cover
Contact Name
Fransisca Iriani Rosmaladewi
Contact Email
fransiscar@fpsi.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmishs@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
ISSN : 25796348     EISSN : 25796356     DOI : -
Core Subject : Art, Social,
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni (P-ISSN 2579-6348 dan E-ISSN 2579-6356) merupakan jurnal yang menjadi wadah bagi penerbitan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang Ilmu Sosial (seperti Ilmu Psikologi dan Ilmu Komunikasi), Humaniora (seperti Ilmu Hukum, Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa), dan Seni (seperti Seni Rupa dan Design). Jurnal ilmiah ini diterbitkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara. Dalam satu tahun, jurnal ini terbit dalam dua nomor, yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 723 Documents
KEMAMPUAN MENGONTROL DIRI MAHASISWA KEDOKTERAN DALAM BELAJAR, PENGERJAAN TUGAS, DAN PENGGUNAAN GAWAI Christy, Christy; Sahrani, Riana; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7576.2020

Abstract

Academic burnout was a problem in the world of education that was often experienced by medical students.  Educational demands and numerous assignments often caused medical students to felt overwhelmed and experience academic burnout. Uniquely, there were previous studies which found that in the midst of high activity, medical students still had time to access their smartphones. When students spend most of their time for smartphone used rather than their daily activities, students will have the potential to experience problematic smartphone used, which could have a negative impact on their study and daily routines. This problem became more interesting to be discussed considering current situation, in which almost everyone had their own smartphone and often relies on the smartphone for information or leisure purposes. This researched was conducted to examine the role of problematic smartphone used on academic burnout in medical students. Quantitative research using convenience sampling method was conducted to answer the question.  The participants of this study were 401 medical students.  Result showed that problematic smartphone use had a significant role on academic burnout in medical students (β = 0. 41, t = 8. 84). The result means an increase score on problematic smartphone use will be followed by an increase score on academic burnout, and vice versa. Academic burnout merupakan suatu masalah dalam dunia pendidikan yang seringkali dialami oleh mahasiswa kedokteran. Hal ini ditandai dengan rasa kewalahan, sinis, dan rasa tidak mampu untuk menjalani studi. Tuntutan pendidikan dan banyaknya tugas seringkali membuat mahasiswa kedokteran merasa kewalahan dan mengalami academic burnout. Uniknya, terdapat penelitian terdahulu yang menemukan bahwa di tengah kesibukan yang tinggi, mahasiswa kedokteran masih memiliki waktu untuk mengakses atau memainkan gawai yang dimilikinya. Ketika mahasiswa mengakses gawai dengan intensitas dan durasi yang terlalu panjang, mahasiswa akan memiliki potensi untuk mengalami problematic smartphone use, yang dapat memberikan dampak negatif bagi perkuliahan mahasiswa kedokteran. Masalah ini tentunya semakin menarik untuk dibahas mengingat saat ini setiap orang memiliki gawai dan seringkali bergantung pada gawai yang dimiliki untuk kebutuhan informasi ataupun untuk mengisi waktu luang. Penelitian ini dilakukan untuk menguji peran problematic smartphone use terhadap academic burnout pada mahasiswa kedokteran. Penelitian dengan teknik convenience sampling dilakukan untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian ini adalah 401 mahasiswa kedokteran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematic smartphone use memiliki peran signifikan terhadap academic burnout pada mahasiswa kedokteran (β = 0.41, t = 8.84).  Hal ini berarti peningkatan skor problematic smartphone use akan diikuti dengan peningkatan skor academic burnout mahasiswa kedokteran. Sebaliknya, penurunan skor problematic smartphone use akan diikuti juga dengan penurunan skor academic burnout mahasiswa kedokteran.
HUKUMAN PIDANA PENGAMBILAN PAKSA JENAZAH COVID-19 DI INDONESIA S, Michelle Angelika; Firmansyah, Yohanes; Wijaya, Hanna; Sylvana, Yana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9486.2021

Abstract

Coronavirus (CoV) is included in severe acute respiratory syndrome (SARS). Coronavirus attacks all parts of the world and causes quite a number of deaths. The funeral process is required to follow the protocol of covid-19 but in fact in Indonesia many face situations where the forced pick-up of bodies is unexpected or confirmed covid-19 by family or local residents. One of the social problems that arise is the forced collection of the body of Covid-19 by the community without paying attention to safety and health protocols. This is dangerous because it can be a source of the spread of COVID-19. This research discusses various violations of the law due to the forcible collection of the body of Covid-19 and the forms of Criminal Liability in Collecting Covid-19 bodies. This research is a qualitative research with literature review that uses 3 kinds of approaches, namely: statute approach, conceptual approach, and case approach. The results of this study reveal that the number of cases of forced pick-up of the bodies of suspected or confirmed covid resulted in the Indonesian National Police issuing a telegram letter to the National Police Chief Number ST / 1618 / VI / Ops.2 / 2020 dated June 5, 2020. Unscrupulous individuals either in groups or individually forcing to take the body of a suspect or confirmed that Covid will be charged with multiple articles, namely; Article 214 KUHP jo, Article 335 KUHP jo, Article 336 KUHP jo, article 93 Law Number 6 Year 2018, whose information has been mentioned in the discussion. Coronavirus (CoV) termasuk ke dalam sindrom pernapasan akut parah (SARS). Coronavirus menyerang seluruh belahan dunia dan menyebabkan cukup banyak kematian. Proses pemakaman jenazah diwajibkan untuk mengikuti protokol covid-19 namun pada kenyataanya di Indonesia banyak menghadapi situasi di mana penjemputan paksa jenazah terduga atau terkonfirmasi covid-19 oleh keluarga atau warga sekitar. Salah satu permasalahan sosial yang muncul adalah penjemputan paksa jenazah covid-19 oleh masyarakat tanpa memperhatikan protokol keselamatan dan kesehatan. Hal ini menjadi berbahaya dikarenakan dapat menjadi sumber penyebaran COVID-19. Penelitian ini membahas mengenai berbagai pelanggaran undang-undang akibat penjemputan paksa jenazah covid-19 serta bentuk Pertanggungjawaban Pidana Dalam Pengambilan Jenazah Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan telaah pustaka yang menggunakan 3 macam pendekatan yaitu: statuta approach, conceptual approach, dan case approach. Hasil penelitian ini mengungkapkan banyaknya kasus penjemputan paksa jenazah terduga atau terkonfirmasi covid mengakibatkan pihak Kepolisian Republik Indonesia mengeluarkan surat telegram Kapolri Nomor ST/1618/VI/Ops.2/2020 tanggal 5  Juni 2020. Oknum-oknum yang dengan sengaja baik secara berkelompok maupun individu memaksa mengambil jenazah terduga atau terkonfirmasi covid akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu; pasal 214  KUHP  jo, Pasal 335 KUHP jo, Pasal 336 KUHP jo, pasal 93  UU Nomor 6 Tahun 2018, yang keterangan nya telah disebutkan dalam pembahasan.
GAMBARAN INTEGRITAS AKADEMIK PADA MAHASISWA BARU UNIVERSITAS X Wiranata, Kevin; Zamralita, Zamralita; Basaria, Debora
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i1.7059.2020

Abstract

Integrity is a quality, character, or condition that an individual possesses to determine what is considered right and wrong in his/her life, and how much it can be shown in his/her everyday actions. Various phenomena in fact indicates the occurrence of various academic integrity violations among students and university students. This study aims to describe the academic integrity of freshmen, especially at University X. Participants amounted to 343 respondents who were freshmen of University X. The study was conducted in November 2019. Data analysis was conducted using a descriptive analysis method. The results showed that the freshmen of X University possess high academic integrity in each dimension of the academic integrity variable (with mean greater than 3.67). However, this study also found that the students of a certain faculty at University X show generally lower scores compared to students of other faculties at University X. Integritas merupakan suatu mutu, sifat, atau keadaan yang dimiliki individu untuk menentukan apa yang dianggap benar dan salah dalam hidup, serta seberapa besar hal tersebut dapat ditunjukan dalam tindakan sehari-harinya. Berbagai fenomena justru menunjukan terjadinya berbagai pelanggaran integritas akademik di kalangan pelajar dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran integritas akademik pada mahasiswa baru terutama di Universitas X., Partisipan terdiri atas 343 responden yang merupakan mahasiswa baru Universitas X. Penelitian dilakukan pada bulan November 2019. Analisis data dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa baru Universitas X, memiliki integritas akademik yang tinggi pada setiap dimensi variabel integritas akademik (rata-rata lebih besar dari 3,67). Namun, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa, mahasiswa dalam sebuah Fakultas di Universitas X, cenderung memiliki lebih banyak yang memiliki skor rendah dibandingkan mahasiswa di Fakultas lain di Universitas X.
Daftar Isi JMISHS Vol 4 No 1 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi JMISHS Vol 4 No 1
DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA, KONSEP DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI MAHASISWA DI MASA PANDEMI COVID 19 Amseke, Fredericksen Victoranto; Daik, Marlen Angela; Liu, Doni Ariani Leowandri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.9957.2021

Abstract

Motivation achievement is a crucial thing for students during the process of online learning in the pandemic COVID-19 (coronavirus disease) as an ability to encourage an individual to achieve self- actualization and optimal learning outcomes. Motivation achievement is influenced by parental social support as an external factor and self –concepts as an internal factor. Therefore, this research aims to examine the influence of parental social- support and self- concept toward students' motivation achievement in the pandemic COVID-19. This research used a quantitative method. The data were collected using parental social support scale, the self-concept scale and motivation achievement scale. The population in this research consists of 121 freshman year 2020 of Christian Early Childhood Education department in Institute of Christian State Kupang. The sample technique used in this research is accidental sampling with multiple regression analysis. The result proved that parental social support and self-concept have a positive influence and significant toward achievement motivation with 71.8%. Parental social support contributed 23.4% and self-concept contributed 48.4% toward achievement motivation. The higher the role of parents' social support and self-concept, the higher the achievement motivation of students during the pandemic COVID 19. Motivasi berprestasi bagi mahasiswa sangat penting dalam proses pembelajaran daring di masa pandemi COVID-19 (coronavirus disease) sebagai kemampuan yang mendorong individu mencapai aktualisasi diri dan hasil belajar yang optimal. Motivasi berprestasi dipengaruhi oleh dukungan sosial orang tua sebagai faktor eksternal dan faktor internal yaitu konsep diri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan sosial orang tua dan konsep diri terhadap motivasi berprestasi mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan skala dukungan sosial orang tua, skala konsep diri dan skala motivasi berprestasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 121 mahasiswa pada program studi Pendidikan Kristen Anak Usia Dini di Institut Agama Kristen Negeri Kupang tahun 2020. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa dukungan sosial orang tua dan konsep diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi berprestasi sebesar 71,8%. Dukungan sosial orang tua berkontribusi 23,4% dan konsep diri berkontribusi 48,4% terhadap motivasi berprestasi. Semakin tinggi peran dukungan sosial orang tua dan konsep diri maka dapat meningkatkan motivasi berprestasi mahasiswa di masa pandemi COVID-19.
GAMBARAN PROFESSIONAL QUALITY OF LIFE (PROQOL) GURU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Purnamasari, Dewa Ayu Inten; Satyadi, Heryanti; Rostiana, Rostiana
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.7704.2021

Abstract

Professional Quality of Life (ProQOL) is a topic that has been growing for the last 20 years. Stamm is an expert who is developing theoretical concepts and its instrument in 2010. ProQOL explains individual’s perceptions professional quality of life, which consists of two aspects. Compassion Satisfaction (CS) is the positive aspect where someone is able to feel positive feelings such as altruism while working and Compassion Fatigue (CF) is the negative ones, where someone feels uncomfortable which can leads to Burnout and Secondary Traumatic Stress (STS) symptoms. Most of study has investigated ProQOL among health caring professional, therefore this study aims to overview ProQOL among special education teachers. Uses quantitative-non experimental design, this study involves 171 special education teachers as participants. Based on the collected data, it shows that individual’s perceptions about the quality of life as a special education teacher tends to be positive. However, this is not necessarily followed by low STS and burnout rates. This study found that around 77% teachers were at moderate to high burnout levels, while 72% also had moderate to high STS levels. Professional Quality of Life (ProQOL) merupakan sebuah topik yang sudah berkembang sejak 20 tahun terakhir. Seorang ahli bernama Stamm telah berjasa dalam mengembangkan konsep teoretis ProQOL beserta alat ukurnya pada tahun 2010. ProQOL menjelaskan persepsi individu mengenai kualitas hidup profesionalnya, yang terdiri dari dua aspek. Compassion Satisfaction (CS) merupakan aspek positif dimana individu mampu merasakan perasaan positif, altruisme terkait perkerjaannya dan Compassion Fatigue (CF) yang merupakan aspek negatif, dimana individu merasa tidak nyaman dalam menjalankan pekerjaannya yang berujung pada gejala Burnout dan Secondary Traumatic Stress (STS). Oleh karena sebagian besar penelitian mengenai ProQOL telah diteliti pada tenaga profesional kesehatan, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran ProQOL pada profesi guru ABK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental yang melibatkan 171 guru ABK sebagai partisipan. Berdasarkan data yang terkumpul diperoleh bahwa persepsi individu terhadap kualitas hidup profesional sebagai guru ABK cenderung positif. Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta diikuti dengan tingkat burnout dan STS yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian, sekitar 77% guru ABK berada pada tingkat burnout Sedang-Tinggi dan 72% diantaranya juga memiliki tingkat STS Sedang-Tinggi.
PENJAJAKAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN PENGETAHUAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Jap, Tji Beng; Lusiana, Fenny; Larasati, Kirey; Tiatri, Sri
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v5i1.10002.2021

Abstract

Knowledge Management System (KMS) is a learning solution that is known to be effective in various educational contexts in the era of information and communication technology. One educational context that is expected to benefit from is Vocational High Schools (SMK). In this education, the most learned things are skills. It is not yet known, what kind of Knowledge Management System suits the learning needs of students in SMK. This study aims to explore the needs of vocational students associated with the application of the Knowledge Management System. Research participants are 1.600 vocational students in 5 cities of Indonesia (83 students from Pontianak, 304 students from Manado, 177 students from Belitung, 238 students from Yogyakarta, and 798 students from Salatiga) Data collection was carried out through surveys and interviews. The results showed that 100% of students stated that KMS was needed in their learning system. Most students 63% (996 students) need a KMS that includes all knowledge, both related and unrelated to their field of expertise. The results of this research can be valuable information for the development of KMS in SMK in Indonesia. Sistem Manajemen Pengetahuan atau Knowledge Management System (KMS) adalah salah satu solusi belajar yang diketahui efektif diterapkan dalam berbagai konteks pendidikan di era teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu konteks pendidikan yang diperkirakan akan mendapatkan manfaat adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dalam pendidikan ini, hal yang paling banyak dipelajari adalah keterampilan. Belum diketahui Sistem Manajemen Pengetahuan seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran para siswa di SMK. Penelitian ini bertujuan menjajaki kebutuhan siswa SMK yang terkait dengan penerapan Sistem Manajemen Pengetahuan. Partisipan penelitian adalah 1.600 siswa SMK di 5 kota Indonesia (83 Siswa Pontianak, 304 Siswa Manado, 177 Siswa Belitung, 238 Siswa Yogyakarta, dan 798 Siswa Salatiga). Pengambilan data dilaksanakan melalui survei dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 100% siswa menyatakan bahwa KMS diperlukan dalam sistem pembelajaran mereka. Sebagian besar siswa 63% (996 Siswa) memerlukan KMS yang mencakup seluruh pengetahuan, baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan bidang keahlian mereka. Hasil penelitian ini dapat menjadi informasi yang berharga bagi pengembangan KMS di SMK di Indonesia.
ANALISIS MODEL PENGARUH GOAL ORIENTATION, GENERAL SELF-EFFICACY DAN JENIS KELAMIN TERHADAP SELF-REGULATED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH Yudhistira, Santi; Deasyanti, Deasyanti; Muzdalifah, Fellianti
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.8849.2020

Abstract

Since COVID-19's entry into Indonesia in early March, 2020, the government has determined all educational institutions to carry out learning activities using the Distance Education method. The method changes are so fast that students as students who use this method do not have much time to adjust and meet various obstacles. This study aims to see how self-efficacy and goal orientation influences students self-regulated learning while carrying out distance education. This study also wants to look at differences in self-regulated learning between male and female students. This research uses quantitative methods. Respondents in this study were 319 students at a university in Jakarta who were carrying out learning activities with distance education methods. The instrument used is General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995), 2x2 Achievement Goal Orientation Framework (Elliot & McGregor, 2001), and Metacognitive Self-Regulation dalam Motivated Strategies Learning Questionaire (MSLQ). The validity of the measuring instrument was carried out using the Confirmatory Factor Analysis (CFA) method and hypothesis testing using path analysis processed through Mplus software version 7.11. The results of the path analysis test found that the model tested fit with the chi-square index = 2.39, df = 1, p-value = 0.25> 0.05), and RMSEA = 0.067. The final results of the study showed that self-efficacy, goal orientation, and gender had an effect of 19.7% on student self-regulated learning. Sejak masuknya COVID-19 ke Indonesia awal Maret tahun 2020, pemerintah menetapkan seluruh institusi pendidikan untuk melaksanakan kegiatan belajar dengan metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Perubahan metode yang begitu cepat menyebabkan mahasiswa sebagai peserta didik yang menggunakan metode ini tidak memiliki banyak waktu untuk menyesuaikan diri dan menemui berbagai kendala. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh keyakinan diri (self-efficacy) dan penetapan tujuan belajar (goal orientation) terhadap strategi regulasi dan pengelolaan aktivitas belajar (self-regulated learning) pada mahasiswa dengan metode PJJ. Penelitian ini juga ingin melihat self-regulated learning pada mahasiswa laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah 319 mahasiswa disalah satu universitas di Jakarta yang sedang melaksanakan kegiatan belajar dengan metode PJJ. Alat ukur yang digunakan yaitu General Self-Efficacy Scale (Schwarzer & Jerusalem, 1995), 2x2 Achievement Goal Orientation Framework (Elliot & McGregor, 2001), dan Metacognitive Self-Regulation dalam Motivated Strategies Learning Questionaire (MSLQ). Validitas alat ukur dilakukan dengan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan pengujian hipotesis menggunakan Path Analysis yang diolah melalui software Mplus versi 7.11. Hasil uji Path Analysis diketehui model yang diuji fit dengan indeks chi-square=2,39, df=1, p-value=0,25 >0,05), dan RMSEA=0,067. Hasil akhir penelitian menunjukkan self-efficacy, goal orientation, dan jenis kelamin memberikan pengaruh sebesar 19,7% terhadap self-regulated learning pada mahasiswa.
ANALISIS NILAI MOTIVASI DALAM LIRIK LAGU “MERAIH BINTANG” KARYA PARLIN BURMAN SIBURIAN (ANALISIS SEMIOTIKA DE SAUSURE) Amir Karim, Muhdie
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.8821.2020

Abstract

Song is a work of art created from the creation of events that the author has seen, felt, heard, and experienced. Likewise, the parlinary song "Meraih Bintang" by Burman Siburian has a meaning that contains a million messages and messages for listeners. This study aims to determine the values of the meaning of motivation contained in the lyrics of the song "Meraih Bintang". This research is a qualitative descriptive with a semiotic approach according to Ferdinand de Saussure. Sources of data in this study are the lyrics of the song "Meraih Bitang. Researchers applied reading and note-taking techniques to collect data. The data analysis technique used is based on the Miles and Huberman model. The results showed that the lyrics of the song "Meraih Bintang" have a motivational value as shown in the first verse, namely the songwriter specifically dedicates this song to athletes to compete with enthusiasm and never give up. In the second verse, the meaning is found in order to achieve a dream, we must have strong faith and pray to the Creator. The third verse by the songwriters says that in order to reach our dreams, we must focus on one goal. The fourth stanza is that the songwriter tries not to give up easily in achieving dreams. The fifth stanza is conveyed that we must cooperate with determination, sportsmanship and solidarity in a competition.Lagu merupakan karya seni yang tercipta dari hasil kreasi terhadap peristiwa yang dilihat, dirasa, didengar, dan juga pernah dialami langsung oleh penulis. Sama halnya dengan lagu “Meraih Bintang” karya Parlin Burman Siburian memiliki makna yang mengandung sejuta pesan dan amanat untuk para pendengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai makna motivasi yang terdapat pada lirik lagu “Meraih Bintang”. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika menurut Ferdinand de Saussure. Sumber data dalam penelitian ini adalah lirik lagu “Meraih Bitang”. Peneliti menerapkan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data yang digunakan berdasarkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu “Meraih Bintang” memiliki nilai motivasi yang ditunjukan pada bait pertama yaitu pencipta lagu secara khusus mempersembahkan lagu ini untuk para atlet agar berkompetisi dengan semangat dan pantang menyerah. Pada bait kedua ditemukan makna demi meraih suatu mimpi, kita harus mempunyai keyakinan yang kuat serta berdoa kepada sang Khalik. Bait ketiga pencipta lagu menyampaikan untuk menggapai mimpi, kita harus fokus pada satu tujuan.  Bait keempat disini pencipta lagu mencoba mengajak untuk tidak mudah berputus asa dalam meraih mimpi. Bait kelima disampaikan bahwa tekad, sportifitas dan solidaritas harus kita gandeng dalam suatu kompetisi. 
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DAN REGULASI EMOSI SISWA SEKOLAH DASAR Angelia, Mikha; Tiatri, Sri; Heng, Pamela Hendra
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v4i2.8252.2020

Abstract

Emotional regulation is an individual’s ability to regulate emotions. Individual regulate his/her emotion to be able to control his/her life. In practice, the ability of emotional regulation can be influenced by various factors. One of the factors that can influence the process of emotional regulation is the level of religiosity. In this study, researchers aimed to be able to see the relationship of students’ religiosity on emotional regelation possessed by students. This study involved 319 elementary school students in SD X. Participants were given a set of assessments to measure the level of religiosity and emotional regulation. Religiosity is measured by using the Dimension Religiosity Scale to measure preoccupation, conviction, emotional involvement, and guidance. To measure emotional regulation, researchers used the Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescent (ERQ-CA) to measure the level of cognitive reappraisal and expressive suppression possessed by students. Data was analysised using correlation test  in SPSS version 23. From the results of the correlation test conducted found that there is a significant relationship between the variables of religiosity and emotional regulation (r = 0.248, with p < 0.05). This shows that if the level of religiosity students have is high, the ability of students to regulate emotions will be better. Regulasi emosi adalah suatu kemampuan individu dalam mengatur emosi. Setiap orang melakukan regulasi emosi untuk dapat mengendalikan hidupnya. Dalam praktiknya, kemampuan regulasi emosi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses regulasi emosi adalah tingkat religiusitas yang dimiliki individu tersebut. Dalam penelitian ini, peneliti bertujuan mengkaji hubungan antara religiusitas siswa dengan regulasi emosi yang dimiliki oleh siswa. Penelitian ini melibatkan 319 siswa-siswi Sekolah Dasar di sekolah X. Partisipan diberikan satu set asesmen untuk mengukur tingkat religiusitas dan regulasi emosi. Religiusitas diukur dengan menggunakan Dimension Religiousity Scale untuk mengukur preoccupation, conviction, emotional involvement, dan guidance. Untuk mengukur regulasi emosi, peneliti menggunakan Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescent (ERQ-CA) untuk mengukur tingkat kemampuan cognitive reappraisal dan expressive suppression yang dimiliki oleh siswa. Analisis data menggunakan uji korelasi dengan menggunakan SPSS versi 23. Dari hasil uji korelasi yang dilakukan, didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabe religiusitas dan regulasi emosi (r = 0,248, p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa makin tinggi tingkat religiusitas yang dimiliki siswa, maka makin tinggi pula kemampuan siswa dalam meregulasi emosi.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 3 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora , dan Seni Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 3 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni More Issue