cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ikacorry8@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PSYCHOMUTIARA
ISSN : -     EISSN : 26155281     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal Psychomutiara adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Prodi Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia. Jurnal Psychomutiara bertujuan untuk memudahkan interaksi, diskusi, dan selanjutnya memajukan gagasan diantara ilmuwan Psikologi Indonesia. Psychomutiara terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 124 Documents
PERAN KOMUNIKASI DIGITAL BAGI INDIVIDU INTROVERT DALAM MEMBANGUN RELASI SOSIAL Hasibuan, Salman; Defhany, Defhany; Lbn. Toruan, Rachel Mia; Berkat, Open
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi digital merupakan proses penyampaian pesan atau informasi melalui media berbasis teknologi digital, seperti internet, media sosial, aplikasi pesan instan, email, dan platform digital lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran komunikasi digital bagi individu introvert dalam membangun relasi sosial serta untuk mengetahui strategi dan tantangan individu introvert dalam menggunakan komunikasi digital dalam membangun relasi sosial. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan dokumentasi, dimana informan dalam penelitian ini terdiri dari dua mahasiswa introvert, satu karyawan individu introvert dan satu orang psikologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi digital memiliki peran yang signifikan dalam membantu individu dengan kepribadian introvert membangun dan mempertahankan relasi sosial. Komunikasi digital memberikan ruang yang lebih aman, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan psikologis introvert dalam mengekspresikan diri, terutama karena dapat mengurangi tekanan sosial yang biasanya muncul dalam komunikasi langsung. Dari sisi strategi, individu introvert cenderung menggunakan pendekatan tidak langsung, seperti membalas story, menyapa melalui teks, atau membahas topik yang ringan. Namun, mereka juga menyadari adanya tantangan, seperti risiko miskomunikasi, keterbatasan ekspresi non-verbal, kelelahan digital, hingga ketergantungan pada media sosial. Meski begitu, para informan menunjukkan kemampuan untuk beradaptasi dan mengembangkan strategi pengelolaan diri, seperti menggunakan emoji, melakukan klarifikasi, memilih platform yang nyaman, dan memberi jeda dalam penggunaan media sosial.
PENGARUH PENILAIAN KINERJA TERHADAP MOTIVASI KERJA PEGAWAI SATUAN POLISI PAMONG PRAJA PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2025 Sari, Inggrit Puspita; Ningsih, Siska Dwi; Ramadhani, Sri; Pahsa, Puja Aulia Tri
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam pencapaian tujuan organisasi, baik di sektor publik maupun swasta. Salah satu aspek utama dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah penilaian kinerja yang berfungsi untuk menilai kontribusi pegawai secara objektif dan terukur. Dalam konteks instansi pemerintah, seperti Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara, penilaian kinerja memiliki peran strategis dalam meningkatkan profesionalisme, disiplin, dan kualitas pelayanan publik. Motivasi kerja merupakan kondisi atau dorongan, baik internal maupun eksternal, yang memengaruhi semangat pegawai dalam melaksanakan tugas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penilaian kinerja dapat meningkatkan motivasi kerja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penilaian kinerja terhadap motivasi kerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 46 pegawai yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien determinasi (R²) sebesar 0,438 dengan nilai signifikansi 0,000, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara penilaian kinerja dan motivasi kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa 43,8% variasi motivasi kerja pegawai dapat dijelaskan oleh penilaian kinerja, sedangkan 56,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja yang objektif dan transparan berkontribusi terhadap peningkatan motivasi kerja pegawai di lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Sumatera Utara.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KARYAWAN DI PT. SPC (SINAR PERDANA CARAKA) WILMAR GROUP K, Khairil Fauzan; Nuranasmita, Tengku; Faadhil, Faadhil
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap perusahaan. Kondisi kerja yang nyaman, aman, dan mendukung mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal, memiliki komitmen yang lebih tinggi, serta terlibat secara emosional dan kognitif. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan keterlibatan karyawan di PT SPC (Sinar Perdana Caraka) Wilmar Group. Metode: penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 119 karyawan, dengan 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala lingkungan kerja oleh Permatasari (2011) dan skala keterlibatan karyawan yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil: penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,675 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan. Lingkungan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 45,6% terhadap keterlibatan karyawan, sedangkan 54,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan karier. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan berada pada kategori sangat baik, ditunjukkan oleh nilai mean empirik yang lebih tinggi dibandingkan mean hipotetik. Kesimpulan: bahwa lingkungan kerja berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan karyawan.
PENGARUH PERAN GURU BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA SMA KARTIKA I-2 MEDAN Siswanto, Khaulah Aisyah Putri; Diafatma, Jihan; Meliala, Sinarsi; Girsang, Erika
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pendidikan merupakan proses yang berfungsi untuk membentuk kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidupnya. Sebagai lembaga pendidikan resmi, sekolah sangat penting untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan karakter kepada para siswa. Dalam situasi ini, motivasi siswa memiliki dampak besar pada prestasi belajar. Baik faktor internal maupun lingkungan yang memotivasi siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan mencapai hasil terbaik disebut sebagai motivasi belajar. Tujuan: Untuk mengetahui apakah fungsi guru bimbingan dan konseling memengaruhi motivasi belajar siswa di SMA Kartika I-2 Medan. Metode: Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI, dengan sampel sebanyak 61 siswa sebagai. Prosedur pengambilan sampel dalam penelitian ini mengguanakan non-probability sampling. Kuesioner skala Likert digunakan sebagai instrumen penelitian, dan uji regresi linier sederhana digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Hasil uji regresi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara peran guru bimbingan konseling terhadap motivasi belajar siswa. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 (<0,05), yang berarti hipotesis diterima. Koefisien determinasi (R²) senilai 0,299 yang menunjukkan bahwa variabel peran guru bimbingan konseling memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, semakin baik peran guru, semakin tinggi pula motivasi belajar siswa di SMA Kartika I-2 Medan. Kesimpulan: bahwa sekolah harus terus mempromosikan penggunaan peran guru bimbingan dan konseling sebaik mungkin melalui dukungan fasilitas, pengembangan kompetensi, dan pelatihan. Guru bimbingan dan konseling juga didorong untuk menemukan cara-cara yang lebih inovatif dalam memberikan bimbingan, misalnya melalui konseling berbasis teknologi, pendekatan kolaboratif dengan orang tua, dan integrasi kegiatan motivasional dalam proses pembelajaran

Page 13 of 13 | Total Record : 124