cover
Contact Name
Nafiah Solikhah
Contact Email
nafiahs@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmstkik@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
ISSN : 25796402     EISSN : 25796410     DOI : -
Jurnal ini memuat artikel ilmiah dalam bidang Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Setiap artikel yang dimuat telah melalui proses review. Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi. Jurnal ini dikelola oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - Universitas Tarumanagara (DPPM - UNTAR).
Arjuna Subject : -
Articles 431 Documents
STUDI PENGGUNAAN FASILITAS PENDIDIKAN DI KELURAHAN JELAMBAR, JAKARTA BARAT Mihardja, Andreas
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1093

Abstract

Permukiman membutuhkan sarana pemenuhan fungsi permukiman yang terwujud dalam sarana atau fasilitas sosial. Fasilitas pendidikan yang merupakan salah satu fasilitas sosial yang penting.  Kelurahan Jelambar di Jakarta Barat memiliki jumlah dan sebaran fasilitas pendidikan yang cukup lengkap namun tidak seluruh masyarakat Jelambar menggunakannya, namun terdapat warga dari luar Jelambar yang menggunakan fasilitas pendidikan tersebut.  Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan fasilitas pendidikan tersebut, mengapa seperti itu dan bagaimana preferensi penggunanya.Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi kondisi penyediaan fasilitas pendidikan di Jelambar dengan acuan SNI 03-1733-2004 dan Perda DKI no. 6 tahun 1999 yang kemudian mengidentifikasi pola penggunaan fasilitas pendidikan dan mengidentifikasi preferensi / faktor dominan alasan penggunaan fasilitas pendidikan di Jelambar. Variabel alasan penggunaan dirangkum dari penelitian terdahulu antara lain Kemudahan akses menuju sekolah, Ketersediaan transportasi publik, Kedekatan pencapaian dari tempat tinggal, Berada di wilayah Kelurahan yang sama dengan tempat tinggal, Kualitas fisik bangunan, Kualitas guru dan pengajaran, Ketersediaan fasilitas, Citra / Reputasi Sekolah, Basis agama sekolah, Kesamaan etnis/ ras antar siswa, Relasi keluarga/ tradisi keluarga, Biaya transportasi, Biaya sekolah, Negeri / Swasta.  Metode yang digunakan adalah Kuantitatif Deskriptif, yang kemudian dikaitkan secara komprehensif agar diketahui apa alasan-alasan yang menyebabkan penggunaan fasilitas pendidikan seperti pada kondisi eksisting.Hasil penelitian menyatakan bahwa kondisi penyediaan fasilitas pendidikan di Kelurahan Jelambar sudah sesuai dengan SNI dan Perda DKI.   Dari sisi pola penggunaan, terdapat segregasi agama dan ras siswa pada sekolah tertentu, yaitu pengelompokan siswa beragama non muslim di sekolah berbasis agama – meski agama siswa tidak semuanya sesuai dengan basis agama sekolah tersebut dan siswa muslim didominasi di sekolah non agama.  Serta terdapat segregasi tingkat ekonomi siswa dimana sekolah berbasis agama cenderung untuk kelas ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan sekolah non agama. Dari sisi jangkauan dan asal siswa, mayoritas siswa berasal dari jarak tempuh 0 – 2 Km dari fasilitas pendidikan yang digunakannya, sehingga cukup wajar.  Adapun faktor dominan pengguna fasilitas pendidikan tersebut antara lain faktor Kualitas dan Pengajaran, disusul oleh Citra/ Reputasi Sekolah, Biaya SPP, Ketersediaan fasilitas , dan Kepemilikan Sekolah
ANALISIS PERBANDINGAN DURASI PLESTER MESIN DENGAN PLESTER KONVENSIONAL PADA DINDING BATA RINGAN Selwyn, Hendi; Jin, Oei Fuk
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1323

Abstract

Perkembangan teknologi baru mesin plester sudah mulai dijual dan mempengaruhi konstruksi di Indonesia terutama pembangunan gedung. Mesin ini tidak sepenuhnya menggantikan manusia untuk pekerjaan plester dinding, namun hanya memberikan bantuan pada sebagian pekerjaan. Untuk dapat melakukan efisiensi pada pekerjaan konstruksi, maka diperlukan pengetahuan mengenai suatu rangkaian proses pekerjaan. Selain itu, juga dibutuhkan kemampuan untuk menganalisis rangkaian pekerjaan kritis dalam proyek. Mesin plester merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan efisiensi dalam pekerjaan plester. Hal ini dikarenakan plester merupakan salah satu rangkaian pekerjaan kritis dalam pekerjaan arsitektur proyek konstruksi. Oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mendapatkan perbedaan durasi antara penggunaan mesin dan konvensional pada pekerjaan plester. Data untuk penggunaan mesin plester dikumpulkan dari percobaan langsung di lapangan oleh pekerja yang telah dilatih untuk menggunakan mesin, sehingga setara dengan pengamatan terhadap pekerjaan plester konvensional. Metode dalam studi ini adalah dengan melakukan pengamatan langsung dan mencatat praktik pekerjaan aktual, yang disebut dengan teknik pembelajaran waktu. Selain itu studi untuk mesin plester dilakukan dalam studi kasus skala kecil yang kemudian divalidasi pada studi kasus skala besar. Tujuan validasi ini adalah untuk menunjukkan kebenaran dari data yang dikumpulkan. Hasilnya menunjukkan plester dengan mesin lebih cepat ±46,14% dibandingkan plester konvensional. Hasil ini dikarenakan plester mesin tidak memerlukan pembuatan kelabangan atau garis penjaga ketebalan yang diperlukan dalam metode plester konvensional.
Cover Jurnal Muara STKIK Editor, Jurnal Muara
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.449

Abstract

Cover Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
PENGARUH USIA PERTAMA KALI MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL TERHADAP KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT UMUM DR. PIRNGADI MEDAN TAHUN 2017 Lubis, Rhina Chairani; Siregar, Fazidah Aguslina; Sanusi, Sri Rahayu
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.1034

Abstract

Kanker Serviks merupakan masalah yang paling sering terjadi pada sistem reproduksi wanita. Setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks, dan sekitar 8.000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian. Jumlah penderita kanker diperkirakan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan perkiraan mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030. Setiap tahun, terdapat 6,25 juta orang baru yang menderita kanker. Untuk penyakit kanker serviks di dunia, diperhitungkan terjadi lebih dari 30 per 100.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh usia pertema kali melakukan hubungan seksual terhadap  kejadian kanker serviks pada wanita di RSUD. Dr. Pirngadi Kota Medan Tahun 2017.Penelitian bersifat case kontrol study. Kasus  ini diambil dari penderita kanker serviks dan kontrol bukan penderita kanker serviks di Poli Obygn RSUD Dr. Pirngadi Medan. Jumalh sampel pada kasus dan pada kontrol 58. Analisis data yang digunakan dengan Simple Logistic Regression.Hasil menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan anatara usia pertama kali melakukan hubungan seksual (p=0,002; OR 3,359; 95% CI 1,566-7,203 ) terhadap kejadian kanker serviks. Disimpulkan bahwa wanita yang  pertama kali melakukan hubungan seksual<20 tahun perkiraan risikonya 3,3 kali akan menderita kanker serviks di bandingkan dengan wanita yang melakukan hubungan seksual>20 tahun.
ANALISIS BIAYA PRELIMINARIES PROYEK BANGUNAN GEDUNG BERTINGKAT (STUDI PADA PERUSAHAAN KONTRAKTOR X) Devin, Rafael; Gondokusumo, Onnyxiforus
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.438

Abstract

Biaya preliminaries adalah sebuah biaya pendukung dalam sebuah proyek konstruksi yang tidak menghasilkan secara fisik sebagai suatu bangunan. Biaya preliminaries merupakan suatu komponen penting dalam anggaran proyek karena pada umumnya merupakan kunci yang menentukan keuntungan maupun kerugian sebuah proyek konstruksi. Berdasarkan pengalaman yang sudah terjadi selama ini, hampir semua biaya realisasi preliminaries proyek menyimpang dari anggaran yang sudah disepakati di awal. Tentunya akan menjadi suatu kerugian besar bagi kontraktor apabila semua proyek berjalan mengalami hal yang sama seperti ini. Penentuan rasio biaya preliminaries diperlukan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Pada umumnya, penentuan biaya preliminaries dilakukan tanpa memperhatikan tipe proyek yang akan dilaksanakan, hanya dilakukan berdasarkan kuantitas kebutuhan yang ada. Pada penelitian ini, tipe proyek yang ditinjau adalah tipe proyek Hotel, tipe proyek Kantor, dan tipe proyek Mall. Persentase biaya Realisasi (REAL) pada ketiga tipe proyek tersebut selalu lebih besar dari anggaran awal yang telah disepakati yaitu nilai Real Cost (RC) dan nilai RAP. Persentase biaya preliminaries antara tipe proyek Hotel dan tipe proyek Kantor berada pada persentase 11,24%-13,61%, sedangkan tipe proyek Mall berada pada persentase 8,31%-8,84%. Hubungan antara RC dan RAP adalah memiliki nilai yang relatif tidak jauh berbeda dengan deviasi sekitar 0,5%, sedangkan Realisasi cenderung selalu lebih besar daripada RAP dengan deviasi sekitar 1,8%. Biaya preliminaries jika diurutkan dari persentase yang paling dominan adalah biaya karyawan, biaya peralatan, biaya persiapan, biaya umum, dan biaya keuangan. Dari hasil analisis regresi dapat disimpulkan bahwa variabel Total Nilai Kontrak Proyek sangat berpengaruh terhadap Realisasi Preliminaries dengan koefisien determinasi lebih dari 80%.Kata kunci: preliminaries, real cost (RC), rencana anggaran pelaksanaan (RAP), biaya realisasi (REAL)
HUBUNGAN PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI PENGHUNI DENGAN PERUBAHAN LOKASI DAN KARAKTERISTIK HUNIAN (STUDI KASUS RUSUNAWA PULOGEBANG) Diharjo, Sutikno
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.1041

Abstract

Rusunawa Pulo Gebang yang diresmikan pada 2013 menjadi wadah relokasi bagi MBR dari berbagai lokasi di Jakarta. Pada kenyataannya, pasca relokasi terjadi perubahan kondisi sosial ekonomi penghuni, seperti hilangnya pekerjaan, rendahnya peluang kerja atau jauhnya pekerjaan lama yang berdampak pada penurunan penghasilan atau peningkatan pengeluaran, serta perubahan interaksi dan kekerabatan sosial karena merupakan komunitas baru. Secara teoritis, beberapa penelitian memperlihatkan bahwa relokasi mengakibatkan terjadinya perubahan lokasi dan karakteristik hunian. Dalam beberapa penelitian lain juga memperlihatkan relokasi mengakibatkan terjadinya perubahan sosial ekonomi penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sosial ekonomi penghuni pasca relokasi ke Rusunawa Pulo Gebang serta hubungannya dengan perubahan lokasi dan karakteristik hunian. Hasil analisis komparatif memperlihatkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada variabel sosial ekonomi penghuni, dimana dari 14 variabel terbukti 7 variabel mengalami penurunan sedangkan 2 variabel mengalami peningkatan. Selain itu, terdapat perubahan signifikan lokasi dan karakteristik hunian, dimana dari 18 variabel terbukti 7 variabel mengalami penurunan sedangkan 6 variabel mengalami peningkatan. Hasil analisis korelasi memperlihatkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perubahan lokasi dan karakteristik hunian dengan perubahan sosial ekonomi, dimana 6 variabel berhubungan dengan perubahan partisipasi penghuni dalam kelompok komunitas, 2 variabel berhubungan dengan perubahan penghasilan keluarga dan 2 variabel berhubungan dengan perubahan pengeluaran keluarga.Kata kunci: perubahan, sosial ekonomi, lokasi, karakteristik hunian, relokasi.Pulo Gebang rented vertical housing (Rusunawa) which was opened in 2013 became a place for low-income citizens from various locations in Jakarta to relocate to. In reality, post-relocation, changes in occupants' socio-economic conditions, such as job loss, low employment opportunities, or former jobs being far away, resulted in a decrease of income or increasing spending, as well as changing interactions and social kinship due to the new communities. Theoretically, several studies have shown that relocation results in changes in location and housing characteristics. Several other studies also showed that relocation results in changes in socio-economic aspect of occupants. This study aims to determine the socio-economic changes of residents after relocation to Rusunawa Pulo Gebang and their relationship with changes in location and characteristics of occupancy. The result of comparative analysis shows that there are significant changes in the socio-economic variables of the occupants, where of the 14 variables, 7 variables were proven to experience a decrease while 2 variables experienced an increase. In addition, there were significant changes in location and characteristics of occupancy, where of the 18 variables, it was proven that 7 variables experienced a decrease while 6 variables experienced an increase. Correlation analysis result shows that there is a significant relationship between changes in location and characteristics of occupancy and socio-economic changes, where 6 variables are associated with changes in occupant participation in community groups, 2 variables are associated with changes in family income and 2 variables are associated with changes in family expenditure.
PENURUNAN KAPASITAS MEMORI KERJA PADA RESIDEN PEDIATRI YANG KURANG TIDUR Herwanto, Herwanto; Umboh, Adrian
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i2.887

Abstract

Beberapa penelitian menjelaskan terjadi kesalahan medis seperti kesalahan dokumentasi dan efek yang tidak diinginkan terkait dengan kurang tidur selama pendidikan spesialis. Telah ditemukan bukti penurunan waktu tidur selama bertugas yang akan mempengaruhi suasana hati, hubungan yang terkait stres dan kinerja. Kapasitas memori kerja adalah kemampuan untuk mempertahankan dan memanipulasi informasi atau masukan sensorik untuk melakukan banyak tugas dan kombinasi perhatian, konsentrasi dan memori jangka pendek. Untuk mengukur efek dari tugas jaga malam pada kapasitas memori kerja residen pediatri. Antara Januari dan Februari 2014 residen menyelesaikan pengukuran kapasitas memori kerja dari Wechsler Adult Intelligence Scale saat tidak tugas jaga malam maupun setelah tugas jaga malam dan pengukuran tingkat mengantuk di siang hari menggunakan Epsworth sleepiness scale. Tujuh puluh satu residen menyelesaikan studi dengan hasil adanya hubungan yang signifikan antara skala kantuk epsworth saat tidak jaga dengan saat setelah jaga (r: 0.303, p: 0,005). Waktu tidur rerata saat jaga malam 2,98 jam, sedangkan tidur per malam untuk residen yang tidak bertugas jaga malam 6,55 jam. Didapatkan hubungan yang signifikan terkait penurunan kapasitas memori kerja pada residen setelah tugas jaga malam (r: 0.776, p<0,001). Tugas jaga malam menurunkan waktu tidur dan mempengaruhi kapasitas memori kerja. Penurunan kapasitas memori kerja dapat menjelaskan adanya suatu gangguan pengambilan keputusan selama terjadi kekurangan tidur
PENGUKURAN SSIM DAN ANALISIS KINERJA METODE INTERPOLASI UNTUK PENINGKATAN KUALITAS CITRA DIGITAL Wulandari, Meirista
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v1i1.429

Abstract

Terdapat banyak aplikasi pengenalan pola yang membutuhkan input citra dengan ukuran tertentu. Ukuran dari citra mempengaruhi hasil dari pengenalan pola tersebut. Metode interpolasi seringkali digunakan untuk mengatur ukuran citra. Kualitas citra hasil interpolasi tergantung dari metode interpolasi yang diterapkan. Pengukuran kualitas citra hasil interpolasi dapat dilakukan dengan pendekatan kualitas indeks. Salah satu pendekatan indeks kualitas yang sering digunakan adalah SSIM. Selain kualitas citra, metode interpolasi juga berpengaruh terhadap perubahan tekstur citra. Tekstur citra adalah fitur utama yang sering digunakan pada pengolahan citra dan computer vision untuk mengklasifikasikan suatu objek. Salah satu metode untuk melihat karakteristik tekstur citra adalah dengan statistik citra tersebut. Metode statistik mengkarakteristikkan tekstur citra berdasarkan distribusi statistik citra. Penelitian ini membanding 4 metode interpolasi yaitu NNI, Bilinear Interpolation, Bicubic Interpolation dan NNV. Keempat metode interpolasi tersebut dianalisis dengan kuantitatif parameter dari tekstur citra. Parameter yang dimaksud adalah rerata, standar deviasi, skewness, energi, entropi dan kehalusan. Sepuluh buah citra uji digunakan pada penelitian ini. Berdasarkan keenam fitur yang dianalisis, nilai skewness suatu citra sangat terpengaruh proses interpolasi. Perubahan nilai skewness dari citra hasil interpolasi dengan citra asli mencapai 800%, Perubahan energi mencapai 90%, entropi 75%, kehalusan 18%, standar deviasi 10% dan rerata 0,9%. Pengukuran SSIM dengan metode Bicubic Interpolation menghasilkan nilai SSIM yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode lainnya.Kata kunci: interpolasi, tekstur, kualitas, citra, SSIM
KARAKTERISTIK PARAMETER KEKUATAN TANAH YANG DIPADATKAN DENGAN UJI TRIAKSIAL METODE UU susilo, Alfred Jonathan; Sentosa, Gregorius Sandjaja; Sumarli, Inda; Prihatiningsih, Aniek
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i2.2721

Abstract

Landfill that will be used as the foundation of a main road is usually compacted by being flattened with certain energy. Soil strength can be identified through cohesion values and deep shear angles. When compaction is done in the field, the ideal condition is when optimum water content cannot always be obtained, so compaction can occur drier or wetter than optimum water content. As a result, the value of the cohesion parameters and the shear angle shift in a certain range of values. This research was conducted by simulating compaction conditions at optimum water content, 98% drier than optimum moisture content and 98% wetter than optimum moisture content. Soil samples are made in a laboratory and tested on a triaxial device. Soil strength parameters obtained from triaxial tests with unconsolidated undrained (UU) with compacted soil samples have been tested in the laboratory. Triaxial test standard uses ASTM D2850-87 and SNI 4813-2015 standards. The composition of grain size of soil samples is dominated by silt type, which is more than 60%, around 25% of sand, and the rest being fine-grained soil. Compaction is carried out at optimum moisture content, 98% drier than optimum moisture content and 98% wetter than optimum moisture content. Compaction is carried out with the AASHTO standard, T-99 standard for standard compaction and T-180 standard for modified compaction. The average cohesion values obtained tend to be almost the same, however, compaction with optimum moisture content conditions sees an increase of nearly 900% between standard and modified compaction. While the shear angle parameters tend to decrease when compacted under wetter conditions than the optimum water content.Keywords: cohesion, deep shear angle, triaxial, standard compaction, modified compaction Timbunan tanah yang akan digunakan sebagai fondasi jalan raya biasanya dipadatkan dengan cara digilas dengan energi tertentu. Kekuatan tanah dapat diidentifikasi melalui nilai kohesi dan sudut geser dalam. Ketika pemadatan dilakukan di lapangan kondisi ideal yaitu pada saat kadar air optimum tidak selalu bisa diperoleh, sehingga pemadatan dapat terjadi lebih kering atau lebih basah dari kadar air optimum. Akibatnya nilai parameter kohesi dan sudut geser dalam mengalami pergeseran pada rentang nilai tertentu. Penelitian ini dilakukan dengan simulasi kondisi pemadatan pada kadar air optimum, 98% lebih kering dari kadar air optimum dan 98% lebih basah dari kadar air optimum. Contoh tanah dibuat di laboratorium dan diuji pada alat triaksial. Parameter kekuatan tanah yang diperoleh dari uji triaksial dengan unconsolidated undrained (UU) dengan sampel tanah yang dipadatkan telah dicoba di laboratorium. Standar uji Triaksial menggunakan standar ASTM D2850-87 dan SNI 4813-2015.Komposisi ukuran butir contoh tanah didominasi oleh jenis lanau, lebih dari 60%, pasir sekitar 25% dan selebihnya tanah berbutir halus. Pemadatan dilakukan untuk kondisi kadar air optimum, 98% lebih kering dari kadar air optimum dan 98% lebih basah dari kadar air optimum. Untuk pemadatan dilakukan dengan standar AASHTO, standar T-99 untuk pemadatan standar dan standar T-180 untuk pemadatan modifikasi. Nilai kohesi rata-rata yang diperoleh cenderung hampir sama, tetapi pada pemadatan dengan kondisi kadar air optimum terlihat terjadi peningkatan hampir 900% antara pemadatan standar dan modifikasi. Sedangkan parameter sudut geser dalam cenderung turun ketika dipadatkan pada kondisi lebih basah dari pada kadar air optimum.Kata kunci: kohesi, sudut geser dalam, triaksial, pemadatan standar, pemadatan modifikasi
Redesign of laser marking table using Design for Manufacturing Assembly (DFMA) Lubis, Sobron Yamin
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v2i1.1661

Abstract

Pembuatan suatu produk diawali dengan melakukan suatu perancangan untuk menghasilkanproduk sesuai dengan yang diinginkan. Suatu konstruksi meja laser dirancang tanpa menggunakan metode DFMA, kajian ini dilakukan untuk mengetahui efesiensi dan mutu produk yang dihasilkan. Dengan menggunakan metode DFMA bertujuan untuk memperbaiki desain. Melalui metode ini diperoleh pembuatan produk dengan waktu yang lebih singkat dan jumlah komponen yang lebih efektif sesuai dengan fungsi. Perancangan DFMA ini dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak desain inventor. Dari hasil pembahasan didapatkan bahwa dengan metode DFMA jumlah komponen pada meja laser marking dari 468 ke 360, waktu perakitan dari 6382,23 (1,77 jam) ke 4991,34 (1,39 jam), efisiensi rancangan 1.316 % ke 2.404%. penggunaan metode DFMA dalam merancang suatu konstruksi sangat membantu untuk meningkatkan efisiensi dan mutu produk.

Page 6 of 44 | Total Record : 431


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (IN PRESS) Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2022): APRIL 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2022): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan More Issue