cover
Contact Name
Hadrian Erlanda
Contact Email
hadrian2011@live.com
Phone
-
Journal Mail Official
hadrian2011@live.com
Editorial Address
-
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Human Care Journal
ISSN : 26855798     EISSN : 2528665X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Human Care akan menerbitkan artikel tentang, keperawatan, kesehatan masyarakat, kebidanan, fisioterapy, farmacologi dan analis kesehatan, ilmu kedokteran jurnal ini akan terbit 3 kali dalam satu tahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober, jurnal Human Care diterbitkan oleh Stikes Fort De Kock bekerja sama dengan organisasi profesi kesehatan dan organisasi peneliti kesehatan Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
ANALISIS PERILAKU BERISIKO PENULARAN HIV/AIDS DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL PADA TKBM DI PELABUHAN KOTA PADANG Sri Mindayani
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.554

Abstract

HIV AIDS di Indonesia memiliki risiko tinggi pada populasi Tenaga Kerja Bongkat Muat (TKBM). TKBM merupakan pria potensial pelanggan WPS.  Berdasarkan STBP 2015, kasus HIV/AIDS pada TKBM 2007 (0,8%), 2011 menurun (0,7%) dan 2015 meningkat  (0,82%). Hasil survey awal peningkatan kasus HIV/AID 2014 terdapat 15 kasus, 2015 terdapat 21 kasus dan 2016 terdapat 24 kasus. Tujuan penelitian mengetahui perilaku berisiko penularan HIV/AIDS pada TKBM di Pelabuhan Kota Padang dan faktor yang mempengaruhinya. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku berisiko penularan HIV/AIDS pada TKBM di Pelabuhan Kota Padang.  Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi 782 orang dan sampel 89 orang. Pengambilan sampel dengan teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara umur, pendidikan, suku, tekanan sosial, pengetahuan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, persepsi dorongan dengan perilaku berisiko penularan HIV/AIDS.
INFEKSI JAMUR PADA GERIATRI yossa tamia marisa; Roza Mulyana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.615

Abstract

Elderly patients need special and thorough attention, because in elderly patients often occur more than one disease multipatologi. One of them is an infectious disease that is prone to occur in elderly patients due to decreased functional body reserve, decreased immunity, repeated hospital stays, diagnosis and therapy that is often late, decreased response to antibiotic therapy, and increased potential for side effects and interactions between drug. Fungal infections are an increasing problem in the elderly population including opportunistic fungal infections in elderly patients with immunocompromised conditions with multipatolgi disease and coincidence, post chemotherapy in malignancies, post-transplantation, or receive immunosuppressant therapy due to dermatological and rheumatological diseases.
ANALISIS EVALUASI SUMBER DAYA MANUSIA DAN KIE PADA PELAKSANAAN MANAJEMEN LAKTASI DI PUSKESMAS Vitria Melinda
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.805

Abstract

Manajemen laktasi bagi ibu hamil didasarkan pada  konsekuensi proses pertumbuhan dan perkembangan bayi sejak dalam kandungan sampai saat dilahirkan dan pada masa emas kehidupan awalnya. Dalam pelaksanaannya terutama dimulai pada masa kehamilan segera setelah persalinan dan pada masa menyusui selanjutnya.Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi, mendeskripsikan, menginterpretasikan dan mengevaluasi sumber daya manusia (SDM) dan KIE pada pelaksanaan manajemen laktasi di Puskesmas.Metode penelitian kualitatif, desain penelitian survey deskriptif. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Padang. Informan terdiri dari Bagian Gizi Dinas Kesehatan Kota Padang, Kepala Puskesmas, dan Pelaksana Kesehatan Ibu, Tenaga Gizi, dan Pengguna Pelayanan, pemilihan informan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi pada saat dilapangan dipaparkan melalui matrik Triangulasi.Hasil penelitian dari evaluasi pelaksanaan manajemen laktasi di Puskesmas Kota Padang sudah dilakukan dengan maksimal dan sesuai dengan SOP tetapi masih terdapat kendala seperti kesibukan ibu bekerja, kesibukan petugas kesehatan, pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan sikap maka pelaksanaan manajemen laktasi dari masa kehamilan, segera setelah lahir hingga masa nifas belum mencapai target. Sebagian besar pengguna pelayanan mengungkapkan bahwa pada saat ANC penjelasan KIE mengenai ASI belum sepenuhnya mereka dapatkan, tetapi pelaksanaan  IMD dan ASI Eksklusif sudah dilakukan dengan baik.            Disimpulkan bahwa program manajemen laktasi ini perlu dimaksimalkan, terutama kunjungan antenatal yang berkualitas, penyampaian KIE ASI.
PERBANDINGAN TEKANAN INTRAOKULAR LATIHAN BENCHPRESS DAN BICEPS MASS ROUTINE POLA PROGRESSIVE OVERLOAD Dian Eka Saputra; Ardizal Rahman; Andrini Ariesti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.787

Abstract

Weight training as an isometric exercise can increase intraocular pressure (IOP) during exercise. Several mechanism theories are proposed in analyzing IOP elevation in weight training. Increased intra-abdominal pressure increases intracranial pressure thereby increasing IOP. Another theory is the Valsalva maneuver which results in an increase in intrathoracic venous pressure that is transmitted to the veins leading to the ocular so that IOP increases. IOP elevations over a period of time are at risk of causing glaucoma and blindness.Method: This study’s sample consisted of 62 students who were given biceps mass routine and benchpress training with 5 sets of progressive overload patterns. IOP values were measured before training, between sets and 30 minutes after rest using a non-contact tonometry.Result: There was a statistically significant correlation between the increase in IOP values between before exercise with the fifth set in the right eye lying position exercise (10.323mmHg) and the left eye (11.419mmHg) to the increase in the IOP value before exercise with the fifth set in the sitting position of the right eye ( 6,581mmHg) and left eye (7,435mmHg).Conclusion: IOP values increase during weight training at both positions of the progressive overload pattern. The greater the training load the greater the IOP value. The lying down position gives the effect of increasing the greater IOP value. 
ANALISIS PERUMUSAN REKOMENDASI TIM ASSESMEN TERPADU DAN PENERIMAAN HAKIM BNN PROVINSI SUMATERA BARAT Marryo Borry WD; Hardis man; Rika Susanti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 4, No 3 (2019): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v4i3.614

Abstract

Penanganan tersangka penyalahguna narkotika masih menjadi permasalahan. Pemerintah mencoba membuat peraturan bersama yaitu membuat Tim Asesemen Terpadu dengan Badan Narkotika Nasional sebagai leading sector. Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2018 telah  melaksanakan Asesmen terpadu. Dari 181 tersangka di berikan rekomendasi, 80 rekomendasi tidak di terima hakim. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengalisis faktor-faktor yang berperan dalam Penyebab Tidak di Terimanya Rekomendasi Tim Asesmen Terpadu Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini digunakan metode Framework Analysis. Objek dalam penelitian kualitatif adalah rekomendasi tim asesmen terpadu. Hasil penelitian ini pada sumber daya manusia didapatkan komposisi tim dokter belum terpenuhi, hakim kurang mengerti tentang proses asesmen terpadu. Pada sarana dan prasarana SOP yang masih belum terstruktur dan belum ada alat pemeriksaan tambahan. Pada proses pemeriksaan dilakukan kurang lengkap karena waktu pemeriksaan singkat, dan belum optimalnya monitoring
PENERAPAN ATRAUMATIC CARE TERHADAP RESPON FISIOLOGIS DAN RESPON PSIKOLOGIS YANG MENGALAMI HOSPITALISASI del fatmawati; Rina Mariyana
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.721

Abstract

Agency for healtcare research and quality and nationwide in patient sampel (2009) menunjukkan anak usia dibawah 17 tahun yang dirawat di rumah sakit America Serikat sebanyak 6,4 juta dan sebanyak 17 % anak cemas dan nyeri saat di rawat di rumah sakit. Kondisi sakit dan masa saat dirawat di Rumah Sakit (menyebabkan stres pada anak maupun orangtua. Atraumatic care atau asuhan yang tidak menimbulkan trauma pada anak da  keluarganya  merupakan  asuhan  yang  terapeutik  karena  bertujuan  sebagai terapi bagi anak.. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan atraumatic care serta mengetahui pengalaman anak terhadap respon fisiologis dan respon psikologis yang mengalami hospitalisasi di Payakumbuh : Mixed Methods Research setelah didapatkan data kualitaif pasien lalu di nilai penerapan atraumatik care nya.. Partisipan dalam penelitian kualitatif menurut berkisar antara 10 – 30 orang partisipan. Pengambilan partisipan dalam penelitian ini diawali dengan purposive sampling. Hasil yang di peroleh terdapat 4 tema respon fisik terdiri dari Fisik Terganggu, Aktifitas Terganggu dan Tema Respon Psikologis yaitu Respon Perilaku, Respon Afektif. Setelah di peroleh data kualitatif di terapkan lah terapi untuk menurunkan respon cemas anak. Penelitian ini diharapkan dapat menerapkan perawatan atraumatic care sesuai standar operasional perawat pada anak yang mengalami hospitalisasi serta menggambarkan pengalaman anak terhadap respon fisik (nyeri, kelelahan dan gangguan tidur) dan respon psikologis (cemas dan depresi) yang dirasakan agar meningkatkan kualitas kesehatan tanpa adanya gangguan fisik dan psikologis.
ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN PASIEN BPJS RAWAT JALAN DI RSSN BUKITTINGGI Erit Rovendra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.577

Abstract

Kepuasan pasien adalah salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien akan terpenuhi bila pelayanan yang diberikan telah sesuai dengan harapan mereka. Ektifitas pelayanan fisioterapis, waktu pemulihan, prilaku fisioterapis, lingkungan dan perawatan yang diperoleh akan mempengaruhi kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dimensi kualitas pelayanan fisioterapi pasien BPJS rawat jalan di RSSN Bukittinggi.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pelaksanaannya di RSSN Bukittinggi dengan informan yang terdiri dari 6 informan utama (petugas Rumah Sakit) dan 8 informan pendukung (pasien BPS). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen.Hasil penelitian didapatkan tema yang menunjukkan data yang ada pada proses (bukti fisik, kehandalan, jaminan) juga sudah baik, namun  daya tanggap dan empati pada petugas masih dirasa kurang baik sehingga mempengaruhi output yang didapat yaitu cukup puas.Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas terhadap pelayanan fisioterapi yang diberikan sudah cukup baik. Diperlukan kerjasama semua pihak untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit khususnya fisioterapi dalam memenuhi harapan pasien.
KOMUNIKASI DALAM KELUARGA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG ANAK DAN REMAJA ( SYSTEMATIC REVIEW) genta sakti
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.791

Abstract

Latar belakang: Dikalangan remaja sering dijumpai adanya perilaku yang menyimpang. Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna. Kelompok yang paling rentan dalam proses perilaku menyimpang yaitu para remaja. Hal ini dapat ditanggulangi apabila fungsi keluarga berjalan dengan baik, karena Keluarga merupakan fungsi sosialisasi bagi anggota keluarga terutama anak, karena pertama kali anak dilahirkan adalah di dalam keluarga yang merupakan lembaga pertama dan utama. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mereveiw beberapa tulisan yang berhubungan dengan komunikasi keluarga terhadap penyimpangan perilaku pada anak dan remaja, Metodelogi Review  yang dilakukan melakukan review artikel sebanyak 53 artikel yang diseleksi sesuai kata kunci, yang menjadi sampel dalam penulisan ini adalah 26 tulisan 12 artikel internasional dan 14 artikel nasional. Jenis penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif, Hasil Penelusuran : Dari 26 artikel yang dibaca  yang menyebabkan terjadinya perilaku yang menyimpang pada anak dan remaja disebabkan  1. komunikasi atau peran keluarga/ orang  tua karena lingkungan pertama dan utama yang dapat mengarahkan seorang anak untuk menghadapi kehidupannya adalah keluarga. 2. Lingkungan sekolah membentuk karakter lebih kurang 8 jam anak  berada dengan guru yang menjadi orang yang dipercaya. 3. Lingkungan teman sebaya yang membawa dan mengajak kearah positif maupun negatif. Kesimpulan: Lingkungan rumah tangga, sekolah dan teman sebaya perlu mendapat perhatian khusus dalam mencengah terjadi penyimpangan perilaku yang tidak kita inginkan.
HUBUNGAN OUTCOME QUALITY, INTERACTION QUALITY, PEER-TO-PEER QUALITY , HOSPITAL BRAND IMAGE, KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN Tessa Safitri; Ratni Prima Lita; Abdi Setia Putra
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 1 (2020): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i1.631

Abstract

Pada saat ini rumah sakit dihadapkan pada peningkatan persaingan dalam mempertahankan loyalitas pasien. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah rumah sakit baik pemerintah dan swasta, termasuk di Kota padang. Kunjungan berulang pasien di Semen Padang Hospital menurun jika dibandingkan dari tahun 2014 sampai dengan 2016, namun pada 2017 meningkat tapi dengan persentase yang tidak banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan outcome quality, interaction quality, peer to peer quality, hospital brand image, kepuasan pasien terhadap loyalitas pasien poli rawat jalan Semen Padang Hospital. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan menggunakan pendekatan cross sectional secara kuantitatif, dengan sampel 165 orang pasien poli rawat jalan Semen Padang Hospital. metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Penelitian ini dilakukan pada April 2016 sampai Juli 2018. Analisis data dilakukan dengan teknik analisa indeks dan analisa Structural Equation Modelling- Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0 m3.Hasil penelitian menunjukkan bahwa outcome quality dan interaction quality mempengaruhi kepuasan pasien secara signifikan, namun tidak diperngaruhi signifikan oleh peer-to-peer quality. Secara keseluruhan kepuasan pasien dipengaruhi oleh outcome quality, peer-to-peer quality dan interaction quality dengan R-Square 0,45. Hospital brand image dan kepuasan pasien juga dibuktikan mempengaruhi loyalitas pasien secara signifikan dengan R-Square 0,26.
PERUBAHAN MORFOLOGI KATUP MITRAL PADA DEMAM REMATIK AKUT DAN PENYAKIT JANTUNG REMATIK Dede Jumatri Tito; Mefri Yanni
HUMAN CARE JOURNAL Vol 5, No 2 (2020): Human Care Journal Special Edition
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v5i2.779

Abstract

Rheumatic fever and rheumatic heart disease remains a significant cause of cardiovascular disease in the world, especially in industrial countries and developing countries. Rheumatic heart disease is the most serious complication of rheumatic fever which is characterized by the occurrence of heart valve defects are most of the mitral valve, aortic and tricuspid followed. Valvulitis or inflammatory process in the tissue of the mitral valve causing edema of the valve leaflets and chordae tendineae, causing disruption valve closure is causing mitral regurgitation. Eventually fibrosis and calcification of the valve that causes stiffness and the valve leaflets into mitral valve stenosis. The earliest possible introduction of cardiac involvement in rheumatic heart disease is an important part in the prevention of further heart damage.

Page 8 of 48 | Total Record : 475