Articles
141 Documents
Realitas Komunikasi Orang Tua dengan Balita Kecanduan Gawai di Kota Bandung
Rannie Dyah Khatamisari Rachaju;
Nia Pusparini;
Acep Juandi
Dialektika Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i1.2118
Kecanduan gawai merupakan ancaman serius bagi tumbuh kembang balita karena dapat membuat mereka menjadi pribadi tertutup hingga sulit untuk bersosialisasi, sehingga orang tua diharapkan menyadari ancaman tersebut dan berupaya mengawasi serta membatasi anak menggunakan gawai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif tujuan, motif penyebab, dan makna dari pemberian gawai oleh orang tua pada anak balita mereka yang masih bersekolah TK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah orang tua murid yang memiliki anak usia sekolah TK di Kota Bandung. Proses pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan pengamatan terhadap informan, sedangkan untuk data penunjang diperoleh melalui dokumentasi, hasil penelitian sebelumnya, dan wawancara pihak terkait lainya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa motif tujuan orang tua memberikan gawai pada anak balitanya yakni sebagai upaya memaksimalkan pemanfaatan teknologi sehingga tumbuh kembang anak bisa maksimal, motif penyebab orang tua memberi gawai pada anak balita, karena melihat secara terus-menerus bahwa orang tua lainnya yang memberikan anak mereka gawai, makna pemakaian gawai pada anak dianggap sebagai sarana hiburan. Namun karena kurangnya wawasan terhadap dampak yang ditimbulkan membuat anak berakhir kecanduan gawai dengan tidak disadari.
Strategi dan Kekuatan Kampanye Politik di Masa Pandemi Covid-19
Ferly Pratama
Dialektika Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i1.2122
Penelitian ini berangkat dari fenomena pemanfaatan media kampenye politik sebagai sebuah solusi dari keterbatasan ruang gerak di masa pandemi Covid-19. Usaha demikian sebagai wujud strategi dalam membentuk kekuatan kampanye politik khususnya yang dilakukan oleh paslon bupati dan wakil bupati nomor urut tiga kabupaten Rejang Lebong Syamsul Effendi dan Hendra Wahyudiansyah dalam menggunakan media kalender kampanye pada pilkada 2020. Untuk melihat dan membongkar itu semua, diperlukan anlisis secara mendalam seperti analisis semiotika salah satunya semiotika dari Rolland Barthes, sehingga strategi itu tercermati bukan hanya sebatas penggunaan medianya saja akan tetapi juga pada aspek penyusunan isi dari kalender kampenye yang memberikan makna khusus untuk bisa menarik simpati bagi yang melihat dan membaca, dan pada akhiranya akan berpartisipasi di dalamnya, apalagi terdapat foto bupati lama yang telah menjabat dua periode berturut-turut yakni Ahmad Hijazi, sehingga menambah kesan adanya kepercayaan serta amanah untuk melanjutkan masa kepemimpinan kabupaten Rejang Lebong selanjutnya. Selaras dengan hal demikian, bahwa rangkaian proses strategi tersebutlah yang menjadi kekuatan politik bagi paslon bupati dan wakil bupati Rejang Lebong Syamsul Hendra, karena yang dicermati bukan hanya sebatas kukuatan itu bisa muncul, tetapi lebih dari pada bagaimana kekuatan itu dibangun, tentu dengan cara atau strategi, pemanfaaatan media, dan penyesuainya kondisi khususnya di masa pandemi Covid-19.
Pelestarian Kawasan Gunung Guntur Melalui Pendekatan Komunikasi Lingkungan
Indriyati Kamil;
Nantia Rena Dewi Munggaran;
Dudi Yudhakusuma
Dialektika Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i1.2124
Kawasan konservasi di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari persoalan keberadaan masyarakat dan pemerintah daerah di sekitarnya. Salahsatu kawasan konservasi yang mengalami persoalan degradasi adalah Kawasan cagar alam dan taman wisata alam Gunung Guntur. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi proses komunikasi lingkungan yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam melestarikan kawasan serta mengusulkan model komunikasi dalam penanganan kawasan gunung guntur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses komunikasi lingkungan dalam melestarikan Kawasan gunung Guntur dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan literasi sadar kawasan kepada warga masyarakat sekitar, kampanye di media sosial tentang tata batas Kawasan konservasi dan melakukan patroli bersama para penggiat alam untuk membangun komunikasi partisipatif. Model komunikasi yang dapat dilakukan untuk penanganan di Kawasan adalah menerapkan komunikasi asertif kolaboratif melalui kemitraan sinergis dan pendekatan komunikasi lingkungan yang terpadu.
Analisis Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Perempuan Penyintas melalui Pendekatan Psikologi Komunikasi
Rodhiyat Fajar Salim;
Dina Alamianti;
Yusef Wandy
Dialektika Vol 9 No 1 (2022): Maret
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i1.2125
Penelitian ini membahas tentang analisis kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan penyintas dengan pendekatan psikologi komunikasi. Perlunya menjalin hubungan yang harmonis dalam rumah tangga sangat penting, kurangnya komunikasi dalam rumah tangga dapat menimbulkan konflik. Ketidakmampuan untuk mengendalikan emosi dan mencari solusi dapat memunculkan pertengkaran dan dapat berakibat pada kekerasan psikis. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk komunikasi kekerasan psikis dalam rumah tangga dan sikap istri dalam menerima kekerasan psikis yang dialami pada perempuan penyintas. Penelitian menggunakan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di komunitas Bale Istri Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kekerasan psikis yang dialami berupa pesan verbal seperti kata-kata kasar yang dapat membuat istri merasa tidak dihargai dan merasa diabaikan. Sedangkan sikap istri dalam menerima kekerasan psikis yang dialaminya melibatkan faktor ekonomi, perasaan sayang dan perubahan status sosialnya.
Pesan Cyberbullying Mom Shaming di Media Sosial TikTok
Anne Sandra Dewi;
Sharadinar Istinabila
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2156
Penelitian ini untuk menjelaskan fenomena mengenai pesan dalam konten cyberbullying mom shaming di media sosial TikTok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis fenomenologi dengan pendekatan kualitatif yang melibatkan beberapa informan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan data secara purposif sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena mengenai pesan dalam konten cyberbullying mom shaming di media sosial TikTok masih marak terjadi yang diindikasikan dengan adanya pesan flaming (berdebat) yang terdiri atas tindakan provokasi, ujaran kebencian, dan menghasut, pesan harassment (gangguan) yang terdiri atas menyudutkan, mengejek, dan mengancam, pesan denigration (mencemarkan nama orang lain) terdiri atas gosip, rumor, dan kebohongan, kemudian pesan exclusion (mengucilkan) terdiri atas mengucilkan, mengurangi kepercayaan diri, dan mendiamkan. Fenomena cyberbullying mom shaming ini dapat memberikan dampak bagi para ibu pengguna media sosial khususnya TikTok.
Interaksi Simbolik pada Pembelajaran Daring
Lisdawati Wahjudin;
Wa Ode Nurul Yani;
Riefky Krisnayana;
Wiwin Winangsih;
Dian Susanti
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2157
Penelitian ini bertema interaksi simbolik pembelajaran daring/online selama masa pandemik Covid-19 yang melibatkan dosen dan mahasiswa dalam komunikasi interaktif. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Langlangbuana (Unla) Bandung. Hasil penelitian terkait pemanfaatan TIK menjelaskan bahwa perangkat lunak, perangkat keras, dan keterampilan pihak pengajar dan pembelajar dalam menghadapi kelas online harus terus dikembangkan dan diperbarui. Terkait metode dan teknik pengajaran online, perlu disepakati dan dikembangkan teknik pengajaran khusus dengan dukungan alat bantu pengajaran berupa fisik maupun virtual. Begitupun juga dengan sistem pembelajaran yang menggunakan aplikasi untuk memudahkan kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Terakhir, bahwa pengajar harus memiliki pemahaman memadai dalam menyampaikan simbol-simbol ketika berkomunikasi dengan pembelajar yang memiliki latar belakang kultural yang berbeda. Sebagai pisau analisis penelitian ini menggunakan teori modal sosial dimana terjalin kerjasama antara individu dan kelompok sosial untuk mencapai tujuan serta memecahkan suatu masalah melalui nilai-nilai sosial yang ada di masyarakat. Diharapkan pembelajar serta institusi penyelenggara dapat menggunakan hasil penelitian ini untuk meningkatkan program belajar-mengajar baik dari segi teknis, metode, dan pemahaman antarbudaya.
Pelayanan Sosial melalui Komunikasi Efektif bagi Penyandang Disabilitas
Nunung Hastika;
Ero Suhara;
Rafih Sriwulandari;
Suhermanuddin Suhermanuddin
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2158
Kelompok disabilitas merupakan kelompok yang rentan terhadap kemiskinan. Salah satu faktor penyebabnya yaitu belum terciptanya kemandirian disabilitas. Masih banyak disabilitas yang terlantar dan mengalami hambatan dalam berkreativitas dan bekerja. Usaha masyarakat dan pemerintah untuk mengayomi disabilitas tidak hanya sekedar memberi sejumlah uang, tetapi dengan memberikan keterampilan kepada disabilitas sehingga dapat menciptakan kemandirian. Salah satu program yang dilaksanakan untuk menciptakan kemandirian disabilitas ini adalah dengan bentuk komunikasi efektif melalui pelaksanaan program pemberdayaan disabilitas creative center. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahi pelaksanaan program pemberdayaan difable creative center, untuk mengetahui kemandirian disabilitas, serta kontribusi pelaksanaan program pemberdayaan difable creative center terhadap kemandirian disabilitas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan jenis pendekatan kualitatif. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Validitas data berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan difable creative center berkontribusi terhadap kemandirian disabilitas dari segi aspek ekonomi, sosial dan spiritual. Aspek ekonomi cukup baik walaupun masih ada beberapa disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan modal berupa mesin jahit sehingga tidak merasakan kontribusi dari adanya program ini. Sedangkan aspek sosial cukup baik dengan diadakannya workshop DCC. Adapun aspek spiritual disabilitas menunjukkan adanya perubahan karakter disabilitas.
Analisis Komunikasi pada Prosesi Ruwatan Lembur Kampung Cibedug Kabupaten Bandung Barat
Yulia Sariwaty S;
Yogi Gymnastiar
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2159
Penelitian ini dilakukan untuk melihat aspek komunikasi yang terkandung dalam prosesi ritual Ruwatan Lembur di kampung Cibedug, Cikole, Lembang Bandung Barat. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi ethnografi. Hasil penelitian menunjukan jika Ruwatan Lembur bukan hanya sekedar tradisi yang dilakukan oleh sebuah komunitas masyarakat, namun dalam ritual yang dilakukan selama prosesi berlangsung memiliki aspek komunikasi budaya. Pesan yang disampaikan dalam bentuk verbal dan non verbal oleh sesepuh kampung sebagai komunikator. Sesaji menjadi media penyampaian pesan. Tuhan, roh-roh para leluhur dan kekuatan magis yang ada di alam menjadi komunikan penerima pesan. Berkah, keselamatan, kesejahteraan yang dirasakan dan dinikmati warga kampung menjadi respon atas doa dan harapan yang disampaikan saat prosesi ritual berlangsung.
Strategi Komunikasi dalam Kebijakan Inovasi Daerah
Arnia Fajarwati;
Nia Pusparini;
Emi Rachmawati
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2161
Dalam era demokratisasi hak untuk berotonomi yang bertanggung jawab merupakan asas desentralisasi yang mutlak diterapkan di tataran pemerintahan daerah atau local government, untuk itu perlu direncanakan suatu strategi pembangunan yang berbasis pada kebijakan inovasi, karena inovasi dikenali sebagai model kebijakan yang dianggap berhasil saat ini. Agar kebijakan inovasi bisa sampai kepada stakeholder pembangunan di daerahnya maka diperlukan komunikasi, yang menurut Edward III Komunikasi adalah salah satu variable keberhasilan implementasi kebijakan, terdapat 3 (tiga) Faktor penentu keberhasilan komunikasi dalam implementasi kebijakan yaitu adanya proses transmisi (trasmission), kejelasan (clarity) dan konsistensi (consistency). Ketiga faktor penentu komunikasi tersebut dapat laksanakan dengan berdasarkan kepada strategi komunikasi dari Quinn (Ruslan 2008) yang menyatakan, agar suatu strategi komunikasi agar dapat efektif dilaksanakan dalam sebauh program, maka ia harus mencakup 7 (tujuh) hal: Mempercepat Tujuan yaitu harus Objektif yang jelas, Memelihara inisiatif yaitu Strategi membuat inisiatif, Konsentrasi yaitu Konsentrasi dengan melemahkan kekuatan yang besar, Fleksibilitas yaitu Strategi persenjataan, Kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang memiliki komitmen dan terkoordinasi, Kejujuran yaitu Strategi itu disiapkan untuk memanfaatkan kerahasiaan dan kecerdasan, Keamanan yaitu Strategi itu harus mengamankan seluruh organisasi. Apabila kebijakan inovasi daerah yang sudah digulirkan oleh pemerintah dapat dilaksanakan dengan strategi komunikasi tersebut maka akan mempercepat tujuan pembangunan di daerah.
Afek dalam Tayangan Virtual 'Catatan Najwa' Terkait Pandemi Covid-19 melalui Perspektif Appraisal
Dini Sri Istiningdias;
Lia Maulia Indrayani;
Eva Tuckyta Sari Sujatna;
Wagiati Wagiati
Dialektika Vol 9 No 2 (2022): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32816/dialektika.v9i2.2163
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis afek yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam tayangan virtual Catatan Najwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data dalam penelitian berupa kalimat yang disampaikan secara lisan dalam tayangan virtual Catatan Najwa episode Corona: kepastian di antara ketidakpastian yang mengandung afek. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknis analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam tayangan virtual Catatan Najwa, Najwa Shihab menggunakan dua jenis afek yaitu “keamanan” (in/security) dan “kepuasan” (dis/satisfaction). Najwa Shihab tidak menggunakan jenis afek “kebahagiaan” (un/happiness) dalam tayangan virtual Catatan Najwa. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan afek “keamanan” (in/security) dan “kepuasan” (dis/satisfaction) yang lebih dominan, Najwa Shihab ingin menyampaikan respon emosi yang berkaitan dengan perasaan gelisah serta pencapaian strategi pencegahan penyebaran virus dan tingkat frustrasi diri terhadap COVID-19 yang sedang dihadapi di seluruh dunia kepada masyarakat Indonesia.