cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA GURU KELAS DI SEKOLAH INKLUSI DI JAKARTA Tanurezal, Nathania; Tumanggor, Raja Oloan
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.8635.2020

Abstract

Profession as class teacher in inclusive schools is not an easy profession, especially if the teacher lacks the required competencies. Lack of competence can affect self-efficacy associated with work engagement to classroom teachers. Self-efficacy is one's belief in one's ability to complete a task or goal and to produce the desired positive effect.Meanwhile, work engagement is defined as a positive work attitude and performance that can improve overall company performance.This study aims to determine whether there is a positive relationship between self efficacy and work engagement to classroom teachers in inclusive schools. This research is a non-experimental quantitative research that tests the correlation between two variables using convenience sampling techniques. The measuring instrument used was a self-efficacy scale developed by Jerusalem and Schwarzer, and a work engagement scale developed by Schaufeli, González-Romá, and Bakker. The subjects in this study were 34 class teachers in inclusive schools in Jakarta. The results of the analysis using the Pearson correlation test have the results of r = 0.459, p = 0.006 <0.05, so it can be concluded that self efficacy has a significant positive relationship with work engagement to class teachers in inclusive schools. Then it can be said that the higher the self efficacy is, the higher the work engagement will be. Vice versa, the lower the self efficacy is, the lower the work engagement will be. Profesi guru kelas di sekolah inklusi bukanlah profesi yang mudah, terutama apabila guru kurang memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Kurangnya kompetensi dapat mempengaruhi efikasi diri yang dikaitkan dengan keterikatan kerja pada guru kelas. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang atas kemampuan yang dimiliki oleh seseorang agar dapat menyelesaikan suatu tugas atau tujuan dan dapat menghasilkan efek positif yang diinginkan. Sementara keterikatan kerja adalah Keterikatan kerja didefinisikan sebagai sikap dan performa kerja positif yang dapat meningkatkan performa perusahaan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan positif antara efikasi diri dengan keterikatan kerja pada guru kelas di sekolah inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental yang menguji korelasi antar dua variabel dengan menggunakan teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Efikasi Diri yang dikembangkan oleh Jerusalem dan Schwarzer, serta Skala Keterikatan Kerja yang dikembangkan Schaufeli, González-Romá, dan Bakker. Subyek pada penelitian ini merupakan 34 orang guru kelas di sekolah inklusi di Jakarta. Hasil analisis menggunakan uji korelasi Pearson memiliki hasil r = 0.459, p = 0.006<0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa efikasi diri memiliki hubungan positif yang signifikan dengan keterikatan kerja pada guru kelas di sekolah inklusi. Maka dapat dikatakan bahwa semakin tinggi efikasi diri, maka akan semakin tinggi keterikatan kerja. Demikian juga sebaliknya, semakin rendah efikasi diri, maka semakin rendah juga keterikatan kerja.
ANALISIS KEBUTUHAN DAYCARE UNTUK ANAK BURUH DI KAWASAN BERIKAT NUSANTARA CAKUNG Handayani, Penny; Kristiani, Reneta; Kawatu, Florentina Resa; Sembiring, Weny Pandia; Sutarno, Herman Josep
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.9481.2020

Abstract

The protection and fulfillment of children's rights are the responsibility of the father and mother. However, for parents who work as laborers, this is difficult to do because of long working hours, working shift systems, heavy workloads, dual role conflicts of women workers, economic pressure, weak social support from extended families, and family conflicts. APSAI, ISBS, LPM-UAJ, and the Workers Union Organization built a collaboration to provide quality daycare services for child workers in industrial areas. The Cakung Bonded Zone (KBN) was chosen as the pilot project. KBN Cakung was chosen as an area where it is important to have daycare facilities because the majority of workers are women. Based on the results of this study, it is hoped that the need for daycare establishment at KBN Cakung can be identified. It is hoped that KBN Cakung will become the first industrial area to support efforts to fulfill children's rights with quality through a daycare in industrial areas. The data collection design used was a mixed-method (quantitative and qualitative) to produce a broader understanding of the needs and patterns of early childhood care in KBN, Cakung. Questionnaire and FGD guide instruments were used to identify the context of patterns and needs of early childhood care for workers in KBN. Based on the results of the needs mapping of 12 child participants in the target age range of beneficiaries, 11 parents who work in factories and 11 parents who do not work in the factory but live around KBN Cakung, the following results are obtained: (1) There is a need for the availability of child care service facilities. early, but facilities are not yet available, (2) Parents care about child caregivers and are ready to contribute a maximum of IDR 500,000 per month (including food), (3) Potential beneficiary children want a safe, spacious, simple environment, and caregivers that can make children comfortable and can be invited to play, (4) The necessary care for children is what can make children: smart, healthy, safe and independent. Perlindungan dan pemenuhan hak anak menjadi tanggung jawab ayah dan ibu. Namun pada orangtua yang berprofesi sebagai buruh, hal ini sulit dilakukan karena jam kerja yang panjang, bekerja dengan sistem shift, beban kerja yang berat, konflik peran ganda buruh perempuan, tekanan ekonomi, lemahnya dukungan sosial dari keluarga besar, serta konflik keluarga. APSAI, ISBS, LPM-UAJ, dan Organisasi Serikat Pekerja membangun kerjasama untuk menyediakan layanan daycare berkualitas bagi anak-anak pekerja di kawasan industri. Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung dipilih sebagai pilot project. KBN Cakung terpilih sebagai kawasan yang penting memiliki fasilitas daycare adalah jumlah pekerja yang mayoritas perempuan. Berdasarkan hasil kajian ini diharapkan dapat diketahui kebutuhan pendirian daycare di KBN Cakung. Diharapkan KBN Cakung menjadi kawasan industri yang pertama mendukung upaya pemenuhan hak anak yang berkualitas dengan adanya daycare di kawasan industri. Desain pengambilan data yang digunakan adalah mixed method (kuantitatif dan kualitatif) untuk menghasilkan pemahaman yang lebih luas tentang kebutuhan dan pola pengasuhan anak usia dini di KBN, Cakung. Instrumen kuesioner dan panduan FGD digunakan untuk mengidentifikasi konteks pola dan kebutuhan pengasuhan pada anak usia dini pada pekerja di KBN. Berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan terhadap 12 partisipan anak rentang usia target penerima manfaat, 11 orangtua yang bekerja di pabrik dan 11 orangtua yang tidak bekerja di pabrik namun tinggal di sekitar KBN Cakung, didapatkan hasil sbb: (1) Ada kebutuhan tersedianya fasilitas layanan penitipan anak usia dini, tetapi fasilitas belum tersedia, (2) Orangtua peduli dengan pengasuh anak dan siap berkontribusi maksimum Rp 500.000 per bulan (sudah termasuk makanan), (3) Anak-anak calon penerima manfaat ingin ada lingkungan yang aman, luas, sederhana, dan pengasuh yang dapat membuat nyaman serta bisa diajak bermain, (4) Pengasuhan anak yang dibutuhkan adalah yang dapat membuat anak : pintar, sehat, aman dan mandiri.
PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PUBLIK DI DESA PH KECAMATAN BBL, BEKASI, JAWA BARAT Dennis Akbar Satrio
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.9350.2020

Abstract

Village communities have socio-cultural values and close kinship relationships maintains the values. In the national development, village communities also demand public policies that stand on the people's side for prosperity achievement. However, the village community does not fully understand various public service programs of welfare improvement in their village. In this matter, all public policies coming from the regional and central government regarding public welfare must be known in all levels of society. It does not only relate to community groups that are geographically close to the government center. The research purpose is to obtain the holistic picture of the understanding of rural communities towards public policies with the villagers' welfare orientation. This research used a qualitative method with the deliberate decision of the informants to obtain the required data and information. The research results show that the people of PH Village definitely does not know and understand various public policies for welfare improvement. Another research results indicate that the socialization of the public policies faces obstacles for internal factors in the government work units and otherwise, the public do not care about the welfare improvement programs. Masyarakat desa memiliki nilai – nilai sosial budaya yang dipertahankan dalam hubungan kekerabatan yang erat. Sejalan dengan perkembangan pembangunan, masyarakat desa juga menuntut kebijakan publik yang berpihak kepada rakyat demi tercapainya kesejahteraan. Kendati demikian masyarakat desa ternyata tidak sepenuhnya mengetahui berbagai program pelayanan public untuk meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat.  Padahal semua kebijakan publik yang berasal dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menyangkut kesejahteraan harus diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya kelompok masyarakat yang secara geografis dekat dengan pusat pemeritahan saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran holistik terhadap pemahaman masyarakat desa terhadap kebijakan publik yang berorientasi untuk kesejahteraan warga desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penetapan informan secara sengaja untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa masyarakat Desa PH belum mengetahui dan memahami berbagai kebijakan publik yang memberikan pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan. Temuan lain adalah sosialisasi kebijakan publik mengalami hambatan karena faktor internal di unit – unit kerja pemerintahan dan masyarakat yang kurang peduli terhadap program peningkatan kesejahteraan.
Kata Pengantar JMISHS Vol 4 No 2 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMISHS Vol 4 No 2
Daftar isi JMISHS vol 4 No 2 DPPM UNTAR
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar isi JMISHS vol 4 No 2
PENGUJIAN VALIDITAS KONSTRUK, RELIABILITAS INTERNAL, DAN ANALISIS BUTIR (STUDI ADAPTASI ALAT UKUR SKRINING GANGGUAN BIPOLAR DI INDONESIA) Elaine Novieany; Monty P. Satiadarma; Rita M. Idulfilastri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9500.2021

Abstract

Currently, there are still few studies on measuring instruments for screening for bipolar disorder in Indonesia. Early detection efforts in individuals with bipolar disorder can help these individuals get psychological examinations and appropriate interventions. The purpose of this research is to conduct a preliminary study of measuring instrument adaptation, namely testing the construct validity (distinct group evidence), internal reliability, and item analysis on the 7 Up 7 Down Inventory (7U7D). In the initial adaptation process, the first thing to do is to apply for permission to the author of this measuring instrument. Second, the translation and back translation process is carried out in order to obtain an Indonesian version of the measuring instrument. Third, an assessment process is carried out by experts. Then, a preliminary study of 24 participants was conducted. The results showed that in distinct group evidence, it was found that there were significant differences in the  7 Up 7 Down Inventory mania and depression scale scores between participants with bipolar disorders and non-bipolar. Reliability test showed internal consistency> 0.7. Item analysis fulfills the requirements that each item has a > 0.3 coefficient. The preliminary study shows that the Indonesian version of the 7 Up 7 Down Inventory measuring instrument is ready and suitable to be used to assist the bipolar disorder screening process and the need for further studies. Saat ini, masih sedikit kajian mengenai alat ukur untuk melakukan skrining terhadap gangguan bipolar di Indonesia. Upaya deteksi dini pada individu dengan gangguan bipolar, dapat membantu individu tersebut mendapatkan pemeriksaan psikologis dan intervensi yang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan studi awal adaptasi alat ukur, yaitu pengujian validitas konstruk (distinct group evidence), reliabilitas internal, dan analisis butir pada alat ukur 7 Up 7 Down Inventory (7U7D). Pada proses awal adaptasi, hal pertama yang dilakukan adalah permohonan izin kepada author alat ukur ini. Kedua, dilakukan proses penerjemahan dan back translate sehingga didapatkan alat ukur versi bahasa Indonesia. Ketiga, dilakukan proses penilaian oleh para pakar. Kemudian, dilakukan studi awal terhadap 24 partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada distinct group evidence didapatkan perbedaan skor skala mania dan depresi 7 Up 7 Down Inventory yang signifikan antara partisipan dengan gangguan bipolar dan non-bipolar. Uji reliabilitas menunjukkan konsistensi internal >0.7. Analisis butir juga memenuhi syarat dan setiap butir memiliki koefisiensi >0.3. Pengujian data studi awal ini, menunjukkan alat ukur 7 Up 7 Down Inventory versi bahasa Indonesia telah siap serta layak digunakan untuk membantu proses skrining gangguan bipolar dan keperluan studi lanjutan.   
KAJIAN MOTIF BENDA TEKNOLOGIS PADA GAPURA KOMPLEKS MAKAM SUNAN DRAJAT DAN CANDI TEGAWANGI Ramadhan, Angga Fajar; Handayaningrum, Warih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10057.2021

Abstract

Ancient buildings are closely related to the long history of the past. The architectural style of the building and its decorative motifs have a distinctive shape in accordance with the spirit of the era of its creation. The idea of creating styles and forms of decoration took the forms of the surrounding nature and the philosophy of the patrons and local rulers. Some of the many decorative motifs that exist, there are motifs that come from religious values. In addition, the various forms of motifs that exist also have similar forms. The similarities in the shape of these motifs are found in the shape of the motifs of technological objects in the gate of Sunan Drajat's tomb which has Islamic breath with one of the relief panels in Tegawangi Temple which has Hindu-Buddhist breaths. The purpose of this research is to describe the idea of the creation of the two forms of motifs, the factors that cause the similarity of the motive forms and reveal the meaning of the two forms of motifs. This research method uses descriptive qualitative methodology. The approach used in this study uses a historical approach, to reveal the meaning used semiotic theory. The data collection technique is done by conducting literature study, observation, interviews and documentation. The data obtained is then reduced, displayed and analyzed. The results showed that the basic idea of creating the motifs of technological objects in the wooden gate of the tomb of Sunan Drajat and Candi Tegawangi took inspiration from the sacred buildings that had been built previously, namely the form of mosques and temples. The factors causing the similarity of form, namely: (a) cultural interaction; (b) adaptation of the form of the motive; (c) acculturation; and (d) marriage or the establishment of family relationships. The meaning of the two motives is the relationship between humans and the transcendent. Bangunan purbakala lekat kaitannya dengan sejarah panjang dari masa lalu. Gaya arsitektur bangunan dan motif ragam hiasnya memiliki bentuk yang khas sesuai dengan semangat zaman penciptaannya. Ide penciptaan gaya dan bentuk ragam hias mengambil bentuk-bentuk alam sekitar dan falsafah dari patron maupun penguasa setempat. Sekian dari banyak motif ragam hias yang ada, terdapat motif yang bersumber dari nilai religi. Selain itu, dari berbagai bentuk motif yang ada juga memiliki kemiripan bentuk. Adapun kemiripan bentuk motif tersebut dijumpai pada bentuk motif benda teknologis di gapura makam Sunan Drajat yang bernafaskan Islam dengan salah satu panel relief di Candi Tegawangi yang bernafaskan Hindu-Buddha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ide penciptaan kedua bentuk motif, faktor-faktor penyebab terjadinya kemiripan bentuk motif dan mengungkap makna dari kedua bentuk motif. Metode penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah, untuk mengungkap makna digunakan teori semiotika. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian direduksi, display dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan ide dasar penciptaan motif benda teknologis pada gapura kayu makam Sunan Drajat dan Candi Tegawangi mengambil inspirasi bentuk dari bangunan suci yang telah dibangun sebelumnya, yaitu bentuk bangunan masjid dan candi. Faktor yang menjadi penyebab terjadinya keserupaan bentuk, yaitu: (a) interaksi budaya; (b) adaptasi bentuk motif; (c) akulturasi budaya; dan (d) perkawinan atau terjalinnya hubungan kekeluargaan. Adapun makna dari kedua motif tersebut yaitu hubungan antara manusia dengan yang transenden.
MINAT POLITIK REMAJA TIONGHOA PEDESAAN Hutapea, Bonar
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10045.2021

Abstract

Youth participation in politics is believed to have a significant and positive impact in the process of democratization.Family, age, and political trust factors are several factors related to adolescent interest in politics. However, teenagers mostly under 17 years old these days have less interest on politics. This study aimed at uncover political interest among Chinese-Indonesian adolescents, particularly those who live in rural area. By using simple survey and quantitative data, this study aims to uncover Chinese youth interest in politics as it relates to several relevant socio-psychological factors. Forty senior high school students who are Chinese descendants from Belinyu, Bangka Island were administered a questionnaire and demographic questions. Quantitative instruments use single-item constructed in collaboration with the Department of Social Psychology, University of Macau, SAR. This study indicates that parents’ political participation and political discussion in the family have significant positive relations with youth interest in politics and political discussion in the family is the strongest predictor. Unlike the two predictors, political trust does not relate to their political interest. These preliminary findings suggest that family may be very influential to civic engagement. Our results contribute to discussion in political psychology research to explain political socialization and political participation. Partisipasi remaja dalam politik diyakini berdampak signifikan dan positif dalam proses demokratisasi. Akan tetapi, saat ini sebagian besar remaja terlebih yang belum berusia 17 tahun kurang memiliki minat dalam politik. Faktor keluarga, usia, dan political trust menjadi beberapa faktor yang berkaitan dengan minat remaja terhadap politik.  Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkap ketertarikan terhadap politik di kalangan orang muda Tionghoa dan secara khusus, remaja yang tinggal di pedesaan. Dengan menggunakan survei sederhana dan data kuantitatif, riset ini bertujuan untuk mengungkap minat dalam politik yang berkaitan dengan beberapa faktor sosio-psikologis yang relevan. Empat puluh siswa sekolah lanjutan tingkat atas yang merupakan keturunan Tionghoa di Belinyu, Pulau Bangka diberikan kuesioner dan pertanyaan demografis. Instrumen kuantitatif menggunakan single-item yang dikonstruksi bekerja sama dengan Department of Social Psychology, University of Macau, SAR. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi politik orang tua dan diskusi politik dalam keluarga memiliki hubungan positif dan signifikan dengan minat remaja dalam politik di mana diskusi politik dalam keluarga merupakan prediktor terkuat. Berbeda dengan dua prediktor tersebut, kepercayaan politik tidak terkait dengan minat partisipan terhadap politik. Temuan awal ini menunjukkan bahwa keluarga mungkin berperan terhadap keterlibatan remaja sebagai warga negara. Hasil penelitian ini berkontribusi pada diskusi dalam penelitian psikologi politik untuk menjelaskan sosialisasi politik dan partisipasi politik.
ANALISIS DAMPAK PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP PENYELENGGARAAN PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN/ATAU WALIKOTA TAHUN 2020 Kristiani, Verlia; Redi, Ahmad
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.8030.2020

Abstract

Decision of the Constitutional Court brought steps to restore conditions of violation of constitutional rights. However, concrete procedures will result in the loss of the voting rights. Especially in vulnerable groups, such as indigenous peoples. The de jure dimension of suffrage and quality update are the embodiment of universal suffrage, the right to vote, the secret vote and the selection honestly. Then, the quality of the implementation of the election of regional heads is important, because the implementation of the elections can also have implications for the confidence of citizens or elections in democratic elections. Based on the explanation, the problem is how the effect of the Constitutional Court decision No. 20/PUU-XVII/2019 on the implementation of regional head election year 2020. This writing is normative legal research and is analytical descriptive. This writing analyzes the binding decision of the Constitutional Court, so that it impacts on various aspects. Therefore, description of the impact on social, political, legal aspects and so on is interrelated and part of the holding of the Regional Head Election. If the use of an electronic KTP or an electronic KTP recording certificate is applied to the Regional Head Election 2020, then it must be held in accordance with the election is carried out directly, publicly, freely, confidentially and fairly in the process of preparing for implementation and impacts on every aspect become the basis for the consideration of the holding of a Regional Head Election. Putusan Mahkamah Konstitusi membawa langkah untuk berupaya memulihkan kondisi pelanggaran hak konstitusional. Namun, secara nyata prosedur tersebut akan menimbulkan kehilangan hak pilihnya. Terutama pada golongan rentan, seperti terjadi masyarakat adat. Secara de jure dimensi hak pilih dan pemutakhiran berkualitas adalah perwujudan terhadap hak pilih universal, hak untuk memilih, pemungutan suara yang rahasia dan pemilihan secara jujur. Kemudian, kualitas pelaksanaan pemilihan Gubernur, dan Bupati dan Walikota (selanjutnya disebut Pilkada) merupakan hal penting, karena pelaksanaan Pilkada dapat berimplikasi juga terhadap kepercayaan warga negara atau pemilih pada tahapan pemilu yang demokratis. Berdasarkan uraian tersebut, maka permasalahan yaitu bagaimana dampak putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20/PUU-XVII/2019 terhadap penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020? Penulisan ini merupakan pendekatan hukum normatif dengan cara melakukan penelaahan studi kepustakaan, jurnal-jurnal, atau berbagai materi dengan penulisan tersebut hukum normatif dan bersifat deskriptif analitis, sedangkan data sekunder dapat dari studi pustaka dan bahan tersier yaitu wawancara dan lain-lain. Penulisan ini menganalisis putusan Mahkamah Konstitusi yang mengikat, sehingga berdampak pada berbagai aspek. Dengan demikian, uraian-uraian dampak pada aspek sosial, politik, hukum dan sebagainya merupakan saling berkaitan dan bagian dari penyelenggaran Pilkada. Jika penggunaan KTP elektronik atau surat keterangan perekaman KTP elektronik diberlakukan pada Pilkada 2020, maka harus diselenggarakan sesuai pemilihan dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia dan jujur adil dalam proses mempersiapkan penyelengaraan dan dampak-dampak pada setiap aspek menjadi dasar pertimbangan penyelenggaraan Pilkada nya.
Kata Pengantar JMISHS Vol 5 No 1 Sari, Wulan Purnama
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMISHS Vol 5 No 1

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue