cover
Contact Name
Lailatuzzahro Al-Akhda Aulia
Contact Email
kalyla.zahra@yudharta.ac.id
Phone
+6281335555437
Journal Mail Official
jurnalpsikologi@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan
ISSN : 20880634     EISSN : 27156206     DOI : -
Jurnal Psikologi ini dikelola oleh Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan dengan masa terbit satu kali dalam satu tahun. Jurnal Psikologi merupakan publikasi ilmiah yang terdiri dari kumpulan penelitian-penelitian di bidang Ilmu Psikologi yang mengacu pada tiga konsentrasi yaitu Psikologi Klinis, Psikologi Pendidikan, dan Psikologi Industri Organisasi
Articles 231 Documents
Hubungan Self-Regulated Learning dan Prokrastinasi Akademik pada Mahasiswa yang Mengikuti Program Internship Rayzel Elfrieda Hazla; Ro’isatusy Syakiira; Syahnur Rahman

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i1.3716

Abstract

Di era yang semakin berkembang, tuntutan akan kualitas sumber daya manusia dalam dunia kerja telah meningkat sehingga beberapa mahasiswa mengantisipasi hal tersebut dengan mengikuti program internship atau magang sambil berkuliah. Ketika mahasiswa mengikuti program internship, maka kesibukkan mereka juga turut meningkat karena tuntutan tidak hanya datang dari bangku perkuliahan saja, tapi juga terhadap tugas magang. Akhirnya kegiatan menunda-nunda pengerjaan tugas kuliah atau prokrastinasi akademik menjadi hal yang tidak terelakkan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah dengan mengidentifikasi tingkat self-regulated learning mahasiswa atau kemampuan mengatur diri dalam memperoleh pengetahuan serta keterampilan. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-regulated learning dan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang mengikuti program internship. Metode yang digunakan adalah kuantitatif untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung cukup sering melakukan prokrastinasi akademik dengan perolehan aspek kognisi 81,7% serta motivasi 71%. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya dapat mengembangkan variabel lain untuk mengetahui faktor lain yang dapat mempengaruhi prokrastinasi akademik serta meningkatkan sebaran jumlah responden. Kata Kunci: Self-Regulated Learning, Prokrastinasi Akademik, Program Internship
Hubungan Stres Pengasuhan Orang Tua dengan Kemampuan Regulasi Emosi Anak pada Masa Pandemi Covid-19 Heidy Kristikanti; Afra Hafny Noer; Lucia Voni Pebriani

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i1.3717

Abstract

The COVID-19 pandemic that has lasted for almost 2 years, certainly brought a significant change to human life. This study aims to determine the relationship between parental stress and children’s emotion regulation during the COVID�19 pandemic which has been running for a long time. The method in this study uses correlational quantitative methods. The population and sample in this study were parents who has school-age children and participate in online learning during COVID-19. The measuring instrument data was using a Parental Stress Scale (PSS) and The Emotion Regulation Checklist (ERC). Based on data analysis, a correlation value between parental stress and emotion regulation has weak correlation (r: 0,200 – 0,400), but with a significant relationship (Sig <0,50). Meanwhile, a correlation value between parental stress and lability/negativity has a fairly strong relationship (r: 0,400-0,700) and significant (Sig <0,50). This shows that there is no relationship between parental stress and emotional regulation, and also there is a negative relationship between parental stress and the lability/negativity in children
Kepribadian Hardiness dengan Strategy Coping Anggota Polisi Naura Alfidha; Desy Arisandy

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i1.3720

Abstract

The police as individuals cannot be separated from various obstacles and problems that are often faced. There are so many tasks and authorities that they carry, in their daily implementation in the field sometimes many problems arise in the work, such as not meeting operational targets, pressure from superiors, psychological and physical fatigue, erratic working hours and other problems. To meet the demands of a task like this requires a healthy mental condition for the police, one of which is being able to face and overcome problems and pressures that arise so as to avoid stressful conditions. In this study, the aim of this study was to determine the relationship between personality hardiness and coping strategies. The method used by the researcher is quantitative with purposive random sampling technique. The population in this study amounted to 150 police officers with a sample of 105 police officers. Prior to this research, a trial was conducted on 45 police officers. The results of this study indicate that there is a positive relationship between the personality of hardiness and the coping strategy of members of the Sarolangun Police Police. These results can be seen from the value of the correlation coefficient r = 0.339 or 33.9% with a significance value (P) = 0.000 < 0.01. This shows that there is a very significant relationship between the personality of hardiness and the coping strategy members of the Polres Sarolangun.
Judul Artikel Hubungan Kontrol Diri dengan Fear of Missing Out pada Pengguna Media Sosial Sawi Sujarwo; Maula Maula Rosada

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i1.3722

Abstract

Abstract Fear of missing out is the existence of a great desire to stay connected with what is being done by others through cyberspace and Self-control can also explain the state of oneself in self-control and also the ability of the individual's life to overcome negative complaints in oneself, so that the individual can change the state of oneself for good . The purpose of this study is to determine the relationship between self-control and fear of missing out in social media users at SMA Bina Warga 2 Palembang. The research method used is quantitative with nonprobality sampling techniques with proposive sampling techniques. Based on linear tests with signitive values of 0,000(P<0,05) this shows that the correlation between the variables of self-control and the fear of missing out is linear. Then to test the hypothesis in this study, the variable of self-control with fear of missing out is r=0,381 dengan nilai (R2) = 0,145 atau 14,5% dan p=0,000. So it can be concluded that there is a significant relationship between self-control and fear of missing out on social media users at SMA Bina Warga 2 Palembang. Keywords: Self-control, student-student, fear of missing out, social media Abstrak Fear of missing out yaitu adanya keinginan yang besar untuk tetap terus terhubung dengan apa yang sedang dilakukan oleh orang lain melalui dunia maya dan Kontrol diri juga dapat menjelaskan keadaan diri seseorang dalam mengendalikan diri dan juga kemampuan hidup individu untuk mengatasi keluhan negatif dalam diri, sehingga individu dapat mengubah keadaan diri menjadi baik . Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara kontrol diri dengan Fear Of Missing Out pada pengguna media sosial di SMA Bina Warga 2 Palembang. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik nonprobality sampling dengan teknik proposive sampling. Pada pengukuran validitas dan Reabilitas terhadap alat ukur psikologi menggunakan program windwos (Statistical Package Social Science) Version 20,0 for windows. Berdasarkan pengujian linier dengan nilai signitifikan sebesar 0,000(P<0,05) hal ini menunjukan bahwa korelasi antara variabel kontrol diri dengan fear of missing out adalah linear. Kemudian untuk uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi sederhana (simple regression). pada penelitian ini variabel kontrol diri dengan fear of missing out adalah r=0,381 dengan nilai (R2) = 0,145 atau 14,5% dan p=0,000.hadi bisa disimpulkan bahwa terdapat Hubungan yang signitifikan antara kontrol diri dengan Fear Of Missing Out pada pengguna media sosial di SMA Bina Warga 2 Palembang. Kata kunci: Kontrol diri, siswa-siswi, fear of missing out, media sosial.
Perkembangan Psikososial Remaja di Era New Normal Nathania Bayu Astrella; Nanik Kholifah

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i1.3775

Abstract

Pandemi Covid 19 membawa perubahan dalam kehidupan, bahkan hingga di masa new normal. Hal ini tentu menambah tantangan bagi remaja dalam menghadapi krisis psikososial di fase ini. Metode kualitatif fenomenologi dipilih dalam penelitian ini, dengan tujuan memberikan gambaran mengenai proses perkembangan psikososial remaja serta faktor yang mempengaruhi. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dilakukan terhadap tiga subjek beserta significant other. Subjek 1 dan subjek 2, berusia 15 tahun, pelajar SMP kelas 7, masih berusaha mengelola emosinya. Subjek 1 belum mampu mengekspresikan perasaaan maupun pemikirannya, belum merasa menjadi bagian dari kelompok teman sebaya, kurang minat mengeksplorasi diri, dan tidak ada orang dewasa yang bisa menjadi tempat berkeluh kesah ataupun memberi bimbingan. Subjek 2 memiliki memiliki beberapa teman dekat, menemukan minatnya dengan tetap mengeksplorasi dirinya, komunikasi terbuka dengan keluarga. Subjek 3, pelajar SMA kelas 11, sudah mampu mengelola emosi, berpikir secara logis untuk menyelesaikan masalah, dan memiliki teman-teman dekat di sekolah maupun di lingkungan rumah, serta dekat dengan Ibunya. Kemampuan keluarga dalam memberi dukungan dan memberi ruang gerak untuk remaja mengeksplorasi diri, tampaknya membantu remaja dalam menghadapi krisis psikososial di fase ini.
Pengaruh Harga Diri Terhadap Sikap Penerimaan Guru Sekolah Inklusi Dengan Kepercayaan Diri Sebagai Variabel Intervening Elisabeth Esti Rahayu; L. Rini Sugiarti

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3002

Abstract

Beberapa Sekolah SD Negeri di Kota Palembang menampung 315 anak berkebutuhan khusus yang merupakan siswa pindahan dari Sekolah Luar Biasa. Prestasi yang dicapai diantaranya 100% anak berkebutuhan khusus yang lulus berhasil masuk ke SMP, anak berkebutuhan khusus juga memiliki prestasi seperti hafal Al-Qur’an 3 jus, memenangkan lomba story telling tingkat nasional, mereka bisa berbaur dengan siswa lainnya sehingga timbul rasa empati dan saling peduli dengan sesama. Fenomena tersebut menarik untuk dibuktikan pengaruh harga diri terhadap sikap penerimaan guru sekolah inklusi dengan kepercayaan diri sebagai variabel intervening. Penelitian ini menggunakan model regresi analisis jalur. Sampel yang diambil adalah 150 guru sekolah inklusi di 6 sekolah di Kota Palembang sebagai responden. Hasilnya didapatkan bahwa (1) harga diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan diri, (2) harga diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penerimaan guru sekolah inklusi, (3) kepercayaan diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap sikap penerimaan guru sekolah inklusi, (4) harga diri tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap penerimaan guru melalui kepercayaan diri di sekolah inklusi.
Pengaturan Kerja Fleksibel (FWA) dan Implikasinya: Tinjauan Literatur Sistematis Irine Irchamillah; Wiwin Hendriani

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3721

Abstract

Fleksibilitas kerja menjadi hal yang paling dicari saat ini dengan opsi lebih banyaknya otonomi memungkinkan karyawan untuk bekerja tidak dari kantor dan dapat dilakukan kapan saja. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengungkap mengenai dampak positif dan negative dari praktik fleksibilitas kerja. Jurnal yang dipakai dalam penelitian ini berasal dari 3 database jurnal yakni EBSCO, Science Direct dan ProQuest dengan Batasan tahun terbit selama lima tahun terakhir yakni 2018-2022. Dalam pencarian awal ditemukan 789 jurnal kemudian diseleksi melalui kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan 12 jurnal (N=12). Dari hasil review menunjukkan bahwa praktik fleksibilitas kerja secara signifikan dapat menurunkan turnover intentions, meningkatkan profitabilitas organisasi, produktivitas dan kinerja, meningkatkan return of labor, meningkatkan kemungkinan stres, dan meningkatkan kesulitan untuk memisahkan kehidupan kerja dan kehidupan keluarga. Dampak negatif dari praktik fleksibilitas kerja terjadi ketika batasan antara kepentingan kerja dan keluarga menjadi kabur. Sehingga, perlu untuk membuat pengaturan kerja yang jelas agar dampak negatif dari praktik fleksibilitas kerja dapat diminimalisir dan dampak positifnya dapat dimaksimalkan.
Kaitan Dukungan Sosial dan Infertility-related Stress Ni Putu Indra Dewi; Diah Widiawati Retnoningtias; Yashinta Levy Septiarly

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3726

Abstract

Kurangnya dukungan sosial meningkatkan tekanan, sedangkan dukungan sosial mampu mengurangi tekanan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa dukungan sosial dapat mengurangi stres infertilitas. Jumlah subjek adalah 96 orang. Karakteristik subjek adalah perempuan menikah yang belum memiliki keturunan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui korelasi dukungan sosial dan infertility-related stress. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan tipe korelasi. Pengukuran dukungan sosial menggunakan alat ukur yang dibuat peneliti. Pengukuran infertility-related stress menggunakan COMPI-FPSS. Hasil menunjukkan ada hubungan negatif antara dukungan sosial dengan infertility-related stress. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi keluarga, masyarakat, dan ahli kesehatan mental untuk menghadapi anggota keluarga, anggota masyarakat, atau klien, dengan pemberian dukungan sosial yang memadai bagi perempuan yang mengalami infertilitas.
Peran Self-Compassion Terhadap Penguatan Kesehatan Mental Remaja di Panti Asuhan Akbar Nur Aziz; Azam Syukur Rahmatullah; Akif Khilmiyah

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3727

Abstract

Remaja adalah fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang seringkali ditandai oleh timbulnya masalah, sehingga penting bagi remaja untuk mendapatkan dukungan dari orang tua. Namun, situasinya berbeda bagi remaja yang tinggal di panti asuhan, Oleh karena itu, penting untuk mempraktikkan sikap kasih sayang terhadap diri sendiri dalam menghadapi masalah kesehatan mental remaja di panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh self-compassion terhadap kesehatan mental bagi remaja yang tinggal di panti asuhan. Metode penelitian ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan melibatkan 43 responden dengan rentan umur 12-18 tahun. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Daarut Taqwa yang beralamat Desa Sidomulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, DIY. Data penelitian diperoleh dengan penyebaran kuesioner, melakukan observasi dan wawancara mendalam. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sementara analisis data kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-compassion memiliki pengaruh sebesar 21,9% terhadap kesehatan mental remaja di panti asuhan. Sementara itu 78,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pola asuh, lingkungan, tingkat keterbukaan diri, dan pendidikan. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mental pada remaja di panti asuhan termasuk latar belakang keluarga yang melibatkan kasus KDRT, paparan kepada materi porno, serta kurangnya perhatian dalam pola pengasuhan.
Self-Efficacy dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Rantau dari Luar Pulau Jawa Nola Marsela Gendolang; Krismi Diah Ambarwati

Publisher : Ilmu Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/jip.v10i2.3759

Abstract

Self-efficacy memengaruhi quarter life crisis. Individu dengan self-efficacy yang tinggi akan cenderung memiliki rasa yakin dan percaya akan kemampuan yang dimiliki dalam melewati suatu persoalan. Maka, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa rantau dari luar pulau Jawa di Kota Salatiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan self-efficacy dengan quarter life crisis pada mahasiswa rantau dari luar pulau Jawa di Kota Salatiga. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah 335 mahasiswa rantau dari luar pulau Jawa di kota Salatiga yang berusia 18-29 Tahun. Teknik sampling yang digunakan yaitu probability sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala quarter life crisis dengan nilai α = .886 dan skala self-efficacy dengan nilai α = .881. Data penelitian diproses dengan menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dengan bantuan program SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self-efficacy dengan quarter life crisis, yang dapat diartikan semakin rendah self-efficacy maka semakin tinggi quarter life crisis, begitu pun sebaliknya. Sehingga hipotesis penelitian ini diterima.