cover
Contact Name
Berru Amalianita
Contact Email
berru@konselor.org
Phone
-
Journal Mail Official
frischa@konselor.org
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia)
ISSN : 25413163     EISSN : 25413317     DOI : -
Core Subject : Education,
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) ISSN: 2541-3317 (for electronic version) 2541-3163 (for print version). JPGI is a peer-reviewed, publishes research manuscripts in the field of education. The Focus and scope of the journals are to: 1) Provide a journal that reports research on topics that are of local and international significance across educational contexts 2) Publish manuscripts that are of local and International significance in terms of design and/or findings 3)Encourage collaboration by local and international teams of researchers to create special issues on these topics. JPGI published biannualy (May and October).
Arjuna Subject : -
Articles 453 Documents
Peran mediasi self-compassion dalam hubungan self-esteem dan academic burnout pada mahasiswa di wilayah kepulauan maluku: analisis SEM-PLS Yulian Hermanus Wenno; Cynthia Petra Haumahu; Armin J Kalean; Meisaldia Linansera
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027048jpgi0005

Abstract

Burnout akademik menimbulkan risiko psikologis yang signifikan bagi mahasiswa, terutama di wilayah kepulauan dengan keterbatasan dukungan institusional. Penelitian ini menguji peran mediasi self-compassion dalam hubungan antara self-esteem dan burnout akademik pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Pattimura di Kepulauan Maluku, Indonesia. Desain penelitian kuantitatif lintas-seksi digunakan dengan pengumpulan data dari 124 partisipan melalui instrumen laporan diri yang tervalidasi: Rosenberg Self-Esteem Scale, Self-Compassion Scale, dan Maslach Burnout Inventory Student Survey. Analisis dilakukan menggunakan Pemodelan Persamaan Struktural Kuadrat Terkecil Parsial, dengan pengujian hipotesis melalui prosedur bootstrap terkoreksi-bias menggunakan 5.000 subsampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-esteem secara signifikan dan positif memprediksi self-compassion, serta secara langsung dan signifikan menurunkan burnout akademik. Namun, self-compassion tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap burnout akademik, dan peran mediasinya dalam hubungan self-esteem dengan burnout akademik tidak terkonfirmasi. Temuan ini menetapkan self-esteem sebagai sumber daya protektif internal yang kritis terhadap burnout akademik pada populasi mahasiswa kepulauan. Penelitian ini memberikan bukti empiris dari konteks geografis dan budaya yang belum banyak diteliti, serta menegaskan pentingnya intervensi berbasis self-esteem dalam kurikulum konseling perguruan tinggi di Indonesia Timur.
Pengaruh reward dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja personel bhabinkamtibmas polres Joti Putra Wijaya; Suhelmi Helia
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027055jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reward dan disiplin kerja terhadap prestasi kerja personel Bhabinkamtibmas Polres Kabupaten Kerinci, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi sekaligus sampel berjumlah 102 orang personel yang ditetapkan melalui teknik sampling jenuh (sensus). Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert yang berisi pernyataan terkait variabel prestasi kerja, reward, dan disiplin kerja. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda yang didukung oleh uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial reward berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja, demikian pula disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja. Secara simultan, kedua variabel terbukti berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Besarnya kontribusi reward dan disiplin kerja dalam menjelaskan variasi prestasi kerja adalah sebesar 64,3%, sedangkan sisanya 35,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Peran konselor dalam pendampingan psikologis terhadap korban kekerasan seksual Ade Tiara Novita; Silawati Silawati
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027063jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konselor dalam pendampingan psikologis terhadap korban kekerasan seksual di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Tiga informan kunci dipilih secara purposif, terdiri dari konselor umum, konselor psikolog, dan konselor hukum yang bertugas di UPT PPA. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor terwujud dalam dua fungsi utama sesuai teori Rogers, yakni fasilitator dan reflektor. Sebagai fasilitator, konselor menyediakan layanan terintegrasi dan gratis mulai dari asesmen awal trauma, konseling individu berkala, pendampingan hukum-medis, hingga monitoring pemulihan. Sebagai reflektor, konselor memantulkan emosi korban, mengklarifikasi perasaan, dan menegaskan penerimaan tanpa penghakiman. Proses membangun rasa aman dilakukan melalui pendekatan bertahap, empati mendalam, bahasa sederhana sesuai usia korban, dan jaminan kerahasiaan. Secara keseluruhan, pendampingan psikologis di UPT PPA Provinsi Riau telah berlangsung secara holistik, humanis, dan berpusat pada kebutuhan korban, sehingga mendukung pemulihan mental yang efektif.
Perspektif IPS terpadu dan SDGs dalam mengkaji konflik manusia–satwa liar akibat banjir: tinjauan literatur sistematis atas kasus ular piton di Bali I Gusti Ayu Taniya Dewi Paramitha; Ni Luh Putu Anggun Cahyanti; Putu Anggun Puspita Dewi; Kadek Rika Rahayu Dianda Putri; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026917jpgi0005

Abstract

Fenomena kemunculan ular piton saat banjir di Bali menunjukkan adanya masalah ketidakseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian lingkungan. Kondisi ini menimbulkan dampak sosial berupa meningkatnya konflik manusia dan satwa liar serta keresahan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan fenomena tersebut sebagai isu lingkungan dan sosial dalam perspektif IPS terpadu serta keterkaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur sistematis. Subjek penelitian berupa 16 sumber literatur ilmiah yang terdiri atas artikel jurnal nasional dan internasional, buku, serta skripsi yang terbit pada rentang 2015–2025, dengan mayoritas (14 sumber) berada dalam lima tahun terakhir, dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi yang mencakup relevansi substansi, publikasi pada media peer-review, serta kesesuaian dengan konteks Asia Tenggara. Literatur ditelusuri melalui Google Scholar, Scopus, dan portal jurnal nasional menggunakan kata kunci Boolean. Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan instrumen berupa lembar analisis literatur yang mencakup empat dimensi, yaitu pemicu ekologis, dampak sosial, respons kebijakan, dan implikasi pendidikan. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 14 dari 16 sumber mengidentifikasi degradasi habitat dan alih fungsi lahan sebagai pemicu utama kemunculan ular piton, sementara 12 sumber melaporkan peningkatan kerentanan sosial dan rasa takut di kalangan masyarakat terdampak. Simpulan penelitian menegaskan bahwa fenomena ini merupakan indikator multidimensi ketidakseimbangan sosial-ekologis yang memiliki relevansi langsung dengan SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 11 (perkotaan berkelanjutan), SDG 13 (penanganan perubahan iklim), dan SDG 15 (ekosistem darat), sehingga berimplikasi pada pengembangan kebijakan berkelanjutan dan pembelajaran IPS kontekstual. Keterbatasan penelitian ini meliputi ketergantungan pada data sekunder dan tidak adanya validasi lapangan secara primer.
Gotong royong sebagai mekanisme ketahanan sosial dalam pemulihan lingkungan pascabanjir: studi dokumentasi manifestasi modal sosial Ni Komang Sari Merta; I Gusti Ayu Dian Resita; Ni Wayan Nesa Rossalinda; Ni Made Widhi Aryani; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026928jpgi0005

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai gotong royong masyarakat Aceh dalam membersihkan dampak banjir dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi berupa berita online dan media sosial yang memuat aktivitas masyarakat pascabencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumentasi dari berbagai sumber media daring. Kendala dalam penelitian ini adalah terjadinya banjir yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan serta membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam proses pemulihan. Hal ini terlihat dari banyaknya wilayah terdampak yang dipenuhi sampah, lumpur, dan kerusakan fasilitas umum. Akibatnya, kegiatan masyarakat terganggu dan lingkungan menjadi tidak nyaman. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji nilai gotong royong masyarakat dalam upaya membersihkan dampak banjir guna mendukung proses pemulihan. Penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Aceh telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan gotong royong, seperti membersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, dan membantu sesama warga yang terdampak. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan koordinasi yang belum merata.
Krisis sampah plastik di wilayah perkotaan dan dampaknya terhadap lingkungan Ni Wayan Suryati Devi; Komang Enjeliana; Komang Devina Yanti; Nurmarya Zahira; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026958jpgi0005

Abstract

Krisis sampah plastik di perkotaan menjadi tantangan serius akibat urbanisasi dan rendahnya kesadaran masyarakat. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan menganalisis sumber, dampak, perilaku masyarakat, upaya pemerintah, serta kendala pengelolaan sampah plastik. Hasil menunjukkan sumber utama berasal dari rumah tangga dan UMKM (kemasan sekali pakai), dengan volume meningkat 30% dalam tiga tahun terakhir. Dampak lingkungan meliputi banjir, pencemaran, kematian biota, dan mikroplastik dalam rantai makanan. Sebanyak 50,8% masyarakat tidak memilah sampah karena merasa repot. Upaya bank sampah dan sosialisasi 3R masih terbatas. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran, infrastruktur terbatas, regulasi belum efektif, dan biaya kemasan ramah lingkungan yang tinggi. Diperlukan pendekatan holistik dan edukasi efektif seperti media sosial dan animasi explainer.
Alih fungsi lahan dan risiko banjir di kawasan pariwisata intensif: analisis ilmu pengetahuan sosial berbasis kerangka SDGs Angga Wiguna I Gede Tresna Angga Wiguna; Komang Oka Wirdana; I Gede Pebriana; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/026998jpgi0005

Abstract

Banjir yang melanda beberapa wilayah di Bali dalam beberapa tahun terakhir merupakan fenomena yang dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu curah hujan yang tinggi dan meningkatnya alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena banjir di Bali melalui perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif berbasis kajian literatur dan sumber berita. Hasil analisis menunjukkan bahwa alih fungsi lahan pertanian dan ruang terbuka hijau menjadi kawasan permukiman, hotel, vila, dan fasilitas pariwisata menyebabkan berkurangnya daerah resapan air sehingga meningkatkan risiko banjir. Fenomena ini berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat Bali. Analisis dalam konteks SDGs menunjukkan keterkaitan dengan SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Solusi yang direkomendasikan mencakup perbaikan tata ruang, penguatan sistem drainase, serta pelestarian lingkungan secara partisipatif antara pemerintah dan masyarakat.
Analisis multidimensi IPS terhadap dampak banjir bandang pada fasilitas pendidikan dalam perspektif sustainable development goals (SDGs) I Kadek Guna Wibawa; I Putu Odix Agus Hendradinata; I Nyoman Ari Prathama; Komang Yoga Wirawan; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027001jpgi0005

Abstract

Penelitian ini menganalisis peristiwa banjir bandang yang mengakibatkan kerusakan pada tiga ruang kelas di SDN 5 Banjar dalam perspektif Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian bertujuan mengkaji dampak banjir melalui aspek geografis, sosial, dan ekonomi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis dokumen terhadap berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara geografis banjir dipengaruhi oleh tingginya curah hujan dan rendahnya daya serap lahan. Secara sosial, bencana mengganggu proses pembelajaran dan aktivitas warga sekolah. Secara ekonomi, kerusakan fasilitas pendidikan menimbulkan kerugian serta memerlukan biaya rehabilitasi yang cukup besar. Peristiwa ini juga berkaitan dengan pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Penelitian menyimpulkan bahwa banjir bandang memberikan dampak signifikan terhadap sektor pendidikan sehingga diperlukan upaya mitigasi bencana, perbaikan lingkungan, dan peningkatan kesiapsiagaan untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Analisis masalah bunuh diri di Buleleng tahun 2025-2026 serta relevansinya terhadap SDGS Ni Putu Ayu Diah Widiani; Shofiyah El .Afaf; Ni Nyoman Uggy Tri Budiyanti; Ni Kadek Ayu Kartini
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027002jpgi0005

Abstract

Fenomena bunuh diri di Kabupaten Buleleng pada tahun 2025–2026 menunjukkan peningkatan jumlah kasus yang cukup rumit dan juga membutuhkan perhatian yang serius dari berbagai pihak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkan tindakan bunuh diri dengan melihatnya dari sudut pandang ilmu sosial. Selain itu, penelitian ini juga akan meneliti hubungan antara fenomena tersebut dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan mempelajari fenomena sosial, penelitian ini menemukan beberapa faktor utama yang menyebabkan masalah, seperti lemahnya hubungan dan integrasi sosial, perubahan tekanan ekonomi yang tidak stabil, serta kurangnya dukungan dari keluarga dan lembaga sosial di masyarakat. Pada dasarnya, fenomena ini sangat terkait dengan beberapa tujuan utama dalam SDGs, terutama menghapus kemiskinan, memastikan kehidupan yang sehat dan sejahtera, menyediakan pendidikan yang berkualitas, mengurangi kesenjangan sosial, dan memperkuat lembaga yang kuat. Dari analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa untuk mengatasi masalah ini diperlukan kerja sama dari berbagai sektor serta usaha yang terintegrasi agar kita bisa mencegah bertambahnya kasus di masa depan serta mencapai kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Dampak penurunan kualitas bahan bakar minyak terhadap peningkatan polusi udara di indonesia dalam perspektif sustainable development goals Ni Putu Ayu Andini; Ni Wayan Ariasih; Grasela Maria Snanfi; I Made Kila Candra Wijaya; Ketut Susiani
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027003jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penurunan kualitas BBM terhadap peningkatan polusi udara di Indonesia, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pencemaran udara dari sektor transportasi, serta mengkaji upaya pengendalian yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode studi literatur dengan memanfaatkan berbagai sumber data sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, laporan pemerintah, dan publikasi lembaga nasional maupun internasional yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kualitas BBM berkontribusi terhadap meningkatnya emisi gas buang kendaraan bermotor sehingga memperburuk kualitas udara, meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat, serta mempercepat terjadinya perubahan iklim. Faktor utama penyebab meningkatnya pencemaran udara meliputi pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor, kemacetan lalu lintas, rendahnya kualitas perawatan kendaraan, dan masih terbatasnya penggunaan transportasi umum. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan standar mutu BBM, pengembangan transportasi rendah emisi, percepatan transisi menuju energi bersih, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas lingkungan. Upaya tersebut mendukung pencapaian SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDGs 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim).