cover
Contact Name
Auladuna
Contact Email
auladuna9@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
auladuna9@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : 26569523     EISSN : 26571269     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Auladuna merupakan jurnal pendidikan guru madrasah ibtidaiyah dikelola oleh Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Kegurua Institut Agama Islam Al-Falah As-sunniyyah Kencong. Jurnal Auladuna mencakup tentang pendidikan terutama dalam, kajian, aplikasi teori, hasil penelitian, dan pengajaran dalam bidang keilmuan ranah pendidikan dasar dalam program studi Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun dan menjadi sarana bagi peneliti, akademisi, dan praktisi yang tertarik dengan kajian pendidikan dan pembelajaran dasar dan berkeinginan untuk menyalurkan pemikiran dan temuannya, terutama yang berkaitan dengan Kajian dalam bidang keilmuan di madrasah ibtidaiyah / sekolah dasar. Artikel yang dimuat adalah hasil penelitian, telaah ilmiah dan kritis atas isu penting dan terkini yang tercakup dalam pembidangan jurnal.
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
Dasar-Dasar Kebijakan Kurikulum di Madrasah Ibtidaiyah M. Bustanul Ulum; Mar’atus Sholihah
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.374

Abstract

Curriculum policies that change frequently are influenced by one basis that dominates and affects other policy bases. Political basis is the main key in curriculum development in madrasah ibtidaiyah (elementary school) in order to succeed its education process. The basic curriculum policies in madrasah ibtidaiyah does not only consist of philosophical, psychological, sociological, scientific and technological developments, organizational, and political, but are also closely related to the basis of religion as part of an institution that teaches religious education through formal education. This religious basis is important to be embedded in madrasah ibtidaiyah curriculum as an effort to answer modern problems regarding to the behavior of children and adolescents, especially children. The provision of a religious foundation carried out since childhood is believed to be able to strengthen the formation of good behavior (good morals), as has been implemented by Islamic basic education institutions (madrasah ibtidaiyah) so far by teaching religious subjects separately using the broad fields curriculum design. Kebijakan kurikulum yang sering berubah dipengaruhi oleh salah satu dasar yang mendominasi dan mempengaruhi dasar kebijakan lain. Dasar politik menjadi kunci utama dalam pengembangan kurikulum di madrasah ibtidaiyah untuk menyukseskan proses pendidikan jenjang dasar. Dasar kebijakan kurikulum di madrasah ibtidaiyah tidak hanya terdiri dari dasar filosofis, psikologis, sosiologis, perkembangan IPTEK, organisatoris, dan politik, namun juga sangat lekat dengan dasar agama sebagai bagian dari lembaga yang mengajarkan pendidikan agama melalui pendidikan formal. Dasar agama ini menjadi penting untuk disematkan dalam kurikulum madrasah ibtidaiyah sebagai upaya menjawab permasalahan moderen tentang perilaku anak dan remaja, terutama anak. Pemberian fondasi agama yang dilakukan sejak masa anak-anak dipercayai mampu memperkuat pembentukan perilaku baik (akhlak baik), seperti yang telah diimplementasikan oleh lembaga pendidikan dasar Islam (madrasah ibtidaiyah) selama ini dengan mengajarkan mata pelajaran-mata pelajaran agama secara terpisah dengan menggunakan model the broad fields curriculum design.
Tren: Pendidikan Tahfidz Qur’an Pada Anak Di Rumah Qur'an Ar-Roudhoh Rowotengah Faisol Hakim; Yovita Dyah Permatasari
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.375

Abstract

The education of Tahfidz Al-quran is a trend of Al-qur’an education in modern era. It is a flagship program for elementary schools / madrasahs under the auspices of the Islamic boarding school foundation. This study aims to find out more about what, why and how the process of memorizing the Qur’an students at House of Qur’an Rowotengah was carried out. From the results of observations that have been made, problems arise from parents' concerns about their children who are addicted to gadgets / smartphones. So, parents choose to force their children to join in this program. It used the qualitative research method. The process of extracting data and gathering the information used interview, observation and documentation. The results of this study prove that the memorizing the Qur’an’s education program for children in elementary school / Madrasah at House of Qur’an Rowotengah provides many benefits for students, parents, and the environment / society. The conclusion of this study shows that there are two methods of teaching tahfidz Al-quran, namely; the process of memorizing Al-quran with peer review and by teachers. As well as participating in routine competitions at the sub-district, district and national levels. Thus, this learning program must be cultivated in the community to create students' love for Al-quran. Pendidikan Tahfidz Al-qur’an merupakan sebuah tren-pendidikan Al-qur’an di era modern saat ini. Program kegiatan ini menjadi sebuah program unggulan bagi sekolah dasar/ madrasah yang berada dibawah naungan yayasan pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang apa, mengapa dan bagaimana proses kegiatan Tahfidz Al-qur’an anak didik di Rumah Qur'an Ar-Roudhoh Rowotengah dilaksanakan. Dari hasil observasi yang telah dilakukan, permasalahan muncul dari kekhawatiran orangtua terhadap anak mereka yang addicted terhadap gadget/ smartphone. Sehingga, orangtua memilih untuk memaksa anak mereka mengikuti program Tahfidz. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, proses penggalian data dan innformasi menggunakan tekhnik interview, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa program pendidikan Tahfidz Al-qur’an pada anak di bangku sekolah dasar/ Madrasah di Rumah Qur'an Ar-Roudhoh Rowotengah memberikan banyak manfaat bagi peserta didik, orangtua, serta lingkungan/ masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua metode pengajaran tahfidz Al- qur’an, yaitu: proses hafalan Al- qur’an dengan tijauan sejawat dan oleh ustadzah. Serta mengikuti lomba rutin di tingkat kecamatan, kabupaten dan nasional Sehingga, program pembelajran ini harus di budidayaka
Strategi Guru Dalam Menerapkan Pembelajaran Hots Menggunakan Model Problem Based Learning Ummi Inayati
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.410

Abstract

Education in Indonesia is currently undergoing a significant improvement. Particularly in welcoming the revolution era of the 4.0, which is required learning model with high level-thingking or commonly known as HOTS (Higher Order Thinking Skills). In addition to thinking critically and creatively, problem solving is also included as thinking characters in high-level skills. Solving problems in the learning process trains learners to resolve problems in real life. In fact, not all teachers can simply apply it. Therefore, HOTS learning using the problem based learning model requires strategy for more effective and efficient study. The research methods used in this study are qualitative descriptive, data collection techniques used by conducting observations, interviews in-depth and document research. The key informant in the study was a class III teacher at SDN Lengkong Bojonegoro, while the informant was a class III student. The data obtained is analyzed using interactive models (data collection, data presentation , reduction, drawing conclusions). The results of this study show that the teacher's strategy in implementing HOTS learning is a good problem based learning model. Visible from the indicators used through deep interview to the key informant and the informant. The obstacles experienced are differences in understanding, characteristics, learning style of students when learning, teachers are required to always be creative and innovative packing learning and the limitations of school facilities and infrastructure.
Hubungan Antara Penataan Situasi Belajar Siswa Dengan Hasil Belajar Akidah Akhlak Di Kelas V Mi Nurul Huda Kapongan Situbondo Zainal Arifin
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.411

Abstract

The role of the teacher in classroom management is very important to create a quality learning atmosphere. In principle, the teacher holds two main tasks, namely teaching and classroom management. Teachers as professional educators have a very complex role, not limited to learning activities, teachers also serve as administrators, evaluators, counselors. Management is an art of getting everything done through other people. A good learning process will minimize the possibility of failures and mistakes in learning. It is important for teachers to have the ability to create good teaching and learning conditions and to achieve optimal levels of effectiveness in instructional activities for classroom management skills.The purpose of this research is to prove whether or not there is a relationship between structuring student learning situations and learning outcomes of Islamic education. To achieve the research objectives, a quantitative approach with correlation is used. To obtain accurate research information, the research instrument used was a checklist scale and a document on student learning outcomes. Then the data obtained were analyzed using statistical analysis and product moment formula. The results of this study explain 5% of 0.250 from a 1% confidence interval of 0.325, with N = 60, and the value of rxy = 1.26. So the results of the research analysis explain that there is a relationship between structuring student learning situations and learning outcomes of Islamic education at MI Nurul Huda Kapongan Situbondo. As for students who use structuring learning situations that are good will get better results than students who do not use structuring learning situations that are not good, of course it will affect the results of these students' learning skills, so that they get unsatisfactory results. Peran guru dalam pengelolaan kelas sangat penting untuk menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas, secara prinsip, guru memegang dua tugas pokok, yakni pengajaran dan pengelolaan kelas. Guru sebagai tenaga pendidik profesional memiliki peran yang sangat kompleks, tidak terbatas pada kegiatan pembelajaran, guru juga bertugas sebagai administrator, evaluator, konselor. Manajemen merupakan suatu seni untuk mendapatkan segala sesuatu dilakukan melalui orang lain. Proses pembelajaran yang baik akan meminimalkan kemungkinan terjadinya kegagalan serta kesalahan dalam pembelajaran. Guru penting memiliki kemampuan menciptakan kondisi belajar mengajar yang baik dan untuk mencapai tingkat efektivitas yang optimal dalam kegiatan instruksional kemampuan pengelolaan kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan antara penataan situasi belajar siswa dengan hasil belajar pendidikan Islam. Untuk mencapai tujuan penelitian maka digunakanlah pendekatan kuantitatif dengan korelasi. Untuk memperoleh informasi yang tepat penelitian instrumen penelitian yang digunakan ialah skala ceklis dan dokumen tes hasil belajar siswa. Kemudia data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik dan rumus produk moment. Hasil penelitian ini menjelaskan 5% sebesar 0,250 dari interval kepercayaan 1% sebesar 0,325, dengan N=60, dan nilai rxy = 1,26. Maka dari hasil analisi penelitian menjelaskan terdapat hubungan antara penataan situasi belajar siswa dengan hasil belajar pendidikan Agama Islam di MI Nurul Huda Kapongan Situbondo. Adapun siswa yang menggunakan penataan situasi belajar yang baik akan mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak menggunakan penataan situasi belajar yang tidak baik, tentu akan berpengaruh terhadap hasil kecakapan belajar siswa tersebut, sehingga mendapatkan hasil yang tidak memuaskan.
Memahami Konsep Hermeneutik Dalam Pendidikan Amak Fadholi; Nanang Budianto
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.415

Abstract

On a broader scale, to emphasize that education cannot be separated from hermeneutics, we can ask why in the history of the development of Islamic education in Indonesia there is a heterogeneity of educational institutions, there are pesantren, schools, madrasas, and other non-formal institutions. This is nothing but the result of interpretation. This interpretation continues to develop into fundamental matters influenced by ideological, economic, and political factors, thus giving birth to visions, missions, objectives, and curricula that are relatively different even though the institutions are the same. Nowadays we encounter many schools with different visions, missions, and goals from one school to another. Likewise with pesantren, madrasah, and universities. Dalam skala yang lebih luas, untuk menegaskan bahwa pendidikan itu tidak bisa dilepaskan dari hermeneutika, kita bisa menanyakan mengapa dalam sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia terjadi heterogenitas lembaga pendidikan, ada pesantren, sekolah, madrasah, dan lembaga-lembaga non formal lainnya. Ini tidak lain adalah hasil interpretasi. Interpretasi ini terus berkembang sampai pada hal-hal yang fundamental yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ideologis, ekonomis, maupun politis, sehingga melahirkan visi, misi, tujuan, dan kurikuluin yang relatif berbeda walau pun lembaganya sama. Sekarang ini banyak kita jumpai sekolah-sekolah yang berbeda visi, misi, dan tujuannya antara sekolah yang satu dengan yang lainnya. Demikian juga dengan pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi.
Strategi Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences Ach Syaikhu
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.416

Abstract

Education is one indicator that creates civilized humans. Every human being has basic intelligence that is owned. Where the basic intelligence describes the essence of self or self-wholeness. Without one of these intelligences, a person cannot become a complete and integrated person. Those basic intelligence are: IQ (Intellectual Intelligence), SQ (Spiritual Intelligence), EQ (Emotional Intelligence), and PQ (Physique Intelligence). The learning process is very important as seen by the role of teacher. When the learning process takes place, there is a process of teaching and learning. But this process is not necessarily going well. As for some of the goals that the author wants to achieve in this paper, among others are: 1) To find out what multiple intelligences are 2) To find out a learning strategy based on multiple intelligences. 3) To find out the teaching strategy for multiple intelligences. From this paper, the author hopes that educators will truly be able to master the multiple intelligences that exist in their students. For this reason, teachers must use Multiple Intelligences Research (MIR) to determine the tendency of students' intelligence. Pendidikan merupakan salah satu indikator keberhasilan menciptakan manusia yang beradab. Setiap manusia memiliki kecerdasan dasar yang pasti dimiliki. Dimana kecerdasan dasar tersebut menggambarkan hakikat diri atau keutuhan diri. Tanpa salah satunya seseorang tidak dapat menjadi pribadi yang utuh dan terintegrasi. Kecerdasan dasar tersebut yaitu kecerdasan IQ (Intellectual Intelligence), SQ (Spiritual Intelligence), EQ (Emotional Intelligence), dan PQ (Physique Intelligence). Proses pembelajaran sangat penting yang dipengaruhi peran guru didalamnya. Ketika proses pembelajaran berlangsung ada proses guru mengajar dan siswa belajar. Tetapi belum tentu proses ini berjalan dengan baik. Adapun beberapa tujuan yang ingin penulis capai dalam tulisan ini, antara lain 1) Untuk mengetahui apa itu kecerdasan jamak (multiple intelligences) 2) Untuk mengetahui strategi pembelajaran berbasismultiple intelligences. 3) Untuk mengetahui strategi mengajar multiple intelligences. Dari tulisan ini, Penulis memiliki harapan untuk para pendidik agar benar-benar mampu menguasai kecerdasan jamak yang ada pada peserta didiknya. Untuk itu, guru harus menggunakan Multiple Intelligences Research (MIR) guna mengetahui kecenderungan kecerdasan peserta didik.
Konsep Manajemen Insani Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Guru Di Madrasah Supriadi Supriadi
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.417

Abstract

Teachers have their own problems when it comes to deal with their performances quality they have done so far. One of the problems which is clear that some teachers do not really develop themsleves and do reflections to all their performance processes. Teachers’ performance improvement actually can be improved by two directions in human management concept, that is leader’s and colleague’s supports and motivating themselves to do many reflections. The human management concept that is studied in this article is focused on teachers’ performance improvement by maximize human potential as the first and main components to improve learning quality and education itself. Para guru memiliki problematika tersendiri ketika bersinggungan dengan kualitas kinerja yang dilakukannya. Salah satu problematika yang tampak adalah kurangnya sebagian guru dalam melakukan pengembangan diri dan refleksi terhadap keseluruhan proses kinerja. Peningkatan kinerja guru sebenarnya bisa dilakukan melalui dua arah pada konsep manajemen insani, yaitu dukungan dari pimpinan dan kolega dan memotivasi diri sendiri dengan melakukan banyak refleksi diri. Konsep manajemen insani yang dikaji pada artikel ini berfokus pada peningkatan kinerja guru dengan memaksimalkan potensi manusia sebagai komponen pertama dan utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maupun pendidikan itu sendiri.
Perbedaan Gaya Mengajar Guru Laki-Laki dan Perempuan dalam Mengembangkan Minat Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Rumpun Pendidikan Agama Islam di Kelas X dan Xi Madrasah Aliyah Negeri 2 Jember Tahun Ajaran 2017/2018 Lia Zulfatul Muhasanah
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 2 No 2 (2020): OKTOBER
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v2i2.423

Abstract

Penelitian ini berusaha mengungkapkan pokok permasalahan mengenai, a). Adakah perbedaan gaya mengajar guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAIdikelas X dan XI MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. Dan sub spokok masalahnya a). Adakah perbedaan gaya mengajar klasik guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI di MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. b). Adakah perbedaan gaya mengajar teknologis guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI di MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. c). Adakah perbedaan gaya mengajar personalisasi guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI di MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. d). Adakah perbedaan gaya mengajar interaksional guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI di MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis uji sampel t test. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan umum: a). Tidak ada perbedaan gaya mengajar guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. Kesimpulan khusus: a). Tidak ada perbedaan gaya mengajar klasik guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. b). Tidak ada perbedaan gaya mengajar teknologis guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018.c). Ada perbedaan gaya mengajar personalisasi guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018. d). Tidak ada perbedaan gaya mengajar interaksional guru laki-laki dan perempuan dalam mengembangkan minat belajar siswa pada mata pelajaran rumpun PAI dikelas X dan XI MAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018.
Implementasi Pendidikan Seksualitas Anak melalui Pembelajaran Fikih (Studi Multisitus di MI As-Sunniyyah 45 Kencong dan MIMA 34 Hasyim Asy’ari Ambulu Jember) Dukan Jauhari Faruq
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v3i1.472

Abstract

The implementation of sexuality education in schools provides an important role for child development. With sexuality education through fiqh learning, the teacher can provide habituation and instill the value of responsibility in children by introducing the duties and functions of the limbs based on the gender of the child. This study aims to determine (1) how is the implementation of child sexuality education through the learning of the chapter of the Thaharah chapter of fiqh? This research used a qualitative descriptive approach with a multi-site study, because it was conducted in two educational institutions, namely MIMA 34 Hasyim Asy'ari Ambulu Jember and MI 45 As-Sunniyyah Kencong Jember. Data collection techniques through interviews (with the principal, maple jurisprudence teacher, homeroom teacher, and students), observation, and documentation study developed through research instruments. The results of the research are as follows (1) The implementation of child sexuality education through the learning of the thaharah chapter of fiqh is through: (a) the material on menstruation, circumcision, and the limitations of baligh; (b) the methods used are lectures, question and answer and storytelling; (c) the selected media is a blackboard. (2) Implementation of child sexuality education through fiqh learning in the prayer chapter is through: (a) material on genitals and the differences between men and women in prayer; (b) the methods used are lectures, questions and answers, and demonstrations; (c) the media chosen is a three-dimensional visual tool in the form of artificial objects such as barbie dolls and real objects in the form of students themselves.
Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru dalam Pembelajaran Anisatul Azizah
Auladuna : Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 1 (2021): April
Publisher : Program Studi PGMI, IAI Al-Falah As-Sunniyyah Kencong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/au.v3i1.475

Abstract

Classroom action research is scientific activity that done by the teacher in the classroom that use actions to improve the quality of learning. Beside, classroom action research also helps teacher to improve their profesionalism. Classroom action research very important for teacher, because doing the reasearh can solve learning problem that will helpimprove the quality of education in Indonesia.therefore, researchers will discuss about the urgency of doing classroom action research. Keywords: Classroom action research, teacher, urgency.

Page 5 of 14 | Total Record : 140