cover
Contact Name
Lufthia Sevriana
Contact Email
lufthia.sevriana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lufthia.sevriana@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Bisnis (Performa)
ISSN : 18298680     EISSN : 25990039     DOI : -
Performa Journal publishes articles and brief communication with management theme (marketing, human resources, financial, operations, startegy), Islamic ecomy general economy, islamic and general approches development study, business in islamic and general basis.
Arjuna Subject : -
Articles 188 Documents
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) Erni Ernawan
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i2.3026

Abstract

Gerakan CSR merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab sosial sebagai salah satu perwujudan etika dalam membangun kinerja jangka panjang. Berhasilnya CSR tidak akan lepas dari peran serta pengusaha, pemerintah serta masyarakat sendiri. CSR tidak hanya terbatas pada konsep pemberian bantuan dana kepada lingkungan sosial, namun juga bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya dengan tidak diskriminatif, menjaga hubungan baik dengan pemasok serta program yang dijalankan bersifat jangka panjang dan berkelanjutan.
Pembenahan Sentra Industri Peuyeum di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung dalam rangka Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis UMKM Dudung Abdurrahman; Tia Yuliawati; Mochamad Malik Akbar Rohandi; Nadri Taja
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i1.3601

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) terhadap UMKM yang memiliki peranan penting dalam pengembangan kegiatan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bandung yang memiliki potensi ekonomi yang besar. Salah satu UMKM yang terkenal di Kabupaten Bandung bergerak dalam bidang pengolahan peuyeum. Program ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan utama di sentra industri peuyeum di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yakni belum terkelolanya usaha tersebut dengan baik dan teratur dari segi operasional, keuangan, SDM dan pemasaran. Program ini menggunakan teknik partisipatif melalui metode penyuluhan dan pelatihan. Peserta adalah para pelaku UMKM industri pengolahan peuyeum di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung yang tersebar di beberapa daerah antara lain: daerah Babakan, Lebak Gede dan Cipaheut. Hasil dari program PKM ini antara lain: (1) pengetahuan dan kesadaran para pelaku UMKM industri pengolahan peuyeum di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung mengenai pentingnya pengelolaan usaha yang baik dan teratur mulai meningkat pasca penyuluhan dan pelatihan, (2) tim pengabdi berhasil menghubungkan pelaku UMKM peuyeum Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung dengan supplier bahan baku singkong di beberapa daerah di Kota Bandung untuk mengatasi permasalahan terbatasnya bahan baku singkong yang mengganggu keberlangsungan kegiatan produksi.
Role of Entangled Stakeholders in the Development of Indonesia Digital Creative Ecosystem Cici Cintyawati
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v16i1.4612

Abstract

ABSTRACT Digital creative industry in Indonesia growth rapidly in the last few years. This opportunity leads Indonesian central government declare a new vision to make Indonesia as the largest digital economy in ASEAN in 2020. To reach that vision, the first thing to do is build the digital creative ecosystem by integrating entangled stakeholders. By considering to this issue, this research was conducted to: (1) get deeper information about the digital creative ecosystem in Indonesia, (2) identify the roles of stakeholders in the digital creative ecosystem, and (3) analyze the role of stakeholders using service science perspective. Exploratory research was chosen to give better understanding related the types of issues happened in the ecosystem. Five key stakeholders were selected as informants so they can share their opinions and perspectives related to their role in the ecosystem. Strategic Options Development and Analysis then be used to analyze the transcribed interview. The result shows two major issues appeared in the digital creative ecosystem, which are collaboration and business ecosystem issues. It is found that there are four major roles in the digital creative industry: keystone, dominator, hub landlords, and niche player role. Association is expected to become the keystone to develop the ecosystem by sharing values with other stakeholders.  Keywords: Stakeholder’s Role, Strategic Options Development and Analysis, Digital Creative Industry, Service Science  ABSTRAK Industri kreatif digital di Indonesia tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir. Peluang ini membuat pemerintah pusat Indonesia mendeklarasikan visi baru untuk menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2020. Untuk mencapai visi itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah membangun ekosistem kreatif digital dengan mengintegrasikan para pemangku kepentingan yang terkait. Dengan mempertimbangkan masalah ini, penelitian ini dilakukan untuk: (1) mendapatkan informasi lebih dalam tentang ekosistem kreatif digital di Indonesia, (2) mengidentifikasi peran pemangku kepentingan dalam ekosistem kreatif digital, dan (3) menganalisis peran pemangku kepentingan menggunakan perspektif ilmu layanan. Penelitian eksplorasi dipilih untuk memberikan pemahaman yang lebih baik terkait jenis masalah yang terjadi di bidang yang diteliti. Lima pemangku kepentingan utama dipilih sebagai informan sehingga mereka dapat membagikan pendapat dan perspektif mereka terkait dengan peran mereka dalam ekosistem kreatif digital. Pengembangan Opsi Strategis dan Analisis kemudian digunakan untuk menganalisis wawancara yang ditranskripsi. Hasilnya menunjukkan dua masalah utama muncul dalam ekosistem kreatif digital, yaitu kolaborasi dan masalah ekosistem bisnis. Ditemukan bahwa ada empat peran utama dalam industri kreatif digital: keystone, dominator, tuan tanah hub, dan peran pemain khusus. Asosiasi diharapkan menjadi keystone untuk mengembangkan ekosistem kreatif digital dengan berbagi nilai dengan pemangku kepentingan lainnya. Kata Kunci: Peran Stakeholder, Pengembangan Strategic Options dan Analisisnya, Industri Digital Creative, Service Science
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA SDM DI ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (OPD) KOTA SUKABUMI Siska Ayudia Adiyanti
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i2.2630

Abstract

This study aims to obtain empirical evidence about the "Influence of Transformational Leadership and Organizational Culture on the Performance of Human Resources in the regional organization device (OPD) of Sukabumi". The results are expected to contribute in the development of management science, especially human resource management, and more specifically about transformational leadership, organizational culture, and performance of human resources. This research is expected to provide input to the regional organization device (OPD) of Sukabumi in general, the knowledge and input in optimizing the performance of the institution.
HOW CAN THE INDONESIAN TELECOMMUNICATION GIANT PERSIST AMID THE COMPETITION? A CASE OF TELKOMSEL INC. Egi Arvian Firmansyah
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 13, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i1.3505

Abstract

Salah satu ciri dunia bisnis (business world) di era ini adalah persaingan. Dibandingkan dekade-dekade sebelumnya, kini perusahaan menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat (hyper competition). Hal ini seiring pula dengan semakin terintegrasinya ekonomi dunia (integrated economies) sehingga persaingan tidak lagi berasal dari dalam negeri, melainkan juga dari luar negeri. Sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia dan perusahaan telekomunikasi paling Indonesia, Telkomsel kini menghadapi persaingan yang semakin ketat dari beberapa perusahaan lain. Beberapa perusahaan pesaing tersebut mayoritas sahamnya dimiliki oleh asing. Layanan dari provider pesaing menawarkan servis yang serupa namun dengan biaya yang lebih terjangkau bagi semua kalangan. Dengan demikian, posisi Telkomsel sebagai market leader semakin terancam dan profit perusahaan dikhawatirkan cenderung menurun di kemudian hari. Tulisan ini membahas mengenai isu-isu yang dihadapi Telkomsel (pada tahun 2014) dan menstimulus pengambil keputusan untuk mengambil keputusan strategis. Formulasi keputusan strategis dalam perusahan dilakukan secara terstruktur. Terlebih dahulu, manajer perusahaan di tingkat top management melakukan analisis posisi perusahaan di dalam persaingan. Tulisan ini menyajikan beberapa tools yang dapat digunakan untuk menganalisis posisi perusahaan dan posisi pesaing.
KAJIAN TENTANG PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) OLEH UKM (USAHA KECIL DAN MENENGAH) DI INDONESIA & APLIKASINYA Ratih Tresnati
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i1.4713

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji Usaha Kecil Menengah/UKM di Indonesia dalam melakukan kegiatan Corporate Social Responsible (CSR). UKM ini sangat memiliki peranan penting dalam lajunya perekonomian masyarakat, penciptaan lapangan kerja baru dan lewat UKM juga banyak tercipta unit-unit kerja baru yang menggunakan tenaga-tenaga baru yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Selain dari itu UKM juga memiliki fleksibilitas yang tinggi jika dibandingkan dengan usaha yang berkapasitas lebih besar. Walaupun perusahaan UKM berskala menengah dan kecil, tidak berarti mereka tidak dapat berbagi kepada masyarakat maupun kepada perusahaan yang skalanya lebih kecil dalam program CSR. Salah satu model CSR yang dapt dilakukan oleh perusahaan UKM adalah "Mendukung atau bergabung dengan suatu konsorsium. Perusahaan turut mendirikan, menjadi anggota atau mendukung lembaga sosial yang didirikan untuk tujuan sosial tertentu. Contoh lembaga yang melakukan model tersebut adalah “Dompet Dhuafa". Awalnya berdirinya, Dompet Dhuafa bernama Ikatan Silaturahmi Republika (ISR) yang merupakan bagian dari kesekretariatan Harian Republika yang menghimpun zakat dari para pegawainya. Kemudian ISR berkembang dengan melibatkan partisipasi dari masyarakat, dan akhirnya memasyarakat, maka diubahlah ISR menjadi Dompet Dhuafa Republika pada tanggal 2 Juli 1993. Adapun fungsi dari DD adalah menjalin ukhuwah melalui pemasyarakatan ZIS, dan menunjang pemberdayaan ummat melalui penguatan jaringan Institusi BMT, bertujuan meningkatkan kualitas iman, kesehatan dan taraf hidup masyarakat yang menjadi sasaran program. Disinilah beliau pemah menduduki posisi sebagai kepala Divisi Sosial Dompet Dhuafa. Divisi Sosial adalah divisi yang menangani penyaluran dana ZIS (zakat,  infaq, sedekah dari muzzaki kepada mustahik.            Dari kajian ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan UKM dapat melaksanakan kegiatan CSR yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan kegiatan CSR nya, "Dompet Dhuafa"  telah banyak menolong kelompok Usaha Kecil dan masyarakat Dhuafa,  sehingga mereka mampu meningkatkan taraf hidup tanpa memberatkan mereka. 
POTENSI DAN KENDALA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Aspiranti, Tasya
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Volume V No.1 Tahun 2008
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i1.2378

Abstract

Jumlah populasi UMKM
PENGARUH CAMEL TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA SEKTOR PERBANKAN INDONESIA PERIODE 2009-2013 Budhi Pamungkas Gautama; Gina Sofiasani
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i0.3049

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenaikan kemungkinan bank mengalami financial distress yang terjadi pada Sektor Perbankan Indonesia periode 2009-2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran CAMEL yang terdiri dari unsur capital, management efficiency, earning dan liquidity, 2) gambaran financial distress, 3) Pengaruh capital, management efficiency, earning dan liquidity terhadap Financial Distress. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi multipel. Populasi dalam penelitian ini adalah Sektor Perbankan Indonesia yang berjumlah 120 bank. Sampel yang digunakan sebanyak sembilan bank pada Sektor Perbankan Indonesia periode 2009- 2013 dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini, variabel capital yang diukur Capital Adequacy Ratio (CAR) dan liquidity yang diukur Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh terhadap Financial Distress sedangkan management efficiency yang diukur Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan earning yang diukur Return On Assets (ROA) berpengaruh terhadap financial distress.
Pengaruh Akuisisi Grab kepada Uber dan Citra Perusahaan (Corporate Image) terhadap Keputusan Penggunaan Jasa Transportasi Online (Studi Kasus Masyarakat Pertamburan Pengguna Jasa Transaportasi Online) Ana Ramadhayanti
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i0.4102

Abstract

ABSTRACT In Indonesia, especially Jakarta there are several kinds of online transportation such as Grab, Uber and Go-Jek. Along with the emergence of a variety of online taxis make the people choose from a variety of online transport that is in line with their wishes, and this will certainly create competition among online transportation. One Who survived the competition then he was the winner. Like one of the things that happened between Grab and Uber. Grab has acquired an Uber that will certainly generate a corporate image in the community. With the various descriptions that the authors pour on the above, the researchers are interested in doing this research by using explanatory research which refers to quantitative approaches and using survey research methods by distributing questionnaires to online transportation users. From the results of the study, the Grab Acquisition to Uber has a significant and positive influence. Similarly, Corporate Image has a significant and positive influence on the decision of online transport use. ABSTRAK  Di Indonesia khususnya Jakarta terdapat beberapa macam transportasi online seperti Grab, Uber dan Go-Jek. Seiring dengan munculnya berbagai macam ojek online membuat masyarakat memilih dari berbagai macam transportasi online tersebut yang sesuai dengan keinginannya, dan ini tentunya akan membuat persaingan diantara transportasi online tersebut. Siapa yang bertahan menghadapi persaingan maka, dialah yang menjadi pemenang. Seperti salah satunya yang terjadi antara Grab dan Uber. Grab telah mengakuisisi Uber  yang tentunya akan menimbulkan Citra Perusahaan di masyarakat. Dengan berbagai uraian yang telah penulis tuangkan diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini dengan menggunakan jenis penelitian penjelasan (explanatory research) yang merujuk pada pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode penelitian survei dengan cara membagikan kuesioner kepada pengguna transportasi online. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Akuisisi Grab kepada Uber memiliki pengaruh yang signifikan dan positif. Begitu juga Citra Perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap keputusan penggunaan transportsi online.
KAJIAN TENTANG KEMITRAAN GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI PADA USAHATANI JAGUNG MANIS DI KABUPATEN CIAMIS Ratih Tresnati
Jurnal Manajemen Bisnis Performa Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/performa.v0i2.3031

Abstract

Produksi jagung di Kabupaten Ciamis masih relatif rendah dan masih belum dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang cenderung terus meningkat, belum mampu mengimbangi permintaan yang sebagian dipacu oleh pengembangan industri pakan dan pangan. Pola pemasaran jagung melalui jalur pemasaran yang beragam, diantaranya bagi petani yang tidak melakukan kemitraan usaha dengan perusahaan mitra biasanya pemasaran jagung dilakukan melalui pedagang pengumpul baik yang memfungsikan kelompok tani atau koperasi maupun yang tidak, ada pula yang langsung menjual produknya ke pabrik pengolahan atau langsung ke konsumen jika produk tersebut untuk langsung dikonsumsi. Dengan melakukan kemitraan melalui Kampoeng BNI, para petani jagung manis di Kabupaten Ciamis telah mendapatkan kucuran dana dan pembinaan dari lembaga tersebut, sehingga para petani jagung manis di Kabupaten Ciamis  mampu meningkatkan produksi, lancar dalam pemasaran dan distribusi  produk tersebut serta mampu meningkatkan pendapatan para petani jagung manis tersebut

Page 6 of 19 | Total Record : 188