cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 373 Documents
ANALISIS POTENSI ATAP BANGUNAN KAMPUS SEBAGAI LOKASI PENEMPATAN PANEL SURYA SEBAGAI SUMBER LISTRIK Tarigan, Elieser; Kartikasari, Fitri Dwi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.414

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan simulasi untuk mengetahui potensi pemanfaatan area atap bangunan kampus Universitas Surabaya untuk tempat pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Atap bangunan perpustakaan disimulaskan dan menjadi representasi perhitungan untuk atap bangunan yang lain. Sistem PLTS grid-connected dipakai dalam perhitungan energi listrik PLTS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tersedia area atap bangunan seluas 10.353 m2 yang dapat dimanfaatkan untuk instalasi panel surya. Total kapasitas listrik yang dihasilkan untuk area seluas itu adalah 2.030 kWp atau 2,03 MWp. Kapasitas sebanyak itu terbagi empat, yaitu 630 kWp dari atap yang menghadap Timur Laut, 535 kWp dari arah Barat Laut, 668 kWp pada arah Barat Daya dan 553 kWp dari arah Tenggara. 
ANALISIS MENGENAI KEBERADAAN RUANG PUBLIK TERPADU RAMAH ANAK DI LOKASI KOMPLEKS PERUMAHAN OBJEK STUDI: RPTRA NUSA INDAH, JAKARTA BARAT Mustaram, Agnatasya Listianti
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.2725

Abstract

Since its opening on October 10, 2017, Taman Nusa Indah located within the BPPT Housing Complex area has officially changed into the RPTRA Nusa Indah. Previously Taman Nusa Indah was only an ordinary Green Open Space (RTH) located inside a housing complex, but has now undergone many upgrades and added facilities. It is this change that invites residents outside the housing complex to visit, and as a result at certain times the Nusa Indah RPTRA becomes very crowded. Residents of the housing complex directly adjacent to the RPTRA area are those who have experienced significant changes since Taman Nusa Indah has changed to RPTRA. The effects that occur due to the presence of RPTRA in this housing complex will be discussed in this study. This paper was made based on qualitative research method, namely by field observation and holding direct interviews. The result of this paper is in the form of a proposal for the provision of additional space within the Nusa Indah RPTRA area to overcome the various impacts of the emergence of RPTRA in the housing complex area, in this case the BPPT Complex.Keywords: housing, child friendly, RPTRA, open public spaceSemenjak diresmikan tanggal 10 Oktober 2017, Taman Nusa Indah yang terletak di dalam kawasan Kompleks Perumahan BPPT resmi berganti menjadi RPTRA Nusa Indah. Sebelumnya Taman Nusa Indah hanyalah sebuah Ruang Terbuka Hijau (RTH) biasa yang berlokasi di dalam kompleks perumahan, namun kini telah mengalami banyak pembaruan dan tambahan fasilitas. Perubahan inilah yang mengundang warga di luar kompleks perumahan datang berkunjung, akibatnya pada waktu-waktu tertentu RPTRA Nusa Indah menjadi sangat ramai. Warga kompleks perumahan yang berbatasan langsung dengan kawasan RPTRA merupakan pihak yang mengalami perubahan signifikan semenjak Taman Nusa Indah berubah menjadi RPTRA. Efek yang terjadi akibat keberadaan RPTRA di dalam kompleks perumahan inilah yang akan dibahas dalam penelitian ini. Tulisan ini dibuat berdasarkan metode penelitian kualitatif, yaitu dengan observasi ke lapangan sekaligus mengadakan wawancara langsung. Hasil dari penulisan makalah ini adalah berupa usulan pengadaan ruang tambahan di dalam wilayah RPTRA Nusa Indah untuk mengatasi berbagai dampak dari munculnya RPTRA dalam wilayah kompleks perumahan, dalam hal ini Kompleks BPPT. Kata kunci: perumahan, ramah anak, RPTRA , ruang publik terbuka 
Korelasi Antara Gaya Hidup Ibu Saat Hamil Dengan IMT Anak 6-12 Tahun Di Manado Tantoso, Lydia
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1748

Abstract

Pendahuluan Obesitas dan komplikasinya sudah menjadi endemi serta menjadi penyebab kematian terutama. Berdasarkan data di Indonesia, kasus tersebut terbanyak ada di kota Manado. Faktor genetik dan gaya hidup ibu saat hamil diduga terkait perubahan epigenetik janin yang meningkatkan risiko timbulnya obesitas pada usia anak, remaja maupun dewasa. Penelitian ini bermaksud melihat hubungan BB anak usia SD dengan sejumlah gaya hidup ibu ketika hamil. Metode Desain penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan potong lintang terhadap anak-anak di SD Eben Haezer Manado dari tanggal 01 Juni 2014 sampai 31 Juni 2014. Terdapat 150 pasang ibu-anak yang terjaring, 54 pasang setuju untuk mengikuti penelitian, 1 pasang memiliki nilai ekstrim dan tidak dianalisis, total n = 53 pasang ibu-anak. Data diambil dengan anamnesis dan pemeriksaan fisik langsung serta pengisian kuesioner. Berat badan berlebih pada anak didefinisikan sebagai IMT >95 persentil berdasarkan kurva usia dan jenis kelamin Centre for Disease Control (CDC), sedangkan sejumlah faktor dari ibu diperoleh dari anamnesa pada kuesioner. Hasil Rerata BB ibu saat hamil sekitar 67 kg dengan rerata IMT 26 kg/m2. Terdapat 26 (49,1%) ibu dengan kenaikan BB berlebih dan obes. Rerata usia anak 10 tahun. Jumlah anak perempuan lebih banyak 1 orang dibanding anak laki-laki. Sebanyak 34 anak (64,2%) memiliki IMT berlebih dan obes 119% (>110%). Kebanyakan anak lahir dengan BB normal dan tidak ada lahir prematur. Gaya hidup ibu dan anak tidak berkorelasi (p>0,05) dengan IMT anak, namun terdapat peningkatan risiko anak menjadi obes di kemudian hari dalam hal pemberian ASI yang tidak lengkap <4 bulan (OR 1,52 [95% IK: 0,46-4,96]), riwayat paparan asap rokok pada ibu selama hamil (OR 1,6 [95% IK: 1,29-1,97]), riwayat minum alkohol selama hamil (OR 1,83 [95% IK: 0,12-31,09]), rendahnya aktifitas ibu selama hamil (OR 1,96 [95% IK: 0,57-6,7]), konsumsi daging dan hasil ternak lainnya pada ibu selama hamil (OR 1,96 [95% IK: 0,57-6,7]), rendahnya konsumsi jus buah dan sayur pada ibu selama hamil (OR 1,53 [95% IK: 0,44-5,28]) dan pemberian vitamin pada ibu saat hamil (OR 4,67 [95% IK: 0,53-41,22]). Kesimpulan Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan sampel penelitian yang lebih besar, mengingat terdapat peningkatan risiko anak menjadi obesitas terkait faktor ibu yang telah diteliti dan dianalisis.  Kata kunci: gaya hidup, ASI, hamil, obesitas.
ANALISIS KENYAMANAN PELAT LANTAI TERHADAP BEBAN MESIN BERGETAR Renaldy, David Kevin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1462

Abstract

Dalam mendesain sebuah pelat lantai, bukan hanya kekuatan yang perlu diperhatikan, tetapi kenyamanan pelat juga merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan. Getaran mesin di atas pelat lantai akan menghasilkan gaya dinamik yang dapat menyebabkan vibrasi atau getaran yang cukup besar. Getaran tersebut dapat mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pengguna bangunan. Getaran juga dapat mempengaruhi ketepatan hasil test di laboratorium. Pelat lantai yang paling umum digunakan adalah pelat lantai beton bertulang. Sistem pelat lantai beton bertulang mempunyai banyak keuntungan, diantaranya adalah mampu mendukung beban besar, memiliki isolasi suara yang baik, kedap air sehingga baik untuk kamar mandi maupun dapur basah, merupakan bahan yang awet jika dibandingkan dengan kayu yang memerlukan perawatan lebih. Selain keuntungan-keuntungan yang telah dikemukakan tersebut, sistem pelat lantai beton bertulang juga mempunyai kekurangan, salah satunya adalah biaya dari material yang cukup tinggi. Untuk meningkatkan tingkat kenyamanan pelat lantai beton bertulang dapat dilakukan beberapa hal, antara lain adalah menambah ketebalan pelat dan menambahkan balok anak. Penelitian ini akan mengkaji perbandingan volume penggunaan beton yang digunakan untuk menambah ketebalan pelat atau untuk menambah jumlah balok anak. Penelitian ini akan memberikan solusi cara mana yang lebih efisien dan ekonomis. Dengan demikian perlu juga dikaji kriteria kenyamanan pelat terhadap beban bergetar. Kemudian analisis dilakukan untuk mendapatkan defleksi absolut maksimum dan frekuensi untuk kemudian dimasukan ke dalam kriteria kenyamanan pelat. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa penambahan balok anak dibandingkan dengan penambahan ketebalan pelat lebih efisien dan ekonomis untuk meningkatkan kenyamanan pelat.
Cover Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1 No 2 UNTAR, DPPM
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1446

Abstract

Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu KesehatanVolume 1 No 2Oktober 2017
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE DI PUSKESMAS PULO BRAYAN Sinaga, Elvalini Warnelis; Lubis, Rahayu; Lubis, Zulhaida
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1537

Abstract

Diarrhea is still a public health problem in developing countries such as Indonesia that may prove fatal. Manyfactors can directly or indirectly be a driving factor for diarrhea, consisting of factors such as agent, host,environment and behavior. Behavioral factors thought to be related to diarrhea include exclusive breastfeeding andchild care. The purpose of this study is to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and theincidence of diarrhea. This research is an analytic survey with cross sectional approach. The study was conductedat Pulo Brayan civil health center, Medan. The research population was 102 people and all of them were sampled.Data analysis was done using univariate analysis method, bivariate analysis with chi-square with a level ofconfidence of 95% (= 0.05). The result shows that the majority of respondents gave exclusive breastfeeding totheir children (55.9%), did not give exclusive breastfeeding (44.1%). Children without diarrhea (72.5%), andchildren who have diarrhea (27.5%). The variable of exclusive breastfeeding is related to the incidence of diarrheain infants aged 6-24 months at the Pulo Brayan civil health center, Medan (p = 0.003 <0.05). It is recommended forhealth workers to provide counseling and health education to the community, especially mothers with babies toprovide exclusive breastfeeding properly so as to prevent diarrhea.Keywords: Exclusive breastfeeding, DiarrheaDiare masih merupakan masalah kesehatan masyarakat pada negara-negara berkembang seperti Indonesia yang dapat menyebabkan kematian. Banyak faktor yang secara langsung maupun tidak langsung dapat menjadi faktor pendorong terjadinya diare, terdiri dari faktor agent, penjamu, lingkungan dan perilaku.  Faktor perilaku yang diduga berhubungan dengan kerja diare yaitu pemberian ASI eksklusif dan perawatan anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Pulo Brayan Medan. Populasi penelitian sebanyak 102 orang dan seluruhnya dijadikan sampel. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat dengan chi-square dengan tingkat taraf kepercayaan 95% (=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan ASI eksklusif pada anaknya (55,9%), tidak memberikan ASI eksklusif (44,1%). Anak tidak mengalami diare (72,5%), anak yang mengalami diare (27,5%). Variabel pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan kejadian diare pada bayi usia 6-24 bulan di Puskesmas Pulo Brayan Medan (p=0,003 < 0,05).  Disarankan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan penyuluhan dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya ibu yang mempunyai bayi untuk memberikan ASI eksklusif dengan baik sehingga dapat mencegah terjadinya diare.   Kata kunci: ASI Eksklusif, Diare
PENGUKURAN TINGKAT KEMATANGAN MENGGUNAKAN COBIT PADA PERUSAHAAN JASA ANGKUTAN TRUK Andry, Johanes Fernandes; Hartono, Henny -
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1600

Abstract

Perusahaan XYZ adalah perusahan jasa angkutan truk yang bergerak dibidang jasa pengiriman barang. Jasa pengiriman barang yang dilakukan melalui darat, dilakukan dengan menggunakan truk. Perusahaan XYZ berkomitmen untuk mengutamakan kepercayaan dan kepuasan pelanggan sebagai kunci kesuksesan, dengan dedikasi manajemen dan staff dalam memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Untuk memenuhi harapan tersebut, perusahaan merencanakan dan mengorganisasikan struktur Teknologi Informasi dengan serius untuk memperkuat proses tata kelola IT dan audit, untuk memastikan integritas sistem informasi. COBIT membantu bisnis dan IT dari perusahaan mencapai hal tersebut, kerangka kerja yang terintegrasi untuk IT governance, kontrol dan audit. COBIT 4 tidak hanya mleakukan pendekatan hemat biaya, tetapi juga kerangka konseptual yang mudah bagi auditor untuk memahami dan berkomunikasi dengan manajemen. Maturity level atau biasa disebut dengan tingkat kematangan tata kelola IT adalah memberikan penilaian informasi dan mengidentifikasi aset yang mendukung proses bisnis. Penilaian difokuskan untuk domain PO (Plan and Organized).
HUBUNGAN RENTANG WAKTU UJI PEMADATAN DI LABORATORIUM DENGAN PARAMETER YANG DIHASILKAN MENGGUNAKAN ALAT OTOMATIS DAN MANUAL Prihatingingsih, Aniek; Sentosa, Gregorius Sandjaja; Kosasih, Djunaedi
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1708

Abstract

Uji pemadatan tanah di laboratorium dapat dilakukan dengan cara manual dan menggunakan alat otomatis. Cara pemadatan manual dapat diatur kecepatan pemadatannya, sedangkan alat uji otomatis periode pemadatannya hampir konstan sesuai dengan pengaturan alat otomatis yang dibuat di pabrik. Kondisi rentang waktu pemadatan ini ingin diketahui hasil akhir parameter yang diperoleh. Untuk itu contoh tanah telah diuji di laboratorium dengan kondisi yang sama tetapi menggunakan pemadatan manual dan pemadatan dengan alat otomatis. Contoh tanah diambil dari daerah Pasir Jati, Bandung, dan kemudian dipadatkan di Laboratorium dengan standar uji AASHTO T99 dan T180. Hasil perbandingan cara pengujian tersebut kemudian disajikan dalam grafik yang menghubungkan waktu dengan parameter pemadatan, yaitu kadar air dan berat isi kering. Dari hasil perbandingan tersebut secara kualitatif terlihat nilai yang diperoleh hampir sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa rentang waktu pemadatan hampir tidak berpengaruh terhadap hasil akhir parameter yang diperoleh.
STUDI NUMERIK POLA GESER BLOK ALTERNATIF PADA SAMBUNGAN UJUNG BATANG TARIK PROFIL T Wijaya, Hendy
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.443

Abstract

Geser blok merupakan salah satu kriteria yang harus dipenuhi dalam mendesain sambungan batang tarik pada komponen struktur baja. Hasil studi eksperimental yang dilakukan pada profil T yang disambung pada bagian sayap dengan alat penyambung baut memperlihatkan pola kegagalan geser blok yang diistilahkan dengan alternate path block shear (ABS) failure. Pola kegagalan ini masih belum diperhitungkan dalam peraturan baja terkini. Studi numerik telah dilakukan pada beberapa profil T yang ada di pasaran Indonesia dengan konfigurasi baut tertentu. Distribusi tegangan pun menunjukkan indikasi yang menyerupai kegagalan ABS tersebut. Makalah ini memaparkan hasil studi numerik dengan metode elemen hingga mengenai pengaruh dari mutu baja terhadap indikasi kegagalan ABS pada beberapa profil T. Mutu baja BJ 34, BJ 37, BJ 50, dan BJ 55 ditinjau pada studi ini. Dari 20 model yang dianalisis, seluruhnya memperlihatkan deformasi dan distribusi tegangan yang menyerupai kegagalan ABS. Hal ini menandakan bahwa adanya indikasi terhadap kegagalan ABS pada batang tarik profil T yang disambung dengan alat penyambung baut pada bagian sayap untuk semua jenis mutu baja di Indonesia.
PENENTUAN MODEL INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) MENGGUNAKAN ANALISIS FUNGSI TRANSFER Asrini, Luh Juni
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.388

Abstract

Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh investor dalam dunia industri pasar modal, berkaitan dengan pengambilan keputusan mengenai penanaman suatu investasi pada penyertaan saham adalah ketidakpastian faktor-faktor internal, eksternal dan global. Salah satu indikator nasional yang dijadikan pegangan oleh para investor adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan suatu pemodelan dari IHSG dengan menggunakan analisis fungsi transfer. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap IHSG adalah harga emas dunia (Harga emas dunia), indeks harga saham Nikkei, indeks harga saham Hangseng, Dow Jones Industrial Average (indeks DJI), dan nilai tukar Rupiah terhadap dollar Amerika (kurs). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan metode peramalan yang tepat melalui metode fungsi transfer yang dapat digunakan memprediksi nilai IHSG, sehingga dapat membantu para investor dalam mengambil keputusan terhadap dana yang akan diinvestasikan. Selain itu, untuk mengetahui hubungan antara Harga emas dunia, indeks Nikkei, indeks Hangseng, indeks DJI, dan kurs terhadap IHSG melalui metode fungsi transfer. Hasilnya menunjukkan bahwa model fungsi transfer dengan input kurs merupakan model terbaik yang dapat digunakan untuk meramalkan IHSG periode ke depan. Hasilnya juga menunjukkan bahwa prediktor yang signifikan adalah Harga emas dunia, indeks Nikkei, indeks Hangseng, indeks DJI, dan kurs.

Page 7 of 38 | Total Record : 373