cover
Contact Name
eko maulana syaputra
Contact Email
ekomaulanasyaputra@unwir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
afiasi@unwir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Arjuna Subject : -
Articles 241 Documents
Hubungan Antara Usia dan Masa Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium di Desa Eretan Kulon Kabupaten Indramayu Nabila Nala Utami; Riyanto Riyanto; Aman Evendi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.20

Abstract

Kelelahan mengarah pada kondisi melemahnya tenaga kerja untuk melakukan kegiatan. Peleburan alumunium adalah pekerja melakukan peleburan alumunium dari bahan bubutan/lelean untuk membuat pelek mobil, motor, dan lain-lain. Setiap pekerjaan yang berisiko akan menimbulkan kelelahan. Beberapa pekerja peleburan alumunium mengeluhkan gejala kelelahan seperti kurang percaya diri, susah berkonestrasi, lelah seluruh tubuh, lelah berbicara karena selama 24 jam dengan 10 jam kerja perhari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara usia, masa kerja dengan kelelahan kerja pada pekerja industry peleburan alumunium Eretan Kulon Indramayu tahun 2018. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah observasional analitik dengan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 pekerja dan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dimana semua populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen pada penelitian ini menggunakan IFRC. Dari 30 pekerja industry peleburan alumunium yang dijadikan sampel sebanyak 23 pekerja (76,7%) mengalami kelelahan berat dan 7 pekerja (23,3%) mengalami kelelahan ringan. Pengujian data menggunakan uji statistic Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia denga kelelahan (p=0,033), masa kerja dengan kelelahan (p= 0,016). Disarankan pekerja dapat memanfaatkan waktu istirahat seoptimal mungkin,
Hubungan Status Gizi dan Asupan Zat Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri Di Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indramayu Tahun 2018 Natizatun Natizatun; Tayong Siti Nurbaeti; Sutangi sutangi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.21

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan. Kelelahan dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan para pekerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa factor diantaranya status gizi dan asupan zat gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Status Gizi dan Asupan Zat Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri di Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indrmayu Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik yang digunakan dalam pengambilan sample adalah Total Sampling. Sample dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja industri Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indramayu, sebanyak 30 orang pekerja. Data mengenai kelelahan kerja diukur dengan menggunakan kuesioner 30-item gejala kelelahan umum IFRC. Uji statistik menggunakan Fisher Exact Test. Hasil penelitian diperoleh nilai status gizi P-Valeu 0,015 dan asupan zat gizi dengan P-Value 0,001 Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status gizi dan asupan zat gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja industri Industri Rumah Tangga Peleburan Alumunium Metal Raya Indramayu Tahun 2018. Status gizi pekerja sebagian besar dalam kategori status gizi tidak normal 63,3%, asupan zat gizi pekerja sebagian besar dalam kategori kurang 66,7%, dan kelelahan kerja sebagian besar dalam kategori kelelahan tinggi 66,7%.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Pedagang Angkringan di Kawasan Malioboro Yogyakarta Fardhiasih Dwi Astuti; Dyah Suryani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.26

Abstract

Kondisi sehat seseorang dapat dicapai dengan mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi perilaku yang sehat dan menciptakan lingkungan yang sehat. Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan tempat kerja merupakan salah satu upaya strategis untuk menggerakkan dan memberdayakan pekerja untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Angkringan adalah salah satu tempat makan tradisional yang ada di Indonesia. Oleh karena itu pedagang harus memiliki perilaku kebersihan dan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada pedagang angkringan di Kawasan Malioboro Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu pedagang angkringan di Kawasan Malioboro Yogyakarta dengan jumlah 40 pedagang angkringan. teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Total Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil uji statistik penelitian dengan menggunakan kuesioner kepada 40 pedagang angkringan, menunjukkan bahwa sebanyak 35 pedagang angkringan berjenis kelamin laki-laki yaitu (87,5%), sebanyak 23 pedagang angkringan mayoritas kelompok lansia yaitu (57,5%), sebanyak 21 pedagang angkringan (52,5%) yang memiliki pendidikan rendah. Sebanyak 30 pedagang angkringan (75,5%) yang berpengetahuan rendah, dan sebanyak 36 pedagang angkringan (90,0%) yang memiliki sikap baik. Tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,693), sikap (p = 1,000), umur (p = 0,301), dan jenis kelamin (p = 0,149) dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Ada hubungan antara pendidikan (p = 0,011) dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi Anak di TK Islam H.M. Asyik Makassar Herman Hatta
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.27

Abstract

Status gizi yang baik pencapaiannya tidak hanya dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Dalam hal ini gizi ternyata sangat berpengaruh terhadap kecerdasan dan perkembangan balita. Agar perencanaan upaya peningkatan status gizi penduduk dapat dilakukan dengan baik, semua aspek yang berpengaruh perlu diteliti, diantaranya adalah program pemberian makanan tambahan, daya beli keluarga, kebiasaan makan balita, pemeliharaan kesehatan keluarga serta pola asuh keluarga. Tujuan penelitian yaitu menetahui faktor yang berhubungan dengan status gizi anak di TK Islam H.M. Asyik Makassar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Observasional dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak yang ada di TK Islam H.M Asyik Makassar sebanyak 69 anak. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anak yang ada di TK Islam H.M. Asyik Makassar yang dipilih dengan cara Exhaustic Sampling (total sampel) sebanyak 69 anak. Analisis data bertahap dari univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan asupan gizi (p value=0,000), pengetahuan (p value=0,000),dan pendapatan keluarga (p value=0,000) berhubungan dengan status gizi anak. Kesimpulan bahwa asupan gizi, pengetahuan, dan pendapatan keluarga berhubungan dengan status gizi anak di TK Islam H.M. Asyik Makassar tahun 2018. Saran bagi ibu dan pengasuh sebaiknya lebih menambah pengetahuan mengenai gizi anak dan keluarga serta lebih memperhatikan asupan makanan yang di komsumsi oleh anak, agar status gizi anak berada dalam ketegori status gizi baik.
Faktor Risiko Host terhadap Kejadian Schistosomiasis Japonicum Dian Muslimin
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.28

Abstract

Schistosomiasis japonicum dianggap suatu penyakit kemiskinan yang mengarah ke gangguan kesehatan kronis. Infeksi terjadi ketika manusia kontak dengan air tawar yang mengandung serkaria dari cacing parasit darah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai faktor Host yang merupakan faktor risiko terhadap kejadian Schistosomiasis japonicum. Metode Penelitian ini menggunakan mix method dengan kuantitatif sebagai pendekatan utama (case control) dan kualitatif sebagai pendukung (indepth interview). Populasi target adalah seluruh penduduk yang melakukan pemeriksaan tinja di laboratorium Schistosomiasis japonicum dan berdomisili di Taman Nasional Lore-Lindu Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2014-2016 dengan jumlah sampel 158 orang terdiri dari 79 kasus dan 79 kontrol dengan teknik consecutive sampling. Analisis data bertahap dari univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dilanjutkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Faktor Host yang terbukti sebagai risiko terhadap kejadian Schistosomiasis japonicum yaitu pekerjaan sebagai petani OR = 2,8; 95% CI = 1,22-6,48), kebiasaan mandi/mencuci di air sungai/danau OR=2,7; 95% CI=1,21-6,39), kebiasaan buang air besar selain di jamban OR = 3,0; 95% CI=1,36-6,86), tidak menggunakan sepatu boot OR=4,6; 95% CI=1,99-10,58), melewati daerah fokus keong OR=3,1; 95% CI=1,34-7,41), memiliki tata guna lahan pertanian tidak dikelolah OR=5,2; 95% CI = 2,25-12,00). Sedangkan faktor tidak terbukti sebagai faktor risiko yaitu tingkat pendidikan rendah <SMP, tidak pemanfaatan sumber air bersih, menjadi anggota mapalus, tidak memanfaatkan program kesehatan, dan memelihara hewan ternak. Probabilitas untuk menyebabkan kejadian Schistosomiasis japonicum terdapat enam faktor risiko sebesar 98,52%.
Hubungan Faktor Predisposisi dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Pekerja PT. Elnusa TBK Warehouse Karangampel Boby Alfirdha; Sarinah Basri K; Tating Nuraeni
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.29

Abstract

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan seperangkat alat yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya terhadap kemungkinan adanya potensi bahaya kecelakaan kerja pada tempat kerja. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebenarnya menempati prioritas pengendalian risiko paling akhir setelah pengendalian dengan eliminasi, substitusi, engeneering dan pengendalian secara administratif tidak berhasil dilakukan. Manfaat menggunakan APD saat bekerja sangat besar dalam mencegah keselamatan kerja, namun kenyataannya masih banyak pekerja yang tidak menggunakan APD dengan baik dan sesuai potensi bahaya pada saat bekerja.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja PT. Elnusa Tbk Warehouse Karangampel sebanyak 33 orang. Analisis yang digunakan yaitu uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 22 orang (66,7%) tidak menggunakan APD, 27 orang (81,8%) memiliki pengetahuan baik, 19 orang (57,6%) memiliki masa kerja lama, 29 orang (87,9%) memiliki sikap baik. Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, masa kerja, dan sikap dengan penggunaan APD, dengan nilai Pvalue = 0,637, 0,319, dan 1,000. Kesimpulannya adalah tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, masa kerja, dan sikap dengan perilaku penggunaan APD.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Balita Di Desa Loyang Wilayah Kerja Puskesmas Cikedung Kabupaten Indramayu Tahun 2018 Turyati Turyati; Tayong Siti Nurbaeti
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v3i3.30

Abstract

Latar Belakang Gizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Akibat kekurangan gizi akan menyebabkan beberapa efek serius seperti kegagalan pertumbuhan fisik serta tidak optimalnya perkembangan dan kecerdasan. Akibat lain adalah terjadinya penurunan produktivitas, menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit yang akan meningkatkan resiko kesakitan dan kematian. Metoda Penelitian menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional populasi berjumlah 571, maka sampel untuk penelitian ini adalah sebanyak 85 balita di desa Loyang. Hasil Penelitian penelitian yang dilakukan dengan uji statistic menggunakan chi square didapatkan tidak ada hubungan pengetahuan, pendidikan, pendapatan dengan status gizi anak balita dengan nilai p(value)= (0,369)(0,805)(0,753) > 0,05 dan ada hubungan pemberian ASI eksklusif dengan status gizi pada anak balita di desa Loyang dengan nilai p(value)= 0,001<0,05. Saran Untuk penelitian selanjutnya diharapkan menjadi referensi dalam mengembangkan penelitian tentang pentingnya status gizi.
Hubungan Antara Karakteristik Pekerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja SPBE PD Bumi Wiralodra Indramayu Tahun 2016 Nani Kurniyanti; Sri Handayani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2017): AFIASI
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor resiko terjadinya kecelakaan kerja pada saat bekerja. Kelelahan pada pekerja dapat berdampak terhadap penurunan produktivitas kerja dan penurunan konsentrasi kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara karakteristik pekerja dengan kelelahan kerja pada pekerja SPBE PD Bumi Wiralodra Indramayu. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah responden 35 orang. Teknik pengambilan data kelelahan kerja menggunakan kuesioner 30-item gejala kelelahan umum. Uji statistik menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian diperoleh nilai karakeristik yaitu masa kerja dengan P-value 0,003 dan usia pekerja dengan p-value 0,008, serta status gizi dengan P-value 0,001. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya menunjukan ada hubungan antara karakteristik pekerja dengan Kelelahan Kerja pada pekerja SPBE PD Bumi Wiralodra Indramayu. Dari hasil penelitian ini disarankan agar pekerja memodifikasi sikap kerja lebih diperhatikan waktu untuk istirahat atau jeda saat merasakan indikasi kelelahan fisik karena posisi bekerja yang berdiri terus-menerus.
Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Wilayah Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu Indah Ervina Wulan Sari; Sutangi Sutangi
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2017): AFIASI
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan kasus tuberkulosis paru di wilayah kecamatan Sindang selama 3 tahun terakhir cenderung meningkat, kondisi fisik rumah rumah merupakan faktor risiko kejadian tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kecamatan sindang kabupaten Indramayu tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 orang terdiri dari penderita tuberkulosis paru BTA positif sebanyak 40 orang dan sebagai kontrol 40 orang. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan lembar observasi. uji statistik data dengan skala ordinal dan data ordinal menggunakan uji statistik Chi Square karena sesuai dengan data yang digunakan. Taraf kepercayaan 95% dengan nilai kemaknaan 5%. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi hasil uji statistik chi square test diperoleh nilai ventilasi rumah p = 0,000 dan OR = 0,183 dengan 95% CI = 0,070 < OR < 0,476 dan SC = 0,256, jenis lantai p = 0,014 dan OR = 0,321 dengan 95% CI = 0,129 < OR < 0,802 dan SC = 0,276, kepadatan hunian p = 0,000 dan OR = 0,179 dengan 95% CI = 0,068 < OR < 0,472 dan SC = 0,402 Sehingga hipotesis yang menyatakan hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di Wilayah Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu Tahun 2016 di terima dan memiliki hubungan sedang.
Faktor yang berhubungan dengan Pneumonia Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Cidempet Indramayu Tahun 2016 Mukriah Mukriah; Riyanto Martomijoyo; Ade Rahmawati
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2017): AFIASI
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan kasus pneumonia selama 2 tahun 2014 dan 2015 cenderung meningkat sangat signifikan sehingga penulis ingin mengetahui lebih lanjut tentang karakteristik balita dengan pneumonia di wilayah kerja Puskesmas DTP Cidempet Kabupaten Indramayu tahun 2016 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penyakit pneumonia balita di wilayah kerja Puskesmas DTP Cidempet Kabupaten Indramayu tahun 2016 : Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 26 orang penderita pnemonia yang berobat ke Puskesmas Cidempet pada bulan Mei 2016. Cara pengumpulan data yang di ambil dalam penelitian ini yaitu menggunakan rekam medik dan pengumpulan data diambil pada bulan Juni 2016, yang meliputi umur, jenis kelamin, status gizi dan Pneumonia. . uji statistik data dengan skala ordinal dan data ordinal menggunakan uji statistik Chi Square karena sesuai dengan data yang digunakan. Tingkat kepercayaan 95% dengan nilai kemaknaan 5%. Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat, maka digunakan koefisien kontingen (CC). Tekniknya dengan skor terendah 0 dan tertinggi 1 dan pengolahan data dengan program SPSS versi 16.0. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi hasil uji statistik chi square test diperoleh nilai umur p = 0,002 dan OR = 0,462dengan 95% CI = 0,257 < OR < 0,830dan SC = 0,601, jenis kelamin p = 0,036 dan OR = 1,750 dengan 95% CI = 0,916 < OR < 3,342 dan SC = 0,441, status gizi p = 0,014 dan OR = 0,652 dengan 95% CI = 0,365 < OR < 0,867 dan SC = 0,480 Sehingga hipotesis yang menyatakan ‘Hubungan umur, jenis kelamin dan status gizi balita berhubungan dengan penyakit pneumonia di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Cidempet Kabupaten Indramayu Tahun 2016’ di terima dan memiliki keeratan hubungan cukup kuat.

Page 10 of 25 | Total Record : 241