cover
Contact Name
Studi Budaya Nusantara
Contact Email
jsbn@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jsbn@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Studi Budaya Nusantara
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26211068     DOI : -
Jurnal Studi Budaya Nusantara (SBN) adalah media komunikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Seni dan Antropologi Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Brawijaya Malang. Jurnal ini dimaksudkan untuk mewadahi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang seni dan budaya Nusantara sebagai bentuk sumbangan masyarakat ilmiah bagi pengembangan wawasan seni dan budaya dalam kehidupan masyarakat yang lebih luas. Terbit 2 kali setahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 173 Documents
APLIKASI MOTIF MANUSKRIP PADA BATIK: Pewarisan Budaya melalui Proses Pembelajaran terhadap Mahasiswa ISI Padangpanjang dini yanuarmi
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis paper describes the motives found in manuscripts or ancient manuscripts are tangible cultural heritage, which can be categorized as visual culture. Its presence can be seen in plain view and all the time. A noble and monumental cultural heritage, can be threatened by extinction due to human activities and natural disasters. It is fitting for the cultural heritage of the heritage of the past to be preserved and maintained. To maintain the sustainability of these motifs can be revitalized and applied to various media and techniques, such as batik. Batik in the form of one technique in decorating the fabric surface with the application of motifs found in the manuscript. More than that, the existing motives can be developed by creating without changing the original shape. The Craft Art Study Program at the Indonesian Art Institute in Padangpanjang after collaborating with the Regional Literature Study Program of Andalas University, tried to maintain the historical heritage by applying manuscript motifs to batik. The motive that has been applied is the manuscript motif found in the Pakandangan area of Padangpariaman district and Lunang Silaut in the South Coast district. Some works designed by students interested in textiles are made using natural and synthetic coloring. So that batik illumination is born that is creative, innovative and competitive.Tulisan ini memaparkan  tentang motif yang terdapat pada manuskrip atau naskah-naskah kuno merupakan warisan budaya tangible, yang dapat dikategorikan sebagai budaya visual. Kehadirannya dapat dilihat secara kasat mata dan sepanjang waktu. Warisan budaya yang adiluhung dan monumental, dapat terancam kepunahannya dikarenakan ulah manusia dan terjadinya bencana alam.        Sudah sepatutnya warisan budaya tradisi peninggalan masa lampau dijaga dan dipertahankan keberadaannya. Untuk menjaga kelestariannya, motif tersebut dapat direvitalisasi dan diaplikasikan pada berbagai media dan teknik, seperti pada batik. Batik berupa salah satu teknik dalam menghias permukaan kain dengan aplikasi motif yang terdapat pada manuskrip. Lebih dari itu, motif yang ada dapat dikembangkan dengan cara dikreasikan tanpa merubah bentuk aslinya. Program Studi Seni Kriya pada Institut Seni Indonesia Padangpanjang setelah menjalin kerjasama dengan Program Studi Sastra Daerah Universitas Andalas, mencoba menjaga peninggalan sejarah tersebut dengan menerapkan motif-motif manuskrip pada batik. Motif yang sudah diaplikasikan adalah motif manuskrip yang terdapat di daerah Pakandangan kabupaten Padangpariaman dan Lunang Silaut kabupaten Pesisir Selatan. Beberapa karya yang didesain oleh mahasiswa minat tekstil dibuat dengan menggunakan pewarnaan alami dan sintetis. Sehingga lahir batik iluminasi yang kreatif, inovatif dan kompetitif.
TANDA DAN MAKNA KARTUN MICE PADA KORAN KOMPAS EDISI 8 MARET 2020 Nuriarta I Wayan
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif untuk mengumpulkan, menyaring dan menganalisis data. Subjek kajian penelitian ini adalah kartun Mice pada Koran Kompas tahun 2020. Penyeleksian kartun menggunakan teknik penyampelan purposif (purposive sampling). Purposive sampling adalah pengambilan sampel yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Dari sejumlah kartun yang diobservasi, kartun yang terbit pada tanggal 8 Maret 2020 dipilih sebagai sampel karena kartun tersebut menunjukan situasi pandemik masyarakat dunia dan juga Indonesia. Objek penelitian ini difokuskan pada analisis visual kartun, makna denotasi dan makna konotasi. Objek penelitian tersebut didasarkan pada analisis makna denotasi dan makna konotasi dengan menggunakan teori semiologi Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukan bahwa kartun Mice tidak saja menyampaikan realitas kehidupan masyarakat Indonesia dalam menghadapi covid-19, Mice juga menghadirkan senyuman dalam memberikan solusi pencegahannya, terlebih lagi kartun Mice mengingatkan seluruh masyarakat untuk selalu menjaga diri dan mengindahkan himbauan pemerintah dengan cara menggunakan masker jika bepergian atau dengan cara “mengurung diri” dari keramain. Kata Kunci: Kajian Visual, Kartun, Semiotika, Covid-19.
Perilaku Sunda Sebagai Entitas Karakter Kebangsaan yang Terancam Hilang Muhamad Parhan
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of ethical and moral degradation has become a discussion and complaint of every society. The values of politeness which are the core of a human being who are marginalized by the hegemony of science and technology development. There is nothing wrong with the development of science and technology, but society seems not yet ready to accept the onslaught of the new and talkative cultures that adopt them. This study wanted to determine the level of application of Sundanese values in everyday community interactions. In addition, it measures people's concern in transferring Sundanese values to the younger generation. The research method used is descriptive qualitative. The data were obtained using a google form filled out by 117 respondents. The data were filled in by respondents aged 19-21 years, the rest were respondents aged 25-50 years. The data shows that respondents who strongly apply Sundanese values in their daily life and do not feel proud. The data also shows that of the people who take part in transferring these local wisdom values, the minimum is the value of technical courtesy that is carried out in the need of interaction. For example, in speaking kind words to older people, getting in love, and saying excuse me when in society. This is if teachers and familiarize themselves at every level of society, it will form a harmonious national character. National character is the main asset and value if it is owned by individuals. Having this will attract him to other people and become a unique identity. There are still people who care about the preservation of local wisdom values, only transferred in different ways. This is because the character of society has also shifted due to various times of development. 
KONSEP BULUIH DALAM PERTUNJUKAN LUAMBEK PADA MASYARAKAT SICINCIN DI MINANGKABAU Yusfil Yusfil; Saduddin Saaduddin; Sabri Gusmail
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luambek adalah  seni pertunjukan yang diakui sebagai salah satu bentuk seni untuk mensahkan keberadaan Penghulu yang baru diberi gelar Datuk pada masyarakat Sicincin di Minangkabau. Sebagai salah satu bentuk seni pertunjukan, luambek tidak dibolehkan tampil jika tidak seizin ninik mamak (Penghulu) kaum dalam adat masyarakat Sicincin tersebut, sehingga untuk mempertunjukkannya ia memiliki aturan – aturan yang harus dijalankan. Tempat pertunjukan, para pemain, dan waktu pertunjukan merupakan triangle yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Konsep buluih menjadi patokan utama untuk mengharumkan nama baik kaum. Menggunakan data kualitatif, tulisan ini disajikan secara analisis deskriptif
PERAN GELAR ADAT SAI BATIN DALAM STRUKTUR SOSIAL DAN PELAKSANAAN UPACARA ADAT PADA MASYARAKAT DESA WAY EMPULAU ULU rolim wijaya
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKdi dalam masyarakat desa dengan cara empulau ulu panggilan panggilan setatus dan peran masing-masing induvidu yang diberikan di dalam masyarakat yang disebut dengan gelar adat sai batin. Gelar adat sai batin memegang peran sentral dalam struktur sosial dan pelaksanaan upacara adat di desa cara empulau ulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualintatif deskriftif. Teknik data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Penelitian dilakukan di desa Way Empulau Ulu, Kec Balik Bukit, Kab Lampung Barat Provinsi Lampung studi kepada kepaksian sekala berak paksi buay bejalan di way dan nyerupa. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) peran gelar adat sai batin dalam struktur sosial adalah untuk membina proses berintraksi dan bersosialisasi dalam masyarakat serta mangatur masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai antar satu dengan yang lainnya. (2) dalam pelaksanaan upacara adat gelar sai batin berfumgsi untuk pembantuan, mencontrol dan perencana berbagai pelaksanaan upacara yang akan dilaksanakan. (3) induvidu yang telah mendapatkan gelar adok harus memahami fungsi dan tugasnya dalam kebot dan masyarakat agar tidak menciptakan problematika baru di dalam kebot dan masyarakat. mencontrol dan perencana berbagai pelaksanaan upacara yang akan dilaksanakan. (3) induvidu yang telah mendapatkan gelar adok harus memahami fungsi dan tugasnya dalam kebot dan masyarakat agar tidak menciptakan problematika baru di dalam kebot dan masyarakat. mencontrol dan perencana berbagai pelaksanaan upacara yang akan dilaksanakan. (3) induvidu yang telah mendapatkan gelar adok harus memahami fungsi dan tugasnya dalam kebot dan masyarakat agar tidak menciptakan problematika baru di dalam kebot dan masyarakat.
KOREOGRAFI KELOMPOK: MEDIA PEMBENTUKAN NILAI KARAKTE Indra Bulan
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menyoroti tentang materi koreografi kelompok dalam pembelajaran, baik itu tingkat SD, SMP, maupun SMA. Nilai karakter merupakan salah satu tujuan utama sebuah proses pembelajaran. Salah satu cara adalah dengan memberikan sebuah pembelajaran tari yang berbentuk koreografi kelompok. Koreografi kelompok merupakan sebuah tarian yang dilakukan oleh sekelompok penari minimal berjumlah dua orang.Nilai kedisiplinan, kerjasama, tanggung jawab, dll dapat terwujud dengan mempelajari sebuah koreografi kelompok.
KOMODIFIKASI SENI RUPA DALAM BRANDING PARIWISATA BALI DI MASA KOLONIAL Ida Bagus Komang Sindu Putra
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali island is very thick with arts and tourism. Balinese Fine Arts has gone through a long historical journey from the prehistoric era to the present. Many observers say that the art that has developed on the island of Bali has its own characteristics. Balinese Fine Arts as part of Balinese culture has its own complex development. When compared to the fine arts that have developed in other areas such as Yogyakarta, Bandung and Jakarta, Balinese art has a different ecosystem. In Balinese fine arts, the religious aspect is still very influential, in line with the flow of modernism brought by the entry of tourism that has occurred since the colonial period. Today, in Bali, art, which became present as an offering and is communal in a contextual context, continues and has become part of the traditions of the Balinese Hindu community in the midst of the development of modern / contemporary art which is personal and profane. In the context of artistry, Balinese fine arts to this day develop very dynamically where traditional art, as well as modern / academic art, develop and have their respective actors, enlivening the Balinese art ecosystem. The position of the Balinese art ecosystem that intersects with the development of the world of tourism is actually a potential that can be mobilized as Bali tourism branding. The purpose of this research is that the two of them can collaborate for mutually reinforcing developments. This research will be conducted using the literature method from existing data.
Online Reading Culture among Indonesian EFL Students at Tertiary Education Level Kirana Safa Dewi; Sahiruddin Sahiruddin
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

During COVID-19 pandemic, online learning has been regulated to be applied in all education levels by the ministry of education and culture in Indonesia. This has brought about the changes in learning culture (Kim, 2020) from face-to-face or traditional classroom to online virtual classroom. One of the impacts of online learning is students are required and encouraged to read online materials as to set up new online reading culture. The swift of reading mode from paper-based to online-based in teaching and learning process has motivated this research as to investigate students’ strategies in reading from online sources for class activities. This study involves finding out metacognitive strategies using the Online Survey of Reading Strategies (OSORS) which already modified by Anderson (2003). Some potential differences of the online reading strategy used by both groups are also scrutinized. The result of the current study reveals that that majority of the students use Problem Solving Strategies. Pedagogical implications of the study are discussed.
KREASI PATUNG KERAMIK LANDSCAPE SEBAGAI PENDUKUNG ARTISTIK PADA OBJEK WISATA MELALUI PROGRAM KEMITRAAN DESA WISATA SELOREJO Ponimin Ponimin
Studi Budaya Nusantara Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program kegiatan perancangan patung landscape berbahan keramik bertema “Ibu Dan Anak Berpanen Jeruk” bertujuan untuk memperkuat potensi desa Selorejo sebagai desa wisata. Kegiatan dilakukan melalui program kemitraan desa PPDM LP2M UM guna mendorong kreativitas masyarakat mitra. Metode pelaksanaan program meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan, evaluasi. (1) Persiapan meliputi koordinasi bersama team pengelola desa wisata setempat guna menghasilkan konsep dan desain rancangan karya patung landscape artistik dengan menggunakan bahan keramik terakota, semen, dan pasir. (2) Pelaksanakan kegiatan meliputi, persiapan alat dan bahan, proses pembuatan karya patung melalui kerja kolaboratif antara team PPDM UM dan team pengelola kawasan wisata desa, hingga proses pemajangan karya atau dispalay di lokasi wisata dan finishing karya. (3). Evaluasi, yakni dengan melakukan kritik timbal balik oleh team PPDM LP2M UM dan dsa mitra terhadap hasil kegiatan kreatif, dan hasil evaluasi digunakan sebagai bahan penyempurnaan. Kegiatan ini menghasilkan satu set karya seni patung landscape yang terpajang di kawasan desa wisata Selorejo kecamatan Dau Kabupaten Malang. . 
REPRESENTASI AKTIVITAS PEREMPUAN "MANUMBUAK PADI" DALAM KARYA LUKIS EVELYNA DIANITA Nani Dian Sari; Asril Asril; Yuniarti Munaf
Studi Budaya Nusantara Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAKTulisan ini membahas tentang Representasi Aktvitas Perempuan Minangkabau “Manumbuak Padi” dalam Karya lukis Evelyna Dianita. Evelyna merupakan pelukis perempuan yang menghadirkan tema-tema aktivitas dan peranan perempuan Minangkabau seperti dalam aktivitas keseharian, perempuan dalam ritual, perempuan dalam pasar, perempuan dalam pedesaan serta perempuan dalam kaba/cerita. Hal tersebut menjadi identitas karyanya sebagai pelukis perempuan yang lahir dan tumbuh besar di Minangkabau. Artikel ini bertujuan untuk membahas karya Evelyna yang berjudul “Manumbuak Padi”  dari sudut pandang semiotik. Manumbuak padi merupakan bentuk kegiatan kerjasama yang dilakukan oleh perempuan Minangkabau masa lampau di halaman rumah gadang, kegiatan menumbuk padi ini dilakukan masyarakat Minangkabau merupakan kegiatan gotong royong  memisahkan padi dari kulitnya. Studi ini menggunakan metode kualitatatif yang diperoleh melalui observasi, pengamatan, wawancara, dokumentasi serta analisis data. Berdasarkan hasil analisis bahwa terlihat kegelisahan Evelyna terhadap kebiasaan aktivitas menumbuk padi dengan cara tradisional di masyarakat Minangkabau sudah mulai memudar karena digantikan oleh teknologi canggih seperti heler. Perasaan tersebut terlihat pada pemaknaan simbol warna langit yang dihadirkan Evelyna dalam karyanya. Kerjasama dalam aktivitas sehari-hari yang dilakukan perempuan Minangkabau mulai terkikis dengan hadirnya teknologi. Tulisan mengenai lukisan Evelyna Dianita ini diharapkan dapat menjadi acuan, sehingga terbuka peluang bagi peneliti lain untuk meneliti dari sudut pandang serta keilmuan yang berbeda. Aktivitas Perempuan, Representasi, Karya Lukis dan Evelyna DianitaABSTRACTThis paper discusses the Representation of the Minangkabau Women's Activity " Manumbuak Padi" in Evelyna Dianita's painting. Evelyna is a female painter who presents the themes of activities and roles of Minangkabau women such as women's daily activities, women in rituals, women in markets, women in the rural realm and women in kaba / stories. This became the identity of his work as a female painter who was born and grew up in Minangkabau. This article aims to discuss Evelyna's work entitled manumbuak padi  from a semiotic perspective.Manumbuak Padi is a form of collaborative activities carried out by Minangakabau women in the gadang home yard, this traditional activity for the Minangkabau community aims to separate rice from its skin. This study uses a qualitative method that passes observations, interviews, documentation and data analysis. Based on the results of the analysis that Evelyna's anxiety about the habit of pounding rice in the traditional way in the Minangkabau community had begun to fade, which was replaced by advanced technology such as helers. This feeling can be seen in the meaning of the sky color symbol that is presented by Evelyna in her work. The writing about Evelyna Dianita's paintings is expected to be a reference, so that there are opportunities for other researchers to examine from different perspectives and sciences.  

Page 5 of 18 | Total Record : 173