide. The most stringent primary CVD screening guidelines in developed countries use absolute CVD risk scores or coronary heart disease, such as Framingham or SCORE (Systematic Coronary Risk Evaluation) there are two types of CVD risk factors namely modifiable risk factors and unmodified risk factors. The aim of the current study is to determine the profil of potentially modifiable and unmodified cardiovascular risk factors. Method: This research consists of 41 elderly people which aged ≥ 60 years in Guguak, Kabupaten 50 Kota, West Sumatera, Indonesia. The data taken is modifiable risk factors consisting of diseases related risk factors including blood pressure categories, lipid profile, central obesity, body mass index and lifestyle related risk factors such as smoking habit. We also take data of unmodified risk factors such as age and gender. The result: this study consists of 41 elderly people which aged ≥ 60 years in Guguak, Kabupaten 50 Kota, West Sumatera, Indonesia. The mean age of  elderly were 68±7.64861 years old that consisting of 29.3% men and 70.7% women, 34% of elderly with hypertension, the elderly with hypercholesterolemia 71%, hypertriglyceridemia 41%, and the elderly women with low HDL-C levels were 53%,  the elderly men with low HDL-C levels were 92%. Conclusion: There are two types of risk factors CVD, modifiable risk factors and nonmodifiable risk factors. The modifiable risk factors consisting of diseases related risk factors including blood pressure categories, lipid profile, central obesity, body mass index and lifestyle related risk factors such as smoking habit.

Page 10 of 48 | Total Record : 475