cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 713 Documents
PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI MALUKU Yonna Beatrix Salamor
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.938

Abstract

Human trafficking is a crime against human rights and dignity which by the country of Indonesia are protected by both the Pancasila and the 1945 Constitution. Human trafficking is increasing due to how profitable it is to the perpetrators. In fact, according to the United Nations, human trafficking is the most profitable organized crime and is related to money laundering, drug trafficking, document forging and human smuggling. Human trafficking in Indonesia has 3 general forms, namely migrant workers, domestic helpers and commercial sex workers. As the 3rd poorest province, Maluku is not spared from the problem of human trafficking. The lack of job vacancies, high number of job seekers, and the number of the impoverished in Maluku are some of the factors that encourage the crime of human trafficking. The purpose of the study is to find out how the crime is handled and the countermeasures against the crime of human trafficking in Maluku. In this study, the method used is juridical empirical, and in addition, researchers also conducted interviews and data collection in institutions related to this study. Based on the research conducted, the population of Maluku Province in 2016 was 1,715,548 people with uneven distribution due to population concentration in certain regions, especially in the downtown area and other concentrated regions. Poverty is one of the contributors to the crime of human trafficking in Maluku, with the number of the impoverished in Maluku in 2014 reaching 307,000. In Maluku, the forms of human trafficking often carried out include the recruitment of minimum wage workers placed in the palm oil and cocoa plantation sector, the fisheries sector involving foreign workers, and the prostitution industry involving women and girlsPerdagangan orang merupakan kejahatan terhadap hak asasi manusia, harkat dan martabat seseorang yang oleh negara Indonesia dilindungi baik dalam Pancasila maupun Undang-Undang Dasar 1945. Perdagangan orang semakin banyak karena keuntungan yang diperoleh pelaku sangat besar. Bahkan menurut PBB, perdagangan orang adalah sebuah perusahaan kriminal yang paling menguntungkan dan terkait dengan pencucian uang, perdagangan narkoba, pemalsuan dokumen dan penyelundupan manusia. Masalah perdagangan orang di Indonesia memiliki 3 bentuk umum yaitu buruh migran, pembantu rumah tangga dan pekerja seks komersial. Sebagai propinsi termiskin ke-3 Maluku juga tidak luput dari permasalahan perdagangan orang. Kurangnya lapangan pekerjaan, tingginya angkatan pencari kerja, dan jumlah penduduk miskin di Maluku merupakan beberapa faktor yang mendorong tindak pidana perdagangan orang. Tujuan penelitian untuk mengetahui penanganan dan penanggulangan tindak pidana pergdangan orang di Maluku. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah yuridis empiris, selain itu peneliti juga melakukan wawancara dan pengambilan data di instansi-instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka jumlah penduduk Propinsi Maluku tahun 2016 berjumlah 1.715.548 jiwa dengan pesebaran yang tidak merata karena adanya konsentrasi penduduk pada wilayah-wilayah tertentu terutama pada wilayah pusat kota dan terkonsentrasi pada wilayah-wilayah tertentu. Kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya tindak pidana perdagangan orang di Maluku dengan data penduduk miskin Maluku tahun 2014 sebesar 307.000 jiwa. Di Maluku, bentuk tindak pidana perdagangan orang yang sering dilakukan yaitu perekrutan tenaga kerja dengan upah minim yang ditempatkan pada sektor perkebunan kelapa sawit maupun coklat, sektor perikanan yang melibatkan tenaga kerja asing dan industri prostitusi yang melibatkan perempuan dan anak perempuan.
HUBUNGAN KECENDERUNGAN TINGGAL DENGAN KECUKUPAN HUNIAN, KEPUASAN DAN KEMAMPUAN PENGHUNI RUSUNA (STUDI KASUS RUSUNA TAMBORA) Jonie Rumimper
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1466

Abstract

Rusun Tambora pertama kali dibangun pada tahun 1984 yang merupakan hunian vertikal sewa bagi MBR di Jakarta dengan luas unit 21m2. Dalam perkembangannya sebagian blok telah beralih menjadi hunian milik. Pada tahun 2014 sebagian blok pada Rusun Tambora dilakukan revitalisasi dengan pembangunan kembali dengan luas unit 36m2 dan berbagai fasilitas pendukung yang lebih baik. Saat ini, Rusun Tambora memiliki 3 karakteristik yang berbeda, yaitu Rusunami dan Rusunawa Lama yang sudah berusia 33 tahun dengan kualitas dan kapasitas relatif rendah serta Rusunawa Revitalisasi yang baru berusia 3 tahun dengan kualitas dan kapasitas relatif lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kecukupan hunian, kepuasan penghuni dan kemampuan penghuni antara ketiga rusun di Tambora serta bagaimana hubungannya dengan kecenderungan tinggal. Hasil analisis komparatif memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kecukupan hunian, kepuasan dan kemampuan penghuni serta kecenderungan untuk tinggal antara ketiga rusun di Tambora. Hasil analisis korelasi memperlihatkan bahwa kecukupan hunian berhubungan signifikan dengan 7 variabel kondisi keluarga dan kondisi hunian, adapun kemampuan penghuni berhubungan signifikan dengan 5 variabel sosial ekonomi keluarga, sedangkan kecenderungan untuk tinggal berhubungan signifikan dengan 2 variabel kecukupan hunian dan kepuasan penghuni.
GAMBARAN TRIANGULAR OF LOVE PADA PASUTRI PASCA MELAHIRKAN Evelyn Cindy; Linda Wati; Erik Wijaya
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.923

Abstract

Perubahan yang terjadi pada ibu pasca melahirkan dapat membawa dampak terutama dalam hubungan terhadap pasangan. Perubahan tersebut antara lain perubahan fisik, perubahan dalam melakukan hubungan seksual, perubahan emosi dan mengurus anak. Fenomena perubahan yang terjadi pada ibu setelah pasca melahirkan dapat berdampak pada hubungan terhadap pasangan terutama dalam hal intimacy, passion, dan commitment. Robert Sternberg mengemukakan ketiga unsur cinta yaitu intimacy, passion, dan commitment haruslah seimbang agar menciptakan hubungan yang baik dan tahan lama (Papalia et al., 2009). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran triangular of love pada pasutri pasca melahirkan. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan pada tanggal 12 April 2015 di Jakarta dengan melibatkan 392 pasang suami istri sebagai partisipan. Kriteria subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasangan suami istri yang berusia 21-40 tahun dan memiliki anak yang berusia enam minggu hingga empat tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sternberg Triangular Love Scale. Hasil penelitian menunjukkan dari ketiga dimensi yaitu intimacy, passion, dan commitment dimensi passion adalah dimensi yang paling rendah diantara dimensi intimacy dan commitment pada pasangan pasca melahirkan. Hasil juga menunjukan jika dilihat dari triangular love suami dari 392 subyek yaitu; a) 1 subyek cenderung rendah pada dimensi intimacy suami, b) 10 subyek cenderung rendah pada dimensi passion suami, dan c) cenderung tinggi 392 subyek pada dimensi commitment suami. Sedangkan, pada triangular love istri dari 392 subyek didapatkan hasil berupa; a) 6 orang cenderung rendah pada dimensi intimacy istri, b) 5 orang cenderung rendah pada dimensi passion istri, dan c) cenderung tinggi 392 subyek pada dimensi commitment istri.
PEMAHAMAN WELL-BEING DARI PERSPEKTIF FILSAFAT Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1628

Abstract

Studi ini menganalisa filsafat ‘keadaan baik’ (well-being) yang tertuang dalam berbagai macam teori, seperti teori hedonisme (hedonism theory), teori pemenuhan keinginan (desire-fulfilment theory) dan teori daftar tujuan (objective-list theory). Ditinjau dari cara menjelaskan, kajian teoretis well-being dibagi dalam dua cara: pertama, teori enumeratif (enumerative theory) yang fokus pada hal-hal apa saja yang menambah well-being. Kedua, teori eksplanatoris (explanatory theory) yang bertujuan untuk menjelaskan mengapa sesuatu itu menambah well-being. Teori hedonisme dan teori daftar tujuan masuk dalam enumeratif, sedangkan teori pemenuhan keinginan masuk dalam eksplanatoris. Dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis teori penulis menggarisbawahi bahwa pertama, dalam perpektif filosofis terdapat beraneka ragam teori mengenai well-being. Kedua, terdapat perbedaan konsep teoretis antara satu teori dengan teori lainnya. Ketiga, Walaupun ada perbedaan konsep antara masing-masing teori, namun dapat saling memperkaya untuk lebih memahami konsep filosofis well-being secara komprehensif.
Gambaran Keterikatan Kerja pada Dosen-Tetap Ditinjau dari Karakteristik Personal Zamralita, Zamralita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.374

Abstract

Dosen merupakan sumber daya manusia yang sangat penting bagi suatu perguruan tinggi.Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). Dosen-Tetap yang memiliki kinerja tinggi sangat dibutuhkan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas. Kinerja dosen yang tinggi dapat dicapai jika dosen memiliki keterikatan dengan pekerjaannya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran keterikatan kerja pada dosen-tetap ditinjau dari karakteristik personal.Teori yang digunakan adalah teori keterikatan kerja. Keterikatan kerja diartikan sebagai motivasi dan pikiran positif yang berhubungan dengan pekerjaan yang dicirikan dengan aspek vigour, dedication, dan absorption (Schaufeli & Bakker, 2003). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Partisipan penelitian adalah dosen-tetap yang berjumlah 602 orang. Data penelitian diperoleh melalui kuesioner keterikatan kerja.Analisis data menggunakan independent sample t-test dan one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen-tetap memiliki keterikatan kerja yang tinggi (M = 4,21), dan memiliki skor yang tinggi pada semua dimensinya, vigor (M= 4,18), dedication (M= 4,28), dan absorption (M= 4,16). Selain itu diperoleh hasil, semakin meningkatnya  usia dan masa kerja, maka keterikatan kerja semakin tinggi.  Jika  dikaitkan dengan tingkat pendidikan dan jabatan fungsional dosen, semakin tinggi tingkat pendidikan dan jabatan fungsional dosen,semakin tinggi keterikatan kerja. Namun, jika dianalisis berdasarkan jenis kelamin, tidak terdapat perbedaan keterikatan kerja antara dosen laki-laki dan perempuan.Kata kunci: keterikatan kerja, karakteristik personal, dosen tetap.
PERAN REGULASI DIRI DAN KECERDASAN INTELEKTUAL (IQ) TERHADAP PRESTASI AKADEMIK (STUDI PADA MAHASISWA PROGRAM MENTORING DI UNIVERSITAS X TANGERANG) Tarigan, Julia Rostaulina; Tiatri, Sri; Mularsih, Heni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2281

Abstract

Self-regulation and intellectual intelligence in previous studies indicate that these two variables influence academic achievement. However, most studies of the three variables were carried out on subjects in the middle school category, and research using self-regulation and intellectual intelligence variables carried out on university students is very rare, therefore, this fact piqued the researchers‟ interest in conducting this research. The study was conducted to determine the extent to which self-regulation and intellectual intelligence play a role in the academic achievement of university students who took part in the mentoring program at X University Tangerang. This research uses quantitative methods. The sampling technique was carried out by purposive sampling technique, and participants were obtained with the criteria as such: university students participating in the mentoring program, acting as mentees with <2.00 GPA, with a total of 47 mentees obtained as participants. The measurement of the self- regulation variable is done using an adaptation of the self-regulation questionnaire developed by Brown and Miller (1991), while the measurement of intellectual intelligence uses the CFIT test tool. The variable of academic achievement is measured using the participant GPA in the odd semester of 2017/2018. Data analysis was performed using multiple linear regression tests on SPSS version 17. The result of the study indicates that self-regulation and intellectual intelligence do not play a role in gaining academic achievement for students who acted as mentees in the mentoring program at X University Tangerang. This shows that low academic achievement among the participants of this study was caused by other factors not examined in this study.  Kemampuan regulasi diri dan kecerdasan intelektual pada penelitian terdahulu menunjukkan bahwa kedua variabel ini berpengaruh terhadap prestasi akademik. Namun, kebanyakan penelitian terhadap ketiga variabel tersebut dilakukan pada subyek dengan kategori siswa sekolah menengah, dan masih sangat jarang penelitian dengan menggunakan variabel regulasi diri dan kecerdasan intelektual dilakukan pada mahasiswa, sehingga hal ini juga turut membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini. Penelitian dilakukan untuk mengetahui sejauhmana regulasi diri dan kecerdasan intelektual berperan terhadap prestasi akademik mahasiswa yang mengikuti program mentoring di Universitas X Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, sehingga diperoleh partisipan dengan kriteria mahasiswa yang mengikuti program mentoring, berperan sebagai mentee dan IPK <2.00, dengan total 47 orang mentee yang diperoleh sebagai partisipan. Pengukuran variabel regulasi diri dilakukan dengan menggunakan adaptasi kuesioner regulasi diri yang dikembangkan oleh Brown and Miller (1991), sementara pengukuran kecerdasan intelektual menggunakan alat tes CFIT. Variabel prestasi akademik diukur menggunakan IPK partisipan pada semester ganjil 2017/2018. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi linier berganda pada program SPSS versi 17. Hasil penelitian menemukan bahwa kemampuan regulasi diri dan kecerdasan intelektual tidak berperan terhadap pencapaian prestasi akademik mahasiswa yang berperan sebagai mentee pada program mentoring di Universitas X Tangerang. Hal ini menunjukkan bahwa pada pencapaian prestasi akademik yang rendah pada partisipan penelitian ini disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
GAMBARAN KOMUNIKASI SUPORTIF DARI TEMAN YANG MEMBANTU REGULASI EMOSI PADA MAHASISWA (STUDI PADA MAHASISWA YANG BARU MELEWATI TAHUN PERTAMA DI UNIVERSITAS X) Amelia Hartono; Theresia Indira Shanti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1616

Abstract

Mahasiswa tahun pertama rentan terhadap stres yang disebabkan adanya masa transisi dan lingkungan baru. Pada saat yang bersamaan mereka dituntut untuk menampilkan performa akademik yang baik, membentuk relasi yang baru dengan teman, serta menjadi orang dewasa yang mandiri. Dukungan dari teman sebaya dalam bentuk komunikasi suportif dapat membantu mahasiswa tahun pertama dalam meregulasi emosinya agar mereka mampu menjalani perkuliahan dengan baik, sehingga pada akhirnya mampu berprestasi. Aspek dalam komunikasi suportif terdiri dari empati, menghormati, tulus, tidak menghakimi, motivasi, praktis atau dapat dipahami, dan menjaga rahasia. Dengan metode convenience sampling, sebanyak 15 mahasiswa tahun pertama dipilih sebagai responden penelitian. Gambaran komunikasi suportif yang membantu regulasi emosi dari teman sebaya diperoleh melalui wawancara kelompok terfokus dan wawancara mendalam. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa empati, tulus, motivasi, dan saran praktis merupakan dasar komunikasi suportif dari teman yang membantu mahasiswa tahun pertama meregulasi emosinya.
Kebijakan Penanggulangan Tindak Pidana Narkotika di Wilayah Maluku Yonna Beatrix Salamor; Erwin Ubwarin
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.335

Abstract

Upaya untuk menanggulangi semua bentuk kejahatan senantiasa terus diupayakan, kebijakan hukum pidana yang ditempuh selama ini tidak lain merupakan langkah yang terus digali dan dikaji agar upaya penanggulangan kejahatan tersebut mampu mengantisipasi secara maksimal tindak pidana yang secara faktual terus meningkat. Penggunaan hukum pidana sebagai sarana untuk melindungi masyarakat dari ancaman maupun gangguan kejahatan sebenarnya merupakan masalah politik kriminal yaitu usaha rasional untuk menanggulangi kejahatan.Kecenderungan penyalahgunaan dan peredaran narkotika setiap tahun mengalami peningkatan, hal ini telah menadi ancaman bahaya yang serius terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, masyarakat dan bangsa. Penanggulangan tidak saja membutuhkan komitmen dan kesanggupan semua pihak, tetapi aksi nyata semua jajaran pemerintah, pihak legislatif baik pusat maupun di daerah dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat termasuk organisasi non pemerintah (NGO) serta dunia usaha. Tujuan penelitian untuk mengetahui bentuk penanggulangan tindak pidana narkotika di wilayah Maluku yang dilakukan baik oleh Pemerintah, aparat penegak hukum maupun partisipasi masyarakat Maluku memberantas peredaran narkotika. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah yuridis empiris, selain itu peneliti juga melakukan wawancara dan pengambilan data di instansi-instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan jumlah pengguna narkoba di Propinsi Maluku sejak ahun 2015 sebanyak 27.940 jiwa. Maluku yang sebagian besar wilayah berupa lautan, peredaran narkotika 70% dilakukan melalui jalur laut. Oleh karena itu, penanggulangan tindak pidana narkotika di Maluku dilakukan dengan mengunakan sarana penal maupun non penal. Partisipasi masyarakat dalam penanggulangan tindak pidana sangat membantu demi pencegahan peredaran narkoba. Kata kunci: kebijakan penanggulangan, narkotika, Maluku
EFEKTIVITAS PELATIHAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM SISWA FLIGHT OPERATION OFFICER LEMBAGA TRAINING CENTER X Ucu Anggraeni; Riana Sahrani; Soemiarti Patmonodewo
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1691

Abstract

Meningkatnya industri penerbangan saat ini harus diimbangi dengan peningkatan keselamatan. Faktor keselamatan tidak hanya dinilai dari jenis pesawat terbaru yang memiliki teknologi yang canggih, namun faktor penting lainnya ialah sumber daya manusia itu sendiri salah satunya flight operation officer (FOO). Seorang FOO wajib memiliki kompetensi, sertifikasi, dan mampu melakukan tugas sesuai standar dan aturan yang berlaku. Salah satu tugas utama FOO ialah memberikan informasi secara langsung yang disebut dengan briefing kepada pilot sebelum melakukan tugas terbang. Isi briefing tersebut ialah mengenai seluruh informasi penerbangan termasuk kondisi cuaca dan kondisi rute yang akan dilalui oleh pilot, sehingga apabila diperkirakan ada kondisi yang kurang aman dapat diambil tindakan-tindakan pencegahan. Namun pada kenyataanya masih terjadi tidak dilakukan briefing sesuai standar oleh FOO kepada pilot yang mengakibatkan terjadi kecelakaan pesawat dan menelan banyak korban meninggal. Tidak dilakukannya briefing salah satu penyebabnya dalah rendahnya self esteem individu untuk melakukan komunikasi interpersonal secara tatap muka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelatihan keterampilan komunikasi dalam meningkatkan self- esteem pada siswa flight operation officer (FOO) yang menggunakan metode intervensi dengan pelatihan. Tiga domain perilaku yang dikembangkan dalam suatu pelatihan menyasar pada aspek kognitif, afeksi, dan psikomotor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2017. Partisipan penelitian terdiri dari 10 siswa kelompok eskperimen dan 14 siswa kelompok kontrol. Jumlah partispan kelompok eksperimen terdiri dari 1 perempuan dan 9 laki-laki, serta 3 perempuan dan 11 laki-laki pada kelompok kontrol. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan pretest-posttest control group design. Instrument pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) (Brown,1998) dan Komunikasi Interpersonal (Devito dalam Aw, 2011). Data dianalisis dengan teknik paired simple t-test dengan kriteria statistic non parametric Wilcoxon. Perhitungan dengan membandingkan skor pretest dan posttest RSES pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil perhitungan diperoleh terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest dalam kelompok eksperimen, dikarenakan hasil yang diperoleh < 0.05, yakni 0.000 < 0.05. Hal ini menjelaskan bahwa terjadi peningkatan self-esteem pada siswa FOO di kelompok eksperimen yang berarti pelatihan Komunikasi Interpersonal efektif dapat meningkatkan Self-Esteem siswa FOO Training Center X. Apabila self esteem siswa tinggi maka siswa dapat melakukan komunikasi interpersonal yang efektif dan melakukan tugas briefing sesuai dengan standar yang berlaku.
REPRESENTASI SEKS BEBAS PADA LIRIK LAGU DANGDUT (ANALISIS SEMIOTIKA SAUSSURE PADA LIRIK LAGU “CINTA SATU MALAM”) Winduwati, Septia
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1023

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana lagu dangdut “Cinta Satu Malam” yang dipopulerkan Melinda tahun 2009 merepresentasikan seks bebas. Dengan menggunakan konsep musik sebagai karya atau produk komunikasi massa dan representasi dalam teori kajian budaya, penelitian ini berusaha mencari tahu bagaimana seks bebas direpresentasikan dalam sebuah lagu dangdut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, serta teknik analisis teks wacana semiotika Saussure dalam membedah dan mengkaji lirik lagu tersebut. Dalam penelitian ini ditemukan hasil bahwa bahasa yang digunakan dalam lirik lagu “Cinta Satu Malam” secara explisit merepresentasikan fenomena seks bebas sebagai salah satu realitas sosial serta menunjukkan terdapat suatu pergeseran nilai bahasa khususnya pada pemilihan kata pada lagu dangdut.

Page 8 of 72 | Total Record : 713


Filter by Year

2017 2025