cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
PREDICTING SOCIAL MEDIA USAGE MOTIVES TOWARD BRAND PERFORMANCE: COMMUNITY RELATIONSHIP AND COMMUNITY IDENTIFICATION AS MEDIATING VARIABLES Angelica Wijaya; Sabrina Oktaria Sihombing
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.17310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motif penggunaan media sosial terhadap kinerja merek dengan hubungan komunitas dan identifikasi komunitas sebagai variabel mediasi. Pendekatan metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner elektronik menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel 215 responden. Sebelum data dianalisis menggunakan PLS-Structural Equation Modelling, terlebih dahulu dilakukan uji reliabilitas dan validitas indikator penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 hipotesis penelitian terdapat 12 hipotesis penelitian yang didukung. This study aims to determine the effect of brand social media usage motives with community relations and to determine performance as a mediating variable. The quantitative approach used in this study. Data were collected by distributing electronic questionnaires using purposive sampling method with a total sample of 215 respondents. Before the data was analyzed using PLS-Structural Equation Modeling, the reliability and validity of the research indicators were tested first. The results showed that from the 15 research hypotheses there were 12 research hypotheses that were supported.
PENGARUH PENGALAMAN MEREK PADA LOYALITAS MEREK PRODUK MERCHANDISE KLUB SEPAK BOLA BALI UNITED DENGAN MEDIASI KEPUASAN DAN KETIDAKPASTIAN Yohanes Arief Pratama; Hetty Karunia Tunjungsari
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.18436

Abstract

Loyalitas merek merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap pemasar. Untuk dapat mencapai loyalitas merek, pemasar dapat menciptakan berbagai strategi dan layanan yang menarik untuk dapat mencapai kepuasan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengalaman merek terhadap loyalitas merek pada produk merchandise klub sepakbola Bali United dengan kepuasan dan ketidakpastian sebagai variabel mediasi. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada seluruh pelanggan merchandise Bali United dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden dengan menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode survey yaitu dengan penyebaran kuesioner sebanyak 200 dengan skala likert 1-5 yang telah terstruktur yang diberikan pada masyarakat / pelanggan yang pernah membeli produk merchandise yang dijual oleh klub bola Bali United melalui link google form. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SmartPLS v.3.3.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan terbukti signifikan secara statistik. Implikasi penelitian secara teoretis dapat memperluas temuan pada topik loyalitas merek dan kepuasan pelanggan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi pemasar khususnya produk merchandise klub olah raga dalam menyusun strategi untuk meningkatkan dan mempertahankan loyalitas konsumen melalui penciptaan pengalaman merek yang menyenangkan. Brand loyalty is important thing that every marketer needs to pay attention to. To achieve brand loyalty, marketers can create various attractive strategies and services to achieve customer satisfaction.The purpose of this study was to determine the effect of brand experience on brand loyalty on merchandise for the Bali United football club with satisfaction and uncertainty as mediating variables. Researchers distributed questionnaires to all Bali United merchandise customers with a total sample of 200 respondents using purposive sampling. The data collection method used a survey method, namely by distributing 200 questionnaires with a structured 1-5 Likert scale given to the public / customers who had bought merchandise sold by the Bali United football club through a google form link. Data processing in this was study using SmartPLS v.3.3.3. The results showed that all the proposed hypotheses proved statistically significant. The theoretical implications of the research can be to expand the findings on the topic of brand loyalty and customer satisfaction. Practically, the research results can be input for marketers, especially sports club merchandise products in developing strategies to increase and maintain consumer loyalty through the creation of pleasant brand experiences
ANALISIS PENGUNGKAPAN EMISI KARBON DI INDONESIA Jessica Wirawan; Herlin Tundjung Setijaningsih
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i1.18398

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui board diversity, profitability, dan leverage memengaruhi carbon emission disclosure. Dalam penelitian ini, jenis kelamin direksi digunakan untuk mengukur variabel independen board diversity, Return on Assets (ROA) untuk mengukur profitability, Debt to Equity (DER) untuk mengukur leverage, dan variabel dependen Carbon Emission Disclosure diukur dengan menggunakan Carbon Emission Disclosure Index yang diadaptasi dari penelitian Choi, et al. (2013). Dalam penelitian ini, media exposure merupakan variabel moderasi. Dengan menggunakan purposive sample, penelitian ini menggunakan perusahaan otomotif yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada rentang waktu 2018-2020. Data dianalisis dengan Eviews versi 10.. Hasil penelitian ini adalah board diversity, profitability, leverage secara parsial tidak berpengaruh terhadap carbon emission disclosure. Media exposure memperkuat pengaruh board diversity terhadap carbon emission disclosure. Tetapi media exposure tidak memperkuat pengaruh profitability terhadap carbon emission disclosure dan tidak memperlemah pengaruh leverage terhadap carbon emission disclosure. The purpose of this study is to find board diversity, profitability, and leverage affect carbon emission disclosures. In this study, the gender of the board of directors is used to measure the independent variable of board diversity, Return on Assets (ROA) measured by profitability, Debt to Equity (DER) measured by leverage, and the dependent variable Carbon Emission Disclosure is measured using the adapted Carbon Emission Disclosure Index. from the research of Choi, et al. (2013). In this study, media exposure is a moderating variable. By using a purposive sample, this study uses automotive companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the 2018-2020 period. The data were analyzed using Eviews version 10. The results of this study are board diversity, profitability, leverage partially have no effect on carbon emission disclosures. Media exposure strengthens the effect of board diversity on carbon emission disclosures. However, media exposure does not strengthen the effect of profitability on carbon emission disclosures and does not weaken the effect of leverage on carbon emission disclosures.
SHIFTING STRATEGI PEMASARAN PRODUK SONGKET UMKM BALI AKIBAT PANDEMI Ni Putu Lissa Angga Christina; Luh Putu Mahyuni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.15810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan strategi pemasaran UMKM Pertenunan Kain Songket Bali akibat pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada UMKM Pertenunan Werdhi Budaya dan UMKM Pertenunan Dian Rumah Songket, Kabupaten Klungkung, Bali. Penentuan lokasi tersebut dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa UMKM tersebut merupakan pusat pertenunan kain songket di Bali yang juga terdampak COVID-19 dan tetap melakukan inovasi sehingga dapat bertahan dan bersaing. Wawancara dilakukan dengan pemilik Pertenunan Werdhi Budaya dan pemilik Pertenunan Dian Rumah Songket. Data hasil wawancara kemudian dianalisis melalui coding dan theming kemudian peneliti menggunakan teknik analisis SWOT untuk mengetahui analisis strategi kompetitif bagi pelaku UMKM Pertenunan Songket Bali. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pelaku UMKM Pertenunan Werdhi Budaya dan pelaku UMKM Pertenunan Dian Rumah Songket melakukan perubahan pada strategi pemasaran produk, dimana dengan adanya perkembangan teknologi dan berbagai kebijakan pemerintah tekait pembatasan aktivitas masyarakat selama pandemi COVID-19 berlangsung, hal tersebut justru mendorong perubahan pemasaran produk kain songket Bali yang awalnya konvensional kini telah beralih menjadi pemasaran digital. UMKM Pertenunan Werdhi Budaya dan UMKM Pertenunan Dian Rumah Songket melakukan perubahan strategi pemasaran dengan menerapkan strategi marketing 4.0 berbasis Connected Marketing Mix 4C (Co-creation, Curreny, Communal Activation, dan Conversation). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelaku usaha sejenis khususnya mengenai penerapan strategi marketing 4.0, dan dapat memberi kontribusi pada pengambil kebijakan untuk dapat memfasilitasi UMKM dalam proses transformasi digital sehingga bisa bertahan  dan bahkan dapat meningkatkan usahanya akibat pandemi.   This study aims to explore shifting in the marketing strategy of MSMEs in Balinese songket weaving due to the COVID-19 pandemic. This study uses multiple case studies qualitative approach on two weaving companies that are able to adapt and innovate to maintain their business well during the pandemic. Interviews were conducted with weaving business owners. Data was also collected through the company's official social media accounts. The data were then analyzed using coding and themeing techniques. This study finds that MSMEs’ owners significantly changed their marketing strategy from 4P to 4C marketing strategy. The product that was previously designed without involving consumers now considering consumers’ aspiration. Product prices that were previously set based on production costs and profit expectations were changed to dynamic and flexible pricing - adjusting to spending patterns and consumer characteristics. Companies that previously only waited for consumers to come to the store to shop directly are now more actively interacting with consumers through various digital channels. Promotions that were previously carried out directly are now utilizing various social media channels. The findings of this study are expected to be used as a reference for MSMEs actors to adapt during the era of the industrial revolution 4.0. This study also fills the gap in the literature by offering qualitative empirical evidence on the MSMEs strategy to survive in times of crisis and the implementation of the 4C marketing strategy for MSMEs.
ANALISA VALUASI PERUSAHAAN PERDAGANGAN ELEKTRONIK (E-COMMERCE) PT BUKALAPAK.COM TBK. Ade Irawan; Herlin Tundjung Setijaningsih
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.18426

Abstract

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak tahun 2020 juga berdampak terhadap Indonesia, yang mengalami pertumbuhan ekonomi negatif (kontraksi) pada tahun tersebut.  Namun demikian, ekonomi internet masih bertumbuh 18% pada tahun 2020, dan bertumbuh lagi sebesar 49% pada tahun 2021.  Bukalapak bahkan mencatat sejarah pada tahun 2021 sebagai perusahaan startup teknologi (e-commerce) unicorn pertama yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia, meraih dana terbesar melalui IPO, dan menarik investor dalam jumlah terbanyak.  Namun demikian kesuksesan Bukalapak pada saat IPO, tidak diikuti dengan kinerja harga saham setelah IPO, yang terus mengalami penurunan.  Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian atas valuasi dari saham Bukalapak pada saat IPO.  Metode yang dilakukan adalah dengan metode penilaian relatif atau pasar dengan membandingkan rasio EV/TPV dengan indikator yang setara yaitu Adj. EV/Adj. GMV terhadap beberapa perusahaan pembanding yang sejenis.  Perusahaan pembanding tersebut dipilih dari beberapa perusahaan sejenis di luar negeri, mengingat di Indonesia belum ada perusahaan sejenis yang melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia.   Hasilnya adalah valuasi dari saham Bukalapak saat IPO secara relatif lebih murah dibandingkan rata-rata valuasi perusahaan pembanding.    The Covid-19 pandemic that has hit the world since 2020 also has an impact on Indonesia, which experienced negative economic growth (contraction) in that year.  However, the internet economy was still growing by 18% in 2020, and again by 49% in 2021.  Bukalapak even made history in 2021 as the first unicorn technology (e-commerce) startup company to conduct an IPO on the Indonesia Stock Exchange, winning largest funds through IPOs, and attracted the largest number of investors.  However, Bukalapak's success at the time of the IPO was not followed by the performance of the stock price after the IPO, which continued to decline.  For this reason, this study aims to evaluate the valuation of Bukalapak's shares at the time of the IPO.  The method used is the relative or market valuation method by comparing the EV/TPV ratio with an equivalent indicator, namely Adj. EV/Adj. GMV against several similar comparable companies. The comparable companies were chosen from several similar companies abroad, considering that in Indonesia there has been no similar company that has conducted an IPO on the Indonesia Stock Exchange. The result is that the valuation of Bukalapak's shares at the IPO is relatively cheaper than the average valuation of the comparable companies.
PENGARUH CELEBRITY ENDORSEMENT TERHADAP PURCHASE INTENTION, MEDIASI BRAND TRUST DAN BRAND ATTITUDE PADA PRODUK SKINCARE Valentino Wijaya; Keni Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.19301

Abstract

Peningkatan penjualan produk kecantikan bernilai sangat tinggi pada tahun 2020 hingga 2021, dan penjualan terbesar terjadi di online shop. Terdapat beragam strategi pemasaran yang menjadi alternatif bagi sebuah merek untuk meningkatkan intensi membeli. Instagram merupakan salah satu platform yang sukses di Indonesia karena menghasilkan engagement dan reach yang besar, sehingga banyak merek memillih untuk melakukan pemasaran melalui Instagram. Terdapat beragam strategi pemasaran yang menjadi alternatif bagi sebuah merek, diantaranya adalah eWOM, social media marketing yang juga dapat meningkatkan intensi membeli melalui brand image dan brand trust, celebrity endorsement yang dapat mempengaruhi purchase intention secara tidak langsung melalui consumer attitude terhadap endorser credibility, brand credibility, dan brand attitude. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan apakah celebrity endorsement pada Instagram berpengaruh terhadap trust dan attitude terhadap sebuah merek skincare, serta apakah brand trust dan brand attitude dapat mempengaruhi intensi membeli produk skincare. Studi ini merumuskan 5 hipotesis yang akan diuji dengan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan software SmartPLS 3.3.0 Sampel yang diperoleh sebanyak 175 sampel, tetapi hanya 123 sampel yang valid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa celebrity endorsement mempengaruhi brand attiitude dan brand trust, dan brand attitude memiliki pengaruh yang paling besar terhadap intensi membeli.   The increase in sales of beauty products is very high in 2020 to 2021, and the largest sales occur in online shops. There are many marketing strategies that a brand can use to increase purchase intention. Instagram is one of the most successful platforms in Indonesia, as it generates high engagement and reach, thereby so many brands have chosen to do marketing on this platform. There are many marketing strategies that brands can do, including eWOM, social media marketing which will increase purchase intentions through brand image and brand trust, celebrity endorsements that can influence purchase intention indirectly through consumer attitudes, endorser credibility, brand attitudes, and brand credibility. This study aims to determine whether celebrity endorsement on Instagram affect a person's beliefs and attitudes towards a brand of skin care products, as well as whether brand trust and brand attitude can affect purchase intention of skin care products. This study proposes 5 hypotheses and data analyzes will be conducted by using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 3.3.0 software. The samples collected were 175 samples which were obtained by using the online questionnaire method, but only 123 samples were valid. This study found that celebrity endorsement significantly affects brand trust and brand attitude, and brand attitude has the largest role on purchase intention.
CREATIVE MANAGEMENT STRATEGY IN CREATIVEPRENEURSHIP Eddy Supriyatna Marizar; Indra Widjaja; Maitri Widya Mutiara
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.18682

Abstract

Manajemen kreatif merupakan sinergi antara manajemen dan kreativitas yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing bisnis. Istilah manajemen kreatif belum banyak dikenal, bahkan jarang dipelajari dalam ilmu manajemen, walaupun secara praktis telah digunakan dalam praktika entrepreneurship. Manajemen dan kreativitas memiliki tujuan dan luaran yang berbeda, sehingga dianggap saling bertentangan. Fenomena dalam entrepreneurship, kedua disiplin ilmu tersebut cenderung dapat bersinergi dalam praktika. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formula strategi manajemen kreatif sebagai model pendekatan baru yang dapat diaplikasikan dalam creativepreneurship. Analisis manajemen kreatif ini menggunakan pendekatan kajian kualitatif dan multidisiplin yang sudah diujicobakan dalam berbagai kajian manajemen, desain, entrepreneurship, model pembelajaran, dan riset aplikatif. Esensinya, di dalam praktika entrepreneurship manajemen tanpa kreativitas akan menghasilkan kinerja yang kaku, ide yang hanya dibatasi logika, dan formalistik. Kreativitas dapat memerdekakan di dalam mengambil keputusan, penyusunan strategi dengan gagasan baru yang tidak dibatasi logika. Kreativitas cenderung menggunakan imajinasi di dalam mencari solusi, sehingga mampu menghasilan solusi yang berbeda dan baru. Kreativitas lebih lentur dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini menawarkan satu formula baru berupa model strategi manajemen kreatif yang dapat diaplikasikan dalam praktika creativepreneurship.   Creative management is a synergy between management and creativity which aims to increase business competitiveness. The term creative management is not widely known, even rarely studied in management science, although practically it has been used in entrepreneurship practice. Management and creativity have different goals and outcomes, so they are considered contradictory. Phenomena in entrepreneurship, the two disciplines tend to be able to synergize in practice. This study aims to find a creative management strategy formula as a new approach model that can be applied in creativepreneurship. This creative management analysis uses a qualitative and multidisciplinary study approach that has been tested in various management studies, design, entrepreneurship, learning models, and applied research. In essence, in the practice of entrepreneurship management without creativity will produce rigid performance, ideas that are only limited by logic, and are formalistic. Creativity can be liberating in making decisions, formulating strategies with new ideas that are not limited by logic. Creativity tends to use imagination in finding solutions, so that it is able to produce different and new solutions. Creativity is more flexible in decision making. This research offers a new formula in the form of a creative management strategy model that can be applied in creativepreneurship practice.
VIRAL MARKETING DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI GAYA BARU KOMUNIKASI PEMASARAN Wulan Purnama Sari; Sinta Paramita
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.20243

Abstract

  Tren penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran atau marketing ini memunculkan istilah baru yang disebut juga sebagai viral marketing. Viral marketing secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah teknik pemasaran yang memanfaatkan media sosial atau disebut juga word of mouth dengan menggunakan internet dan media sosial. Viral marketing ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku bisnis, termasuk pelaku bisnis yang bergerak di bidang healthy catering atau katering diet. Bisnis katering diet ini, sekarang juga sedang menjadi tren, sebagai pendukung tren gaya hidup sehat. Salah satu penyedia jasa katering diet adalah GR, bisnis katering diet yang menggunakan teknik viral marketing, dengan media sosial utama Instagram dan TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan viral marketing di media sosial dalam penerapannya oleh pelaku bisnis healthy catering dan untuk mendeskripsikan proses implementasi viral marketing sebagai sebuah gaya baru komunikasi pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan narasumber dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa faktor utama dalam melakukan viral marketing di media sosial, yaitu jenis konten, waktu unggah, dan penggunaan hashtag.   The trend of using social media as a marketing or marketing tool has given rise to a new term which is also known as viral marketing. Viral marketing can simply be interpreted as a marketing technique that utilizes social media or also called word of mouth by using the internet and social media. Viral marketing is widely used by business people, including business people engaged in healthy catering or diet catering. This diet catering business, is now also becoming a trend, as a supporter of a healthy lifestyle trend. One of the diet catering service providers is GR, a diet catering business that uses viral marketing techniques, with the main social media being Instagram and TikTok. This study aims to analyze and describe viral marketing on social media in its application by healthy catering businesses and to describe the process of implementing viral marketing as a new style of marketing communication. The research uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews with informants and observations. The results of the study show that there are several main factors in doing viral marketing on social media, namely the type of content, upload time, and the use of hashtags.  
EKUITAS MEREK HOTEL BERBINTANG DI JAKARTA: PERAN KESADARAN MEREK, ASOSIASI MEREK, PERSEPSI KUALITAS DAN LOYALITAS MEREK Vincy Litto; frangky selamat
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.20285

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran asosiasi merek, kesadaran merek, loyalitas merek dan persepsi kualitas untuk membangun ekuitas merek pada industri perhotelan di Jakarta. Sebagaimana diketahui, ekuitas merek merupakan keunggulan kompetitif dan aset strategis bagi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karenanya pemasar memberikan perhatian pada isu terkait ekuitas merek. Populasi yang diteliti adalah pelanggan hotel di Jakarta. Metode pemilihan sampel yang digunakan adalah nonprobabilitas berupa convenience sampling. Ukuran sampel sebesar 100 responden di Jakarta yang merupakan pelanggan hotel minimal berbintang tiga yang memiliki frekuensi menginap minimal sekali dalam setahun. Data dianalisis dengan Partial Least Square Structural Equation Modelling (PLS SEM) dengan bantuan program statistik SmartPLS. Hasil analisis memperlihatkan bahwa asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas pelanggan memiliki peran secara positif dan signifikan terhadap ekuitas merek, sementara kesadaran merek berperan positif namun tidak signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pemasar hotel berbintang tiga, empat dan lima untuk membangun ekuitas merek berbasis pada asosiasi, kesadaran dan loyalitas pelanggan terhadap merek.   This study aims to analyze the role of brand association, brand awareness, brand loyalty and perceived quality to build brand equity in the hotel industry in Jakarta. As is known, brand equity is a competitive advantage and strategic asset for a company in the long run. Therefore, marketers pay attention to issues related to brand equity. The population is hotel customers in Jakarta. The sample selection method used is non-probability with convenience sampling technique. The sample size is 100 respondents in Jakarta who are customers of at least three-star hotels who have a frequency of staying at least once a year. The data analysis technique used was Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS SEM) by using SmartPLS statistical program. This study showed that perceived quality, brand associations and customer loyalty have a positive and significant role on brand equity, while brand awareness has a positive but not significant role. This study is expected to assist marketers of three, four and five star hotels to build brand equity based on association, awareness and customer loyalty.
PERAN MODEL PANUTAN TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA MAHASISWA MELALUI PENERAPAN TEORI PERILAKU TERENCANA Lydiawati Soelaiman; Ida Puspitowati; Frangky Selamat
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v6i2.20387

Abstract

Intensi berwirausaha merupakan landasan dasar bagi seseorang untuk berwirausaha. Tujuan penelitian ini adalah  untuk menganalisis model panutan sebagai penentu intensi berwirausaha, sekaligus menguji pengaruh model panutan terhadap beberapa variabel terkait dengan perilaku seperti sikap, norma subjektif, dan kendali perilaku. Teori perilaku terencana (theory of planned behavior) digunakan sebagai dasar untuk pengujian model yang memengaruhi intensi berwirausaha mahasiswa. Convenience sampling sebagai Teknik pengambilan sampel digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan  sampel 330 responden mahasiswa Universitas Tarumanagara dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Disain. Berdasarkan data yang digunakan, dipilih teknik pengolahan data dengan metode analisis data Partial Least Square - Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil pengujian dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa model panutan tidak berpengaruh secara langsung terhadap intensi berwirausaha, namun model panutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap berwirausaha, norma subjektif serta  kendali perilaku. Selanjutnya intensi berwirausaha mahasiswa dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh variabel sikap berwirausaha, demikian pula intensi berwirausaha mahasiswa dipengaruhi secara  positif dan signifikan dari variabel  norma subjektif serta kendali perilaku. Dalam penelitian ini diperoleh hasil bahwa sikap, norma subjektif dan kendali perilaku mampu berperan sebagai mediasi pengaruh model panutan terhadap intensi berwirausaha. Berdasarkan hasil hipotesis sebelumnya meskipun model panutan tidak berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap intensi berwirausaha, namun intensi berwirausaha dipengaruhi oleh  model panutan  ketika ditambahkan variabel mediasi sikap, norma subjektif dan kendali perilaku, di mana ketiga variabel tersebut mampu memediasi penuh terhadap intensi berwirausaha mahasiswa.  Berdasarkan kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi di dalam peningkatan serta pembelajaran kewirausahaan di universitas dengan salah satu sasarannya adalah membangun intensi berwirausaha mahasiswa.   Entrepreneurial intention is the basic foundation for someone to become an entrepreneur. The purpose of this paper is to examine the role model as a determinant of entrepreneurial intention, as well as to examine the role model for attitudes, subjective norms, and behavioral control. The theory of planned behavior is used as a basis for testing behavioral models in testing the determinants of students' entrepreneurial intentions. This study used convenience sampling technique and used a sample of 330 respondents from Tarumanagara University students from the Faculty of Economics and Business and students from the Faculty of Fine Arts and Design. Data processing is done by using data analysis method Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Furthermore, based on the test results, it was found that the role model had no direct effect on entrepreneurial intentions, but the role model had a positive and significant effect on entrepreneurial attitudes, on subjective norms and on behavioral control. Furthermore, entrepreneurial attitudes have a positive and significant effect on entrepreneurial intentions, as well as subjective norms and behavioral control have a positive and significant effect on students' entrepreneurial intentions. In this study, it was found that attitudes, subjective norms and behavioral control were able to mediate role models for entrepreneurship intentions. Based on the results of the previous hypothesis, although the role model does not significantly affect the entrepreneurial intention, the role model becomes able to influence the entrepreneurial intention when added mediating variables of attitude, subjective norm and behavioral control, where the three variables are able to fully mediate the entrepreneurial intention of students. The results of this study are expected to contribute to the development of entrepreneurship learning at universities with one of the targets being to build students' entrepreneurial intentions.