cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
PENGEMBANGAN ALAT UKUR MOTIVASI MEMBACA PADA REMAJA Felicia Felicia; Sri Tiatri; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.973

Abstract

Alat ukur motivasi membaca telah dikembangkan oleh berbagai studi alat ukur untuk mengukur motivasi membaca siswa/i TK dan SD (3-8 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengadaptasi alat ukur Reading Motivation Questionnaire (RMQ) dari Schiefele dan Schaffner (2016) ke dalam bahasa Indonesia. RMQ mempunyai 34 butir dan 7 dimensi, antara lain rasa ingin tahu, keterlibatan, nilai akademik, kompetisi, pengakuan sosial, regulasi emosi dan bebas dari kebosanan. Alat ukur yang disusun diuji secara statistik untuk menghasilkan alat ukur yang valid dan reliabel. Proses penyusunan alat ukur yang dilakukan adalah menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, back translation dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris lalu mencocokkan dengan butir asli, validitas muka, penilaian ahli kepada tiga dosen ahli, dan revisi butir. Setelah direvisi, peneliti membuang butir-butir alat ukur yang tidak valid sehingga alat ukur motivasi membaca pada remaja memiliki 31 butir dengan 7 dimensi. Diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia, peneliti mengubah butir-butir menjadi positif dan negatif. Setelah hasil adaptasi alat ukur sebanyak 37 butir diuji reliabilitas dan validitasnya, alat ukur motivasi membaca pada remaja reliabel (Cronbach’s Alpha = 0,897) dan valid secara konten dan konstruk. Dimensi yang memiliki butir-butir positif saja adalah dimensi regulasi emosi, sedangkan dimensi yang memiliki butir-butir negatif saja adalah dimensi pengakuan sosial. Pembahasan dan saran dibahas di dalam jurnal.
PENERAPAN ART THERAPY DALAM MENURUNKAN PERILAKU AGRESI PADA ANAK PERIODE MIDDLE CHILDHOOD DI PANTI ASUHAN Wijaya, Riska; Tirta, Stella
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1695

Abstract

Perilaku agresi merupakan perilaku baik fisik maupun verbal yang bertujuan untuk menyakiti orang lain. Beberapa metode digunakan untuk menurunkan perilaku agresi yang dilakukan anak pada periode middle childhood, misalnya dengan pendekatan perilaku. Namun, art therapy merupakan pendekatan lain yang juga dapat digunakan untuk membantu menurunkan perilaku agresi pada anak. Art therapy merupakan salah satu jenis dari berbagai jenis terapi yang melibatkan individu dalam aktivitas kreatif dalam bentuk penciptaan karya seni. Dengan art therapy, individu diharapkan dapat membentuk hubungan yang baik dengan lingkungan, mengembangkan diri sendiri dan mengurangi atau menghilangkan perasaan serta perilaku negatif yang ada pada dirinya. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk melihat seperti apakah penerapan art therapy untuk menurunkan perilaku agresi anak periode middle childhood yang tinggal di panti asuhan. Desain dalam penelitian ini adalah mix method. Dilakukan pre-intervention dengan melakukan tes serta autoanamnesa. Setelah itu sesi intervensi dilakukan sebanyak 6 sesi yang dilakukan terhadap 5 partisipan yang dirujuk panti asuhan memiliki perilaku agresi yang meresahkan. Hasil intervensi menunjukkan bahwa pendekatan art therapy dapat menurunkan agresivitas pada seluruh partisipan yang mengikuti proses intervensi walaupun belum nampak perubahan secara signifikan. Kemudian terjadi perkembangan secara positif pada area lain pada kelima partisipan setelah intervensi dilakukan yaitu dalam perkembangan kepercayaan diri, kesadaran diri dan penyaluran energi/dorongan, keinginan untuk berinteraksi sosial dengan lingkungan serta kemampuan untuk berani tampil dan berdiskusi.
Daftar Isi JMISHS Editor, Jurnal Muara
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar isi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
PENGALAMAN BERMAIN SAAT TERJADI INTERAKSI DALAM TEAM-BASED MOBILE GAME Setyowulan, Amalia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.3862

Abstract

Interaction cannot be separated from everyday human life, because human cannot live by themselves. Interaction always happens anywhere and anywhere in the video game world without exception, especially online video games that connect several players at once. With the development of technology, online gaming can be played not only on computers but can also be played on the go on a smartphone. By connecting several players online via smartphones, there is an interaction between players in a video game. Video games with interactions are mainly in team-based format. Many factors influence interactions in the video game, such as interactions that occur between one player and other players and the interaction between players and features in the video game. Based on this, the researchers wish to examine further the experience formed through the interactions that exist in the video game, and their relation to the player's interest in the video game being played. This study uses quantitative methods, including quasi experiments. The treatment in the experiment is to condition the subjects to play in groups (team-based mobile game) so that interactions occur. The research subjects were not gender limited, with players ranging in age from 17 to 23 years old. Data is collected using questionnaires. In interactions that occur, a playing experience is formed, through reactions of supporting one another. The result shows that interaction in team-based mobile video games give rise to playing experience that affects pleasure, and interest in continuing the gaming activity. Interaksi tidak dapat dipisahkan pada kehidupan manusia sehari-hari, karena manusia tidak bisa hidup dengan bergantung pada diri sendiri. Interaksi selalu terjadi dimanapun dan kapanpun tidak terkecuali dalam dunia game terutama game online yang menghubungkan beberapa pemain sekaligus. Dengan perkembangan teknologi game online dapat dimainkan tidak hanya pada komputer namun dapat juga dimainkan secara mobile menggunakan smartphone. Dengan terhubungnya beberapa pemain game secara online melalui smartphone, maka terjadi sebuah interaksi antar pemain dalam sebuah game. Game yang terdapat interaksi di dalamnya terutama ada pada game dengan format team-based. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya interaksi di dalam game tersebut, seperti interaksi yang terjadi antara satu pemain dengan pemain lainnya serta interaksi pemain dengan  fitur di dalam game. Dengan berlandaskan hal tersebut, peneliti ingin meneliti lebih dalam bentuk interaksi yang ada dalam game dan kaitannya dengan ketertarikan utama pemain pada game yang dimainkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang diikuti dengan eskperimen, dengan menggunakan kuisioner yang melibatkan subyek penelitian yang tidak terbatas gender, dengan rentang usia pemain antara 17 sampai 23 tahun. Dari interaksi yang terjadi terbentuk sebuah pengalaman bermain, sehingga mendukung satu sama lain. Dua dari lima pengalaman bermain yang ada mendominasi dan menunjukkan ketertarikan pemain terhadap game yang dimainkan.Kata kunci: game mobile, interaksi, pengalaman bermain.
PERAN AYAH DAN KONTROL DIRI SEBAGAI PREDITOR KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIF REMAJA Nina Zulida Situmorang; Yuliatmi Pratiwi; Dimas Panji Agung R.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1839

Abstract

Remaja dituntut untuk dapat mengendalikan emosinya agar tidak terjerumus pada perilaku agresif. Namun pada kenyataanya remaja juga sering dihadapkan pada konflik-konflik internal, sebagai akibat dari adanya perubahan baik secara fisik maupun secara psikis. Akibat konflik-konflik internal ini sedikit banyak mempengaruhi perilaku dan cara pandang remaja terhadap lingkungan sekitar.. Perasaan akibat konflik tersebut cenderung membuat remaja lebih mudah marah dan berperilaku agresif. Faktor peran ayah dan kontrol diri berdasarkan pra penelitian memberi kontribusi meningkatkan atau mengurangi kecendrungan perilaku agresif. Tujuan penelitian untuk menguji hubungan peran ayah dan kontrol diri dengan kecendrungan perilaku agresif pada remaja laki-laki di Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. S ampel penelitian sejumlah 129 siswa SMA di Yogyakarta dengan menggunakan cluster sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala peran ayah, skala, kontrol diri dan skala kecendrungan perilaku agresif. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan (1) Ada hubungan signifikan peran ayah dan kontrol diri terhadap kecendrungan perilaku agresif pada remaja dengan r=0.127; p<0.01.(2.Terdapat hubungan signifikan peran ayah terhadap kecenderungan perilaku agresif pada remaja dengan t = -2.21; p<0.05 (3).Terdapat hubungan signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan perilaku agresif remaja t = 3.556 ; p < 0.01. Simpulan menunjukkan ada hubungan antara peran ayah dan kontrol diri terhadap kecendrungan perilaku agresivitas siswa SMA di Yogyakarta.
Penerapan Terapi Suportif untuk Meningkatkan Manajemen Emosi Negatif pada Individu yang Memiliki Pasangan Skizofrenia Mutiara Mutiara
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.340

Abstract

Dalam kehidupan berumah tangga umumnya individu mengharapkan suatu kondisi yang baik dari pasangannya agar dapat memenuhi segala kebutuhan diri baik secara jasmani maupun secara psikis. Angka perceraian yang tinggi di Indonesia mengungkapkan bahwa banyak pasangan yang menikah tanpa komitmen dan kesetiaan terhadap pasangan. Akan tetapi ada juga pasangan yang tetap bertahan meskipun  mengalami berbagai kesulitan dalam menghadapi pasangannya misalnya pada individu yang pasangannya menderita skizofrenia. Oleh sebab itu penelitian ini ingin mengetahui dampak terapi suportif untuk meningkatkan manajemen emosi negatif bagi individu yang pasangannya menderita skizofrenia. Emosi merupakan emosi merupakan suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi atau berperan sebagai inner adjustment, atau penyesuaian dari dalam terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu tersebut. Emosi dapat diungkapkan dengan rasa sedih, marah, kecewa, takut, putus asa, perasaan bersalah, bahagia, cinta, kagum, hormat dan lain sebagainya. Individu yang memiliki kemampuan untuk mengatasi emosi yang negatif adalah individu yang memiliki keterampilan dan manajemen emosi yang baik ketika menghadapi distress. Manajemen emosi ini dapat ditingkatkan melalui terapi suportif yang merupakan psikoterapi yang ditujukan untuk klien baik secara individu maupun secara kelompok yang ingin mengevaluasi diri, melihat kembali cara menjalani hidup, mengeksplorasi pilihan-pilihan yang tersedia bagi individu maupun kelompok dan bertanya kepada diri sendiri hal yang diingini di masa depan. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan desain kasus tunggal (single case experimen) dengan teknik A-B-A atau teknik reversal. Desain ini memiliki tiga fase yaitu : Fase pertama adalah kondisi dasar subjek tanpa perlakuan (A), fase kedua adalah pemberian perlakuan (B), fase ketiga adalah pengulangan pengkondisian (A ; reversal). Hasil penerapan terapi suportif untuk meningkatkan manajemen emosi negatif berpengaruh terhadap subjek. Subjek menjadi lebih memahami cara dalam menghadapi pasangannya yang mengidap skizofrenia sehingga dapat menerapkan kesabaran dan pola interaksi yang lebih positif. Hal ini mempengaruhi kondisi emosinya yang menjadi lebih tenang dan lebih dapat menerima kondisi yang ia alami saat ini terhadap pasangannya.Kata kunci : terapi suportif, manajemen emosi, skizofrenia
INTERAKSI SOSIAL PADA MAHASISWA PESERTA MABINMABA 2017 Ninawati Lihardja; Monika Monika
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1692

Abstract

There are many interactions among individuals in society. This research was attempted to describe the patterns of interaction among the “Mabinmaba” student. These patterns of interactions based on friendship, study, personal, and hobby of the students. The participant of this research consist of 120 students, they were separate in 4 groups. They were the student of the Faculty of Psychology. Purposive technique samling used in this research. The result of this research: there are qliques in these 4 groups. The networks based on pesonal issue had less in qlique liaison than the other networks.Ada banyak interaksi antar individu dalam masyarakat. Penelitian ini berusaha menggambarkan pola interaksiantara siswa "Mabinmaba". Pola interaksi ini didasarkan pada persahabatan, pembelajaran, pribadi, dan hobipara siswa. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 120 siswa, mereka terpisah dalam 4 kelompok. Merekaadalah mahasiswa Fakultas Psikologi. Teknik purposive sampling digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitianini: ada cliques di 4 kelompok ini. Jaringan yang didasarkan pada masalah personal memiliki hubungan yang lebihsedikit daripada jaringan lain.Kata kunci: pola interaksi, siswa, klik, jaringan
YOUTUBE, CITRA MEDIA INFORMASI INTERAKTIF ATAU MEDIA PENYAMPAIAN ASPIRASI PRIBADI Chandra, Edy
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1035

Abstract

Perkembangan internet berkembang dengan pesat sesuai dengan pertumbuhan perkembangan situasi sosial yang ada. Media sosial telah menjadi salah satu varian internet yang juga berkembang dengan pesat. Salah satu bentuknya adalah Situs Video YouTube. Walau dalam perkembangannya Situs Video YouTube tidak lagi hanya digunakan lagi sebagai media untuk mengunggah dan membagikan video-video pribadi kepada rekan-rekan terdekat saja, tetapi lebih dari itu. Dilihat dari pemikiran teori interculutural adaptation yang mengatakan bahwa saat ini Bangsa Indonesia telah masuk dalam tahap adaptation terhadap penggunaan berbagai media sosial termasuk Situs Video YouTube. Melalui para pengguna Situs Video YouTube yaitu seorang Presiden hingga para kaum millennial. Melalui pengumpulan informasi sumber-sumber yang ada dan mengolahnya kepada bentuk sebuah analisis konten materi Video, telah dihasilkan berbagai gambaran bagaimana Situs Video YouTube secara spesifik digunakan oleh para penggunanya sesuai dengan tujuan dan seleranya. Beberapa gambaran kemungkinan terhadap penggunaan Situs Video YouTube dapat dijelaskan lebih lanjut dan rinci.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL, PERILAKU DELINKUENSI, DAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA MADYA DI SLTA JAKARTA (Studi pada Siswa/i di SMA X, SMK Y, dan SMK Z) Azalia Febiyanti; Erik Wijaya
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.932

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosional, kenakalan remaja, dan prestasi remaja menengah di Jakarta. Kecerdasan emosional adalah kemampuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pengembangan hubungan sosial dengan lingkungan mengacu pada kemampuan mengenali perasaan dan perasaan mereka sendiri, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik, dan dalam hubungan dengan orang lain. Kenakalan remaja adalah kenakalan umum pada remaja dan melanggar norma. Prestasi adalah hasil dan dilakukan oleh seseorang. Penelitian ini memiliki 351 subjek di SMA di Jakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa kecerdasan emosional memiliki korelasi negatif dan signifikan dengan kenakalan remaja dengan r = - 0,247 dan p = 0,000. Kenakalan dan prestasi remaja memiliki korelasi negatif dan signifikan dengan r = - 0,210 dan p = 0,000. Kecerdasan emosional tidak memiliki korelasi dengan prestasi dengan r = 0,079 dan p = 0,319. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kecerdasan emosional yang lebih tinggi adalah kenakalan remaja yang lebih rendah dan kenakalan remaja yang lebih rendah adalah prestasi yang lebih tinggi. Namun kecerdasan emosional yang tinggi belum tentu berprestasi tinggi.Kata kunci: Kecerdasan Emosional, Kenakalan Remaja, Prestasi, dan Remaja Madya
PERAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN REGULASI DIRI BELAJAR TERHADAP PENYESUAIAN AKADEMIS MAHASISWA PERGURUAN TINGGI KEDINASAN BERASRAMA XYZ Khairun Nisa; Sri Tiatri; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1641

Abstract

Penyesuaian diri dalam masa transisi dari sekolah menengah ke universitas merupakan hal penting. Salah satu bentuk penyesuaian diri di universitas yaitu penyesuaian akademis. Fenomena yang terjadi pada mahasiswa baru di Sekolah Tinggi XYZ sangat relevan dengan penyesuaian akademis. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh Cazan (2012), Kornell & Metcalfe (2006), Zimmerman & Schunk (2008), Zakiyah, et.al (2010) serta fenomena yang terjadi di Sekolah Tinggi XYZ, penulis ingin mengetahui bagaimana peran dukungan teman sebaya dan regulasi diri belajar terhadap penyesuaian akademis pada mahasiswa sekolah tinggi XYZ. Mahasiswa merupakan remaja yang sangat memerlukan dukungan teman sebaya. Siswa yang ditolak oleh teman sebaya memiliki masalah penyesuaian yang lebih serius dari pada siswa yang tidak diperdulikan oleh teman sebaya (Santrock, 2011). Selain itu, regulasi diri belajar diketahui sebagai prediktor utama penyesuaian akademis namun belum diteliti apakah dukungan teman sebaya dapat bersama-sama berperan dalam menentukan tingkat penyesuaian akademis mahasiswa. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran dukungan teman sebaya dan regulasi diri belajar terhadap penyesuaian akademis mahasiswa. Fenomena terkait penyesuaian akademis di Sekolah Tinggi XYZ menjadi masalah berulang-ulang dan penting untuk diselesaikan, dalam ruang lingkup yang lebih luas, karakteristik partisipan belum banyak diteliti yakni mahasiswa Pendidikan Tinggi Kedinasan. Partisipan 97 mahasiswa tingkat awal. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability. Teknik analisis data menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian membuktikan bahwa dukungan teman sebaya dan regulasi diri belajar berperan secara bersama-sama terhadap penyesuaian akademis mahasiswa Sekolah Tinggi Kedinasan Berasrama XYZ, dukungan teman sebaya memiliki peran lebih besar dari pada variabel regulasi diri belajar.

Page 10 of 73 | Total Record : 723


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue