Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
Communicology: Jurnal Komunikasi published by prodi DIII Hubungan Masyarakat UNJ. Starting in 2017, Published 2x year, on July and December.
Articles
178 Documents
Persepsi Warga Surabaya Timur Tentang Channel Youtube Atta Halilintar
Elang Syach Putra;
Noorshanti Sumarah;
Fitri Norhabiba
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.04
ABSTRACT Perception is a process of the occurrence of a stimulus received through the five senses which is then directed to the brain, so that an interpretation is obtained based on what the individual has seen or received. The perception that occurs is aimed at the response given by informants who are fans of Atta Halilintar and the people in Surabaya, the object that is perceived is Atta Halilintar's Youtube channel which is being talked about by many people, even many young people who are still in school love this channel. The problem studied in the writing of this scientific paper is the intrapersonal communication of informants which refers to perception, aims to explain and describe someone's impression, opinion, or view based on the facts that exist in residents of East Surabaya. The theory used in this research is the theory of perception. This theory uses the results of interviews as the main data in understanding reality based on stimuli. This research was conducted in the city of Surabaya using descriptive methods and then collected and analyzed using qualitative analysis, meaning that this research produces descriptive data in the form of written sentences from the informants' answers and responses to the object under study. The results of research on Surabaya people's perceptions on the Atta Halilintar Youtube channel explained that some informants thought that the Atta Halilintar channel was very motivating and interesting, some considered it normal. Based on the analysis data, it can be concluded that the Atta Halilintar Youtube channel has many positive things, but this is shown by certain groups depending on how they receive it and existing environmental factors. Keywords: Atta Halilintar; Perception; Youtube. ABSTRAK Persepsi merupakan suatu proses terjadinya suatu rangsangan yang diterima melalui panca indra yang kemudian diarahkan menuju ke otak, sehingga didapatkan suatu tafsiran berdasarkan apa yang telah dilihat atau diterima oleh individu. Persepsi yang terjadi ditujukan kepada respon yang diberikan oleh informan yang merupakan fans Atta Halilintar dan masyarakat di Surabaya, objek yang dipersepsikan merupakan channel Youtube milik Atta Halilintar yang sedang ramai dibicarakan oleh banyak orang bahkan banyak anak-anak muda yang masih bersekolah menggemari channel tersebut. Tujuan dalam penulisan artikel ini adalah komunikasi intrapersonal para informan yang merujuk ke persepsi, bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan kesan, pendapat, atau pandangan seseorang berdasarkan fakta-fakta yang ada pada warga Surabaya timur. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori persepsi. Teori tersebut menggunakan hasil wawancara sebagai data utama dalam memahami realitas berdasarkan rangsangan. Penelitian ini dilakukan di kota Surabaya dengan menggunakan metode deskriptif kemudian dikumpulkan dan dianalisis menggunakan analisa kualitatif, artinya penelitian ini menghasilkan data deskriptif yang berupa kalimat tertulis dari jawaban dan respon informan pada objek yang diteliti. Hasil dari penelitian tentang persepsi masyarakat Surabaya pada channel Youtube Atta Halilintar menjelaskan bahwa dari beberapa informan beranggapan channel Atta Halilintar sangat memotivasi dan menarik, sebagian menganggap biasa saja. Berdasarkan dari data analisis dapat disimpulkan bahwa channel Youtube Atta Halilintar memiliki banyak hal positif, namun hal tersebut ditunjukkan oleh kalangan tertentu tergantung dari cara mereka menerima dan faktor lingkungan yang ada. Kata kunci: Atta Halilintar; Persepsi; Youtube.
Komunikasi Organisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Dalam Kegiatan “Komin” Tahun 2020
Shantika Embundini Akbari
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.05
ABSTRACT Communication occurs in a given situation, which one is organizational communication. An organization or government’s institution will certainly require communication because It is used as a tool for the smooth running of activities and in order to achieve the goals set by the organization. Corruption Eradication Commission or KPK is a government’s institution whose the main task is to eradicate corruption. As a goverment’s institution, KPK is obliged to always excellent in terms of performance for the interests of the public. Therefore, the Corruption Eradication Commission is realize that the need for concrete steps for enhance employee performance by strengthening coordination between directorates by making an activity called KOMIN (short for Internal Communication) once a month. KOMIN's in practice is very useful to improve coordination among employees, sharing information and education, as far as announcement of the latest conditions of the institution. The purpose of this study was to determine the organizational communication KPK in KOMIN activity. This study is a qualitative case study approach will be described descriptively. Based on the results of participant observation and interviews, the process of communication in the KOMIN activity took place in two-way communication with the direction of flow of information that occurred downward communication, upward communication, and communication horizontally so that the pattern of communication network organization that is formed is a network pattern-free channels (all channels).Keywords: Communication Organization; Directions Flow Of Information; Internal Communication ABSTRAK Komunikasi terjadi dalam suatu situasi tertentu, salah satunya adalah komunikasi organisasi. Dalam sebuah organisasi atau lembaga pemerintah pasti akan memerlukan komunikasi untuk memperlancar jalannya kegiatan serta mencapai tujuan organisasi. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK merupakan lembaga pemerintah yang tugas utamanya adalah melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagai lembaga negara, KPK memiliki kewajiban untuk selalu menampilkan kinerja yang terbaik bagi kepentingan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, KPK menyadari perlunya langkah – langkah nyata untuk meningkatkan kinerja pegawainya dengan melakukan penguatan koordinasi antar direktorat dengan membuat kegiatan yang disebut KOMIN (singkatan dari Komunikasi Internal) setiapn satu bulan sekali. Kegiatan KOMIN dalam pelaksanaannya sangat berguna untuk meningkatkan koordinasi antar Pegawai, membagikan informasi dan edukasi, hingga pemberitahuan informasi terkini seputar lembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komunikasi organisasi KPK dalam kegiatan KOMIN. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang akan diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, proses komunikasi dalam kegiatan KOMIN berlangsung secara two ways communication dengan arah aliran informasi yang terjadi yaitu komunikasi ke bawah, komunikasi ke atas, dan komunikasi horizontal sehingga pola jaringan komunikasi organisasi yang terbentuk adalah pola jaringan saluran bebas (all channel). Kata Kunci: Arah Aliran Informasi; Komunikasi Internal; Komunikasi Organisasi
Komunikasi Interpersonal Remaja-Orangtua Berbeda Agama Tentang Kebebasan Remaja Memilih Agama Dalam Keluarga
Prikanti Kusuma Wardani;
Lucy Pujasari Supratman
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.09
ABSTRACT This study aims to describe the interpersonal communication of adolescents with parents of different religions regarding the freedom to choose religions in the family. This study uses symbolic interaction theory in order to know the process of interaction and communication with parents of different religions by using symbols that have different meanings, this is able to make it easier for adolescents to understand the existing meanings. This research is a qualitative research using a case study approach. The subjects of this research are late adolescents who have parents of different religions. Key informants in this study were two girls and one boy. Techniques in collecting data through observation, interviews, and documentation. As well as data analysis techniques using data analysis from the Miles and Huberma model which consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique used was the source triangulation technique. The results of research on the three adolescents who have parents of different religions show that the form of communication carried out by the three adolescent informants uses a form of communication that is assertive by discussing the freedom of adolescents in choosing religion and is aggressive in which they impose an opinion from the parents' side in freedom of choice. religion in adolescents. The conclusion in this study is that there is interpersonal communication carried out by adolescents with parents using forms of communication that are aggressive and assertive, where communication goes by discussing adolescent freedom in religion and imposing parents' opinions regarding adolescent freedom in religion. For further research, it is hoped that there will be more research on adolescent freedom in choosing religion in the family from a broader aspect and using other approaches. Keyword: Adolescents and Parents of Interfaith; Freedom of Religion; Interpersonal Communication ABSTRAK Pada penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan komunikasi interpersonal remaja dengan orang tua berbeda agama tentang kebebasan memilih agama di dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan teori interaksi simbolik agar mengetahui proses interaksi dan komunikasi dengan orang tua beda agama dengan menggunakan simbol-simbol yang memiliki makna berbeda-beda, hal tersebut mampu mempermudahkan remaja dalam memahami makna yang ada. Penelitian ini merupakan salah satu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu remaja akhir yang memiliki orang tua berbeda agama. informan kunci pada penelitian ini terdapat dua remaja perempuan dan satu remaja laki-laki. Teknik dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta teknik analisis pada data dengan menggunakan analisis data dari model Miles dan Huberma yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian terhadap ketiga remaja yang memiliki orang tua beda agama menunjukan bahwa Bentuk komunikasi yang dilakukan ketiga informan remaja dengan menggunakan bentuk komunikasi yang bersifat asertif dengan cara mendiskusikan terkait kebebasan remaja dalam memilih agama dan bersifat agresif dimana adanya memaksakan pendapat dari sisi orang tua dalam kebebasan memilih agama pada remaja. Kesimpulan dalam penelitian ini adanya komunikasi interpersonal yang dilakukan remaja dengan orang tua dengan menggunakan bentuk komunikasi yang bersifat agresif dan asertif, dimana komunikasi berjalan dengan mendiskusikan kebebasan remaja dalam beragama dan memaksakan pendapat orang tua terkait kebebasan remaja dalam beragama. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan semakin banyak penelitian mengenai kebebasan remaja dalam memilih agama di keluarga dari aspek yang lebih luas dan menggunakan pendekatan lainnya. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal; Remaja dan Orang tua beda agama; Kebebasan beragama.
Komodifikasi Politik dan Ekonomi Media Studi Kasus Kehadiran Jokowi di Pernikahan Atta dan Aurel
Hilda Yunita Wono;
Udi Rusadi
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.06
ABSTRACT The number of television channels entering Indonesia has grown very rapidly. More television stations, too, are increasing the production of television shows. Infotainment is one of the television shows which is an alternative to programs. Television belongs to the culture of the capitalist industry which is basically just for profit. The main purpose of this article or paper is to conceptualize the commodification of politics and the economy of the media related to the issue of President Jokowi's attendance at Atta and Aurel's wedding. This study uses a critical paradigm with a qualitative methodology. The researcher uses the paradigm in addition to being critical to what is meant by observation, it also aims to reveal, find out, and at the same time criticize how the interaction between structure and agency in industrial television is and why it happens. The market is the main target in the work of Indonesian media. In the context of media management, the media uses a market approach in their performance. The market approach is based on the dynamics of demand and supply needs. In the case of Atta-Aurel, this law of supply is evident. Keywords: Commodification; Critical; Media; Political; Youtuber ABSTRAK Jumlah channel televisi yang masuk ke Indonesia telah berkembang sangat pesat. Lebih banyak stasiun televisi, juga meningkatkan produksi acara televisi. Infotainment adalah salah satu tayangan televisi yang merupakan alternatif dari program - program. Televisi adalah milik budaya industri kapitalis yang pada dasarnya hanya mencari keuntungan. Tujuan utama dari artikel atau paper ini adalah untuk mengkonseptualisasikan komodifikasi politik serta ekonomi media yang berhubungan dengan masalah kehadiran Presiden Jokowi ke pernikahan Youtuber terkenal di Indonesia yaitu Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah. Penelitian ini menggunakan paradigma kritis dengan metodologi kualitatif. Peneliti menggunakan paradigma untuk selain kritis yang dimaksudkan observasi, juga bertujuan untuk mengungkap, mencari tahu, dan sekaligus mengkritisi bagaimana interaksi tersebut antara struktur dan agensi di televisi industri dan mengapa itu terjadi. Pasar menjadi target utama dalam kerja media Indonesia. Dalam konteks manajemen media, media menggunakan pendekatan pasar dalam kinerjanya. Pendekatan pasar berdasar pada dinamika kebutuhan permintaan dan penawaran. Dalam kasus Atta-Aurel, hukum permintaan penawaran ini nyata terlihat. Kata kunci: Komodifikasi; Kritis; Media; Politik; Youtuber
Peran Humas Universitas Tidar dalam Menghadapi Konflik Batas Waktu Belajar Daring
Nur Euis Anggraeni;
R.Yogie Prawira;
Apsari Wahyu Kurnianti
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.08
ABSTRACT This study discusses how public relations at Tidar University in dealing with online learning time limit conflicts. The purpose of this study was to examine the role of Tidar University Public Relations in dealing with online learning time limit conflicts. This study uses a qualitative approach because the researcher intends to investigate the role of public relations more deeply, which cannot be explained in statistics. The method used is a case study conducted by collecting in-depth and detailed data that includes several sources of information through interviews. The results of the study found that the role of Tidar University's public relations officer was as a communication technician and a communication facilitator. The communication strategy used in dealing with online learning time limit conflicts is mediation carried out by the leadership, bridged by public relations. After that, public relations get the results of mediation for general information needs. Keywords: Conflict; Public Relations Role; Strategy Public Relations ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang bagaimana peran humas Universitas Tidar dalam menghadapi konflik batas waktu belajar daring. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran Humas Universitas Tidar dalam menghadapi konflik batas waktu belajar daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena peneliti bermaksud untuk mengkaji lebih dalam mengenai peran humas yang tidak bisa dijelaskan dalam angka statistik. Metode yang digunakan adalah studi kasus yang dilakukan dengan mengumpulkan data secara mendalam dan detail yang menyertakan beberapa sumber informasi melalui wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa peran humas Universitas Tidar adalah sebagai teknisi komunikasi dan fasilitator komunikasi. Strategi komunikasi yang digunakan dalam menghadapi konflik batas waktu belajar daring adalah mediasi yang dilakukan oleh pimpinan, dengan dijembatani oleh humas. Setelah itu, humas mendapatkan hasil mediasi untuk kebutuhan informasi publik. Kata Kunci: Konflik; Peran Humas; Strategi Humas
Pengaruh Cyber Public Relations Pemerintah Terkait COVID-19 Terhadap Sikap Masyarakat Kota Bogor
Roni Jayawinangun;
Lulu Nuraniah;
Firstnila Puteri Alamsyah;
Zefanya Ka Toda Watu;
Miftahudin
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.07
ABSTRACT The Indonesian government has established a disaster emergency status related to the COVID-19 pandemic, through cyber public relations the government is trying to provide correct information so that this pandemic can be handled properly together with the community. The aims of this study are 1) to determine the exposure of the people of Bogor City to cyber public relations related to COVID-19, 2) to determine the attitude of the people of Bogor City to the Government's cyber public relations related to COVID-19 based on Generation and 3) to analyze the influence of cyber public relations related to COVID-19 19 on the attitude of the people of Bogor City. This research was conducted in Bogor City using empirical research methods with a quantitative approach using the virtual+ method (a combination of online and offline surveys). A total of 150 people were selected as research samples using quota sampling, which are part of Generations X, Y and Z. Data analysis used descriptive statistics and Structural Equaltion models. The results showed that the website was the most accessed platform followed by Instagram. In terms of frequency, most of them access the media once. Public attitudes regarding government Cyber Public Relations information are relatively the same for the three generations X, Y, Z. There is no significant influence between applications and social media on the use of government cyber public relations, only websites that have a significant effect on government cyber public relations related to COVID-19 19. In addition, there is a significant effect of the exposure of government cyber public relations on public attitudes, where government cyber public relations is formed by indicators of the duration and frequency of the website. Keywords: Exposure; Government Cyber Public Relation; Public Attitude ABSTRAK Pemerintah Indonesia telah menetapkan status darurat bencana yang terkait dengan pandemic COVID-19, melalui cyber public relations pemerintah berusaha untuk memberikan informasi yang benar sehingga pandemic ini dapat diatasi dengan baik bersama dengan masyarakatnya. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui keterdedahan masyarakat Kota Bogor terhadap cyber public relations terkait COVID-19, 2) mengetahui sikap masyarakat Kota Bogor terhadap cyber public relations Pemerintah terkait COVID-19 berdasarkan Generasi dan 3) menganalisis pengaruh cyber public relations terkait COVID-19 terhadap sikap masyarakat Kota Bogor. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Bogor dengan menggunakan metode riset empirik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode virtual+ (kombinasi antara survai daring dan luring). Sebanyak 150 orang dipilih sebagai sampel penelitian dengan menggunakan quota sampling yang merupakan bagian dari Generasi X, Y dan Z. Analisis data menggunakan statisitik deskriptif dan Structural Equaltion model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website adalah platform yang paling banyak diakses diikuti Instagram. Dilihat dari frekuensi, sebagian besar mengakses media tersebut sebanyak satu kali. Sikap masyarakat terkait informasi Cyber Public Relations pemerintah relatif sama terhadap ketiga generasi X, Y, Z. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara aplikasi dan media sosial terhadap penggunaan cyber public relations pemerintah, hanya website yang berpengaruh secara signifikan terhadap cyber public relations pemerintah terkait COVID-19. Selain itu, terdapat pengaruh yang signifikan terdapat keterdedahan cyber public relations pemerintah terhadap sikap masyarakat, dimana cyber public relations pemerintah dibentuk oleh indikator durasi dan frekuensi website Kata Kunci: Cyber Public Relation Pemerintah; Keterdedahan; Sikap Masyarakat
Analisis Framing Pemberitaan Media Online Mengenai Kasus Glorifikasi Saipul Jamil
Eni Nurhayati;
Sukarno;
Ikwan Setiawan
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.010
ABSTRACT The glorification of Saipul Jamil's release on Sept 2, 2021 drew public criticism. Many residents are restless and prefer Saipul Jamil as a pedophile not to appear on television. This study aims to obtain an overview of the framing carried out by Kompas.com and Liputan6.com in constructing the news about Saipul Jamil's glorification. The data in this study are in the form of words, phrases, clauses, sentences or paragraphs obtained from various reports about the glorification of Saipul Jamil that appear on the news portals Kompas.com and Liputan6.com. The source of the data in this study is the news of Saipul Jamil's glorification that appeared in the media Kompas.com and Liputan6.com. Data analysis in this study uses a framing model of Robert N. Entman with four categories, namely define problems, diagnose cause, make moral judgment, and treatment recommendation. The results of this study show that Kompas.com's reporting seems to corner the perpetrators to be punished or sanctioned for glorification actions that violate the law, while Liputan6.com places more emphasis on the impacts that occur as a result of glorification events. Keywords: Framing Analysis ; Glorification; Robert N. Entman Analysis ABSTRAK Aksi glorifikasi pembebasan Saipul Jamil yang dilakukan pada tanggal 2 September 2021 menuai kecaman publik. Banyak warga yang resah dan membaikot Saipul Jamil sebagai pelaku pedofilia untuk tidak tampil di televisi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran terkait pembingkaian yang dilakukan oleh Kompas.com dan Liputan6.com dalam mengkonstruksi pemberitaan tentang glorifikasi Saipul Jamil. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frase, klausa, kalimat atau paragraf yang diperoleh dari berbagai pemberitaan tentang glorifikasi Saipul Jamil yang muncul di portal berita Kompas.com dan Liputan6.com. Sumber data dalam penelitian ini yaitu pemberitaan glorifikasi Saipul Jamil yang muncul di media Kompas.com dan Liputan6.com. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model framing milik Robert N. Entman melalui empat kategori yaitu define problems, diagnose cause, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian ini menunujukkan pemberitaan Kompas.com tampak menyudutkan pelaku untuk diberi hukuman atau sanksi atas aksi glorifikasi yang melanggar hukum, sedangkan Liputan6.com lebih memberikan penekanan terhadap dampak yang terjadi akibat peristiwa glorifikasi. Kata kunci: Analisis Framing; Glorifikasi; Analisis Robert N. Entman
Strategi Komunikasi Humas Pemerintah Daerah Dalam Mengimplementasikan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar
Wina Puspita Sari;
Asep Soegiarto
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9 No 2 (2021): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 9 No 2 Desember 2021
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.022.03
Abstract In program implementation, communication is positioned as a way or strategy to make all parties understand the program and run it well. Communication is positioned as a way or strategy. Methods or strategies that put forward the principle of communication are called communication strategies (Hallahan et al., 2007; Holtzhausen, 2011) (Widodo, Aan, 2020). The purpose of this research is to find out how the local city government's public relations communication strategy in implementing the Large-Scale Social Restriction Policy (PSBB). The theory used is that the communication strategy is determined by the systematic ability between the related components which will be the answer to the questions in Laswell's statement. The results of this study are discussing persuasive communication strategies, persuasive messages are prioritized from DKI Jakarta in an effort to prevent covid-19. The communication strategy was during the Covid-19 pandemic so that it was directed through their online media such as website channels, social media or the use of LEDs or Videotrones at strategic points, so that there were no crowds like in face-to-face counseling activities. Abstrak Dalam implementasi program, komunikasi diposisikan sebagai sebuah cara atau strategi untuk membuat seluruh pihak dapat memahami program dan menjalankan dengan baik. Komunikasi diposisikan sebagai sebuah cara atau strategi. Cara atau strategi yang dengan mengedepankan prinsip komunikasi, disebut sebagai strategi komunikasi (Hallahan et al., 2007; Holtzhausen, 2011)(Widodo, Aan, 2020). Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi humas pemerintah Kota daerah dalam mengimplementasikan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Teori yang dipakai adalah strategi komunikasi ditentukan oleh kemampuan sistematis antar komponen yang terkait akan merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam pernyataan Laswell. Hasil penelitian ini yaitu membahas tentang Strategi komunikasi persuasif, pesan diutamakan secara persuasive dari DKI Jakarta dalam upaya pencegahan covid-19. Strategi komunikasi tersebut di masa pandemic Covid-19 sehingga diarahkan melalui media online yang mereka miliki seperti kanal website, media social atau pemanfaatan LED atau Videotrone yang ada di titik-titik strategis, agar tidak terjadi kerumunan seperti pada kegiatan penyuluhan tatap muka.
Strategi Komunikasi Pemasaran Kedai Kopi Ipok Aleuh
handryan siswanto
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 1 Juli 2022
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.10.4.2022
Penelitian ini berujudul “Strategi Komunikasi Pemasaran Kedai Kopi Ipok Aleuh”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Pemasaran yang seperti apa yang digunakan Kedai Kopi Ipok Aleuh untuk mempertahankan pelanggan dan menarik minat konsumen lain. Penelitian yang dipakai adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus secara ciri-ciri umumnya yang lebih mengkaji perihal keunikan pada suatu kasus yang menjadi kekuatan bagi peneliti untuk menunjang metodologi penelitian yang dimana studi kasus memiliki dimensi yang membahas tentang how and why pada keunikan kasus yang dikaji oleh peneliti. Penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu peneliti berusaha menggambarkan suatu objek dan menghubungkannya dengan masalah yang sedang diteliti. hasil penelitian ditemukan bahwa Strategi Komunikasi Pemasaran sangat dibutuhkan untuk menarik minat konsumen.
Studi Komunikasi Media Baru Pada Pengguna Aplikasi Konferensi Video Dalam Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19
Clara Owissa Harefa
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10 No 1 (2022): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 10 No 1 Juli 2022
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21009/COMMUNICOLOGY.10.10.2022
The occurrence of the Covid-19 case that entered Indonesia in March 2020 caused community activities that are usually carried out from outside the home such as going to school to be carried out indoors to anticipate the spread of the virus. So the government issued a warrant to implement Distance Learning (PJJ) from home. One of them is Gunadarma University by using new media, namely video conferencing as an intermediary medium between lecturers and students. This study aims to determine the experiences of Gunadarma University students in using video conferencing and to find out the supporting and inhibiting factors in using video conferencing applications in learning activities for students. This type of research is descriptive qualitative using the phenomenological paradigm. By using uses and gratification theory, cognitive learning theory, and new media. The author uses the technique of observation, interviews, and documentation. The results of this study explain that students get new experiences in terms of the learning process by using video conferencing and there are supporting factors in it such as it is easier to take classes anytime anywhere and the inhibiting factors are unsupported devices, limited quota, and constrained network problems. Keywords: New media, video conferencing, uses and gratification theory, cognitive learning theory