cover
Contact Name
Fauzi Abdillah
Contact Email
abdillah@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmd@unj.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL ILMIAH MIMBAR DEMOKRASI
ISSN : 14121875     EISSN : 25974513     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scientific Journal of Pulpit of Democracy is a forum for publication of the field of Social-Political, Legal, and Educational Sciences in the form of theoretical studies, research results, and related scientific papers. First published in 2001, with frequencies published 2 times a year in October and April.
Arjuna Subject : -
Articles 182 Documents
MENCOBA MENGANALISIS TEORI SOSIOLOGI KLASIK DURKHEIM DI DUSUN X DESA Y KABUPATEN Z PROPINSI O Djaja Hendra
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 1 Oktober 2019
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i01.12955

Abstract

ABSTRAK Teori Durkheim dalam sosiologi klasik Perancis terkenal dengan tekanannya pada norma-norma kolektif yang mempengaruhi tindakan dan kehidupan individu-individu, tanpa siapa pun yang menyadarinya. Isu-isu kolektif tersebut begitu kuat mengikat, sehingga telah menjadi ciri-ciri khas di dalam hubungan sosial yang bersangkutan. Dari sinilah, kemudian masyarakat itu hidup dalam bermasyarakat maupun bernegara. Teori Durkheim akan dicoba untuk diterapkan di Dusun X, Desa Y, Kabupaten Z, Provinsi O. Hasil-hasil observasi partisipan, terbukti: memang terlihat betapa norma-norma kolektif itu begitu kuat-mengikat individu-individu, sehingga warga pun tidak kuasa secara terang-terangan untuk menolak dari norma-norma yang sudah ditetapkan. Masyarakat Dusun X, tinggal mematuhi dan menerapkan di dalam kehidupan sehari-hari tanpa melihat, apakah norma-norma tersebut sudah sesuai atau tidak dari kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Akibatnya, masyarakat Dusun X telah kehilangan kemandirian, jati-diri dan kreativitasnya; atau jika berniat mencoba untuk melawan norma-norma yang telah ditetapan, maka dengan sangat terpaksa siap-siap untuk meninggalkan dusun tempat kelahirannya. Penyebab utama adalah, faktor kemiskinan dikarenakan pekerjaan yang dilakukan sebagian besar tukang becak, buruh bangunan dan sawah hanya sebatas untuk makan sampai pada panen berikutnya. Solusinya, memberi pengertian yang mendalam dan intensif kepada tokoh-tokoh masyarakat yang ada di Dusun X. ABSTRACT Durkheim theory on French classical Sociology is well known with its pressure with the collective norms that affect the action and the life of individuals, without anyone realized it. Those collective issues were tightly bounded, so it has become the special characteristic in the related social relation. From here, then the citizens live in society and in the living state. Durkheim theory will be tried to be applied on X backwoods, Y village, Z province and O province. The result of participants’ observation resulted: it is seen that collective norms tightly tied individuals, so that people do not have the right directly to refuse the stated norms. The citizens of X backwoods, obey and apply the norms in the daily live without seeing whether the norm is appropriate for the live of the related people or not. As the result, citizen from X orchard has lost their independence, self identity and creativity; or if they have a willing to try to break the stated norm, as the result they have to be forced to leave the place where they were born. The main factor is poverty, it is because the job that are done mostly are pedicab drivers, building labor and field worker and it is only enough to earn money on food until the next harvest. The solution of this problem is giving a depth and intensive understanding to the prominent figure in X backwoods.
COVER VOLUME 19 NOMOR 1 Oktober 2019 Editor JIMD
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 1 Oktober 2019
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i01.12959

Abstract

COVER VOLUME 19 NOMOR 1 Oktober 2019
Hegemoni Ideologi Penguasa Terhadap Guru Pendidikan Kewarganegaraan Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.4975

Abstract

This paper wishes to conduct a critical analysis of Citizenship Education in Singapore. Citizenship education as one of the national agenda in Singapore has an important position in providing citizenship understanding in order to prepare young citizens for the future of Singapore. Singapore's centralized education system and strict controls lead to highly vulnerable citizenship education politicization and ideologization of citizens through education. In fact, many studies show that the government under the People's Action party (PAP) is using authoritarian ways to defend and perpetuate its power through education. The attempts by the Singapore government with the soft authoritarian government or some experts say authoritarian with the usual Gramscian meaning "hegemony". Hegemony is the effort of a person or group of people (state) in maintaining or dominating his power in a peaceful way not by violence. With literature research and critical analytical descriptive methods in the form of relevant books and research, this paper wants to show how the PAP seeks to interpret its ideology with the hegemony done to teachers of citizenship education. The study concludes that not all teachers are hegemonized by Singapore's strict citizenship education policy.
Pemanfaatan Media Visual dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Yulita Pujilestari; Afni Susila
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.14334

Abstract

ABSTRAK Media visual yaitu alat peraga yang dipakai guru dalam peoses belajar mengajar sehingga dapat di nikmati oleh siswa melalui penglihatan atau panca indra mata. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Ciputat, Tangerang Selatan. Subjek penelitian ini adalah siswa satu orang guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dan tiga orang siswa kelas X Akuntansi. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan (1) antusiasme siswa dalam belajar mata pelajaran masih membutuhkan perhatian, tak lepas dari kendala baik kondisi kelas, maupun waktu belajar. Oleh karena itu guru harus mampu mengendalikan kelas agar keadaan kelas kembali terkendali dan siswa dapat belajar dengan konsentrasi, guru harus mampu membaca situasi kelas dengan baik. (2) Media visual dapat mempermudah guru dalam memberikan materi alam pembelajaran, media visual menampilkan gambaran konkret suatu materi, media visual juga dapat memusatkan motivasi siswa dalam belajar dan siswa mudah mengerti materi pelajaran, serta merangsang keaktifan siswa dalam belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran. (3) Media visual dapat memberikan gamabaran nyata suatu materi karena bukan hanya menampilkan teks, namun juga terdapat gambar, gerak, animasi yang menarik bagi siswa sehingga media visual agar dapat peningkatkan keinginan belajar mengajar siswa. ABSTRACTVisual media utilization in civic education learning. Visual media are visual aids used by the teacher in teaching and learning so that they can be enjoyed by students through vision or the five senses. This research is a descriptive qualitative research. The study was conducted at SMK Muhammadiyah 1 Ciputat, South Tangerang. The subjects of this study were students of one teacher of Pancasila and Citizenship Education subjects and three students of class X Accounting. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. This research resulted in (1) the enthusiasm of students in learning subjects still requires attention, not free from constraints both in classroom conditions and learning time. Therefore the teacher must be able to control the class so that the classroom situation is back in control and students can learn with concentration, the teacher must be able to read the class situation well. (2) Visual media can facilitate teachers in providing natural learning material, visual media display concrete images of a material, visual media can also focus student motivation in learning and students easily understand subject matter, and stimulate student activity in learning Pancasila and Citizenship Education. (3) Visual media can provide a real picture of a material because it not only displays text, but there are also images, movements, animations that are interesting for students so that visual media can increase the desire to learn and teach students
Pertalian Agama Pada Pilkada DKI Jakarta Tahun 2017 Muhamad Ridwan Effendi; Iqbal Syafrudin
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.14528

Abstract

Artikel ini bertujuan menguraikan tentang hubungan antara agama dan politik yang terjadi di DKI Jakarta dalam kerangka Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2017 lalu sebagai salah satu saluran demokrasi di Indonesia. Melalui metode dan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti lebih memfokuskan kajiannya pada serangkaian peristiwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Jakarta dengan dinamai “Aksi Bela Islam” oleh kelompok penggeraknya yaitu GNPF-MUI (Gerakan Naisonal Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia) yang berpengaruh terhadap konstelasi politik saat itu. Artikel ini menunjukkan bahwa Aksi Bela Islam telah menunjukkan keterlibatannya dalam arena politik yang bergejolak, dan proses tersebut telah membentuk watak situasi politik yang terjadi dalam Pilkada DKI Jakarta. Selain itu, kajian ini pun menunjukkan bahwa proses demokrasi yang tengah berjalan telah memungkinkan munculnya identitas agama dalam Pilkada DKI Jakarta.
Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Animasi terhadap Minat Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP Islam Alimuddin Kabupaten Probolinggo Eliya Hakiki Nur Sugini; Abdul Basit
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.14616

Abstract

This research aims to find out the effect of the use of animation based learning media on the learning interest of students in grade VII Alimuddin Islamic High School in Probolinggo regency. The use of animation based learning media is expected to help the learning process and improve student learning outcomes.This study used the research method namely quantitative research with correlation analysis. While the sample taking technique used Sampling where the sample used was grade VII Alimuddin Islamic High School non Probability Sampling, which amounted to 45 students. The research instrument in this research damaged the likert scale with Aangket inserts 10 questions with 4 questions. Data collection techniques use archivist based observation and angkets. Research obtained in this study indicates that this calculation t is uncountable -35.206 and t table calculation (-)1,68. So calculate (-35.206) > t table 1.68 or significant 0,000 < from 0,05 So there is the animated learning media influence over class learners interest in grade VII Alimuddin Islamic High School. Meaningless H0 : rejected and Ha : received. Which means that there,s an animated learning media influence over class learners interest in grade VII Alimuddin Islamic High School Probolinggo Regency.
Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Mencegah Paham Radikal Sri Rahayu Pudjiastuti
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.14788

Abstract

This descriptive research aims to contribute thoughts, ideas and strategies and efforts to internalize the values of Pancasila to prevent the development of radical understanding. This writing uses a descriptive method that is seen as a comprehensive integral. The results showed that the current conditions of internalizing Pancasila values were; weak education system, resistance to the ideology of Pancasila, lack of exemplary leaders, and the increasing negative influence of external values that are not in accordance with Pancasila. The internalization of Pancasila values is done by; strengthening the education system, enhancing national identity and character, increasing the commitment of national leaders, increasing understanding of Pancasila values in daily life to increase the deterrence of negative influences through education, outreach and cooperation. This study concludes that the internalization of the values of Pancasila can increase community awareness in counteracting the spread of radical ideas.
Kolaborasi Kabinet Zaken dan Kabinet Koalisi dalam Pembentukan Kabinet Efektif Reja Fahlevi; Darul Huda Mustaqim
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.14939

Abstract

ABSTRAKPenelitan ini bertujuan untuk mencari formulasi kolaborasi antara kabinet zaken dan kabinet koalisi dalam rangka membentuk kabinet yang efektif. Metode peneitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode komparatif dengan mencari referensi teori yang relevan sesuai dengan kajian riset ini. Ada empat macam bentuk kolaborasi yang ditawarkan di dalam penelitian ini di antaranya (1) harus ada kesepakatan mengenai platform dan agenda politik bersama di antara partai-partai yang berkoalisi, (2) adanya pembagian kekuasaan atau power sharing yang secara relatif dianggap memuaskan oleh seluruh partai mitra koalisi dan ahli, (3) perlu penegasan Presiden kepada partai politik untuk memberikan kader terbaiknya yang memiliki keahlian dibidangnya untuk duduk sebagai menteri, (4) Kabinet Zaken bisa di pilih oleh presiden melalui kontribusi partai koalisi maupun dari seleksi oleh Presiden sendiri dalam penentuan secara terbuka oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Jadi bentuk Kolaborasi (1) bisa diisi 50% dari kalangan ahli professional (non parpol), 50% dari kalangan parpol. (2) bisa 30% dari kalangan ahli professional non parpol, 70% dari kalangan parpol yang sesuai bidang akademik dan kerjanya. (3). Pos-pos menteri yang menyangkut hajat hidup orang banyak sebaiknya dijabat oleh menteri yang berasal dari kalangan ahli professional non parpol. ABSTRACTCollaboration zaken cabinet and coalition cabinet in the formation of an effective cabinet. This research supports the search for collaboration formulations between the zaken cabinet and the coalition cabinet in an effective cabinet framework. The research method used in this study is a comparative method by finding relevant theory references in accordance with this research study. There are four types of collaboration offered in this study above (1) there must be agreement on a platform and a joint political agenda between the parties that are in the coalition, (2) there is a division of power or the division of power that is related freely received by each party coalition partners and experts, (3) the president must be affirmed for political parties to provide the best cadres who have expertise in their fields to sit as ministers, (4) the zaken cabinet can be chosen by the president opened by experts in their respective fields. So the Collaboration form (1) can be filled 50% from professional experts (non-political parties), 50% from political parties. (2) 30% can be from non-political professional experts, 70% from political parties that are suitable in the academic field and competition. (3) Ministerial posts discussing non political party profession experts.
Editorial: Transfigurasi dan Aksentuasi Jurnal di Tahun 2020 Fauzi Abdillah
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v19i02.15089

Abstract

Para pembaca yang budiman, Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi menerbitkan artikel hasil penelitian, artikel gagasan, dan ulasan buku yang termasuk pada ruang lingkup kajian disiplin ilmu Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Saat ini Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi secara online telah terindeks pada Google Scholar, Portal Jurnal Garuda, Crossref, Sinta dan lain sebagainya. Pada tahun 2019, melalui Surat Keputusan No. 36/E/KPT/2019 yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), telah menyatakan bahwa Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi telah terakreditasi pada peringkat Sinta 5 mulai Volume 17 No. 1 2018 sampai Volume 21 No. 2 tahun 2022. Editorial kali ini juga dimanfaatkan sebagai media informasi bahwa telah terjadi transfigurasi atau perubahan pada beberapa aspek di Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi. Perubahan pertama adalah pergantian dan perubahan susunan Dewan Editor atau Editorial Boards dan Reviewers atau Mitra Bestari. Perubahan susunan dan penambahan Editor maupun Reviewer dilaksanakan dengan pertimbangan kepakaran, jejak publikasi, dan mengoptimalkan peran asosiasi profesi untuk berkontribusi pada proses penerbitan jurnal.
Upaya pembentukan karakter kepemimpinan lintas budaya dalam membangun kemampuan resolusi konflik generasi milennial Aris Riswandi Sanusi; Bunyamin Maftuh; Elly Malihah
Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 1 Oktober 2020
Publisher : Program Studi PPKn FIS UNJ & Asosiasi Profesi PPKn Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jimd.v20i1.15661

Abstract

Konflik merupakan suatu keniscayaan dalam kehidupan masyarakat sehingga menuntut mahasiswa untuk memiliki karakter kepemimpinan lintas budaya dan kemampuan resolusi konflik sebagai upaya mengelola konflik menjadi suatu kekuatan bangsa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara pada dosen dan mahasiswa, observasi, dan studi literatur. Hasil yang ditemukan yaitu upaya yang dilakukan Universitas Buana Perjuangakan Karawang dalam membentuk karakter kepemimpinan lintas budaya dan kemampuan resolusi konflik mahasiswa dilakukan dengan cara pelembagaan melalui orientasi pegawai dan mahasiswa, pembentukan satuan pengawas internal dan lembaga penyelesaian konflik, serta upaya edukatif yang dilakukan melalui kolaborasi pelatihan kepemimpinan, Pendidikan Kewarganegaraan, dan Jatidiri Bangsa.

Page 10 of 19 | Total Record : 182


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 24 No.2 April 2025 Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 24 No. 1 Oktober 2024 Vol. 23 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 23 No. 2 April 2024 Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 23 No. 1 Oktober 2023 Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 2 April 2023 Vol 22 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 22 No. 1 Oktober 2022 Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 2 April 2022 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 21 No. 1 October 2021 Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 2 April 2021 Vol 19 No 02 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 2 April 2020 Vol 20 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 20 No. 1 Oktober 2020 Vol 19 No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 19 No. 1 Oktober 2019 Vol 18 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 18 No. 2 April 2019 Vol 18 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 18 No. 1 Oktober 2018 Vol 17 No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 17 No. 2 April 2018 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 17 No. 1 Oktober 2017 Vol 16 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 16 No. 2 April 2017 Vol 16 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, Vol 16 No 1 Oktober 2016 Vol 15 No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 15 No. 2 April 2016 Vol 15 No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 15 No. 1 Oktober 2015 Vol 14 No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 14 No. 2 April 2015 Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi Volume 14 No.1 Oktober 2014 Vol 13 No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 13 No. 2 April 2014 Vol 13 No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 13 No. 1 Oktober 2013 Vol 12 No 2 (2013): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 12 No. 2 April 2013 Vol 11 No 2 (2012): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi: Volume 11 No. 2 April 2012 Vol 10 No 2 (2011): Jurnal Ilmiah Mimbar Demokrasi, Vol 10 No 2 April 2011 More Issue