cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Hubungan Posisi Kerja Duduk dan Gerakan Repetitif dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah pada Pembuat Kulit Lumpia Nurhalimah Nurhalimah; Sutangi Sutangi; Sri Handayani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2017): AFIASI
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah suatu sindroma nyeri yang terjadi pada daerah punggung bagian bawah dan merupakan work related musculoskeletal disorders. Penyebab LBP yang paling umum adalah keregangan otot atau postur tubuh yang tidak tepat. Hal ini disebabkan oleh karakteristik tuntutan tugas, alat kerja dan stasiun kerja yang tidak sesuai. Tujuan penelitian ini mengetahui apakah ada hubungan antara posisi kerja duduk dan gerakan repetitif dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pembuat kulit lumpia di desa Jatibarang Baru kabupaten Indramayu tahun 2015. Rancangan penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pembuat kulit lumpia dengan jumlah 35 pekerja yang ada di desa Jatibarang Baru Kabupaten Indramayu. Data yang diperoleh di uji menggunakan Chi-square (x2) dengan nilai keyakinan 95% dan tingkat kemaknaan (alfa) 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan nilai Fisher didapatkan nilai P-value = 0,006, karena nilai P-value < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada hubungan antara posisi kerja duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah. Sedangkan untuk gerakan repetitif hasil uji statistik menggunakan nilai Fisher di dapatkan nilai P-value 0,004, karena nilai P-value < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada hubungan antara gerakan repetitif dengan keluhan nyeri punggung bawah. Terdapat hubungan yang kuat antara posisi kerja duduk dan gerakan repetitif dengan keluhan nyeri punggung bawah pada pembuat kulit lumpia di desa Jatibarang Baru kabupaten Indramayu tahun 2015. Setiap pekerja diharapkan agar lebih memahami akan resiko dari posisi kerja duduk dan gerakan repetitif pada pembuatan kulit lumpia, guna untuk mencegah resiko penyakit akibat kerja khususnya nyeri punggung bawah.
Faktor Risiko Kejadian Hipertensi Pada Lansia di Desa Tulangan Kabupaten Sidoarjo Tating Nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2017): AFIASI
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kejadian penyakit tidak menular berhubungan dengan peningkatan faktor risiko akibat perubahan gaya hidup, seiring dengan perkembangan dunia yang semakin modern. Penyakit Tidak Menular (PTM) sudah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk di Indonesia. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang mengakibatkan angka kesakitan yang tinggi. Hipertensi akan memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ seperti otak (stroke), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), dan otot jantung (left ventricle hypertrophy). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko kejadian hipertensi pada lansia di Desa Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan desain studi Case control. Populasi pada penelitian ini dibagi menjadi dua yaitu populasi kasus dan populasi kontrol. Populasi kasus adalah seluruh lansia yang terkena hipertensi di Desa Tulangan Kabupaten Sidoarjo dan populasi kontrol adalah seluruh lansia yang tidak terkena hipertensi di Desa Tulangan Kabupaten Sidoarjo. Sampel pada penelitian ini yaitu sampel kasus adalah sebagian lansia yang terkena hipertensi dan sampel kontrol lansia yang tidak terkena hipertensi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 66 sampel yang terdiri dari 33 kasus dan 33 kontol. Cara pengambilan sampel dengan metode Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil dari uji statistik Chi-square ( ) yaitu kebiasaan melakukan aktivitas fisik (OR=6,133; 95% CI: 2,111-17,824) dan obesitas (OR=4,103; 95% CI: 1,455-11,567). Diharapkan masyarakat melakukan promosi kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanggulangan PTM (Penyakit Tidak Menular) agar tidak menderita penyakit hipertensi. Pencegahan dimaksud dengan menjalankan pola hidup sehat, berupa diet seimbang dengan mengurangi konsumsi lemak jenuh, garam dan memperbanyak makan, sayur dan buah-buahan, tidak merokok, dan perbanyak aktivitas.
Hubungan Penggunaan Jamban dan Sumber Air dengan Kejadian Diare pada Balita di Kecamatan Sindue Slamet Ifandi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa dapat ditentukan oleh kualitas anak balita saat ini. Gangguan kesehatan pada masa balita dapat mempengaruhi tumbuh kembang, khususnya gangguan pada saluran pencernaan seperti diare. Diare mempengaruhi proses penyerapan nutrisi untuk perkembangan balita dan diare merupakan penyebab utama kematian balita secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita umur 12-59 bulan yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala tahun 2016 sebanyak 1882 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah balita umur 12-59 bulan yang terpilih sebagai sampel di Wilayah kerja Puskesmas Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala tahun 2016 sebanyak 94 balita. Cara pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil dari uji regresi logistik sederhana (simple logistic regression) terdapat hubungan penggunaan jamban p value 0,003 (p < 0,05) dengan kejadian diare pada anak balita. Sedangkan penggunaan sumber air p value 0,118 (p > 0,05) tidak terdapat hubungan dengan kejadian diare pada anak balita. Diharapkan lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama melakukan tindakan pencegahan terjadinya diare seperti mencuci tangan sebelum makan dengan sabun.
Kejadian Dermatitis Kontak Pada Pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pecuk Indramayu Kartika Widianingsih; Sarinah Basri K
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis adalah peradangan kulit yang ditandai rasa gatal, dapat berupa penebalan, bintil kemerahan, multipel mengelompok, bersisik, berair dan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak pada pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pecuk Indramayu Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel 40 orang. Analisis data uji statistik menggunakan Uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test. Variabel yang diteliti faktor usia, jenis kelamin, masa kerja, personal hygiene, penggunaan alat pelindung diri (APD), dermatitis kontak. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dari NIOSH, AIHA occupational health and comfort, Danish Building research institute building diagnostic human resource. Hasil penelitian, faktor usia (P-value 0,033), jenis kelamin (P value 0,060), masa kerja (P-value 0,000), personal hygiene (P-value 0,003) dan penggunaan alat pelindung diri (APD) (P-value 0,015). Ada hubungan antara faktor usia, masa kerja, personal hygiene, penggunaan APD dengan kejadian dermatitis kontak. Tidak ada hubungan antara faktor jenis kelamin dengan kejadian dermatitis kontak pada pemulung di TPA Pecuk Indramayu Tahun 2016. Disarankan pemulung hendaknya lebih memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat. Perlunya penggunaan APD sehingga mengurangi risiko terkena penyakit dermatitis kontak.
Karakteristik Lingkungan Penderita Malaria di Kabupaten Bulukumba Irawati Irawati; Hasanuddin Ishak; Arsunan Arsin
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2107): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bulukumba menjadi wilayah endemis malaria dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik lingkungan dalam rumah penderita malaria di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini dilaksanakan pada lima wilayah puskesmas dan satu rumah sakit di Kabupaten Bulukumba yang memiliki data kasus malaria tertinggi pada 2 tahun terakhir. Metode yang digunakan adalah observational dengan desain case control study. Pengambilan sampel diambil dari catatan rekam medik pemeriksaan sediaan darah di laboratorium yang dinyatakan positif mengandung Plasmodium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Faktor lingkungan dalam rumah yang berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian malaria adalah pencahayaan dalam rumah (p-value= 0,00, OR= 0,125, 95% CI= 0,020-0,7821) di wilayah kerja puskesmas Ujung Loe, dan pakaian tergantung (p-value= 0,05, OR= 6,000, 95% CI= 1,315-4,579) di wilayah kerja bonto tiro, sedangkan faktor lingkungan dalam rumah yang tidak memiliki risiko secara signifikan adalah kondisi dinding, pemasangan kawat kasa, dan keberadaan langit-langit. Diharapkan kepada masyarakat agar memperbaiki pola lingkungan hidup bersih dan sehat sehingga meminimalkan faktor risiko kejadian malaria.
Hubungan Faktor Predisposisi dan Faktor Pendorong dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Karyawan SPBE di Indramayu Fina Sofiana; Sutangi Sutangi; Tayong Siti Nurbaeti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian yang tidak diinginkan, terjadi secara tiba-tiba. Data dari Internasional Labour Organization (ILO) juga mencatat, setiap hari terjadi sekitar 6.000 kecelakaan kerja fatal di dunia. Penggunaan APD merupakan tahap akhir dari metode pengendalian bahaya. Manfaat menggunakan APD saat bekerja sangat besar dalam mencegah kecelakaan kerja, namun dalam kenyataannya masih banyak pekerja yang tidak menggunakan APD dengan baik dan sesuai dengan potensi bahaya pada saat bekerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan SPBE di Indramayu sebanyak 70 orang. Analisis yang digunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pengetahuan (P-value 0.002), pengawasan (P-value 0,000), hukuman (P-value 0,000), dan penghargaan (P-value 0,002) berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, pengawasan, hukuman dan penghargaan dengan penggunaan APD.
Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja Pada Karyawan di PT. PLN (Persero) TJBT APP Cirebon Nurini Nurini; Ade Rahmawati; Tating Nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres dapat diartikan suatu keadaan individu yang tidak nyaman atau tidak menyenangkan dan banyak tekanan-tekanan yang menyerang individu yang berasal dari dalam maupun dari luar sehingga menyebabkan rasa tegang, cemas, takut yang berlebihan. Stres kerja merupakan keadaan emosional yang timbul karena adanya ketidaksesuaian antara tingkat permintaan dengan kemampuan individu untuk mengatasi stres kerja yang dihadapinya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel sebanyak 60 pekerja. Variabel yang diteliti adalah stres kerja dengan faktor karateristik pekerjaan dan faktor individu. Untuk analisis data uji statistik digunakan Uji Chi Square dan Fisher’s Exact Test dengan taraf kepercayaan 95% dengan nilai kemaknaan 5%. Pengumpulan data dilakukan terhadap 60 pekerja. Hasil penelitian diperoleh bahwa umur (P-value 0,000), masa kerja (P-value 0,000), jumlah anak (P-value 0,000) dan beban kerja (P-value 0,001) berhubungan dengan stres kerja. Sedangkan variabel jenis kelamin (P-value 0,817) dan status pernikahan (P-value 0,630) tidak berhubungan stres kerja. Kesimpulan terdapat hubungan umur, masa kerja, jumlah anak, dan beban kerja dengan stres kerja. Sedangkan jenis kelamin dan status pernikahan tidak berhubungan dengan stres kerja. Disarankan pengaturan waktu kerja dalam perusahaan mutlak diperlukan, hal ini berhubungan dengan tingkat konsentrasi dalam pekerjaan, dengan konsentrasi dan keteraturan waktu yang baik akan menyebabkan pekerjaan bagus dan tidak mendapatkan hambatan berarti.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Balita di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Hairil Akbar
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2107): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak balita merupakan investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus bangsa. Kualitas bangsa dapat ditentukan oleh kualitas anak balita saat ini. Gangguan kesehatan pada masa balita dapat mempengaruhi tumbuh kembang, khususnya gangguan pada saluran pencernaan seperti diare. Diare mempengaruhi proses penyerapan nutrisi untuk perkembangan balita dan diare merupakan penyebab utama kematian balita secara global. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada anak balita di Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah tahun 2017. Desain penelitian ini menggunakan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita umur 12-59 bulan yang berada di Wilayah kerja Puskesmas Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala tahun 2016 sebanyak 1882 balita. Sampel dalam penelitian ini adalah balita umur 12-59 bulan yang terpilih sebagai sampel di Wilayah kerja Puskesmas Toaya Kecamatan Sindue Kabupaten Donggala tahun 2016 sebanyak 94 balita. Cara pengambilan sampel dengan Simple Random Sampling. Berdasarkan hasil dari uji regresi logistik sederhana (simple logistic regression) terdapat hubungan imunisasi campak p value 0,000 (p < 0,05) dan riwayat pemberian zinc p value 0,000 (p < 0,05) dengan kejadian diare pada anak balita. Diharapkan para orang tua yang mempunyai balita dan calon orang tua untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan diare di rumah, terutama mengajarkan pentingnya imunisasi campak dan cara pemberian zinc untuk pencegahan diare.
Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Karyawan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji di Indramayu Esti Diana; Aman Evendi; Ismail Ismail
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2107): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan dapat diartikan suatu kondisi yang berbeda setiap individu tetapi semua individu tersebut mengalami kehilangan efisiensi, penurunan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh. Kelelahan kerja merupakan bagian dari permasalahan umum yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Menurut beberapa peneliti, kelelahan secara nyata dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja dan dapat menurunkan produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 40 karyawan. Variabel yang diteliti adalah status gizi dengan kelelahan kerja. Untuk analisis data uji statistik digunakan Uji Fisher’s Exact Test . Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner KAUPK2, timbangan berat badan dan meteran. Hasil nilai Fisher’s Exact Test diperoleh nilai sebesar (P-value) 0,006 (P-value < 0,05) sehingga Ho ditolak dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja pada karyawan bagian filling hall area stasiun pengisian bulk elpiji di Indramayu.
Faktor Risiko Higiene Sanitasi Makanan Karyawan Warung Makan Burjo di Kelurahan Warungboto Yogyakarta Eko Maulana Syaputra; Dyah Suryani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2017): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang penting. Seiring dengan kemajuan zaman, banyak orang yang tidak sempat menyiapkan sendiri makanan yang akan dikonsumsi. Dengan demikian, mereka tergantung pada pelayanan jasa boga untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Warung burjo pada awalnya hanya sebuah warung yang menyediakan menu makanan bubur kacang hijau dan ketan hitamnya dicampur dengan santan. Namun saat ini, warung burjo tidaklah selalu identik dengan produk kacang hijau. Ada nasi telur dan mie instan goreng atau mie instan rebus juga di jual. Kelurahan Warungboto banyak terdapat warung makan burjo karena wilayahnya yang strategis, banyak pelajar atau mahasiswa disekitar wilayah ini, sehingga warung makan burjo juga banyak terdapat di wilayah ini. Berdasarkan hasil survei pendahuluan, di Kelurahan Warungboto, terlihat bahwa sistem pelayanan khususnya tentang kebersihan makanannya masih kurang dijaga dengan baik. Pengetahuan, pendidikan dan gaji yang rendah menyebabkan para pedagang kurang memperhatikan tentang pentingnya menjaga higiene sanitasi makanan di warung bubur kacang hijau tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan rancangan studi Cross Sectional. Responden dari penelitian ini adalah 37 karyawan yang bekerja di warung makan. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan higiene perorangan dan sanitasi makanan. sig = 0,004 untuk higiene perorangan dan sig = 0,016 untuk sanitasi makanan. Tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan higiene perorangan dan sanitasi makanan sig = 0,591 untuk higiene perorangan dan sig 1.000 untuk sanitasi makanan. Tidak ada hubungan antara gaji karyawan dengan higiene perorangan dan sanitasi makanan sig = 1.000 untuk higiene perorangan dan sig 0,327 untuk sanitasi makanan. Faktor risiko pengetahuan memiliki hubungan bermakna dengan higiene perorangan dan sanitasi makanan. Faktor risiko pendidikan tidak memiliki hubungan bermakna dengan higiene perorangan dan sanitasi makanan. Faktor risiko gaji karyawan tidak memiliki hubungan bermakna dengan higiene perorangan dan sanitasi makanan.

Page 11 of 25 | Total Record : 241