cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
PERAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, KEUNGGULAN BERSAING, DAN KREATIVITAS DALAM MENINGKATKAN KEBERHASILAN USAHA KULINER DI JAKARTA Catalina, Vanessa; Soelaiman, Lydiawati
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.34397

Abstract

Persaingan yang semakin kompetitif dalam industri kuliner menuntut pelaku usaha untuk memiliki pendekatan bisnis yang adaptif dan inovatif. Orientasi kewirausahaan, keunggulan bersaing, dan kreativitas menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keberhasilan usaha secara berkelanjutan. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki peran orientasi kewirausahaan, keunggulan bersaing, dan kreativitas terhadap keberhasilan usaha UMKM kuliner di Jakarta. Teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling dipergunakan dalam penelitian dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur instrumen penelitian. Sejumlah 55 responden valid berhasil dikumpulkan dalam kuesioner. Data yang berhasil dikumpulkan akan dilakukan analisis validitas dan reliabilitas yang beracuan pada outer model dengan metode PLS-SEM dengan alat analisis SmartPLS versi 4.0. Selanjutnya, setelah lolos uji outer model selanjutnya dilakukan analisis data yang beracuan pada inner model untuk menguji kekuatan prediksi antar konstruk dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Berdasarkan hasil uji hipotesis, didapat bahwa orientasi kewirausahaan, keunggulan bersaing, dan kreativitas masing-masing berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha kuliner di Jakarta, sehingga hipotesis pertama, kedua dan ketiga didukung. Penelitian ini memperkuat bahwa orientasi kewirausahaan memungkinkan suatu bisnis lebih adaptif terhadap perubahan pasar, dan juga keunggulan bersaing usaha dalam menciptakan nilai lebih pada produk dibandingkan kompetitor, serta kreativitas dalam kemampuannya menghadirkan hal baru dengan konsep yang unik, desain yang menarik dan strategi pemasaran yang inovatif. Temuan ini menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut dapat menjadi landasan strategis bagi UMKM kuliner dalam menghadapi perubahan pasar, menciptakan nilai tambah, serta mengembangkan ide-ide baru secara berkelanjutan.    The increasingly competitive landscape of the culinary industry demands that business actors to adopt adaptive and innovative business approaches. Entrepreneurial orientation, competitive advantage, and creativity are key factors that can influence business success. This study aims to investigate the role of entrepreneurial orientation, competitive advantage, and creativity in the success of culinary in Jakarta. This descriptive, quantitative study employs non-probability purposive sampling. A total of 55 valid responses were obtained. The data were then analyzed for validity and reliability using the outer model approach in PLS-SEM with SmartPLS version 4.0. After passing the outer model test, inner model analysis was conducted to assess predictive strength and test hypotheses. The results indicate that entrepreneurial orientation, competitive advantage, and creativity each have a positive and significant impact on business success, supporting all three hypotheses. This finding underscores the importance of entrepreneurial orientation for market adaptability, competitive advantage for delivering superior product value, and creativity for developing novel ideas, unique designs, and innovative marketing strategies. These results highlight that these three aspects can serve as a strategic foundation for culinary MSMEs to respond to market changes, create added value, and continuously develop new ideas.
PENGUKURAN KONDISI KEUANGAN PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA INDUK DAN DAERAH PEMEKARANNYA DI SULAWESI TENGGARA Zenanda, Singgih Setya; Setyawan, Ignatius Roni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.32668

Abstract

Pemekaran daerah terjadi cukup masif setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, termasuk di Provinsi Sulawesi Tenggara. Provinsi Sulawesi Tenggara dibentuk tahun 1964 dengan empat kabupaten, kemudian sampai tahun 2014 telah terdapat pemekaran 13 kabupaten/kota. Dalam praktiknya, kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara menunjukkan kondisi keuangan yang beragam baik kabupaten/kota induk maupun pemekarannya. Penelitian ini mengukur kondisi keuangan pemerintah kabupaten/kota induk dan pemekarannya di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2019-2023. Sampel dalam penelitian ini berjumlah empat kabupaten induk dan enam kabupaten/kota pemekaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Indikator dalam pengukuran kondisi keuangan meliputi ketergantungan daerah, kemandirian fiskal, income share, dan income growth, kemudian tingkat income share dan income growth disajikan dalam kuadran sebaran kemampuan daerah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kabupaten/kota induk dan pemekaran di Sulawesi Tenggara memiliki tingkat ketergantungan daerah yang sangat tinggi dengan rentang 76,85% s.d. 95,00%, tingkat kemandirian fiskal yang belum mandiri dengan rentang 0,030 s.d. 0,204, tingkat income share 8,85% s.d. 33,45%, tingkat income growth 11,92% s.d. 69,57%, serta sebaran kemampuan daerah pada kuadran I, kuadran III, dan kuadran IV. Hal ini menunjukkan bahwa kabupaten/kota induk dan pemekaran di Sulawesi Tenggara memiliki ketergantungan sangat tinggi terhadap pihak luar khususnya pemerintah pusat, belum mampu mendanai kegiatan mereka secara mandiri tanpa bergantung pada bantuan eksternal khususnya pemerintah pusat, memiliki kemampuan membiayai 8,85% s.d. 33,45% belanja dan kewajiban pokok lainnya, serta memiliki pendapatan yang terus-menerus bertumbuh dari tahun 2019-2023 dan menunjukkan prospek ekonomi di masa mendatang.   Regional expansion occurred quite massively after the enactment of Law Number 22 of 1999 concerning Local Government, including in Southeast Sulawesi Province. Southeast Sulawesi Province was established in 1964 with four regencies, and by 2014, there had been the expansion of 13 regencies/cities. In practice, the financial conditions of regencies/cities in Southeast Sulawesi vary, both in the parent and the newly formed local governments. This study asseses the financial conditions of the parent and newly formed regencies/cities in Southeast Sulawesi Province from 2019 to 2023. The sample in this study includes four parent regencies and six newly formed regencies/cities. The method used in this research is descriptive quantitative. The indicators for assessing financial conditions include regional dependency, fiscal indenpendency, income share, and income growth, additionally, income share and income growth levels are presented in a quadrant of local capacity distribution. The study shows that parent and newly formed regencies/cities in Southeast Sulawesi have a very high level of regional dependency ranging from 76.85% to 95.00%, fiscal independency levels that are not yet independent, ranging from 0.030 to 0.204, income share levels ranging from 8.85% to 33.45%, income growth levels ranging from 11.92% to 69.57%, and regional capacity distribution in quadrant I, quadrant III, and quadrant IV. This indicates that the parent and newly formed regencies/cities in Southeast Sulawesi have a very high dependency on external parties, especially the central government, unable to fund their activities independently without relying on external assistance, particularly from the central government, are able to finance 8.85% to 33.45% of their expenditures and other basic obligations, and have continuously growing revenues from 2019 to 2023, indicating positive economic prospects for the future.
PERAN ENTREPRENEURIAL GRIT DAN PASSION BERWIRAUSAHA TERHADAP RESILIENSI KEWIRAUSAHAAN MELALUI DIGITALIZATION Lee, Angel; Ie, Mei
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.32774

Abstract

Resiliensi kewirausahaan merupakan kemampuan individu beradaptasi dan melakukan perubahan setelah menghadapi keadaan sulit, ancaman ataupun masalah. Resiliensi kewirausahaan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti entrepreneurial grit, passion berwirausaha dan digitalization. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh entrepreneurial grit dan passion berwirausaha terhadap resiliensi kewirausahaan dan efek mediasi digitalization. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berbentuk skala likert melalui google form kepada 91 pemilik usaha/manajer UMKM F&B di Jakarta Barat. Analisis data menggunakan metode PLS-SEM yang diolah menggunakan software SmartPLS versi 4. Penelitian ini menunjukkan bahwa entrepreneurial grit, passion berwirausaha dan digitalization berpengaruh positif signifikan terhadap resiliensi kewirausahaan UMKM F&B di Jakarta Barat. Entrepreneurial Grit berpengaruh positif signifikan terhadap resiliensi kewirausahaan UMKM F&B di Jakarta Barat dengan dimediasi oleh Digitalization. Passion Berwirausaha berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap resiliensi kewirausahaan UMKM F&B di Jakarta Barat dengan dimediasi oleh Digitalization.   Entrepreneurial resilience is the ability of individuals to adapt and make changes after facing difficult circumstances, threats or problems. Entrepreneurial resilience can be influenced by several factors, such as entrepreneurial grit, entrepreneurial passion and digitalization. This study aims to determine the effect of entrepreneurial grit and entrepreneurial passion on entrepreneurial resilience and the mediating effect of digitalization. The sampling technique used non probability sampling method with purposive sampling approach. Data collection using a Likert scale questionnaire through google form to 91 business owners / managers of F&B MSMEs in West Jakarta. Data analysis using the PLS-SEM method which is processed using SmartPLS version 4 software. This study shows that entrepreneurial grit, entrepreneurial passion and digitalization have a significant positive effect on entrepreneurial resilience of F&B MSMEs in West Jakarta. Entrepreneurial Grit has a significant positive effect on entrepreneurial resilience of F&B MSMEs in West Jakarta mediated by Digitalization. Entrepreneurial Passion has a positive but insignificant effect on the entrepreneurial resilience of F&B MSMEs in West Jakarta mediated by Digitalization.
MEDIASI EFIKASI DIRI TERHADAP PENGARUH FAKTOR PENENTU MINAT BERWIRAUSAHA Febrianti, Kania; Puspitowati, Ida
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33404

Abstract

Tingkat pengangguran membaik seiring pertumbuhan ekonomi. Semangat berwirausaha merupakan komponen kunci penggerak pembangunan ekonomi Indonesia. Beberapa kunci yang mempengaruhi dinamika kewirausahaan meliputi motivasi untuk berwirausaha, pembelajaran kewirausahaan, penggunaan media sosial, serta efikasi diri. Oleh karena itu, pemahaman terhadap faktor-faktor ini sangat penting untuk mendorong minat berwirausaha. Penelitian ini bertujuannuntuk menguji pengaruh motivasi berwirausaha, pembelajaran kewirausahaan, dan penggunaan media sosial terhadap minat berwirausaha melalui efikasi diri pada mahasiswa di Jakarta Barat. Melalui penggunaan kuisioner daring, 200 responden menjadi sampel yang dikumpulkan untuk penelitian ini. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunakkSmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi berwirausaha pembelajaran kewirausahaan, dan efikasi diri berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha. Sedangkan, penggunaan media sosial berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap minat berwirausaha. Lalu, motivasi berwirausaha, pembelajaran kewirausahaan, dan penggunaan media sosial berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap efikasi diri. Selain itu, motivasi berwirausaha dan penggunaan media sosial berpengaruh secara positif namun tidak signifikan terhadap minat berwirausaha melalui efikasi diri. Dan pembelajarannkewirausahaan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadapmminatbberwirausaha melalui efikasi diri. Berdasarkan kesimpulan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan pemanfaatan media sosial dalam kehidupan berwirausaha mahasiswa.   The unemployment rate improves as the economy grows.  The entrepreneurial spirit is a key component of Indonesia's economic development drivers. Several key factors that influence the dynamics of entrepreneurship include motivation to become an entrepreneur, entrepreneurial learning, the use of social media, and self-efficacy. Therefore, understanding these factors is crucial to encourage entrepreneurial interest. This study aims to examine the influence of entrepreneurial motivation, entrepreneurial learning, and the use of social media on entrepreneurship interest through self-efficacy among students in West Jakarta. Through the use of an online questionnaire, 200 respondents made up the sample gathered for this study. Hypothesis testing was conducted using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. The result of this study indicates that entrepreneurial motivation, entrepreneurial learning, and self-efficacy have a positive and significant effect on entrepreneurship interest. Meanwhile, the use of social media has a positive but not significant effect on entrepreneurship interest. Furthermore, entrepreneurial-motivation, entrepreneurial learning, and the use of social media have a positive and significant effect on self-efficacy. In addition, entrepreneurial motivation and the use of social media have a positive but not significant effect on entrepreneurial interest through self-efficacy. On the other hand, entrepreneurial learning has a positive and significant effect on entrepreneurial interest through self-efficacy. Based on the findings, this research is expected to contribute to enhancing the utilization of social media in students’ entrepreneurial activities.
A SYSTEMATIC REVIEW OF THE EFFECTS OF WELL-BEING, MENTAL HEALTH, AND WORK–LIFE BALANCE ON PRODUCTIVITY THROUGH JOB SATISFACTION Ramadhani, Aulia Ramadhani; Soetjipto, Budi Eko; Wardhana, Ludi Wisnu
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33813

Abstract

Kesejahteraan karyawan, kesehatan mental, dan keseimbangan kerja-hidup telah menjadi isu strategis dalam manajemen sumber daya manusia modern, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap produktivitas kerja. Penelitian sebelumnya sebagian besar melihat variabel-variabel ini secara terpisah, sehingga menghasilkan hasil yang terfragmentasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menyusun sintesis konseptual menggunakan pendekatan Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR) untuk menguraikan hubungan antara kesejahteraan karyawan, kesehatan mental, dan keseimbangan kehidupan kerja, serta dampaknya terhadap produktivitas, dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi.   Studi ini mengacu pada 66 artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 dalam jurnal bereputasi yang terindeks oleh Scopus (Q1–Q4), menggunakan metode analisis tematik manual.   Hasil penelitian menunjukkan, kesejahteraan karyawan, lingkungan psikososial yang mendukung, intervensi kesehatan mental, dan kebijakan keseimbangan kerja-kehidupan semuanya memiliki efek langsung dan signifikan terhadap produktivitas. Kepuasan kerja diidentifikasi sebagai faktor mediasi utama yang memperkuat hubungan tersebut.   Keunggulan penelitian ini terletak pada sintesis integratif yang secara bersamaan memetakan tiga variabel anteseden—kepuasan kerja, kesehatan mental, dan keseimbangan kehidupan kerja—dalam satu model konseptual, dengan kepuasan kerja berfungsi sebagai mediator. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang masih parsial, penelitian ini mengkonsolidasikan berbagai temuan ke dalam kerangka kerja terpadu yang menjembatani dimensi psikologis, struktural, dan afektif dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).   Hasil ini memperkaya literatur tentang MSDM dengan memperkuat kerangka Kerja Tuntutan-Sumber Daya Pekerjaan (JD-R) dan Teori Modal Manusia.   Studi ini juga mendorong organisasi untuk menerapkan strategi peningkatan produktivitas berdasarkan kesejahteraan karyawan, fleksibilitas kerja, dan dukungan psikososial yang komprehensif.   Employee well-being, mental health, and work-life balance have become strategic issues in modern human resource management, given their significant impact on work productivity. Previous research has largely examined these variables separately, resulting in fragmented results. This study aims to develop a conceptual synthesis using a Systematic Literature Review (SLR) approach to elucidate the relationships between employee well-being, mental health, and work-life balance, and their impact on productivity, with job satisfaction as a mediating variable. This study draws on 66 scientific articles published between 2020 and 2025 in reputable journals indexed by Scopus (Q1–Q4), using a manual thematic analysis method. The results indicate that employee well-being, a supportive psychosocial environment, mental health interventions, and work-life balance policies all have a direct and significant effect on productivity. Job satisfaction is identified as the primary mediating factor strengthening this relationship.  The strength of this study lies in its integrative synthesis, which simultaneously maps three antecedent variables—job satisfaction, mental health, and work-life balance—into a single conceptual model, with job satisfaction serving as a mediator. Unlike previous studies that were still partial, this study consolidates various findings into an integrated framework that bridges the psychological, structural, and affective dimensions of Human Resource Management (HRM). These results enrich the literature on HRM by strengthening the Job Demands-Resources (JD-R) framework and Human Capital Theory. This study also encourages organizations to implement productivity-enhancing strategies based on employee well-being, work flexibility, and comprehensive psychosocial support.
PENGARUH CITRA MEREK, WORD OF MOUTH, PEMASARAN DIGITAL TERHADAP PEMILIHAN SEKOLAH DASAR SWASTA DI KOTA TANGERANG Putri, Intan Anjali; Alexander
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33814

Abstract

Persaingan sekolah dasar swasta di Kota Tangerang semakin meningkat, sehingga mendorong orang tua untuk lebih selektif dalam memilih sekolah bagi anak-anak mereka. Pemilihan sekolah tidak lagi hanya dipengaruhi oleh pertimbangan akademik, tetapi juga oleh berbagai faktor eksternal seperti citra merek sekolah, rekomendasi dari orang lain, dan pemasaran digital yang dilakukan oleh pihak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh citra merek, rekomendasi orang lain, dan pemasaran digital terhadap keputusan orang tua atau wali dalam memilih sekolah dasar swasta di Kota Tangerang, dengan niat memilih sebagai variabel mediasi. Rekomendasi orang lain diukur menggunakan indikator word of mouth, niat memilih dengan indikator purchase intention, dan keputusan memilih dengan indikator purchase decision. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pemodelan persamaan struktural (SEM) dan melibatkan 219 responden orang tua atau wali murid dari sekolah dasar swasta di Kota Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek berpengaruh positif terhadap purchase intention dan purchase decision. Rekomendasi berpengaruh signifikan terhadap purchase intention, tetapi tidak terhadap purchase decision. Pemasaran digital berpengaruh terhadap purchase intention dan purchase decision. Purchase intention mampu memediasi hubungan antara pengaruh rekomendasi melalui word of mouth dan pemasaran digital terhadap purchase decision, tetapi tidak pada hubungan antara pengaruh citra merek terhadap purchase decision.   Competition among private elementary schools in Tangerang City is increasing, encouraging parents to be more selective in choosing a school for their children. School selection is no longer solely influenced by academic considerations, but also by various external factors such as the school's brand image, recommendations from others, and digital marketing conducted by the school. This study aims to examine the influence of brand image, recommendations from others, and digital marketing on parents' or guardians' decisions in choosing a private elementary school in Tangerang City, with intention to choose as a mediating variable. Recommendations from others were measured using word of mouth indicators, intention to choose using purchase intention indicators, and decision to choose using purchase decision indicators. This study used a quantitative approach with structural equation modeling (SEM) techniques and involved 219 respondents, parents or guardians of students from private elementary schools in Tangerang City. The results showed that brand image had a positive effect on purchase intention and purchase decision. Recommendations had a significant effect on purchase intention, but not on purchase decision. Digital marketing had an effect on purchase intention and purchase decision. Purchase intention was able to mediate the relationship between the influence of recommendations through word of mouth and digital marketing on purchase decision, but not the relationship between the influence of brand image on purchase decision.
PENGARUH INFLASI, SUKU BUNGA BI DAN KURS RUPIAH TERHADAP PERGERAKAN IHSG DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019 -2024 Gunawan, Celvine Hendra; Tannia, Tannia; Yenli Megawati
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33949

Abstract

Pasar modal sering dianggap sebagai cerminan utama perekonomian suatu negara. Namun, apakah semua faktor yang memengaruhi pergerakannya sudah benar-benar dipahami? Inflasi yang tinggi, suku bunga yang fluktuatif, dan nilai tukar Rupiah yang melemah sering kali disalahkan atas ketidakstabilan pasar saham, termasuk di Indonesia. Namun, pengaruh masing-masing faktor ini terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi dan praktisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara inflasi, suku bunga BI, dan kurs Rupiah terhadap IHSG selama periode 2019–2024. Dengan menggunakan metode regresi linier berganda dan analisis data melalui SPSS, penelitian ini menemukan bahwa inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap IHSG. Sebaliknya, suku bunga BI memberikan pengaruh positif yang signifikan, sementara pelemahan kurs Rupiah terbukti menekan IHSG karena meningkatnya biaya impor perusahaan. Secara simultan, ketiga variabel ini hanya menjelaskan 35,7% variasi IHSG, menunjukkan adanya faktor lain yang juga memengaruhi pergerakan pasar saham. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi investor dan pembuat kebijakan untuk memahami lebih dalam hubungan antara variabel makroekonomi dan pasar modal Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengambilan keputusan strategis di tengah ketidakpastian ekonomi global.   The stock market is often considered a primary reflection of a country's economy. However, are all factors influencing its movements truly understood? High inflation, fluctuating interest rates, and a weakening Rupiah exchange rate are often blamed for stock market instability, including in Indonesia. Yet, the extent of each factor's influence on the Jakarta Composite Index (IHSG) remains a topic of debate among academics and practitioners. This study aims to analyze the relationship between inflation, Bank Indonesia's interest rates (BI Rate), and the Rupiah exchange rate on IHSG during the 2019–2024 period. Using multiple linear regression and data analysis through SPSS, the study finds that inflation does not significantly affect IHSG. Conversely, BI Rate has a significant positive impact, while the weakening Rupiah negatively affects IHSG by increasing companies' import costs. Simultaneously, these three variables collectively explain only 35.7% of IHSG's variations, indicating other factors also contribute to stock market movements. These findings provide essential insights for investors and policymakers to better understand the relationship between macroeconomic variables and Indonesia's stock market. Thus, this study is expected to serve as a reference for strategic decision-making amidst global economic uncertainty.
PENGARUH PERCEIVED FIT, ATTITUDE, DAN NEED FOR UNIQUENESS TERHADAP PURCHASE INTENTION PADA PRODUK KOLABORASI MINISO X HARRY POTTER Djunaidi , Angela Michelle; Christin, Lelly
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33994

Abstract

Fenomena kolaborasi merek antar industri telah menjadi strategi pemasaran yang semakin menonjol, khususnya dalam menarik perhatian konsumen di pasar ritel yang dinamis. Salah satu contoh yang berhasil menarik perhatian publik adalah kolaborasi antara Miniso dan Harry Potter, yang menawarkan berbagai produk bertema unik dan ikonik. Keberhasilan kolaborasi ini memicu pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mendorong minat beli konsumen, terutama mengingat adanya tantangan dalam sektor ritel seperti penurunan daya beli masyarakat dan fluktuasi penjualan produk rumah tangga. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengkaji lebih dalam dinamika perilaku konsumen terhadap produk kolaborasi semacam ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived fit, attitude, dan need for uniqueness terhadap purchase intention pada produk kolaborasi Miniso × Harry Potter. Landasan teoritis penelitian ini mengadopsi Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai grand theory, yang menjelaskan bahwa niat perilaku dipengaruhi oleh sikap individu, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan. Dalam konteks ini, TPB membantu memahami bagaimana sikap positif konsumen terhadap produk kolaborasi dapat secara langsung memengaruhi niat beli mereka. Selain itu, konsep co-branding, perceived fit, attitude, dan need for uniqueness digunakan sebagai teori pendukung untuk menguraikan variabel-variabel yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner online kepada 259 responden berusia 18–35 tahun di Jakarta yang memiliki pengetahuan serta ketertarikan terhadap produk kolaborasi tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (SmartPLS 4). Hasil analisis menunjukkan bahwa perceived fit, attitude, dan need for uniqueness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention. Temuan ini menunjukkan bahwa kesesuaian antara brand dan produk, sikap positif konsumen, serta keinginan untuk tampil unik merupakan faktor penting dalam meningkatkan minat beli terhadap produk hasil kolaborasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran, khususnya dalam perencanaan co-branding yang mampu menarik perhatian dan memenuhi preferensi pasar sasaran.   The phenomenon of inter-industry brand collaboration has become an increasingly prominent marketing strategy, particularly in attracting consumer attention in dynamic retail markets. A notable example that has successfully captured public interest is the collaboration between Miniso and Harry Potter, which offers a variety of unique and iconic themed products. The success of this collaboration raises questions regarding the factors that drive consumer purchase intention, especially considering challenges in the retail sector such as declining purchasing power and fluctuations in household product sales. Therefore, this research aims to delve deeper into the dynamics of consumer behavior towards such collaborative products. This study aims to analyze the influence of perceived fit, attitude, and need for uniqueness on purchase intention for Miniso × Harry Potter collaborative products. The theoretical foundation of this research adopts the Theory of Planned Behavior (TPB) as its grand theory, which explains that behavioral intention is influenced by individual attitudes, subjective norms, and perceived behavioral control. In this context, TPB helps to understand how consumers' positive attitudes towards collaborative products can directly affect their purchase intention. Additionally, the concepts of co-branding, perceived fit, attitude, and need for uniqueness are used as supporting theories to elaborate on the variables under investigation. This research employs a quantitative approach with a causal research design. Data were collected through online questionnaires distributed to 259 respondents aged 18–35 years in Jakarta who possessed knowledge and interest in these collaborative products. The data analysis technique used is Structural Equation Modeling (SEM) with the Partial Least Squares (PLS) approach, utilizing SmartPLS 4 software. The analysis results indicate that perceived fit, attitude, and need for uniqueness have a positive and significant influence on purchase intention. These findings suggest that the congruence between brands and products, positive consumer attitudes, and the desire for uniqueness are crucial factors in enhancing purchase interest in collaborative products. This research contributes to the development of marketing strategies, particularly in planning co-branding initiatives that can effectively capture attention and meet the preferences of target markets.
KINERJA GENERASI Z DILIHAT DARI PERSPEKTIF EFIKASI DIRI, WORK-LIFE BALANCE, DAN CAREER CHOICE Ie, Mei; Buana, Salsabilla Ayundha Martsha
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.34598

Abstract

Generasi Z merupakan sosok yang mencari makna lebih dalam mengenai pekerjaan dan kehidupan mereka dengan memandang pentingnya work life balance mereka terhadap kehidupan pribadi mereka. Generasi Z juga memiliki potensi besar untuk menghadapi masa depan mereka lebih baik dengan meningkatkan efikasi diri dan cenderung merasa puas dengan peran pekerjaan mereka jika diberikan kesempatan untuk dapat memilih karir mereka berjalan sesuai dengan ekspetasi yang diharapkannya. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh efikasi diri, work life balance, career choice terhadap kinerja karyawan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden adalah para karyawan yang berusia 12 hingga 27 tahun, dengan lokasi di Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel efikasi diri, work-life balance dan career choice memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan jika efikasi diri meningkat disertai adanya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi dan juga adanya pilihan karir yang sesuai harapan, maka kinerja Generasi Z dapat ditingkatkan. Implikasi praktisnya mencakup pentingnya kebijakan organisasi yang fleksibel dan pengembangan program pelatihan untuk meningkatkan efikasi diri serta mendukung keseimbangan kerja dan pilihan karir karyawan.   Generation Z is a figure who seeks deeper meaning about their work and life by considering the importance of  their work-life balance to their personal lives. Generation Z also has great potential to face their future better by increasing self-efficacy and tends to feel satisfied with their job role if given the opportunity to be able to choose their career to run according to their expectations. The purpose of this study is to see the influence of self-efficacy, work life balance, and career choice on the performance of Generation Z employees.  Respondents are employees aged 12 to 27 years, with locations in West Jakarta. The results of the study showed that the variables of self-efficacy, work-life balance and career choice had a positive and significant influence on performance. This shows that if self-efficacy increases accompanied by a balance between work and personal life and also the existence of career choices that meet expectations, then the performance of Generation Z can be improved. Practical implications include the importance of flexible organizational policies and the development of training programs to improve self-efficacy and support employees' work-life balance and career choices.
PERAN USER GENERATED CONTENT DAN DESTINATION IMAGE DALAM MEMBENTUK SATISFACTION DAN REVISIT INTENTION KE CANDI BOROBUDUR Willyanto, Vinnie; Tunjungsari, Hetty Karunia
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.34929

Abstract

Keberhasilan industri pariwisata di masa kini tidak terlepas dari citra positif dari sebuah destinasi yang pada akhirnya dapat membentuk kepuasan dan intensi berkunjung kembali wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran User Generated Content (UGC) dan Destinatinon Image dalam membentuk Satisfaction dan Revisit Intention wisatawan. Destinasi yang diteliti adalah Candi Borobudur, salah satu destinasi yang dikenal sebagai situs warisan bersejarah oleh UNESCO. Penelitian ini menguji bagaimana konten yang dibuat pengguna (UGC) dan persepsi terhadap suatu destinasi (Destination Image)saling berinteraksi untuk memengaruhi perilaku wisatawan, dalam hal ini adalah Satisfaction dan Revisit Intention ke Candi Borobudur. Data diperoleh melalui survey yang melibatkan 100 responden wisatawan Candi Borobudur dari golongan Gen Z. Temuan penelitian menekankan pentingnya UGC dalam membentuk Destination Image, yang berdampak signifikan pada Satisfaction wisatawan. Pengujian efek mediasi Destination Image dalam pengaruh UGC pada Satisfaction dan Revisit Intention menunjukkan bahwa Satisfaction menjadi pendorong utama Revisit Intention wisatawan untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut. Keaslian penelitian ini terletak pada penggabungan perspektif UGC, Destination Image, Satisfaction, dan Revisit Intention dalam satu kerangka analisis yang kohesif. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup rekomendasi bagi pemasar destinasi untuk memanfaatkan UGC secara efektif dalam strategi pemasaran mereka dan mengelola Destination Image secara strategis. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika perilaku wisatawan di era digital dan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.   The success of the tourism industry today is inseparable from the positive image of a destination that can ultimately form tourists’ satisfaction revisit intention. This study aims to examine the role of User Generated Content (UGC) and destination imagery in shaping tourist satisfaction and their intention to revisit. The destination studied is Borobudur Temple, one of the destinations known as a historical heritage site by UNESCO. This study examines how user-generated content (UGC) and perception of a destination interact with each other to influence tourist behavior, in this case satisfaction and intention to revisit Borobudur Temple. The data was obtained through a survey involving 100 Borobudur Temple tourist respondents from the Gen Z group. Testing the mediating effect of destination image on the influence of UGC on satisfaction and intention to revisit shows that this satisfaction, then, becomes the main driver of tourists' intention to revisit the destination. The authenticity of this research lies in the incorporation of UGC perspectives, destination images, satisfaction, and intention to return in one cohesive analytical framework. The practical implications of this study include recommendations for destination marketers to make effective use of UGC in their marketing strategies and strategically manage destination imagery. This research contributes to a deeper understanding of the