cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 444 Documents
"Mother Earth" dalam Kerumunan Terakhir Karya Okky Madasari dan Bless Me Ultima Karya Rudolfo Anaya Litaay, Adeline Grace M.; Pramesti, Tri; Yustia, Truli Suksas; Fadilla, Mega
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3651

Abstract

ABSTRAKKerumunan Terakhir  karya Okky Madasari dan Bless me Ultima karya Rudolfo Anaya bercerita tentang peranan perempuan dalam menjaga alam. Di dalam Kerumunan Terakhir, Okky Madasari membandingkan kehidupan perempuan di puncak gunung dan di kota besar. Mirip dengan Okky Madasari, RudolfoAnaya juga menggambarkan kehidupan yang harmonis antara alam dan perempuan yang diwakili oleh Ultima di dalam Bless Me Ultima. Ultima tidak hanya memelihara alam, juga menggunakan alam untuk menyembuhkan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana perempuan di representasikan sebagai “Mother Earth” dalam dua novel tersebut. Dengan metode Pembacaan secara heuristik dan hermenuetik serta menggunakan pendekatan ekofeminis dan teori sastra bandingan, representasi perempuan sebagai mother earth dianalisa dan diinterpretasikan sesuai dengan konteks dimana representasi itu muncul. Dari hasil pembahasan nampak adanya persamaan  antara novel Kerumunan Terakhir dan novel Bless Me Ultima dalam merepresentasikan mother Earth.  Si Mbah dan Ultima adalah mother earth yang menggunakan alam sebagai tempat belajar tentang kehidupan bagi manusia.Kata kunci: pendekatan ekofeminis, mother earth, representasi, kritik sastra bandingan ABSTRACTKerumunan Terakhirwritten by Okky Madasariand Bless me Ultima written by Rudolfo Anaya tell the story of  women in protecting nature. In Kerumunan Terakhir  Okky Madasaricompares the lives of women at the top of a mountain and in a big city. Similar to Okky Madasari, Rodolfo Anaya also describes the harmonious life between nature and woman represented by Ultima in Bless Me Ultima. Ultima does not only preserve nature, she also uses nature to cure illness. Using the heuristic reading method and applying the basic principles of ecofeminism about gender equality and the close relationship between women and nature, this paper tries to see how women are represented as mother earth in Indonesia and in the United States contained in these two novels. By using an ecofeminism approach and a comparative literary theory, the representation of women as mother earth will be analyzed and interpreted according to the context in which the representation appears.Keyword: ecofeminism approach, mother earth, representation, comparative literature
Syi'ir Jawa Pesisiran (Kajian Esoeskatalogi) Sulistianawati, Sulistianawati; Supratno, Haris; Indarti, Titik
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3652

Abstract

ABSTRAKKajian ini mengintegrasikan teori esoteris dengan teori eskatologi yang termuat dalam naskah klasik “Syi’ir Kiyamat, Syi’ir Santri, Syi’ir Paras Nabi dan Syi’ir Ahli Surga” yang merupakan koleksi perorangan yang tergolong naskah bergenre syi’ir dalam sastra Jawa Pesisiran. Pendekatan filologi sebagai pisau bedah naskah, teknik pengumpulan data menggunakan metode deskriptif serta metode analisis data. Hasil penelitian menyatakan bahwa para sufi maupun orang awam dalam menapaki jalan spiritual mempertebal amalan dan rangkaian penyucian jiwa dengan diisi perbuatan baik (taubat, khauf dan raja’, zuhud, fakir, sabar, ridha dan muraqabah). Konsep Eskatologi berupa siksa kubur dan pertemuan mayat dengan malaikat Mungkar Nakir (Alam Barzakh), peristiwa huru-hara kiamat yang di alami manusia berupa hancurnya seluruh lapisan kosmos bumi oleh dahsyatnya kiamat, dilanjutkan penceritaan seputar kejadian yang dialami penduduk Mahsyar mendapati syafaat, hisab, Haq-Al-Adami, serta penyesalan oleh umat kafir maupun muslim yang kufur. Ditarik benang merah bahwa penelitian Esoeskatologi pada teks syi’ir memberikan sumbangsih bagi keberadaan nilai-nilai sufistik dan nilai eskatologi yang koheren sehingga menimbulkan efek eksistensi manusia terhadap kehidupan dunia dan ukhrawi. Hasil penelitian menyatakan doktrin eskatologi sebagai penggingat atau orientasi, lebih tepatnya keseluruhan tuturan syi’ir dijadikan sebagai sarana sufistis guna mencapai fana manusia dengan Allah serta condong pada ajaran futuristis. Relevansi konsep kesenjangan dunia dan ukhrawi, bahwa segala perbuatan akan dipertanggungjawabkan di Akhirat.Kata kunci: syi’ir, esoteris, eskatologi, esoeskatologi.ABSTRACTThis study seeks to integrating the esoteric theory with the eschatological theory which contained in the classical manuscript "Syi’ir Kiyamat, Syi’ir Santri, Syi’ir Paras Nabi and Syi’ir Ahli Surga" is a collection of individuals belonging to the syi’ir genre texts in Coastal Javanese literature. This research itself is classified into library research with a philological approach as a scalpel, data collection techniques using descriptive methods and data analysis methods. Result of the research said that can be concluded that the Sufis and common people in walking the spiritual path thicken the practice and a series of purification of the soul filled with good deeds (repentance, khauf and raja ', zuhud, fakir, patient, blessing and muraqabah). The concept of eschatology in the form of grave torture and corpse encounters with the angel Mungkar Nakir (Alam Barzakh), the apocalypse riots experienced by humans in the form of the destruction of all layers of the earth's cosmos by the enormity of the apocalypse, continued telling about the events experienced by Mahsyar residents who find intercession, reckoning, Haq -Al-Adami, and regret by the infidel and the kufr Muslims. The red thread can be drawn that the study of Esoeschatology in the syi’ir text contributes to the existence of sufistic values and coherent eschatological values so as to have an effect on human existence on world life and ukhrawi. The results of the study stated the doctrine of eschatology as a reminder, more precisely the whole syi’ir utterance was made as a sufistic means to achieve mortal humanity with God and inclined to futuristic teachings. The relevance of the concept of world inequality and ukhrawi, that all deeds will be accounted for in the afterlife.Keywords: syi’ir, esoteric, eschatology, esoeschatologysyi’ir, esoteric, eschatology, esoeschatology
Subaltern dalam Novel Arok Dedes Karya Pramoedya Ananta Toer: Kajian Poskolonial Gayatri Spivak Kholifatu, Arisni; Tjahjono, Tengsoe
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3656

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengaruh tahta tertinggi dan perlawanan kaum subaltern pada novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer dengan menggunakan teori postkolonialisme Gayatri Spivak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini  mengunakan pendekatan kualitatif karena dalam penelitian ini menggunakan sumber data novel Arok Dedes  yang berkisah tentang kudeta di Tanah Jawa. Data penelitian ini adalah kata, kalimat, paragraf, yang terdapat dalam novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer dengan menggunakan teori poskolonial Ggayatri Spivak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi atau pustaka. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan teknik analisia deskriptif. Hasil dari penelitian adalah pengaruh tahta tertinggi dan perlawanan kaum subaltern pada novel Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer.Kata kunci: Subaltern, poskolonial, pengaruh tahta, perlawananABSTRACTThe purpose of this study is to describe the influence of the highest throne and the resistance of the subalterns on the novel Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer by using the postcolonialism theory of Gayatri Spivak. This research is a descriptive qualitative research. The approach in this study using a qualitative approach because in this study used Arok Dedes story novel as data sources  which is about a coup in Java. This research data is words, sentences, paragraphs, contained in Arok Dedes novel by Pramoedya Anan ta Toer by using postcolonial Ggayatri Spivak theory. Data collection techniques in this study used the method of documentation or literature . The data analysis technique of this study used descriptive analysis techniques. The results of the study are the influence of the highest throne and the resistance of the subalterns on the novel Arok Dedes by Pramoedya Ananta Toer. Keywords: Subaltern, postcolonial, influence of throne, resistance
Variasi Sapaan Pedagang Buah-Buahan di Madura Suryani, Yunita; Afkar, Taswirul; Hanik, Siti Umi
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3658

Abstract

ABSTRAK Variasi sapaan pedagang buah-buahan di pasar tradisional, Bangkalan, Madura terjadi secara alamiah saat tawar-menawar. Penelitian ini mendeskripsikan variasi sapaan pedagang kepada pembeli yang dipengaruhi faktor usia dan jenis kelamin pembeli; faktor hubungan kekerabatan; dan faktor etnis yang berbeda. Metode analisis data menggunakan teknik padan pragmatis. Hasil penelitian menunjukkan variasi sapaan pedagang, 1) berdasarkan usia dan jenis kelamin: sapaan Buk untuk wanita yang sudah menikah atau berusia lebih dari 30 tahun, sapaan Lek [Le?] untuk laki-laki muda berusia kurang lebih 17--20 tahun; 2) berdasarkan hubungan kekerabatan: sapaan Lek [Le?] digunakan pedagang karena sudah mengenal pembeli; 3) berdasarkan etnis yang berbeda: sapaan pada pembeli etnis Jawa menggunakan sapaan Dek yang biasa digunakan juga oleh orang Jawa untuk menyapa anak muda, begitu pula pada pembeli etnis Cina, pedagang menggunakan sapaan Ko atau Koko, 4) berdasarkan kelas sosial: Mik [Mi?] untuk wanita yang sudah haji atau usianya lebih tua dari pedagang.Kata kunci: variasi sapaan, pedagang buah, MaduraABSTRACT Variations in the greetings of fruit traders in traditional, Bangkalan, Madura occur naturally during bargaining. This study describes variations in the greeting of traders to buyers who are influenced by age and gender factors of buyers; kinship factors; and different ethnic factors. The data analysis method uses padan pragmatic techniques. The results showed variations in merchant greetings, 1) based on age and gender: book greetings for women who were married or over 30 years old, greetings lek [le?] For young men aged around 17-20 years; 2) based on kinship: greeting lek [le?] used by traders because they already know the buyer; 3) based on different ethnicities: greetings to Javanese ethnic buyers using dek greetings which are also used by Javanese to greet young people, as well as ethnic Chinese buyers, traders using ko or koko greetings, 4) based on social class: mik [mi?] for women who are already on Hajj or are older than traders.Keywords: variations in greetings, fruit traders, Madura
Eksistensi Bunyi pada Puisi-Puisi Raja Ali Haji Al Farisi, Tsalits Abdul Aziz
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3659

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola persajakan pada beberapa puisi Raja Ali Haji dari perspektif bunyi, pola rima, dan simile yang kemudian mejadi ciri khas pola kalimat yang utuh pada jajaran ritme pemaknaan. Subjek penelitian adalah Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka dan stilistika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendeskprisikan fakta-fakta yang kemudian disusul dengan analisis. Peneliti mendeskripsikan fakta-fakta berupa diksi yang mengandung simile sekaligus pola bunyi yang kemudian disusul dengan analisis puisi Raja Ali Haji. Hasil temuan dalam penelitian meliputi unsur-unsur persajakkan dalam puisi Raja Ali Haji yang bertujuan untuk menemukan ciri khas kepenulisan gurindam pada pertengahan abad ke 18.Kata kunci: Simile, bunyi, rima puisiABSTRACT This research aims to describe the pattern of poetry in some poems of Raja Ali Haji based on a sound perspective, rhyming patterns, and simile which then characterizes the whole sentence patterns in the rhythm of meaning. The subject of research is Gurindam of Twelve works written by Raja Ali haji. Data collected through literature and stilistics study. This research method used description analysis. They are done by describing facts followed by analysis. On Ali haji Poetry, researches describe the facts of diction containing similes and sound patterns that are then followed by analysis. The findings in the study include elements of poetry in Raja Ali Haji's poem which aims to find the characteristics of the authorship of gurindam in the mid-18th century.Keywords: simile, sound, rima, poetry
Kesantunan Berbahasa Mahasiswa Prodi Agroteknologi UPN Veteran Jawa Timur untuk Mengukur Efektivitas Kuliah Bela Negara Arum, Dewi Puspa
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3667

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas mata kuliah Bela Negara terhadap kesantunan berbahasa mahasiswa kepada dosen sesuai dengan teori kesantunan Leech. Terdapat perbedaan sikap dalam hal kesantunan berbahasa antara mahasiswa yang belum dan telah mempelajari mata kuliah Bela Negara. Perbedaan sikap ini merupakan indikator yang menandakan bahwa mata kuliah Bela Negara terbukti berhasil dan efektif dalam membentuk karakter mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur.  Penelitian ini mengkaji penggunaan maksim-maksim kesantunan berbahasa pada tuturan tertulis menggunakan media komunikasi WA (whatsapp) antara dosen dan mahasiswa di Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN Veteran Jawa Timur. Metode pengumpulan data berupa dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah agih dengan teknik pilah dan perluas. Metode pengujian kesahihan data menggunakan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kesantunan berbahasa antara mahasiswa yang telah menerima dan belum menerima mata kuliah Bela Negara. Mahasiswa yang telah menerima Mata Kuliah Bela Negara lebih santun dalam berbahasa dan berkomunikasi menggunakan media WA dibandingkan mahasiswa yang belum menerima mata kuliah Bela Negara.Kata kunci: bela negara, kesantunan berbahasa, maksim percakapanABSTRACTThis study aims to measure the effectiveness of the Defending Country course on the politeness of students' language to lecturers in accordance with Leech politeness theory. There are differences in attitudes in terms of politeness in language between students who have not and have studied the Defending Country courses. This difference in attitude is an indicator that indicates that the Bela Negara course has proven to be successful and effective in shaping the character of UPN Veteran students in East Java. This study examines the use of maxim politeness language in written speech using WA (whatsapp) communication media between lecturers and students at the Faculty of Agriculture, UPN Veteran East Java. The data collection method is in the form of documentation. The data analysis method used is divided into sort and expand techniques. The validity test method uses triangulation of data sources. The results showed a difference in politeness in language between students who had received and had not received the Defending Country course. Students who have received Defending Country courses are more polite in language and communication using WA media compared to students who have not received Defending Country courses.Keywords: bela negara, politeness in language, maxim of conversation
Tindak Tutur dalam Upacara Etnis Tionghoa Peranakan Sugiarto, Marissa Leviani; Nirmala, Deli
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3710

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tindak tutur Pandita dan kedua mempelai dalam pernikahan etnis Tionghoa Peranakan di Klenteng Kebon Jeruk, Semarang. Dalam pengumpulan data, peneliti melakukan perekaman dan observasi partisipan dalam pernikahan di Klenteng Kebon Jeruk, Semarang. Dari analisis ditemukan bahwa semua tindak tutur ada dalam peristiwa komunikasi pernikahan ini. Walau Pandita dan kedua mempelai memiliki kapasitas berbicara yang sangat berbeda. Urutan tindak tutur partisipan utama yang terbanyak yaitu Pandita, mempelai pria dan mempelai wanita. Pandita berperan dominan  dilihat dari kuantitas tindak tutur. Peran Pandita dalam upacara sebagai pengendali terlihat jelas dari jumlah tindak tutur direktif yang muncul. Makna dari tindak tutur tersebut menginstruksi kedua mempelai untuk mengikuti apa yang dikatakan Pandita. Mempelai pria dan wanita memiliki porsi bicara yang sama dan terbatasi terlihat dari jumlah tindak tutur mereka. Upacara pernikahan etnis Tionghoa peranakan mengakomodasi Pandita untuk mengambil kendali penuh atas pernikahan etnis tersebut dan sekaligus mengontrol tindak tutur mempelai. Kedua mempelai menggunakan tindak tutur komisif berjanji untuk hidup dengan rukun dan menaati ajaran Budha dalam pernikahan dan asertif yang memaknai respons tindak tutur direktif Pandita.Kata kunci: Penutur, tuturan, pernikahan,tindak tutur ilokusiABSTRACTThis study discusses the speech acts of a priest and the bride and groom in a Chinese ethnic marriage at Kebon Jeruk Temple, Semarang. In collecting data, researchers conducted the recording and observation of participants in marriage at the Kebon Jeruk Temple, Semarang. From the analysis, the researchers find that all speech acts existed in this marriage communication event, although the priest and the bride and groom have a very different speaking capacity. The main sequence of speech acts of the main participants was the priest, bridegroom, and bride. Priest plays a dominant role in terms of the number of speech acts. The role of the priest in the ceremony as a controller is evident from the number of directive speech acts that arise. The bride and groom have the same portion of speech and are limited in their number of speech acts. The Chinese descents’ wedding ceremony accommodates the priest to take full control of the ethnic marriage and at the same time, control the speech acts of the bride and groom. The bride and groom use commissive and assertive speech acts, which are responses to the priest's directive speech acts.Keywords: speaker, utterance, marriage, speech act, illocution
Peningkatan Keterampilan Menulis Karya Ilmiah Melalui Pendekatan Kolaboratif Khaerunnisa, Khaerunnisa
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3762

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis ilmiah melalui pendekatan kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Jakarta tahun akademik 2019/2020. Untuk mengetahui peningkatan kemampuan mahasiswa dalam membuat tulisan ilmiah, peneliti memberikan tes produk (membuat karya ilmiah) pada siklus pertama dan siklus kedua. Sebelum memberikan tes pada siklus kedua, peneliti menggunakan pendekatan kolaboratif kepada mahasiswa. Terdapat beberapa jenis kesalahan di antaranya dalam hal gramatikal dan leksikal. Pada siklus pertama, untuk aspek gramatikal sebesar 78,25% dan persentasi kesalahan siklus kedua menjadi 18,25% yang menunjukkan adanya peningkatan sekitar 60%. Sedangkan untuk aspek leksikal siklus pertama sebesar 77,5%, sedangkan pada siklus kedua berkurang menjadi 12,5%. Dengan demikian dalam hal menulis ilmiah menunjukan adanya peningkatan dalam poin leksikal sebesar 65%.  Hasil tes pada siklus kedua menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis ilmiah dengan menggunakan pendekatan kolaboratif. Kata kunci: karya ilmiah, pendekatan kolaboratif, keterampilan menulisABSTRACTThis research aims to improve scientific writing learning through collaborative learning approach. This research was conducted at Muhammadiyah University of Jakarta in the academic year 2019/2020. To find out the improvement of the students' scientific writing skill, the researchers implemented product tests (making scientific work) in the first cycle and the second cycle. Before giving the test in the second cycle, researchers used collaborative learning for students. There are several types in grammatical and lexical errors. In the first cycle, the grammatical aspect was 78.25% and the percentage of error in the second cycle was 18.25% which showed a percentage increase of around 60%. Whereas for the first cycle aspect, it was 77.5%, while in the second cycle it decreased to 12.5%. Thus in terms of scientific writing shows an increase in lexical points by 65%. The test results in the second cycle showed an increase in scientific writing skills using collaborative learning approach.Keywords: scientific work, collaborative learning, writing skills  
Pengembangan Teks Anekdot sebagai Bahan Ajar Siswa Kelas X MAN Pematangsiantar Lubis, Tri Wahyuni; Gusmiati, Sri; Nasution, Ikhwanuddin
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3763

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan teks anekdot berdasarkan struktur narasi sebagai bahan ajar pada siswa kelas X MAN Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode R&D. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MAN Pematangsiantar. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah merekontruksi teks anekdot menjadi karangan narasi sesuai dengan struktur, menyeleksi karangan narasi berdasarkan struktur narasi karya siswa, merevisi beberapa karangan narasi menjadi antologi narasi, dan validasi para ahli. Berdasarkan uji keefektifan materi, bahan ajar efektif 88,9% dengan kategori sangat baik. Dari beberapa hasil karangan narasi karya siswa, peneliti mengambil sampel untuk dijadikan sebuah antologi sebagai bahan ajar siswa. Dari hasil para ahli, kelayakan isi dapat mendapatkan persentase sebesar 82,5% dengan kategori sangat baik, penyajian pembelajaran mendapatkan persentase sebesar 90% dengan kategori sangat baik, dan kebahasaan pembelajaran mendapatkan persentase 80% dengan kategori baik. Dari hasil validasi tersebut antologi pengembangan teks anekdot menjadi karangan narasi dapat dikatakan layak digunakan sebagai bahan ajar.Kata kunci: pengembangan, anekdot, narasi, antologi ABSTRACTThe objective of the research was to determine the development of anecdote text based on the narrative structure as teaching material on grade X MAN Pematangsiantar. This research applied R&D method. The subject chosen was grade X MAN Pematangsiantar. There were some stages carried out, namely; reconstructing anecdote text to narrative essay in accordance with the structure, selecting narrative essays based on the narrative structure in students' work, revising some narrative essays to be narrative anthologies, and validating by experts. Based on the effectiveness of the material test, it showed that effectiveness was 88.9% with very good category. Then, from students' written narrative work, the researcher selected samples to be used as a students anthologies and used as students teaching materials. From experts validation, the worthiness of validity was 82,5% with a very good category, presentation of learning reached 90% with a very good category, and language learning gets a percentage of 80% with a good category. Based on the validation, the development of anecdote text as a narrative text can be used as teaching material.Keywords: development, anecdote, narrative, anthology
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik di SMP Negeri 1 Sooko Sayudi, Mochamad
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i1.3773

Abstract

ABSTRAKTujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membantu meningkatkan kompetensi paedagogik guru-guru di SMP Negeri 1 Sooko dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang sesuai dengan standar kompetensi masing-masing. Hal tersebut dikarenakan keberhasilan dalam proses belajar mengajar tidak lepas dari perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Salah satu langkah yang bisa digunakan adalah supervisi akademik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Berdasarkan penilaian, penyusunan RPP dari rata-rata 68,4 pada prasiklus meningkat menjadi 71,3 pada siklus I. Berdasarkan tingkat ketuntasannya, terjadi peningkatan dari 40,9% pada prasiklus menjadi 61,3% pada siklus I. Hal tersebut belum memenuhi kriteria keberhasilan sehingga dilakukan penelitian siklus II. Kemudian, didapatkan nilai rata-rata kompetensi guru dalam menyusun rencana pelaksaan pembelajaran 74,00 dan berdasarkan ketuntasan mencapai 84%.Kata kunci: supervisi akademik, RPPABSTRACTThe main objective of this research is to improve the pedagogical competence of teachers in SMP Negeri 1 Sooko, in preparing Learning Implementation Plan that is in accordance with their respective competency standards, because success in the teaching and learning process cannot be separated from the learning planning which is prepared by teacher before carrying out learning. One step that can be used is academic supervision. The results of this study indicate that academic supervision can improve teacher competency in developing learning implementation plans (RPP). Based on the assessment of the preparation of lesson plans from an average of 68.4 in the pre-cycle increased to 71.3 in the first cycle. Based on the completeness level of 40.9% in the pre-cycle increased to 61.3% in the first cycle. It does not meet the success criteria, so Cycle II research was carried out and the average teacher competency score in preparing the learning implementation plan was 74.00 and based on completeness reached 84%.Keywords: academic supervision, learning implementation plan