cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Ketimpangan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Ekonomi di Wilayah Perbatasan Cucu Herawati; Syaeful Bakhri
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.9

Abstract

Permasalahan pembangunan di Indonesia saat ini bukan hanya pada sektor pendidikan saja, tetapi juga pada sektor ekonomi dan sektor kesehatan. Rasio Puskesmas terhadap penduduk di Kabupaten Cirebon 1 : 40.289. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Cirebon masih fluktuatif, dibandingkan di Kota Cirebon setiap tahunnya mengalami kenaikan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aksesbilitas masyarakat terhadap pelayanan publik dasar bidang kesehatan dan ekonomi pasar tradisional. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain Cross sectional. Lokasi penelitian di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon, Sampel dalam penelitian sebanyak 280 responden. Analisis data dengan distribusi frekwensi, analisis Gap, dan studi komparasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan sebagian besar responden menyatakan puas (35,4%), sarana prasarana 28,2% tidak puas, kemampuan petugas cukup puas (41.4%), kepastian waktu pelayanan 32,1% tidak puas, kemudahan melakukan komunikasi 25,4% tidak puas, kebijakan Pemerintah terhadap pembiayaan kesehatan tidak puas (27,9%), dan perbandingan pelayanan kesehatan menunjukkan tidak puas (33,9%). Adanya GAP pelayanan kesehatan dasar sebesar 10,8. Didapatkan 1 pasar tradisional di Kabupaten Cirebon melayani 66.968 penduduk, sedangkan untuk kota Cirebon 1 pasar melayani 38.811. Saran yang diusulkan sebaiknya Pemerintah melakukan perbaikan terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan penambahan pasar tradisional baru sebagai entitas ekonomi yang akan menghidupkan perekonomian masyarakat.
Faktor yang Mempengaruhi Penderita TB Paru Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Jatisawit Indramayu Rusman Rusman; Sarinah Basri K
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.10

Abstract

Penyakit Tuberkulosis Paru dari tahun ke tahun meningkat dan sebagian masih perlu pengobatan lanjutan artinya tingkat kesembuhan belum mencapai 100%. Penyakit ini dapat disembuhkan kalau penderita teratur dan patuh minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui fakto pendidikan, faktor pengetahuan dan faktor sikap pada penderita TB paru terhadap kepatuhan minum Obat Anti Tuberculosis (OAT) pada pasien TB paru di Puskesmas Jatisawit indramayu. Sampel terdiri dari 43 orang dengan metode total sampling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah analisis unvariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan maka dapat dilihat hubungan sabagai berikut (1) Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan minum OAT (p-Value 0,082, p > 0,05); (2) Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT (p-Value 0,012, p < 0,05) dan (3) ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan minum OAT (p-Value 0,040, p < 0,05). Perlu dilakukan penyuluhan, monitoring dan evaluasi secara rutin dan berkala; meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan instsnsi pemerintah dan swasta yang memiliki konsen tehadap penyakit TB paru serta memberi motivasi terhadap penderita TB paru.
Hubungan Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Dengan Kepuasan Pasien Thalassemia Di RSUD Kabupaten Indramayu heny ramayani; tayong siti nurbaeti; sutangi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.11

Abstract

Pasien thalassemia adalah pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara rutin dan terus menerus selama hidupnya. Kualitas pelayanan rawat jalan menentukan keberhasilan pengobatan dan perawatan pasien thalassemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien thalassemia, gambaran kualitas pelayanan rawat jalan, tingkat kepuasan pasien thalassemia, dan hubungan kualitas pelayanan rawat jalan dengan kepuasan pasien thalassemia di RSUD Kabupaten Indramayu. Jenis penelitiannya adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasilnya karakteristik pasien thalassemia sebanyak 40 orang 71,4% adalah anak-anak, 36 orang 64,3% berjenis kelamin perempuan dan 36 orang 64,3% berpendidikan SD. Kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD Kabupaten Indramayu 67,9% pasien merasa sudah baik, dan 32,1% merasa masih kurang baik. Dari 56 orang responden 64,3% pasien merasa puas terhadap pelayanan rawat jalan dan hanya 35,7% merasa kurang puas. Ada hubungan antara kualitas pelayanan rawat jalan dengan kepuasan pasien thalassemia di RSUD Kabupaten Indramayu. Kualitas pelayanan rawat jalan di RSUD Indramayu sudah baik dan sebagian besar pasien thalassemia merasa puas.
Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di SPBE Indramayu eka Nur Aisyah; Sarinah Basri K
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.12

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan. Kelelahan kerja dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan para pekerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya beban kerja dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di SPBE Indramayu Tahun 2017”. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja bagian operator loading di SPBE Indramayu yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 39 orang pekerja. Data mengenai kelelahan kerja diukur dengan menggunakan kuesioner 30-item gejala kelelahan umum IFRC. Uji statistik menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian diperoleh nilai status gizi pekerja dengan p-value 0,005 dengan nilai Spearman Correlation (SC) = 0,485. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya menunjukan ada hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja di SPBE Indramayu Tahun 2017. Para pekerja sebaiknya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan memaksimalkan waktu istirahat.
Kreatifitas Survivor Skizofrenia dalam Upaya Kesembuhan Di Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut Lina Rahmawati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.13

Abstract

Banyak upaya kesembuhan dilakukan oleh survivor skizofrenia, akan tetapi perlu upaya kreatifitas survivor skizofrenia agar mereka tetap survive dan menjalani hidup dengan harapan akan terlepas dari penyakit gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengungkap secara mendalam tentang kreatifitas survivor skizofrenia dalam upaya kesembuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam pada 7 survivor skizofrenia yang tidak kambuh sekurang-kurangnya 2 tahun, mampu memenuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi masih mengupayakan kegiatan lain untuk menambah penghasilan, mampu melakukan ibadah rutin, akan tetapi melakukan kegiatan ibadah lainnya, mandiri melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti mandi, makan, membersihkan rumah dll, akan tetapi menambah aktifitas lainnya demi kesembuhan, mampu bersosialisasi dan kooperatif. Data hasil wawancara di trankrip verbatim dan dianalisa data melali metode collaizi. Hasil penelitian diperoleh tema 6 tema yaitu membuat kerajinan tangan, makanan dan kue, berkebun dan berternak, bekerja dan berjualan, mengurus anak dan membantu pekerjaan rumah, berbincang-bincang dengan orang lain, dan melakukan atifitas didalam dan diluar rumah. Disimpulkan bahwa kreatifitas survivor skizofrenia merupakan upaya lain yang dilakukan selain recovery karena mereka selain berjuang melawan penyakitnya, mereka terus berupaya melakukan upaya-upaya kesembuhan lainnya sampai sekarang menjadi individu yang sudah sembuh
Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Nursing Center di Puskesmas Kota Bandung Ani Susiani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.14

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kinerja perawat Perkesmas dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pelaksanaan Nursing Center (NC) yang memadukan pengelolaan pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian keperawatan, dan pelayanan informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor sumber daya manusia (SDM), pendanaan, material, dan dukungan antara NC yang tidak aktif dan NC yang aktif di Puskesmas Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control. Sampel yang digunakan sebanyak 32 responden dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna pada faktor sumber daya manusia (p value 0,000), pendanaan (p value 0,019), material (p value 0,005), dan dukungan (p value 0,004) antara NC yang tidak aktif dan NC yang aktif. Diharapkan melalui penyelenggaraan pelatihan mengenai NC secara berkala dan berkesinambungan serta peningkatan kerjasama dengan Institusi Pendidikan Keperawatan oleh Dinas Kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan dan ketercapaian output NC
Faktor yang Mempengaruhi Pus Terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi Mow di Wilayah Kerja Puskesmas Cidempet Indramayu Indah Oktaviani; sutangi; tayong siti nurbaeti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.15

Abstract

Pasangan usia subur (PUS) adalah pasangan suami istri yang terkait dalam perkawinan yang sah, yang pasangan wanita berusia antara 15 – 49 tahun, karena kelompok ini merupakan pasangan aktif melakukan hubungan seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian deskriptif analitik yang dilakukan dengan pendekatan Case Control. Analisis deskriptif adalah untuk melihat atau menganalisis dinamika Hubungan antara Karakteristik PUS tentang kontrasepsi dengan Pemeilihan Alat Kontrasepsi MOW. Pada penelitian ini didapatkan Hasil penelitian diketahui bahwa dari 128 responden yang menggunakan alat kontrasepsi MOW sebagian besar adalah berpengetahuan baik yaitu sebanyak 46 responden 79,3%, dari 128 responden yang menggunakan alat kontrasepsi MOW sebagian besar adalah berpendidikan tinggi yaitu sebanyak 48 orang (71,6%), dari 128 responden yang menggunakan alat kontrasepsi MOW sebagian besar adalah ekonomi atas yaitu sebanyak 47 orang (70,2%).
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Karyawan SPBE Di Indramayu Muthoharoh; Sarinah Basri K; Tating Nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.17

Abstract

CTS merupakan gangguan umum yang berhubungan dengan pekerjaan, disebabkan oleh gerakan berulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu lama. Beberapa faktor diketahui menjadi risiko terjadinya CTS, seperti gerakan berulang dengan kekuatan, tekanan pada otot, postur kerja yang tidak ergonomik dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan jumlah sampel 40 karyawan di dua SPBE bagian Filling Hall area. Fisher Exact Test digunakan untuk analisis data uji statistik. Variabel yang diteliti adalah masa kerja, gerakan repetitive dan postur kerja. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner, lembar observasi RULA dan test pemeriksaan fisik. Hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact Test untuk masa kerja dan postur kerja didapatkan nilai P-Value = 0,029 dan 0,041. Karena nilai P -Value < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada hubungan antara masa kerja dan postur kerja dengan kejadian CTS . sedangkan untuk gerakan repetitive hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact Test didapatkan nilai P-Value = 0,464. Karena nilai P-Value >0,05 sehingga Ho diterima, artinya ada hubungan antara gerakan repetitive dengan kejadian CTS.
Hubungan Faktor Predisposisi Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri Di PT. PJB UBJ O&M PLTU Indramayu Rahmat Hadi Iskandar; Sutangi sutangi; Sri Handayani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.18

Abstract

APD bagi pekerja merupakan kelengkapan yang harus dipakai pada saat melakukan pekerjaan yang disesuaikan dengan bahaya, resiko dan untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang-orang disekitarnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi dengan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja di PT. PJB UBJ O&M PLTU Indramayu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Cross Sectional. Dengan jumlah sampel peneliti sebanyak 35 orang. Analisis data uji statistik menggunakan Uji Chi Square. Variabel yang diteliti adalah faktor pengetahuan, sikap, pendidikan, masa kerja dan perilaku penggunaan (APD). Dalam pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan kuesioner. Hasil penelitian adalah faktor pengetahuan (p-value 0,000), sikap (p-value 0,003), pendidikan (p-value 0,639), masa kerja (p-value 0,033). Kesimpulan ada hubungan antara faktor pengetahuan, masa kerja dan sikap dengan perilaku penggunaan APD pada pekerja di PT. PJB UBJ O&M PLTU Indramayu Tahun 2016. Pekerja diharapkan dapat saling menginggatkan rekan kerjanya apabila tidak menggunakan APD pada saat bekerja. Hal ini baik dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada saat bekerja.
Evaluasi Penerapan Chemical Handling di Area Produksi Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja di PT Pupuk Kalimantan Timur Rizka Khawari Aulia; Meirina Ernawati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.19

Abstract

Chemical handing merupakan langkah upaya pencegahan terhadap bahaya yang ditimbulkan dari zat kimia. Industri petrokimia sebagai industri yang bergerak dalam pengolahan bahan kimia sangat diperlukan upaya pencegahan tersebut, maka kesesuaian setiap langah dalam prosedur perlu diterapkan agar proses produksi berjalan dengan aman dan terhindar dari kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan dan kesesuaian penerapan chemical handling yang dilakukan di PT Pupuk Kaltim dengan kesesuaian peraturan yang berlaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi deskriptif. Populasi penelitian adalah operatir di setiap unit area produksi yang meliputi unit amoniak, urea dan utility. Sumber data diperoleh dari pengamatan di lapangan dan wawancara langsung kepada operator yang bertugas. Variabel yang diteliti adalah dari karakteristik bahan kimia yang digunakan di area produksi, aspek pictogram Globally Harmonized Sistem (GHS), kompatibilitas bahan kimia, tata letak penyimpanan bahan kimia. Hasil dari penerapan chemical handling telah berjalan dengan baik, namun dalam tahapan penyimpanan tata letak bahan kimia masih ditemukan bahan kimia yang seharusnya tidak boleh dilakukan penyimpanan di satu tempat yang sama. Saran untuk PT Pupuk Kaltim perlu dilakukan pembuatan tabel kompatibilitas bahan kimia beserta langkah antisipasinya dan ditempel di setiap chemical shelter atau tempat penyimpanan bahan kimia sebagai informasi sifat bahan kimia yang disimpan di tempat tersebut, agar para operator yang bekerja dapat mengetahui penanganan yang sesuai dengan bahan kimia tersebut.

Page 9 of 25 | Total Record : 241