cover
Contact Name
Berru Amalianita
Contact Email
berru@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
frischa@konselor.org
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)
ISSN : 25413163     EISSN : 25413317     DOI : -
Core Subject : Education,
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) ISSN: 2541-3317 (for electronic version) 2541-3163 (for print version). JPGI is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Provide a journal that reports research on topics that are of local and international significance across educational contexts 2) Publish manuscripts that are of local and International significance in terms of design and/or findings 3)Encourage collaboration by local and international teams of researchers to create special issues on these topics. JPGI published biannualy (May and October).
Arjuna Subject : -
Articles 408 Documents
Analisis Sikap Sosial (Jujur Dan Disiplin) Peserta Didik Sekolah Dasar Melalui Blended Learning Fathoni, Alfi Ali
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 4 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022563jpgi0005

Abstract

Sikap jujur dan displin merupakan nilai mahal dalam suatu tatanan social. Penanaman sikap ini juga harus kontiniu baik dalam proses belajar maupun diluar belajar melalui pembiasaan. Dalam kurtilas jenjang Sekolah Dasar, guru dituntut mencantumkan komptensi sikap dalam setiap aktifitas belajar dan model pembelajaran. Model yang dewasa ini digunakan terkait pandemic covid – 19 adalah blended learning. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan sikap jujur peserta didik melalui model blended learning pada jenjang Sekolah Dasar. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang disebar kepada 38 responden dan di analisis secara statistic deskriptif dengan berdasarkan kelompok dan Indikatorpernyataan. Hasil perhitungan analisis statistic baik berdasarakan kelompok mapun indikator menunjukkan hasil yang “baik”. Sikap jujur dan disiplin peserta didik mendaptakan nilai baik meski pada massa pendemi covid – 19. Artinya,  Model pembelajaran blended learning pada massa pandemic covid – 19 berperan serta dalam penanaman sikap jujur dan disiplin peserta didik baik dalam proes belajang mengajar maupun dalam pembiasaan di sekolah dan/atau di rumah. Diharapkan dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya dan sebagai motivasi bagi guru untuk dapat memunculkan sikap social – jujur dan displin dalam setiap proses pembelajaran
Peningkatan Kreativitas Anak melalui Kreasi Balon di Taman Kanak-kanak Pertiwi 1 Kota Padang Mardiyah, Mardiyah; Nurhafizah, Nurhafizah
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02252jpgi0005

Abstract

This study aims to determine the increase in children's creativity through balloon creation. The type of research used is Classroom Action Research (CAR). This classroom action research was conducted in two cycles, namely cycle I and cycle II. In Cycle I the percentage of the average value obtained by students is still low and there is an increase in Cycle II with the average percentage being very high. The results of the percentage of children's values indicate that the Minimum Completion Criteria (KKM) that has been reached has exceeded 75%. Thus it can be concluded that the creativity of children through balloon creation in TK Pertiwi 1 Kota Padang increases, and balloon creations can be used as an alternative to increase the creativity of Early Childhood 5-6 years.
Journalism Training: Developing Teacher Professional Competence at SMK Negeri 1 Warungasem Farida, Farida
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/022322jpgi0005

Abstract

Journalism is an activity consisting of gathering news material (covering), reporting events (compiling), writing news (writing), editing news scripts (editing), and presenting or disseminating news (publishing/broadcasting) through the media. The purpose of journalistic training in general is an effort to improve current or future performance by imparting knowledge, changing attitudes, or improving the skills and quality of human resources. The material that will be presented in this training is how to write good articles, namely: 1) determining ideas, 2) determining themes, 3) compiling an article framework, 4) looking for credible references or references, 5) adding illustrations or pictures, 6) adding tables or graphs, 7) re-reading articles, 8) making interesting titles. When teacher articles are published in the mass media, in addition to receiving a fee, you can also apply for a credit score for the promotion of the teacher concerned(Keywords : Journalism, writing good articles, credit score)
Metode pembelajaran khusus untuk generasi alpha, generasi z dan generasi beta Nuryadin, M. Andy; Fairuz, Furry; Sembodo, Jatmiko Joko
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 9, No 4 (2024): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025448jpgi0005

Abstract

Generasi Alpha, Generasi Z, dan Generasi Beta memiliki karakteristik yang berbeda yang memengaruhi pendekatan pembelajaran mereka. Artikel ini mengeksplorasi metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk masing-masing generasi tersebut. Dengan memahami karakteristik dan kebutuhan belajar mereka, pendidik dapat mengembangkan strategi pengajaran yang lebih efektif dan relevan. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur tentang karakteristik generasi, metode pembelajaran inovatif, serta rekomendasi praktis untuk implementasi di berbagai jenjang pendidikan. Artikel ini juga menyoroti pentingnya penyesuaian gaya pengajaran dan integrasi kemajuan teknologi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan mendukung pembelajaran yang lebih mendalam. Mengingat setiap generasi dibentuk oleh lingkungan teknologi dan sosial yang unik pada masanya, pemahaman terhadap faktor-faktor ini menjadi krusial untuk menciptakan pengalaman pendidikan yang relevan. Karya ini bertujuan memberikan wawasan tentang bagaimana mengoptimalkan pengalaman belajar bagi generasi tersebut di dunia yang terus berubah dengan cepat.
Pendidikan Moral Lawrence Kohlberg dan Pendidikan Karakter Thomas Lickona dalam Bingkai Pendidikan Nilai Fadli, Muhammad Ulfi
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 4 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02821jpgi0005

Abstract

This article aims to find out how value education is seen from the teroi moral education of Lawrence Kohlberg and Thomas Lickona's theory of character education. The method used in this study uses literature analysis of data taken from books, journals and other literature relevant to Lawrence Kohlberg's moral education and Thomas Lickona's character education in the frame of value education. The results of the study show that morals and character are very important in value education. The moral development of Lawrence Kohberg has three stages, namely the pre-conventional level consisting of the punishment and obedience orientation stage and the instrumental-relativist orientation or hedonistic orientation stage, the two stages at the conventional level consisting of the interpersonal concordance stage, the law and order orientation stage, and the stage for the level of post-conventional which consists of the social-contract stage, legalistic orientation and the orientation of universal ethical principles. While Thomas Lickona has an approach that is used as a learning objective, including the value planting approach, the cognitive development approach, the value analysis approach, and the value clarification approach.
Hubungan Kecemasan Akademik dengan Motivasi Belajar Siswa SMAN 2 Padang Ayu, Weri; Syahniar, Syahniar
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 8, No 3 (2023): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/02236jpgi0005

Abstract

Motivation to learn is encouragement from within (intrinsic) and from outside (extrinsic) individuals or students to make changes in behavior and to achieve certain goals. Without motivation in learning, learning activities will be difficult to succeed. Learning motivation is influenced by various factors, one of which is psychological factors, namely anxiety. This study aims to: (1) describe student learning motivation, (2) describe students' academic anxiety, and (3) test the significance of the relationship between academic anxiety and student motivation. This study uses quantitative research with descriptive correlational types. The population of this study were 978 students of SMAN 2 Padang who were enrolled in the July-December 2018 semester and a sample of 93 students were selected by Stratified Random Sampling. The instruments used were learning motivation questionnaire with reliability 0.703 and academic anxiety questionnaire with reliability of 0.732. Data were analyzed by descriptive statistical techniques and Pearson Product Moment techniques with the help of SPSS for Windows 20. The research findings showed that: (1) students 'learning motivation was in the medium category with a percentage of 60%, (2) students' academic anxiety was in the medium category with a percentage of 70%, (3) and there is a significant negative relationship between academic anxiety and student motivation with a correlation coefficient of -0.269 and a significance level of 0.009.
Integrasi pendidikan sosial emosional untuk kesadaran lingkungan anak di sekolah dasar Sri Indrayanti, Ni Ketut; Widnyani, Wayan Ari; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025742jpgi0005

Abstract

Perubahan iklim yang semakin nyata menuntut upaya kolektif lintas sektor, terutama pendidikan, untuk membentuk generasi sadar lingkungan sejak dini. Artikel ini membahas pentingnya integrasi pendidikan sosial emosional (PSE) dalam pembelajaran di sekolah dasar sebagai strategi menumbuhkan kesadaran lingkungan guna mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terkait PSE, pendidikan lingkungan, dan implementasi Kurikulum Merdeka. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterampilan sosial emosional, seperti empati dan tanggung jawab, berkorelasi positif dengan kesadaran lingkungan siswa. Integrasi PSE ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) secara tematik dan berbasis pengalaman terbukti efektif memperkuat pemahaman dan kepedulian siswa terhadap isu lingkungan. Faktor eksternal seperti pola asuh orang tua dan peran aktif guru turut mendukung keberhasilan implementasi PSE. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan PSE dalam pendidikan dasar berperan penting membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan bumi, sehingga mendukung tercapainya SDG 13 melalui aksi nyata di lingkungan sekolah.
Pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran sekolah dasar kesiapan guru dan implikasi etis Edi Santosa, I Komang; Sudarsana, I Ketut; Putu Candra Prastya Dewi, Ni
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025764jpgi0005

Abstract

Transformasi digital di pendidikan dasar pasca-COVID-19 mempercepat penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini menggunakan metode mixed-method untuk mengeksplorasi kesiapan guru serta tantangan dan solusi dalam mengadopsi AI. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner kepada 100 guru, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan korelasi positif antara kesiapan guru dengan pelatihan dan akses teknologi. Tiga tantangan utama adalah keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan, dan kekhawatiran etis. Studi ini merekomendasikan dukungan kebijakan, pelatihan berkelanjutan, dan pengembangan panduan etis sebagai langkah krusial dalam pemanfaatan AI di sekolah dasar.
Mengintegrasikan perspektif SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan) dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial untuk membangun kepedulian dan rasa tanggung jawab sosial Ekawati, Dayu; Surya Adnyani, Ni Luh; Sintya Wahyu Widyantari, Ni Putu; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025727jpgi0005

Abstract

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) merupakan agenda global yang menekankan pentingnya tindakan kolektif untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada peserta didik sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perspektif SDGs dapat diintegrasikan secara efektif dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah dan dokumen kebijakan pendidikan terkait implementasi nilai-nilai SDGs dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi tema SDGs, seperti pengentasan kemiskinan, kesetaraan gender, dan aksi terhadap perubahan iklim, mampu meningkatkan kesadaran sosial, empati, dan partisipasi aktif siswa dalam kehidupan masyarakat. Strategi pembelajaran kontekstual, kolaboratif, dan berbasis proyek terbukti efektif dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial. Dengan demikian, penguatan kurikulum IPS melalui perspektif SDGs menjadi langkah penting dalam membentuk generasi yang peduli, tangguh, dan bertanggung jawab terhadap masa depan berkelanjutan.
Mengintegrasikan social and emotional learning (SEL) melalui gonoodle dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar untuk mewujudkan SDGs Yoga Pranata, I Kadek; Pretymas Suartyani, Putu Metta; Eka Meliani, Ni Putu; Susiani, Ketut
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol 10, No 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/025716jpgi0005

Abstract

Pendidikan yang holistik kini menjadi keharusan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga kuat dalam keterampilan sosial dan emosional. Social and Emotional Learning (SEL) memberikan landasan penting dalam pengembangan keterampilan tersebut. Penelitian ini fokus pada integrasi SEL melalui GoNoodle dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). GoNoodle, yang menggabungkan aktivitas fisik dengan konten interaktif, menawarkan pendekatan inovatif dalam mendukung pengembangan sosial dan emosional siswa, serta memperkaya pemahaman mereka tentang nilai-nilai sosial dan budaya. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengaruh penggunaan GoNoodle terhadap keterampilan sosial dan emosional siswa, serta tantangan yang dihadapi dalam implementasi teknologi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GoNoodle berperan dalam meningkatkan motivasi, kolaborasi, dan pemahaman terhadap isu sosial dan budaya. Meski demikian, tantangan terkait pelatihan guru dan infrastruktur teknologi menjadi hambatan utama yang harus diatasi. Dengan pelatihan yang tepat dan dukungan teknologi, GoNoodle dapat menjadi alat yang efektif dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berbasis pada pengembangan karakter.