cover
Contact Name
I Komang Mertayasa
Contact Email
kmertayasa19@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bawiayahfda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu
ISSN : 20896573     EISSN : 26141744     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Bawi Ayah Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu dengan e-ISSN 2614-1744 dan p-ISSN 2089-6573 adalah jurnal dengan peer-review yang diterbitkan oleh Fakultas Dharma Acarya Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang, Palangka Raya. Diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Jurnal ini menerbitkan tinjauan terkini dari hasil pemikiran dan penelitian tentang Pendidikan agama dan kajian budaya dalam Agama hindu.
Arjuna Subject : -
Articles 103 Documents
KONSEP PENDIDIKAN NATURALISTIK JEAN JACQUES ROUSSEAU DAN RELEVANSINYA BAGI PENGEMBANGAN SISTEM MERDEKA BELAJAR DI INDONESIA Siswadi, Gede Agus
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 14 No 2 (2023): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i2.952

Abstract

The current educational orientation is more toward a mechanistic education system. That is, the entire series of education carried out has been designed and very structured. So that teachers and students only follow the previously designed structure. Thus, the meaning of education that expects the development of the potential possessed by students will be hampered because of the structure that has been made. In understanding the reality of the world, students are kept away from their world. So that what is born is students who learn and understand about nature, but never learn together with nature. And Jean Jacques Rousseau presents the concept of naturalistic education as a rationale for returning students to natural reality. Through qualitative research methods with a philosophical hermeneutic approach, this study will attempt to uncover the meaning behind the reality of the world of education today by exploring the concept of naturalistic education initiated by Jean Jacques Rousseau. Thus, the results in this study indicate that Rousseau's idea of ​​the concept of naturalistic education departs from his concern about the direction of education which hinders the development of the potential of students in accordance with their natural nature. Students are likened to a robot that only follows the learning programs that have been designed. Thus, education must be returned to the natural aspect, so that students understand the realities of the world well. As well as the development of a “Merdeka Belajar” system in Indonesia, it is very important to understand Rousseau's concept of naturalistic education, so that it fully gives freedom to students to return to the natural nature of each student.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA HINDU SETELAH PEMBELAJARAN MASA PANDEMI COVID-19 putu, widiyanto
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 14 No 2 (2023): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v14i2.988

Abstract

Learning during the Covid 19 pandemic has made face-to-face learning methods into learning from home. This condition certainly makes a change from how the teacher teaches, materials to the learning tools used. It is feared that this change in conditions will have an impact on the achievement of students' critical thinking skills. This study aims to determine the impact of learning during the Covid-19 pandemic on the critical thinking skills of Hindu students at SDN 1 Sidorejo Tamban Catur, Kapuas Regency. This research was carried out by distributing instruments in the form of written tests to 17 students in grade 5. The data obtained from the written test will be analyzed based on indicators of critical thinking skills. The findings in the field showed that 52.9% of grade 5 students at SDN 1 Sidorejo Tamban Catur Kapuas Regency had very high critical thinking skills after learning was carried out from home during the Covid 19 pandemic
STATUS SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SMKN DAN SMAN 1 CEMPAGA HULU KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Wiratama, Veda; Sidi, I Nyoman; Sigai, Ervantia Restulita.L
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 14 No 2 (2023): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i2.1030

Abstract

Status sosial ekonomi orangtua siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu dapat dikatakan sebagian besar berstatus sosial ekonomi menengah kebawah dengan rata-rata pekerjaan orangtua siswa sebagai petani kemudian karyawan swasta, wirausaha dan perangkat desa, dalam mengikuti pembelajaran siswa agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu memiliki prestasi belajar yang sangat baik. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan orangtua, sedangkan objeknya dalah status sosial ekonomi orangtua dan minat belajar dengan prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu di SMKN 1 Cempaga Hulu dan SMAN 1 Cempaga Hulu, Teknik pengumpulan data dengan metode kualitatif, diperoleh dari observasi, wawancara, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis didapatkan hasil yakni prestasi belajar siswa agama Hindu tidak dipengaruhi oleh status sosial ekonomi orangtua, pertama prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu seperti internal prestasi belajar siswa, fisiologis siswa, motivasi, intelegensi dan akademik, eksternal prestasi belajar siswa, kondisi ruang kelas, sarana dan sumber belajar, kedua status sosial ekonomi orangtua terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama Hindu seperti pekerjaan orangtua, pendidikan orangtua, pendapatan orangtua, hubugan status sosial ekonomi terhadap prestasi belajar, dan ketiga minat belajar siswa terhadap prestasi belajar Pada Pendidikan Agama Hindu seperti menumbuhkan minat belajar agama Hindu, manfaat belajar agama Hindu, hubungan minat dalam prestasi, strategi menumbuhkan minat belajar
AJARAN AGAMA HINDU DALAM ERA DIGITAL: MENDORONG PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI DENGAN TEKNOLOGI Indrayasa, Kadek Bayu
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 14 No 2 (2023): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i2.1064

Abstract

Era digital telah membawa transformasi mendalam dalam cara kita berkomunikasi, belajar, dan berinteraksi. Ini memengaruhi juga bagaimana agama dan nilai-nilai prososial dapat disampaikan dan dipahami oleh anak-anak usia dini. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran teknologi dalam menyebarkan ajaran agama Hindu kepada anak-anak usia dini dan sejauh mana hal ini dapat mendorong perilaku prososial. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan observasi terhadap kelompok anak usia dini yang mendapatkan ajaran agama Hindu melalui aplikasi dan platform digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi memiliki potensi besar dalam membantu anak-anak usia dini memahami ajaran agama Hindu dan menginternalisasi nilai-nilai prososial yang terkandung didalamnya.Melalui aplikasi dan platform digital, anak-anak dapat belajar dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. Mereka dapat mengakses cerita, gambar, dan video yang memperjelas konsep-konsep agama Hindu. Selain itu, teknologi memungkinkan anak-anak untuk terlibat dalam aktivitas kolaboratif, seperti diskusi kelompok daring, yang mendorong mereka untuk berbagi pengalaman dan merenungkan nilai-nilai agama.Namun, penelitian ini juga menyoroti tantangan dan risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi dalam menyebarkan ajaran agama Hindu kepada anak-anak. Oleh karena itu, peran orang tua dan pendidik sangat penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak dalam penggunaan teknologi.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi dapat menjadi alat yang efektif dalam mendukung pembelajaran ajaran agama Hindu dan mendorong perilaku prososial pada anak usia dini. Namun, perlu ada pendekatan yang seimbang antara teknologi dan interaksi sosial dalam pendidikan agama Hindu untuk memastikan bahwa nilai-nilai agama dan prososial dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari anak-anak.
STRATEGI GURU AGAMA HINDU MENGATASI KETERBATASAN SUMBER PENDIDIKAN HINDU DI SMPN KECAMATAN GUNUNG BINTANG AWAI KABUPATEN BARITO SELATAN kasih, Dona Mutiara; Mujiyono, Mujiyono; Astawa, I Nyoman Sidi
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 14 No 2 (2023): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i2.1066

Abstract

This thesis examines the strategies of Hindu religious teachers in overcoming the limited resources of Hindu education at SMPN Gunung Bintang Awai District. The phenomenon that occurs is the limited number of Hindu religious teaching books, journals, pictures and symbols of the Hindu religion, the difficulty of the internet network which causes the learning of Hinduism to be less or not optimal. This research aims to examine and describe the strategies of Hindu religious teachers in overcoming the limited resources of Hindu education. This thesis uses a qualitative descriptive method with an emic approach. The results of the analysis studied using theory explain the strategies implemented by teachers at SMPN Gunung Bintang Awai District, namely participating in training, group work, accessing material from the internet, increasing teacher creativity, textbooks as learning resources and utilizing the learning environment. At SMPN Gunung Bintang Awai District, the use of educational resources is still not optimal because the availability of educational resources in these schools is still insufficient, teachers are less creative and innovative in overcoming limited learning resources such as conducting research and making learning books or modules.
SIKAP PELAKU KONVERSI AGAMA HINDU KAHARINGAN KE KRISTEN PADA KEHIDUPAN PERKAWINAN Susi, Susi
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 15 No 1 (2024): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i1.1072

Abstract

ABSTRAK Artikel ini merupakan hasil penelitian yang membahas tentang perpindahan agama yang dilakukan oleh penganut agama Hindu Kaharingan kepada umat Kristiani dalam kehidupan berumah tangga, yang fokus pada sikap pelaku perpindahan agama. Penelitian mengenai kasus ini dilatarbelakangi oleh peningkatan kejadian perpindahan agama yang dinilai cukup tinggi di Desa Hurung Bunut, terutama pada tahap perkawinan. Tentu saja konversi tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa faktor. Termasuk faktor kegelisahan batin yang ada dalam diri, pernikahan dan mendapat hidayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggunakan pendekatan psikologis, dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi pustaka. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konversi agama Rambo R. Lewis. Hasil analisis menyatakan bahwa pelaku pindah agama memutuskan untuk menjalani pindah agama karena adanya faktor tertentu, sehingga mengakibatkan perubahan sikap yang dialami pelaku dan agama sebelumnya. Pertama, sikap sosial terhadap individu yang dipandang tidak terjadi perubahan berarti secara sosial, namun secara individu terjadi perubahan sikap dalam sistem penghayatan terhadap ajaran agama yang baru dianutnya dan yang lama. ditinggalkan. Kedua, adanya sikap terhadap tradisi dan budaya, dimana bagi mereka yang berpindah agama, meskipun telah menganut keyakinan lain namun tradisi tetap dilestarikan karena dianggap tradisi yang harus dijaga dan dianggap sebagai bagian dari keberagaman. Ketiga, adanya sikap/sistem keagamaan. ritual, yang mana bagi mereka yang masuk agama, sistem ritualnya berjalan apa adanya, tidak ada batasan boleh atau tidaknya mereka melaksanakannya, karena mereka memahami bahwa ritual dalam agama Hindu Kaharingan bersifat tradisional, namun sebaliknya untuk Penganut Kaharingan, begitu juga dengan tokoh agama Kaharingan, Hal ini sangat memprihatinkan, karena pemahaman yang berbeda, ritual keagamaan bisa saja mengalami pergeseran nilai sebagai tradisi, yang pada keduanya terdapat batasan-batasan tertentu. Sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi para tokoh dan lembaga agama Hindu Kaharingan untuk lebih intensif lagi dalam memberikan pelatihan dan bimbingan kepada generasi muda penganut Hindu Kaharingan dalam memantapkan keimanan terhadap agama yang dianutnya.
PEDAGOGI EKSISTENSIAL HUMANISTIK DALAM PANDANGAN JEAN PAUL SARTRE DAN REFLEKSI ATAS KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR DI INDONESIA Siswadi, Gede Agus
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 15 No 1 (2024): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i1.1151

Abstract

This research focuses on an exploration of Jean Paul Sartre’s thoughts related to the philosophy of existentialism. The philosophical thinking of this existentialist will form a stream of existentialist education philosophy that is more inclined to the application of humanistic education. The method used in this research is a qualitative method with a philosophical hermeneutic approach. The results of this study show that humanistic existentialist pedagogy is an educational approach that prioritises the individuality and subjective experience of students. Rooted in the philosophies of existentialism and humanism, this approach positions teachers as facilitators who help students find the meaning of life, develop identity, and explore personal values. The main focus is to empower students to take an active role in the learning process, encourage self-reflection and build independence. Through deep interaction between students and subject matter, this approach triggers holistic development, not only of cognitive aspects but also emotional, social, and spiritual. Teachers not only teach facts, but also guide students in relating learning to the reality of everyday life. It aims to create individuals who are more aware, responsible, and have a deeper understanding of themselves as well as the surrounding environment. The humanistic existentialist pedagogical approach and the concept of ‘Merdeka Belajar’ both prioritise individual autonomy in learning. Both the humanistic existentialist approach, which emphasises personal growth and freedom in learning, and the concept of ‘Merdeka Belajar’, which gives students the opportunity to manage their own learning, both provide space for students to take an active role in the learning process, respect the uniqueness of each individual, and encourage personal responsibility in learning from each learner.
PEREMPUAN, SPIRITUALITAS, DAN PERUBAHAN SOSIAL: ANALISIS TERHADAP PERAN SARATHI DALAM MASYARAKAT HINDU KONTEMPORER Raharjo, Sukirno Hadi; Ningrum, Siti Utami Dewi
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 15 No 1 (2024): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i1.1164

Abstract

This research aims to analyse the role of women as Sarathi in Hindu religious rituals and their impact on social change in contemporary Hindu society. The focus of this research is to explore the gender dynamics contained in the involvement of women as Sarathi, as well as how this role influences spirituality and its contribution to social change. Through a qualitative approach, this research will conduct an in-depth analysis of the experiences and perceptions of women who carry out the role of Sarathi in the Hindu religious context. The research will also highlight the challenges and opportunities women face in carrying out these ritualistic roles and their impact on structural changes in contemporary Hindu society. It is hoped that the results of this research will provide a better understanding of the contribution of women in the Hindu religious context, explore the potential of women as agents of social change, and strengthen dialogue regarding gender equality in the religious realm. In addition, it is hoped that this research can provide a basis for policies and advocacy that support women's empowerment and encourage gender equality in the continuing developing Hindu religious context.
Implementasi Pendidikan Prenatal Melalui Upacara Manyaki Tihi Pada Umat Hindu Kaharingan Wati, Wati; Megawati, Megawati; Pinatih, Ni Putu Sri
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 15 No 1 (2024): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i1.1175

Abstract

Hinduism is a religion recognized by the Indonesian government, whose adherents are spread in almost all corners of Indonesia. In the practice of religious rituals, Hinduism has differences from one region to another which are adapted to Desa Kala Patra. However, in general they have the same goal. One example is the Hindu religion on the island of Kalimantan, precisely in the province of Central Kalimantan, known as Hindu Kaharingan, whose adherents are the Dayak tribe, a native tribe of Kalimantan. In religious practice, the Hindu Kaharingan community has its own and unique characteristics. For example, at the Manyaki Tihi ceremony, which is a practice of religious activities to support prenatal education. The aim of this research is to describe and analyze the implementation of prenatal education through Manyaki Tihi among Hindu Kaharingan in Tangki Dahuyan Village, Manuhing District. The method in this research is descriptive qualitative. The results of the research are that the Manyaki Tihi ceremony is a ceremony carried out by the Hindu Kaharingan community for generations which is aimed at pregnant women or pregnant women based on the difficult events faced by a woman who is pregnant until she gives birth. The Manyaki Tihi ceremony has three series of activities, namely: 1) Preparation, namely determining a good day and preparing facilities such as: rice, sacrificial animals in the form of pigs and chickens for blood to be taken, betel nut, coconut oil, water, pot lids, nets, mats (Amak ), incense or frankincense and tools such as axes, machetes and sharpening stones. 2) The main activity, namely smearing (manyaki) pig and chicken blood on pregnant women and sprinkling white rice in various directions. And, 3) Closing, namely bargaining capacity. As well as the implementation, this ceremony can only be performed by Kaharingan Hindu women who are pregnant with their first child at the age of 7 months. Because this ceremony will make the mother-to-be feel more peaceful and calm, because during the ceremony the Basir will say prayers aimed at the ancestors and Ranying Hatlla Langit. So the mother feels calmer and ready to face the birth of her first baby. And the baby in the womb will be healthier, because the mother does not experience stress.
Integrasi Konsep Knowing, Doing, Caring dalam Pembelajaran Agama Hindu bagi Anak Usia Dini: Pendekatan Holistik Parmilyasari, Putu Vista
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 15 No 1 (2024): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Fakultas Dharma Acarya IAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v15i1.1185

Abstract

Pendidikan agama Hindu merupakan bagian yang tak terpisahkan dari identitas dan warisan budaya Hindu. Bagi anak-anak yang menjalankan keyakinan Hindu, pendidikan agama tidak hanya berkisar pada pemahaman teks-teks suci atau pelaksanaan praktik keagamaan, tetapi juga mencakup penguatan nilai-nilai moral, etika, dan filsafat yang menjadi dasar agama Hindu. Dalam rangka ini, penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana konsep knowing, doing, caring diintegrasikan dalam pembelajaran agama Hindu bagi anak-anak usia dini dengan pendekatan yang holistik. Melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam sebagai metode pengumpulan data, penelitian ini bermaksud untuk menggali dampak integrasi konsep tersebut terhadap pertumbuhan spiritual, moral, dan karakter anak usia dini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang interaktif, seperti cerita-cerita, lagu-lagu, kegiatan praktis, dan pengalaman langsung, anak-anak dapat secara aktif terlibat dalam pembelajaran agama Hindu. Pendekatan holistik memungkinkan mereka untuk memahami dan menyerap ajaran agama Hindu secara menyeluruh, sambil memperkaya pengalaman belajar mereka melalui penggunaan semua indra. Lebih lanjut, melibatkan orang tua dan keluarga dalam proses pembelajaran juga terbukti sebagai faktor kunci dalam keberhasilan pendekatan holistik ini. Dukungan yang diberikan orang tua dalam memperkuat pembelajaran anak-anak di rumah memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan praktik agama Hindu mereka. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi konsep Knowing, Doing, Caring dalam pembelajaran Agama Hindu bagi anak-anak usia dini dengan pendekatan holistik adalah pendekatan yang efektif dan bermakna dalam membentuk anak-anak menjadi individu yang berempati, bertanggung jawab, dan terhubung dengan nilai-nilai spiritual sejak usia dini. Hal ini memiliki dampak positif dalam pembentukan karakter dan pertumbuhan holistik anak-anak menuju masa depan yang lebih cerah.

Page 9 of 11 | Total Record : 103