cover
Contact Name
Henny
Contact Email
henny@fe.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmieb@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
ISSN : 25796224     EISSN : 25796232     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Muara diterbitkan dalam rangka mendukung upaya pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan jumlah publikasi ilmiah di tingkat Nasional. Jurnal Muara ini juga dapat menjadi wadah publikasi bagi para mahasiswa (S1, S2 maupun S3) dan dosen di lingkungan perguruan tinggi.
Arjuna Subject : -
Articles 443 Documents
APAKAH TIKTOK LIVE STREAMING SHOPPING MEMPERBURUK PERILAKU KEUANGAN GENERASI Z Yukianti, Chiara Rizka; MN, Nuryasman
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.32698

Abstract

Perkembangan teknologi dan digitalisasi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk pola konsumsi dan pengelolaan keuangan. Generasi Z yang tumbuh di era digital, lebih rentan terhadap perilaku konsumtif akibat paparan media sosial, khususnya melalui fitur live streaming shopping di platform seperti TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor berikut, pengaruh literasi keuangan pada perilaku keuangan, pengaruh pengendalian diri pada perilaku keuangan, dan pengaruh sikap keuangan pada perilaku keuangan. Sampling non-probability digunakan, dan sampling purposive digunakan untuk penentuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner Google Form yang diakses secara online, yang terdiri dari 325 orang yang menjawab. Model equation struktural (SEM) adalah metode analisis data yang digunakan. Penelitian ini menggunakan SmartPLS untuk mengolah data. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari generasi Z yang sering melakukan transaksi di TikTok Shop live streaming di wilayah JABODETABEK (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Penelitian ini menemukan bahwa literasi keuangan dan sikap keuangan memiliki dampak positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan generasi Z yang melakukan transaksi di JABODETABEK melalui live streaming TikTok. Sebaliknya, pengendalian diri memiliki dampak negatif dan tidak signifikan terhadap perilaku keuangan mereka. Hasil temuan ini dapat menjadi wawasan dalam membuat kebijakan keuangan yang lebih adaptif di era digital dan pengendalian diri dalam pengambilan keputusan finansial.   The development of technology and digitalization has changed various aspects of life, including consumption patterns and financial management. Generation Z, who grew up in the digital era, is more susceptible to consumptive behavior due to exposure to social media, especially through live streaming shopping features on platforms such as TikTok. This study aims to determine the following factors, the influence of financial literacy on financial behavior, the influence of self-control on financial behavior, and the influence of financial attitudes on financial behavior. Non-probability sampling was used, and purposive sampling was used for determination. Data were collected through a Google Form questionnaire accessed online, consisting of 325 people who responded. Structural equation modeling (SEM) is the data analysis method used. This study uses SmartPLS to process the data. The sample in this study consisted of generation Z who often made transactions on TikTok Shop live streaming in the JABODETABEK area (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi). This study found that financial literacy and financial attitudes have a positive and significant impact on the financial behavior of generation Z who make transactions in JABODETABEK via TikTok live streaming. Conversely, self-control has a negative and insignificant impact on their financial behavior. These findings can provide insight into creating more adaptive financial policies in the digital era and self-control in financial decision making.
GREEN HRM ON EMPLOYEE PERFORMANCE: THE ROLE OF EMPLOYEE ENGAGEMENT AS A MEDIATOR Permadi, I Komang Oka; Agustina, Ida Ayu Sintha
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.32766

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji dampak Green HRM (G-HRM) terhadap kinerja karyawan (EP) dan mengeksplorasi peran mediasi employee engagement (EE) dalam hubungan tersebut. Meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan lingkungan mendorong banyak perusahaan, termasuk di sektor jasa, untuk menerapkan kebijakan G-HRM. Kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai tujuan lingkungan tetapi juga untuk meningkatkan keterlibatan dan kinerja karyawan, mengingat pentingnya peran karyawan dalam mendukung tujuan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini dilakukan di sektor kebugaran, yang memiliki karakteristik unik berupa interaksi langsung antara karyawan dan pelanggan. Populasi penelitian terdiri dari 234 karyawan, dengan sampel yang diambil secara proporsional sebanyak 70 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur persepsi karyawan terhadap praktik G-HRM, tingkat keterlibatan mereka, dan kinerja di tempat kerja. Data dianalisis menggunakan pendekatan PLS-SEM dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4.0.9.9 untuk menguji hubungan antar variabel serta peran mediasi EE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa G-HRM memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap EP, yang mengindikasikan bahwa kebijakan keberlanjutan yang efektif dapat meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu, G-HRM juga ditemukan berpengaruh positif terhadap EE, di mana karyawan yang merasa terlibat dalam inisiatif hijau perusahaan cenderung lebih termotivasi dan komitmen terhadap pekerjaannya. EE sendiri memiliki dampak positif signifikan terhadap EP, mendukung temuan bahwa karyawan yang lebih terlibat cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik. Analisis mediasi menunjukkan bahwa EE memediasi secara signifikan pengaruh G-HRM terhadap EP, yang berarti keterlibatan karyawan memperkuat hubungan antara kebijakan hijau dan kinerja. Temuan ini memberikan kontribusi penting pada literatur G-HRM, khususnya di sektor jasa kebugaran, serta merekomendasikan pentingnya strategi yang mendorong keterlibatan karyawan dalam inisiatif keberlanjutan untuk mencapai kinerja optimal.   The researchers behind this study set out to examine the connection between Green HRM (G-HRM) and employee performance (EP), with a focus on the mediating function of employee engagement (EE). With more and more focus on environmental sustainability, more businesses, even those in the service industry, are adopting G-HRM practices. Because employees are the backbone of the company's sustainability efforts, these rules have two purposes: first, to improve environmental outcomes; and second, to increase employee engagement and performance. This study's setting was the fitness industry, which stands out due to the high volume of one-on-one interactions between clients and business professionals. A total of 234 employees make up the research population, and 70 of them participated in the survey. We used a questionnaire to gauge how engaged workers are, how they feel about G-HRM practices, and how well they do their jobs. In order to examine the mediating function of EE and the correlations between variables, the data was examined by means of the PLS-SEM method with the assistance of SmartPLS version 4.0.9.9 software. Effective sustainability policies have the potential to boost employee performance, as revealed by the results of the research, which show that G-HRM significantly impacts EP directly. Employee engagement (EE) is another area that benefits from G-HRM. When workers are a part of the company's environmental efforts, they are more invested in their job and more likely to go above and beyond. The fact that EE has a favorable effect on EP lends credence to the idea that engaged workers are more productive. According to the mediation research, EE has a crucial mediating role between G-HRM and EP, which means that green policies and performance are strengthened when employees are involved. These results suggest that tactics that promote employee engagement in sustainability efforts are crucial for attaining peak performance, and they add significantly to the G-HRM literature, especially in the fitness service industry.
PERAN EFIKASI DIRI SEBAGAI MEDIATOR PENENTU INTENSI BERWIRAUSAHA Angelene, Hosella; Puspitowati, Ida
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v8i2.33423

Abstract

Rasio wirausaha di Indonesia yang masih rendah, yaitu 3,47%, menunjukkan kebutuhan peningkatan wirausaha, terutama di kalangan terdidik, sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menguji secara empiris pengaruh pendidikan kewirausahaan, pola pikir kewirausahaan, dan kreativitas terhadap intensi berwirausaha mahasiswa di Jakarta Barat dengan efikasi diri kewirausahaan sebagai mediator. Pemilihan sampel menggunakan metode non-probability dengan teknik purposive sampling. Sampel berjumlah 210 mahasiswa dari empat universitas swasta di Jakarta Barat yang telah menerima atau sedang menempuh pendidikan kewirausahaan serta terlibat dalam aktivitas kewirausahaan. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan structural equation modeling dengan SmartPLS 4. Penelitian ini menemukan pengaruh yang signifikan antara pendidikan kewirausahaan, kreativitas dan efikasi diri dengan intensi berwirausaha, sedangkan, pola pikir kewirausahaan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap intensi berwirausaha. Selain itu, pengaruh yang signifikan ditemukan dalam hubungan pendidikan kewirausahaan dan kreativitas dengan efikasi diri. Penelitian ini juga menemukan bahwa efikasi diri memediasi secara parsial pengaruh pendidikan kewirausahaan dan kreativitas terhadap intensi berwirausaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan rancangan program pendidikan kewirausahaan yang lebih optimal, terutama dalam meningkatkan kreativitas, efikasi diri, dan intensi berwirausaha mahasiswa.   The entrepreneurship ratio in Indonesia, which remains low at 3.47%, highlights the need for increased entrepreneurship, particularly among the educated, as a driver of Indonesia's economic growth. This study was conducted to empirically examine the impact of entrepreneurship education, entrepreneurial mindset, and creativity on students' entrepreneurial intention in West Jakarta, with entrepreneurial self-efficacy as a mediator. The sample was selected using a non-probability method with purposive sampling. The sample consisted of 210 students from four private universities in West Jakarta who had received or were currently undertaking entrepreneurship education and were involved in entrepreneurial activities. Data was collected through an online questionnaire and analyzed using structural equation modeling with SmartPLS 4. The study found a significant effect of entrepreneurship education, creativity, and self-efficacy on entrepreneurial intention, while the entrepreneurial mindset had a positive but not significant effect on entrepreneurial intention. Additionally, a significant effect was found in the relationship between entrepreneurship education and creativity with self-efficacy. The study also found that self-efficacy partially mediates the effect of entrepreneurship education and creativity on entrepreneurial intention. The results of this study are expected to provide input for the design of more optimal entrepreneurship education programs, especially in enhancing creativity, self-efficacy, and students' entrepreneurial intention.
TINDAKAN LANJUTAN BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA: DAMPAK KETIDAKPASTIAN TERHADAP MEDIASI AFFORDABLE LOSS DAN EKSPERIMENTAL Selamat, Frangky; Ruslim, Tommy Setiawan; Linadi, Clarissa; Sarta, Raymond Win
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33036

Abstract

Hasil pendidikan kewirausahaan banyak yang berhenti sebatas intensi. Intensi perilaku adalah determinan terbaik untuk perilaku tertentu termasuk berwirausaha. Terdapat kesenjangan antara intensi dengan perilaku berwirausaha, yaitu kemungkinan variabel lain yang dapat menjelaskan perilaku. Tujuan penelitian ini untuk menginvestigasi pengaruh intensi implementasi terhadap tindakan lanjutan berwirausaha dengan mediasi perilaku affordable loss dan eksperimental, di mana persepsi ketidakpastian menjadi moderator antara perilaku affordable loss dan eksperimental dengan tindakan lanjutan berwirausaha, pada mahasiswa yang mengambil peminatan kewirausahaan. Kuesioner dibagikan dalam dua tahap kepada mahasiswa yang mengikuti program kewirausahaan, yaitu ketika mahasiswa mengidentifikasi dan merancang model bisnis hingga mengimplementasikan bisnis. Terdapat 124 mahasiswa yang bersedia disurvei, namun hanya 100 yang layak diolah dan dianalisis. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa intensi implementasi tidak memengaruhi tindakan lanjutan berwirausaha secara langsung, namun melalui eksperimental. Mediasi dari affordable loss terhadap tindakan lanjutan berwirausaha bersifat tidak signifikan. Sementara moderasi dari variabel persepsi ketidakpastian antara affordable loss dan eksperimental dengan tindakan lanjutan berwirausaha menunjukkan arah positif tetapi tidak signifikan. Implikasi dari penelitian ini ditujukan kepada pengelola program kewirausahaan agar memperkuat pendampingan kepada para mahasiswa agar lebih yakin dan berani mengambil risiko yang terukur ketika memutuskan untuk berwirausaha serta mengembangkan perilaku eksperimental   The results of entrepreneurship education often stop at the intention. Behavioral intention is the best determinant for certain behaviors, including entrepreneurship. There is a gap between intention and entrepreneurial behavior. There are still other possible variables that can explain behavior. This study aims to investigate the effect of implementation intention on subsequent entrepreneurial action with affordable loss and experimental mediation, where the perception of uncertainty moderates between affordable loss and experimental with subsequent entrepreneurial action in students who take an entrepreneurial interest. The questionnaire was distributed in two stages to students who took the entrepreneurship program, namely when students identified and designed a business model to implement the business. One hundred twenty-four students were willing to be surveyed, but 100 questionnaires were worthy of being processed and analyzed. The study showed that implementation intentions did not directly affect subsequent entrepreneurial actions but through experimental behavior. The mediation of affordable loss in the influence of implementation intentions on subsequent entrepreneurial actions is not significant. Meanwhile, the moderation of uncertainty perceptions in the relationship between affordable loss and experimental with entrepreneurial subsequent actions showed a positive direction but was insignificant. The implications of this research focus on entrepreneurship program managers to enhance mentoring for students, promoting their confidence and encouraging them to take measured risks when deciding to become entrepreneurs and develop experimental behaviors.
PERAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP STEREOTIP GENDER WANITA GENERASI Z BERWIRAUSAHA Djaja, Tara Clarissa; Soelaiman, Lydiawati
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33168

Abstract

Wanita memiliki potensi besar dalam dunia wirausaha, namun stereotip gender sering kali menjadi hambatan bagi wanita untuk memulai usaha. Generasi Z, sebagai generasi yang lebih inklusif terhadap kesetaraan gender memiliki potensi untuk mengembangkan intensi berwirausaha dibandingkan generasi sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh stereotip gender dan dukungan sosialterhadap intensi berwirausaha dengan menggunakan efikasi diri (ED) sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 169 wanita generasi Z yang berdomisili di Jakarta menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring dan luring, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis data Partial Least Square – Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stereotip gender tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap intensi berwirausaha wanita Generasi Z. Namun, akan berpengaruh signifikan jika terdapat efikasi diri sebagai variabel mediasi. Selain itu, dukungan sosial terbukti dapat memengaruhi intensi berwirausaha secara signifikan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui efikasi diri. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya peran efikasi diri dan dukungan sosial dalam pemberdayaan kewirausahaan berbasis gender guna menciptakan lingkungan kewirausahaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk wirausaha wanita.   Women have significant potential in the entrepreneurial world; however, gender stereotypes often hinder women from starting their businesses. As a generation more inclusive toward gender equality, Generation Z has the potential to develop stronger entrepreneurial intentions than previous generations. This study examines the influence of gender stereotypes and social support on entrepreneurial intentions, using self-efficacy as a mediating variable. The study utilized a sample of 169 Generation Z women residing in Jakarta, selected using the purposive sampling method. Data was collected through online and offline questionnaire distribution and analyzed using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that gender stereotypes do not have a significant direct influence on the entrepreneurial intentions of Generation Z women. However, they do have a significant effect when mediated by self-efficacy. Furthermore, social support significantly influences entrepreneurial intentions directly and indirectly through self-efficacy. This study provides insights into the crucial role of self-efficacy and social support in gender-based entrepreneurial empowerment, aiming to create a more inclusive and sustainable entrepreneurial environment for women entrepreneurs.
PENGARUH STRUKTUR ASET DAN LIKUIDITAS TERHADAP KEBIJAKAN HUTANG DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA Viriany, Viriany; Wirianata, Henny; Tandri, Beatrice Tannessia; Niandra, Ratna
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33588

Abstract

Di tengah lanskap bisnis yang dinamis, asumsi going concern menjadi pertimbangan bagi perusahaan dalam mempertahankan stabilitas finansial jangka Panjang. Beberapa perusahaan cenderung memakai sumber dana dari eksternal (misalnya saham atau hutang) karena sumber terhadap modal bisa lebih luas dan jangka waktunya untuk memperoleh pendanaan juga lebih singkat. Namun bagaimana perusahaan mengelola pendanaan eksternal antara hutang dan saham, sering kali dipengaruhi oleh serangkaian faktor krusial, seperti struktur aset, likuiditas, risiko bisnis, dan kebijakan dividen dapat memengaruhi regulasi hutang dalam perusahaan. Penelitian ini menganalisis struktur aset dan likuiditas, dengan mempertimbangkan peran moderasi profitabilitas, secara signifikan mempengaruhi kebijakan hutang perusahaan manufaktur di Indonesia. Metode yang dipakai yaitu purposive sampling pada perusahaan manufaktur barang konsumsi yang tercatat di BEI selama 2021-2023. Analisis data dilakukan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan perangkat lunak Eviews 12 SV. Hasil analisis menerangkan bahwa struktur aset mempengaruhi kebijakan hutang secara negatif signifikan. Disamping itu, ditemukan bahwa likuiditas tidak mempengaruhi kebijakan hutang secara signifikan. Pada penelitian ini, profitabilitas terbukti mampu memperkuat hubungan antara variabel struktur aset terhadap kebijakan hutang, namun tidak mampu memperkuat hubungan antara variable likuiditas pada kebijakan hutang. Pengelolaan yang baik terhadap struktur aset dan likuiditas dapat meningkatkan efektivitas kebijakan hutang, sehingga dapat mengurangi risiko kebangkrutan dan meningkatkan kinerja finansial. Manajemen yang bijaksana dalam merancang kebijakan hutang sangat penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan meminimalkan risiko di masa depan.   Amidst the dynamic business landscape, the going concern assumption is a consideration for companies in maintaining long-term financial stability. Some companies tend to utilize external funding sources (such as equity or debt) because the capital sources can be broader and the timeframe for obtaining funding is also shorter. However, how companies manage external funding between debt and equity is often influenced by a series of crucial factors, such as asset structure, liquidity, business risk, and dividend policy, which can affect debt regulation within a company. This research analyzes whether asset structure and liquidity, considering the moderating role of profitability, significantly influence the debt policy of manufacturing companies in Indonesia. The method used is purposive sampling on consumer goods manufacturing companies listed on the IDX during 2021-2023. Data analysis was conducted using Moderated Regression Analysis (MRA) with Eviews 12 SV software. The analysis results indicate that asset structure negatively and significantly affects debt policy. In addition, it was found that liquidity does not significantly affect debt policy. In this study, profitability was proven to strengthen the relationship between the asset structure variable and debt policy, but it was not able to strengthen the relationship between the liquidity variable and debt policy. Good management of asset structure and liquidity can enhance the effectiveness of debt policy, thereby reducing the risk of bankruptcy and improving financial performance. Wise management in designing debt policy is very important for improving company performance and minimizing future risks.
PERAN KETERIKATAN EMOSIONAL DAN KUALITAS YANG DIRASAKAN DALAM MEMBENTUK KESETIAAN PELANGGAN SABUN WAJAH MELALUI KEPUASAN Hadiwidjajalu, Kentji; Keni, Keni
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33823

Abstract

Peningkatan perhatian terhadap perawatan kulit pada masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, menyoroti peran penting sabun pembersih wajah sebagai elemen utama dalam rutinitas harian. Namun, penelitian yang mengkaji pengaruh keterikatan emosional terhadap loyalitas pelanggan berdasarkan dua dimensi (attitudinal loyalty dan behavioral loyalty) dalam sektor pembersih wajah masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah keterikatan emosional dan kualitas yang dirasakan berpengaruh terhadap kepuasan dan kesetiaan pelanggan, serta apakah kepuasan pelanggan memediasi pengaruh tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif, dimana data dikumpulkan melalui kuesioner secara daring dari 165 responden di Jakarta yang dipilih secara convenience sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterikatan emosional dan kualitas yang dirasakan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan dan kesetiaan pelanggan. Selain itu, kepuasan pelanggan memiliki peran mediasi yang krusial dalam pengaruh tersebut. Temuan tersebut memberikan wawasan strategis bagi industri perawatan kulit, khususnya mengenai pentingnya memperkuat hubungan emosional dan menjaga kualitas produk untuk mendorong kepuasan dan retensi pelanggan. Oleh sebab itu, perusahaan sabun wajah disarankan untuk berfokus pada penyampaian kualitas produk yang konsisten dan menciptakan hubungan emosional yang mendalam dengan pelanggan untuk membedakan diri di pasar yang kompetitif. The increasing attention to skincare among Indonesians, particularly the younger generation, highlights the critical role of facial cleansers as a key element in daily routines. However, studies examining the influence of emotional attachment on customer loyalty based on two dimensions (attitudinal and behavioral loyalty) in the facial cleanser sector are very limited. Therefore, this research aims to identify whether emotional attachment and perceived quality have an impact on customer satisfaction and loyalty, and whether customer satisfaction mediates these relationships. This study was conducted by using a quantitative approach, whereas data were collected by using an online questionnaire from 165 respondents in Jakarta who were selected by using the convenience sampling method. Data analysis was conducted by using Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 software. This study showed that emotional attachment and perceived quality have a positive and significant influence on customer satisfaction and loyalty. Furthermore, customer satisfaction plays a crucial mediating role in these relationships. These findings provide strategic insights for the skincare industry, particularly regarding the importance of strengthening emotional bonds and maintaining product quality to enhance customer satisfaction and retention. Hence, companies are advised to focus on delivering consistent product quality and fostering deep emotional connections with customers to stand out in a competitive market.
DIGITAL TRANSFORMATION OF ACCOUNTING THROUGH ARTIFICIAL INTELLIGENCE: A QUALITATIVE STUDY ON MSMES IN SURABAYA Anggraini, Dwi Pratiwi; Santoso, Rudi
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses transformasi digital akuntansi melalui penerapan Artificial Intelligence (AI) pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya pemahaman dan adopsi teknologi AI dalam sistem pencatatan dan pelaporan keuangan oleh pelaku UMKM, padahal digitalisasi sudah mulai diterapkan secara umum. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 12 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Purposive sampling dan teknik bola salju digunakan untuk mendapatkan informan yang relevan, dan data dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI masih terbatas pada fitur-fitur sederhana seperti otomatisasi input data dan klasifikasi transaksi, dengan pemahaman yang sangat beragam di antara pelaku usaha. Tantangan utama termasuk infrastruktur digital yang terbatas, literasi teknologi yang rendah, dan resistensi budaya organisasi terhadap perubahan. Strategi adaptif yang muncul antara lain pelatihan praktis berbasis kebutuhan dan pendampingan digital. Penelitian ini memiliki keterbatasan cakupan geografis dan jumlah informan, sehingga tidak dapat digeneralisasi secara luas. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk memeriksa integrasi AI lebih lanjut dalam skala nasional serta melibatkan aktor eksternal seperti penyedia teknologi dan pembuat kebijakan.   This research aims to explore the process of digital transformation of accounting through the application of Artificial Intelligence (AI) in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Surabaya. The main problem raised is the low understanding and adoption of AI technology in the financial recording and reporting system by MSME actors, even though digitalization has begun to be applied in general. Using a descriptive qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with 12 MSME actors from various business sectors. Purposive sampling and snowball techniques were used to obtain relevant informants, and data were analyzed using thematic analysis methods. The results show that the use of AI is still limited to simple features such as data input automation and transaction classification, with widely varying understandings among business actors. Key challenges include limited digital infrastructure, low technology literacy, and organizational culture resistance to change. Adaptive strategies that have emerged include practical needs-based training and digital mentoring. This study has limitations in geographical coverage and the number of informants, so it cannot be generalized widely. Further research is suggested to examine the integration of AI further on a national scale as well as involving external actors such as technology providers and policymakers.
FAKTOR PENENTU BUSINESS RESILIENCE PADA PERUSAHAAN PROPERTI DAN REAL ESTATE DI JABODETABEK Indarto, Antonius; Widoatmodjo, Sawidji
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.33878

Abstract

Pertumbuhan sektor properti maupun real estate telah menjadikannya sebagai pilar penting dalam mendukung laju pembangunan ekonomi nasional. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menguji bagaimana pengaruh Dynamic Capability dan Transformational Leadership terhadap Business Resilience dengan Readiness to Change sebagai variabel mediasi. Penelitian dilakukan pada beberapa perusahaan properti maupun real estate di wilayah Jabodetabek dengan melibatkan 223 responden yang sebagian besar merupakan perempuan, berada pada posisi manajerial, dan bekerja di lokasi strategis seperti Jakarta. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif menggunakan teknik analisis PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Transformational Leadership berpengaruh secara signifikan terhadap Business Resilience, baik secara langsung maupun melalui mediasi Readiness to Change. Sementara itu, Dynamic Capability memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Business Resilience secara langsung, namun tidak menunjukkan pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui Readiness to Change. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional dalam membentuk kesiapan organisasi menghadapi perubahan dan memperkuat ketahanan bisnis. Implikasi hasil penelitian memberikan insight bahwa perusahaan perlu mendorong gaya kepemimpinan transformasional dan secara aktif membangun kapabilitas dinamis untuk meningkatkan daya tahan terhadap perubahan pasar dan krisis di masa depan.   The growth of the property and real estate sector has made it an important pillar in supporting the pace of national economic development. The study was conducted to examine how Dynamic Capability and Transformational Leadership influence Business Resilience with Readiness to Change as a mediating variable. The study was conducted in several property and real estate companies in the Jabodetabek area involving 223 respondents, most of whom were women, in managerial positions, and working in strategic locations such as Jakarta. The method used was a quantitative method and used the Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis technique. The results of the study showed that Transformational Leadership had a significant effect on Business Resilience, both directly and through the mediation of Readiness to Change. Meanwhile, Dynamic Capability had a significant effect on Business Resilience directly, but did not show a significant indirect effect through Readiness to Change. This finding confirms the importance of the role of transformational leadership in shaping organizational readiness to face change and strengthening business resilience. The implications of the research results provide insight that companies need to encourage a transformational leadership style and actively build dynamic capabilities to increase resilience to market changes and future crises.
DETERMINANTS OF LIFE INSURANCE PURCHASE DECISIONS: THE MEDIATING ROLE OF BRAND TRUST Clara, Catharina; Dwiputra, Benito
Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmieb.v9i1.34362

Abstract

Industri asuransi jiwa di Indonesia menghadapi tantangan dalam memahami faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan produk, persepsi risiko, pengaruh sosial, dan kepercayaan merek terhadap keputusan pembelian asuransi jiwa. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 279 pemegang polis asuransi jiwa berusia 25 hingga 55 tahun di berbagai kota besar di Indonesia. Kuesioner didistribusikan melalui agen asuransi, platform daring, dan jaringan komunitas keuangan untuk memastikan partisipasi responden yang beragam dengan tingkat literasi keuangan dan minat terhadap asuransi yang bervariasi. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk menguji efek langsung dan tidak langsung dari variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi risiko dan pengaruh sosial memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan kepercayaan merek berperan sebagai mediator penting, terutama dalam mengubah persepsi risiko menjadi tindakan pembelian. Sebaliknya, pengetahuan produk tidak menunjukkan pengaruh signifikan, baik secara langsung maupun melalui kepercayaan merek, yang mengindikasikan bahwa konsumen dengan pengetahuan lebih tinggi cenderung mengandalkan evaluasi pribadi daripada reputasi merek. Temuan ini menekankan pentingnya membangun kepercayaan merek untuk mengurangi ketidakpastian dalam keputusan pembelian yang bersifat high-risk seperti asuransi jiwa. Kesimpulannya, perusahaan asuransi perlu fokus pada strategi komunikasi dan manajemen merek yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, meminimalkan persepsi risiko, dan mendorong keputusan pembelian di pasar berkembang seperti Indonesia.   The life insurance industry in Indonesia faces challenges in understanding the factors that influence consumer purchase decisions. This study aims to analyze the effects of product knowledge, perceived risk, social influence, and brand trust on life insurance purchase decisions. Data were collected through a survey of 279 life insurance policyholders aged 25 to 55 in major Indonesian cities. The questionnaire was distributed via insurance agents, online platforms, and financial community networks to ensure diverse respondent participation with varying levels of financial literacy and interest in insurance. Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) was then used to test both direct and indirect effects of these variables. The results indicate that perceived risk and social influence have significant positive effects on purchase decisions, with brand trust serving as a crucial mediating factor, especially in converting perceived risk into purchase action. In contrast, product knowledge does not show a significant effect, either directly or through brand trust, suggesting that better-informed consumers may rely more on personal evaluation than brand reputation. These findings highlight the importance of building brand trust to reduce uncertainty in high-risk purchase decisions such as life insurance. In conclusion, insurance companies should focus on effective communication strategies and brand management to enhance consumer trust, mitigate perceived risk, and encourage purchase decisions in a developing market context like Indonesia.