cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
Kecenderungan Transformasi Hunian: Pengaruh Defisit Hunian dan Faktor-Faktor Lainnya (Studi Kasus Perumahan Bumi Karawaci) Pongai, Pierre Albyn; Tresani, Nurahma; Tjung, Liong Ju
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.362

Abstract

Perumahan Bumi Karawaciyang dikembangkan oleh Perumnas di Tangerang pada tahun 1979, saat ini telah mengalami banyak perubahan fisik dan pemanfaatan hunian.Secara filosofis, hunian dibangun untuk memenuhi kebutuhan normatif keluarga.Ketika hunian tidak dapat memenuhi kebutuhan tersebut, akibat perubahan siklus hidup keluarga dan kondisi sosial ekonomi keluarga, maka terjadi kondisi yang disebut defisit hunian. Ketika keluarga menyadari adanya defisit hunian, akan timbul upaya untuk mengubah huniannya, yang disebut sebagai transformasi hunian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan transformasi hunian pada Perumahan Bumi Karawaciyang dipengaruhi oleh defisit hunian dan faktor-faktor lain. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi logistik yang dilakukan sebanyak 3 set, yaitu regresi defisit hunian dengan 8 variabel bebas, regresi kecenderungan transformasi dengan 8 variabel bebas dan regresi kemampuan transformasi dengan 3 variabel bebas. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kecenderungan transformasi hunian pada Perumahan Bumi Karawaci termasuk sangat tinggi, dimana hampir semua penghuni pernah melakukan transformasi hunian dan hampir separuhnya masih ingin melakukannyalagi.Dari hasil analisis diketahui bahwa kecenderungan transformasi hunian terbukti dipengaruhi oleh persepsi defisit hunian, transformasi sebelumnya, persepsi kelengkapan fasilitas perumahan dan kualitas hubungan sosial bertetangga. Adapun defisit hunian terbukti dipengaruhi ukuran keluarga, jumlah kamar tidur dan ketersediaan ruang lain. Sedangkan kemampuan transformasi hunian terbukti dipengaruhi pendapatan keluarga. Hasil ini memperlihatkan bahwa transformasi hunian cenderung dilakukan oleh penghuni yang mempersepsikan adanya defisit hunian, penghuni yang pernah melakukan transformasi hunian sebelumnya, penghuni yang merasa nyaman dengan lingkungan perumahannya dan penghuni yang memiliki pendapatan memadai. Kata kunci: kecenderungan transformasi hunian, defisit hunian, perumahan sederhana.
PERAN KEPEMIMPINAN HASTA BRATA TERHADAP KETERIKATAN KERJA PADA KONTEKS PERUSAHAAN BUMN DAN PERUSAHAAN SWASTA Isabella Floriana; Rostiana Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.1699

Abstract

Dalam dekade terakhir, penelitian mengenai kepemimpinan mengalami repetisi sehingga diperlukan penelitian mengenai kepemimpinan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengtahui peran kepemimpinan Hasta Brata terhadap keterikatan kerja pada konteks perusahaan BUMN dan perusahaan Swasta. Hasta Brata adalah konsep kepemimpinan yang berasal dari budaya Jaya dan Hindu; yang berarti delapan perilaku Dewa (percaya diri, sikap keterbukaan, peran fasilitatif, kominikatif, perhatian pada kinerja, interaktif, dan ketegasan bersikap). Data dikumpulkan dari 236 partisipan yang berasal dari perusahaan penerbangan di Jakarta (103 partisipan berasal dari perusahaan BUMN dan 133 partisipan dari perusahaan Swasta) dan dianalisa menggunakan regresi berganda dengan SPSS. Hasil dari analisa tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Hasta Brata memberikan kontribusi terhadap keterikatan kerja baik di perusahaan BUMN maupun di perusahaan Swasta. Tetapi kedua perusahaan ini menunjukkan hasil perilaku kepemimpinan Hasta Brata yang berbeda terkait dengan keterikatan kerja. Pemimpin yang memiliki kemampuan berperan fasilitatif ditemukan memiliki hubungan yang erat dengan keterikatan kerja pada perusahaan BUMN. Sementara pemimpin yang memiliki ketegasan bersikap berperan terhadap tingkat keterikatan kerja pada perusahaan Swasta. Secara keseluruhan, penelitian ini membutktikan adanya perbedaan kepemimpinan Hasta Brata pada dua sector perusahaan, yakni perusahaan BUMN dan perusahaan Swasta In the past decade, research on leadership has experienced repetitions that research on new leadership is needed. The purpose of this study is to uncover the role of Hasta Brata leadership towards work engagement in the context of state-owned companies and private companies. Hasta Brata is a concept of leadership originating from Jaya culture and Hinduism; meaning eight Divine behaviors (confidence, openness, facilitative role, communicative, attention to performance, interactive, and assertiveness). Data were collected from 236 participants from airlines in Jakarta (103 participants came from state-owned companies and 133 participants from private companies) and analyzed using multiple regression with SPSS. The result of the analysis showed that the Hasta Brata leadership contributes to work engagement in both state-owned companies and private companies. However, these two companies show different results of Hasta Brata leadership behaviors in relation to work engagement. Leaders with facilitative role skills are found to have a close relationship with work attachments in state-owned companies. Meanwhile, assertive leaders contribute to the level of work engagement in private companies. Overall, this study proves the difference in Hasta Brata leadership in two corporate sectors, namely state-owned companies and private companies.Keywords: Hasta Brata leadership, work engagement
GAMBARAN KEPRIBADIAN KASIR SUPERMARKET DI PT XYZ Octavianus Prabowo; Zamralita Zamralita
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.2055

Abstract

Salah satu posisi penting di sebuah supermarket termasuk di PT XYZ adalah posisi kasir. Posisi ini dianggap penting, karena kasir merupakan muara atau akhir dari pengalaman berbelanja pelanggan di sebuah supermarket. Hal ini membuat seluruh pelanggan yang berbelanja dipastikan berinteraksi dengan kasir. Kasir di PT XYZ secara umum memiliki tugas utama yaitu melakukan pelayanan transaksi belanja pelanggan dan memastikan jumlah uang modal dan hasil pendapatan. Untuk dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik, peneliti menduga kasir harus memiliki karakteristik kepribadian tertentu yang sesuai dengan bidang pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh gambaran kepribadian kasir supermarket di PT XYZ. Teori yang digunakan adalah trait kepribadian dari Costa dan McCrae (1992) yang terdiri dari 5 trait yaitu trait openness to experience, trait conscientiousness, trait extraversion, trait agreeableness, dan trait neuroticism. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif. Responden penelitian adalah 154 orang kasir di PT XYZ yang tersebar di toko Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan Kasir di PT XYZ memiliki trait extraversion yang tinggi (M = 3,20), trait conscientiousness yang tinggi (M = 3,17), trait openness to experience pada kategori rendah (M = 2,98), trait agreeableness yang rendah (M = 2,78), dan trait neuroticism yang rendah (M = 2,57).
PENANGGULANGAN KELEBIHAN PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN DI WILAYAH MALUKU Erwin Ubwarin; Yonna Beatrix Salamor
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.939

Abstract

Wajah pembinaan narapidana di Maluku mengalami masalah mulai dari pemenuhan hak narapidana, petugas yang belum berkompeten, pola pembinaan yang masih kekurangan pembiyaan, kordinasi antar lembaga yang belum berjalan baik, gedung lembaga pemasyarakatan yang tidak lagi mampu menampung warga binaan, data kementrian hukum dan HAM menyebutkan bahwa LAPAS Klas II A Ambon kelebihan 55 narapidana, LAPAS Klas II B Piru yang mengalami kebakaran karena masalah kelebihan daya tampung, hal ini menjadi permasalahan tersendiri yang digumuli. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana penanggulangan kelebihan penghuni Lembaga Pemasyarakatan di Wilayah Maluku. Penanggulangan kelebihan lembaga pemasyarakatan dapat dilakukan dengan mencegah semua perkara pidana berujung pada penjara (lembaga pemasyarakatan) dengan melakukan penyelesaian diluar pengadilan atau dengan cara damai, namun cara ini hanya untuk perkara tertentu, pertanyaan yang berikut mucul adalah bagaimana jika tidak terjadi perdamaian atau penyelesaian pada tingkat kepolisian, perkara pidana yang telah diputuskan oleh pengadilan maka lembaga pemasyarakatan (LAPAS) harus mendidik dan memperbaiki Narapidana untuk kembali kemasyarakat, bagaimana caranya dengan melakukan pembinaan kepribadian, yaitu pembinaan kesadaraan beragama, pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara, pembinaan kemampuan intelektual, dan pembinaan kemandirian yaitu ketrampilan untuk mendukung usaha mandiri, ketrampilan untuk mendukung usaha industri kecil, ketrampilan yang disesuaikan dengan bakat masingmasing, ketrampilan untuk mendukung usaha industri besar, pembinaan kesadaran hukum. Namun pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian perlu bantuan dari lembaga/instasi lain diluar LAPAS untuk membantu suksesnya pembinaan agar narapidana tidak kembali lagi kedalam LAPAS.
PEMBERIAN BANTUAN HUKUM KEPADA MASYARAKAT MISKIN DI KOTA AMBON Salamor, Yonna Beatrix
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1681

Abstract

Mendapatkan jasa bantuan hukum merupakan sesuatu yang mahal, karena masyarakat miskin tidak mampu untuk membayar advokat untuk melakukan pendampingan ataupun melakukan perlawanan dalam proses hukum yang dialami oleh tersangka atau terdakwa. Ketidakmampuan untuk mendapatkan haknya sesuai dengan prosedur hukum, mengharuskan untuk diadakannya suatu kebijaksanaan sehingga dapat pendampingan hukum secara gratis. Didalam hukum pidana terdapat asas peradilan yaitu peradilan cepat, sederhana dan murah. Program bantuan hukum, khususnya bagi si miskin, pada dasarnya merupakan pemerataan keadilan. hukum hanya untuk orang kaya sedangkan orang miskin sangat sulit berhadapan dengan hukum, seperti adagium hukum tajam kebawah dan tumpul ke atas. Peranan Lembaga Bantuan Hukum sangat berperan dalam mewujudkan asas equality before the law. Tujuan penelitian untuk mengetahui pemberian bantuan hukum kepada masyarakat miskin dalam tahap pra-adjudikasi maupun tahap adjudikasi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah yuridis empiris, dengan lokasi penelitian di Kota Ambon, selain itu peneliti juga melakukan wawancara dan pengambilan data di instansi-instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, implementasi bantuan hukum yang diharapkan masih jauh daripada yang diharapkan, di Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dilayani oleh 1 (dsatu) orang advokat dan di Pengadilan Negeri Kelas II A Ambon hanya dilayani oleh 1 (satu) Organisasi Bantuan Hukum, untuk itu sangat sulit untuk tercapai peradilan pidana yang adil dan tidak memihak (due process of law), karena tersangka dan terdakwa tidak diberikan bantuan hukum yang layak, sangat mudah terjadi salah tangkap, mengakui perbuatan yang bukan dia lakukan, bahkan untuk melakukan upaya perlawanan dan upaya hukum tersangka atau terdakwa tidak bisa dilakukan karena tidak paham dengan masalah hukum yang dihadapinya
PERBANDINGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SD X, Y, Z BERDASARKAN JENIS KELAMIN DAN PARTISIPASI BIMBINGAN BELAJAR Santana, Kelly; Dewi, Fransisca I. R.; Budiarto, Yohanes
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.989

Abstract

Dalam masyarakat Indonesia, hampir tiga dekade, kursus bimbinan belajar menjadi bagian dari proses belajar, selain sekolah formal. Orang tua mengikutsertakan anaknya dalam bimbingan belajar dengan tujuan supaya prestasi belajar anak menjadi lebih baik. Prestasi belajar merupakan salah satu indikator dari motivasi belajar. Motivasi belajar merupakan prediktor signifikan dari prestasi belajar. Motivasi belajar dibedakan menjadi tiga, yaitu motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, dan amotivasi. Tujuan penelitian ini untuk menguji perbedaan motivasi belajar siswa berdasarkan jenis kelamin dan partisipasi bimbingan belajar. Partisipan adalah 157 siswa kelas 5 dari tiga sekolah dasar di Jakarta, berusia antara 9-12 tahun. Instrumen penelitian berupa kuesioner motivasi belajar. Setelah melalui uji validitas dan reliabilitas, diperoleh Cronbach’s alpha sebesar 0.727. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi belajar yang tinggi. Analisis data menggunakan Independent-Samples T Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar berdasarkan jenis kelamin, t (155) = 2,137, p<0.05. Demikian pula terdapat perbedaan motivasi belajar berdasarkan partispasi bimbingan belajar, t (155) = 2.058, p<0.05. Kata kunci: motivasi belajar, sekolah dasar, partisipasi bimbingan belajar
PENERAPAN ART THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SELF-ESTEEM ANAK USIA MIDDLE CHILDHOOD Wong, Alvina; Kurnianingrum, Woro
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i1.1595

Abstract

Self-esteem merupakan salah satu aspek pada diri yang memiliki peran penting pada tiap tahap kehidupan seseorang. Pembentukkan self-esteem pada seorang anak dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya adalah teman sebaya, di mana anak-anak menjalin interaksi dengan teman sebayanya, sehingga pengalaman-pengalaman yang didapatkan selama interaksi tersebut menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh pada anak usia sekolah ini dalam hal pembentukkan self-esteem mereka. Di usia middle childhood, anak memasuki tahap industry versus inferiority, di mana anak harus mempelajari kemampuan produktif yang dibutuhkan atau anak akan menghadapi inferioritas. Oleh sebab itu, art therapy diterapkan dalam penelitian ini sebagai upaya untuk meningkatkan selfesteem dari lima anak usia middle childhood. Kelima partisipan menunjukkan perilaku tidak percaya diri yang dikeluhkan oleh guru kelas. Penelitian ini menggunakan quantitative one group pre-test post-test design, di mana alat ukur self-esteem dan grafis dianalisa untuk mengetahui perbandingan hasil sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa art therapy tergolong efektif untuk meningkatkan selfesteem pada anak usia middle childhood.
Evaluasi Program Community-Based Learning yang Berdampak pada Perilaku Kerjasama Siswa SMP X Depok Tina Sugiharti; Riana Sahrani; Raja Oloan Tumanggor
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i1.349

Abstract

Program Community-Based Learning (CBL) merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan di SMP X Depok untuk memfasilitasi siswa dalam mengaplikasikan model Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK) di masyarakat. Kerjasama merupakan salah satu aspek karakter yang diaplikasikan dalam CBL. Perilaku kerjasama tersebut belum muncul secara konsisten pada seluruh siswa yang telah melaksanakan CBL. Oleh karena itu dilakukan penelitian evaluasi terhadap program CBL ini. Penelitian bertujuan mengevaluasi dampak program CBL pada perilaku kerjasama siswa. Partisipan adalah siswa kelas 9 yang mengikuti CBL pada tahun 2015. Empat dari 20 partisipan diperoleh secara purposive sampling berdasarkan skor tertinggi kuesioner perilaku kerjasama (Tarricone & Luca, 2002). Model evaluasi yang digunakan adalah reciprocal determinism (teori sosial kognitif) terhadap pelaksanaan CBL. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik observasi dilakukan menggunakan daftar check list yang meliputi faktor kognitif, behavior dan environment pada setting kerja kelompok di kelas, focus group discussion (FGD), dan simulasi. Teknik wawancara menggunakan pedoman wawancara berdasarkan teori CBL terhadap terhadap 4 partisipan, serta kepala sekolah dan guru sebagai pendukung triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program CBL memberikan dampak terhadap peningkatan perilaku kerjasama para siswa. Peningkatan itu terjadi pada aspek semangat, kekompakan, saling menghargai, dan usaha untuk total saat mengerjakan tugas kelompok. Sementara aspek lain yaitu pelaksanaan peran dalam kelompok, sudah ada ada namun tidak meningkat karena ketidakkonsistenan dari perilaku kerjasamanya.Kata kunci: evaluasi program, community-based learning, karakter, kerjasama, Sekolah Menengah Pertama
PENGEMBANGAN ALAT UKUR KREATIVITAS VERBAL “C” (STUDI PADA MAHASISWA JURUSAN PERIKLANAN) Dinah Kartana; Joyce Natalia Setiawan; P. Tommy Y. S. Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v2i2.2199

Abstract

Kreativitas adalah kemampuan yang dibutuhkan dalam berbagai bidang pekerjaan. Salah satunya adalah bidang periklanan karena periklanan menuntut kemampuan untuk menciptakan iklan yang efektif, yaitu iklan yang berbeda dari iklan yang biasa-biasa saja. Sebagai calon tenaga profesional di bidang periklanan, mahasiswa jurusan periklanan pun sudah harus memiliki kreativitas. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengukur kreativitas mahasiswa jurusan periklanan sebelum memasuki perguruan tinggi.  Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat tes kreativitas verbal bagi mahasiswa jurusan periklanan. Aspek pengukuran kreativitas meliputi kemampuan fluency, flexibility, elaboration, dan originality, Keempat aspek tersebut diukur melalui Tes Kreativitas Verbal “c” yang disusun berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia. Tes ini disusun dengan menggunakan huruf c sebagai huruf pertama dalam kata yang digunakan sebagai butir. Subjek penelitian berjumlah 181 mahasiswa jurusan periklanan IPK di atas 2,00 yang berkuliah di dua universitas di Jakarta Barat. Metode pengumpulan data dengan menggunakan dua buah alat tes, yaitu Tes Kreativitas Verbal oleh Munandar dan Tes Kreativitas Verbal “c”. Hasil analisis menunjukkan bahwa alat Tes Kreativitas Verbal “c” dinyatakan reliable secara test retest dan valid secara content dan construct. Pada penyusunan Tes Kreativitas Verbal “c” dihasilkan norma percentile rank.Creativity is a skill needed in various fields of work. Among them is the field of advertising because advertising demands the skill to create effective advertising, that is, advertisements that are different from mediocre advertisements. As a prospective professional in the field of advertising, students majoring in advertising must already possess creativity. Therefore, it is crucial to measure the creativity of students majoring in advertising before entering college. The purpose of this study is to develop a verbal creativity test tool for students majoring in advertising. Aspects of creativity measurement include fluency, flexibility, elaboration, and originality. The four aspects are measured using the “C” Verbal Creativity Test which is compiled based on the Indonesian Language Dictionary. This test is compiled using the letter c as the first letter in the words used as item. The subjects of the study are 181 students of advertising major with over 2.00 GPA who attended two universities at West Jakarta. The method of data collection involves two test kits, namely Verbal Creativity Test by Munandar and “c” Verbal Creativity Test. The result of the analysis indicates that the “c” Verbal Creativity Test is declared reliable through test retest and valid by content and construct. The construction of the “c” Verbal Creativity Test resulted in percentile rank norm.Keywords: measurement of creativity, verbal creativity test, advertising
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERMASALAHAN RELOKASI BANTARAN SUNGAI (STUDI KASUS: KAMPUNG PULO KE RUSUNAWA JATINEGARA BARAT) Rani Chien Silalahi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v1i2.1470

Abstract

Salah satu bantaran sungai yang dijadikan permukiman oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) adalah bantaran Sungai Ciliwung. Menurut sumber Dinas Perumahan dan Gedung DKI, jumlah permukiman di bantaran Sungai Ciliwung adalah sebanyak 34.051 KK. Jumlah yang besar mengakibatkan kondisi yang semakin kumuh di bantaran Sungai Ciliwung, menyebabkan penyempitan ekstrim pada DAS. Dalam penanganan bencana banjir Sungai Ciliwung Pemerintah Kota DKI Jakarta mengeluarkan Program Penataan Sungai Ciliwung yaitu Kerangka Kebijakan Permukiman Kembali (KKPK) relokasi hunian, normalisasi sungai, penataan kawasan permukiman dan permukiman kembali. Saat relokasi, terjadi bentrokan fisik warga Kampung Pulo dan Satpol PP yang melakukan pembongkaran hunian di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung. Bentrokan fisik menyebabkan hambatan relokasi, pembakaran alat berat pemerintah, korban luka kedua pihak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini membatasi lingkup penelitian di kawasan DAS Ciliwung yaitu Kampung Pulo. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi masyarakat menolak kebijakan relokasi, mengetahui persepsi masyarakat menerima kebijakan relokasi, permasalahan yang menjadi dasar protes masyarakat terhadap relokasi, mengetahui tingkat keberhasilan relokasi bantaran sungai Ciliwung di Kampung Pulo ke Rusunawa Jatinegara Barat. Selain meneliti dari persepsi masyarakat Kampung Pulo dan warga Rusunawa Jatinegara Barat, penelitian ini juga meneliti persepsi dari pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perumahan & Gedung Pemda DKI/Pengelola Rusunawa Jatinegara Barat, serta Lembaga Swadaya Masyarakat Ciliwung Merdeka. Dari hasil wawancara mendalam dengan masyarakat serta LSM terkait, penolakan masyarakat Kampung Pulo dilatarbelakangi kehilangan hak milik atas tanah dan bangunan, pekerjaan, status sosial, komunikasi sosial antar warga, kehilangan akses umum, ketidakcocokan tinggal di rusun, serta faktor paling dominan adalah kurangnya sosialisasi pemerintah. Alasan masyarakat akhirnya menerima relokasi adalah karena tidak memiliki pilihan lain. Dasar bentrokan fisik yang terjadi antara lain adanya tuntutan ganti rugi atas kerugian tanah maupun bangunan yang tidak dipenuhi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena menurut pemerintah, tanah Kampung Pulo adalah sepenuhnya milik Pemprov DKI Jakarta, sehingga tidak ada dasar untuk mengganti rugi apapun ke masyarakat. Kompensasi yang diberikan pemerintah adalah bantuan dalam bentuk Rusunawa. Walaupun pada akhirnya seluruh warga dapat direlokasi, relokasi Kampung Pulo ke Rusunawa Jatinegara Barat belum bisa dikatakan berhasil, karena dari awal pelaksanaan relokasi sudah mendapatkan penolakan bahkan kerusuhan, serta jumlah masyarakat yang menolak untuk direlokasi lebih banyak daripada yang menerima relokasi.

Page 9 of 73 | Total Record : 723


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue