cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
STUDI RUANG KERJA PADA TEMPAT PELATIHAN PROSES BATIK STUDI KASUS: RUMAH BATIK PALBATU, JAKARTA Augustina Ika Widyani; Maitri Widya Mutiara; Muhammad Adi Pribadi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.11732.2021

Abstract

Rumah Batik Palbatu is the center of activities for Palbatu community in learning batik which is located in Jakarta. Until now, Rumah Batik Palbatu has been actively carrying out various programs to preserve and revive the image of batik, especially among young people. Rumah Batik Palbatu Jakarta serves every day from 09.00-16.00. With various activities taking place at Rumah Batik Palbatu Jakarta, the manager stated that the activities could not run optimally due to limited space and facilities. Therefore, this research on batik training workspace is intended to give advice for managers so that activities can run optimally. This study uses the Triangulation Method, that is used to review problems from various points of view, several sources of information and several forms of data, as well as several researchers to analyze in a broad perspective, especially those related to space or interior. The spatial arrangement at Rumah Batik Palbatu is based on the activity pattern. Grouping the types of activities is the main consideration to optimize the activities. Thus the activities do not overlap each other, especially in the implementation of training activities as the main activity of Rumah Batik Palbatu. The results of this study are in the form of an alternative workspace idea design for the manager of the Palbatu Batik House, as well as a cafe procurement plan that will be used for users. Rumah Batik Palbatu adalah pusat aktivitas masyarakat Palbatu dalam belajar membatik yang berlokasi di Jakarta. Hingga saat ini Rumah Batik Palbatu telah aktif melakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan dan mengangkat kembali citra batik terutama di kalangan anak muda. Rumah Batik Palbatu Jakarta beroperasi setiap hari dari jam 09.00-16.00. Dengan berbagai kegiatan yang berlangsung di Rumah Batik Palbatu Jakarta, pengelola menyatakan bahwa kegiatan belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan ruang dan fasilitasnya. Oleh sebab itu penelitian ruang kerja pelatihan membatik ini ditujukan untuk memberikan masukan bagi pengelola agar kegiatan dapat berjalan dengan lebih optimal. Penelitian ini menggunakan Metode Triangulasi yang menerapkan beberapa metode digunakan untuk meninjau permasalahan dari berbagai sudut pandang, beberapa sumber informasi dan beberapa bentuk data, serta beberapa orang peneliti untuk memberikan analisis yang memiliki perspektif luas, terutama terkait studi ruang atau interior. Penataan ruang di Rumah Batik Palbatu disusun berdasarkan pola aktivitasnya. Pengelompokan jenis kegiatan merupakan pertimbangan utama agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan dengan lebih optimal. Dengan demikian kegiatan tidak saling tumpang tindih, terutama dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan sebagai kegiatan utama Rumah Batik Palbatu. Hasil dari penelitian ini adalah berupa alternatif rancangan ide Ruang Kerja bagi pengelola Rumah Batik Palbatu, serta usulan pengadaan kafe yang akan digunakan bagi para pengguna.
Cover JMISHS vol 5 no 1 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JMISHS vol 5 no 1
MOOD DISORDER QUESTIONNAIRE-INA: STUDI ADAPTASI ALAT UKUR SKRINING BIPOLAR Gunawan, Hosea; Satiadarma, Monty P.; Idulfilastri, Rita M.
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7442.2020

Abstract

There are around 46 million people who had bipolar disorder in the world. The number of people diagnosed with bipolar disorder are also increaseasing. Misdiagnosis due to depression episode in bipolar disorder is also a common problem. This misdiagnosis could have a negative effect to the bipolar patient. One of the common way in detecting mania/hypomania in bipolar is using a screening tool. Mood Disorder Questionnaire (MDQ) is the most widely known and used for bipolar screening. However, bipolar screening tool is not commonly used because there was no available screening tool that has been develop or adapt correctly to be used in Indonesia. That is why the purpose of this study is to adapt the Mood Disorder Questionnaire in Indonesia. After MDQ is going through adaptation process, it is been try out to 20 participants with bipolar diagnosis and 20 participants without diagnosis. Try out data than been processed with SPSS 20.0. The result of reliability analysis shows a good result (13 items; α = .82). MDQ-INA also show a good sensitivity = .95 and a good specificity = .90. Based on the results, MDQ-INA is good enough to be used as bipolar screening tool and can also be used in future research about bipolar or validation study. Terdapat sekitar 46 juta orang di seluruh dunia memiliki gangguan bipolar. Di Indonesia sendiri peningkatan jumlah individu dengan diagnosis bipolar cukup banyak. Episode depresi yang mendominasi pada penderita bipolar seringkali menyebabkan kesalahan diagnosis yang diberikan dan hal ini berdampak buruk bagi individu tersebut. Oleh karena itu, salah satu cara untuk membantu mendeteksi symptom mania atau hypomania pada individu dengan bipolar adalah dengan menggunakan alat ukur skrining. Mood Disorder Questionnaire merupakan alat ukur skrining bipolar yang paling sering digunakan di seluruh dunia. Namun, di Indonesia belum ada alat ukur skrining yang dikembangkan maupun di adaptasi dengan baik sehingga penggunaan alat ukur skrining masih belum diberikan kepada pasien dengan kecenderungan bipolar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengadaptasi MDQ ke dalam bahasa Indonesia dan mendapatkan gambaran sensitivity dan specificity dari alat ukur skrining bipolar MDQ yang telah di adaptasi. Uji coba alat ukur diberikan pada 20 partisipan dengan diagnosis bipolar dan 20 partisipan tanpa diagnosis bipolar. Data yang diterima kemudian diolah menggunakan SPSS 20.0. Hasil pengolahan data menunjukkan skor reliabilitas yang baik (13 item; α = .82). MDQ-INA juga menunjukan skor yang baik pada sensitivity = .95 dan specificity = .90. Berdasarkan hasil yang didapatkan MDQ-INA merupakan alat ukur yang layak untuk digunakan untuk skrining bipolar maupun digunakan pada penelitian mengenai bipolar maupun penelitian mengenai validasi alat ukur.
UJI VALIDITAS ISI TARUMANAGARA CAREER DECISION SELF-EFFICACY SCALE Jessyca Jessyca; P. Tommy Y. S. Suyasa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9987.2021

Abstract

In the process of career decision making, being confidence in the chosen career (career decision making self-efficacy [CDMSE]) is the final stage also an important construct to be success in career. Since adolescents, especially in high school, students is required to choose a field of specialization which is the beginning of their future career decision. It is important for teenagers to have confidence in their chosen career so that they’re motivated to explore further their choice and success in it. The aim of this research is to provide recommended scale that can be used in career decision making self-efficacy’s research. The test development is carried out through content validation study by referring to the selected scale from systematic review method. Content validation study is done through expert judgment. Some of the modifications include the adjustment to language/grammar, culture, meaning, type of scaling method, and dimensions also items based on the career decision making self-efficacy’s case/problem in Indonesia, especially for adolescence in high school. The result of this study recommended measuring instrument named Tarumanagara Career Decision Self-Efficacy Scale (Tarumanagara CDSES). This scale consists of 30 items, includes five items of Occupational Information dimension, five items of Goal Selection dimension, four items of Self-Appraisal dimension, three items of School Achievement dimension, four items of Problem-Solving dimension, five items of Social Support dimension, and four items of Planning dimension. Dalam proses keputusan karir, keyakinan terhadap karir yang akan dipilih (career decision making self-efficacy [CDMSE]) adalah tahap akhir dan merupakan konstruk yang penting dalam kesuksesan karir. Remaja, dalam hal ini sejak jenjang pendidikan SMA telah dituntut untuk memilih bidang peminatan yang merupakan awal proses keputusan karir di masa depan. Penting bagi remaja untuk memiliki keyakinan terhadap karir yang hendak dipilih guna memiliki motivasi untuk mengeksplorasi lebih jauh pilihannya sehingga dapat sukses dalam karir yang dijalani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan alat ukur yang dapat direkomendasikan untuk digunakan dalam penelitian mengenai konstruk keyakinan terhadap keputusan karir. Pengembangan alat ukur dilakukan melalui studi validitas isi dengan mengacu pada alat ukur terpilih dari hasil tinjauan sistematis. Metode uji validitas isi dilakukan melalui penilaian pakar/ahli. Beberapa modifikasi yang dilakukan adalah penyesuaian tata bahasa, budaya, makna, jenis skala pengukuran, dan butir serta dimensi berdasarkan latar permasalahan keyakinan terhadap keputusan karir di Indonesia, khususnya pada siswa SMA usia remaja. Hasil penelitian merekomendasikan alat ukur Tarumanagara CDSES yang terdiri atas 30 butir dengan rincian lima butir dalam dimensi Occupational Information, lima butir dalam dimensi Goal Selection, empat butir dalam dimensi Self-Appraisal, tiga butir dalam dimensi School Achievement, empat butir dalam dimensi Problem Solving, lima butir dalam dimensi Social Support, dan empat butir dalam dimensi Planning.
APAKAH PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI MENDUKUNG KESIAPAN UNTUK BERUBAH ? Patricia, Nesa Lydia; Zamralita, Zamralita; Idulfilastri, Rita Markus
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7706.2020

Abstract

Facing the demands of economic change in global competition which creates an increasingly fierce competition climate, an organization must make changes as an adjustment in order to exist and develop. Increasing readiness for change in all employees is one of the most effective interventions an organization can undertake so that the change process can achieve the expected goals. This aim of this study is to identify the role of psychological empowerment and perceived of organizational on the readiness for change. The readiness for change is an employee's belief that they are capable for implementing the proposed change (change efficacy), the proposed changes are appropriate for the organization (appropriateness), the leader is committed to the proposed change (management support), and proposed changes will benefit the members of the organization personal benefit). The study was conducted on 53 employees of Airline X used populated samples and analyzed using linear regression by SPSS. The results showed that psychological empowerment had positive and significant influence on readiness for change Perceived of organizational support had positive and significant influence on readiness for change Both psychological empowerment and perceived of organizational support have positive and significant influence on readiness for change. The findings may serve as a reference for the improvement of the change strategy. Sebagai penyesuaian diri dalam menghadapi tuntutan perubahan ekonomi dalam persaingan global, suatu organisasi harus melakukan perubahan agar dapat eksis dan berkembang. Salah satu intervensi paling efektif yang dapat dilakukan oleh organisasi agar proses perubahan dapat mencapai tujuan yang diharapkan adalah dengan meningkatkan kesiapan terhadap perubahan pada seluruh karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran pemberdayaan psikologis dan persepsi dukungan organisasi terhadap kesiapan untuk berubah. Kesiapan untuk berubah merupakan kepercayaan karyawan bahwa mereka mampu melaksanakan perubahan yang diusulkan (change efficacy), perubahan yang diusulkan tepat untuk dilakukan organisasi (appropriateness), pemimpin berkomitmen dalam perubahan (management support), dan perubahan akan memberikan keuntungan bagi anggota organisasi (personal benefit). Penelitian dilakukan terhadap 53 orang karyawan maskapai penerbangan X menggunakan sampel jenuh. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan psikologis memengaruhi kesiapan untuk berubah. Persepsi dukungan organisasi memengaruhi kesiapan untuk berubah. Pemberdayaan psikologis dan Persepsi dukungan organisasi secara simultan memengaruhi kesiapan untuk berubah. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi referensi penyempurnaan strategi perubahan dengan intervensi peningkatan kesejahteraan karyawan dan mempertahankan keberlanjutan pemberdayaan psikologis karyawan dengan memfasilitasi mereka untuk berkinerja optimal melalui program-program pengembangan yang terarah.
Kata Pengantar JMISHS Vol 4 No 1 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kata Pengantar JMISHS Vol 4 No 1
PENGUJIAN RELIABILITAS ALAT UKUR THE PARENTING STYLES AND DIMENSION QUESTIONNAIRE (PSDQ) Widya Risnawaty; Agustina Agustina; Denrich Suryadi
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10019.2021

Abstract

Parenting pattern is a treatment of parents in terms of educating children, which includes a variety of behaviors to influence the behavior of the child. In today's society there is still a phenomenon where parents use violence to punish children, and is often interpreted as an educational punishment.There are still parents who do not realize that educating with violence can have a psychological impact on the child and potentially create problematic behaviors, trauma experiences to severe psychological disorders. The purpose of this study is to conduct psychometric tests on measuring instruments namely, Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Psdq measuring instrument used is the result of adaptation from Riany (2018) so it is already in the form of Indonesian language and indeed for use in Indonesia. This research uses quantitative method with sampling technique which is purposive sampling. The content validity test is conducted using an expert test of the statements in the questionnaire. The results of the evaluation from experts state that the whole item can be used without revision. The number of participants involved as many as 2153 participants consisting of father / mother. Research sites include Jakarta, Bandung, and Purwokerto. Reliability tests performed using internal consistency coefficient tests with Cronbach's alpha.. The results showed that 3 dimensions (permissive, authoritative, and authoritarian) in PSDQ proved to be valid and reliable. Total items in PSDQ measurement now 31 items, that means drop 1 item. Pola asuh merupakan suatu perlakuan orang tua dalam hal mendidik anak, yang meliputi beragam perilaku guna mempengaruhi perilaku anak. Dalam kondisi masyarakat saat ini masih ditemukan fenomena dimana orang tua menggunakan kekerasan untuk menghukum anak, dan seringkali dimaknai sebagai hukuman yang mendidik. Masih ada orang tua yang belum menyadari bahwa mendidik dengan kekerasan dapat menimbulkan dampak psikologis bagi anak dan berpotensi menciptakan perilaku-perilaku bermasalah, pengalaman trauma hingga gangguan psikologis berat.Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan uji psikometri pada alat ukur yaitu, Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ). Alat ukur PSDQ yang digunakan adalah hasil adaptasi dari Riany (2018) sehingga sudah dalam bentuk bahasa Indonesia dan memang untuk digunakan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling yaitu purposive sampling. Uji validitas isi dilakukan dengan menggunakan uji pakar terhadap pernyataan dalam kuesioner. Hasil evaluasi dari pakar menyatakan bahwa keseluruhan butir dapat digunakan tanpa revisi. Jumlah partisipan yang dilibatkan sebanyak 2153 partisipan yang terdiri dari ayah/ibu. Lokasi penelitian meliputi Jakarta, Bandung, dan Purwokerto. Uji reliabilitas yang dilakukan menggunakan uji koefisien konsistensi internal dengan Cronbach’s alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dimensi (permissive, authoritative, authoritarian) dalam alat ukur PSDQ terbukti valid dan reliabel. Jumlah butir berkurang 1 butir, sehingga jumlah butir yang awalnya 32 berubah menjadi total 31 butir.
PERAN PENGETAHUAN AWAL TENTANG ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DAN EFIKASI GURU TERHADAP SIKAP GURU PADA PENDIDIKAN INKLUSIF Dewi, Tita Tri Utami; Tiatri, Sri; Mularsih, Heni
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.2972.2021

Abstract

In inclusive education, children with special needs (ABK) should get educational services together with normal children. However, inclusive education services that occur in Indonesia are still experiencing obstacles. Previous research has found that the problems are the lack of knowledge of teachers about children with special needs, the lack of teacher skills in dealing with children with special needs, and teachers' attitudes towards children with special needs. Current research intended to analyse the attitude of inclusive education teachers. The measurement of knowledge is developed by researchers using prior knowledge theory. In measuring teacher efficacy, we use the Teacher Efficacy for Inclusive Practices (TEIP) measurement. Teacher attitudes towards inclusive education was measured by the Multidimensional Attitudes Toward Inclusive Education Scale (MATIES). The participants were 60 teachers from state primary school, and incusive private primary school in Bogor Regency. Participants were recruited by convenience sampling technique. The research method uses correlational quantitative methods. The results showed that the knowledge and efficacy of teachers together did not provide a significant contribution to the attitude of teachers in inclusive education. Partially, knowledge about children with special needs has no effect on teachers' attitudes on inclusive education. However, independently, only teacher efficacy contributed significantly to teachers' attitudes regarding inclusive education. bersama dengan anak yang normal. Namun, pelayanan pendidikan inklusif yang terjadi di Indonesia masih mengalami hambatan. Penelitian terdahulu menemukan bahwa hambatan yang terjadi selama ini adalah kurangnya pengetahuan guru tentang anak berkebutuhan khusus, minimnya keterampilan guru dalam menangani ABK, dan sikap guru terhadap ABK yang dilihat masih memandang sebelah mata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengetahuan awal tentang ABK dan efikasi guru terhadap sikap guru pendidikan inklusif. Pengukuran pengetahuan dikembangkan oleh peneliti dengan menggunakan teori prior knowledge. Untuk pengukuran efikasi guru, digunakan alat ukur The Teacher Efficacy for Inclusive Practices (TEIP). Pengukuran sikap guru terhadap pendidikan inklusif menggunakan alat ukur The Multidimensional attitudes toward inclusive education scale (MATIES). Partisipan berjumlah 60 guru dari SDN dan SD Swasta Inklusi di Kabupaten Bogor, yang terpilih dengan teknik sampling convenience. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan efikasi guru secara bersama-sama tidak memberikan sumbangan yang signifikan terhadap sikap guru pendidikan inklusif. Secara parsial, pengetahuan mengenai anak berkebutuhan khusus tidak memberikan pengaruh terhadap sikap guru pada pendidikan inklusi. Namun secara independen hanya efikasi guru yang memberikan sumbangan yang signifikan terhadap sikap guru mengenai pendidikan inklusif. 
EKOLOGI MEDIA DALAM PELIPUTAN KEBERAGAMAN JURNALIS TELEVISI KONTRIBUTOR AMBON Roswita Oktavianti; Riris Loisa
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10179.2021

Abstract

Media ecology reflects that mass media have to move dynamically to survive its life in the middle of media pressure and competition among other platforms. In the digital era, television as conventional media needs to embrace the technology by airing diversity issues in social media Youtube. This study has a question about media ecology in the reportage of diversity issues by television journalists in Ambon. This research using a mixed method approach, quantitative and qualitative, with content analysis, FGD, interview, and literature review as a technique for data collecting. Content analysis is conducted toward news diversity about Maluku which aired on the Youtube television channel. Then FGD is conducted further with television journalists in Ambon in which their news has been analyzed. Further, the interview is conducted with a broadcasting supervisor as well as a member of the journalist organization. This study finds that media ecology has been changing to new media ecology. Nevertheless, new media ecology is not fully implemented by television journalists in Ambon when reporting the diversity issues. The journalists will frame their news before report it mainly for news with the tendency to the SARA (ethnicity, religion, and race) issues. Framing is formed when journalists narrate their news before aired. It implemented due to their conflict experienced in the past. The journalists have responsibility and awareness in terms of the effect of their news. Their SARA’s news which aired in the Youtube platform could trigger conflict. The conflict has a huge impact on their personal and social life Ekologi media merefleksikan bahwa media massa harus bergerak dinamis untuk bertahan hidup di tengah tekanan dan kompetisi dengan berbagai platform. Di era digital, televisi sebagai media konvensional merangkul teknologi dengan menayangkan berita keberagaman di media sosial YouTube. Studi ini mengangkat tentang ekologi media dalam peliputan keberagaman jurnalis televisi kontributor Ambon. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian campuran, kuantitatif dan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data analisis isi, Focus Group Discussion (FGD), wawancara, dan studi pustaka. Analisis isi dilakukan pada berita-berita keberagaman di Maluku pada saluran Youtube televisi-televisi nasional. Selanjutnya dilakukan FGD dengan jurnalis televisi kontributor Ambon di mana berita-berita yang ditayangkan telah dianalisis sebelumnya. Wawancara dilakukan dengan pengawas penyiaran dan organisasi jurnalis televisi. Studi ini menemukan bahwa ekologi media beralih menjadi ekologi media baru. Namun, ekologi media baru ini tidak sepenuhnya diikuti oleh jurnalis televisi kontributor Ambon dalam melaporkan berita keberagaman. Jurnalis televisi kontributor Ambon melakukan pembingkaian ketika melaporkan berita keberagaman, khususnya berita bernuansa SARA. Pembingkaian dilakukan lebih pada narasi atau audio berita yang disajikan. Ini dilakukan karena Provinsi Maluku pernah mengalami konflik masa lalu. Jurnalis memiliki tanggung jawab dan kesadaran tinggi bahwa sejumlah peristiwa konflik terjadi salah satunya akibat berita bernuansa SARA yang tersebar luas di Youtube. Konflik tersebut telah membawa pengaruh besar dalam kehidupan pribadi dan bermasyarakat.
PENGARUH ORGANIZATIONAL COMMITMENT TERHADAP WORK ENGAGEMENT PADA PEKERJA DI BIDANG PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI Satata, Dian Bagus Mitreka
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.9306.2020

Abstract

This study aims to examine the effect of organizational commitment toward work engagement on information technology development-based workers. Organizational commitment is an attitude of full loyalty, dedication, willingness, and interest shown by workers in an organization. Work engagement is a positive psychological condition that an individual has about the organization and the values in it. There were 32 subjects studied (84% male, 16% female) by purposive sampling technique. The instruments used were the Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) and Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Analysis using a linear regression test between variables. The results show that organizational commitment does not significantly influence the level of work engagement in workers in the field of information technology development.  Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh organizational commitment terhadap work engagement pada pekerja berbasis pengembangan teknologi informasi. Organizational commitment merupakan sikap penuh loyalitas, dedikasi, kerelaan, dan ketertarikan yang ditunjukkan oleh pekerja pada sebuah organisasi.  Work engagement merupakan kondisi psikologis seseorang secara positif yang dimiliki individu terhadap organisasi dan nilai-nilai di dalamnya. Terdapat 32 subjek (84% laki-laki, 16% perempuan) dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Organizational Commitment Quistionnaire (OCQ) dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Analisis dengan menggunakan uji regresi linear antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa organizational commitment tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat work engagement pada pekerja di bidang pengembangan teknologi informasi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue