cover
Contact Name
Yunda Maymanah Rahmadewi
Contact Email
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yunda.maymanah@culinary.uad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Food and Culinary
ISSN : 26218437     EISSN : 26218445     DOI : 10.12928
Journal of Food and Culinary (JFC) is a peer-reviewed open access journal published twice in a year (June and Desember). The JFC focuses on the publication in food service industry and management.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2 [Desember 2024]" : 5 Documents clear
Pengembangan Serbuk Daun Stevia pada Selai Nanas Tanpa Pemanis Gula Pasir Rahayu, Aprilia Nurcahyaning; Sihite, Hetty Yulianti; Mashudi, Mashudi
Journal of Food and Culinary Vol. 7 No. 2 [Desember 2024]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v7i2.11477

Abstract

Upaya pemanfaatan nanas honi di Kabupaten Bintan sebagai olahan selai nanas sehat dengan pengganti gula pasir yaitu bubuk daun stevia. Selai nanas sebagai pangan pelengkap isian dan olesan bakery and pastry. Selai nanas dengan bubuk daun stevia menjadi pilihan selai nanas sehat yang mendukung tourism sustainable.  Penelitian ini adalah penelitian  Research and development menggunakan metode uji organoleptik untuk melihat tingkat kesukaan panelis dari hasil uji coba resep. Hasil uji organoleptik tingkat kesukaan panelis untuk warna, aroma, tekstur dan rasa nilai tertinggi pada sampel C yang berarti persentase bubuk daun stevia 0,75%. Persentase nilai rata-rata tertinggi dari hasil uji organoleptik dapat digunakan sebagai acuan pembuatan selai nanas bubuk daun stevia sebagai produk olahan nanas honi yang melimpah di Bintan.
Kandungan Gizi, Jumlah Mikroba dan Daya Terima Produk Olahan Ulat Sagu (R. Ferrugineus) Warsid, Aisyah; Arifin, Hasriany; Nurvadillah, Nurvadillah
Journal of Food and Culinary Vol. 7 No. 2 [Desember 2024]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v7i2.11629

Abstract

Edible insect atau serangga yang dapat dikonsumsi merupakan sumber pangan alternatif yang berkelanjutan dan berkualitas. Namun demikian, belum banyak penelitian yang mengacu pada produk olahan ulat sagu terutama ulat sagu di daerah Tana Luwu ini yang kemudian dibandingkan perbedaan hasil uji proksimat, daya terima dan keamanan pangannya. Urgensi penelitian ini adalah menghasilkan alternatif olahan produk yang berbahan dasar ulat sagu yang dapat diterima oleh konsumen. Tujuan penelitian ini membandingkan kandungan gizi, jumlah mikroba dan daya terima produk olahan ulat sagu dan kontrol. Metode penelitian pada penelitian ini adalah eksperimental dengan desain Intact Group. Formulasi produk terdiri dari 2 jenis yaitu kontrol dan olahan ulat sagu. Tahap awal dimulai pada formulasi produk olahan ulat sagu menjadi tiga jenis olahan. Kadar air dan protein ada produk olahan ulat sagu lebih rendah dibandingkan kontrol pada masing-masing. Kadar lemak dan karbohidrat produk olahan ulat sagu lebih tinggi dari kontrol Kadar abu pada produk olahan FN1 dan FO1 yaitu 1.99% dan 1.48% lebih rendah dibandingkan dengan kontrol masing-masing produk. Berbeda dengan produk olahan FM1 kadar abunnya lebih tinggi dibandingkan kontrol yaitu 2.43%. Hasil uji cemaran mikroba pada FNI, FO1 dan FM1 berada dibawah standar maksimal SNI yaitu 1x105 koloni/gram. Mutu organoleptik produk olahan ulat sagu berbeda nyata dengan kontrol pada masing-masing atribut. Hasil penilaian uji hedonik produk olahan ulat sagu berbeda nyata dengan produk kontrol dan panelis cenderung tidak suka pada produk olahan ulat sagu.
Pengembangan Jan Hagel Cookies dengan Substitusi Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) Fazira, Syachnazya Aurellia; Rahmawati, Yulia; Lestari, Nia
Journal of Food and Culinary Vol. 7 No. 2 [Desember 2024]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v7i2.12278

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan jumlah konsumsi tepung terigu di Indonesia yang kian meningkat setiap tahunnya. Indonesia telah mengonsumsi tepung terigu sebanyak 2,7 kg perkapita pertahun pada 2022 dan bertambah menjadi 2,9 kg perkapita pertahun pada 2023. Tingginya konsumsi tepung terigu ini mengindikasikan bahwa diperlukan substitusi bahan lain sebagai pengganti tepung terigu. Tujuan penelitian untuk memperoleh formulasi yang tepat dan dapat diterima pada produk jan hagel cookies substitusi tepung mocaf. Metode penelitian yaitu kuantitatif eksperimen dengan pendekatan QDA (Quantitative Descriptive Analysis). Langkah penelitian diawali dengan proses uji coba mendapatkan resep standar hingga menghasilkan 2 sampel, yaitu produk dengan kode sampel produk JH1 dan JH2. Sampel JH2 ini kemudian dijadikan acuan pengembangan produk. Pengembangan produk jan hagel cookies ini menghasilkan 2 kode sampel, yaitu JH75 (75% tepung mocaf : 25% tepung terigu) dan JH100 (100% tepung mocaf : 0% tepung terigu). Sampel produk JH75 merupakan produk terpilih berdasarkan penilaian dari panelis ahli, dengan karakteristik sensoris warna kuning kecoklatan, tekstur renyah, bentuk persegi panjang, rasa manis dengan aroma kayu manis yang kuat. Hasil uji daya terima sampel produk JH75 mendapat skor 129,8 yang menunjukkan bahwa produk jan hagel cookies substitusi tepung mocaf sangat disukai panelis.
Brown Sugarcane as The Forthcoming Innovation for Athlete’s Sports Food Product: A Narrative Review Solichah, Kurnia Maratus
Journal of Food and Culinary Vol. 7 No. 2 [Desember 2024]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v7i2.12713

Abstract

Brown sugarcane is widely known as an additional sweetener in cuisines and beverages. Brown sugarcane has higher contents of carbohydrates, fats, and proteins than brown coconut or palm sap sugar. Athletes usually consume such food before, during, and after a match to restore nutrients. It also benefits as reserves during endurance sports because carbohydrate content can be used to supply energy during the long duration of competition. Simple carbohydrates in brown sugar cane are known to be able to increase blood glucose gradually. This condition provides good benefits for athletes, because the energy source reserves can be stored longer and fatigue can be delayed. Diverse sports food products, such as sports drinks, gels, or bars, could be developed from brown sugarcane. Additional materials are adjusted to the sport of developed food and beverage. Notwithstanding, studies regarding the product development and metabolic effect of brown sugarcane supplementary are needed, particularly during exercise.  
Strategi Promosi Call Me Tiramisu Di Media Sosial Suwandojo, Dodik Prakoso
Journal of Food and Culinary Vol. 7 No. 2 [Desember 2024]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v7i2.12725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi promosi yang diterapkan oleh usaha tiramisu di media sosial dalam meningkatkan citra merek (brand image) dan interaksi konsumen. Pendekatan kualitatif digunakan dengan studi kasus pada Call Me Tiramisu yang aktif di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Data dikumpulkan menggunakan metode netnografi dengan pendekatan tidak langsung melalui analisis konten dari postingan mereka di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi yang efektif melibatkan penggunaan berbagai saluran media sosial, penerapan elemen 7P Bauran Pemasaran, dan kolaborasi dengan influencer. Penggunaan media sosial memungkinkan usaha tiramisu untuk menjangkau audiens dan konsumen yang lebih luas, meningkatkan citra merek (brand image), dan menciptakan interaksi positif dengan konsumen. Kolaborasi dengan influencer terbukti memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Studi ini memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen konten yang baik dan pemilihan saluran media sosial yang tepat dalam pemasaran produk kuliner, serta bagaimana usaha tiramisu dapat memanfaatkan strategi promosi yang efektif untuk memperkuat posisi merek (brand) mereka di pasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5