cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2022)" : 14 Documents clear
Analisis Makna Tanda Ikon, Indeks, dan Simbol Semiotika Charles Sanders Peirce pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden? Oktaviani, Ursula Dwi; Susanti, Yudita; Tyas, Debora Korining; Olang, Yusuf; Agustina, Rosita
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13017

Abstract

Icon Signed Meaning Analysis, Indexs and Semiotics Symbol in Charles Sanders Peirce in 2014 Siapa di Atas Presiden? Movie ABSTRAKFilm 2014 Siapa di Atas Presiden? bertemakan konflik politik dengan mengangkat latar belakang pemilihan presiden pada tahun 2014 periode 2014-2019. Film ini memberikan gambaran tentang dunia politik. Penelitian ini mengkaji tentang analisis semiotika pada Film 2014 Siapa di Atas Presiden?.  Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan makna tanda dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?, untuk menunjukkan tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol, serta mendeskripsikan makna dari tanda ikon, tanda indeks dan tanda simbol dalam film 2014 Siapa di Atas Presiden?. Penelitian ini menggunakan pendekatan   kualitatif, metode   deskriptif, teknik   pengumpulan   data melalui baca catat dan teknik dokumentasi. Temuan yang diperoleh yaitu: 1) Ikon yang menunjukan adanya hubungan persamaan  antara tanda dengan objek manusia (tokoh dalam novel) dan benda 2) Indeks adalah tanda yang menunjukan hubungan tanda dengan objek bersifat diperkirakan, atau hubungannya menunjukkan sifat hubungan kasual (sebab-akibat), arbitrer dan diperkirakan 3) Makna tanda ikon berdasarkan hubungan tanda dengan objek pada tipe ikon maka hubungan tanda dan objek dalam gambar  yaitu  sama  antara gambar dan tanda ikon.Kata kunci: Semiotika; Film 2014 Siapa di Atas Presiden?ABSTRACT2014 siapa di atas presiden? movie has political conflict theme by taking the background of the 2014 presidential election in 2014-2019 period. This movie provides an overview of the politics world. This study examines the semiotic analysis in the 2014 siapa di atas presiden? movie. The purpose of this study is to describe the meaning of the sign in the 2014 siapa di atas presiden? movie, in order to show icon sign, index sign and symbols, and also to describe the meaning of icon sign, index sign and symbols in the 2014 siapa di atas presiden? movie. This research used a qualitative descriptive method, data collection techniques were through reading notes and technical documentation.  Based  on  research  results as follows: 1) Icons that show a similar relationship between signs and human objects (characters in novels and objects, 2) Index is a sign that revealed the relationship between signs and objects is predictable or the relationship shows the nature of casual (cause and effect), arbitrary and predictable relationships, 3) Icon sign meaning is based on sign and object relationship in icon type. It is therefore the relationship of sign and object in image is similar to image and icon sign.Keyword: Semiotics, Movie 2014 Siapa di Atas Presiden
Analisis Bahasa Kasar yang Ditirukan Anak Remaja dari Media Sosial Tiktok di Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung Jadmiko, Rahmad Setyo; Damariswara, Rian
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13162

Abstract

Analysis of Abusive Language Imitated By Adolescents From Tiktok Social Media in Mojoarum Village, Gondang District, Tulungagung RegencyABSTRAKSelama masa pandemi, eksistensi aplikasi Tiktok semakin kuat. Aplikasi Tiktok mempermudah para konten kreator pemula untuk membuat video singkat yang menarik perhatian. Banyak isi dari video tersebut yang berisi ujaran-ujaran tidak pantas, salah satunya bahasa kasar. Anak remaja yang melihat isi konten tersebut, tentu saja belum bisa mempertimbangkan apakah ujaran tersebut layak jika diucapkan di khalayak umum. Banyak dari mereka menirukan bahasa kasar dari konten aplikasi Tiktok. Fokus penelitian ini adalah, mengetahui jenis-jenis bahasa kasar apa saja yang mereka tirukan dari konten aplikasi Tiktok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek sekumpulan anak remaja di Desa Mojoarum, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Dari hasil penelitian, banyak ditemukan jenis-jenis bahasa kasar yang mereka ucapkan. Jenis bahasa kasar tersebut dapat digolongkan menjadi lima jenis yaitu kondisi, nama hewan, makhluk astral, sebuah objek, dan bagian organ tubuh manusia. Mereka mengaku bahwa, dari konten Tiktok mereka menirukan dan ikut memviralkan ujaran-ujaran bahasa kasar tersebut. Anak-anak remaja tersebut mengaku wajar dan lumrah jika mengucapkan bahasa kasar tersebut.Kata kunci: aplikasi Tiktok, anak remaja, bahasa kasarABSTRACTDuring the pandemic, the existence of the Tiktok application is getting stronger. The Tiktok app makes it easy for beginner content creators to create short, eye-catching videos. Many of the contents of the video contain inappropriate utterances, one of which is abusive language. Teenagers who see the contents of the content, certainly, cannot consider whether the utterance is appropriate if it is uttered in the general public. Many of them imitate the abusive language of the content in the Tiktok application. The focus of this research is to find out what types of abusive language which they imitate from the content of the Tiktok application. The type of this research is qualitative, with the subject of a teenager group in Mojoarum Village, Gondang District, Tulungagung Regency. Based on the the study results, many types of abusive language were found. This type of abusive language can be classified into five types, namely conditions, names of animals, astral beings, an object, and parts of the human body. They admitted that, from their Tiktok content, they imitated and took part in the viral utterances of the abusive language. The teenagers admitted that it was natural and normal for them to say abusive language.Keyword: Tiktok app, teenager, abusive language 
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Analisis Sastra Ramadhana, Rizka Norsy; Elyani, Eka Puteri; Mu’in, Fatchul
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13379

Abstract

Student Critical Thinking Skills Through Literary Analysis ABSTRAKMelalui analisis sastra, siswa dapat memperoleh keterampilan berpikir kritis. Sastra merupakan salah satu cabang seni yang mengalami proses pertumbuhan sejalan dengan perjalanan waktu dan perkembangan pikiran masyarakat. Literatur dalam proses belajar mengajar dapat menciptakan keterampilan berpikir kritis. Siswa akan berlatih mengungkapkan pendapat, menyimpulkan, menjelaskan hubungan sebab-akibat, membandingkan fakta, dan menerapkan ide-ide yang mereka peroleh dari literatur ke situasi baru. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana proses belajar mengajar analisis sastra memicu keterampilan berpikir kritis siswa. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2018 yang telah mengambil kelas literary analysis. Data penelitian diperoleh dari observasi pelaksanaan kelas literary analysis dan kuesioner berdasarkan indikator berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran literar analysis di kelas melalui lembar observasi telah berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa siswa melakukan 80% dari indikator keterampilan berpikir kritis. Selain itu, menganalisis karya sastra dapat memicu siswa untuk berpikir kritis ke level HOTS (High Order Thinking Skills) karena siswa telah memasuki tahap keenam dalam urutan berpikir kritis yaitu “Creating” yang menghasilkan sebuah makalah terkait analisis karya sastra menggunakan berbagai pendekatan.Kata kunci: Kemampuan berfikir kritis, analisis sastra, pendekatanABSTRACTThrough literary analysis, students can obtain critical thinking skills. Literature is a branch of art that undergoes a growth process in line with the passage of time and the development of people's minds. Having literature in the teaching and learning process can create critical thinking skills. Students will practice expressing opinions, concluding, explaining cause-and-effect relationships, comparing facts, and applying the ideas they have gained from literature to new situations. This research applied descriptive quantitative. The objective of the study is to figure out whether the process of literary analysis teaching and learning triggers students’ critical thinking skills. The sample of this study is students of English Language Education Study Program batch 2018 that have taken literary analysis class. The research data was obtained from observation of implementation of literary analysis class and questioners based on critical thinking indicators. The research findings showed that the implementation of literary analysis learning in the classroom through observation sheets has been going well. Based on analysis results, it is found that students conduct 80% of the critical thinking skills indicators. In addition, analyzing literary works can trigger students to think critically to the level of HOTS (High Order Thinking Skills) because students have entered stage 6 in the critical thinking sequence, namely "Creating" which results in a paper related to the analysis of literary works using various approaches.Keyword: Critical Thinking Skills, Literary Analysis, Approach
Pembekalan Literasi Dasar Guru Sekolah Dasar Islam untuk Mencapai Sustainable Development Goal (SDGs): Pendidikan Berkualitas Ridlwan, Muhammad; Naila, Ishmatun; Nurdianah, Lutfiyan
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 15 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v15i2.13390

Abstract

Basic Literacy Training of Islamic Primary Teachers for Achieving Sustainable Development Goal: Quality Education ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melatih dan mengembangkan perangkat pembelajaran literasi kelas awal yang cocok digunakan untuk guru Sekolah Dasar Islam. Tingkat literasi dan keterampilan literasi dasar anak Sekolah Dasar telah menjadi permasalahan dalam dunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun terakhir. Lebih dari setengah pemuda Indonesia yang menyelesaikan sekolah formal masih belum memahami apa itu literasi, termasuk tidak memahami apa yang dibaca serta banyaknya manfaat yang diperoleh seperti keterampilan tambahan, kekayaan pengetahuan, dan peningkatan kualitas hidup. Metode yang digunakan adalah pengembangan model ADDIE. Penelitian ini menggunakan teknis analisis kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan pengembangan dan hasil evaluasi, serta analisis kuantitatif deskriptif untuk menjabarkan hasil implementasi. Hasil pengembangan berupa paket pembelajaran literasi dasar (early class literacy package). Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelatihan literasi pada guru Sekolah Dasar Islam ditandai dengan penguasaan paket pembelajaran literasi dasar. Paket pembelajaran literasi dasar dapat juga membantu guru dalam memberikan pendidikan yang berkualitas.Kata kunci: Guru pendidikan sekolah dasar Islam, literasi, sekolah dasar, SDGs, pendidikan berkualitasABSTRACTThis study aims to train and develop early grade literacy learning tools which is suitable for Islamic primary school teachers. The literacy level and basic literacy skills of primary school children have become a problem in the education field in Indonesia in recent years. More than half of Indonesian youth who finish formal education still do not understand what literacy is, including not understanding what to read and the many benefits that come with it, such as additional skills, a wealth of knowledge, and improved quality of life. The method used is the development of the ADDIE model. This study uses descriptive qualitative analysis techniques to describe the development and evaluation results and descriptive quantitative analysis to describe the implementation results. The result of the development is in the form of an early class literacy package. This study shows that the success of literacy training for Islamic primary School teachers is characterized by mastery of basic literacy learning packages. Basic literacy learning packages can also assist teachers in providing quality education.Keyword: Islamic teacher, literacy, primary schools, SDGs, quality education

Page 2 of 2 | Total Record : 14