cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
DINAMIKA PERSEPSI KARYAWAN TERHADAP ORGANISASI DAN KINERJA DALAM SITUASI PROXIMAL WITDRAWAL STATE Kristanti, Rena; Rostiana, Rostiana; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.9484.2020

Abstract

Work performance is a major issue that is widely discussed relating to increase the productivity of a company. In this study, work performance will be reviewed in terms of Perceived Organizational Support (POS) and Perceived Organizational Competence (POC) by considering the Proximal Withdrawal State (PWS) situation felt by employees. PWS is the initial mental state or cognition experienced by a person before leaving an organization (Hom et al., 2012 in Robinson, 2014). PWS consists of two dimensions, namely desired employment status (employees’ preference to keep working or leaving) and perceived volitional control (control of decisions to work or resign). The combination of the two dimensions produces four types of employees, namely Enthusiastic Stayer, Reluctant Leaver, Enthusiastic Leaver, and Reluctant Stayer. The study was a non-experimental study and held using quantitative research method. By employing proportionate stratified random sampling, a total of 326 employees from PT. X participated in a survey. Linear regression analysis was used in data processing and results. Results show that perceived organizational support and  perceived organizational competence simultaneously affect the employee work performance in Enthusiastic Stayer and Reluctant Leaver situations. Results also show that POS and POC do not affetc work performance in Enthusiastic Leaver and Reluctant Stayer. Kinerja (work performance) karyawan adalah isu yang terjadi dalam perusahaan-perusahaan di dunia. Kinerja merupakan isu utama yang banyak dibahas berkaitan dengan peningkatan produktivitas suatu perusahaan. Dalam penelitian ini, kinerja ditinjau dari segi persepsi karyawan terhadap dukungan organisasi (perceived organizational support - POS) dan persepsi karyawan terhadap kemampuan organisasi (perceived organizational competence - POC). Selain itu, penelitian juga dilakukan dengan mempertimbangkan situasi proximal withdrawal state yang saat ini dialami oleh karyawan. Proximal Withdrawal States (PWS) adalah kondisi kognitif awal seseorang berkaitan dengan partisipasi dalam organisasi yang mendahului terjadinya turnover. PWS terdiri atas dua dimensi yang saling terkait yaitu desired employment status (preferensi karyawan untuk tetap bekerja pada perusahaan atau meninggalkannya) dan perceived volitional control (kendali karyawan terhadap keputusan untuk tetap bekerja atau mengundurkan diri). Kombinasi dua dimensi tersebut menghasilkan empat tipe karyawan yaitu Enthusiastic Stayers, Reluctant Leavers, Enthusiastic Leavers, dan Reluctant Stayers. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental yang dilakukan secara kuantitatif. Dengan mengunakan proportionate stratified random sampling, sebanyak 326 orang karyawan dari PT. X telah mengikuti survey yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan analisa regresi linear dan ditemukan bahwa persepsi terhadap dukungan organisasi (POC) dan kemampuan organisasi (POS) secara bersamaan mempengaruhi kinerja karyawan pada situasi Enthusiastic Stayer dan Reluctant Leaver. Ditemukan pula bahwa POS dan POC tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan Enthuiastic Leaver dan Reluctant Stayer.
PERAN ENGAGING LEADERSHIP TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL DALAM PROXIMAL WITHDRAWAL STATES Kentami, Maria Regina Tinon Dyah; Rostiana, Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.7757.2020

Abstract

Preserving competent employees is still a primary challenge for the organization today. Every company needs to make efforts to retain the employees they have. PT.X is one of the companies operating in the education sector that needs to anticipate future turnovers. This study aims to investigate the role of engaging leadership toward organizational commitment in the Proximal Withdrawal States (PWS) at PT.X. Researchers hope that by great engaging leadership, the organizational commitment will improve so that the probability of turnover will decrease. The study was administered on 295 employees at PT.X, who is a permanent employee and had worked for more than one year. This research belongs to non-experimental quantitative research. A simple regression model was conducted to process the data of this study. The results showed that engaging leadership had a significant role of 16.8% toward organizational commitment. However, based on the situation description, engaging leadership only plays a significant role in the "reluctant stayers," "reluctant leavers," and "enthusiastic stayers" situation. In the "reluctant stayers" situation, engaging leadership accounts for 12.1%. In the "reluctant leavers" situation, a significant role of 62.7% was found, and 8.4% in the "enthusiastic stayers" situation. Furthermore, it is revealed that engaging leadership only plays a significant role toward the continual and normative commitment dimensions in the "reluctant stayers" situation. Meanwhile, in the "reluctant leavers" and "enthusiastic stayers" situation, engaging leadership only plays a significant role in the affective and normative commitment dimensions.Memperoleh karyawan yang kompeten saat ini masih menjadi tantangan utama bagi organisasi. Setiap perusahaan perlu melakukan upaya untuk mempertahankan karyawan yang dimilikinya saat ini. PT. X menjadi salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Pendidikan yang perlu melakukan antisipasi terjadinya turnover di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran engaging leadership terhadap komitmen organisasi dalam situasi Proximal Withdrawal States (PWS) pada PT. X. Peneliti berharap dengan engaging leadership yang baik, maka komitmen organisasi akan meningkat sehingga peluang terjadinya turnover akan munurun. Penelitian dilakukan pada 295 karyawan yang bekerja di PT. X dengan kriteria sebagai pegawai tetap dan sudah bekerja lebih dari satu tahun. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian kuantitatif non eksperimental. Pengolahan data dilakukan dengan model regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa engaging leadership berperan signifikan sebesar 16,8% terhadap komitmen organisasi. Namun pada gambaran situasi, engaging leadership hanya berperan signifikan pada situasi reluctan stayers, reluctant leavers dan enthusiastic stayers. Pada situasi reluctant stayers, engaging leadership berperan sebesar 12,1%. Pada situasi reluctant leavers berperan signifikan sebesar 62,7% dan 8,4% pada situasi enthusiastic stayers. Lebih detil lagi dijabarkan bahwa engaging leadership hanya berperan signifikan terhadap dimensi  komitmen kontinual dan normatif dalam situasi reluctant stayers. Sementara itu pada situasi reluctant leavers dan enthusiastic stayers, engaging leadership hanya berperan signifikan pada dimensi komitmen afektif dan normatif.
PENGUJIAN VALIDITAS KONSTRUK ALAT UKUR INTERPERSONAL EMOTION REGULATION QUESTIONNAIRE PADA REMAJA DENGAN MENGGUNAKAN CONFIRMATORY FACTOR ANALYSIS Sutanto, Cynthia; Mar'at, Samsunuwiyati; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9450.2021

Abstract

Experience has different impacts for each individual. Individuals have several choices in the emotions one feels by regulating emotions. Emotion and emotional regulation take shape in a social context. This makes researchers interested in seeing messages, emotions in a social context. This formation is by looking at the results of the test results of the construct validity of the Indonesian version of the Interpersonal Emotion Regulation Questionnaire (IERQ) measuring instrument which has the same construct as the IERQ measuring instrument from Hofmann, Carpenter and Curtis (2016). It is hoped that this can contribute to measuring emotions that come from the social context in Indonesian. This research was conducted in May 2020 on 202 participants with adolescents aged 12-21 years. The factor analysis method used in this study is Confirmatory Factor Analysis (CFA) using the Lisrel program. The results of data analysis show that the construct validity of the IERQ measuring instrument which has been entered into Indonesian shows a positive and significant loading factor. This shows the Indonesian version of the IERQ construct with the same construct as the IERQ measuring instrument from Hofmann, Carpenter and Curtis. The results showed that the Indonesian version of the IERQ measuring instrument can be used by researchers to measure emotional regulation in adolescents in Indonesia. The next research can look in more detail and in-depth about the causes of people to do emotional regulation, and can try out the Indonesian version of the IERQ measurement tool on different participants. Pengalaman emosional merupakan suatu pengalaman yang pasti akan dialami oleh semua individu. Pengalaman emosional memberikan dampak yang berbeda-beda untuk setiap individunya. Individu memiliki beberapa pilihan dalam memodifikasi emosi yang dirasakan salah satunya dengan meregulasi emosi. Emosi dan regulasi emosi terbentuk dalam konteks sosial. Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk mengetahui pembentukan regulasi emosi dalam konteks sosial. Pembentukan tersebut dengan melihat hasil uji validitas konstruk alat ukur Interpersonal Emotion Regulation Questionnaire (IERQ) versi Indonesia memiliki konstruk yang sama dengan alat ukur IERQ dari Hofmann, Carpenter dan Curtis (2016). Hal tersebut diharapkan dapat memberikan sumbangan alat ukur regulasi emosi yang berasal dari konteks sosial dalam Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2020 terhadap 202 partisipan dengan karakteristik remaja berusia 12-21 tahun. Metode analisis faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah Confirmatory Factor Analysis (CFA) dengan menggunakan program Lisrel. Hasil analisis data menunjukkan validitas konstruk pada alat ukur IERQ yang sudah diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia menunjukan loading factor positif dan signifikan. Hal ini menunjukkan konstruk IERQ versi Bahasa Indonesia memiliki konstruk yang sama dengan alat ukur IERQ dari Hofmann, Carpenter dan Curtis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa alat ukur IERQ versi Bahasa Indonesia dapat dipergunakan oleh para peneliti untuk mengukur regulasi emosi pada remaja di Indonesia. Penelitian berikutnya dapat mengamati lebih mendetail dan mendalam mengenai penyebab orang-orang melakukan regulasi emosi, serta dapat mengujicobakan alat ukur IERQ versi Indonesia pada partisipan yang berbeda.
EFEKTIVITAS ART THERAPY METODE GANIM DALAM MENURUNKAN TINGKAT DISREGULASI EMOSI PADA SISWA SMA YANG MENJADI KORBAN BULLYING Giovani, Sella; Satiadarma, Monty P.; Subroto, Untung
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9854.2021

Abstract

Adolescent emotions that are mainly still unstable cause bullying experiences can further impact their ability to be able to regulate their emotions in an effective way (emotional dysregulation). This can have an impact on various aspects of adolescent life, one of which is in building social relationships that can help them to establish their identity as one of the developmental tasks of high school students in adolescence. This study aims to examine the effectiveness of ganim art therapy method in helping to lower the level of emotional dysregulation in high school students who are victims of bullying. Art therapy with Ganim method can be one of the methods used as a cathartic medium to help express their deepest emotions and help overcome them. The use of art method aims to help high school students who are victims of bullying to regulate their emotions in a more positive way. This study used quasi-experimental research design by testing pretest and posttest measuring instrument difficulties emotion regulation scale (DERS) to measure the level of emotional dysregulation of both participants who were high school students aged 16-17 years. The results of this study showed a decrease in the level of emotional dysregulation in participants AY by 41 score and DM 28 score. Therefore, it can be concluded that Ganim art therapy intervention method can effectively help to decrease the level of emotional dysregulation of high school students who are victims of bullying. Emosi remaja yang utamanya masih kurang stabil menyebabkan pengalaman bullying dapat semakin berdampak pada kemampuan mereka untuk dapat meregulasi emosinya dengan cara yang efektif (disregulasi emosi). Hal ini dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan remaja, salah satunya adalah dalam membangun relasi sosial yang dapat membantu mereka untuk menetapkan identitas diri sebagai salah satu tugas perkembangan siswa SMA di masa remaja. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efektivitas art therapy metode Ganim dalam membantu menurunkan tingkat disregulasi emosi pada siswa SMA yang menjadi korban bullying. Art therapy dengan metode Ganim dapat menjadi salah satu metode yang digunakan sebagai media katarsis untuk membantu mengekspresikan emosi terdalam yang mereka miliki dan membantu mengatasi hal tersebut. Penggunaan metode art bertujuan untuk membantu siswa SMA yang menjadi korban bullying untuk meregulasi emosi yang dimiliki dengan cara yang lebih positif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimental dengan menguji pretest dan posttest alat ukur difficulties emotion regulation scale (DERS) guna mengukur tingkat disregulasi emosi kedua partisipan yang merupakan siswa SMA berusia 16-17 tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat disregulasi emosi pada AY sebesar 41 angka dan DM 28 angka. Maka itu, dapat disimpulkan bahwa intervensi art therapy metode Ganim secara efektif dapat membantu menurunkan tingkat disregulasi emosi siswa SMA yang menjadi korban bullying.
PENGARUH MEDIA SOSIAL BERBASIS WEB 4.0 TERHADAP MANAJEMEN PRIVASI KOMUNIKASI Tobing, Nadya Kartika Lumban
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.8185.2021

Abstract

Technological development like social media has been affecting the openness of communication privacy management of its users. As a result of web development from web 2.0 to web 4.0, social media has gone through changes starting with the operational aspect of the applications, the distribution of information in the form of texts, images, and videos, the relation of interaction among users, to the relation between users and the engine of the applications (symbiotic web). The engine recommends users to work based on the results of how the users’ personal data is processed, and by implication affects social media users’ personal data management. Pervasive computing (easy access and connecting devices anywhere and anytime), symbiotic web (symbiotic relationships of people and devices), emotive web (emotional feelings), and ubiquitous computing (computers are everywhere) become part of web-based social media 4.0. The purpose of this study was to find out what factors of the four web 4.0-based social media concepts that most influence the privacy management of social media users' communications. This research method uses quantitative approach and survey method on 324 respondents taken through saturated samples. The result of this study is a significant influence on web-based social media 4.0 on the privacy management of social media users' communications. The concept of emotive web becomes the most influential variable towards the changes in communication privacy management. Perkembangan teknologi seperti media sosial telah memengaruhi keterbukaan manajemen privasi komunikasi penggunanya. Perkembangan dari web 2.0 hingga web 4.0, media sosial mengalami perubahan mulai dari operasional aplikasi, distribusi informasi dari teks, gambar, dan video, hubungan interaksi antara sesama pengguna, hingga hubungan pengguna dengan mesin aplikasi (symbiotic web). Mesin memberi rekomendasi kepada pengguna untuk bekerja berdasarkan pengolahan data diri pengguna dan secara tidak langsung telah memengaruhi pengelolaan data pribadi pengguna media sosial. Pervasive computing (memudahkan akses dan menghubungkan perangkat dimana saja dan kapan saja), symbiotic web (hubungan simbiosis manusia dan perangkat), emotive web (perasaan emosi), dan ubiquitous computing (komputer berada dimana saja) menjadi bagian dari media sosial berbasis web 4.0. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja dari keempat konsep media sosial berbasis web 4.0 yang paling memengaruhi manajemen privasi komunikasi pengguna media sosial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei terhadap 324 responden yang diambil melalui sampel jenuh. Hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh signifikan pada media sosial berbasis web 4.0 terhadap manajemen privasi komunikasi pengguna media sosial. Konsep emotive web, yaitu konsep yang membuat pengguna media sosial dapat membagikan emosi mereka secara daring  menjadi variabel yang sangat berpengaruh terhadap perubahan manajemen privasi komunikasi.
PENGEMBANGAN FASILITAS KURSI BELAJAR YANG ERGONOMIS DAN ANTROPOMETRI UNTUK ANAK HIPERAKTIF DI SEKOLAH INKLUSI Laswandi, Hartini; Mularsih (Almrh), Heni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.7742.2021

Abstract

There are complaints of discomfort and difficulty in dealing with the activeness of hyperactive students felt in inclusive elementary schools. Anxious attitude when sitting, always disturbing friends while learning is taking place, this can interfere with the learning process, both for other normal students and hyperactive students. The purpose of this research is to develop a special study chair design for hyperactive students that is ergonomic based on anthropometry. The method used in this research is an ergonomic approach to the anthropometric method and the design method that prioritizes quality. Develop ergonomic and anthropometric chair products based on devine, design and develop procedures. This approach is used to determine the dimensions of the chair design. Study chair facilities that are ergonomic and anthropometric in learning need to be developed in every school, both public and inclusive schools. Guidelines for the design of activities and facilities for hyperactive students during learning activities, based on the analysis of activities and facilities for hyperactive students in inclusive schools. The design result of the development of a special study chair for hyperactive students is a chair design with adjustable armrests, flexible chairs and footrests with a slider system that can answer user complaints. Chair design with armrests, flexible and strong footrests can provide comfort for hyperactive students and reduce their activity. Inclusion schools are expected to facilitate learning facilities, especially for students with special needs. Adanya keluhan ketidaknyamanan dan kesulitan dalam menghadapi keaktifan siswa hiperaktif dirasakan di sekolah dasar inklusi. Sikap cemas saat duduk, selalu mengganggu teman saat belajar berlangsung hal ini dapat mengganggu proses belajar, baik untuk siswa normal lainnya maupun siswa hiperaktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain kursi belajar khusus untuk siswa hiperaktif yang ergonomis berdasarkan antropometri. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan ergonomi terhadap metode antropometri dan metode desain yang mengutamakan kualitas. Mengembangkan produk kursi yang ergonomis dan antropometris berdasarkan dengan prosedur devine, design, dan develop. Pendekatan ini digunakan untuk menentukan dimensi desain kursi. Fasilitas kursi belajar yang ergonomi dan antropometri dalam pembelajaran perlu dikembangkan di setiap sekolah, baik sekolah umum maupun sekolah inklusi Pedoman desain aktivitas dan fasilitas siswa hiperaktif saat kegiatan belajar, berdasarkan analisis aktivitas dan fasilitas siswa hiperaktif di sekolah inklusi. Hasil desain dari pengembangan kursi belajar khusus untuk siswa hiperaktif adalah desain kursi dengan sandaran tangan yang bisa disetel, kursi yang fleksibel dan sandaran kaki dengan sistem slider dapat menjawab keluhan pengguna. Desain kursi dengan sandaran tangan, pijakan kaki yang lentur dan kuat dapat memberikan kenyamanan bagi siswa hiperaktif dan mengurangi keaktifannya. Sekolah inklusi diharapkan untuk memfasilitasi sarana belajar terutama bagi siswa berkebutuhan khusus ini.
PERAN KETERIKATAN KERJA SEBAGAI MEDIATOR EFIKASI DIRI DALAM MEMPREDIKSI INTENSI KERJA Kevin Djasa; P. Tommy Y.S. Suyasa; Bonar Hutapea
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7564.2020

Abstract

Lecturers are considered important workforce for a university or in any highgrade education institutions. University X had experienced a decrease in educational manpower due to system changes which creates a significant problem towards the university management in fulfilling the needs and demands of lecturers that are needed to accommodate the large ammount of students that are increasing exponentially. To address this problem, the university need to encourage lecturers who had high intentions to quit to be involved more in their professional practices and believe in their skills as a lecturer in the field of teaching, researching and community service. The aim of this research is to understand the role of Work Engagement as a mediator of Self-efficacy in predicting Turnover Intention of lecturers working in a university. This research is an analytic correlational research which uses quantitative approach of Non-experimental method. Data regarding levels of self-efficacy, work engagement and turnover intention of participants are collected via questionnaire links. The number of participants in this research were 163 lecturers. Self-efficacy and work engagement within the lecturers are categorized as high, besides that turnover intention within the lecturers are categorized as medium. The hypothesis testing used the Spearman Rank with a 95% trust level. Results show that self efficacy is significant towards turnover intention (r=-0,408; p<0,000). Results also show thatself-efficacy is significant towards work engagemen t(r=0,617; p<0,000). Work engagement fully mediated the relationship between self-efficacy and turnover intention. Dosen merupakan tenaga kerja penting dalam sebuah institusi pendidikan tinggi atau universitas. Universitas X mengalami penurunan dalam aspek sumber daya dosen akibat pergantian sistem baru sehingga menimbulkan permasalahan bagipengelolauniversitas dalam memenuhi tuntutan jumlah dosen yang cukup untuk mengakomodasi jumlah mahasiswa yang semakin banyak. Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, universitas harus berupaya melibatkan dosen yang memiliki intensi keluar yang tinggi untuk lebih melibatkan mereka dalam praktek profesi dan meningkatkan keyakinan kemampuan mereka dalam mengajar, melakukan penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran keterikatan kerja sebagai mediator efikasi diri dalam memprediksi intensi kerja pada dosen yang bekerja di universitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik korelasi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode non-experimental. Data tingkat efikasi diri, keterikatan kerja dan intensi kerja responden dikumpulkan dengan link kuesioner. Subyek penelitian berjumlah 163 dosen yang bekerja di Universitas X. Rata-rata tingkat efikasi diri dan keterikatan kerja dosen dalam kategori tinggi, sementara rata-rata tingkat intensi kerja dosen dalam kategori sedang. Uji hipotesis untuk setiap variabel menggunakan Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan intensi kerja (r = -0,408; p<0,000). Hasil penelitian juga menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan keterikatan kerja (r = 0,617; p<0,000). Kerikatan kerja memiliki peran signifikan sebagai mediator sempurna antara efikasi diri dan intensi kerja.
Redaksi JMISHS Vol 5 No 1 Sari, Wulan Purnama
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Redaksi JMISHS Vol 5 No 1
PENINGKATAN EMPATI REMAJA PELAKU BULLYING DI SALAH SATU SMP DI JAKARTA SELATAN MELALUI PELATIHAN BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING Sinta Putri Nirmala; Riana Sahrani; Heni Mularsih
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7801.2020

Abstract

Bullies can do anything without too much thinking of the consequences generated and their impact on others. It shows that bullies have low empathy. This study aims to improve empathy bullies by providing experiential learning-based training. The experiential learning method is a method that provides hands-on experience for participants. Learning is a process of transforming experiences. This study used experimental research methods with one group pretest-posttest design. The research participants were based on purposive sampling technique. The counseling teacher provides recommendation students based on the criteria of respondents from researchers aged 13-16 years, grades 7 to 9, often bullying. Furthermore, the recommendation of these students are given a questionnaire to measure empathy whether they have low empathy. So that five participants were obtained who met the criteria desired by the researcher. This study used the Basic Empathy Scale as a pre-test and post-test. The hypothesis in this study is experiential learning method is effective in increasing the empathy of adolescent bullies?. The analysis results showed that the hypothesis study is approved. The analysis technique used is the Wilcoxon Signed Ranks. In conclusion, experiential learning-based training is effective for increasing the empathy of adolescent bullies at Junior High School in South Jakarta (Z = -2.203 and P = 0.043 < 0.05). Pelaku bullying dapat melakukan apa saja tanpa terlalu banyak berpikir akan konsekuensi yang dihasilkan serta dampaknya bagi orang lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaku bullying memiliki empati yang rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan empati pelaku bullying dengan cara memberikan pelatihan berbasis experiential learning. Metode experiential learning merupakan metode yang memberikan pengalaman langsung untuk partisipan. Belajar merupakan proses transformasi pengalaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Partisipan penelitian ini diperoleh berdasarkan teknik purposive sampling. Guru BK memberikan rekomendasi siswa-siswa berdasarkan kriteria partisipan dari peneliti yaitu berusia 13-16 tahun, kelas 7 sampai 9, sering melakukan bullying. Selanjutnya, rekomendasi siswa-siswa tersebut diberikan kuesioner untuk mengukur empati apakah memiliki empati rendah. Sehingga, diperoleh lima partisipan yang memenuhi kriteria yang diinginkan peneliti. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Basic Empathy Scale untuk pretest dan posttest. Hipotesis penelitiannya adalah apakah metode experiential learning efektif untuk meningkatkan empati remaja pelaku bullying?. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa hipotesis penelitian diterima. Teknik analisis yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Ranks. Artinya, pelatihan berbasis experiential learning efektif untuk meningkatkan empati remaja pelaku bullying di salah satu SMP di Jakarta Selatan (Z = -2.203 dan P = 0.043 < 0.05).
PERANAN REGULASI EMOSI, KONTROL DIRI, PENERIMAAN DIRI TERHADAP PERILAKU AGRESIF SISWA SMP DI YOGYAKARTA Purnawan, Ragil Adi; Situmurang, Nina Zulida
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10777.2021

Abstract

The aims of the study is to determine whether there is a role for emotional regulation, self-control, and self-acceptance of students' aggressive behavior at SMP X and Y in Yogyakarta. This study uses a quantitative approach and multiple linear regression analysis. This study uses four scales, namely a scale of emotional regulation, self-control, self-acceptance, and a scale of aggressive behavior. The subjects of this study were 140, consisting of 70 junior high school students at each school X and Y in Yogyakarta. The results of this study have a very significant relationship between the variables of emotional regulation, self-control, and self-acceptance of aggressive behavior in students of SMP X and Y in Yogyakarta. This is indicated by the obtained value of F = 13.924 with p = 0.000 (p <0.01). The R square is 0.235 which if proxied (0.235 x 100% = 23.5%) means that the contribution of emotional regulation, self-control and self-acceptance to aggressive behavior is significant. 23.5%, the remaining 76.5% is influenced by other factors not examined in this study. In partial correlation, it shows that the four proposed hypotheses are accepted. There is a very significant relationship between emotional regulation, self-control and self-acceptance of the aggressive behavior of students of SMP X and Y in Yogyakarta, so that the hypothesis can be accepted. The higher the emotional regulation, self-control and self-acceptance, the lower the aggressive behavior, conversely the lower the emotional regulation, self-control and self-acceptance, the higher the aggressive behavior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada peranan regulasi emosi, Kontrol diri, dan penerimaan diri terhadap perilaku agresif Siswa di SMP X dan Y di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini menggunakan empat skala yaitu skala regulasi emosi, skala kontrol diri, skala penerimaan diri, dan skala perilaku agresif. Subjek penelitian ini adalah 140, terdiri dari 70 siswa SMP pada masing-masing sekolah X dan Y di Yogyakarta. Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang sangat signifikan antara variabel regulasi emosi, kontrol diri, dan penerimaan diri terhadap perilaku agresif pada siswa SMP X  dan Y di Yogyakarta. Hal tersebut ditunjukkan dengan diperoleh nilai F = 13,924 dengan p = 0,000 (p<0,01). R square sebesar 0,235 yang apabila diprosentasekan (0,235 x 100% = 23,5%) artinya besar sumbangan regulasi emosi, kontrol diri, dan penerimaan diri terhadap perilaku agresif sebesar 23,5%, sisanya 76,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dalam korelasi secara parsial menunjukan ke empat hipotesis yang diajukan dinyatakan diterima. Terdapat hubungan yang sangat signifikan antara regulasi emosi, kontrol diri dan penerimaan diri terhadap perilaku agresif siswa SMP X dan Y di Yogyakarta, sehingga hipotesis dapat diterima. Semakin tinggi regulasi emosi, kontrol diri dan penerimaan diri, maka semakin rendah perilaku agresif, sebaliknya semakin rendah regulasi emosi, kontrol diri dan penerimaan diri, maka semakin tinggi perilaku agresif.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue