cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
MODEL PANEL GREEN ECONOMY DALAM RANGKA PENCAPAIAN PERTUMBUHAN EKONOMI BERKELANJUTAN PADA 21 NEGARA ANGGOTA OKI Ulya Thahirah; Muhammad Adam
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.12709

Abstract

Isu lingkungan, energi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan adalah agenda utama dalam rangka global termasuk Negara OKI. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan dan pengaruh Emisi Gas Karbon, Konsumsi Energi terhadap Pertumbuhan Ekonomi di 21 Negara OKI menggunakan data tahunan sejak 1974-2014 dari data World Development Indicator (WDI) dengan total 861 observasi. Dengan menggunakan Fixed Effect Model  pada data panel yang didukung oleh Johansen Cointegration Test dan Robust Analysis menggunakan M-Estimation dan multimodel analysis penelitian ini menemukan bahwa CO2 dan EC memiliki korelasi positif dan signifikan dengan PDB, dalam jangka panjang ketiga variabel juga bertepatan. Selain itu, berdasarkan Robust Analysis Model hasilnya menunjukkan konsistensi pengaruh signifikan dan positif dalam model. Beberapa rekomendasi kebijakan yang dituangkan dalam penelitian ini mendorong upaya strategi ekonomi hijau dan inovasi konsumsi energi terbarukan untuk menjadi solusi penting dalam mengatasi dan menyelesaikan masalah lingkungan dan energi dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di negara-negara OKI. Environmental issues, energy, and sustainable economic growth are the main agenda in the global framework, including the OIC countries. The ultimate aims of research are to determine the relationship and impact between Carbon Gas Emissions, Energy Consumption and Economic Growth in 21 OIC Countries using annual data since 1974-2014 from World Development Indicator (WDI) data with a total of 861 observations. Using the Fixed effect model on panel data supported by the Johansen Cointegration Test and Robust Analysis using M-Estimation and multimodel analysis, this study found that CO2 and EC have a positive and significant correlation with GDP, in the long run the three variables also coincide. In addition, based on the Robust Analysis Model the results show the consistency of significant and positive effects in the model. Some of the policy recommendations outlined in this study encourage the efforts of green economy strategies and innovation of renewable energy consumption to become important solutions in overcoming and solving environmental and energy problems in order to achieve sustainable economic growth in OIC Countries. 
DIGITAL BASED CAPABILITIES IN LIFE INSURANCE COMPANIES: AN EXPLORATORY STUDY IN INDONESIA Agustinus Nicholas Tobing; John Tampil Purba; Evo Hariandja; Rizaldi Parani
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.14947

Abstract

Asuransi jiwa penting karena menawarkan perlindungan untuk mengurangi risiko bagi pemegang polis. Industri asuransi jiwa di Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan dalam industri keuangan Indonesia meskipun mengalami fenomena tingkat penetrasi yang rendah, literasi yang buruk, perlindungan konsumen dan praktik misselling. Kajian ini menggunakan pendekatan studi kasus melalui serangkaian wawancara mendalam pada beberapa perusahaan asuransi jiwa dengan mengeksplorasi pengamalam transformasi digital mereka. Kajian ini mengeksplorasi kondisi eksisting perusahaan asuransi jiwa Indonesia dalam mengembangkan kapabilitas dinamis berbasis digital serta kapabilitas transformasional penyediaan layanan dalam menciptakan SCA digital untuk bertahan di industri asuransi jiwa Indonesia. Studi ini mengidentifikasi dan membahas tiga tema utama yang terdiri dari pengembangan perjalanan pelanggan yang tepat, mendapatkan kepercayaan, dan tantangan utama sebagai faktor kunci keberhasilan dalam mengembangkan dan menggunakan kemampuan tersebut. Penelitian ini menghasilkan tiga proposisi dan menyarankan studi eksplanatori lebih lanjut untuk mengkaji proposisi-proposisi tersebut. Life insurance is important as it offers protection to mitigate risks for the policyholders. Life insurance industry in Indonesia has a significant contribution in Indonesia financial industry although it experiences phenomena of low penetration rate, poor literacy, consumer protection and misselling practices. This study used case study approach through series of deep dive interviews with selected life insurance companies exploring their digital transformation experiences. This study explored the existing conditions of Indonesia lifeinsurance companies in developing their digital based dynamic capabilities as well as the service provisioning transformational capability in creating the digital SCA to survive in Indonesia life insurance industry. This study identified and discussed three key themes consisted of development of the right customer journey, earn trust, and key challenges as key success factor in developing and exercising the said capabilities. The study resulted in three propositions and suggested further explanatory study to examine the propositions.
PENGARUH FAKTOR PSIKOLOGIS DAN KETERAMPILAN TERHADAP KEBERHASILAN WIRAUSAHA WANITA Jennifer Setiawan; Lydiawati Soelaiman
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.15974

Abstract

Wirausaha wanita mempunyai karakteristik yang khusus dibanding wirausaha umumnya yaitu cara menanggapi suatu bisnis sebagai sistem yang saling terhubung dan menyatu antara pekerjaan, keluarga dan masyarakat. Aktivitas kewirausahaan wanita telah diadopsi oleh banyak negara termasuk negara berkembang seperti Indonesia dan telah memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi, pemberantas kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan sosial. Terdapat beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian dalam keberhasilan wirausaha wanita diantaranya yaitu faktor psikologis dan keterampilan. Karakteristik psikologis utama yang terkait dengan kesuksesan kewirausahaan adalah kebutuhan untuk berprestasi, locus of control, kecenderungan mengambil risiko, self-efficacy, dan inovasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh efikasi diri, locus of control, inovasi, kecenderungan mengambil risiko, kebutuhan untuk berprestasi, dan keterampilan terhadap keberhasilan wirausaha wanita di Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dan snowball sampling. Data yang terkumpul sebanyak 356 responden wirausaha wanita di Jakarta dan kemudian diolah menggunakan PLS-SEM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh efikasi diri, locus of control, inovasi, kecenderungan mengambil risiko, kebutuhan untuk berprestasi, dan keterampilan terhadap keberhasilan wirausaha wanita di Jakarta. Female entrepreneurs have unique characteristics such as responding to a business as an interconnected and integrated system of work, family and society. Female entrepreneur’s activities have been adopted in many countries including developing countries like Indonesia. It has contributed to economic growth, poverty eradication, employment, and social improvement. Several factors need more attention in the success of female entrepreneurs such as psychological and skills. The main psychological characteristics associated with entrepreneurial success are the need for achievement, locus of control, risk-taking propensity, self-efficacy, and innovation. This research was conducted to discover whether there is an influence of self-efficacy, locus of control, innovation, risk-taking propensity, need for achievement, dan skills towards female’s entrepreneurial success in Jakarta. This study was used purposive sampling and snowball sampling with a sample of female entrepreurs in Jakarta. The data was collected from 356 participants who responded to the survey and processed using PLS-SEM. The results of this study indicate that there is an influence of self-efficacy, locus of control, innovation, risk-taking propensity, need for achievement, dan skills towards female’s entrepreneur success in Jakarta.
HOW SERVQUAL AND VISITOR SATISFACTION AFFECT LOYALTY AND POSITIVE WOM WITHIN THE INDONESIAN HOTEL SECTOR? Nicholas Wilson; Kevin Goldie
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.15082

Abstract

Sektor perhotelan merupakan salah satu sektor ataupun industri yang sangat terdampak negatif oleh adanya pandemi COVID-19 yang saat ini terjadi dan melanda hampir seluruh belahan bumi di dunia, termasuk Indonesia. Namun, penurunan jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia yang terjadi akhir-akhir ini telah kembali “menghidupkan” para hotel ini, yang dimana, hal ini ditandai dengan kembali meningkatnya jumlah individu yang berkunjung ataupun menginap di berbagai hotel di Indonesia. Alhasil, maka penting bagi setiap individu untuk dapat memahami berbagai faktor yang dapat meningkatkan tingkat loyalitas dari pelanggan yang berkunjung ataupun menginap di hotel tersebut, mengingat bahwa kemampuan hotel di dalam menciptakan loyalitas di benak konsumen inilah yang dapat menentukan keberhasilan hotel tersebut dibandingkan dengan para pesaingnya. Berkaitan dengan hal ini, maka studi ini dilakukan guna menganalisis secara mendalam bagaimana peranan service quality serta visitor satisfaction di dalam meningkatkan visitor loyalty serta positive word-of-mouth pelanggan terhadap berbagai hotel di Indonesia, khususnya di masa pandemi COVID-19 ini. Sebanyak 200 kuesioner disebarkan secara daring (online) kepada seluruh responden, yang dimana, dari 200 data yang telah terkumpul, sebanyak 188 data yang reliable dan  valid selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode PLS. Selanjutnya, berdasarkan hasil pengolahan data, maka peneliti menyimpulkan bahwa service quality serta visitor satisfaction memegang peranan yang signifikan di dalam mempengaruhi tingkat loyalitas pelanggan, serta di dalam meningkatkan intensi dari setiap pelanggan hotel untuk menyebarkan berbagai informasi dan pengalaman positif yang dirasakan selama menginap di hotel yang dikunjungi. Hotel sector had become one of several sectors which was negatively affected by the current COVID-19 pandemic which had occurred worldwide, including in Indonesia, in which, various travel restriction policies implemented by the government had greatly reduced the number of occupants who are visiting and staying at various hotels, which in turns reduced the amount of revenues earned by these hotels. However, the declining trend of the new COVID-19 cases in Indonesia prompted the government to ease several travel restrictions policy, thus enabling people to travel all across the country for various purposes. In this case, such scenario had started to increase the number of visitors who are visiting and staying at various hotels in Indonesia. Therefore, it is important for hotels operator to identify factors that could significantly influence the formation of loyalty on consumers’ mind, since loyalty is one of the most crucial factor which could determine the success and failure of a hotel. Thus, this study was commenced in order to assess the impact of both service quality and visitor satisfaction toward both visitor loyalty and positive word-of-mouth. A total of 200 questionnaires were virtually-distributed to all respondents who participated in this study, in which, a 188 of them were deemed valid and usable. Using PLS-SEM to analyze the data, authors concluded that both service quality and visitor satisfaction had significantly affected consumers’ loyalty toward the hotel, while also affected consumers’
S-COMMERCE CUES SEBAGAI PREDIKTOR TERHADAP REPURCHASE INTENTION: CUSTOMER SATISFACTION SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Sherly Sherly; Keni Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.16190

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi repurchase intention melalui s-commerce cues (reliability dan responsiveness) dan customer satisfaction sebagai variabel mediasi. Sebanyak 155 responden yang dapat digunakan pada penelitian ini. Pengujian hipotesis menggunakan Partial Least Square – Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan software berupa SmartPLS. Dalam penelitian ini, reliability dan customer satisfaction dapat memprediksi secara positif serta signifikan pada repurchase intention, namun responsiveness dapat memprediksi secara positif repurchase intention, namun tidak signifikan. Reliability dan responsiveness dapat memprediksi secara positif dan signifikan customer satisfaction. Customer satisfaction juga dapat memediasi reliability dan responsiveness pada repurchase intention. Melalui penelitian ini, s-commerce dapat mengimplementasikan strategi pemasaran dengan memperhatikan reliability, responsiveness, dan customer satisfaction yang dapat meningkatkan repurchase intention.This study is to shows how customer satisfaction mediates the relationship between s-commerce (social commerce) cues (i.e. reliability and responsiveness) and repurchase intention. Data was collected, where 155 respondents can be used for this study. The hypothesis testing used in this study is Partial Least Square – Structural Equation Modelling (PLS-SEM) analysis with SmartPLS software. The study shows that reliability and customer satisfaction has positive and significant effect on repurchase intention, but responsiveness has been found not significant, but has positive effect on repurchase intention. Reliability and responsiveness has been found positive and significant on customer satisfaction. Customer satisfaction has been found can mediate reliability and responsiveness toward repurchase intention. From this study, s-commerce can implement their marketing strategies through reliability, responsiveness and customer satisfaction that may leads to repurchase intention. 
RANCANGAN DAN PROSES MANAJEMEN RISIKO PADA PT SURYA SELARAS CITA Janeta Odelia Yoewono; Aries Heru Prasetyo
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.12207

Abstract

PT. Surya Selaras Cita (SSC) merupakan anak perusahaan PT. SAMRAT yang bergerak di bidang jasa keuangan dan juga melayani administrasi kantor. Sebagai perusahaan muda, tentunya penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penerapan manajemen risiko pada seluruh proses bisnis untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah apa saja risiko yang teridentifikasi dalam proses bisnis perusahaan? Sejauh mana tingkat kemungkinan dan dampak di tiap-tiap risiko, bagaimana profil risiko perusahaan dan apa saja usulan perlakuan risiko yang dapat diajukan guna mengawal pencapaian sasaran kinerja perusahaan. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Proses manajemen risiko yang diajukan dalam penelitian ini menggunakan paradigma ISO 31000:2018 karena kesesuaian dengan kebutuhan manajemen puncak untuk mengakomodasi aspirasi pemegang saham yakni meningkatkan valuasi perusahaan. Proses manajemen risiko dilakukan mulai dari menentukan ruang lingkup, konteks dan kriteria, melakukan identifikasi, analisis dan menentukan perlakuan apa yang akan dilakukan terhadap suatu risiko. Setelah proses identifikasi risiko dilakukan, dapat diketahui bahwa terdapat 4 kategori risiko yaitu risiko operasional, kredit, strategi, dan reputasi. Hasil dari penilaian risiko yaitu terdapat 18 risiko berada di area tinggi dan 17 risiko berada di area sangat tinggi. Untuk itu perusahaan harus menyadari tentang adanya risiko dan segera melakukan perlakuan untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya dan dampak yang dihasilkan dari risiko.  PT. Surya Selaras Cita is a subsidiary of PT. SAMRAT that provides financial services and office administration. As young company, it is important to implementing risk management in all business processes to minimize unwanted things. The study starts several research questions: what are risks that can be identified? What is the level of risk for each identified risk? What is company’s risk profile and what are risk treatment activity that must be done in order to minimize the risk. The proposed risk management system is developed based on ISO 31000:2018 because in accordance with objectives of ISO 31000 that it creating and protecting company value. The process of risk management is start from determining scope, context, and criteria, identifying, analyzing and determining what treatment will be done. After the risk identification process, it can be seen that there are 4 categories of risk. That is operational risk, credit risk, strategy risk, and legal risk. The result of the risk assessment is there are 18 risks in high area and 17 risk in very high area. Therefore the company must be aware of the risk and immediately determine the treatment to minimize the possibility and impact resulting from the risk. 
EFFECT OF LOYALTY PROGRAM ADVANTAGES TOWARDS SATISFACTION AND BRAND LOYALTY: INDONESIAN BUBBLE TEA INDUSTRY Hong Fu Sheng; Innocentius Bernarto
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.16169

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara berbagai jenis program loyalitas (praktis, hedonis dan simbolik), kepuasan program dan loyalitas e-commerce (loyalitas program dan loyalitas e-commerce) terkait dengan minuman bubble tea Indonesia. Sebanyak 389 kuesioner dikumpulkan di antara anggota pelanggan bubble tea Indonesia menggunakan purposive sampling. Hubungan antara variabel-variabel yang diusulkan diuji dengan menggunakan model Persamaan Struktural Partial Least Square (PLSSEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa di antara ketiga keunggulan (praktis, hedonis, dan simbolik), hanya keunggulan hedonis dan simbolik yang berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan program. Selain itu, kepuasan program telah terbukti memberikan kontribusi yang signifikan dan positif terhadap program dan loyalitas merek. Ditemukan pula bahwa loyalitas program berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. The study aims to shed light on the connection between different type of loyalty programs (practical, hedonic and symbolic), towards program satisfaction and customer loyalty (loyalty to the program and loyalty to the brand) related to Indonesian bubble tea beverages. A total of 389 questionnaires were collected amongst members of the Indonesian bubble tea customers using convenience sampling. The degree of significance between variables was tested using a Partial Least Square Structural Equation modeling (PLS-SEM). Acquired data and analysis infer that among the three advantages (practical, hedonic, and symbolic), only hedonic and symbolic advantages have a significant positive impact on program satisfaction. In addition, program satisfaction has been shown to make a significant and positive contribution to program and brand loyalty. Finally, it is found that program loyalty has a positive effect on brand loyalty.
DAPATKAH FINANCIAL LITERACY BERFUNGSI SEBAGAI MEDIASI YANG BAIK UNTUK FAKTOR-FAKTOR PENENTU FINANCIAL MANAGEMENT DECISION Ignatius Roni Setyawan; Margarita Ekadjaja; Alwina Salim
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.16187

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan jawaban terhadap kontradiksi dalam hasil penelitian sebelumnya, serta memberikan sudut pandang baru dengan membagi kelompok usia responden di bawah dan di atas 40 tahun. Pembedaan ini bertujuan untuk menunjukkan bagaimana faktor usia berhubungan dengan tingkat kematangan berpikir dan bertindak seseorang, baik dalam pembuatan keputusan sehari-hari maupun financial management decision. Hal baru yang ditawarkan penelitian ini adalah mencari bukti efektivitas financial literacy sebagai mediasi yang baik untuk faktor-faktor penentu financial management decision seperti financial knowledge dan financial inclusion. Jika financial literacy memang diyakini memiliki arti penting maka financial literacy dapat berperan sebagai mediator. Penelitian ini telah memberikan jawaban yang jelas akan terdukungnya 3 hipotesis alternatif melalui signifikansi path coefficient yang dapat dilihat pada hasil uji bootstrapping level direct effect (H1 dan H2). Secara khusus, H3 yang juga terdukung pada hasil uji bootstrapping level indirect effect sekaligus membuktikan peran financial literacy sebagai mediator yang baik untuk mengintervensi pengaruh financial inclusion dan financial knowledge terhadap financial management decision. Temuan paling menarik dalam hasil uji bootstrapping level indirect effect adalah efek mediasi financial literacy pada pengaruh financial knowledge terhadap financial management decision ternyata lebih kuat daripada efek mediasi financial literacy pada pengaruh financial inclusion terhadap financial management decision. Efektivitas financial literacy sebagai mediator yang baik dalam mengintervensi pengaruh financial inclusion dan financial knowledge terhadap financial management decision dapat direalisasikan melalui model SEM yang ada. This study intends to provide answers to the contradictions in previous studies’ results, as well as provide a new perspective by dividing the age groups of respondents below and above 40 years. This distinction aims to show how the age factor is related to the level of maturity of one's thinking and acting, both in making daily decisions and financial management decisions. The new contribution which this research offers is to look for evidence of the effectiveness of financial literacy as a good mediator for the determinants of financial management decisions such as financial knowledge and financial inclusion. If financial literacy is believed to have an important meaning, then financial literacy can act as a mediation. This study has provided a clear answer to support the 3 alternative hypotheses through the significance of the path coefficient which can be seen in the results of the bootstrapping level direct effect test (H1 and H2). Specifically, the H3 hypotheses which is also supported by the results of the bootstrapping level indirect effect test also proves the role of financial literacy as a good mediator to intervene in the influence of financial inclusion and financial knowledge on financial management decisions. The most interesting finding in the results of the indirect effect bootstrapping level test is that the mediating effect of financial literacy on the influence of financial knowledge on financial management decisions is stronger than the mediating effect of financial literacy on the influence of financial inclusion on financial management decisions. The effectiveness of financial literacy as a good mediator in intervening the influence of financial inclusion and financial knowledge on financial management decisions can be realized through the existing SEM model.
DETERMINING FACTORS OF HEDGING DECISIONS IN INDONESIA STOCK EXCHANGE Bernard Harland Sudiarta; Ignatius Roni Setyawan
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.11909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh leverage, likuiditas, peluang pertumbuhan, dan profitabilitas terhadap keputusan lindung nilai perusahaan pada perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metode penentuan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel diperoleh sebanyak 99 perusahaan  sektor manufaktur periode data 2015-2019. Teknik pengolahan data untuk menguji hipotesis alternatif dengan memakai Probit Model Binary Choice. Hal ini dikarenakan variabel dependen yang dipakai untuk hedging yang bersifat dummy yakni 1 (hedging) dan 0 (non hedging) serta adanya proses konversi data rasio maenjadi data interval pada variabel independen. Hasil penelitian awal menunjukan ternyata lebih banyak perusahaan manufaktur yang melakukan hedging daripada yang non hedging. Hasil tersebut berdampak pada signifikannya dua variabel bebas saat dilakukan pengujian hipotesis dengan Probit Model Binary Choice.  Kedua variabel bebas yakni leverage dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan lindung nilai perusahaan, sedangkan likuiditas dan peluang pertumbuhan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan hedging. Implikasi yang didapat adalah aspek profitabilitas dan leverage harus menjadi pertimbangan utama dalam lindung nilai bagi perusahaan. Yakni saat melakukan hedging receivable (export activity) maka pertimbangan profitabilitas menjadi penting dan sebaliknya saat hedging payable (import activity)maka perusahaan harus lebih mementingkan leverage. Dengan demikian studi ini telah menemukan dua faktor penentu keputusan hedging yakni proftibilitas dan leverage yang sangat berguna bagi pelaku bisnis internasional tentunya. This study aims to examine the effect of leverage, liquidity, growth opportunities, and profitability on corporate hedging decisions in manufacturing sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The method of determining the sample is purposive sampling with a total sample of 99 companies in the manufacturing sector for the 2015-2019 data period. Data processing techniques to test alternative hypotheses using the Probit Binary Choice Model. This is because the dependent variable used for hedging is dummy, namely 1 (hedging) and 0 (non hedging) and the conversion process of ratio data into interval data on the independent variables. Preliminary research results show that there are more manufacturing companies that do hedging than non-hedging. These results have an impact on the significance of the two independent variables when testing the hypothesis with the Probit Binary Choice Model. The two independent variables, namely leverage and profitability, have a significant positive effect on firm hedging decisions, while liquidity and growth opportunities have no significant effect on hedging decisions. The implication is that profitability and leverage must be the main considerations in hedging for the company. That is, when hedging receivables (export activity), profitability considerations are important and vice versa when hedging is payable (import activity), the company should be more concerned with leverage. Thus, this study has found two determinants of hedging decisions, namely profitability and leverage, which are very useful for international business players of course.
THE ROLES OF VIRTUAL CHALLENGE AND DIVERSION IN PAY TO PLAY (P2P) PRACTICES AMONG INDONESIAN MOBILE GAMERS Ghina Rizky; Jhanghiz Syahrivar; Yuling Wei; Chairy Chairy
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.16477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi niat bermain dan membayar (P2P) pada game seluler. Pasar game seluler sedang tumbuh dan menguntungkan. Dalam hal pendapatan, Indonesia adalah salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara. Namun, perusahaan game lokal hanya memiliki persentase pasar yang sangat kecil. Beberapa konsep yang terkait dengan P2P dimasukkan dalam penelitian ini, yaitu fleksibilitas waktu, pengalihan, dan tantangan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan teknik purposive sampling dan berhasil mengumpulkan 324 mobile gamer bergenre Strategy, Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) dan Action. Untuk menganalisis data, penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) melalui software SPSS dan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Tantangan memiliki efek positif terhadap niat bermain game seluler dan niat membayar barang virtual 2) Niat bermain game seluler memiliki efek positif terhadap niat membayar barang virtual 3) Pengalihan memiliki efek positif terhadap niat membayar barang virtual dan 4) Niat bermain game seluler memediasi secara parsial hubungan antara tantangan dan niat membayar barang virtual. This research aims to investigate factors influencing the intention to play and pay (P2P) in mobile games. The mobile games market is growing and lucrative. In terms of revenue, Indonesia is one of Southeast Asia's biggest gaming markets. However, local gaming companies only own a very small percentage of the market. Several P2P-related concepts are incorporated in this research, namely time flexibility, diversion, and challenge. This quantitative research used a purposive sampling technique to recruit 324 mobile gamers from Strategy, Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) and Action genres. To analyse the data, this research employed Structural Equation Modelling (SEM) via SPSS and AMOS software. The results show that 1) Challenge has positive effects on the intention to play mobile games and the intention to pay for virtual items 2) The intention to play mobile games has a positive effect on the intention to pay for virtual items 3) Diversion has a positive effect on the intention to pay for virtual items and 4) The intention to play mobile games partially mediates the relationship between challenge and the intention to pay for virtual items.