Articles
199 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AKHLAK BERBASIS KOGNITIF TERHADAP MORAL REASONING SISWA
Ainul Yaqin
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 3 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v3i1.29
sebab ia menjadi faktor yang menentukan kelangsungan hidup suatu bangsa. Suatu bangsa akan mengalami kehancuran jika masyarakatnya mengalami penyakit moral yang akut. Oleh sebab itu, pendidikan moral atau akhlak kepada peserta didik menjadi suatu keharusan dan saat ini telah menjadi program inti pendidikan di hampir semua negara. Tetapi efektivitas pembelajaran moral sering dipertanyakan disebabkan banyaknya penyimpangan moral peserta didik, seperti perilaku curang, mabuk-mabukan, tawuran, pergaulan bebas dan sebagainya. Penelitian ini bermaksud mengujicobakan model pembelajaran akhlak berbasis teori kognitif dalam meningkatkan penalaran moral peserta didik. Sengaja dipilih domain penalaran sebab ia memiliki kontribusi terhadap tindakan moral seseorang, atau dengan kata lain penalaran moral seseorang mempengaruhi tindakan moralnya. Semakin tinggi penalaran moral seseorang, semakin tinggi pula tindakan moralnya. Penelitian ini dilaksanakan secara kuantitatif dengan metode eksperimen dan menggunakan rancangan one group pre-post test design. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan penalaran moral siswa sebelum dan sesudah eksperimen yang dibuktikan dengan nilai p < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran akhlak berbasis kognitif memiliki pengaruh nyata terhadap peningkatan penalaran moral peserta didik.
SATU ABAD MUHAMMADIYAH SEBAGAI A SOCIAL MOVEMENT
Benny Prasetiya
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 3 No. 1 (2019): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v3i1.32
Upaya kesejahteraan sosial di samping tanggung jawab negara, sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 dan pemenuhan hak asasi manusia, di Muhammadiyah selain dari dorongan seperti itu, juga didorong oleh panggilan Islam yang juga berkaitan dengan masalah kemanusiaan seperti memperhatikan orang miskin, anak yatim, anak-anak terlantar, janda, dan lainnya adalah perbuatan mulia dan akan memberikan manfaat dari Tuhan baik di dunia maupun di akhirat. Surah Al-Ma ’un dalam Al-Qur'an sangat terkenal di Muhammadiyah yang mengingatkan umat Islam untuk tidak meninggalkan anak yatim dan orang miskin karena untuk melakukannya mereka pada akhirnya menjadi penipu agama. Yang baik di dunia adalah kebahagiaan melalui peningkatan rezqi (rezeki) dan perasaan. Berdasarkan dorongan ini, anggota Muhammadiyah di berbagai daerah di Indonesia berlomba untuk menyelenggarakan upaya kesejahteraan sosial, terutama layanan. Penelitian ini mengkaji bagaimana Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah juga menjadi pilar dalam gerakan sosialnya selama satu abad. Muhammadiyah telah banyak memberikan konstribusi positif dalam gerakan sosialnya menjadikan bangsa ini lebih bermartabat
REKONSTRUKSIONIS VIS A VIS RESTORASIONIS: TELAAH PEMIKIRAN ISLAM SAYYID AHMAD KHAN
Nuril Hidayah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i1.35
Pada masa kolonial di bawah penjajahan Inggris, masyarakat Islam di India mengalami pergulatan yang unik. Di satu sisi penolakan akan yang asing dan impian kejayaan masa lalu melahirkan munculnya gerakan perlawanan dan purifikasi Islam. Akan tetapi di sisi lain, posisi umat Islam sebagai minoritas di India memiliki kontribusi dalam melahirkan munculnya sikap-sikap yang lebih akomodatif. Sayyid Ahmad Khan adalah tokoh penting yang memilih pendekatan akomodatif rekonstruksionis. Kajian ini berupa mendeskripsikan pemikirannya, latar belakang, serta implikasinya bagi pemikiran Islam dengan menggunakan sumber-sumber kepustakaan dan dianalisis dengan menggunakan content analysis.
TELAAH SIKAP DAN PERILAKU MANUSIA DALAM BERAGAMA MELALUI PENDEKATAN PSIKOLOGI ISLAM
Ulil Hidayah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i1.36
Manusia dalam ranah kehidupannya mengalami perubahan sikap dan perilaku pada tahap-tahap fase perkembangannya. Perubahan yang terjadi muncul akibat pola pikir yang berubah secara alami serta merupakan bagian dari sunnatullah. Secara teoritis kajian tentang keberagaman jiwa manusia telah digambarkan melalui ayat-ayat qouliyah yang difirmankan oleh Allah dalam al-Quran maupun melalui ayat kauniyah berupa tanda wujud atau peristiwa yang terjadi di alam raya ini. Dalam tulisan ini, telaah atas sikap dan perilaku manusia dalam beragama dikaji lebih luas melalui pendekatan psikologi Islam, yaitu dengan mengacu terhadap teks al-Quran dan sudut pandang pemikiran ilmuan muslim dalam bidang psikologi.
MEKANISME PENETAPAN HARGA SEBAGAI INSTRUMEN MUAMALAH DALAM KAJIAN ISLAM IBNU TAIMIYAH
Muhammad Said Rohmat
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i1.37
Harga merupakan instrument muamalah yang sangat erat kaitannya dengan kebutuhan masyarakat. Naik turunnya harga di tengah-tengah pasar menjadkan problematika bagi masyarakat baik dari sudut pembeli, penjual ataupun pengepul. Problematika yang kerap kali terjadi dalam penetapan harga adalah adanya distorsi pasar. Dalam tulisan ini penulis memberikan penjelasan tentang mekanisme penetapan harga yang tepat sesuai syariat Islam dengan merujuk pada pemikiran cendekiawan muslim Ibnu Taimiyah berdasarkan prinsip terciptanya keuntungan bagi semua pihak (Qiamah al’adl). Merujuk pada pemikiran Ibnu Taimiyah dalam kitab Majmail Fatawa bahwasanya mekansime pasar adalah sebuah keniscaan yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun, namun apabila mekanisme pasar tidak dapat diajak kompromi untuk kemaslahatan umat manusia maka pemerintah wajib untuk andil dalam mengendalikan harga. Dan begitu pula sebaliknya apabila intervensi pemerintah terhadap mekanisme pasar dapat merugikan salah satu pihak, maka juga harus dihindarkan
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KRITIK HADITS
Lativa Latansa Villia
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i1.38
Artikel ini bertujuan untuk menguraikan investigasi metodologis tentang kritik terhadap pandangan sejarawan. Artikel ini juga mendeskripsikan perbedaan-perbedaan penting antara mereka dan para cendekiawan, karena keduanya sering memiliki pandangan dunia yang berbeda. Melalui studi deskriptif-analitik, penulis sampai pada kesimpulan bahwa setidaknya ada dua metode dalam perspektif sejarawan yang [1] kritis dalam menganalisis sahabat Nabi dan [2] kritis terhadap isi (matn). Dengan menggeser kerangka paradigma, ini menunjukkan bahwa keduanya tidak boleh ditolak. Kedua perspektif harus digunakan sebagai metode untuk mengembangkan tradisi kritik, meskipun pada beberapa titik, mereka harus dipertimbangkan secara kritis. Di sisi lain, perspektif sejarawan mungkin berguna untuk mendorong kelemahan yang telah ada dalam sains konvensional
KESEHATAN MENTAL DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN ISLAM
Aries Dirgayunita
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2017): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i1.39
Kesehatan mental atau Mental Health dalam perspesktif psikologi adalah suatu keadaan psikologis seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap permasalahan-permasalahan baik yang ada dalam dirinya maupun yang berada diluar lingkungan dirinya dengan menunjukkan kemampuan maupun potensi yang dimilikinya. Sedangkan dalam perspektif Islam, kesehatan mental adalah suatu kemampuan diri manusia dalam mengelola fungsi-fungsi kejiwaan sehingga tercipta penyesuaian diri yang baik antara dirinya sendiri baik dengan manusia lain, makhluk hidup lain, lingkungan, alam semesta maupun dengan Allah secara dinamis yang didasarkan pada Al-Qur’an dan Hadist yang merupakan pedoman hidup dalam menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Maka dengan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, masalah-masalah yang berkaitan dengan kesehatan mental dapat teratasi. Kesehatan mental manusia dikatakan baik dapat ditandai dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya dapat secara dinamis dikelola dengan baik dalam penyesuaian diri dengan dirinya sendiri, lingkungan, alam semesta maupun dengan Allah serta dengan mengembangkan seluruh aspek yang dimilikinya seperti kecerdasan, emosi maupun kesehatan dan spiritual. Sehingga Allah melimpahkan ketenangan jiwa dalam diri manusia, sesuai dalam Q.S. Al-fath : 4 yaitu Allah-lah yang telah menurunkan ketenangan jiwa kedalam hati orang-orang mukmin, supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan yang sudah ada. Yang tersebut menjelaskan bahwa Allah mensifati diriNya Yang Maha Mengetahui dan bijaksana yang dapat memberikan ketenangan jiwa ke dalam hati orang yang beriman
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN DINAMIKA POLITIK KEBANGSAAN DI INDONESIA
Heri Rifhan Halili
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 2 (2017): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i2.46
Dunia pendidikan pada dasarnya tidak pernah bersih dari ragam pengaruh politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum dan ideologi. Masing-masing sistem dan nilai tersebut . Sejarah pendidikan di Indonesia banyak dipengaruhi oleh politik yang terjadi pada saat pendidikan tersebut diselenggarakan. Kebijakan pendidikan penuh dengan seringkali dijadikan sebuah media dan alat dalam menanamkan politik. Salah satu kelompok yang sangat berkepentingan terhadap pendidikan adalah penguasa. Dalam sejarah bangsa-bangsa, pendidikan senantiasa dijadikan alat propaganda politik negara atau paling tidak sebagai salah satu institusi sosialisasi politik (politically sozialitation). Dalam negara yang menganut sistem politik dan ideologi demokrasi, arah sosialisasi politik termasuk dalam lembaga pendidikannya yang dikembangkan dapat dipastikan bersifat demokratis; untuk negara yang berpaham komunis, propaganda politik yang ditanamkan akan mengarah pada sistem, proses dan budaya politik komunis; dan bagi negara yang berlandaskan agama, sosialisasi politik akan diselaraskan dengan konsepkonsep agama Dalam makalah ini, akan dibahas lebih jauh tentang pendidikan agama Islam dan dinamika politik kebangsaan di Indonesia.
PENDIDIKAN NILAI: KONSEP DAN IMPLEMENTASINYA DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Benny Prasetiya;
Sofyan Rofi
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 2 (2017): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i2.47
The formation of values as the core of national education goals is certainly not immediately tangible for granted, but it takes an effort of education in a systematic and well-planned. One form of the government's efforts to achieve national education goals is to organize educational services for all citizens through units of the education as education providers track, level and type of education that is required by law.In this case, the school as an institution (institution) education which is a container where the educational process is done, have a complex and dynamic system. In its activities, the school is a place that is not just a gathering place for students and teachers, but are in the order of the system complex and interrelated. Keywords: education, values
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PENGEMBANGAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM
Cik Na'imah
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 2 (2017): September
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46773/imtiyaz.v1i2.48
Principal as the leader of the institution with various functions and roles, of course, an important person is responsible for all the activities as well as forward or backward, good or bad, or whether a quality of education is excellent or not from the education institution that is lead. So it is not surprising that he referred to as the first and foremost on the existence and quality of education that is lead. Especially in the face of competition is so tight, both between educational institutions and output, then steps and educational innovations is something that can not be offered anymore and should be realized