cover
Contact Name
Sujoko
Contact Email
joko_psi05@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpsikohumanika@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Psikohumanika
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 19790341     EISSN : 23020660     DOI : -
Jurnal Psikohumanika ( Jurnal Ilmiah Psikologi ) merupakan media publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi Surakarta. Jurnal ini diterbitkan dan diperuntukkan bagi sivitas akademika Fakultas Psikologi Universitas Setia Budi Surakarta, serta ahli-ahli lain yang berminat dibidang psikologi. Artikel yang dimuat merupakan hasil penelitian lapangan atau di laboratorium, kajian ilmiah dan kajian buku yang belum pernah dipublikasikan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 122 Documents
POLITICAL TRUST MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU POLITIK DAN NON ILMU POLITIK TERHADAP ANGGOTA LEGISLATIF Jorawan Setiaji Rasyid; Nuke Martiarini
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.892 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i2.340

Abstract

Mahasiswa memiliki berbagai bidang studi yang ditekuni, salah satunya adalah ilmu politik. Pemahaman mengenai politik antara mahasiswa ilmu politik dengan mahasiswa yang tidak menekuni ilmu politik dianggap akan berbeda oleh peneliti. Informasi dalam lingkungan pendidikan yang dijalani dan diterima mahasiswa dianggap mempengaruhi trust pada sistem politik yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan political trust antara mahasiswa program studi ilmu politik dan mahasiswa non ilmu politik terhadap anggota legislatif. Populasi pada penelitian ini adalah 100 mahasiswa program ilmu politik dan 100 mahasiswa non ilmu politik di Universitas Negeri Semarang. Hasilnya adalah ada perbedaan political trust yang signifikan pada kelompok subjek yang merupakan mahasiswa ilmu politik dan kelompok mahasiswa non ilmu politik, dengan skor t = 5,609 (t hitung > t tabel yaitu 1,972) dengan p = 0,000 (p < 0,05).
PERBEDAAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA MAHASISWA YANG AKTIF DAN TIDAK AKTIF DALAM ORGANISASI KEMAHASISWAAN Debi Fujiantari; Risana Rachmatan
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.667 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i2.341

Abstract

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk ikut dalam organisasi kemahasiswaan demi pengembangan potensi jati diri mahasiswa sebagai insan akademis yang berguna di masa depan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang dilandasi oleh norma-norma agama, etika, moral dan akademis. Mahasiswa berinteraksi dengan teman sebaya yang bervariasi melalui organisasi kemahasiswaan sehingga dapat membentuk kecerdasan emosionalnya. Kecerdasan emosional merupakan kemampuan individu untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain. Berdasarkan latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional pada mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Hipotesis penelitian yaitu terdapat perbedaan kecerdasan emosional antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Unsyiah. Sampel penelitian adalah mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah yang berjumlah 392 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Kecerdasan Emosional yang disusun berdasarkan teori Goleman (2000). Hasil analisis data menggunakan teknik komparasi Mann Whitney menunjukkan signifikansi P=0,000 (p<0,05). Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan kecerdasan emosional yang signifikan antara mahasiswa yang aktif dan tidak aktif dalam organisasi kemahasiswaan di Unsyiah.
HUBUNGAN ANTARA MOTIF AFILIASI DENGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA PADA REMAJA PENGGUNA PESAN INSTAN BLACKBERRY MESSENGER (BBM) Herina Ramadhani Harahap; Andromeda Andromeda
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.81 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i2.342

Abstract

BlackBerry Messenger (BBM) adalah program pengirim pesan yang disediakan untuk para pengguna ponsel BlackBerry maupun smartphone. Pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat terutama remaja. Remaja yang menggunakan pesan instan BBM mayoritas dipengaruhi oleh konformitas teman sebaya dan motif afiliasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motif afiliasi dengan konformitas teman sebaya pada remaja pengguna pesan instan BlackBerry Messenger (BBM). Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 219 subjek. Analisis data penelitian menggunakan uji korelasi dengan taraf signifikansi 0,05. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala konformitas teman sebaya dan skala motif afiliasi. Jumlah item pada masing-masing skala adalah 29 item untuk skala konformitas teman sebaya dan 40 item untuk skala motif afiliasi. Hasil uji reliabilitas pada masing-masing skala yaitu 0,909 pada skala konformitas teman sebaya dan 0,906 pada skala motif afiliasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi Pearson. Hasil uji korelasi Pearson diperoleh rxy= 0,392 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000. Dikarenakan nilai p <0,05 maka pola hubungan antara variabel motif afiliasi dengan konformitas teman sebaya adalah signifikan. Maka hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara motif afiliasi dengan konformitas teman sebaya pada remaja pengguna pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) diterima. Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel motif afiliasi dengan konformitas teman sebaya. Dengan demikian semakin tinggi motif afiliasi remaja pengguna pesan instan BlackBerry Messenger (BBM) semakin tinggi pula konformitas teman sebaya pada remaja pengguna pesan instan BlackBerry Messenger (BBM).
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN METAKOGNITIF DENGAN TEHNIK MIND MAPPING TERHADAP PRETASI BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Mia Anita Lestari
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.619 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i2.344

Abstract

Penelitian ini menguji Pengaruh Strategi Pembelajaran Metakognitif Dengan Tehnik “Mind Mapping” Terhadap Prestasi Belajar Dan Kreativitas Siswa Sekolah Pertama. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan eksperimement dan deskriptif statistik sedangkan untuk desain penelitian control group post test only group design. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua kelas yaitu Kelas VIII A terdiri dari 39 siswa (eksperimen) sedangkan untuk kelas VIII B terdiri dari 38 siswa (Control). Kelas Eksperiment, peneliti memberikan perlakukan dengan pemberian konsep belajar metakognitif dengan tehnik pembelajaran mind mapping, sedangkan untuk kelas control peneliti tidak memberikan perlakuan apapun dan belajar seperti biasa secara konvensional. Data hasil penelitian berasal dari Ujian Tengah Semester (UTS) untuk prestasi belajar, tes Creativity Quotient (CQ) untuk kreativitas dan pemberian pengukuran Intelgensi (IQ) dengan menggunakan alat test CFIT. Tujuan dari pemberian tes intelegensi adalah sebagai data control pada saat pelaksanaan penelitian. Data tersebut dianalisis secara statistik diketahui bahwa F = 1.035 (P = 0.315) karena p diatas 0.05 maka dapat dikatakan bahwa tidak ada perbedaan prestasi pada kelompok eksperiment maupun kelompok control (data equal / homogen). Dan berdasarkan data t hitung diperoleh bahwa -0.859 (sig < 0.05) artinya tidak ada perbedaan prestasi antara kelompok control maupun kelompok eksperiment. Sedangkan dalam pengukuran kemampuan metakognisi dilakukan analisis dengan menggunakan skala MAI (metacognitive Awarness Inventory) yang terdiri dari 52 pertanyaan. Kelas eksperiment dengan pendekatan metakognisi dengan tehnik mind mapping lebih terorganisasi apabila dibandingkan dengan kelompok control yang menggunakan tehnik belajar konvensional. Dengan persentasi perbandingan adalah sebagai berikut : 38% untuk Kelompok Eksperiment (KE) dan 20 % kelompok control (KK).
COPING STRESS STRATEGY PADA GURU ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS Yustinus Joko Dwi Nugroho; Mohammad Khasan
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.101 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i2.345

Abstract

Setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan termasuk anak berkebutuhan khusus. Guru merupakan salah satu komponen dalam proses pendidikan tersebut. Karakteristik anak berkebutuhan khusus yang berbeda dengan anak normal tentunya memberikan dinamika stress tersendiri bagi para pengajarnya. Tuntutan dari lingkungan terdekat anak atau keluarga agar perkembangan anak cepat membaik atau bahkan menjadi normal tanpa diimbangi dengan kerjasama yang baik, karakteristik anak berkebutuhan khusus yang berbeda sehingga menuntut kreativitas lebih dalam pembelajaran bagi mereka, padahal tidak semua guru memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup baik dalam hal tersebut dan faktor lainnya seringkali membuat guru menjadi stres. Hal-hal diatas tentunya akan membuat stres guru yang menangani anak berkebutuhan khusus lebih besar daripada guru yang menangani anak normal. Apabila stres tersebut berkelanjutan tanpa sebuah penyelesaian, guru berpotensi untuk melakukan kekerasan baik secara verbal maupun fisik. Hal ini apabila terjadi terus menerus akan berakibat kurang baik dalam proses pendidikan anak berkebutuhan khusus. Dalam mengatasi stres tersebut agar tidak berkelanjutan, guru melakukan cara atau strategi tertentu yang dinamakan dengan coping stress. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang menimbulkan stres (stressor) pada informan serta bentuk-bentuk coping stress strategy yang digunakan untuk menghadapinya. Informan yang dipakai adalah guru anak berkebutuhan khusus yang sesuai karakteristiknya yaitu guru anak berkebutuhan khusus dan sedang menangani anak berkebutuhan khusus yang lambat perkembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif. Jumlah subyek penelitian adalah 3 orang. Alat pengumpul data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan koding sedangkan uji kredibilitas data dilakukan dengan proses pemeriksaan sejawat melalui diskusi dan pengamatan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa stressor dari informan dipengaruhi oleh faktor diluar diri informan yang kemudian mempengaruhi faktor internalnya. Coping stress strategy yang dilakukan oleh informan berdasarkan aspek problem focused coping menggunakan Confrontive Coping, Planful Problem-Solving. Sedangkan strategi berdasarkan aspek emotion focused coping yang digunakan adalah Distancing, Self control, Positive Reappraisal dan Seeking Social Support.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN MOTIVATION TRAINING TERHADAP KESIAPAN MENTAL SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL Patria Mukti; Sujoko Sujoko
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.125 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i1.454

Abstract

Permasalahan-permasalahan yang dihadapi remaja cukup banyak selain masalah perkembangan, permasalahan yang sering dihadapi oleh pelajar dan cukup meresahkannya adalah permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan sekolahnya. Terlebih lagi masalahnya saat menghadapi ujian, ujian penentu lulus atau tidak nya seseorang, maka dia akan menjadi lebih cemas dan takut untuk menghadapinya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana efektivitas motivation training terhadap kesiapan mental siswa menghadapi ujian nasional. Penelitian ini nantinya akan menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII SMAN 8 Surakarta. Berdasarkan hasil analisis diketahui rata-rata motivasi siswa sebelum diberi perlakuan adalah 109.68 dengan standar deviasi 7,771. Sedangkan rata-rata motivasi siswa setelah diberi perlakuan adalah 107,08 dengan standar deviasi 8,944. Angka korelasinya menunjukkan angka 0,52 dan nilai signifikasninya 0,663 jauh lebih besar dari 0,05. Hal ini berarti bahwa tidak ada pengaruh pemberian motivation training terhadap kesiapan mental siswa dalam menghadapi ujian nasional.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN SISWA MELALUI ALAT PERAGA EDUKATIF Bagus Ismail Adhi Wicaksana; Yustinus Joko Dwi Nugroho; Endang Widyastuti
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (817.498 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i1.455

Abstract

Program Iptek bagi Masyarakat( IbM) dengan judul : “Optimalisasi Pembelajaran Siswa Melalui Alat Peraga Edukatif” merupakan salah satu usulan yang lolos seleksi dan memperoleh pendanaan untuk tahun anggaran 2015. Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat dalam belajar siswa dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangannya melalui Alat Peraga Edukatif (APE) sehingga pembelajarannya lebih optimal di kedua mitra. Luaran dari program ini adalah alat peraga edukatif berupa beberapa bangun ruang mika yang dapat dibuka menjadi jaring-jaring, media pembelajaran membaca, media pembelajaran berhitung serta media latihan menggunakan metode brain gym (8 tidur). Selain itu, juga ada beberapa alat pendukung optimalisasi pembelajaran siswa di kedua mitra yaitu: computer, printer dan software pembelajaran calistung, yang juga berfungsi sebagai peraga edukatif interaktif. Berdasarkan hasil evaluasi target capaian pada akhir program yang dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner kepada guru pengampu, pengelola dan beberapa siswa, dapat disimpulkan bahwa ketersediaan beberapa alat peraga diatas memberikan dampak dalam pembelajaran siswa. Mereka menyatakan bahwa dengan adanya APE tersebut memudahkan dalam memberikan ilmu kepada siswa baik yang normal ataupun berkebutuhan khusus. Selain itu, minat belajar siswa di kedua mitra meningkat.
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN INTENSITAS PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI DI BANDA ACEH Silvia Eva Juarni; Karjuniwati Karjuniwati
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.124 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i1.456

Abstract

Merokok merupakan suatu kebiasaan yang memberikan kenikmatan tersendiri bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok maupun orang-orang disekitarnya. Banda Aceh adalah salah satu kota yang mayoritas penduduknya memiliki kebiasaan merokok, kebiasaan merokok tersebut bukan hanya didominasi oleh orang dewasa namun juga didominasi oleh remaja. Salah satu faktor yang membuat remaja di Banda Aceh tidak mampu mengatur intensitas perilaku merokoknya adalah rendahnya kontrol diri pada remaja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan intensitas perilaku merokok pada remaja laki-laki di Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Sampel penelitian berjumlah 329 orang yang terdiri dari remaja laki-laki usia 15-17 tahun dari enam belas Sekolah Menengah Atas Negeri di Banda Aceh. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kontrol Diri yang disusun sendiri oleh peneliti berdasarkan teori Tangney, Baumeister dan Boone (2004) dan tipe perilaku merokok oleh Sitepoe (dalam Sari, Ramdhani & Eliza, 2003). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar -0.819 dengan nilai p = 0.000 (p<0.05). Hal ini diartikan bahwa terdapat hubungan negatif antara kontrol diri dengan intensitas perilaku merokok pada remaja laki-laki di Banda Aceh. Semakin tinggi kontrol diri, maka semakin rendah intensitas perilaku merokok pada remaja laki-laki di Banda Aceh tersebut.
PENINGKATAN ADVERSITY QUOTIENT (AQ) MELALUI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DAN SELF EFFICACY PADA SISWA SMA SURAKARTA Endang Widyastuti; Yustinus Joko Dwi Nugroho
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.592 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i1.457

Abstract

One of the objectives of national education is establishing a formidable human being and character. Adversity quotient is one of the determinants to achieve that aim. Adversity Quotient is the ability, toughness and high fighting spirit at the time met difficulty. Self-confidence, that is known as self-efficacy, and scouts are capable of supporting the increasing ability of adversity quotient of high school students that are expected to form a human character. This study aimed to determine the level of adversity quotient, the role of scout and efficacy for the increased of adversity quotient on high school students in Surakarta. It also purposes to see the difference Adversity Quotient (AQ) among students who take with students who do not take the scouting. The respondent in this study are 245 the high school students, taken from high schools and vocational schools in Surakarta. Determination of the sample used random cluster sampling technique. Scale was used to collecting data, consists of self-efficacy scale and adversity quotient scale. The results showed that there was a significant positive correlation between self-efficacy with adversity quotient, indicated by it’s correlation coefficient (r = 0.789; p = 0.000). The results of different test against a group of students who attend and not atend the scouts showed that there was no difference in adversity quotient between the two groups.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DEPRESI PADA ORANG TUA DARI ANAK YANG MEMILIKI PENYAKIT KANKER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI Pradhita Basundhary; Aditia Nanda Priyatama
Jurnal Psikohumanika Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.596 KB) | DOI: 10.31001/j.psi.v8i1.458

Abstract

Depresi merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan munculnya pandangan negatif terhadap peristiwa yang terjadi. Orangtua anak penderita kanker sangat rawan mengalami depresi mengingat dampak dari penyakit kanker yang dialami oleh anaknya. Orangtua yang memiliki dukungan keluarga rendah akan lebih rentan mengalami depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga terhadap depresi pada orangtua anak penderita kanker. Penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dan merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan 2 variabel, yaitu dukungan keluarga dan depresi. Alat ukur pada penelitian ini menggunakan skala dukungan keluarga dan skalaBeck Depression Inventory(BDI). Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 50 orang. Teknik analisis menggunakan analisis Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS versi 17.0. Berdasarkan dari hasil penelitian, diperoleh hasil koefisien korelasi (r) sebesar -599 dengan p = 0,000 (p ˂ 0,01) antara variabel dukungan keluarga dan variabel depresi. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Artinya, ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan depresi pada orangtua anak penderita kanker.

Page 4 of 13 | Total Record : 122