cover
Contact Name
Studi Budaya Nusantara
Contact Email
jsbn@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsbn@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Budaya Nusantara
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26211068     DOI : -
Jurnal Studi Budaya Nusantara (SBN) adalah media komunikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Seni dan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya Malang. Jurnal ini dimaksudkan untuk mewadahi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang seni dan budaya Nusantara sebagai bentuk sumbangan masyarakat ilmiah bagi pengembangan wawasan seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Terbit 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
IMPROVING ENGLISH LEARNING CULTURE THROUGH LEARNING MOTIVATION Miftahul Jannah; Sahiruddin Sahiruddin
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A learning culture is needed to facilitate the process of learning English for students and to increase student motivation in learning language (Kim, 2020). This research paper aim to examine and describe Indonesian EFL university students’ motivation whether integrative or instrumental in learning English as foreign language. The method used was quantitative by randomly asking the students  enrolled in undergraduate study program of English Literature in one of the Indonesian universities to fill out a questionnaire adapted from Attitude Motivation Test Battery (AMTB) that was developed by R.C. Gardner (1985). The questionnaire was administered to students who come from 2017 generations to 2020 generations. Moreover, this study also examine whether the differences existed in motivation between old students and new students. The data collected were analyzed by using SPSS program to find out the mean score and standard deviation as to answer the questions of this study. The results indicated that students’ motivation in learning English was more highly instrumental than integrative. This study also revealed that new students had more instrumental motivation and old students had more integrative motivation. Based on the findings, lecturers are expected to improve their way of learning for enhancement the students’ motivation. Learning culture developed should take into account and maintain the motivation of students in language learning.
IDENTIFIKASI PEPALIHAN BEBADUNGAN PADA GEDONG RATU DALEM DI PURA DALEM TOH JAYA I Putu Udiyana Wasista
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian langgam bebadungan penting dilaksanakan mengingat adanya renovasi besar-besaran tanpa memperhatikan warisan pengetahuan bagi generasi penerus tentang arsitektur tradisional Bali. Selain itu, tulisan yang memuat tentang arsitektur langgam bebadungan, khususnya yang spesifik membahas ragam jenis pepalihan bebadungan belum ditemukan. Tulisan ini berisi identifikasi tentang ragam jenis pepalihan bebadungan yang digunakan pada Gedong Ratu Dalem di Pura Dalem Toh Jaya, Banjar Lemintang, Desa Dauh Puri Kaja, Kodya Denpasar. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan penyajian deskriptif. Tulisan ini bertujuan mendokumentasikan dan memberikan sumbangan literasi yang berperan dalam preservasi budaya di Kodya Denpasar. Hasilnya adalah terdapat 10 ragam jenis pepalihan yang digunakan, termasuk ciri spesifik pepalihan langgam bebadungan berupa palih dandan dan palih cakep gula. Seluruhnya divisualkan dalam permainan garis linear, dengan variasi pemasangan bata maju mundur untuk menciptakan kedalaman.
PENGELOLAAN KETAKUTAN MELALUI NILAI TRADISI DI TENGAH PANDEMI COVID-19: KAJIAN MULTISPESIES ANTROPOLOGI Agung Sandi Perdani
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTulisan ini berargumen bahwa virus Covid-19 perlu dilihat dalam satu kesatuan fenomena budaya sehingga batasan culture dan nature dapat dihilangkan dan menghasilkan etnografi yang holistik dan valid. Pendekatan psikologis dan kesehatan cenderung menempatkan virus Covid-19 di luar kebudayaan. Pengelolaan ketakutan di tengah pandemi di masyarakat dilihat tidak kontekstual dan mengabaikan nilai-nilai kebudayaan lokal. Covid-19 perlu ditempatkan sebagai companion species yang setara dengan manusia dalam suatu kebudayaan. Penelitian ini mempelajari masyarakat Desa Kukusan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Data dikumpulkan melalui fieldwork, menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi partisipan dan studi literatur. Temunan penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Kukusan yang agamis dengan masyarakat yang kuat dalam kekerabatannya hidup berdampingan dengan Covid-19 yang dilandasi oleh pengelolaan ketakutan dan rasa malu di tengah pandemi. Pengelolaan ketakutan dan rasa malu pada saat mengalami berbagai kondisi seperti terpapar Covid-19, kematian, dan sakit di tengah pandemi memunculkan anti-fear bagi masyarakat desa Kukusan. Perspektif antropologi medis dan kesehatan yang cenderung antroposentris dan melihat suatu penyakit atau virus terpisah dari manusia membuat seolah-olah Covid-19 hanya sebagai fenomena kesehatan saja. Antropologi dengan pandangan multispesies dalam melihat isu kesehatan mencoba untuk melihat virus Covid-19 sebagai satu kesatuan utuh dalam masyarakat dan menjadi subjek aktif dalam fenomena kesehatan dan budaya. Keywords: multispecies, Covid-19, ketakutan, malu, manajemen ketakutan. AbstractThis paper argues that the Covid-19 virus needs to be seen in a unity of cultural phenomenon so that cultural and nature boundaries can be eliminated and produce holistic and valid ethnography. Psychological and health approaches tend to put the Covid-19 virus outside of culture. The management of fear in the midst of a pandemic in the community is seen as not contextual and ignores local wisdom. Covid-19 virus needs to be placed as a companion species equivalent to humans in a culture. This research studies the community of Kukusan Village, Kendit District, Situbondo Regency. The data is collected through fieldwork, using the methods of in-depth interview, participant observations and literature studies. This research shows that Kukusan Village which is religious with a strong kinship coexists with Covid-19 based on the management of fear and shame in the midst of the pandemic. Managing fear and shame when experiencing various conditions such as exposure to Covid-19 virus, death, and illness in the midst of the pandemic raises anti-fear for the people of Kukusan village. Medical anthropological perspectives that tend to be anthropocentric and see a disease or virus separate from humans make it seem as if Covid-19 is just a health phenomenon. Anthropologists with multispecies perspective in looking at health issues try to see the Covid-19 virus as a whole unity in society and become an active subject in health and cultural phenomena. Keywords: multispecies, Covid-19, fear, shame, management of fear.
BLENDED ONLINE LEARNING CULTURE IN AN INDONESIAN TERTIARY EDUCATION DURING COVID-19 PANDEMIC Kholishotul Mu'ayyadah; Sahiruddin Sahiruddin
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The COVID-19 outbreak caused all schools and tertiary educations to be closed. Based on the government's regulation that all teaching and learning activities should be carried out from home through online platform to reduce the expansion of the COVID-19 outbreak. This pandemic situation has changed learning culture in general (Kim, 2020). This condition also encourages lecturers to apply the blended online learning (BOL) method during a pandemic. This present study explores the effect of implementing the blended online learning during pandemic on the development of English language skills, students' perception concerning benefits, limitations, and suggestion of implementing the blended online learning during pandemic. This research used quantitative method for the data collection by using online questionnaire containing 34 Likert-scale and three open-ended questions. The participants were 86 students in an Indonesian tertiary education. The data were analyzed using SPSS 22 to know the reliability, mean and standard deviation of the data. The result revealed that the development of listening, reading and vocabularies skills were mainly affected by implementation of blended online learning during pandemic. The students also perceived that they could develop internet and computer skill and self-paced learning. Moreover, the major problems of implementing the blended online learning included connectivity, followed by preference for hard books than online material. Pedagogical implication includes the need for students to be familiarized with solving technical problems and providing proper online learning training associated with how to learn effectively at blended online learning.
Gambaran Konsep Suwung pada Masyarakat Jawa Dewasa Awal yang Mengalami Quarter Life Crisis Duhita Adwitya Hapsari
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada setiap fase kehidupan seseorang tentunya memiliki konflik tersendiri yang mempengaruhi karakter seseorang. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh seseorang yang berada pada fase dewasa awal dan lebih tepatnya pada rentang usia 18-30 tahun ialah   permasalahan yang timbul karena memasuki  fase quarter life crisis. Faktor     budaya dapat mempengaruhi bagaimana seseorang menghadapi masalahnya. Salah satunya adalah mencapai tahap suwung. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran konsep suwung pada masyarakat Jawa dewasa awal yang mengalami quarter life crisis. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling dengan studi fenomenologi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua subjek mampu memahami keberadaan Tuhan, memahami posisinya di alam semesta, mengenal diri khusunya pada apa yang dimiliki dan hendak dicapai, melakukan tindakan positif, dan berupaya untuk menghadapi masalah dalam hidup.
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendapatan Para Pedagang Kuliner di Kawasan Wisata PantaiGandoriah Di Kota Pariaman marni novita sari
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu objek wisata yang banyak diminati oleh wisatawan yang yaitu wisata pantai Gandoriah yang terletak di Kelurahan Pasir, Pantai Gandoriah Kota Pariaman menyediakan berbagai jenis kuliner yaitu, jajanan dan makanan tradisional yang berada disepanjang wisata pantai gandoriah. Namun semenjak merebaknya pandemi Covid-19 secara langsung dampak dari kasus ini yang dirasakan adalah menurunya perekonomian masyarakat terutama kepada para pedagang kuliner tersebut. Permasalahan penelitian adalah bagaimana dampak pandemi Covid-19 terhadap pendapatan para pedagang kuliner sehingga dapat bertahan dan bisa mengatasi masalah ekonomi hingga saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak apa saja yang dirasakan oleh para pedagang kuliner sehingga bisa mengatasi masalah ekonomi dan bertahan sampai saat ini.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling atau sengaja berdasarkan tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kategoris berdasarkan ketegori yang telah ada, lalu dilakukan penafsiran dan penarikan kesimpulan untuk menjawab pertanyaan penelitian.            Pandemi Covid-19 telah banyak memberi dampak terhadap pendapatan pedagang yang ada di kawasan wisata Pantai Gandoriah Kota Pariaman. Salah satu dampak yang dirasakan para pedagang yaitu menurunya pendapatan mereka saat berjualan di masa pandemi ini. Mulai dari menurunnya ekonomi keluaraga, hingga sedikitnya penjualan yang mereka terima. Pendapatan yang hari biasa diterima sering melebihi keuntungan namun sejak pandemi ini para pedagang banyak mengalami kerugian saat berjualan terlebih juga banyak aturan yang harus mereka terima saat berjualan. Salah satunya pemberlakukan peraturan yang di buat pemerintah daerah tentang aturan pembukaan warung-warung tempat mereka berjualan serta, perubahan dalam tatanan kehidupan keseharian para pedagang kuliner tersebut mulai kebiasan jam buka warung hingga aturan untuk belanja makan ditempat.  Kata Kunci :  Dampak,  Pedagang  Kuliner , Pandemi Covid-19, Wisata, Pantai Gandoriah.
Isu Multikulturalisme Dalam Transisi Perubahan Dunia Sigit Prawoto
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMultikulturalisme semakin menjadi wacana penting dalam pergaulan dunia seiring dengan meningkatnya penampilan identitas lokal dan klaim teritorial di berbagai negara. Kemunculan beberapa calon pemimpin di banyak negara dan para pemenang kontestasi politik di negara-negara itu dapat dimaknai sebagai reaksi atas persoalan multikulturalisme yang sedang berlangsung. Pengamatan yang dilakukan terhadap wacana politic di beberapa negara Eropa dan Indonesia memperlihatkan bahwa persoalan identitas sedang berhadapan dengan multikulturalisme hari ini. Persoalan pergesekan klaim identitas yang telah berlangsung bertahun-tahun terakumulasi dan mendapatkan tambahan ketika gelombang migrasi besar muncul dari negara lain. Permasalahan multikulturalisme di Indonesia sebagai sisa-sisa pemilihan presiden tahun 2014 masih terlihat jelas hingga saat ini. Persoalan identitas sering muncul dalam wacana publik hingga jargon-jargon nasionalisme dan tindakan tegas dari negara muncul untuk mengimbangi. Abstract Multiculturalism is increasingly becoming an important discourse in the global community, that along with the increasing appearance of local identities and territorial claims. The rise of several candidates for national leaders in many countries and the winners of political contestations in those countries can be interpreted as a reaction to the ongoing multiculturalism problem. Observations made on political discourse in several European countries and Indonesia show that the issue of identity is facing multiculturalism today. The problems of conflicting identity claims that have been going on for years are accumulating and earn reinforcement when large waves of migration occur from other countries. The problems of multiculturalism in Indonesia as a residue of general election of 2014 are still clear to this day. The issue of identity continues to enliven public discourse until the jargons of nationalism and decisive action from the state emerge to compensate.   
Tinggalan Cagar Budaya dalam Akulturasi Budaya Tionghoa di Kota Sibolga Rudiansyah Rudiansyah
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The title of this research is 'Remains of Cultural Heritage in Acculturating Chinese Culture in Sibolga city'. The purpose of this study is to find out how Chinese culture can integrate with coastal communities in Sibolga. The culture that develops can generally be witnessed in various ceremonial ceremonies carried out, such as traditional ceremonies, weddings, celebrations of historic days, festivals, and others. This study uses a descriptive method with a qualitative approach. Qualitative research is expected to produce an in-depth description of speech, writing, and the observable behavior of an individual, group, and society. This study using the basis of acculturation theory. The results of the study indicate that there are inter-community groups that have different cultures, unite and change in nature, so that they become a unique cultural blend, and blend harmoniously.Keywords: heritage; acculturation; Sibolga; public; Chinese 
PERUBAHAN SOSIAL PADA KESENIAN TRADISIONAL EBLEG SINGA MATARAM DI KELURAHAN PANJER KECAMATAN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN Fikar Idham Astriawan; Okta Hadi Nurcahyono; . Yuhastina
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaman yang semakin modern memberikan dampak perubahan sosial pada segala aspek kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah aspek sosial budaya. Dampak perubahan sosial pada aspek sosial budaya di masa modern saat ini dapat dilihat dari banyaknya kesenian tradisional yang mengalami penurunan eksistensi, bahkan ada pula yang mengalami kepunahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan sosial yang terjadi pada kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram di Kelurahan Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen serta bagaimana upaya komunitas dalam mempertahankan kesenian tersebut di masa modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk menganalisis data penelitian ini adalah teori evolusi sosial milik Herbert Spencer. Hasil dari temuan data menunjukan bahwa, perubahan yang terjadi pada kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram ini tidak berada pada segi pakem sendratari kesenian tradisional tersebut. Namun, perubahan yang terjadi diantaranya yaitu antusiasme penonton kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram mengalami peningkatan ukuran (perkembangan) secara bertahap seiring berkembangnya jaman. Keberadaan Ebleg Singa Mataram sebagai kesenian tradisional kuda lumping tertua di Kabupaten Kebumen mengalami kompleksifikasi, hal ini disebabkan oleh adanya proses pengadaptasian dari beberapa komunitas kesenian tradisional kuda lumping lain di Kabupaten Kebumen. Selain itu, perubahan sosial membuat masyarakat terdeferensiasi dan secara tidak langsung regenerasi pada komunitas kesenian tradisional Ebleg Singa Mataram menjadi terhambat.Kata kunci: perubahan sosial, kesenian tradisional, ebleg, modernisasi
Makna Stilasi Corak Motif Batik Tanjungbumi Madura Lulus Sugeng Triandika
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanjungbumi is one of the batik making areas in Madura. Batik Tanjungbumi until now still uses motif patterns for generations. Pattern motif in batik motif is a cultural heritage that has various interpretations of meaning as the background. various patterns of batik motifs are very interesting to be studied as a process and cultural products. Although Tanjungbumi Batik has a characteristic use of plant and animal symbols in its motif pattern. But in Tanjungbumi batik the representation of plant and animal symbols is done by stilation process. It is interesting to be studied more deeply to know how the representation of animal and plant symbols in Tanjungbumi batik pattern. Although there have been many studies on batik, but there is still little discussion of the value and meaning in the pattern of the motif. Moreover, the study of Tanjungbumi batik motif pattern from the perspective of semiotics analysis. This study uses qualitatively discrete methods, with data collection techniques through observation, literature studies, and interviews with resource persons. Charles Sanders Peirce's visual semiotics analysis was used to examine the object of research, namely batik pattern. Then conclusions are drawn based on data analysis.

Page 6 of 18 | Total Record : 174