cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
Cover JMIEB vol 7 no 1 Wulan Purnama Sari
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 1 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover JMIEB vol 7 no 1
MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN Pratiwi, Devica; Shelyna Livianti; Fendy Sunjaya; Wendy Salim Saputra; Gladhistani Renata
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23032

Abstract

Perusahaan melakukan manajemen laba untuk memperoleh keuntungan bagi perusahaan atau manajemen perusahaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pihak manajemen untuk melakukan manajemen laba, seperti profitabilitas, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan ukuran perusahaan. Penelitian ini berfokus pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2020. Terdapat 13 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling selama periode pengamatan selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua data observasi yang dikumpulkan dan lolos uji asumsi klasik. Hasil uji F menunjukkan bahwa penelitian layak dengan nilai t sebesar 0,036. Hasil uji t menunjukkan bahwa profitabilitas (0,719) dan CSR (0,148) tidak berpengaruh terhadap manajemen laba, sehingga hipotesis pertama dan kedua ditolak. Sedangkan ukuran perusahaan (0,004) memiliki pengaruh negatif terhadap manajemen laba dan berarti hipotesis ketiga diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ukuran perusahaan berpengaruh negatif terhadap manajemen laba, sedangkan profitabilitas dan CSR tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.   Companies carry out earnings management to gain profits for the company or company management. Several factors influence management to manage earnings, such as profitability, corporate social responsibility (CSR) and company size. This research focuses on food and beverage companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2018-2020. There were 13 companies selected by purposive sampling method during the 3 year observation period. The results showed that all observational data were collected and passed the classical assumption test. The results of the F test show that the research is feasible with a t value of 0.036. The results of the t test show that profitability (0.719) and CSR (0.148) have no effect on earnings management, so the first and second hypotheses are rejected. Meanwhile, firm size (0.004) has a negative effect on earnings management and means that the third hypothesis is accepted. The conclusion of this study is that company size has a negative effect on earnings management, while profitability and CSR have no effect on earnings management.
DOES VALUE ADDED TAX INCENTIVES MAKE A DIFFERENCE TO THE BANKING’S FINANCIAL PERFORMANCE? AN EVIDENCE FROM INDONESIA’S BANKING INDUSTRY Arius, Edwin; Muzammil, Oktafalia M; Orinsky, Vincent; Dwitama, Ellisia; Sukian, Sukian
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23042

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengujian kinerja keuangan industri perbankan sebelum dan sesudah penerapan insentif pajak pertambahan nilai dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif menggunakan data sekunder berupa statistik perbankan Indonesia yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kurun waktu 10 bulan sebelumnya (Mei 2020-Februari 2021) dan 10 bulan sesudahnya (Maret 2021-Desember 2021) pelaksanaan insentif pajak pertambahan nilai untuk sektor properti pada tanggal 1 Maret 2021. Penelitian ini diuji menggunakan Paired Sample T-test dan untuk uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk karena jumlah data (n) kurang dari 50. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah jumlah sampel yang terbilang cukup sedikit. Berdasarkan hasil olah data yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja keuangan pada variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) industri perbankan sebelum dan sesudah penerapan insentif pajak pertambahan nilai di Indonesia. Namun, pada variabel yang lain, tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan pada Return on Asset (ROA), Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Non-Performing Loan (NPL) sebelum dan sesudah penerapan insentif pajak pertambahan nilai.     This study aims to analyze the differences in testing the financial performance of the banking industry before and after implementing value added tax incentives by a descriptive and quantitative approach using secondary data in the form of Indonesian banking statistics published by the Financial Services Authority (OJK) in the previous 10 months (May 2020- February 2021) and 10 months after (March 2021-December 2021) implementation of value added tax incentives for the property sector on March 1, 2021. This research was tested using the Paired Sample T-test and for the normality test was using Shapiro Wilk because the amount of data (n) less than 50. The limitation of this research is because the sample was quite small. Based on the results of data processing carried out in this study, it shows that there are differences in financial performance in the Capital Adequacy Ratio (CAR) variable of the banking industry before and after the implementation of value added tax incentives in Indonesia. However, in other variables, there is no significant differences were found in Return on Assets (ROA), Operational Income Operating Costs (BOPO) and Non-Performing Loans (NPL) before and after the implementation of value added tax incentives.
PENGARUH KREDIBILITAS INFLUENCER TERHADAP INTENSI PEMBELIAN PRODUK FASHION MELALUI KEPERCAYAAN MEREK PADA PENGGUNA INSTAGRAM DI JAKARTA Octaviani, Felly; selamat, frangky
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23151

Abstract

Media sosial Instagram merupakan platform yang memiliki jumlah influencer yang besar sehingga dapat memengaruhi intensi pembelian seseorang. Influencer yang kredibel, yang memiliki daya tarik, kepercayaan, dan keahlian dapat membuat konsumen percaya pada produk yang dipromosikan. Faktor yang dapat memengaruhi intensi pembelian adalah sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Pada penelitian ini, persepsi individu merupakan hasil dari tekanan sosial yang nantinya akan memengaruhi niat pembelian seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kredibilitas influencer terhadap intensi pembelian produk fashion, pengaruh kredibilitas influencer terhadap kepercayaan merek, pengaruh kepercayaan merek terhadap intensi pembelian produk fashion, dan pengaruh kepercayaan merek yang memediasi hubungan kredibilitas influencer dengan intensi pembelian produk fashion. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen produk fashion yang menggunakan media sosial Instagram di Jakarta. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuesioner secara online yang selanjutnya diolah dengan menggunakan SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan dan positif dari kredibilitas influencer terhadap kepercayaan merek dan intensi pembelian produk fashion. Selain itu, adanya pengaruh mediasi kepercayaan merek dalam hubungan antara kredibilitas influencer dengan intensi pembelian produk fashion pada pengguna media sosial Instagram di Jakarta. Perusahaan didorong untuk menggunakan influencer yang memiliki kredibilitas tinggi karena dapat memengaruhi kepercayaan dan intensi pembelian produk.   Instagram is a social media platform that has a large number of influencers that can influence a person's purchase intention. Credible influencers, who have attractiveness, trust, and expertise can make consumers believe in the product being promoted. Factors that can influence purchase intentions are attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. In this study, individual perceptions are the result of social pressure which will later influence one's purchase intention. The purpose of this study was to analyze the effect of influencer credibility on purchase intention of fashion products, the effect of influencer credibility on brand trust, the effect of brand trust on purchase intention of fashion products, and the influence of brand trust which mediates the relationship between influencer credibility and purchase intention of fashion products. The population in this study are consumers of fashion products who use social media Instagram in Jakarta. The sampling method used in this study was to distribute online questionnaires which were then processed using SmartPLS version 4.0. The results of this study indicate that there is a significant and positive effect of influencer credibility on brand trust and purchase intention of fashion products. In addition, there is a mediating effect of brand trust in the relationship between influencer credibility and the intention to purchase fashion products for Instagram social media users in Jakarta. Companies are encouraged to use influencers who have high credibility because they can influence trust and product purchase intentions.
PERAN E-COMMERCE, MEDIA SOSIAL DAN DIGITAL TRANSFORMATION UNTUK PENINGKATAN KINERJA BISNIS UMKM Sahrul, Elsya Ananda; Nuringsih, Kartika
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23293

Abstract

Sejalan dengan transformasi digital ditemukan masalah dalam mempertahankan kinerja usaha seperti tingkat penjualan atau keuntungan. Situasi pasca pandemik masih menimbulkan kendala sehingga pelaku usaha belum sepenuhnya mampu mengembalikan penjualan seperti sebelumnya. Kehadiran usaha baru makin marak sehingga meningkatkan persaingan antara pelaku usaha. Kondisi tersebut berdampak terhadap penurunan kinerja. Usaha pada tingkat mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sasaran transformasi karena sebagai penggerak stabilitas ekonomi nasional termasuk dalam pengembangan UMKM di Kota Bekasi. Sejalan dengan perkembangan internet serta potensi pemanfaatannya untuk pengembangan bisnis maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh e-commerce, media sosial dan digital transformation terhadap kinerja bisnis. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan melibatkan pelaku UMKM (n=130) di Kota Bekasi khususnya usaha makanan dan minuman, fesyen dan otomotif. Pengujian validitas, reliabilitas dan pengolahan data persamaan regresi struktural menggunakan software SmartPLS. Hasil menunjukan nilai koefisien e-commerce (0,398), media sosial (0,148), dan digital transformation (0,277) sehingga e-commerce dan digital transformasi memberikan efek signifikan pada kinerja bisnis pada 5 persen. Sebagai saran, Pemerintah Kota Bekasi agar melakukan pendampingan menuju digital transformation dengan memanfaatkan e-commerce dan media sosial. Perkembangan ekosistem digital seperti e-commerce, media sosial, serta digital transformastion bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi lokal, mengapresiasi pemberdayaan masyarakat dalam UMKM serta memperhatikan kearifan budaya lokal. Kolaborasi tersebut selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.   In line with digital transformation, there are problems in maintaining business performance such as sales or profit levels. The post-pandemic situation still creates obstacles so that business actors are not fully able to restore sales as before. The presence of new businesses is increasingly widespread, thereby increasing competition between business actors. This condition resulted in a decrease in performance. Enterprises at the micro, small and medium (MSMEs) level are one of the targets of transformation because they act as a driving force for national economic stability including in the development of MSMEs in Bekasi City. In line with the development of the internet and the potential for its use for business development, the purpose of this study was to identify and analyze the effect of e-commerce, social media and digital transformation on business performance. The selection of the sample used a purposive sampling technique involving SMEs (n = 130) in Bekasi City, especially in the food and beverage, fashion, and automotive businesses. Testing the validity, reliability and processing of structural regression equation data using SmartPLS software. The results show the coefficient values of e-commerce (0.398), social media (0.148), and digital transformation (0.277) so that e-commerce and digital transformation have a significant effect on business performance at 5 percent. As a suggestion, the Bekasi City Government should provide assistance towards digital transformation by utilizing e-commerce and social media. The development of digital ecosystems such as e-commerce, social media, and digital transformation synergizes with local economic growth, appreciates community empowerment in MSMEs and pays attention to local cultural wisdom. The collaboration is aligned with the goals of sustainable development.
PENGARUH HERDING BEHAVIOR, LOSS AVERSION, DAN FINANCIAL LITERACY TERHADAP INVESTMENT DECISION Limarus, Victor Hofa; Pamungkas, Ary
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23380

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Herding Behavior, Loss Aversion, dan Financial Literacy terhadap Investment Decision. Sampel penelitian ini sebanyak 210 responden Gen Z yang tinggal di Jakarta. Pengambilan sampel dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online melalui Google form, dengan menggunakan teknik convenience sampling dan teknik analisis data PLS-SEM yang diolah dengan Smart-PLS Software versi 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Herding Behavior, Loss Aversion, dan Financial Literacy berpengaruh positif terhadap Investment Decision. Investor yang memiliki tingkat Herding Behavior yang tinggi akan cenderung mengikuti investor lain yang lebih berpengalaman dan mempunyai reputasi yang baik dalam membuat keputusan investasi. Semakin tinggi tingkat Loss Aversion pada investor maka investor akan lebih berhati-hati dan berusaha untuk menghindari kerugian dalam membuat keputusan investasi. Semakin tinggi tingkat Financial Literacy investor maka semakin tinggi pemahaman investor tentang konsep dasar keuangan, sehingga investor akan dapat membuat keputusan investasi yang baik.   The purpose of this study is to determine the influence of Herding Behavior, Loss Aversion, and Financial Literacy on Investment Decision. The sample for this study was 210 Gen Z respondents who lived in Jakarta. Sampling was carried out by distributing questionnaires online via Google form, using convenience sampling techniques and PLS-SEM data analysis techniques processed with Smart-PLS Software version 4. The results of this study show that Herding Behavior, Loss Aversion, and Financial Literacy have a positive effect on Investment Decision. Investors who have a high level of Herding Behavior will tend to follow other investors who are more experienced and have a good reputation in making investment decisions. The higher the level of Loss Aversion in investors, the more careful investors will be and try to avoid losses in making investment decisions. The higher the investor's level of Financial Literacy, the higher the investor's understanding of basic financial concepts, so that investors will be able to make good investment decisions. 
PENGARUH TACIT KNOWLEDGE DAN TECHNOLOGICAL CAPABILITY DENGAN MEDIASI INNOVATION BEHAVIOR TERHADAP KINERJA KARYAWAN PERGURUAN TINGGI Jufendri; Kussudyarsana, Kussudyarsana; Waskito, Jati
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23469

Abstract

Perguruan tinggi ialah suatu pendidikan tertinggi yang memiliki tanggung jawab untuk menyedikan sumber daya manusia di Negara Indonesia yang memiliki kemampuan dan keprabadian yang baik dan didukung dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Karim, 2020). Seiring perkembangan teknologi dan sistem informasi ditandai dengan Revolusi 4.0 dimana era tersebut terdapat perubahan perilaku manusia yaitu setiap aktivas manuasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi.  Karim, (2020) mengungkapkan bahwa selama tahun 2018-2019 telah banyak kajian seminar di Perguruan Tinggi terdapat berbagai perubahan yang berdampak pada pengelolaan Peindidikan di Indonesia. Beberapa tantangan dinataranya harus mengkobinasikan teknologi cyber otomasi. Dengan demikian, teknologi 4.0 Perguruan tinggi perlu di fokuskan pada penyediaan kebutuhan yang ditunjang dengan IOT (Internet Of Things), Big Data dan Cyber Security. Artinya bahwa kemajuan teknologi informasi berbasis internet supercepat yang dapat dijadikan sebagai penunjang Perguruan Tinggi dalam menyelengarakan pendidikan. Hal tersebut sudah dilakukan oleh Perguruan tinggi dalam meningkatkan karyawan dan saat ini telah monerahkan berbagai hasil positif baik dibidang akademik maupun administratif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tacit knowledge dan technological capability dengan mediasi innovation behavior terhadap kinerja karyawan Perguruan tinggi. Objek penelitian ini adalah karyawan Perguruang tinggi Universitas Muhammadiyah Ponorogo dan Universitas Muhammadiyah Surakarta berjumlah berjumlah 186 karyawan. Dari hasil penelitian ini tacit knowledge berpengaruh positif terhadap innovation behavior, technological capability berpengaruh positif terhadap innovation behavior, tacit knowledge berpengaruh positif terhadap kinerja karaywan. Innovation behavior memberikan pengaruh positif dalam memediasi tacit knowledge terhadap kinerja karyawan. sedangkan innovation behavior memberikan pengaruh positif dalam memediasi technological capability terhadap kinerja karyawan. Dari hasil penelitian ini disarnkan untuk meningkatkan kinerja karyawan, sebaiknya Perguruan tinggi perlu meningkatkan tacit knowledge karyawan melalui kegiatan diskusi seacara rutin anatara pimpinan dan karyawan. Untuk meningkatkan technological capability, sebaiknya Perguruan tinggi perlu mengadakan pelatihan dibidang teknologi.   Higher education is the highest education that has the responsibility to provide human resources in the State of Indonesia that have good abilities and personalities and are supported by mastery of science and technology (Karim, 2020). Along with the development of technology and information systems marked by Revolution 4.0 where this era there are changes in human behavior, namely every human activity can be carried out using technology.  Karim, (2020) revealed that during 2018-2019 there have been many seminar studies in Higher Education there are various changes that have an impact on the management of Education in Indonesia. Some of the challenges include having to combine automation cyber technology. Thus, technology 4.0 Higher Education needs to focus on providing needs supported by IOT (Internet Of Things), Big Data and Cyber Security. This means that the advancement of super-fast internet-based information technology can be used as a support for universities in organizing education. This has been done by universities in improving employees and currently has monerahkan various positive results both in the academic and administrative fields. This study aims to determine the effect of tacit knowledge and technological capability with mediation of innovation behavior on the performance of higher education employees. The object of this research is the employees of Perguruang Tinggi Muhammadiyah Ponorogo University and Muhammadiyah Surakarta University totaling 186 employees. From the results of this study, tacit knowledge has a positive effect on innovation behavior, technological capability has a positive effect on innovation behavior, tacit knowledge has a positive effect on employee performance. Innovation behavior has a positive influence in mediating tacit knowledge on employee performance. while innovation behavior has a positive influence in mediating technological capability on employee performance. From the results of this study, it is suggested that to improve employee performance, universities should increase employee tacit knowledge through regular discussions between leaders and employees. To improve technological capability, universities should conduct training in the field of technology.
MEMBANGUN LOYALITAS PADA KEDAI TEH: PERAN BRAND EXPERIENCE PADA BRAND LOVE Octavia, Yolanda; Tjokrosaputro, Miharni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.23711

Abstract

Generasi Z yang terus mengikuti perkembangan tren saat ini telah menciptakan peluang bisnis baru, termasuk di dalamnya bisnis kedai teh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh pengalaman merek (Brand Experience - BE) dan kasih sayang terhadap merek (Brand Love - BL) terhadap loyalitas merek (Brand Loyalty - L) pada minuman teh siap saji yang sedang booming saat ini. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi peran brand love sebagai perantara antara pengalaman merek dan loyalitas merek terhadap minuman teh tersebut. Subjek penelitian ini adalah konsumen minuman teh yang berdomisili di Jakarta. Dari total 270 responden, 232 orang di antaranya memenuhi kriteria sebagai responden. Penelitian ini mengadopsi metode purposive sampling dengan menyebarkan kuesioner secara daring, dan data dianalisis menggunakan SmartPLS-SEM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa brand experience memiliki dampak positif pada brand love dan brand loyalty. Selain itu, brand love juga memiliki dampak positif pada brand loyalty. Terlebih lagi, BE juga memiliki dampak positif pada brand loyalty melalui perantaraan brand love sebagai mediator. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi secara akademis dan industri tentang pentingnya BE dalam membangun loyalitas merek dengan BL sebagai variabel mediasi.   The millennial generation, characterized by their inclination to embrace current trends, has contributed to numerous new ventures, including the tea house industry. This research seeks to examine the impact of brand experience (BE) and brand love (BL) on brand loyalty (L) within the thriving ready-to-drink tea sector. Furthermore, this study explores the role of brand love as an intermediary between brand experience and brand loyalty for these beverages. The research's target population comprises tea consumers residing in Jakarta. Of a total of 270 respondents, 232 met the criteria as respondents. This study employed purposive sampling through online questionnaires to collect data, subsequently analyzing the data using SmartPLS-SEM. The findings of this investigation indicate that brand experience positively influences brand love and loyalty. Additionally, brand love positively impacts brand loyalty, while brand experience also positively affects brand loyalty, mediated by brand love. This research is expected to make an academic and industrial contribution regarding the importance of BE in building brand loyalty with BL as a mediating variable.
RISIKO KREDIT DAN KUALITAS LABA SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA KEUANGAN SEKTOR PERBANKAN DI BEI Ida, Ida; Veronica, M. Sienly
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.24130

Abstract

Perlambatan kinerja sektor perbankan di tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, namun pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan membutuhkan dukungan sektor keuangan, terutama sektor perbankan. Faktor risiko kredit dan kualitas laba perlu dipertimbangkan dapat memengaruhi kinerja keuangan perbankan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh risiko kredit dan kualitas laba terhadap kinerja keuangan sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2016-2020. Hasil pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling terdapat 31 bank yang menjadi sampel dengan periode pengamatan 5 tahun sehingga terdapat 155 data observasi. Analisis data menggunakan regresi panel dengan bantuan EViews. Hasil penelitian dengan menggunakan model fixed effect diperoleh risiko kredit dan kualitas laba berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan sektor perbankan. pihak perbankan perlu mengevaluasi kembali kebijakan pemberian kredit yang didukung oleh kualitas kredit yang baik agar mengurangi risiko kredit sehingga dapat meningkatkan laba dan kinerja perbankan. Selain itu pihak perbankan perlu mengevaluasi kembali laba yang dapat menyebabkan kualitas laba perusahaan menurun.   The banking sector's performance slowed down in 2020 due to the COVID-19 pandemic, but a strong and sustainable economic recovery requires support from the financial sector, especially the banking sector. Credit risk factors and earnings quality need to be considered to affect banking financial performance. This study aims to analyze the effect of credit risk and earnings quality on the financial performance of the banking sector on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2016-2020 period. The results of taking samples using the purposive sampling method were 31 banks that were sampled with an observation period of 5 years so there were 155 observational data. Data analysis using panel regression with the help of EViews. The results of research using the fixed effect model show that credit risk and earnings quality have a negative effect on the financial performance of the banking sector. banking parties need to re-evaluate credit policies that are supported by good credit quality in order to reduce credit risk so as to increase bank profits and performance. Besides that, banks need to re-evaluate profits which can cause the quality of company profits to decline.
EARNINGS MANAGEMENT AND PROBABILITY OF DEFAULT ANALYSIS OF NON-FINANCIAL COMPANIES IN INDONESIA DURING THE COVID-19 PANDEMIC Sherly, Sherly; Lubis, Arief Wibisono
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v7i2.24131

Abstract

Pada masa pandemi COVID-19, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan negatif 2,19 persen (2020). Kondisi ini mempengaruhi penurunan bisnis di Indonesia yang berdampak pada peningkatan Non Performing Loan perbankan. Umumnya, penilaian kredit oleh perbankan dilakukan menggunakan informasi yang terdapat pada laporan keuangan sehingga pencatatan akuntansi yang benar dapat mempengaruhi kualitas kredit. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah manajemen laba (earnings management) yang dilakukan oleh perusahaan selama krisis pandemi COVID-19 memiliki pengaruh signifikan terhadap kemungkinan gagal bayar (probability of default), khususnya bagi perusahaan sektor non keuangan di Indonesia. Data penelitian diperoleh dari Bursa Efek Indonesia periode 2019 – 2021 dimana probability of default dihitung dengan menggunakan KMV-Merton Model dan earnings management menggunakan metode F-score Dechow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah perusahaan yang memiliki probabilitas default pada masa pandemi COVID-19, namun jumlah perusahaan yang terindikasi melakukan earnings management mengalami penurunan. Hasil uji menunjukan bahwa pengaruh earnings management terhadap probability of default tidak signifikan. Namun demikian, pihak yang berkepentingan harus dapat sedini mungkin mengidentifikasi adanya manajemen laba yang dapat berdampak buruk terhadap kualitas kredit dan mengantisipasi kemungkinan gagal bayar di kemudian hari.   During the COVID-19 pandemic, the Indonesian economy experienced negative growth of 2.19 percent (2020). This condition affects the decline in business in Indonesia, which impacts the increase in bank Non-Performing Loans. Generally, credit assessment by banks is performed based on the information figured in financial statements and therefore the accounting records can affect credit quality. This research aims to study whether earnings management carried out by companies during the COVID-19 pandemic crisis has a significant effect on the probability of default, especially for non-financial sector companies in Indonesia. The data was obtained from the Indonesia Stock Exchange for the period 2019 – 2021. The probability of default was calculated using the KMV-Merton Model and earnings management using the F-score Dechow method. The results showed that there was an increase in the number of companies that had a probability of default during the COVID-19 pandemic, but but the number of companies that indicated earnings management decreased. The result showed that the effect of earnings management on the probability of default is not significant. However, interested parties must be able to identify earnings management as early as possible, which can have an adverse impact on credit quality and anticipate possible defaults in the future.